Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
2514 research outputs found
Sort by
KEGIATAN PRODUKSI BERBUDAYA BATIK MATEMATIK (BATIKMATIKA) DI SMKs AL AKHYAR WONOKUSUMO BONDOWOSO
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi dan mendorong komunitas masyarakat untuk mampu melakukan kegiatan produksi yang berbudaya secara mandiri serta membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait kegiatan produksi berbudaya dan pemasaran yang inovatif. Kegiatan produksi yang diharapkan yaitu produksi yang berbudaya, berupa produksi kain BATIKMATIKA. Dengan demikian juga diharapkan suatu saat nanti komunitas dapat menghasilkan omset yang minimal dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha untuk skala yang lebih besar dari usaha awal. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ABCD yang memuat 5 tahapan utama yaitu tahap discovery (menemukan), dream (impian), design (merancang), define (menentukan), dan destiny (lakukan) dengan komunitas yang diangkat yaitu guru dan siswa SMKs Al Akhyar Wonokusumo Bondowoso. Hasil dari kegiatan ini berupa (1) tambahan pengetahuan guru dan siswa SMKs Al Akhyar Wonokusumo Bondowoso terkait cara membatik khususnya BATIKMATIKA; (2) tambahan keterampilan guru dan siswa SMKs Al Akhyar Wonokusumo Bondowoso dalam membuat BATIKMATIKA; (3) kain BATIKMATIKA karya guru dan siswa SMKs Al Akhyar Wonokusumo Bondowoso
PELATIHAN TEKNIK DASAR PASSING SEPAK BOLA MENGGUNAKAN INSIDE PASS TERHADAP ASISTENSI MENGAJAR MELALUI PERMAINAN RONDO
Sepak bola merupakan permainan yang dimainkan oleh dua tim berbeda dengan 11 orang setiap tim. Dalam permainan ini perlu adanya teknik dasar sebagai penunjang untuk menjadi pemain sepak bola. Permasalahan yang terjadi pada permainan ini yaitu kurangnya penguasaan teknik dasar. Berdasarkan hasil observasi dan melalui kegiatan asistensi guru masih banyak siswa di SD Inpres Morowa yang memainkan olahraga ini yang tidak melakukan teknik dasar yang benar. Tujuan dari pelaksanaan penerapan kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan terhadap permainan sepak bola sehingga menjadi bekal dan penunjang dalam permainan sepak bola sehingga pelatihan ini mengarah pada SDGs poin ke 4 yaitu pendidikan berkualitas. Adapun metode yang dilakukan melalui asistensi guru yaitu metode knowladge transfer melalui pendekatan service learing. Oleh karena itu kegiatan asistensi guru akan memberikan dampak positif bagi para siswa SD Inpres Morowa dan meningkatkan keterampilan melakukan teknik dasar sepak bola dengan penerapan teknik dasar passing sepak bola melalui permaian rondo (kucing-kucingan)
PROBLEMATIKA PENYESUAIAN DIRI SANTRI PUTRA DAN PUTRI DI PONDOK PESANTREN MODERN KOTA YOGYAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji problematika penyesuaian diri santri putra dan putri di Pondok Pesantren Modern MBS Muhiba Yogyakarta. Penyesuaian diri merupakan kemampuan untuk merespons perubahan dalam lingkungan sosial dan emosional, yang penting bagi remaja agar dapat mengelola stres dan beradaptasi dengan tuntutan kehidupan baru. Santri di pesantren modern menghadapi tantangan dalam menjalani kehidupan asrama, mengikuti aturan ketat, serta beradaptasi dengan lingkungan sosial yang baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika utama yang dihadapi santri meliputi pengendalian emosi, kebersihan, senioritas, dan kesulitan dalam beradaptasi dengan norma sosial pesantren. Faktor internal seperti kondisi psikologis dan faktor eksternal seperti dukungan dari teman dan keluarga berperan besar dalam proses penyesuaian diri. Penelitian ini juga mengidentifikasi dampak rendahnya kemampuan penyesuaian diri terhadap kesehatan mental, interaksi sosial, serta prestasi akademik santri. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pesantren dan layanan bimbingan konseling
CATATAN JURNAL IMPLEMENTASI EMOSI (C-JIE’24)
