Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
2514 research outputs found
Sort by
Penerapan pendekatan science, environment, technology, and society untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa kelas viii
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana peningkatan literasi sains siswa kelas VIII UPT SPF SMP Negeri 54 Makassar setelah penerapan pendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS). Selain itu, penelitian ini juga menganalisis perbedaan signifikan pada nilai rata-rata literasi sains siswa sebelum dan sesudah penerapan pendekatan SETS. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan kerangka One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian terdiri atas tiga kelas dengan total 91 siswa, dan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, menghasilkan kelas VIII C dengan 24 siswa. Instrumen penelitian mencakup penilaian yang dirancang khusus untuk mengukur literasi sains. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan literasi sains siswa kelas VIII yang diajar menggunakan pendekatan SETS mencapai 0,31, yang dikategorikan sebagai peningkatan sedang. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan secara statistik pada nilai rata-rata literasi sains siswa sebelum dan sesudah penerapan pendekatan SETS
PENGARUH METODE DISTRIBUTED PRACTICE TERHADAP HASIL PASSING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI PADA EKSTRAKULIKULER DI MTS HIDAYATUL ISLAMIYAH
Tujuan dari penelitian ini adalah agar mengetahui perlunya media pembelajaran yang mampu meningkatkan minat anak sehingga mampu untuk meningkatkan kompotensi dalam segi pembelajaran bola voli. Serta kurangnya fasilitas olahraga yang ada disekolah untuk pembelajaran bola voli tersebut. Minimnya minat anak dalam ketertarikan dalam pembelajaran bola voli passing bawah. Terdapat anak atau siswa dalam ekstrakulikuler di MTs Hidayatul Islamiyah yang tidak siap menerima bola pada saat dilemparkan oleh pelatih, pendekatan penelitian ini sangat dibutuhkan dalam penelitian, karena itu peneliti menggunakan pendekatan keuantitatif. Karena berdasarkan rumusan masalah dan juga judul peneliti yang diambil. Definisi tentang penelitian kuantitatif yaitu peneliti yang didasari pada asumsi, kemudian variabel beserta analisis dengan menggunakan metode penelitian yang telah valid, terutama dalam hal penelitian kuantitatif. Berdasarkan hasil dalam analisa serta pembahasan maka dapat disimpulkan pengaruh metode distributed practice terhadap hasil passing bawah bola voli pada ekstrakulikuler di MTs Hidayatul Islamiyah, yakni tentang metode distributed practice dan hasil passing bawah. Ketika sudah diberi perlakuan brady test kemudian di analisis data dan juga pengujian hipotesis dari rata-rata sebelum perlakuan dan sesudah diberi perlakuan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari 23,00 menjadi 29,40 sedangkan hasil perhitungan hipotesis dengan nilai sig 0,000 < 0,05. Bagi seorang guru/pelatih metode distributed practice ini dapat dijadikan sebagai metode yang cocok untuk meningkatkan passing bawah dalam permainan bola voli di ekstrakulikuler. Bagi siswa berusahalah untuk tampil lebih percaya diri, termotivasi dan memahami pokok bahasa materi yang disampaikan pelatih atau guru agar mendapatkan hasil latihan yang maksimal
PENERAPAN VIDEO UMPAN BALIK TERHADAP PEMBELAJARAN SERVIS BULUTANGKIS PADA PEMAIN TINGKAT PEMULA
Penerapan video umpan balik dalam proses pembelajaran servis bulutangkis dilakukan atau diteliti pada subyek yang memiliki pengalaman bermain bulutangkis. Penelitian ini dilakukan di tempat lapangan dalam kondisi latiahn normal. Adapun subyek penelitian dibagi secara acak menjadi tiga kelompok, untuk kelompok pertama latihan umpan balik video, kelompok ke dua latihan tradisional dan kelompok ke tiga latihan kelompok kontrol yang dimana setiap kelompok terdiri dari 13 subyek. Sementara subjek kelompok kontrol tidak menerima pelatihan sama sekali, subjek dalam kelompok video umpan balik dan kelompok tradisional dilatih tiga kali seminggu selama 5 minggu berturut-turut. Setiap sesi latihan berlangsung selama 60 menit, yang 40 menitnya dihabiskan untuk latihan servis yang sebenarnya. Sisa 20 menit dihabiskan untuk menonton, menganalisis, dan mendiskusikan rekaman video servis bulutangkis mereka sendiri yang dilakukan selama sesi latihan (kelompok video umpan balik), atau pukulan servis bulutangkis lapangan pemain tingkat atas (kelompok tradisonal). Baik kelompok video umpan balik maupun kelompok tradisional menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor prestasi dan skor bentuk (teknik) dari pada kelompok kontrol. Namun, tidak ada perbedaan yang dapat ditunjukkan antara kelompok kelompok video umpan balik dan kelompok tradisional, yang menunjukkan bahwa subjek dari kelompok pertama tidak mendapatkan manfaat dari umpan balik video yang mereka terima. Sementara skor bentuk berkorelasi secara signifikan (P < 0,005) dengan kecepatan shuttlecock yang diservis, tidak ada hubungan antara skor bentuk dan akurasi spasial yang tampak
