Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
2514 research outputs found
Sort by
Pelatihan Penerapan Ilmu Pertanian Dasar Menggunakan Massive Open Online Course
Proses penerapan massive open online course (MOOC) sebagai wujud implementasi penerapan teknologi abad 21 yang terstruktur harus didukung semua lapisan masyarakat. Kelompok pertanian Desa Pacet, Mojokerto mempunyai masalah dasar tentang standarisasi pengetahuan dan pemahaman pertanian dasar. Implementasi penerapan teknologi tepat guna MOOC ini menggunakan metode asset-based community development dengan tujuan pemahaman pertanian dasar, standarisasi pendidikan pertanian dasar kepada masyarakat, dan proses inklusivitas pembelajaran yang bersifat terbuka. Proses penerapan MOOC terbukti efektif dengan standar materi pertanian dasar. Pelaksanaan program pengabdian berupa pendampingan dan pelatihan penggunaan MOOC Materi Ilmu Pertanian Dasar bagi kelompok tani desa Pacet, Kabupaten Mojokerto dinyatakan berhasil dan berdampak positif kepada masyarakat. Hal ini diketahui dari meningkatnya pengetahuan dan kemampuan warga mengenai konten yang disajikan maupun keterampilan abad 21 berupa literasi digital
PENGGUNAAN MAJAS DAN MAKNA DALAM LIRIK LAGU CINTA SEJATI OLEH BUNGA CITRA LESTARI: KAJIAN STILISTIKA
Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan penggunaan majas dan makna yang terdapat dalam lirik lagu Cinta Sejati milik BCL. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi dokumen, simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah mengidentifikasi data, klasifikasi data yang dilakukan dengan membuat nomor baris pada lirik lagu kemudian dilakukan analisis data, deskripsi data dan interpretasi data. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan stilistika. Dari hasil analisis data terdapat dua belas baris lirik lagu dengan dua kali pengulangan baris reff ditemukan dua jenis majas yaitu majas perbandingan (personifikasi, hiperbola, antonomasia, simbolik dan alegori) dan majas penegasan (pleonasme).Kata Kunci: Lirik Lagu Cinta Sejati, Majas, Kajian Stilistika.Â
BUDAYA PAPUA PADA KARYA SASTRA ANAK INDONESIA TAHUN 1972
Papua sebagai tanah kaya yang posisinya berada di ujung timur Indonesia sering kali kurang mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia. Budaya Papua masih dianggap aneh dan tidak dikenal luas oleh sebagian besar masyarakat Indonesia terutama Papua di tahun 1970an. Budaya Papua di tahun 1970an dapat dilacak pada karya sastra anak berjudul Genderang Perang dari Wamena karya Djokolelono yang terbit tahun 1972. Karya tersebut menjadi dokumentasi awal pengetahuan Indonesia tentang Papua. Dalam karya ini ia menggambarkan Papua sebagai suku yang kejam dan buas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur kebudayaan yang muncul dalam Genderang Perang dari Wamena. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dipilah dan dianalisis berdasarkan kebutuhan. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa terdapat tujuh unsur kebudayaan dalam karya sastra anak Genderang Perang dari Wamena yaitu (1) bahasa, (2) sistem pengetahuan, (3) organisasi sosial, (4) sistem peralatan hidup dan teknologi, (5) sistem mata pencaharian hidup, (6) sistem religi, dan (7) kesenian.Kata Kunci: budaya, Papua, Djokolelono, sastra ana
CUCI TANGAN PAKAI SABUN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TAJUNGAN KECAMATAN KAMAL KABUPATEN BANGKALAN
