Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, KECERDASAN SPIRITUAL DAN TINGKAT PENGHASILAN TERHADAP PERSEPSI ETIS SISWA AKUNTANSI TERHADAP PROFESI AKUNTANSI (Studi pada Mahasiswa Akuntansi Institut Agama Islam Negeri Parepare)
The accounting profession holds a vital role in managing a company's finances, bearing substantial responsibility for overseeing financial flows and ensuring the accuracy of transactions. Nevertheless, the growing occurrence of accounting misconduct, such as the manipulation of financial reports, has eroded public trust in this profession. This research aims to explore several factors influencing accounting students' ethical perceptions of the profession. Specifically, it investigates the impact of education level, spiritual intelligence, and income level on these ethical perceptions. Furthermore, the study examines the combined effect of education level, spiritual intelligence, and income level on the ethical views of accounting students regarding their profession.
A quantitative approach was adopted in this research, utilizing field research methods, particularly a questionnaire survey. To analyze the data, several testing techniques were employed, including descriptive statistics, validity and reliability tests, normality, multicollinearity, heteroscedasticity, multiple linear regression, the coefficient of determination (R²), F statistical tests, and t statistical tests.
The findings indicate that education level positively and significantly affects the ethical perceptions of accounting students toward the accounting profession. Similarly, spiritual intelligence also has a positive and significant influence. However, income level does not significantly impact the ethical perceptions of accounting students. When examined collectively, education level, spiritual intelligence, and income level together significantly influence the ethical views of accounting students regarding their profession.Profesi akuntan memainkan peran penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan, dengan tanggung jawab yang besar terkait pemantauan arus keuangan dan keabsahan transaksi. Namun, peningkatan kasus kejahatan akuntansi, seperti manipulasi laporan keuangan, telah meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat pendidikan terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi tentang profesi akuntan. Selain itu, penelitian ini juga meneliti pengaruh kecerdasan spiritual dan tingkat penghasilan terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi terkait profesi akuntan. Penelitian ini lebih lanjut mengeksplorasi pengaruh secara simultan dari tingkat pendidikan, kecerdasan spiritual, dan tingkat penghasilan terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi tentang profesi akuntan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian lapangan (Field Research), melalui survei angket atau kuesioner. Teknik pengujian prasyarat mencakup beberapa uji, seperti statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heterokedastisitas, regresi linear berganda, koefisien determinasi (R²), uji statistik F, dan uji statistik t.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi mengenai profesi akuntan. Kecerdasan spiritual juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi etis mahasiswa. Sementara itu, tingkat penghasilan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi. Secara keseluruhan, tingkat pendidikan, kecerdasan spiritual, dan tingkat penghasilan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap persepsi etis mahasiswa akuntansi tentang profesi akuntan
PERAN MANAJEMEN RISIKO LIKUIDITAS UNTUK KELANGSUNGAN OPERASIONAL BANK SYARIAH
Risiko likuiditas merupakan perhatian utama dalam manajemen keuangan, terutama bagi bank syariah yang harus mematuhi prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki risiko likuiditas dalam konteks keuangan Islam dan strategi pengelolaannya. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi pustaka untuk mengumpulkan serta mengevaluasi data dari berbagai sumber yang berkaitan. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa bank syariah menghadapi risiko likuiditas dari berbagai faktor, termasuk penarikan dana besar-besaran oleh nasabah dan ketidaksesuaian antara sumber pendanaan dan pembiayaan. Untuk mengelola risiko ini, bank syariah dapat menerapkan strategi diversifikasi sumber pendanaan dan penggunaan skema pendanaan antarbank syariah. Pentingnya manajemen risiko likuiditas yang efektif adalah krusial dalam memastikan kelangsungan operasional bank syariah tanpa melanggar prinsip-prinsip syariah yang menjadi landasannya
Analisis Pemahaman Siswa MA YMPI Rappang Kelas XI C terhadap Materi Fiqih (Hudud)
