Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
2514 research outputs found
Sort by
Kelayakan buku saku submateri keanekaragaman hayati berdasarkan tumbuhan upacara adat
Buku teks pelajaran pada dasarnya selalu digunakan oleh guru sebagai media pembelajaran utama dalam menyampaikan submateri manfaat keanekaragaman hayati. Namun, buku teks yang digunakan rata-rata berukuran relatif besar, materi yang terdapat dalam buku teks juga relatif panjang, dan hanya memuat informasi pemanfaatan keanekaragaman hayati secara umum. Oleh sebab itu, muncul gagasan untuk membuat buku saku keanekaragaman hayati berbasis pemanfaatan tumbuhan dalam upacara adat Melayu Ketapang di Kelurahan Mulia Kerta. Tujuan pada penelitian kali ini untuk mengukur validitas buku saku sebagai media pembelajaran yang akan digunakan pada submateri manfaat keanekaragaman hayati tumbuhan adat. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan 12 pengujian kriteria penilaian berdasarkan penilaian 5 orang validator sebagi ahli media. Berdasarkan hasil validasi, buku saku mendapat nilai koefisien V sebesar 0,81 (kategori baik) dan mendapat nilai reabilitas sebesar 0,611 (kategori baik) sehingga memiliki kelayakan yang baik untuk digunakan sebagai media penunjang proses pembelajaran
Analisis kemampuan representasi gerak lurus peserta didik SMA di Kota Pontianak
Penelitian ini merupakan penelitian survei yang bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan representasi peserta didik SMA di Kota Pontianak pada materi Gerak Lurus. Sampel dalam penelitian ini berasal dari 2 SMA negeri dan 2 SMA swasta di Kota Pontianak dengan jumlah 339 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Tes yang digunakan yaitu instrumen tes kemampuan representasi fisika pada materi Kinematika Gerak Lurus yang dikembangkan oleh Ceuppens et al (2018) sebanyak 16 butir. Kemampuan representasi peserta didik diperoleh dari data jawaban tes yang dianalisis dengan menggunakan teknik penskoran yakni skor 1 untuk jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban salah yang kemudian dikategorikan ke dalam 3 kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa kemampuan representasi gerak lurus peserta didik SMA di Kota Pontianak secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan nilai rata−rata 65,81. Nilai rata−rata kemampuan representasi peserta didik pada setiap bentuk representasi juga berada pada kategori sedang, yakni representasi tabel ke grafik (T−G) 71,16, grafik ke tabel (G−T) 76,03, grafik ke persamaan matematis (G−M) 58,99, serta persamaan matematis ke grafik (M−G) 57,07. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi matematis menjadi bentuk representasi yang nilai rata−ratanya paling rendah. Maka dari itu, diharapkan guru dapat menggunakan strategi pembelajaran berbasis representasi dalam pembelajaran fisika agar kemampuan representasi peserta didik dapat terlatih dengan baik terkhususnya kemampuan representasi matematis guna meningkatkan hasil belajar fisika peserta didik
Pengaruh penggunaan game edukasi sebagai media pembelajaran mandiri terhadap literasi TIK siswa SMP di Kota Pontianak
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) perlu dibarengi dengan literasi TIK yang baik. Literasi TIK perlu ditanamnkan sejak dini sehingga siswa dapat memanfaatkan dampak positif dan menekan dampak negatif dari TIK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh game edukasi terhadap literasi TIK ditinjau dari akreditasi sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan bentuk quasi eksperimen dan rancangan desain faktorial. Sampel penelitian berjumlah 188 siswa SMP di Kota Pontianak yang berasal dari SMP dengan akreditasi A hingga C. Alat pengumpul data berupa tes pilihan ganda dengan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis data secara deskriptif menunjukkan bahwa literasi TIK siswa SMP di Kota Pontianak sebelum diberi perlakuan berada pada kategori rendah dan setelah diberikan perlakuan berada pada kategori tinggi. Hasil analisis data secara inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan literasi TIK siswa yang menggunakan game edukasi dengan yang tidak menggunakan game edukasi, tetapi tidak terdapat perbedaan literasi TIK yang signifikan berdasarkan akreditasi sekolah, serta tidak terdapat interaksi antara media pembelajaran dengan akreditasi sekolah terhadap literasi TIK siswa. Hasil ini menunjukkan bahwa game edukasi efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran untuk materi TIK.Â