Stunting merupakan suatu kondisi gangguan pertumbuhan pada anak yang berakibat pada tubuh lebih pendek dibanding anak seusianya. Hal ini disebabkan karena kurangnya asupan gizi pada pertumbuhan anak. Kasus stunting menjadi salah satu kasus urgenitas, baik di kalangan masyarakat kota maupun desa. Kondisi stunting ini bisa disebabkan oleh berbagai aspek, mulai dari aspek dukungan keluarga hingga sosial ekonomi. Angka stunting atau gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi di Kabupaten Bangkalan, masih tinggi. Berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) jumlah stunting sebanyak 38 persen, termasuk urutan nomor dua kasus stunting tertinggi di Jawa Timur. Desa Tajungan Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu desa dengan angka stunting tinggi. Kasus ini salah satunya terkait dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu menambah pengetahuan keluarga yang memiliki anak balita stunting melalui psikoedukasi cuci tangan yang benar sejak dini guna mencegah timbulnya penyakit infeksi yang menjadi salah satu faktor risiko stunting di Desa Tajungan Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini diharapkan mampu menambah pemahaman keluarga terkait stunting, khususnya ibu-ibu yang memiliki anak balita. Kata Kunci: cuci tangan pakai sabun, stuntin
SURVEI MINAT SISWA TERHADAP KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 SINTANG KABUPATEN SINTANG
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor instrinsik dan ekstrinsik minat siswa pada kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sintang Kabupaten Sintang. Dalam penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu “minat siswa†dengan metode deskriptif kuantitatif dengan bentuk survei dan angket sebagai alat pengumpul datanya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan faktor instrinsik minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sintang Kabupaten Sintang berada di ketegori “Sedang†yang paling dominan pada indikator rajin dan kesungguhan, indikator motivasi dan indikator keluarga. Sedangkan faktor ekstrinsik minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sintang Kabupaten Sintang berada di ketegori “Sedang†yang paling dominan pada indikator keluarga dan guru/pelatih. Kata Kunci: Minat, Ekstrakurikuler Sepak Bol
PENERAPAN DESIGN THINKING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui tentang seberapa keberhasilan penerapan metode design thinking untuk mengatasi masalah kejenuhan maupun kebosanan siswa serta meningkatkan kreatifitas siswa terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Metode penelitian ini dilakukan menggunakan metode pelaksanaan pembelajaran selama 3 siklus, yaitu pra-siklus, siklus I dan siklus II. Hasil penelitian ditemukan bahwa dengan menerapkan metode design thinking ke dalam pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan adalah sangat baik apabila dikolaborasikan, sehingga hal ini dapat membuat siswa tetap aktif selama melaksanakan kegiatan pembelajaran berlangsung, sekaligus hal ini dapat membantu siswa dalam menumbuhkembangkan cara berpikir kreatif dan inovatifnya melalui kegiatan yang dilakukannya selama mengikuti aktivitas belajar di kelas
PRAKTIK BAIK DEMOKRASI BERKARAKTER MELALUI PROJEK PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMA GADJAH MADA KOTA MEDAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik demokrasi yang positif dalam menerapkan profil pelajar Pancasila. Program kurikulum "Merdeka Belajar" melibatkan enam indikator dalam memperkuat pembelajaran yang lebih fokus pada nilai-nilai, sikap, dan perilaku. Indikator tersebut mencakup keyakinan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta sikap yang luhur; kemandirian; semangat gotong royong; penerimaan terhadap keberagaman global; kemampuan berpikir kritis; dan kreativitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dan partisipan berperan sebagai sumber data, dan studi literatur juga digunakan untuk memperkuat hasil dan kesimpulan melalui triangulasi data. SMA Gadjah Mada berupaya menerapkan pendekatan pembelajaran yang inklusif dan mengembangkan karakter pelajar Pancasila melalui kurikulum merdeka belajar dan projek profil pelajar Pancasila. Praktik demokrasi berkarakter terlihat dalam berbagai aspek kehidupan di sekolah, termasuk dalam kegiatan pembelajaran, ekstrakurikuler, dan pengambilan keputusan bersama. Meskipun terdapat kendala dalam penyesuaian kurikulum merdeka secara utuh namun sekolah tetap berkomitmen untuk memberikan pembinaan dan kesempatan kepada siswa dalam mengembangkan potensi mereka secara holistic secara optimal dalam capaian profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia; mandiri; gotong royong; berkebhinekaan global; berpikir kritis;dan kreatif