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATA KULIAH TEORI DAN APRESIASI SASTRA DI PERGURUAN TINGGI
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kevalitan dan kepraktisan e-modul berbasis kearifan lokal. Penelitian menggunakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) yang menerapkan model pengembangan 4-D. Adapun Instrumen penelitian adalah lembar validitas dan praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dosen ahli materi tentang aspek kelayakan isi dan keterpaduan dengan nilai 92% berkategori sangat valid. Sedangkan dari dosen ahli desain berdasarkan aspek penyajian dan kegrafisan 87% dengan kategori valid. Selanjutnya, dosen ahli bahasa dengan aspek kebahasaan dengan nilai 93% berkategori sangat valid. Berdasarkan hasil penilaian ketiga dosen tersebut, didapatkan rata-rata keseluruhan 90% dengan kategori sangat valid. Untuk uji praktikalitas dosen diperoleh rata-rata 93% berkategori sangat praktis sedangkan mahasiswa diperoleh rata-rata 95% berkategori sangat praktis. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembangan e-modul berbasis kearifan lokal pada mata kuliah Teori dan Apresiasi Sastra dengan materi puisi dapat dikategorikan sangat valid dan sangat praktis
Pelatihan Pembuatan Teh Celup (Sauropus Androgynus) Daun Katuk di Desa Tukamasea Kabupaten Maros
Desa Tukamasea Kabupaten Maros merupakan daerah yang sangat subur untuk lahan pertanian, juga banyak ditumbuhi tanaman liar yang belum termanfaatkan. Salah satunya adalah daun katuk (Sauropus androgynus) yang tumbuh liar di pekarangan warga. Daun katuk merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki banyak manfaat. Rasa daun katuk yang enak dan menyegarkan cocok untuk dijadikan teh dan menjadi cara yang praktis untuk mengonsumsi daun katuk. Kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk (1) mensosialisasikan manfaat daun katuk; (2) melatih keterampilan membuat teh celup daun katuk; (3) melatih pengemasan produk; dan (4) melatih pemasaran produk. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan praktik langsung. Pelaksanaan kegiatan diselenggarakan di kantor Desa Tukamasea, Kabupaten Maros. Hasil dari pelaksanaan Kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat adalah peningkatan pengetahuan tentang manfaat daun katuk, terampil membuat teh daun katuk, terampil mengemas teh daun katuk, terampil memasarkan produk teh daun katuk. Program ini memberikan dampak positif bagi peserta yang dapat dilihat dari peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga binaan di Desa Tukamasea, Kabupaten Maros
EDUKASI LALU LINTAS KEPADA PATROLI KEAMANAN SEKOLAH (PKS) DI PONDOK MODERN SELAMAT BATANG
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait lalu lintas kepada Patroli Keamanan Sekolah (PKS) Pondok Modern Selamat Batang. Diharapkan dengan edukasi ini meningkatkan pemahaman PKS dalam berlalu lintas dan berkeselamatan di jalan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan sosialisasi menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi untuk mengedukasi para peserta kegiatan. Materi yang diberikan yaitu isyarat pengaturan lalu lintas, instrumen pendukung keselamatan jalan, rambu dan marka, kecelakaan dan Safety riding. Hasil dari sosialisasi tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta PKS Pondok Modern Selamat Batang. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta PKS melalui pre-test dan post-test. Terjadi peningkatan sebanyak 51% dengan hasil rata-rata 92% dari total peserta menjawab soal post-test 100% benar. Selain adanya peningkatan pemahaman, peserta juga antusias dalam mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini
PENINGKATAN PERAN PELAJAR KOTA PONTIANAK DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH TANGGAP BENCANA