PENGARUH LATIHAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN CHEST PASS PADA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 1 SAMBAS
Tujuan penelitian pada penelitian ini adalah “untuk mengetahui pengaruh kemampuan chest pass dalam permainan bola basket melalui latihan kekuatan otot lengan pada siswa putra ekstrakurikuler bola basket SMA Negeri 1 Sambasâ€. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan bentuk Pre-Eksperimental Design. Teknik pengumpulan data yaitu tes dan pengukuran dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes mengoper bola atau passing (Komardin). Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Putra Ekstrakurikuler Bola Basket SMA Negeri 1 Sambas dan teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan Paired Sample Test (uji-t) menggunakan program IBM SPSS Statistics 22. Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian maka nilai rata-rata sebelum diberikan perlakuan (pretest) kemampuan chest pass bola basket adalah sebesar 26,78, sedangkan hasil rata-rata setelah diberikan perlakuan (posttest) adalah sebesar 32,11. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap pemberian latihan kekuatan otot lengan
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Pembelajaran Daring terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Mandau
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan aplikasi pembelajaran daring terhadap hasil belajar siswa SMP Negeri 1 Mandau. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2022. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian ini melibatkan dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Adapun variabel bebas (independent variabel) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah penguasaan aplikasi pembelajaran daring (X). Sementara variabel terikatnya (dependent variabel) adalah hasil belajar siswa (Y). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata kemampuan penggunaan aplikasi pembelajaran daring yaitu sebesar 82,26. Rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mandau ketika pembelajaran daring yaitu sebesar 87,15. Terdapat hubungan antara penggunaan aplikasi pembelajaran daring dengan hasil belajar bahasa Indonesia siswa sesuai dengan hasil pengujian hipotesis dimana thitung lebih besar dari pada ttabel yaitu thitung > ttabel  (thitung = 3,05;  ttabel = 1,67). Besar pengaruh penggunaan aplikasi pembelajaran daring di SMP Negeri 1 Mandau dengan hasil belajar bahasa Indonesia siswa adalah 15,20%
Analyzing Students’ Needs of Speaking Materials in an English Textbook
The main purpose of this study was to find out the speaking material contained in the textbook "Talk Active" and what speaking material was needed by students in the eleventh grade at SMA NEGERI 8 PALEMBANG. This research used qualitative descriptive. The population of this research wass eleventh grade students in the second semester at SMA NEGERI 8 PALEMBANG. The sample of this study was 30 students taken by simple random sampling technique. Writer used a questionnaire as an instrument of this study. The results of this study indicate that the speaking material contained in the "Talk Active" textbook used by the school meets the design criteria and good speaking material, then the book is a book published by Yudhistira based on the National Curriculum 2013. Furthermore, the speaking material required by students are material that has good design and material. Such as speaking learning design aspects in terms of skills and content, in terms of productive and fun side, in terms of optimizing student potential from conscious and unconscious suggestions, speaking learning design aspects related to natural, social and moral realities, speaking learning design aspects related to linguistic and communicative competencies. furthermore, aspects of the criteria for speaking material are good in terms of instruction, in terms of interactivity, in terms of challenging material, in terms of analytic activities
Analisis Tindak Tutur Ilokusi dalam Ceramah Ustaz Das’ad Latif pada Kanal Youtube Das’ad Latif
