EJurnal Universitas Negeri Gorontalo
Not a member yet
9768 research outputs found
Sort by
Deret Maclaurin Turunan Fraksional Fungsi Inverse Trigonometri dan Radius Kekonverganannya
Fractional derivatives are a generalization of ordinary derivatives to non-integer or fractional orders. This study presents the fractional derivatives of inverse trigonometric functions (arcsin, arccos, and arctan) with the order constraint 0 α ≤ 1 . These inverse trigonometric functions are expressed in the form of Maclaurin series. Furthermore, their fractional derivatives can be determined using the Riemann–Liouville definition of fractional derivatives. The main results show an explicit formula for the fractional Maclaurin series and prove that the radius of convergence of the original function is equal to the radius of convergence of its fractional derivative
ESG Reputation Risk under Climate Risk and Global Uncertainty in ASEAN Manufacturing
As the manufacturing sector expands, it faces growing scrutiny regarding its sustainability practices, with Environmental, Social, and Governance (ESG) reputation risk becoming an increasingly critical concern. This study investigates the relationship between climate risk, global uncertainty, and ESG-related reputational risk, using 465 observations from manufacturing companies listed in ASEAN countries between 2021 and 2023. Regression analysis indicates that climate risk has a positive effect on the Reputation Risk Index (RRI). This suggests that firms in regions with greater climate vulnerability are more exposed to ESG reputational challenges. Similarly, global uncertainty is positively and statistically significantly associated with RRI, implying that unpredictable policy and economic conditions can exacerbate reputational risks. These findings underscore the importance of integrating ESG considerations into corporate risk management, particularly in emerging economies with pronounced environmental and institutional risks. Firms are urged to strategically allocate resources toward sustainability initiatives to safeguard their reputation and operational resilience. Additionally, policymakers are encouraged to establish supportive regulatory environments that foster corporate transparency, ESG accountability, and adaptive capacity
POTENSI EKSTRAK BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA) SEBAGAI ANTIHIPERGLIKEMIA PADA TIKUS WISTAR HIPERGLIKEMIK: STUDI IN VIVO
Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan memerlukan pengembangan terapi alternatif berbasis bahan alam. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki efek antihiperglikemik. Kebaruan penelitian ini terletak pada evaluasi efektivitas ekstrak etanol bunga rosella dengan variasi dosis terhadap penurunan kadar glukosa darah pada model tikus Wistar hiperglikemik yang diinduksi streptozotocin. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi ekstrak etanol bunga rosella sebagai agen antihiperglikemik serta menilai pengaruh variasi dosis terhadap penurunan kadar glukosa darah. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan desain pre test–post test control group design menggunakan 30 ekor tikus Wistar jantan hiperglikemik (GDS 200 mg/dL) yang diinduksi streptozotocin (STZ) 50 mg/kgBB dan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (metformin 150 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak rosella dosis 100, 200, dan 400 mg/kgBB selama 15 hari, dengan pengukuran kadar glukosa darah sewaktu setiap tiga hari dan analisis data menggunakan Paired Sample T-Test, One Way ANOVA, dan Post Hoc Tukey (p0,05). Hasil penelitian menunjukkan seluruh kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar glukosa darah yang signifikan (p0,05) dengan mean difference tertinggi pada kelompok P3 (226,83 mg/dL), diikuti P2 (192,50 mg/dL) dan P1 (137,83 mg/dL), serta uji ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok sejak hari ke-3 hingga hari ke-15 (p0,05). Uji Post Hoc menunjukkan dosis 400 mg/kgBB memberikan efek penurunan glukosa paling optimal (101,8 ± 4,9 mg/dL) bahkan melampaui kelompok metformin (143,3 ± 6,3 mg/dL). Kesimpulan bahwa ekstrak etanol bunga rosella memiliki efektivitas antihiperglikemik yang bersifat dosis-tergantung pada tikus Wistar hiperglikemik, dengan dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efek paling optimal
KASUS SERIAL RESEKSI HATI LAPAROSKOPI, SATU PUSAT PENGALAMAN 5 TAHUN
Kanker hati merupakan penyebab kematian ketiga tertinggi akibat kanker secara global, dengan angka mortalitas di Indonesia mencapai 9,6% dan menempati urutan tertinggi kedua di dunia. Reseksi bedah tetap menjadi modalitas kuratif utama, sementara pendekatan laparoskopik semakin berkembang karena menawarkan keuntungan minimal invasif; namun, data mengenai luaran reseksi hati laparoskopik di Indonesia, khususnya kawasan timur, masih sangat terbatas. Kebaruan penelitian ini adalah penyajiannya sebagai laporan awal yang mendeskripsikan luaran reseksi hati laparoskopik di Indonesia timur, sehingga memberikan data dasar penting bagi pengembangan layanan bedah hepatobilier minimal invasif di wilayah dengan keterbatasan akses teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik demografis pasien, profil teknik operasi, serta luaran pasca reseksi hati laparoskopik pada kasus tumor hati di RSUD Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado. Penelitian