Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
PENGDOKUMENTASIAN SITUS MEGALITIK SEBAGAI WARISAN BUDAYA RAWAN PUNAH DI KABUPATEN NIAS BARAT - SUMATERA UTARA
Megalithic sites are cultural objects left behind by humans in ancient times which are not only in the form of buildings made of large stones but also small stones as long as they are used to worship ancestors or forefathers. The tangible and intangible cultural heritage as well as the megalithic sites in West Nias are one of the cultural heritages prone to extinction that must be maintained and preserved. The focus of this research is material cultural heritage, namely megalithic sites spread across West Nias Regency and intangible cultural heritage. This research uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are carried out using qualitative analysis techniques which include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Meanwhile, for data validity techniques, researchers use data and method triangulation techniques. The results of this research state that the Megalithic Sites in West Nias are spread across 5 sub-districts and are found in several villages, namely (a) Megalithic Sites in Mandhrehe District: Simaeasi Village Megalithic Site, Tekhembowo Megalithic Site, Hiligoe Megalithic Site, Lologulo Marga Gulo Village Megalithic Site, and Tuhemberua Megalithic Site (b) North Mandrehe District Megalithic Site: Balodano Megalithic Site, Osa Osa Megalithic Site (c) Ulu Moro'o District Megalithic Site: Hili Lawelu Megalithic Stone, Behu Marga Waruwu Megalithic Stone, (d) Lolofitu District Megalithic Site Moi: Wango Village Megalithic Stone and Ara Fundrako Megalithic Site Waruwu Marga (e) Gowawambea Megalithic Site and seven other points
Harmoni Sosial Membentuk Interaksi Sosial Agama Islam dan Agama Hindu: Social Harmony Shapes Social Interaction Between Islam and Hinduism
Social interactions between Muslims and Hindus involve the convergence of different values, norms, and customs among followers of each religion, which has the potential to trigger problems in community life. Conflicts between the beliefs of followers of each religion occur in various regions. However, in the reality of these marriages, this is not a reason for the community in Laccoling. This study aims to describe and analyze the social interaction between Muslims and Hindus at weddings in Laccoling, Parepare City. The research method used a qualitative approach with descriptive research. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used were data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the form of social interaction that occurs at weddings in Laccoling is physical interaction, such as associative interaction, cooperation at weddings in Laccoling, and accommodation, which shows that the community demonstrates a pluralistic attitude of mutual respect for each other's religious rituals. Furthermore, in the interaction between the two communities, which shows the life of the Muslim and Hindu communities, there is social exchange in greeting, congratulating, and praying for each other. This interaction always occurs becauseInteraksi sosial yang terjadi bagi masyarakat Islam dan Hindu ialah adanya pertemuan nilai, norma serta kebiasaan yang berbeda dalam masing-masing pemeluk agama, sehingga sangat potensial memicu terjadinya masalah dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam berbagai wilayah terjadi konflik antara kepercayaan dari masing-masing pemeluk agama. namun dalam realitas pernikahan yang terjadi ini, bukan alasan bagi masyarakat yang terdapat di Laccoling. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalsisi terjadinya interaksi sosial masyarakat beragama Islam dan beragama Hindu pada acara perkawinan di Laccoling Kota Parepare. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengelolaan analisis data yang digunakan ialah reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa bentuk interaksi sosial yang terjadi pada acara perkawinan di Laccoling ialah interaksi fisik seperti interaksi asosiatif adanya kerja sama yang terjadi pada acara perkawinan di Laccoling serta adanya akomodasi yang menunjukkan bahwa masyarakat menunjukkan sikap pluralisme yang saling menghormati terhadap ritual keagamaan masing-masing. Selanjutnya dalam interaksi keduanya yang menunjukkan kehidupam masyarakat antara umat Islam dan Hindu terjadi pertukaran sosial , dalam menyapa, salng mengucapkan selamat dan doa antara mereka, interaksi ini selalu terjadi disebabkan perkawinan antara masyarakat kedua agama ini sealalu terjadi di Laccolling Kota Parepare
Analisis Penerapan Akad Murabahah dalam Pembiayaan Konsumtif di Bank Syariah
This study aims to analyze the implementation of the murabahah contract in consumer financing at Bank Syariah Indonesia (BSI) by examining its compliance with PSAK 102, transparency of margins, and the determining factors affecting financing performance and risk. Using a qualitative descriptive-analytical approach, the research collected data through in-depth interviews, observations, and document analysis involving financing officers, customers, and members of the Sharia Supervisory Board (DPS). The findings reveal that the implementation of murabahah at BSI generally complies with the formal requirements of PSAK 102; however, a gap remains between administrative compliance (compliance by design) and substantive transparency (compliance by evidence), particularly in documenting cost prices, margins, and disclosure of payment terms. Furthermore, bank-specific factors such as the Financing to Deposit Ratio (FDR), Third Party Funds (DPK), Non-Performing Financing (NPF), and operational efficiency significantly influence the growth and quality of murabahah financing. The study also finds that customers’ perception of fairness in margin determination and the supervisory role of the DPS are critical in fostering public trust and maintaining the stability of the Islamic financial system. The research implies that strengthening evidence-based PSAK 102 implementation, enhancing Islamic corporate governance, and improving Islamic financial literacy are essential to promote transparency, fairness, and sustainability in murabahah-based consumer financing in Indonesi
PENGARUH LIABILITAS JANGKA PENDEK DAN LIABILITAS JANGKA PANJANG TERHADAP PROFITABILITAS PT. MINERAL SUMBERDAYA MANDIRI Tbk.
