Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
    2676 research outputs found

    Analisis Putusan Hakim Terhadap Hak Istri Dalam Perkara Cerai Gugat Nomor 333/Pdt.6/2023/PA.Mmj di Pengadilan Agama Mamuju

    Full text link
    Pemberian hak-hak istri dalam perkara cerai gugat dengan pertimbangan hakim dalam Putusan Cerai Gugat di Pengadilan Agama Mamuju (Studi Kasus Putusan Nomor 333/Pdt.G/2023/PA.Mmj). Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana pertimbangan hukum hakim terhadap hak-hak istri dalam perkara cerai gugat di Pengadilan Agama Mamuju, faktor-faktor yang memengaruhi pertimbangan hakim dalam memutus perkara cerai gugat tersebut dan dampak putusan cerai gugat terhadap pemenuhan hak-hak istri pasca perceraian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan hukum empiris. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, studi dokumen putusan, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan pertimbangan hukum hakim terhadap hak-hak istri didasarkan pada beberapa aspek, yaitu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kondisi ekonomi tergugat yang tidak mampu secara finansial, dan hasil mediasi yang menunjukkan kesepakatan damai antara para pihak. Berdasarkan itu, hakim mengabulkan cerai dan menetapkan hak asuh anak secara bersama, namun tidak mengabulkan tuntutan nafkah iddah, mut’ah, dan madhiyah. Faktor yang memengaruhi meliputi hasil mediasi, kondisi sosial ekonomi tergugat, stabilitas psikologis penggugat, serta kemaslahatan anak. Dampak dari putusan ini adalah pengakuan formal atas perceraian dan pemberian hak asuh anak, tetapi tidak terpenuhinya hak-hak ekonomi istri secara maksimal. Hal ini menandai perlunya pendekatan hukum yang lebih responsif terhadap ketimpangan gender. Oleh karena itu, pendekatan kemaslahatan dan keadilan substantif penting untuk dijadikan pijakan dalam menangani perkara cerai gugat di masa mendatang

    Solusi Ekonomi Islam Menghadapi Praktik Penggunaan Barang Sebagai Kembalian Pada Transaksi Jual Beli

    Full text link
    This research discusses the practice of using goods as change in buying and selling transactions and its implications from an Islamic perspective. In the economic system, the use of goods as change is common, this study analyzes the practice from an Islamic perspective that emphasizes fairness and certainty in transactions. The research identifies that the assessment of the value of goods as change can lead to uncertainty and unfairness, especially if there is no standardization or clear guidance on the type and quality of goods received. This can cause confusion and dissatisfaction for the recipient. Through a descriptive approach with a literature review, this research examines how Islamic business ethics views the practice, as well as how Indonesian regulations, such as the Consumer Protection Law, interact with Sharia principles. The research findings show the importance of applying the principles of willingness and agreement in buying and selling transactions, in accordance with the Qur'an and Hadith. The research suggests the need for legal formulations that consider the modern context while adhering to Islamic teachings to ensure fair and sharia-compliant business practices

    Studi Kritik Sanad Hadis dan Implikasinya terhadap Keabsahan Ajaran Ekonomi Syariah dalam Masyarakat

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kritik terhadap sanad hadis dan implikasinya terhadap keabsahan ajaran ekonomi syariah dalam masyarakat. Sanad hadis memainkan peran penting dalam menentukan otoritas dan validitas ajaran yang bersumber dari hadis. Kritik terhadap sanad, yang mencakup evaluasi terhadap perawi dan metode verifikasi, sangat mempengaruhi keabsahan ajaran ekonomi syariah yang diterapkan dalam praktik. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis literatur hadis dan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sanad hadis yang lemah atau tidak sah dapat memengaruhi penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang hubungan antara kritik sanad dan penerimaan ajaran ekonomi syariah yang sahih, serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi syariah yang lebih aplikatif dan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam

    Stilistika Prosa Dalam Buku “Sang Nabi” Karya Kahlil Gibran

    Full text link
    Literary works are the product of an individual’s creativity created for enjoyment; each author has their own way of expressing ideas and depicting them through a distinctive linguistic style. The stylistic devices found in the prose The Prophet by Kahlil Gibran serve to help analyze and give a complete picture of the value and meaning of each sentence in that prose. These include comparative figures of speech (association, personification, anthropomorphism, metaphor, periphrasis), contrasting devices (hyperbole, irony, sarcasm), and emphatic devices (climax, rhetorical question). This study is classified as library research. The data‑collection technique began with repeatedly reading the prose under study, comprehending its content, finding books related to the research topic for reference, selecting several prose passages from Kahlil Gibran’s The Prophet, and analyzing each sentence containing a stylistic device using a descriptive qualitative method. The results of the study on the use of stylistic devices in Kahlil Gibran’s The Prophet reveal ten different types of figures of speech, organized into three categories: comparison, contrast, and emphasis. The distribution is as follows: association in 21 sentences; personification in 40 sentences; anthropomorphism in 4 sentences; metaphor in 2 sentences; periphrasis in 2 sentences; hyperbole in 3 sentences; sarcasm in 1 sentence; irony in 1 sentence; climax in 2 sentences; and rhetorical question in 6 sentences. The most frequently used device in The Prophet is personification, appearing in 40 sentences

    Strategi Inovatif dalam Pembelajaran PAI : Problem Based Learning (PBL), Blended Learning, dan Flipped Classroom

    Full text link
    Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan pemahaman keislaman peserta didik. Namun, dalam era digital dan globalisasi saat ini. pembelajaran PAI menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya keterlibatan siswa, kurangnya pemanfaatan teknologi, serta metode pengajaran yang masih didominasi oleh pendekatan konvensional. Hal ini menuntut adanya strategi inovatif yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan menyesuaikan dengan karakteristik generasi saat ini.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dasar dan efektivitas penerapan Problem Based Learning (PBL), Blended Learning, dan Flipped Classroom dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), serta memberikan rekomendasi strategi optimal bagi pendidik dalam mengintegrasikan metode inovatif ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berfokus pada eksplorasi dan pemahaman pengalaman guru serta siswa dalam mengimplementasikan strategi inovatif dalam pembelajaran PAI. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh wawasan mendalam melalui interaksi langsung dengan subjek penelitian dan memahami fenomena dalam konteksnya secara alami.Hasil Penelitian menunjukkan Poblem Based Learning efektif dalam mendorong pemikiran kritis dan analitis, tetapi butuh pendampingan guru yang lebih intensif. Sedangkan Blended Learning meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas, tetapi butuh kesiapan infrastruktur yang baik. Dan Flipped Classroom membuat kelas lebih interaktif dan diskusi lebih mendalam, tetapi butuh disiplin belajar mandiri yang tinggi.Kombinasi ketiga metode ini akan memberikan hasil pembelajaran PAI yang lebih optimal, dengan memanfaatkan Poblem Based Learning untuk eksplorasi konsep, Blended Learning untuk fleksibilitas, dan Flipped Classroom untuk meningkatkan interaksi kelas.Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memerlukan inovasi dalam metode pengajaran agar lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Penerapan Problem Based Learning (PBL), Blended Learning, dan Flipped Classroom terbukti dapat meningkatkan pemahaman, keterlibatan, serta kemandirian belajar siswa dalam memahami konsep keislaman secara lebih kontekstual. Kata kunci: Strategi Inovatif dalam Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, Problem Based Learning, Blended Learning, Flipped Classroo