observasional deskriptif dengan desain serial kasus prospektif ini melibatkan seluruh pasien yang menjalani reseksi hati laparoskopik periode 2019–2024, dengan pengumpulan data meliputi karakteristik demografis, parameter praoperasi, teknik intraoperatif berdasarkan terminologi Brisbane 2000, serta luaran pasca operasi berupa fungsi hati, komplikasi menurut klasifikasi Clavien–Dindo, dan kejadian gagal hati pasca hepatektomi (PHLF) berdasarkan kriteria International Study Group of Liver Surgery (ISGLS). Sebanyak 15 pasien dilibatkan, dengan mayoritas perempuan (66,7%) dan rerata usia 42,13 tahun; seluruh pasien memiliki fungsi hati Child–Pugh A. Tumor hati primer mendominasi (60%), dengan seluruh kasus ganas primer berupa karsinoma hepatoseluler. Mayoritas prosedur merupakan hepatektomi minor (80%) dengan transeksi parenkim menggunakan pisau bedah harmonik (86,7%). Tidak ditemukan kejadian PHLF maupun komplikasi mayor, sementara satu kasus kematian pasca operasi terjadi akibat sepsis. Secara keseluruhan, reseksi hati laparoskopik pada pasien tumor hati di pusat layanan ini menunjukkan luaran pasca operasi yang baik dengan angka komplikasi mayor yang rendah, sehingga mendukung penerapan pendekatan minimal invasif sebagai pilihan terapi yang aman dan potensial untuk dikembangkan di pusat layanan hepatobilier di Indonesia timur
Unmanned Underwater Vehicles and the Normative Gaps of UNCLOS 1982: A Functional and Evolutionary Interpretation
The rapid development of unmanned underwater vehicles (UUVs) presents a significant interpretative challenge to the United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS), a treaty drafted for an era of manned maritime navigation. While UNCLOS regulates ships and warships in detail, it remains silent on autonomous underwater systems. This article addresses the central legal question of whether, and under what conditions, UUVs may be classified as ships or warships under the existing UNCLOS framework. The study adopts a doctrinal legal methodology based on functional interpretation and evolutionary treaty interpretation, informed by the Vienna Convention on the Law of Treaties and relevant state practice. Rather than treating technological novelty as a basis for exclusion, the analysis examines whether the functions performed by UUVs—such as navigation, military operations, and marine scientific research—allow their regulation within established UNCLOS categories. The article argues that the legal status of UUVs cannot be determined abstractly, but depends on their operational function and the maritime zone in which they operate. Normatively, the article clarifies the limits of interpretative adaptation under UNCLOS and highlights the risks of fragmented, interest-driven state practice. It concludes that functional and evolutionary interpretation can reduce legal uncertainty, but must be complemented by bilateral and regional cooperative frameworks, including codes of conduct, to ensure regulatory coherence
Emergency Drug Use Profile in an Indonesian ICU: Dr. M. M. Dunda Hospital
Emergency medications are critical for rapid stabilisation of life-threatening conditions in intensive care units (ICUs), yet local utilisation profiles are often underreported and may limit evidence-informed procurement and protocol standardisation. This study aimed to describe the pattern of emergency medication use among ICU patients at Dr. M. M. Dunda Hospital, Limboto. A descriptive retrospective review of ICU medical records was conducted for the study period reported in the hospital database. Patient demographics and clinical characteristics were summarised using frequencies and percentages. For diagnoses, percentages were calculated based on recorded diagnosis entries because individual patients could have more than one diagnosis. For medications, utilisation was summarised as the frequency of emergency-medication items recorded during the observation period and presented by individual drug, therapeutic class, and route of administration. Among 25 ICU patients, the most frequently recorded clinical condition was acute respiratory failure, followed by other cardiopulmonary and neurological conditions. A total of 73 emergency-medication items were documented; norepinephrine was the most frequently used individual drug (26%), and cardiovascular agents constituted the largest therapeutic class (74%). Intravenous administration predominated, largely through syringe pump delivery, reflecting the need for continuous titration in critically ill patients. These findings provide a baseline description of emergency medication utilisation in this ICU and may support hospital-level planning for stock prioritisation, syringe-pump readiness, and medication-use governance for high-alert emergency drugs
Rancang Bangun Sistem Manajemen Operasional Terpadu Pada CV XYZ
