Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    2514 research outputs found

    PELATIHAN PENGOLAHAN BONGGOL JAGUNG MENJADI BRIKET DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN IBU PKK DESA BONTO MACCINI

    No full text
    Secara morfologi bonggol jagung adalah tangkai utama malai yang termodifikasi, setiap satu tanaman jagung mempunyai bonggol sebanyak 1-2 buah. Permasalahan bonggol jagung di Desa Bonto Maccini  berdasarkan hasil observasi bonggol jagung selama ini hanya dibiarkan begitu saja bahkan terkadang ditumpuk di sisi jalan sehingga mencemari lingkungan. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini akan memberikan solusi terhadap peningkatan pengetahuan serta keterampilan mitra terhadap pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket (arang). Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu metode society participatory melalui pendekatan learning by doing. Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi briket dengan peningkatan sebesar 95% serta mitra terdorong untuk menggunakan briket sebagai sumber energi cadangan yang dan peluang menjadi produk unggulan desa yang mengarah pada SGDs desa poin 3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera

    PELATIHAN PENANAMAN TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) DALAM PENGIMPLEMENTASIAN P5 MEMANFAATKAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI MEDIA TANAM

    No full text
    Toga adalah singkatan dari tanaman obat keluarga yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan mudah didapatkan, dalam kegiatan pengabdian ini kami berfokus pada mitra yaitu siswa-siswi kelas V SD Inpres Sinoa dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dengan pengetahuan mengenai tanaman obat dan pemanfaatannya bagi masyarakat selain itu sebagai bentuk pengimplemantasian program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) untuk membentuk karakter terhadap peserta didik. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah knowledge sharing melalui pendekatan service learning. Hasil dari kegiatan ini ialah mitra menunjukkan pemahaman dan keterampilan mengenai tanaman obat serta manfaatnya selain dari pada itu mitra juga menunjukkan kreativitasnya dengan menggunakan media tanam dari penggunaan ulang limbah plastik. Hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan peserta didik dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya pada poin ke 4 yaitu pendidikan berkualitas

    PENGENALAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI APRESIASI FILM

    No full text
    Pengabdian Kepada Masyarakat yang merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Sastra Inggris, Universitas Pamulang di salah satu Madrasah Aliyah di Pamulang dengan mengusung tema “Pengenalan Karakter Peserta Didik melalui Apresiasi Film” Pengenalan Karakter Peserta Didik dipilih karena usia peserta didik MA adalah usia remaja yang menginjak dewasa. Apresiasi film dipilih sebagai media karena cukup menarik dan cukup dekat dengan anak-anak muda sehingga lebih mudah untuk menjangkau ketertarikan siswa terhadap pengenalan karakter. Pemilihan tema ini juga dipilih untuk membantu siswa mengenali karakter mereka sehingga mereka lebih memahami dan menjaga diri mereka sendiri. Siswa yang dilibatkan sebagai peserta pada PKM ini adalah siswa kelas X. Studi kasus dengan menyajikan data secara kualitatif menjadi metode yang dipilih untuk agar dapat menampilkan data dengan lebih komprehensif. Hasil dari studi kasus menunjukan bahwa apresiasi film dapat menjadi media untuk membantu siswa untuk mengenali karakter mereka

    APPROKSIMASI SOLUSI MENGGUNAKAN METODE STEHFEST SEBAGAI INVERS TRANSFORMASI LAPLACE

    No full text
    Tranformasi Laplace merupakan transformasi integral yang sering dimanfaatkan untuk mengeliminasi persamaan differensial parsial pada dimensi waktu, sehingga dapat diselesaikan dengan metode yang lain. Akan tetapi, solusi akhir jika solusi yang dibutuhkan dalam bentuk dimensi waktu, maka perlu diinverskan yaitu menggunakan invers transformasi Laplace. Metode Stehfest merupakan salah satu teknik inversi transformasi Laplace yang sering digunakan dalam penyelesaian persamaan aliran bawah tanah dan industri teknik pertambangan minyak. Dalam penelitian ini akan dikaji lebih jauh mengenai akurasi metode Stehfest dengan p=6 dan P=3 melalui aproksimasi dari berbagai solusi hasil transformasi Laplace. Hasil akhir menunjukkan dari berbagai semakin besar nilai waktu (t), maka semakin besar nilai error yang diperoleh