    The uniqueness of the pepaccur tradition in strengthening social ties in Lampung

    Full text link
    As cultural homogenization grows and local identities begin to fade, preserving oral traditions plays a more vital role in keeping communities connected. This study aims to examine the uniqueness and relevance of the pepaccur tradition in strengthening social ties within the Lampung community. This research employs a qualitative methodology with an ethnographic approach. Data were gathered through participatory observation, in-depth interviews with traditional practitioners, and a review of relevant literature. The analysis was conducted using interactive analysis techniques to explore the symbolic meanings and social functions embedded in the tradition. The findings indicate that pepaccur serves not only as a medium of customary communication but also as a unifying instrument that bridges diverse social groups through shared values, mutual respect, and cooperation. These findings have implications for social science education by highlighting the pedagogical value of integrating local traditions to promote understanding of social cohesion, identity, and cultural sustainability. The novelty of this study lies in its focus on pepaccur as a culturally embedded practice that contributes to the theoretical and practical discourse on local wisdom as a foundation for social harmony in multicultural settings.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keunikan tradisi pepaccur dalam mempererat ikatan sosial masyarakat lampung. Pepaccur merupakan tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun dan mempunyai peranan penting dalam membentuk identitas budaya serta memperkuat solidaritas sosial masyarakat Lampung. Dalam konteks Pendidikan IPS, tradisi ini mempunyai relevansi dalam upaya memahami interaksi sosial dan mekanisme pembentukan kohesi sosial dalam masyarakat tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan praktisi tradisi, dan studi literatur terkait. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif untuk memahami makna simbolik dan fungsi sosial tradisi Pepaccur dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pepaccur tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi adat, tetapi juga sebagai instrumen pemersatu berbagai kelompok sosial dalam masyarakat Lampung. Tradisi ini mempererat hubungan sosial melalui penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan kerjasama antar individu dalam masyarakat. Temuan-temuan tersebut memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang Pendidikan IPS, khususnya dalam memahami peran tradisi lokal dalam memperkuat struktur sosial dan membangun keharmonisan sosial dalam masyarakat multikultural. Penelitian ini memperkaya kajian interaksi sosial dalam perspektif budaya lokal dan memberikan wawasan bagi pengembangan kurikulum yang dapat memperkenalkan pentingnya tradisi dan budaya lokal dalam memperkuat kohesi sosial dalam masyarakat modern

    Literasi Statistik Ditinjau Dari Adversity Quotient Siswa: Statistical Literacy in Terms of Students' Adversity Quotient

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literasi statistik siswa berdasarkan Adversity Quotient (AQ), mengingat bahwa kemampuan menghadapi tantangan (AQ) dapat mempengaruhi pemahaman dan penerapan konsep-konsep statistik. Penelitian ini dilaksanakan di sebuah sekolah menengah pertama di Kelurahan Kamal, Kota Tangerang Selatan, pada semester genap tahun ajaran 2023/2024, dengan fokus pada siswa yang menghadapi tantangan pembelajaran matematika dalam konteks literasi statistik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan 140 siswa sebagai subjek. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes, yang mencakup 9 soal utama yang dikembangkan menjadi 14 soal esai literasi statistik, serta instrumen non-tes yang terdiri dari 60 pertanyaan. Data dikumpulkan melalui tes uraian literasi statistik dan angket AQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi statistik siswa dalam menyelesaikan soal masih tergolong rendah, sementara rata-rata tingkat AQ siswa berada pada kategori sedang. Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan statistik berdasarkan kategori AQ, dengan siswa AQ tinggi menunjukkan kemampuan statistik yang lebih baik dibandingkan siswa dengan kategori sedang, dan siswa kategori sedang unggul dibandingkan siswa kategori rendah. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan AQ sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan literasi statistik sisw

    Implementasi Model Teams Games Tournament (TGT) dalam Pembelajaran Barisan dan Deret: Implementation of the Teams Games Tournament (TGT) Model in Teaching Sequences and Series

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam mata pelajaran Matematika, khususnya pada materi Barisan dan Deret di salah satu Madrasah Aliyah Negeri di kota Barru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak penerapan model TGT terhadap pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X yang melakukan pembelajaran dengan model TGT. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan angket motivasi siswa, yang dianalisis dengan membandingkan kondisi sebelum dan setelah implementasi model pembelajaran TGT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT memberikan peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman konsep siswa dalam materi Barisan dan Deret. Selain itu, model ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, yang terlihat dari meningkatnya partisipasi aktif dalam diskusi dan turnamen akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran TGT dapat menjadi alternatif yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, khususnya dalam memahami konsep abstrak seperti Barisan dan DeretPenelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dalam mata pelajaran Matematika, khususnya pada materi Barisan dan Deret di salah satu Madrasah Aliyah Negeri di kota Barru. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak penerapan model TGT terhadap pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X yang melakukan pembelajaran dengan model TGT. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar dan angket motivasi siswa, yang dianalisis dengan membandingkan kondisi sebelum dan setelah implementasi model pembelajaran TGT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT memberikan peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman konsep siswa dalam materi Barisan dan Deret. Selain itu, model ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa, yang terlihat dari meningkatnya partisipasi aktif dalam diskusi dan turnamen akademik. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran TGT dapat menjadi alternatif yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, khususnya dalam memahami konsep abstrak seperti Barisan dan Dere