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN ASSESSMENT QUIZZIZ PAPER MODE DI SMP NEGERI 38 PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan quizziz paper mode yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKn kelas VII,4 di SMP Negeri 38 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas, didalam metode PTK ada 4 tahap yang harus dilakukan peneliti yakni; 1) Perencanaan; 2) Tindakan; 3) Pengamatan; dan 4) Refleksi. Kegiatan dilakukan selama 3 siklus yaitu; 1) Pra siklus; 2) Siklus 1; dan 3) Siklus 2. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik yaitu menggunakan tes pilihan ganda. Soal yang dibuat berdasarkan pembelajaran yang telah dilakukan atau tindakan yang sudah dirancang pada tahap perencanaan. Pada pra siklus didapatkan hasil rata-rata nilai hanya 57,2, dan peserta didik yang mencapai KKM hanya 13 peserta didik serta persentasenya 36%. Selanjutnya pada siklus I dan II terus mengalami peningkatan mulai dari rata-rata nilai menjadi 66,9 dan 89,7 dan persentasenya mencapai 61% dan 83%. Peserta didik yang mencapai KKM sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil dari penelitian maka kesimpulannya yakni penggunaan quizziz mode paper dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PPKn
EKSISTENSI MOTIF BATIK KHAS DAERAH DIKALANGAN MASYARAKAT KOTA SERANG SEBAGAI CIVIC CULTURE
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi motif batik khas Daerah dikalangan masyarakat Kota Serang sebagai civic culture. Penelitian dilakukan di Kota Serang menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber adalah DINKOPUKMPERINDAG Kota Serang, produsen batik pusaka Banten, dan masyarakat Kota Serang. Hasil penelitian menunjukan batik khas Kota Serang sudah eksis dikalangan masyarakat Kota Serang, walaupun terdapat beberapa masyarakat belum mengetahui dan menggunakan batik khas Kota Serang, namun keberadaannya sudah diketahui oleh masyarakat. Pemerintah Kota Serang sudah melakukan upaya dengan promosi serta memberikan dukungan kepada produsen batik pada kegiatan pameran dan acara kebudayaan yang diselenggarakan, meskipun dalam proses sosialisasinya belum dilaksanakan secara menyeluruh disemua kalangan masyarakat. Pada proses produksi batik khas Kota Serang terdapat hambatan di skill para pengrajin dan harga bahan baku yang tidak stabil serta awamnya masyarakat terhadap pengetahuan jenis-jenis batik sehingga berdampak masyarakat masih memilih menggunakan batik khas dari Kota lain
PERAN PENTING PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan seberapa pentingnya Pancasila sebagai sistem etika dalam membentuk karakter mahasiswa. Hubungan etika dan mahasiswa sangat erat kaitannya, karena dengan etika mahasiswa dapat mengendalikan hal-hal yang mereka lakukan yang mampu merugikan banyak orang. Mahasiswa, sebagai peserta didik adalah anggota komunitas ilmiah dan akademik yang memerlukan sistem etika komprehensif mereka sendiri sehingga mereka dapat mempengaruhi semua keputusan yang mereka buat dalam profesi ilmiah. Pancasila sebagai sistem etika adalah struktur pemikiran yang dirancang untuk memberikan pedoman atau panduan tentang perilaku dan tindakan seluruh warga negara Indonesia. Pancasila sebagai sistem etika bertujuan untuk mengembangkan dimensi moral setiap individu agar memiliki kapasitas untuk menunjukkan sikap spiritual dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penelitian ini dirancang dan disusun menggunakan metode kualitatif, melakukan studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber informasi dari jurnal ilmiah, buku dan artikel, serta menganalisisnya secara mendetail untuk menarik kesimpulan akhir.