This study aims to analyze and examine the effect of short-term liabilities and long-term liabilities on profitability at PT. Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk during the 2020–2023 period. The research employs a quantitative approach using multiple linear regression analysis to determine the extent to which both types of liabilities influence the company’s ability to generate profits. The data used are secondary data obtained from the company’s annual financial statements published through the Indonesia Stock Exchange (IDX). The results reveal that, partially, short-term liabilities have no significant effect on profitability, with a significance value of 0.212, which is greater than 0.05. Conversely, long-term liabilities have a significant effect on profitability, with a significance value of 0.033, which is less than 0.05. Simultaneously, both independent variables significantly affect profitability, as indicated by an F-statistic value of 882.377, which exceeds the F-table value of 19.00, with a significance level of 0.024. The Adjusted R Square value of 0.998 indicates that 99.8% of the variation in profitability can be explained by changes in short-term and long-term liabilities, while the remaining 0.2% is influenced by other factors outside the model. These findings confirm that efficient management of the capital structure, particularly long-term liabilities, plays a crucial role in improving financial performance and profitability within the mining sector.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang terhadap profitabilitas pada PT. Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk selama periode 2020–2023. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda untuk mengidentifikasi sejauh mana kedua jenis liabilitas tersebut memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, liabilitas jangka pendek tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan, dengan nilai signifikansi 0,212 yang lebih besar dari 0,05. Sebaliknya, liabilitas jangka panjang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dengan nilai signifikansi 0,033 yang lebih kecil dari 0,05. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas, ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 882,377 yang lebih besar dari F tabel 19,00 dengan tingkat signifikansi 0,024. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,998 menandakan bahwa 99,8% variasi profitabilitas dapat dijelaskan oleh perubahan dalam liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang, sedangkan sisanya 0,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Hasil ini menegaskan bahwa pengelolaan struktur liabilitas yang efisien, khususnya liabilitas jangka panjang, menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja keuangan dan profitabilitas perusahaan di sektor pertambangan
TA’ARUD Al-ADILLAH DAN METODE PENYELESAIANNYA MENURUT ULAMA HANAFIAH DAN ULAMA SYAFI’IYYAH
This study examines the issue of ta'arudh al-adillah (conflicts between arguments) and the methods for resolving them according to scholars of the Hanafi and Shafi'i schools. The issue of ta'arudh is important because it frequently arises in the process of establishing Islamic law due to differences in meaning, historical context, or the validity of arguments. The purpose of this study is to comparatively analyze the methods for resolving ta'arudh al-adillah used by these two major schools of thought, and their relevance to addressing contemporary legal dynamics. This study uses a normative juridical method with a qualitative approach. Data were obtained through a literature review of relevant primary and secondary literature, such as works on classical and modern ushul fiqh. The analysis was conducted descriptively and qualitatively to illustrate the approaches used by each school of thought. The results show that Hanafi scholars arrange the order of ta'arudh resolution using the methods of nasakh, tarjih, jam' wa tawfīq, and tasāquṭ. Meanwhile, Shafi'i scholars prioritize jam' wa tawfīq (contractual agreement), followed by tarjīḥ (reconciliation), and then, if this is not possible, using tatsāquṭ al-dalilain (conciliation). This difference in order reflects the rationalist tendencies of the Hanafis and the textualism of the Shafi'is. This study concludes that understanding the method of resolving ta'arudh al-adillah (conciliation) is crucial for maintaining the coherence of Islamic law and addressing the challenges of the times with a robust methodological approach.Penelitian ini membahas persoalan ta’arudh al-adillah (pertentangan antar dalil) dan metode penyelesaiannya menurut ulama mazhab Hanafiah dan Syafi’iyyah. Permasalahan ta’arudh menjadi penting karena sering kali muncul dalam proses penetapan hukum Islam akibat perbedaan makna, konteks historis, atau validitas suatu dalil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara komparatif metode penyelesaian ta’arudh al-adillah yang digunakan oleh dua mazhab besar tersebut, serta relevansinya dalam menghadapi dinamika hukum kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap literatur primer dan
Keywords:
Ta'arudh al-Adillah, Method of Hanafi, Shafi'iyyah scholars
Kata Kunci:
Ta’arudh al-Adillah ,Metode ulama Hanafiah, Syafi’iyyah.