    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECEMASAN DALAM BERBICARA BAHASA INGGRIS PADA MATA KULIAH SPEAKING FOR AKADEMIK PURPOSES

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kecemasan berbicara dalam Bahasa Inggris pada mata kuliah Speaking for Academic Purposes. Pendekatan kualitatif digunakan dengan melibatkan 15 mahasiswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan metode induktif, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan empat faktor utama yang memengaruhi kecemasan berbicara mahasiswa: (1) faktor psikologis, seperti rasa takut salah, malu, dan kurang percaya diri; (2) faktor sosial, termasuk tekanan dari teman dan respon dosen yang tidak mendukung; (3) faktor linguistik, seperti keterbatasan kosakata dan kesulitan dalam pengucapan; serta (4) faktor kontekstual, yakni kurangnya persiapan dan tekanan dari tugas presentasi. Keempat faktor ini saling berinteraksi dan meningkatkan tingkat kecemasan mahasiswa dalam berbicara. Kesimpulannya, kecemasan berbicara mahasiswa bersifat multidimensi, dan diperlukan pendekatan holistik dari dosen dan mahasiswa untuk mengatasi permasalahan ini guna meningkatkan keterampilan berbicara akademik

    Upaya meningkatkan hasil belajar melalui penggunaan lembar kerja peserta didik pada mapel IPS (Geografi) Kelas VII di SMPN 1

    No full text
    This study aims to determine the improvement of student learning outcomes through the use of Student Worksheets (LKPD) in the seventh grade Social Sciences (geography) folder at SMP Negeri 1 Sungai Betung, Bengkayang Regency. This research is a classroom action research with two cycles. Each stage of the cycle includes planning, implementation, observation and reflection. The techniques used in this research consist of observation techniques, measurement techniques, and documentation. The data collection tool in this study used observation, test and documentation guides. The population and sample in this study were all students of class VIIE of SMP Negeri 1 Sungai Betung, Bengkayang Regency with a total of 33 students. Sources of data obtained from the results of tests and observations to be analyzed quantitatively and qualitatively. Based on the results of this study, it was shown that the implementation of learning using student worksheets for class VIIE students of SMP Negeri 1 Sungai Betung, Bengkayang Regency which was carried out by researchers in collaboration with social science subject teachers for class VII according to the Learning Implementation Plan (RPP) used 2 cycles. Each stage of the cycle includes planning, implementation, observation, and reflection. A learning implementation plan is made so that it can be carried out as planned in the learning implementation plan. It is known that in the first cycle the average value of student learning outcomes in social studies subjects is 48.96 with classical mastery of students 36.36%. From the results of the research and obtained the highest score of 73 and the lowest score of 16. And students who achieved the Minimum Completeness Criteria (KKM) were 12 people and students who did not reach the KKM were 21 people. While the treatment of cycle II had an average value of student learning outcomes in social studies subjects, namely 67.21 with classical completeness of students 78.78%. The highest score was 83 and the lowest score was 43. Of the students who achieved the Minimum Completeness Criteria (KKM) as many as 26 and 7 other students were still below the KKM. This shows that through the use of LKPD shows that the value of student learning outcomes has increased, this can be seen in the percentage of student learning mastery in the first cycle of 36.36% with an average value of 48.96, in the second cycle the percentage of student learning mastery has increased. to 78.78% in the successful category, in the second cycle there was an increase of 7.81. So, it can be concluded that the use of Student Worksheets (LKPD) can improve student learning outcomes for class VIIE SMP Negeri 1 Sungai Betung, Bengkayang Regency

    West Kalimantan Folktales : Supplementary Material for Teaching Narrative Text

    No full text
    The purpose of the current study was to describe the use of folktales and evaluate whether folktales are feasible to teach narrative text. This study focuses on West Kalimantan folktales as supplementary material teaching narrative texts encountered in scholarly articles. The researcher used a Systematic Literature Review method. The data for this study were gathered from three academic papers connected to the West Kalimantan folktales. The findings of this study indicate that West Kalimantan folktales may be used as supplemental material for enhancing the narrative text