Kota Pontianak merupakan salah satu kota di Kalimantan Barat yang memiliki risiko bencana alam, terutama banjir dan kebakaran hutan/lahan. Pelibatan pelajar dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana di Kota Pontianak dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan pelajar dalam menghadapi bencana alam. Dalam rangka menjawab permasalahan tersebut, dosen di lingkungan Program Studi Geofisika, Universitas Tanjungpura telah melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tujuan untuk meningkatkan peran pelajar Kota Pontianak dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana. Kegiatan PkM ini bermitra dengan salah satu sekolah di Kota Pontianak, yaitu Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Al-Mumtaz. Kegiatan PkM dilaksanakan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Berdasarkan hasil kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert, diperoleh indeks persentase sebesar 90,48%. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM dinilai sangat baik oleh responden, sehingga berimplikasi pada peningkatan peran pelajar Kota Pontianak dalam mewujudkan sekolah tanggap bencana
PELATIHAN MENGELOLA WAKTU DAN PERILAKU SEHARI-HARI DI SMP SANTO PAULUS 3 KOTA TANGERANG
Pada proses mencerdaskan kehidupan bangsa, pendidikan memiliki peranan yang sangat penting sebab bangsa yang cerdas dapat membantu pembangunan negaranya. Keberhasilan pengajaran guru kepada anak didik pada SMP Santo Paulus 3, Kota Tangerang dianggap sudah berhasil. Namun demikian, peningkatan mutu pendidikan dirasa tetap perlu. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan serupa dengan memberikan pelatihan mengelola waktu dan perilaku sehari-hari kepada siswa/i yang berjumlah 17 peserta. Metode pengabdian berupa pemaparan materi, role play dan tanya-jawab. Hasil pengabdian mendapatkan penilaian dari para peserta di atas angka 3,50 dari 4,00 dengan berpedoman indikator edukatif, objektif, akuntabel, dan transparan. Hasil membuktikan pemilihan topik dan pemaparan materi sudah sesuai dan baik dalam membantu peningkatan pengetahuan. Baik buruknya perilaku di masa depan mulai dibentuk dari pendidikan perilaku saat ini bukan besok
MERIAH: MENULIS ARTIKEL ITU MUDAH DENGAN METODE CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION)
Publikasi ilmiah merupakan salah satu syarat yudisium bagi sarjana di Universitas Mataram, namun jumlah publikasi ilmiah yang dilakukan mahasiswa masih kurang. Kurangnya minat mahasiswa dalam melakukan publikasi dapat disebabkan oleh pemahaman yang masih minim terkait penulisan artikel. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa Farmasi NTB dalam melakukan publikasi ilmiah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition). Kegiatan ini terdiri dua kegiatan yaitu seminar dan workshop. Jumlah peserta seminar 34 mahasiswa dan 15 mahasiswa yang mengikuti workshop. Tingkat pemahaman mahasiswa dilihat dengan melakukan pre-test dan post-test. Rata-rata nilai pre-test dan post-test seminar adalah 46,27% dan 62,61% dan pada workshop adalah 58,33% dan 55%. Terdapat kenaikan nilai pengetahuan mahasiswa pada sesi seminar, namun pada sesi workshop terdapat penurunan, hal ini dapat disebabkan oleh kejenuhan mahasiswa ketika sesi workshop. Berdasarkan hasil pengabdian ini, dapat disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan mahasiswa terhadap penulisan artikel ilmiah
PEMBERDAYAAN KELOMPOK KERJA GURU (KKG) GUGUS GAJAH MADA KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG SEBAGAI FASILITATOR PENDIDIKAN RAMAH ANAK
Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru Gugus Gajah Mada Kecamatan Bandar Kabupaten Batang sebagai fasilitator sekolah ramah anak. Permasalahan yang dihadapi guru adalah kurangnya pemahaman guru terhadap konsep Sekolah Ramah Anak dan rendahnya peran guru sebagai fasilitator pendidikan dalam mendukung terwujudnya sekolah ramah anak. Peserta pelatihan adalah guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Gugus Gajah Mada Kecamatan bandar kabupaten Batang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi pendidikan ramah anak, pelatihan pembelajaran partisipatif, dan pendampingan. Ipteks yang ditransfer kepada mitra pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pembelajaran ramah anak berbasis partisipatif dengan menerapkan 3Ps (Provisi, Proteksi dan Partisipasi). Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini, yaitu pemahaman guru terhadap pendidikan ramah dan implementasi pembelajaran partisipatif melalui penerapan 3Ps (Provisi, Proteksi dan Partisipasi) dalam proses pembelajaran meningkat secara signifikan