Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
2514 research outputs found
Sort by
PENYELESAIAN KONFLIK WARIS MELALUI DETEKSI DINI MENGGUNAKAN PENDEKATAN ECOLOGICAL FRAME WORK
Berbagai masalah terkait pembagian waris. Problemnya perselisihan anggota keluarga berujung pada gugatan di pengadilan. Berlatar belakang ini diselenggarakan Program Pengabdian Masyarakat (PkM) Internasional bertujuan menyelesaikan konflik waris melalui deteksi dini. Metode pelaksanaan workshop berupa kegiatan bersifat daring memberikan pemahaman hukum waris Islam pada Senin, 28 Agustus 2023. Agenda berikutnya menggunakan daring menjelaskan konsep konflik dan penyelesaian sengketa waris pada Sabtu, 2 September 2023. Setelah memahami deteksi dini konflik pembagian waris, kegiatan diadakan secara luring pada Sabtu-Minggu, 16-17 September 2023 di Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia. Komunitas sasaran anggota Cabang Muhammadiyah Istimewa Malaysia. Berpedoman ecological framework terbukti secara kualitatif program bermanfaat sebagai tindakan preventif konflik pembagian waris. Efektifitas program karena komunitas sasaran memperoleh pemahaman mengenai hukum waris dan cara pencegahan konflik saat terjadi pembagian waris. Pemahaman tersebut diimplementasikan melalui koordinasi antar anggota keluarga, menggali informasi menjadi faktor penyebab konflik, memperoleh gambaran potensi konflik dan melakukan tindakan melaksanakan pembagian waris secara damai
PERAN BAKTI SOSIAL MAHASISWA DAN DOSEN BIDANG PENDIDIKAN SEBAGAI WUJUD NYATA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DESA SEKILAP KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK
Penelitian ini mengkaji peran bakti sosial mahasiswa dan dosen dalam bidang pendidikan sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat di Desa Sekilap, Kecamatan Mandor. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan, meningkatkan kesadaran pentingnya belajar, memperbaiki literasi, dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan pendidikan di daerah tersebut. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, melibatkan mahasiswa, dosen, perangkat desa, guru, dan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berperan aktif dalam pelatihan literasi, kegiatan belajar mengajar, dan penyuluhan pendidikan kepada anak-anak, sementara dosen bertindak sebagai fasilitator dan mentor dalam merancang program yang relevan. Manfaat yang dirasakan masyarakat mencakup peningkatan keterampilan membaca dan menulis, kesadaran orang tua terhadap pendidikan, serta motivasi belajar anak-anak yang lebih tinggi. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan sarana pendidikan dan rendahnya partisipasi awal masyarakat, pendekatan persuasif dan program yang menarik berhasil mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi mahasiswa, dosen, dan masyarakat sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat, untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan. Sasaran PKM ini adalah siswa, orang tua, dan masyarakat Desa Sekilap. Kegiatan dilaksanakan di berbagai lokasi di Desa Sekilap, termasuk sekolah-sekolah, pusat kegiatan masyarakat, dan rumah-rumah warga
EKSPLORASI JATI DIRI MAHASISWA: ANALISIS SOSIAL EKONOMI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH MELALUI MATA KULIAH PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sosial ekonomi mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah melalui mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. Mata kuliah ini dianggap sebagai alat eksplorasi yang membantu memahami bagaimana jati diri mahasiswa terbentuk. Analisis sosial ekonomi dianggap kunci untuk memahami kompleksitas dan keberagaman mahasiswa dalam konteks pendidikan sejarah. Keberhasilan mata kuliah ini dianggap menandai tahap lebih dalam dalam menggali realitas mahasiswa sebagai individu unik
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN SITEPLAN PUSAT KAWASAN WISATA DESA BAROS