This study aims to analyze the understanding of students in class XI C at MA YMPI RAPPANG regarding fiqh material related to hudud law. The topic of hudud in fiqh is considered complex and controversial, requiring a deep understanding of the concepts and their application in Islamic law. The research method used is a qualitative descriptive approach, with data collection techniques including written tests, interviews, and direct observation of teaching and learning activities. The research subjects are the students of class XI C. The results show that the students' understanding of the hudud material is still limited, with most students finding the topic difficult to comprehend due to a lack of understanding about its contextual application in modern society, as well as insufficient explanation from the teacher. Factors affecting students' understanding include teaching methods, limited learning resources, and a lack of in-depth discussion on hudud law. This study recommends that the teaching of hudud material be supplemented with a more contextual and practical approach, and that more dialogues and discussions be conducted to improve students' understanding.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman siswa kelas XI C di MA YMPI RAPPANG mengenai materi fiqih yang berhubungan dengan hukum hudud. Topik hudud dalam fiqih dianggap sebagai isu yang rumit dan kontroversial, yang memerlukan pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep serta penerapannya dalam hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa tes tertulis, wawancara, dan observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemahaman siswa terhadap materi hudud masih terbatas, di mana sebagian besar siswa merasa kesulitan dalam memahami topik ini akibat kurangnya pengetahuan tentang penerapannya dalam konteks masyarakat modern dan penjelasan yang tidak memadai dari guru. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman siswa meliputi metode pengajaran, keterbatasan sumber belajar, serta kurangnya diskusi mendalam mengenai hukum hudud. Penelitian ini merekomendasikan agar pengajaran tentang materi hudud dilengkapi dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan aplikatif, serta meningkatkan frekuensi dialog dan diskusi untuk memperbaiki pemahaman siswa
Ta'lim Muta'allim: Menanamkan Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peneerapan nilai-nilai Kitab Ta’lim Muta’llim dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menumbuhkan sikap Moderasi Beragama peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode library research, dengan menganalisis berbagai artikel jurnal, buku, dan publikasi ilmiah terkait penerapan nilai-nilai Kitab Ta’lim Muta’allim dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kitab Ta’lim Muta’allim, karya Syekh Al-Zarnuji merupakan salah satu sumber ajar penting dalam pendidikan Islam. Penerapan Kitab Ta’lim Muta’allim dapat membantu peserta didik dalam menghadapi tentangan ektremisme agama. Dengan memahami konsep moderasi dalam Islam, peserta didik dapat membentengi diri dari radikalisme dan menmbuhkan sikap saling menghormati dan memahami dalam praktik agama. Namun, penerapan nilai-nilai Kitab Ta’lim Muta’allim dalam proses pembelajaran PAI juga membutuhkan dukungan dan kerja sama antara pengajar, lembaga pendidikan, dan orang tua. Diperlukan pelatihan yang memadai bagi pengajar untuk menerapkan pendekatan yang sesuai dan untuk menggali potensi nilai-nilai Moderasi dalam Kitab Ta’lim Muta’allim. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penerapan nilai-nilai Kitab Ta’lim Muta’allim dalam proses pembelajaran PAI dapat menjadi salah satu strategi dalam menumbuhkan Sikap Moderasi peserta didik. Harapannya semoga penelitian ini menjadi referensi bagi pengajar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI yang berorientasi pada pembentukan sikap Moderasi Beragama
Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah dan Perbankan Konvensional di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja keuangan antara perbankan syariah dan perbankan konvensional di Indonesia selama lima tahun terakhir. Kinerja keuangan diukur menggunakan beberapa rasio keuangan, termasuk Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Loan to Deposit Ratio (LDR). Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan bank syariah dan bank konvensional besar yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbankan konvensional memiliki ROA yang lebih tinggi dibandingkan dengan perbankan syariah, sedangkan perbankan syariah menunjukkan ROE yang lebih kompetitif. Selain itu, perbankan syariah cenderung memiliki manajemen likuiditas yang lebih konservatif dibandingkan perbankan konvensional. Penelitian ini memberikan wawasan bagi regulator, investor, dan pihak perbankan dalam memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh kedua jenis perbankan di Indonesia
PROSES PENCIPTAAN NABI ADAM A.S. DAN NABI ISA A.S. DALAM AL-QUR’AN ( SUATU ANALISIS LINGUISTIK SEMIOTIKA )