ABSTRACT
This study examines the issue of ta'arudh al-adillah (conflicts between arguments) and the methods for resolving them according to scholars of the Hanafi and Shafi'i schools. The issue of ta'arudh is important because it frequently arises in the process of establishing Islamic law due to differences in meaning, historical context, or the validity of arguments. The purpose of this study is to comparatively analyze the methods for resolving ta'arudh al-adillah used by these two major schools of thought, and their relevance to addressing contemporary legal dynamics. This study uses a normative juridical method with a qualitative approach. Data were obtained through a literature review of relevant primary and secondary literature, such as works on classical and modern ushul fiqh. The analysis was conducted descriptively and qualitatively to illustrate the approaches used by each school of thought. The results show that Hanafi scholars arrange the order of ta'arudh resolution using the methods of nasakh, tarjih, jam' wa tawfīq, and tasāquṭ. Meanwhile, Shafi'i scholars prioritize jam' wa tawfīq (contractual agreement), followed by tarjīḥ (reconciliation), and then, if this is not possible, using tatsāquṭ al-dalilain (conciliation). This difference in order reflects the rationalist tendencies of the Hanafis and the textualism of the Shafi'is. This study concludes that understanding the method of resolving ta'arudh al-adillah (conciliation) is crucial for maintaining the coherence of Islamic law and addressing the challenges of the times with a robust methodological approach.
ABSTRAK
Penelitian ini membahas persoalan ta’arudh al-adillah (pertentangan antar dalil) dan metode penyelesaiannya menurut ulama mazhab Hanafiah dan Syafi’iyyah. Permasalahan ta’arudh menjadi penting karena sering kali muncul dalam proses penetapan hukum Islam akibat perbedaan makna, konteks historis, atau validitas suatu dalil. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara komparatif metode penyelesaian ta’arudh al-adillah yang digunakan oleh dua mazhab besar tersebut, serta relevansinya dalam menghadapi dinamika hukum kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi pustaka terhadap literatur primer dan sekunder yang relevan, seperti karya-karya ushul fiqh klasik dan modern. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif untuk menggambarkan pendekatan penyelesaian yang digunakan masing-masing mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama Hanafiah menyusun urutan penyelesaian ta’arudh melalui metode nasakh, tarjīḥ, jam‘wa tawfīq, dan tasāquṭ. Sementara itu, ulama Syafi’iyyah mendahulukan jam‘wa tawfīq, lalu tarjīḥ, nasakh, dan jika tidak memungkinkan, menggunakan tatsāquṭ al-dalilain. Perbedaan urutan ini mencerminkan kecenderungan rasionalitas pada Hanafiah dan tekstualisme pada Syafi’iyyah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa memahami metode penyelesaian ta’arudh al-adillah penting untuk menjaga koherensi hukum Islam dan menjawab tantangan zaman dengan pendekatan metodologis yang kuat.
 
PROGRAM ADVOKASI PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS BELAJAR MENGAJAR DI SDN GUNUNGKUNING
Education plays a vital role in shaping students character, skills, and mindset. However, primary schools often face challenges due to monotonous, teacher-centered methods that reduce motivation and participation. This article presents the Educational Advocacy Program implemented through the Community Service Program (KKN “ORDA MITRA PEMDA”) of Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung, conducted in Gunungkuning Village, Majalengka, from July 20 to August 25, 2025. Using the SISDAMAS model with four cycles socialization, social mapping, participatory planning, and program implementation with evaluation the program involved 4th to 6th grade students at SDN Gunungkuning. Activities included demonstrations, ice breaking, interactive discussions, simple experiments, and bullying advocacy. The results show improved student enthusiasm, active engagement, and better understanding of lessons through interactive and digital-based learning. Teachers also enhanced their ability to design varied, engaging lessons and manage classrooms effectively. In addition, bullying advocacy raised awareness of building a safe and respectful school environment. The program demonstrates that educational advocacy can serve as an effective and innovative model for improving teaching and learning quality in rural primary schools
Peran Modal Ventura Syariah dalam Meningkatkan Keberlanjutan UMKM di Indonesia : Peran Modal Ventura Syariah dalam Meningkatkan Keberlanjutan UMKM di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran modal ventura berbasis syariah dalam mendorong keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Modal ventura syariah, yang didasarkan pada nilai-nilai dan prinsip keuangan Islami, menawarkan solusi pembiayaan alternatif yang dirancang untuk membantu UMKM mengatasi berbagai kendala finansial sekaligus mendorong terciptanya inovasi. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang melibatkan lima UMKM yang telah berhasil memperoleh dukungan pembiayaan dari modal ventura syariah. Data dikumpulkan secara sistematis melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen selama kurun waktu enam bulan. Penelitian ini berfokus pada sejumlah variabel, termasuk akses terhadap pembiayaan, pengembangan inovasi produk, dan dampak sosial-ekonomi terhadap masyarakat sekitar.