Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
2514 research outputs found
Sort by
INTERNALISASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peranan kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan dampaknya terhadap pembentukan karakter kewarganegaraan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konten dari berbagai artikel yang membahas integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam PKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti adat istiadat dan hukum adat dapat diintegrasikan secara efektif dalam pembelajaran PKN melalui berbagai strategi dan metode, seperti penggunaan cerita rakyat dan permainan tradisional. Guru PKN memiliki peran penting dalam mengaitkan nilai-nilai kearifan lokal dengan konsep-konsep kewarganegaraan. Pembelajaran berbasis kearifan lokal tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang kewarganegaraan, tetapi juga memperkuat identitas mereka sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Selain itu, nilai-nilai seperti gotong royong dapat menjadi sumber nilai yang kaya dan relevan untuk memperkuat karakter dan jati diri siswa sebagai generasi muda yang bangga akan budaya dan tradisi bangsa Indonesia.Kata Kunci: Kearifan Lokal, Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Kewarganegaraan, Identitas Kebangsaa
PERAN ETIKA PROFESI KEPENDIDIKAN PADA GURU UNTUK MEMBANGUN NILAI-NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PPKN
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Dalam dunia pendidikan, peran etika profesi bagi guru sangat di perlukan untuk melaksanakan pembelajran, terutama dalam mata pelajaran PPKn yang mengajarkan tentang pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran etika profesi kependidikan yang diterapkan oleh guru untuk membangun nilai-nilai karakter peserta didik dalam pembelajaran PPKn. Metode penelitian pada artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dengan cara mengumpulkan informasi yang dibaca dan dicatat dari sumber yang relevan baik buku maupun jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran etika profesi pada guru sangat di perlukan untuk membentuk karakter peserta didik dan guru harus menerapkan prinsip-prinsip etika profesi dan mengintegrasikan di dalam pembelajaran. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan dalam pendidikan formal untuk membina sikap moral peserta didik agar memiliki karakter dan berkepribadian yang positif sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
Penanaman Nilai-Nilai Multikultural dalam Tradisi Budaya Lokal di Aceh
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanaman nilai-nilai multikultural dalam tradisi budaya lokal di Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa Aceh merupakan provinsi yang multikultral dengan memiliki berbagai suku, bahasa, tradisi, dan budaya. Di Aceh penanaman nilai-nilai multikultural sudah diterapkan yang mana terdapat beberapa nilai-nilai multikultural yang ada dalam kehidupan masyarakat Aceh, yaitu: keanekaragaman, keterbukaan, keadilan, toleransi, harmonisasi, pendidikan, dan kebutuhan akan identitas. Keberagaman masyarakat Aceh yang berasal dari latar belakang yang berbeda seperti suku, agama, ras, budaya, dan bahasa menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh merupakan masyarakat multikultural
Kearifan Lokal Dalam Perspektif Budaya Kalimantan Barat
Kearifan lokal merupakan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kalimantan Barat, yang terdiri dari berbagai etnis, seperti Dayak, Melayu, Tionghoa, Jawa, Madura, dan Bugis. Nilai-nilai kebersamaan, religiusitas, serta penghormatan terhadap adat istiadat tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk upacara adat, seni pertunjukan, pengelolaan sumber daya alam, dan tradisi kuliner. Kearifan lokal ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga sebagai alat untuk menjaga keharmonisan sosial dan keseimbangan dengan alam di tengah arus globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kearifan lokal dalam perspektif budaya di Kalimantan Barat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kepustakaan atau studi literatur. Sumber data pada penelitian ini adalah jurnal, buku dokumentasi, internet dan pustaka. Setelah data terkumpul melalui teknik pengumpulan data, selanjutnya adalah menganalisis data tersebut. Dalam memberikan interpretasi data yang diperoleh peneliti menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian terdapat 5 bentuk kearifan lokal yang berada di Kalimantan Barat yaitu Upacara Adat, Peninggalan Sejarah, Seni Pertunjukan, Pengolahan Sumber Daya Alam, dan Kuliner. Dengan demikian, meskipun menghadapi perubahan sosial yang pesat, kearifan lokal tetap relevan dan berkontribusi pada keberlanjutan budaya serta kelestarian lingkungan
FOSTERING EFL STUDENTS' ORAL COMMUNICATION SKILLS THROUGH INDIVIDUAL PRESENTATION
This classroom action research aims to foster the EFL students’ oral communication skills in the English and English literature program in a presentation skills class through an individual presentation project. This research was conducted at the Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Pontianak, whose participants were taken from the fourth-semester students. This research was carried out in three cycles using observation checklists and field notes to collect the data. Afterward, the data were explained quantitatively and qualitatively. The findings show that individual presentation concretely fosters the students’ oral communication skills in the third cycle. The fostering is proven by improving individual presentation aspects such as clarity, sound volume, body position and eye contact, pause, and listener’s attention. Moreover, the fostering is indicated by the changing of the scoring scale from need improvement to good. Hopefully, this research can contribute to advancing research in oral communication skills
