Biota: Biologi dan Pendidikan Biologi
Not a member yet
    108 research outputs found

    Ragam Liken Berdasarkan Ketinggian Dataran sebagai Bioindikator Kualitas Ekosistem di Cagar Alam Rawa Danau Serang Banten

    Full text link
    Lichen is a symbiotic organism, made up of two or more different organisms living together. Lichen biodiversity may provide an excellent system in bio-monitoring of the ecosystem health of nature reserve areas such as Rawa Danau in Banten Province, Indonesia.   The study on lichen diversity was conducted on Rawa Danau based on altitude using transect based plot in three main habitats based on altitude e.g. 90 mbsl, 100-130 mbsl, 130-160 mbsl, 160-187 mbsl.  A total 63 specimens were collected from these four areas which resulted in the occurrence of 19 species  of lichens belonging to 17 genera and 13 families. Shannon–Winner’s diversity index from 1.494 to 2.6678. The variation in species composition was related to the environmental habitat variables and lichens demonstrated a condition of environmental alteration.  Liken merupakan suatu organisme hasil dari simbiosis  alga dan fungi yang saling menguntungkan. Organisme ini dapat dijadikan sebagai indikator lingkungan untuk memantau kelestarian alam terutama wilayah yang dilindungi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ragam liken sebagai bioindikator kualitas lingkungan CA. Rawa Danau Eksplorasi liken dilakukan pada empat stasiun berdasarkan ketinggian dataran, yaitu 90 mdpl, 100-130 mdpl, 130-160 mdpl, 160-187 mdpl. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh liken sebanyak 63 spesimen yang terdiri dari 19 spesies, 17 genus, dan 13 famili. Keanekaragaman liken paling tinggi yaitu pada stasiun 1 (90 mdpl), sedangkan terendah terdapat pada stasiun 2 (100-130 mdpl). Indeks keanekaragaman liken dari yang terendah hingga tertinggi mencapai H’ 1.494-H’ 2.667 yang berarti keanekaragaman liken yang berada di Cagar Alam Rawa Danau tergolong keanekaragaman liken sangat tinggi. Kondisi lingkungan di Cagar Alam Rawa Danau terkini dapat dilihat dari respon liken sebagai bioindikator berdasarkan indeks kriteria kualitas ekosistem berdasarkan Indeks Shannon-Wienner bahwa kondisi lingkungan di Cagar Alam Rawa Danau termasuk kedalam kriteria kualitas ekosistem sangat baik &nbsp

    Studi Deskripsi Hubungan Antara Naturalness Index dan Biodiversity Indexdengan Iklim Mikro pada Kelurahan jatimulyo, Mojolangu, dan Mergosonodi Kota Malang Berbasis Ecological landscape

    Full text link
    Laju pertumbuhan penduduk Kota Malang sejak tahun 2001 semakin meningkat seiring dengan perkembangan perekonomian, pemukiman, pendidikan, dan budaya. Peningkatan laju pembangunan mengakibatkan peningkatan alih fungsi lahan, khususnya area RTH. Selain itu, peranan ecological services terus mengalami gradasi sehingga menyebabkan penurunan kenyamanan warga.  Penelitian komparasional ini dilakukan pada tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Jatimulyo, Kelurahan Mojolangu, dan Kelurahan Mergosono. Penentuan titik lokasi penelitian dan titik koordinat dengan memanfaatkan program Google Maps. Berdasarkan pada penghitungan naturalness index dan indeks kualitas biodiversitas kelurahan dengan nilai kealamian (naturalness) dan kualitas biodiversitas tertinggi adalah Kelurahan Jatimulyo, sedangkan yang terendah adalah Kelurahan Mergosono. Kontribusi naturalness index dan indeks kualitas biodiversitas terhadap suhu adalah  67% dan 82,86% dengan persamaan regresi y=33,621– 3,6686x dan y=31,138-0,0054x. Kontribusi naturalness index dan indeks kualitas biodiversitas terhadap kelembaban adalah 42,26% dan 60,66% dengan persamaan regresi y=55,412+7,3164x dan y=60,195 +0,0166x. Perbedaan kontribusi dan persamaan regresi naturalness index dan indeks kualitas biodiversitas disebabkan karena karakteristik masing-masing indeks. Pada indeks kualitas biodiversitas hanya 4 dari total 29 karakter yang tersedia.    &nbsp

    Etika Keilmuan dan Tanggung Jawab Sosial Ilmuwan (Sebuah Kajian Aksiologis)