Dalam dunia pendidikan yang semakin mencabar, perhatian terhadap kesejahteraan emosi dan mental murid sekolah rendah menjadi semakin penting. Kajian ini mengkaji keberkesanan Modul Jurnal Implementasi Emosi, satu pendekatan inovatifyang menggunakan kaedah penulisan jurnal sebagai alat untuk membantu murid mengenal pasti, mengekspresikan, dan mengurus emosi mereka. Modul ini dibangunkan berdasarkan kajian psikologi yang menunjukkan bahawa penulisan jurnal dapat meningkatkan kesejahteraan mental melalui penurunan simptom kebimbangan dan tekanan. Modul ini mengandungi panduan langkah demi langkah untukpelaksanaan di dalam bilik darjah termasuk aktiviti yang disesuaikan dengan tahap pemahaman murid sekolah rendah. Guru memainkan peranan sebagaifasilitator dalam membimbing murid meneroka emosi mereka. Hasil kajian awal menunjukkan impak positif modul ini terhadap kesejahteraan psikologi murid termasukpeningkatan daya tahan emosi dan hubungan sosial. Secara keseluruhannya, modul ini menawarkan pendekatan holistik dalam mendukung kesejahteraan emosi murid, sekaligus menyumbang kepada perkembangan akademik dan sosial mereka. Penemuan ini menyokong pelaksanaan modul sebagai sebahagian daripada intervensi emosi yang menyeluruh di sekolah rendah
MENYELARASKAN STRATEGI BISNIS DENGAN STRATEGI SISTEM INFORMASI DALAM MENCAPAI TUJUAN PERGURUAN TINGGI
Information systems strategic planning is an important aspect of determining the direction and goals of an organization. With good strategic planning, an organization's business processes can be in line with the vision that has been planned from the start and can achieve the goals that have been set. The planning strategy of an educational institution has an important role in coordinating the goals to be achieved by the institution. Competition in the education industry is currently very tight, so institutions must have appropriate planning strategies for each division that influences its business processes. Based on this, this research aims to broadcast business strategies with a strategic information system in order to increase the competitiveness of an institution compared to other institutions. This research began with data collection by conducting direct surveys and questionnaires to several samples of educational institutions. After that, all data is tabulated into a strategy map to show relationships from various points of view. As a result, a model was created to solve common problems that exist in educational institutions. In conclusion, a good strategy in an educational institution can make a positive contribution to the development and achievement of the goals of the institution in particular
THE IMPLEMENTATION OF SOCIETY 5.0 IN POLICY AND EDUCATIONAL STRATEGIES IN THE 21st CENTURY
The upcoming era of education,"education 5.0," makes use of digital technology to lower learning obstacles, enhance teaching strategies, and enhance student welfare. To achieve more advantageous outcomes, the education sector must be aligned with general business modernization, industrial development, and technological advancement as part of the 21st-century education policies and plans that incorporate society 5.0. To create programs that leverage digital technology to promote well-being, collaboration, and personalized learning, educational policies require being implemented existence. With the goal fulfill the demands of the market, provide social services, and introduce innovative integration between the education sector and industries. Education 5.0 transforms the traditional education system into an academic environment. Efficient educational system that can adjust to future changes in society's demands, the concepts of "society 5.0" and "industry 5.0" seek to put people at the heart of technology advancement and digital transformation for the good of society of the industrial revolution