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa modal ventura syariah tidak hanya memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, tetapi juga mendorong praktik usaha yang lebih berkelanjutan dan sejalan dengan nilai-nilai etika. Selain itu, dukungan yang diberikan oleh investor berbasis syariah terbukti berkontribusi pada peningkatan kapasitas manajerial pelaku UMKM, serta mempercepat proses inovasi di berbagai sektor usaha. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengembangan lebih lanjut atas skema modal ventura syariah dapat memainkan peran strategis dalam memperkuat ekosistem UMKM di Indonesia. Hal ini juga diharapkan dapat mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam menciptakan lingkungan usaha yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang
Surah Al-Fajr Analisis Makna Kontekstual
This research is a library study, involving the selection, reading, examination, and analysis of books and other written sources relevant to the topic. By surveying the available literature, the researcher compiles and synthesizes the findings into a coherent scientific report. The results show that “contextual meaning” refers to the meaning of a word or lexeme as it appears within a particular sentence, and that it is influenced by four types of context: linguistic context, situational context, emotional context, and cultural context. In the case of Surah Al‑Fajr, the researcher identified several manifestations of contextual meaning within its verses. The linguistic context includes the use of oath formulas, warning rhetoric directed at rebellious peoples, and invitational language calling upon the obedient servants of God. Based on this analysis, the researcher concludes that Surah Al‑Fajr contains: (1) God’s oaths by various times of day, (2) admonitions to past nations who disobeyed and were subsequently punished by Allah, and (3) exhortations to those servants who submit to and are beloved by Allah
Dampak Komunikasi Politik Melalui Media Sosial Terhadap Paradigma Masyarakat
Media soial telah mengubah landskap komunikasi politik dengan menghadirkan ruang interaksi yang lebih terbuka antara pemerintah, politisi, da masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi politik melalui media sosial memengaruhi paradigma masyarakat terhadap politik dan demokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Kualitatif Deskriptif dengan teknik studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah berbagai literatue, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan. Analisi dilakukan menggunakan kerangka teori Komunikasi Massa, Agenda Setting, Used And Gratifications, Spiral Keheningan, dan Interaksi Simbolik untuk memahami proses penyebaran pesan politik, partisipasi publik, serta pembentukan persepsi masyarakat di ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam meningkatkan partisipasi politik dan literasi publik melalui penyebaran informasi yang cepat dan luas. Namun, di sisi lain, fenomena disinformasi, polarisasi, dan manipulasi opini publik masih menjadipermasalahan serius yang dapat membentuk paradigma masyarakat secara bias dan emosional, Oleh karena itu, diperlukan penerapan ettika komunikasi politik dan peningkatan literasi digital agar media sosial dapat berfungsi sebagai ruang demokratis yang sehat dan berintegritas
Studi Literatur: Peran Media Digital Dalam Meningkatkan Kembali Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI
Abstrak
Latar belakang: Penurunan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu tantangan dalam dunia pendidikan, terutama di era digital saat ini. Kurangnya pendekatan yang relevan dengan perkembangan teknologi menyebabkan pembelajaran PAI terasa monoton dan kurang menarik bagi siswa.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media digital dalam meningkatkan kembali minat belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI serta mengidentifikasi media digital yang paling efektif dalam mendukung proses pembelajaran.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dari jurnal dan sumber digital yang relevan dengan topik media digital dan pembelajaran PAI. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola dan kesimpulan dari berbagai hasil penelitian terdahulu.
Hasil: Hasil studi menunjukkan bahwa media digital berperan penting dalam meningkatkan kembali minat belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI. Media seperti video edukasi, animasi interaktif, podcast Islami, dan platform pembelajaran daring mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Media digital juga mendukung pendekatan visual dan audiovisual yang memudahkan siswa dalam memahami materi keislaman secara kontekstual dan aplikatif. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital guru, dan kurangnya kurasi konten Islami yang tepat masih menjadi hambatan dalam implementasi media digital secara merata.
Kesimpulan: Pemanfaatan media digital dapat menjadi solusi strategis untuk mengatasi penurunan minat belajar siswa terhadap PAI, asalkan didukung oleh kesiapan guru, akses teknologi yang merata, serta ketersediaan konten yang sesuai nilai-nilai Islam. Penelitian lanjutan berbasis data empiris diharapkan dapat menguji lebih dalam efektivitas media digital tertentu terhadap peningkatan motivasi dan pemahaman keagamaan siswa di berbagai jenjang pendidikan