    Full text link
    Secara aksiologis pengembangan ilmu pengetahuan dan penggunaan teknologi harus selalu mengacu pada wawasan yang kudus dan kemanusiaan. Dengan kata lain, penekanan pada aspek vertical dan horizontal sebagai landasan moral dalam berkarya dan berinovasi merupakan keniscayaan yang harus dilakukan. Dengan berlandaskan iman dan berorientasi pada kemaslahatan manusia sebagai visi dan misi perjuangan tentu peradaban dunia akan menapaki era emas, dimana nilai-nilai kemanusiaan terjaga dan sarat nilai ketuhanan. Untuk itu, dalam konteks ini agama, etika, estetika, dan aturan adat harus tetap terjaga. Jangan sampai pengembangan ilmu pengetahuan menganut konsep barat yang sekuler dan antroposentris yang bias membuat dunia semakin berantakan dan gersang nilai ketuhanan

    Implementasi Media Audio Visual dalam Pembelajaran IPA Biologi Materi Virus pada Siswa Kelas XA DI MA Qur’aniyah Batu Kuta Narmada Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Tahun Pelajaran 2015/2016

    Full text link
    Terkait  dengan  rumusan  masalah  yang  diangkat,  maka  tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan  aktivitas  belajar  siswa  Kelas  X  A  dengan mengimplementasikan media audio visual dalam pembelajaran IPA biologi materi  virus  di  MA  Qur‟aniyah Batu  Kuta Naramada Tahun Pelajaran2015/2016.Penelitian ini   mengunakan penelitian tindakan kelas (PTK).Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MA Qur‟aniyah Batu Kuta Narmada Tahun Pelajaran 2015/2016 yang bejumlah 31 yang dijadika Subjek penelitian. Teknik  pengumpulan  data  meng-gunakan  Observasi, Dokumentasi. Dari analisi observasi siklus I mendapatkan hasil 60% dengan criteria siswa yaitu cukup Aktif di dalam proses pembelajaran, sedangkan pada siklus II menda-patkan hasil 86%. Dari hasil siklus I dengan siklus II, maka peneliti dapat mengemukakan terdapat  peningkatan  aktivitas  belajar  dengan  implementasikan  Media Audio Visual  Pada siswa Kelas X MA Qur‟aniyah Batu Kuta Narmada m Tahun Pelajaran 2015/2016. Dengan demikian Implementasi Media Audio Visual dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. &nbsp

    Pengaruh Tingkat pH, Fosfat, Nitrat, dan Ammonium Terhadap Pertumbuhan Eceng Gondok di Perairan Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah

    No full text
    Eceng gondok (Eichornia crassipes) digolongkan sebagai gulma perairan yang mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dan berkembang biak secara cepat. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes) meliputi tingkat pH, fosfat, nitrat dan ammonium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pH, fosfat, nitrat dan ammonium terhadap pertumbuhan eceng gondok di perairan Bendungan Batujai. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 Oktober sampai dengan 16 November 2015. Parameter yang diukur meliputi tinggi batang eceng gondok, berat basah eceng gondok, dan jumlah helai daun eceng gondok. Parameter kualitas air yang diukur adalah pH, nitrat, fosfat dan ammonium. Pada lokasi A yaitu di Sungai Leneng biomassa rata-rata eceng gondok 0,29 kg, lokasi C yaitu di Sungai Manhal biomassa rata-rata eceng gondok 0,31 kg, lokasi D yaitu di Bendungan Batujai biomassa rata-rata eceng gondok 0,29 kg. Pertumbuhan biomassa optimum eceng gondok berada pada kadar Nitrat (NO3) sebesar 3,495 ppm yang terdapat pada penelitian ke-2 dengan biomassa basah eceng gondok yaitu 0,39 kg dan pertumbuhan biomassa sebesar 0,035 % kg/hari. Pada lokasi C memberikan hasil paling baik karena unsur hara pada perairan tersebut lebih banyak, hal ini bisa dilihat dari tingkat pH, fosfat, nitrat dan ammonium yang dimiliki lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi yang lain. &nbsp

    Optimalisasi Tingkat Pertumbuhan (Growth Rate) dan Mortalitas (Survival Rate) Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) dengan Enzim Papain Kasar