    Islamic Perspective on Kawing Soro’: An Analysis of Cross-Sibling Marriage: Analisis Hukum Islam terhadap Keunikan Kawing Soro’: dalam Perspektif FikihAn Islamic Legal

    No full text
    ABSTRACT This thesis research discusses the uniqueness of soro' mating in Data Village, Duampanua District, Pinrang Regency. In this research there are three problems, namely: 1) what is the process of implementing kawing soro'; 2) what are the factors that influence the occurrence of kawing soro; and 3) what is the view of Islam towards kawing soro’. The aim of this research is to find out whether the soro' marriage procession that applies in society is in accordance with Islamic rules and law.This research uses a qualitative approach with the type of field research. The sources in this research were religious figures in the Data Village community and several families who had carried out the Soro' wedding procession. The stages of data analysis carried out are identifying data, presenting data and drawing conclusions. By using a theoretical review, al-urf theory and maslahah mursalah theory.Keywords : Islamic Law, Kawing Soro’, Costum

    Transformasi Keterampilan Berbicara Melalui Multiliterasi di Era Digital

    Full text link
    This article aims to analyze the role of multiliteracies-based pedagogy in enhancing students' speaking skills in the context of 21st-century education. The study is driven by the increasing demands of communication across digital media and global settings, which require students to possess adaptive, multimodal, and context-aware speaking competencies. Employing a qualitative descriptive literature review method, this research synthesizes findings from 26 relevant national and international scholarly articles that explore the intersection of speaking skills and multiliteracy approaches. The analysis reveals that multiliteracy strategies—such as digital storytelling, telecollaboration, podcasting, digital comics, and virtual reality—significantly improve students' verbal fluency, confidence, and expressiveness in diverse learning environments. These approaches also benefit students with special educational needs and foster inclusive, culturally responsive communication practices. However, the implementation of multiliteracies in classrooms is still challenged by limited digital infrastructure, insufficient teacher training in media-integrated instructional design, and unequal access to educational technology. In light of these challenges, this study recommends systemic support through teacher professional development, broader access to digital learning tools, and curriculum reform that accommodates flexible, learner-centered, and media-rich instructional models. The integration of multiliteracies into mainstream education is expected to cultivate a generation of learners who are capable of speaking effectively, critically, and creatively across platforms and in various global contexts.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendekatan multiliterasi dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa di era pendidikan abad ke-21. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan komunikasi lintas media dan globalisasi yang memerlukan kemampuan berbicara yang adaptif, multimodal, dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang mengkaji 26 artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan topik keterampilan berbicara dan pedagogi multiliterasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi multiliterasi seperti digital storytelling, telecollaboration, podcast, komik digital, dan virtual reality dapat meningkatkan keberanian, ekspresi lisan, serta kefasihan berbicara siswa dalam berbagai konteks pendidikan. Pendekatan ini juga terbukti efektif untuk mendukung siswa dengan latar belakang khusus dan mendorong komunikasi yang lebih inklusif serta berbasis budaya. Meskipun demikian, implementasi multiliterasi masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kompetensi guru dalam desain pembelajaran berbasis media, serta kesenjangan akses teknologi antar siswa. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pemerintah dan lembaga pendidikan memberikan pelatihan profesional bagi guru, memperluas akses teknologi pendidikan, dan menyusun kurikulum yang fleksibel serta responsif terhadap kebutuhan komunikasi abad ke-21. Integrasi multiliterasi ke dalam sistem pendidikan secara menyeluruh diharapkan dapat membentuk generasi pembelajar yang mampu berbicara secara efektif, kritis, dan kreatif dalam berbagai platform dan situasi global

    2,142

    full texts

    2,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sao Jurnal IAIN Parepare
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