Bahasa sebagai alat komunikasi terbagi ke dalam dua jenis, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis. Bahasa lisan merupakan bahasa yang dihasilkan oleh penutur melalui alat ucap, sedangkan bahasa tulis merupakan bahasa yang menggunakan tulisan yang dimanfaatkan sebagai bentuk dari komunikasinya. Bahasa lisan yang berarti tuturan adalah bahasa yang keluar atau diucapkan. Istilah tuturan ini disebut sebagai tindak tutur di dalam ilmu pragmatik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat di dalam ceramah Ustaz Das’ad Latif pada kanal Youtube Das’ad Latif. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik simak-catat. Dari ketiga video, teridentifikasi kelima jenis tindak tutur ilokusi, yaitu asertif sebanyak 35 data, direktif sebanyak 73 data, komisif sebanyak sembilan data, ekspresif sebanyak 20 data, dan deklarasi sebanyak 11 data. Sehingga teridentifikasi sebanyak 148 data temuan
Meningkatkan Keaktifan Siswa melalui Pembelajaran Interaktif Berbasis Blended Learning pada Materi Teks Artikel
Pembelajaran interaktif berbasis blended learning adalah metode pembelajaran yang menggabungkan pola pembelajaran menggunakan media e-learning dengan tatap muka. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan siswa melalui pembelajaran interaktif berbasis blended learning pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks artikel. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keaktifan siswa mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil pembelajaran pada siklus I data persentase keaktifan siswa sebesar 30,99%; siklus II sebesar 32,95%; dan siklus III sebesar 39,71%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran interaktif berbasis blended learning, dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, terutama pada materi teks artikel
Analisis Kesalahan Membaca Diftong dan Klaster pada Siswa SDN Kelas 2 SDN 1 Tahoa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan siswa membaca permulaan dalam membaca kata yang berpola atau berkomposisi diftong dan klaster. Diharapkan hasil penelitian ini menjadi bahan revisi dan petunjuk guru untuk membetulkan bacaan siswa yang masih kurang tepat atau salah. Subjek penelitian ini terdiri dari 8 siswa pilihan kelas 2 SD Negeri 1 Tahoa. Metode penelitan yang di gunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dengan menyimak suara subjek penelitian saat membaca lalu membandingkan dengan bunyi/lafal diftong dan klaster yang lazim. Bentuk kesalahan membaca diftong seperti, 1) Membaca setengah bunyi atau tidak membaca satu fonem pada diftong, 2) Mengubah diftong menjadi bunyi monoftong; vokal lain, dan 3) Membalikkan urutan bunyi diftong. Bentuk kesalahan membaca klaster seperti, 1) Menyelipkan bunyi vokal (i, e, dan a), 2) Membaca satu persatu fonem konsonan klaster, dan 3) Tidak membaca salah satu fonem klaster.
Analisis kemampuan siswa dalam menyelesaikan Tes Kompetensi Representasi Gerak Lurus Beraturan (TKR-GLB)
Kinematika merupakan salah satu topik dalam fisika yang membahas tentang gerak sebuah benda pada lintasan lurus. Topik ini menjadi dasar untuk mempelajari topik lain seperti gerak melingkar, parabola dan rotasi. Siswa mempelajari topik ini sejak sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Jadi tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan siswa menyelesaikan tes representasi gerak lurus dengan melibatkan tiga bentuk representasi yakni tabel, grafik, dan formula. Penelitian survey dilakukan untuk mengukur kompetensi representasi siswa dengan melibatkan 8 sekolah menengah atas (SMA) di kota Pontianak. Sebanyak 672 siswa terlibat dalam penelitian ini untuk menjawab tes sebanyak 24 butir berbentuk pilihan ganda. Jawaban siswa yang benar diberi skor 1 dan jawaban yang salah diberi skor 0 kemudian dikonversi ke skor 100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kompetensi representasi siswa adalah 43.64 dengan kategori sedang. Persentase siswa pada kategori tinggi, sedang, dan rendah berturut-turut adalah 14.88%, 36.14%, dan 48.96%. Selanjutnya skor kompetensi representasi siswa paling tinggi yakni dari grafik ke tabel (57.07) sedangkan yang paling rendah adalah 35.65 dari formula ke grafik. Skor kompetensi representasi siswa berada di bawah 50 jika melibatkan representasi formula. Ini mengindikasikan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam mentransformasi formula. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa siswa tidak mampu menentukan slope positif atau negatif dari data posisi yang diberikan. Untuk itu pendidik harus memberikan perhatian khusus ketika mengajarkan konsep gerak lurus yang melibatkan tabel, grafik dan formula serta konsep slope