    Variasi Bahasa Sosiolek pada Tuturan Percakapan Komunitas Motor Bekasi dan Pemanfaatannya sebagai Modul Ajar

    No full text
    Penelitian ini menelaah variasi bahasa sosiolek dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada tuturan percakapan Komunitas Motor Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan faktor pembentuk variasi bahasa sosiolek pada Komunitas Motor Bekasi serta merangkai modul ajar di jenjang SMA. Fokus penelitian ini membedah kelas kata berdasarkan percakapan penutur. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dan metode padan. Sementara pendekatan penelitian mengaplikasikan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data digarap dengan observasi, dokumentasi, teknik rekam dan teknik simak libat cakap. Hasil penelitian memperoleh lima bentuk variasi bahasa sosiolek yaitu: (1) bentuk akrolek, (2) bentuk vulgar, (3) bentuk slang, (4) bentuk kolokial, dan (5) bentuk jargon. Adapun faktor-faktor pembentuk variasi bahasa sosiolek dalam Komunitas Motor Bekasi terdapat empat faktor yang ditemukan yaitu; (1) tingkat pendidikan, (2) jenis pekerjaan, (3) latar belakang keluarga, dan (4) lingkungan masyarakat. Hasil penelitian ini dimanfaatkan sebagai penyusunan modul ajar materi teks anekdot jenjang SMA

    Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Pontianak dalam Pembelajaran Teks Deskripsi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VII pada struktur teks deskripsi. Metode deskriptif dengan bentuk kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pontianak sebagai subjek penelitian dan lembar kerja siswa sebagai objeknya. Menggunakan teknik langsung, yaitu teknik tes soal, kuesioner/angket, wawancara, catat, dan dokumentasi. Kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VII terhadap struktur identifikasi diperoleh 1 siswa dengan persentase 2%, 8 siswa dengan persentase 16%, 21 siswa dengan persentase 42%, 16 siswa dengan persentase 32%, dan 4 siswa dengan persentase 8%. Terhadap struktur deskripsi bagian diperoleh 1 siswa dengan persentase 2%, 5 siswa dengan persentase 10%, 20 siswa dengan persentase 40%, 24 siswa dengan persentase 48%. Struktur simpulan diperoleh 1 siswa dengan persentase 2%, 17 siswa dengan persentase 34%, 16 siswa dengan persentase 32%, 16 siswa dengan persentase 32%. Hipotesis penelitian ini adalah chi hitung lebih besar dari chi tabel yaitu 34,7 > 16,9. Artinya hipotesis nol (Ho) penelitian tersebut ditolak, yang mengatakan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pontianak dalam pembelajaran teks deskripsi itu rendah dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang mengatakan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VII SMP Negeri Pontianak tinggi .

    Struktur Atap Rumah Bolon pada Etnik Batak Toba Kajian: Semiotika

    No full text
    Penelitian ini mengkaji struktur atap rumah Bolon pada masyarakat Batak Toba melalui pendekatan semiotika. Rumah Bolon, sebagai representasi budaya Batak Toba, mencerminkan nilai-nilai sosial, spiritual, dan estetika yang terintegrasi dalam desain arsitekturalnya. Atap, sebagai elemen kunci, tidak hanya berfungsi secara struktural tetapi juga memiliki makna simbolis yang dalam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika interpretatif, melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan studi dokumentasi di wilayah inti pemukiman Batak Toba. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika untuk mengungkap tanda-tanda yang terdapat pada bentuk dan ornamen atap, serta bagaimana mereka berkontribusi pada identitas budaya Batak Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur atap rumah Bolon mencerminkan hierarki sosial dan filosofi kehidupan masyarakat Batak Toba. Tujuan analisis struktur atap rumah bolon  Etnik Batak Toba dalam kajian semiotika adalah untuk memahami makna simbolis yang terkandung dalam desain bentuk atap.Variasi bentuk atap, seperti atap limas dan atap perisai, tidak hanya menunjukkan keindahan estetis, tetapi juga memiliki arti mendalam terkait dengan tradisi dan kepercayaan lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami kompleksitas arsitektur tradisional sebagai sistem komunikasi budaya yang dinamis, serta menegaskan signifikansi pendekatan semiotika dalam mengeksplorasi warisan budaya arsitektur Batak Tob

    0

    full texts

    2,514

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