Journal IKIP PGRI Pontianak (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
2514 research outputs found
Sort by
STRATEGI PARTAI GERINDRA DALAM MEWUJUDKAN KETERWAKILAN PEREMPUAN PADA PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2024 DI KOTA MEDAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi Partai Gerindra dalam mewujudkan keterwakilan perempuan pada Pemilu Legislatif tahun 2024 di Kota Medan dan mendeskripsikan pola strategi Partai Gerindra dalam mewujudkan keterwakilan perempuan pada pemilu Legislatif tahun 2024 di Kota Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah pengurus DPD Partai Gerindra Sumatera Utara dan calon legislatif perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi yang digunakan Partai Gerindra dalam mewujudkan keterwakilan perempuan pada Pemilu Legislatif tahun 2024 di Kota Medan adalah dengan mengkombinasikan unsur strategi ofensif dan defensif. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis, dapat diketahui bahwa Pola strategi Partai Gerindra dalam mewujudkan keterwakilan perempuan pada pemilu legislatif tahun 2024 di Kota Medan adalah dengan memberikan kebebasan kepada setiap perempuan yang memiliki keinginan dan minat untuk terjun ke dunia politik agar dapat berpartisipasi secara aktif dan berkontribusi dalam proses politi
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Android Menggunakan Aplikasi Articulate Storyline 3 pada Materi Getaran dan Gelombang
Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui kelayakan respon dan hasil sebelu, dan sesudah menggunakan media pembelajaram interaktif berbasis android menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3 pada materi getaran dan gelombang. Metode penelitian ini mengggunakan metode R & D dengan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitiannya yaitu siswa kelas VIII MTS AL-AZIZ Sui. Ambawang yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa Teknik komunikasi langsung (wawancara). Sedangkan instrumen pada penelitian ini berupa lembar validasi ahli media dan ahli materi, angket respon siswa dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan, yaitu 1) Hasil validasi oleh ahli media memperoleh skor rata-rata 85% dengan kategori sangat layak dan hasil validasi oleh ahli materi memperoleh skor rata-rata 92% dengan kategori sangat layak. 2) Hasil angket respon siswa terhadap penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis android menggunakan aplikasi Articulate Storyline 3 memperoleh skor rata-rata 93% dengan kategori sangat layak. 3) Hasil penilaian dari hasil belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran interaktif ini memperoleh nilai N-gain dengan skor rata-rata 0,65 kategori sedang
PENERAPAN MODEL GENERATIVE MULTI-REPRESENTASION LEARNING BERBANTUAN MODUL TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN PADA MATERI CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP SISWA KELAS VII SMP NEGERI 13 PONTIANAK
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa pada kelas eksperimen setelah terapkan model generative multi-representation learning berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak. 2) Untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa pada kelas kontrol setelah terapkan model pembelajaran demonstrasi/ceramah berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak. 3) Untuk mengetahui kemampuan penalaran siswa mana yang lebih baik antara kelas eksperimen lebih baik daripada siswa kelas kontrol.  Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan dengan bentuk quasi experimental designs. Penelitian ini menggunakan rancangan Posttest Only Kontrol Group Designs. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak berjumlah 32 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) kemampuan penalaran siswa pada kelas eksperimen setelah terapkan model generative multi-representation learning berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak adalah dengan rerata sebesar 98,66 dengan kategori sangat baik; 2) kemampuan penalaran siswa pada kelas kontrol setelah terapkan model ceramah berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak dengan rerata sebesar 88,33 dengan kategori sangat baik; 3) terdapat perbedaan signifikan kemampuan penalaran setelah diberikan model pembelajaran generative multi-representation learning berbantuan modul pada materi ciri-ciri makhluk hidup siswa kelas VII SMP Negeri 13 Pontianak terhadap kemampuan penalaran siswa
PELATIHAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SMP 11 SUNGAI KAKAP KUBURAYA KALIMANTAN BARAT