UTILIZATION OF DIGITAL AND NON-DIGITAL LEARNING MEDIA IN IMPROVING FOREIGN LANGUAGE SKILLS
This study aims to reveal digital and non-digital based learning media used by lecturers to improve 4 students' language skills in intensive Arabic learning UIN Sheikh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. The research method uses a qualitative descriptive approach. Data collection is obtained through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The data is then analyzed using Miles and Huberman's theory: reduce the data, then present the data and then infer it. The research produced findings on the use of digital and non-digital based media in intensive Arabic language learning to improve Arabic language skills students of UIN Syahada Padangsidimpuan consists of several types based on the purpose of their use. The use of digital media can be grouped into 4 types based on the purpose of use, it's just that its use in Arabic language learning has not been too optimal due to several factors both in terms of students, lecturers, and institutional conditions. However, the combination of the use of digital and non-digital media in Arabic language learning can provide a balanced learning experience and maximize student learning outcomes and can improve students' Arabic language skills
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK
Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan peserta didik MTs Muhammadiyah 29 Stabat dalam memecahkan masalah matematika. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengembangkan LKPD Berbasis Pendekatan Saintifik yangvalid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Jenis penelitian mengacu pada Research and Developmentdengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII-1 MTs Muhammadiyah 29 Stabat sebanyak 26 orang. Teknik analisis data menggunakan uji kevalidan, kepraktisan, keefektifan, dan N-Gain Score. Rata-rata nilai hasil uji kevalidan oleh validator mencapai angka 88,99dengan persentase sebesar 88,99% berkriteria sangat valid. Rata-rata hasil uji kepraktisan mencapi angka84,16 dengan persentase sebesar 84,16% berkriteria praktis. Keefektifan dilihat berdasarkan pada: 1) ketuntasan belajar kelas ≥ 85% ; 2) mencapai 75% tujuan pembelajaran; 3) respon peserta didik positif dengan nilai 83,33; dan 4) waktu pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan LKPD minimal sama dengan waktu yang dihabiskan dengan pembelajaran tanpa LKPD
KECEMASAN AKADEMIK PADA MAHASISWA DITINJAU DARI IMPOSTOR SYNDROME DAN KETANGUHAN AKADEMIK
Tekanan akademik yang dialami mahasiswa sering memicu kecemasan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara impostor syndrome dan ketangguhan akademik terhadap kecemasan akademik. Pendekatan penelitian bersifat kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel terdiri dari 100 mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UINSI Samarinda angkatan 2021, dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria kecemasan kategori sedang hingga tinggi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur kecemasan akademik, impostor syndrome, dan ketangguhan akademik. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara impostor syndrome dan ketangguhan akademik secara simultan (F = 2,165, R² = 0,077, p = 0,208) maupun parsial terhadap kecemasan akademik (β = 0,269, t = 2,120, p = 0,078; β = 0,004, t = 2,288, p = 0,979). Penelitian merekomendasikan eksplorasi variabel lain, seperti self-efficacy dan dukungan sosial, untuk menurunkan kecemasan akademik
PENGARUH AKTIVITAS PEMBELAJARAN SENAM LANTAI TERHADAP MOTOR EDUCABILTY SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas pembelajaran senam lantai terhadap Motor Educability siswa. Peneliti menggunakan metode eksperimen, desain penelitian pretest-posttest control group design. Populasinya adalah kelas X SMA Yadika Kalijati. Sampel diambil menggunakan Total Sampling. Sebanyak 12 laki laki, 15 perempuan total 27 siswa kelas eksperimen dan 4 laki laki, 11 perempuan total 15 siswa kelas kontrol. Instrument yang digunakan 21 Gerakan tes IOWA Brace. Hasil penelitian menyatakan adanya pengaruh yang signifikan pada aktivitas pembelajaran senam lantai terhadap motor educability siswa
The Role of English in Employment Context: the Case of Indonesian Chinese Company
The role of English in Indonesian pedagogical field has been studied extensively. However, the role of English in the employment context is scarcely scrutinized. Given the increasing awareness of being employable, examining the functions of international languages demanded in the employment context is imperative. The study focuses on some crucial aspects of English in the employment context, such as the workers' motivation toward English, the goals in learning English, and the potential hardships or challenges in learning or practicing English in their employment context. In order to capture more varied data, the researchers employed a mixed method along with a G-form questionnaire, interviews, and document analysis. The recruited participants comprised of sixty active employees who are currently working as permanent employees in a Chinese company. The participants were recruited randomly. The result indicated that even though English was the employees' preferred foreign language, they preferred to learn it through informal sources (e.g., YouTube, Google Translate, and Grammarly). It was also found that only few departments used English in the company (e.g., marketing, sales department, export- import department). The primary language used to support the company's production was Chinese/Mandarin. The outcome should encourage further research on the factories or businesses owned by non-English nationals (e.g., Japanese, or Korean) so that the critical role of English in the current employment contexts can be verified.