Pemerintah Kabupaten Bandung berencana untuk mengembangkan 100 desa wisata dengan sasaran mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Target pengembangan 100 desa wisata tersebut, pada tahun 2022 telah ditetapkan 50 desa rintisan, desa wisata dengan kekuatan kearifan lokal salah satunya adalah Desa Baros. Salah satu permasalahan Desa Baros dalam pengembangan pariwisata adalah belum adanya sebuah ikon pariwisata, yang menjadi pusat pariwisata di Desa Baros. Tujuan dari program PKM adalah penyediaan siteplan pada Pusat Kawasan Wisata Desa Baros. Pada Perancangan siteplan digunakan metode perencanaan partisipatif, yaitu dengan cara melakukan pendekatan dan pendampaingan kepada masyarakat, untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat terlaibat secara langsung dalam proses penyusunan siteplan pusat kawasan pariwisata. Pada Tangal Perencanaan 7 Juni 2023, dilakukan kegiatan focus group discussion (FGD) yang dihadiri oleh 13 orang yang merupakan perwakilan masyarakat dan dilanjutkan dengan wawanca ra mendalam yang melibatkan kepala desa, sekertaris desa, ketua RW, dan tokoh masyarakat. Hasil dari kegiatan perencanaan partisipatif memperlihatkan adanya kebutuhan sebuah siteplan pusat kawasan wisata Desa Baros yang terdiri dari area kolam renang, wisata ATV, camping ground, dan pusat ekonomi
Pendampingan Gaya Hidup Sehat Guru Taman Kanak-Kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang Melalui Plant Base Meat
Program pengabdian masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang gizi dan mempromosikan pilihan makanan sehat di kalangan guru taman kanak-kanak Laboratorium Universitas Negeri Malang. Program ini fokus pada pendekatan inovatif dan berkelanjutan serta mempromosikan daging berbasis tumbuhan sebagai alternatif yang lebih sehat. Kegiatan PkM ini dilakukan melalui kolaborasi antara tim pelaksana dan mitra, mencakup lokakarya memasak, sesi tanya jawab, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui survei analisis kebutuhan, yang menilai tingkat pengetahuan awal partisipan tentang gizi dan preferensi makanan yang dilakukan di TK Laboratorium Universitas Negeri Malang. Setelah pelatihan, daging berbasis tumbuhan diolah dalam sesi memasak, dan evaluasi pasca-program dilakukan untuk mengukur efektivitas pendekatan ini. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan tentang gizi dan minat untuk mencoba makanan berbasis tumbuhan. Selain itu, peserta juga mengalami perubahan positif dalam memilih pola makan sehari-hari yang lebih sehat seperti konsumsi sayur, buah, dan protein. Program ini berhasil membuka wawasan guru-guru terhadap pilihan makanan yang lebih sehat dan berkelanjutan
PELATIHAN KETERAMPILAN MATEMATIKA DASAR BAGI KOMUNITAS IBU BELAJAR MATEMATIKA (KIBM)
Program pengabdian ini berupa pelatihan dan pendampingan bagi Komunitas Ibu Belajar Matematika (KIBM) desa Kerso. KIBM ini merupakan kelompok ibu-ibu yang memiliki anak yang sedang menempuh pendidikan dasar atau sederajat. Tujuan KIBM adalah memberikan pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan matematika di sekolah dasar guna meningkatkan mutu pendidikan matematika Indonesia sehingga peserta didik memiliki kualitas internasional. Metoda yang digunakan yaitu melalui program penyegaran materi pelajaran matematika di sekolah dasar, disertai dengan pendampingan dan dipandu oleh dosen-dosen dan mahasiswa UNISNU Jepara. Kegiatan ini memberikan kontribusi kepada ibu-ibu dalam meningkatkan kemampuan matematika untuk membantu putra-putri mereka ketika belajar matematika di rumah. Hasil dari kegiatan ini adalah (1) meningkatnya penguasaan kemampuan matematika para ibu; (2) Ibu-ibu menjadi lebih percaya diri dalam mendampingi anak mereka belajar matematika di rumah; (3) Meningkatnya intensitas ibu-ibu dalam kegiatan belajar putera-puterinya di rumah
PELATIHAN OLI (OPTIMALISASI LIMBAH IKAN) DI WILAYAH KELURAHAN TAPAAN KOTA PASURUAN SEBAGAI BAHAN BAKU PUPUK ORGANIK