SMP Negeri 11 Sungai Kakap menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran akibat keterbatasan kompetensi guru dan sarana multimedia. Untuk mengatasinya, dilakukan program pelatihan guru berbasis partisipatif guna meningkatkan pemanfaatan media pembelajaran multimedia. Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat prasejahtera dan berkelanjutan melalui pembentukan tim fasilitator internal serta dukungan pemerintah dan swasta. Kegiatan meliputi pelatihan, bimbingan teknis, dan pemberian penghargaan. Metode pelatihan menggunakan ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik sesuai kebutuhan guru, sementara bimbingan teknis membantu guru mengembangkan media pembelajaran. Penghargaan diberikan untuk memotivasi inovasi guru. Hasil program menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan teknologi, yang berdampak pada pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Motivasi siswa meningkat, keterlibatan siswa dalam belajar bertambah, serta hasil belajar menjadi lebih baik. Pembentukan tim fasilitator internal memastikan keberlanjutan program, menjadikan kegiatan ini efektif dalam menciptakan lingkungan belajar inovatif
Analisis Keterlibatan dan Respon Siswa dalam Menyelesaikan Soal Tidak Rutin Pada Materi Lingkaran Kelas VIII SMP
This research aims to determine students' involvement and responses in solving non-routine questions on circle material. The method used in this research is a qualitative descriptive method in the form of case study research. This research was carried out in class VIII of Santa Ursula Gunung Tamang Middle School involving 5 students as research subjects who were taken using Purposive Sampling techniques with the selected categories including one student with involvement and response in the good category, one student with involvement in the sufficient category, one student with involvement in the less category, one student with a response in the sufficient category and one student with a response in the less category. The data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research show that student involvement and response in the good category get a satisfactory score, namely a score above the KKM and can fulfill 4 indicators of problem solving in non-routine questions, student involvement and response in the adequate category get a value that is inversely proportional to where student involvement in the category enough to get a score above the KKM and can almost fulfill 4 indicators of problem solving in non-routine questions, while student responses in the sufficient category get a score below the KKM and can only fulfill several indicators of problem solving in non-routine questions, and student involvement and responses in the category get less grades which are both below the KKM and can only fulfill 2 problem solving indicators in non-routine question
Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa pada Soal Hots Pola Bilangan di SMP Negeri 1 Teriak
Abstract: This research was conducted with the aim of describing students' problem solving abilities on number pattern HOTS questions. The method used in this research is a qualitative research method. The subjects in this research were 6 out of 21 students in class VIII D at SMP Negeri 1 Teriak, each of whom had high, medium and low problem solving abilities. The indicators of problem solving ability according to Polya are: 1) Understanding the problem, 2) Making a resolution plan, 3) Carrying out a resolution plan, 4) Reviewing the resolution plan. The results of this research show that there are 5 students with high level problem solving abilities, 13 students with medium level problem solving abilities and 3 students with low level problem solving abilities.
Keywords: Problem Solving, HOTS, Number Pattern
STUDI BUDIDAYA BURUNG WALET (COLLOCALIA FUCHIPAGA) DI DESA PUTIANA WILAYAH GORONTALO KAWASAN TELUK TOMINI
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kendala yang di hadapi peternak walet. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September di desa putiana kecamatan anggrek kabupaten Gorontalo utara. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan data dengan pendekatan studi kasus wawancara langsung pada salah satu peternak walet di desa putiana. Hasil yang diperoleh dari wawancara yaitu gedung walet yang berada di desa putiana milik bapak buhair terdapat tiga lantai Gedung walet dibuat menggunakan bata merah dan menjadi bangunan beton dan lantai menggunakan kayu. Ruangan yang berada di lantai satu dibuatkan kolam yang tepat dibawah pintu masuk walet dan terdapat kipas angin khusus bangunan walet. Lantai dua dan tiga bangunan walet terdapat wadah untuk penampungan air yang berfungsi agar suhu di dalam bangunan stabil. Terdapat kendala hama yang sering menyerang bangunan yaitu kecoak. Kecoak dapat merusak kualit as sarang walet yang berdampak pada harga jual. Sanitasi merupakan salah satu cara yang dapat mengurangi kecoak berkembang biak
MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MATEMATIKA MELALUI PELATIHAN DAN IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) DI SMAN 1 SIANTAN
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan profesionalisme guru melalui pelatihan dan implementasinya tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelatihan diikuti 54 guru matematika, Kegiatan pelatihan meliputi ceramah, diskusi, penyusunan proposal dan pendampingan pelaksanaan PTK. Materi pelatihan meliputi: (1) Permasalahan Pembelajaran, (2) Penggalian Masalah Penelitian, (3) Penyusunan Proposal Penelitian Tindakan, (4) Penyusunan Laporan Penelitian Tindakan Kelas, (5) Penyusunan artikel hasil penelitian. Kegiatan pelatihan secara keseluruhan dapat terlaksana dengan baik. Guru-guru jadi lebih termotivasi dalam melakukan PTK karena lebih memahami terkait model dan implementasi PTK. Tanggapan guru terhadap pelaksanaan pelatihan: (1) Penguasaan materi narasumber 3.92; (2) Waktu pelaksanaan 3,78; (3) Cara penyampaian 3,85; dan (4) Kesesuaian tema dan materi 3,90 dengan rerata 3,86 dari skala penilaian 1-4 dalam kategori kinerja sangat baik. Ditinjau dari kemanfaatan pelatihan mendapat tanggapan guru: (1) Penambahan wawasan guru tentang PTK 3,89; (2) Kejelasan tentang permasalahan pembelajaran, 3,83; (3) Wawasan cara menggali masalah penelitian 3,78; (4) kejelasan penyusunan proposal PTK 3.76; (5) Kejelasan penyusunan laporan PTK 3,65; dan (6) kejelasan penyusunan artikel hasil penelitian 3.50; . Rerata hasil penilaian 3,73 pada skala penilaian 1-4 dalam kategori pemberian manfaat yang baik
EDUKASI PENANGANAN CEDERA OLAHRAGA PADA ATLET TAEKWONDO DI KIDS SMANSA CLUB
Taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga jenis beladiri yang sudah popular di masyarakat Indonesia, walapun olahraga ini berasal dari Korea. Hal ini karena taekwondo memiliki banyak manfaat seperti melatih kemampuan fisik atlet dan membentuk karakter atlet yang beretika. Tujuannya agar para atlet dapat segera menangani secara mandiri dan memahami cara penanganan cedera olahraga menggunakan metode PRICE (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation). Metode yang digunakan adalah survei, ceramah dan simulasi langsung dalam penanganan cedera olahraga secara interaktif. Sasarannya adalah atlet Taekwondo Kids Smansa Club (KSC) yang beranggotakan 118 orang. Hasil yang didapatkan adalah adanya peningkatan pemahaman dalam penanganan cedera olahraga pada atlet Taekwondo Kids Smansa Club (KSC) kisaran 34,75%-54%. Pemberian edukasi penanganan cedera olahraga sangat berguna bagi atlet dalam menjaga kualitas fisiknya jangka panjang
SOSIALISASI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI MAN INSAN CENDEKIA KABUPATEN SAMBAS
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan: 1) Untuk mendukung program pemerintah dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah, maka sangat penting bagi dosen melaksanakan pengabdian pada masyarakat dengan memberikan pelatihan dan memberikan dampak yang positif dalam peningkatan pengetahuan dan pemahaman guru dalam Menyusun kurikulum merdeka di sekolah; 2) Membantu permasalahan yang dihadapi sekolah dalam implementasi kurikulum merdeka, terutama dalam Menyusun struktur kurikulum merdeka, penggunaan modul ajar dan melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila; 3) Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kemampuan guru dalam melakukan pengelolaan pembelajaran yang berpusat kepada siswa dan mengembangkan komunitas belajar di sekolah; dan 4) Meningkatkan Kerjasama untuk membangun kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah guna meningkatkan sumber daya manusia guru dalam pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah. Lokasi kegiatan PkM di kabupaten Sambas, Madrasah Aliah Negeri (MAN) Insan Cendekia Sambas. Sasaran kegiatan ini adalah guru sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan berupa ceramah, tanya jawab, diskusi dan penugasan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan yang terdiri dari beberapa tahap yaitu menentukan desain alokasi waktu dan dimensi profil pelajar pancasila, membentuk tim fasilitasi mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan, menentukan pemilihan tema umum, penentuan topik spesifik dan merancang struktur kurikulum merdeka, penggunaan modul ajar dan melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kegiatan pendampingan adalah dilakukan oleh tim dosen dengan membentuk kelompok-kelompok, yang nantinya akan dipandu oleh pelatih/tutor. Hasil akhir dari presentasi materi menunjukkan adanya perubahan yang cukup berarti dalam hal wawasan guru tentang Kurikulum merdeka sehingga mereka dapat dengan penuh keyakinan dan kepercayaan mampu merancang Struktur kurikulum, penggunaan Modul dan melaksanakan Projek sesuai dengan Kurikulum Merdeka