    Full text link
    Ikan Nila adalah salah satu ikon penyelamat perkembangan budi daya ikan air tawar karena teknologi pemeliharaannya sudah berkembang dengan baik. Salah satu permasalahan dalam pembudidayaan Ikan Nila adalah mahalnya biaya pakan. Solusi untuk mengatasi hal ini adalah pengayaan pakan yang memiliki kualitas rendah dengan enzim papain kasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh enzim papain kasar terhadap pertumbuhan dan survival rate Ikan Nila. Penelitian ini telah dilakukan selama 30 hari di kolam budidaya milik masyarakat Gubuk Barat I Desa Mamben Daya Kec. Wanasaba Lombok Timur. Terdapat 4 tahapan dalam prosedur kerja yang digunakan yaitu: preparasi enzim papain kasar, pencampuran enzim papain kasar dengan pelet, pengujian pelet yang telah dicampur dengan enzim papain kasar, dan evaluasi pengaruh enzim papain kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim papain kasar mampu meningkatkan pertumbuhan Ikan Nila sebesar 4 Kg selama 30 hari, hampir empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Ikan Nila yang tidak diberikan enzim papain kasar. Survival rate Ikan Nila yang ditambahkan enzim papain kasar sebesar 78,09%, lebih besar dibandingkan survival rate Ikan Nila yang tidak ditambahkan enzim papain kasar. Enzim papain kasar mampu meningkatkan pertumbuhan Ikan Nila secara signifikan. Akan tetapi, belum mampu menekan tingkat mortalitas Ikan Nila secara signifikan

    Variasi Genetik Kacang Komak (Lablab purpureus (L.) Sweet) Menggunakan Penanda RAPD di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat

    Full text link
    Penanda RAPD digunakan untuk evaluasi hubungan genetik diantara 26 aksesi kacang komak di Pulau Lombok. Koleksi sampel menggunakan metode jelajah di 4 kabupaten ada di Pulau Lombok, isolasi DNA menggunakan kit Nucleon Phytopure. Amplifikasi DNA menggunakan PCR dengan 5 primer yaitu L 11 (5’- ACGATGAGCC-3'), OPB 8 (5'-GTCCACACGG-3'), OPB 15 (5'-CGAGGGTGTT-3'), OPB 17 (5'-AGGGAACGAG-3'), dan OPH 6 (5'-ACGCATCGCA-3'). Prosedur PCR yang dilakukan mengacu pada yang telah dilakukan oleh Williams et al. (1990). Analisis kluster menggunakan UPGMA dengan menggunakan koefisien Jaccard. Pada koefisien 0,71 atau nilai similaritas 71% anggota kacang komak yang ada di P. Lombok mengelompok membentuk 4 klaster utama yaitu klaster I, II, III, dan IV.  Pola pengelompokan kacang komak yang ada di P. Lombok secara molekular tidak mencerminkan pola pengelompokan berdasarkan karakter morfologi polong maupun wilayah geografis. &nbsp

    Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (Quasi experimental research). Penelitian dilaksanakan di SMPN 10 mataram tahun pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah 62 siswa terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol dengan perlakuan yang berbeda. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keterampilan proses sains. Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik anakova untuk menguji pengaruh model pembelajaran terhadap keterampilan proses sains. Analisis dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 20 for Windows. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan ada perbedaan keterampilan proses sains siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan pembelajaran konvensional. &nbsp

    Penerapan Pembelajaran dengan Pendekatan Keterampilan Proses Sains Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia SMK Negeri 3 Mataram

    Full text link
    Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses sains untuk meningkatkan hasil belajar kimia di SMK Negeri 3 Mataram. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik program keahlian teknik bangunan kelas XI SMK Negeri 3 Mataram. Subyek penelitian melibatkan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain nonequivalent pre-test post-test control group design. Instrumen pengumpulan data berupa soal tes dalam bentuk soal pilihan ganda. Pengujian statistik dengan menggunakan independent sample t-test yang yang sebelumnya diuji normalitas dan uji homogenitas pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan peningkatan hasil belajar secara signifikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol

    Dekokta Scurulla atropurpurea Terhadap Kelengkungan Tulang Belakang Embrio Ikan Zebra

    Full text link
    Toxicity study on herb Scurulla atropurpurea has done by using Zebra fish (Danio rerio) embryo. The objective of this research is to study the effect of decocta of parasitic tea leaves on theraphy dosage, MATC, and LC50 to the backbones of Zebra fish embryo. This research is done by laboratory experiment method through in vitro by using research design post randomized control group only. The animal used in this research is Zebra fish embryo less than 3 hours post fertilization after fission process is finished and embryo is entering blastula stage. Total number of sample is 80 embryo and divided into 4 groups: control group without treatment, therapy dosage group (200ug/ml), LC50 group (2066ug/ml) and MATC group (237ug/ml) by decocta of parasitic tea leaves. Sample of Zebra fish embryo is putting in well-plate with 1 embryo per well. Treatment was given untill embryo at 72hpf at temperature 270 C. Data taken during study is analysed using one way ANOVA by SPSS version 16. Treatment with therapy dosage 200, MATC 237 and LC50 of decocta of parasitic tea leaves do not cause curvature of backbone in Zebra fish embrio. It is suspected that active compound in decocta of parasitic tea leaves at all above dosage do not able to disturb the structure and function of backbone. &nbsp

    93

    full texts

    108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Biota: Biologi dan Pendidikan Biologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