Limbah ikan menjadi permasalahan di lingkungan jika tidak diolah dengan baik, sehingga perlu dikembangkan menjadi bentuk lain yang bermanfaat salah satunya pupuk organik cair. Kelurahan Tapaan menjadi lokasi pengabdian karena mayoritas penduduknya bergerak di bidang pembudidayaan ikan. Limbah ikan seperti kepala, tulang dan yang sudah busuk hanya dibuang begitu saja, sehingga pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mampu mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organik cair dengan alat dan bahan yang mudah didapatkan. Metode pengabdian dibagi menjadi empat tahap meliputi observasi, identifikasi masalah, sosialisasi dan demonstrasi serta evaluasi. Hasil program ini sangat efektif untuk mengoptimalkan penggunaan limbah ikan di pekarangan rumah dan di lahan KRPL Kelurahan Tapaan karena pengelola KRPL dan masyarakat sudah memahami proses pembuatannya. Selain itu, jika dilihat dari aspek hasil dan manfaat, program ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dan pengelola. Selain itu dampak lingkungan yang dimana dengan pemanfaatan limbah ikan ini bisa membuat lingkungan menjadi lebih bersih sehingga kesehatan masyarakat sekitar jauh lebih baik dari sebelumnya
PENYULUHAN TENTANG MANFAAT JUS LABU SIAM SEBAGAI PENURUAN TEKANAN DARAH DI DESA BERJO NGARGOYOSO KARANGANYAR
Desa Berjo berada di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Mayoritas penduduk Desa Berjo bermata pencaharian sebagai petani. Salah satu tanaman yang banyak ditanam oleh petani Desa Berjo adalah labu siam. Salah satu manfaat labu siam adalah sebagai penurun tekanan darah atau anti hipertensi. Jus labu siam menjadi salah satu alternatif pengobatan non farmakologis bagi penderita hipertensi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Berjo tentang manfaat labu siam. Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat, 23 Februari 2024 di kediaman salah satu warga dengan jumlah peserta sebanyak 33 orang. Metode pelaksanaan menggunakan beberapa tahapan yaitu tahap awal, tahap survei, tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi. Hasil evaluasi menyatakan bahwa jumlah peserta yang sudah paham terhadap materi yang disampaikan sebanyak 25 orang (76%), kurang paham sebanyak 6 orang (18%), dan peserta yang tidak paham sebanyak 2 orang (6%). Hal ini menyatakan bahwa sebagian besar peserta hadir telah memahami materi yang telah disampaikan
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TEMBAKAU DI DESA BATU BELERANG KECAMATAN SINJAI BORONG KABUPATEN SINJAI SULAWESI SELATAN
Tembakau (Nicotiana tabacum L) merupakan komoditas perkebunan penting Indonesia. Jumlah produksi tembakau di salah satu desa budidaya, yakni Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan mengalami penurunan pasca pandemi Covid-19. Tobacco Mosaic Virus (TMV) membuat tanaman menjadi kuning hingga membusuk. Hal ini mengakibatkan 30% dari lahan petani menjadi gagal panen. Mitra pengabdian yaitu Kelompok Tani Biji Nangka dan Kelompok Tani Pasir Putih. Tujuan pengabdian ini yaitu peningkatan kemampuan petani dalam membuat pupuk cair organik, pupuk kompos, arang sekam, dan greenhouse, serta terampil mengoperasikan mesin pencacah tembakau. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dalam praktek pembuatan pupuk organik cair, pupuk kompos dari batang tembakau, arang sekam, dan greenhouse, dan mengoperasikan mesin pencacah batang tembakau. Hasil pengabdian ini menunjukkan (1) petani mampu secara mandiri membuat pupuk cair organik, pupuk kompos, arang sekam, greenhouse, dan mengoperasikan alat pencacah batang tembakau, (2) petani mengurangi penggunaan pupuk sintesis, sehingga dapat meminimalkan biaya produksi
PENYULUHAN PENTINGNYA KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI ALUN-ALUN CIPARAY SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN KESEHATAN LINGKUNGAN
Sampah merupakan salah satu yang menyumbang masalah lingkungan yang dihadapi oleh banyak negara di dunia termasuk Indonesia. Sampah Alun-Alun Ciparay sampai saat ini belum terkelola dengan baik. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kesadaran para pedagang berjumlah 35 pedagang dan pengunjung dalam menjaga kebersihan lingkungan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan gotong royong diawali dari fase perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan September di Alun-Alun Ciparay. Secara umum, kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan kesadaran pedagang tentang pentingnya menjaga kebersihan. Penyuluhan ini perlu adanya peningkatan frekuensi dan intensitas untuk membuat perubahan menjadi sebuah kebiasaan baik pada pedagang kaki lima dan pengunjung