STUDI BUDIDAYA BURUNG WALET DI WILAYAH GORONTALO KAWASAN TELUK TOMINI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi peternak walet. Metode pengambilan data menggunakan pendekatan studi kasus melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha sarang burung walet yang ada di desa Poowo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Burung hantu termasuk hama yang sangat berbahaya untuk keberlangsungan hidup walet. terkenal dengan populasi burung pemangsa yang tinggi khususnya burung hantu. Hama tikus menjadi masalah serius dan harus segera diatasi untuk tetap menjaga kestabilan kualitas dan kuantitas dari panen. Dampak adanya tokek di dalam rumah burung walet adalah suaranya yang keras mengganggu ketenangan burung walet selain itu tokek juga seringkali memakan sarang burung walet, telur, maupun anak burung walet. hasil penilitian bahwa permasalahan yang ada pada sarang burung walet seperti hama burung hantu, tikus, dan tokek dapat di cegah dengan cara penerangan terhadap rumah walet, meletakan racun tikus dan memasang jebakan tokek
PENGEMBANGAN KONTEN BELAJAR DIGITAL BERBASIS STORYTELLING MELALUI PENDEKATAN SEJARAH MATEMATIKA PADA MATERI KESEBANGUNAN
Materi kesebangunan merupakan salah satu materi bagian dari geometri yang wajib dipelajari pada tingkat SMP atau MTs. Namun materi tersebut masih dianggap sulit bagi peserta didik. Dari hasil analisis beberapa penelitian didapati bahwa hasil belajar peserta didik relatif rendah dan belum mencapai ketuntasan secara klasikal. Bermula dari media pembelajaran yang kurang bervariasi hingga penekanan hafalan rumus yang terlalu banyak menjadi penyebab proses belajar mengajar menjadi monoton dan kurang bermakna. Dengan demikian guru dituntut menciptakan pembelajaran melalui pengembangan media belajar yang tepat. Penelitian ini mengembangkan dan mengimplementasikan penggunaan konten belajar digital yang disajikan melalui storytelling dengan pendekatan sejarah matematika. Pengaplikasian sejarah matematika pada media ini berguna agar peserta didik memahami materi kesebangunan melalui kilas balik kisah Liu Hui dalam menerapkan prinsip in and out principle sebagai alternatif penyelesaian dalam mengukur ketinggian menara di eranya. Pengimplementasian sejarah ini dikemas dalam bentuk konten belajar melalui model komik digital berbasis storytelling
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AI KELAS VII SMP
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Media Pembelajaran AI Siswa Kelas VII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian Riset and Development (R & D) dengan populasi siswa SMP 3 Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya kelas VII, sedangkan sampel diambil dari salah satu kelas yaitu kelas VII. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah komunikasi tidak langsung dan pengukuran. Alat yang digunakan lembar validasi ahli, angket, dan tes. Adapun target luaran wajib dalam penelitian adalah menghasilkan artikel ilmiah yang akan diterbitkan pada jurnal nasional sinta 2. Sedangkan, luaran tambahan berupa Modul yang di HKI
Pengembangan modul elektronik berbasis problem solving berbantuan phet pada materi gerak lurus di sekolah menengah atas
Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul elektonik berbasis problem solving berbantuan PhET untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika peserta didik pada materi kinematika gerak lurus. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian berupa angket kebutuhan peserta didik, lembar validasi ahli, dan tes keterampilan pemecahan masalah. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul elektronik yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan tinggi dengan kategori sangat valid. Implementasi modul elektronik pada 30 peserta didik kelas XI SMA Negeri 10 Pontianak menunjukkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan kategori sedang. Dengan menggunakan uji Wilcoxon, menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan, mengindikasikan bahwa perlakuan yang diberikan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Data hasil angket respon peserta didik terhadap modul elektronik menunjukkan hasil yang sangat positif, dengan rata-rata respon keseluruhan mencapai 83,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa modul elektronik berbasis problem solving berbantuan PhET efektif digunakan sebagai media pembelajaran fisika untuk membantu peserta didik memahami konsep secara mendalam dan menyelesaikan masalah secara sistematis