This study focuses on the design and development of a web-based Integrated Operational Management System for CV XYZ, a bottled drinking water manufacturing company in Gorontalo. The company previously relied on manual processes and non-integrated spreadsheets, causing data inconsistencies, human errors, inefficient logistics scheduling, and delayed stock updates. To address these challenges, the system was developed using the Prototype method proposed by Roger S. Pressman. Data collection was conducted through direct observation and structured interviews with the operational manager. The developed system integrates Point of Sale (POS), inventory management, logistics, and real-time monitoring into a centralized platform. System modeling utilized UML diagrams, including use case, activity, sequence diagrams, and an ERD. The application was implemented using PHP, MariaDB, Apache, and the Laravel framework. The results demonstrate improved data integration, reduced manual workload, minimized input errors, enhanced real-time stock monitoring, and more efficient delivery management. The system supports managerial decision-making through accurate and real-time operational data visualization, contributing to increased operational efficiency and productivity
SISTEM INFORMASI PEMBAYARAN SPP BERBASIS WEB DI KB TK SD AL AZHAR 43 GORONTALO MENGGUNAKAN METODE WATERFALL
Pengelolaan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di KB TK SD Al Azhar 43 Gorontalo saat ini masih mengandalkan proses manual yang rentan terhadap kesalahan pencatatan, keterlambatan komunikasi, dan inefisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem informasi pembayaran SPP berbasis web yang terpusat dan otomatis untuk mengatasi kendala tersebut. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode Waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem ini dibangun menggunakan kerangka kerja Laravel, basis data MySQL, dan terintegrasi dengan layanan eksternal seperti payment gateway Midtrans dan API WhatsApp untuk notifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi web yang fungsional dengan tiga peran pengguna (Wali Murid, Bendahara, Ketua Yayasan) yang memiliki hak akses dan dashboard spesifik. Sistem ini berhasil mengelola tiga metode pembayaran, mengotomatisasi proses pembuatan kuitansi dan pengiriman notifikasi, serta menyediakan fitur manajemen tunggakan otomatis, pelaporan dinamis dengan fungsi ekspor, dan visualisasi pemetaan geografis siswa. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses administrasi keuangan sekolah menjadi lebih efisien, transparan, dan akuntabe
PERANCANGAN BUKU CATATAN KIA (KESEHATAN IBU & ANAK) DIGITAL PADA PUSKESMAS SUWAWA KABUPATEN BONE BOLANGO
Posyandu merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan dasar masyarakat, khususnya dalam pemantauan kesehatan anak., salah satunya melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang mencatat riwayat pertumbuhan, perkembangan imunisasi serta kesehatan anak usia 0–5 tahun. Namun, penggunaan buku cetak sering menghadapi kendala seperti kerusakan, kehilangan, dan keterbatasan stok buku. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Buku Catatan KIA Digital berbasis web yang diterapkan di Puskesmas Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Fokus perancangan berada pada modul anak, dengan fitur pencatatan data kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, serta riwayat imunisasi secara digital dan terstruktur. Metode perancangan menggunakan pendekatan Waterfall, melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, hingga evaluasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu membantu tenaga kesehatan dalam mengelola data secara lebih terstuktur dan memudahkan ibu dalam memantau tumbuh kembang anak. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses pelayanan kesehatan menjadi lebih akurat, serta mendukung digitalisasi layanan kesehatan primer di tingkat puskesmas
Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Numbered Head Together Berbantuan QR-Code Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Kelas X Pada Materi Dampak Sosial Informatika
Keaktifan belajar siswa pada saat proses pembelajaran sangat diperlukan, dimana siswa yang dikatakan aktif adalah siswa yang berpartisipasi, berinteraksi dan berkolaborasi baik dengan siswa lain maupun dengan guru. Dari hasil wawancara di SMA Negeri 6 Gorontalo Utara, adapun permasalahan yang peneliti temukan dalam penelitian ini adalah mengenai keaktifan belajar siswa yang kurang terhadap pembelajaran di kelas salah satunya dalam pembelajaran informatika yang diantaranya yaitu 1) siswa yang kurang aktif bertanya di dalam kelas, 2) siswa yang tidak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan guru karena tidak memperhatikan materi yang diberikan oleh guru, dan 3) guru belum menggunakan model pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) berbantuan QR-Code terhadap keaktifan belajar siswa kelas X SMA Negeri 6 Gorontalo Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen dengan design nonequivalent control group design. Sampel penelitian ini kelas X-1 yang berjumlah 20 siswa dan kelas X-2 dengan jumlah 27 siswa sehinggah jumlah keseluruhan sampel adalah 47 sampel atau responden. Instrumen penelitian ini berupa lembar skala keaktifan belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji prasyarat uji Normalitas, uji Homogenitas dan pengujian hipotesis menggunakan Paired Tample T Test dan Independent Sampel T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil rata-rata uji-t nilai keaktifan setelah perlakuan (Posttest) yaitu 69.15% untuk kelas eksperimen dan 45.44% untuk kelas kontrol. Jadi, kesimpulannya bahwa model pembelajaran Cooperative Numbered Head Together Berbantuan QR-Code Berpengaruh Terhadap Keaktifan Belajar siswa kelas X-1 pada materi Dampak Sosial Informatika di SMA Negeri 6 Gorontalo Utara