This research discusses the Creation Process of Prophet Adam a.s. and Prophet Isa a.s. in the Qur'an, examining two main issues: the creation process of Prophet Adam a.s. and Prophet Isa a.s. as described in the Qur'an, and the semiotic meaning of the creation of Prophet Adam a.s. and Prophet Isa a.s. as described in the Qur'an. This research is a descriptive study that describes the creation process of Prophet Adam a.s. and Prophet Isa a.s. in the Qur'an using a semiotic-linguistic approach from Ferdinand de Saussure's perspective, employing the method of signifier and signified. Data collection techniques include literature review, relevant literature, and various references. The results of this study show that the creation of Prophet Adam a.s. and Prophet Isa a.s. is unique. Prophet Adam a.s. was created without the intermediary of a father and mother; he was created from clay shaped perfectly, then a soul was breathed into him by Allah SWT, making him a living human. As for Prophet Isa a.s., he was created by Allah SWT without a father, through the intermediary of the angel Gabriel, who blew a soul into Mary's womb, and she conceived and then gave birth to Isa a.s. In semiotic analysis, the signifier and signified related to the creation process of these two Prophets in the Qur'an, such as turābin meaning clay, al-insana meaning human, gulāman zakiyyan meaning a pure boy, kun fayakun meaning be, and it is
Education Based On Religious Moderation In The Qur'an
The increasingly complex diversity of society, encompassing variations in religion, tribe, culture, ethnicity, groups, and organizations, if not based on a deep-rooted understanding of religious moderation, can lead to disputes, egoism, intolerance, discrimination, and extremism, making differences seem problematic. Islam teaches that differences are a blessing from Allah Swt. The objectives of this paper are twofold: first, to provide a comprehensive understanding of the concept of education based on religious moderation; and second, to conduct studies to understand and apply the concept of education based on religious moderation in the study of the Qur'an. This research employs library research methods or literature studies, with data collection carried out in several stages, ranging from collecting references to analyzing them. The study focuses specifically on the concept of religious moderation-based education in the Qur'an. The results reveal several key Qur'anic verses that underpin this concept: QS al-Baqarah / 2:143 emphasizes the prohibition of discriminating between people; QS al-Mulk / 67:3 highlights the importance of maintaining the balance of natural phenomena; QS ash-Sham / 91:7-9 discusses moral values; QS al-Hujurat / 49:13 addresses issues of nation and state; QS Luqman / 31:19 promotes moderation in conduct; QS an-Nisa / 4:58 underscores justice; and QS al-Kafirun / 109:1-6 supports the freedom of religion. The study concludes that the concept of moderation-based education in the Qur'an is well-supported by various verses. These findings imply that integrating cultural education based on local wisdom with religious moderation can help individuals appreciate culture as a form of respect rather than a deviation from religious teachings. The author recommends further research on this integrated approach to enhance the understanding and application of religious moderation in diverse societies
Komunikasi Lingkungan pada Bank Sampah di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung: Sebuah Studi Komparatif
The aim of this research is to determine environmental communication in the Bersinar Waste Bank in Bandung Regency and the DLH Main Waste Bank in Bandung through a comparative study. The research method used is a qualitative method with a case study approach. The choice of this method is based on facts in the field. The research results show that the waste management carried out by the Bandung City DLH Waste Bank and the Bersinar Bandung Regency Waste Bank is quite good, starting from the procedures for delivering messages, the completeness of the platforms used and the programs created. Bandung City DLH Waste Bank and Bandung Regency Bersinar Waste Bank must continue to make positive improvisations to reduce the waste problem which continues to be a major problem in Bandung City and Regency. The positive impact that can be seen from the environmental communication process carried out by the two Waste Banks is that people are increasingly concerned about protecting the environment by managing, sorting and saving waste at the Waste Bank. This impact can be seen from the public's response which can interpret the messages conveyed during socialization and conveying information via social media.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi lingkungan dalam Bank Sampah Bersinar di Kabupaten Bandung dan Bank Sampah Induk DLH di Bandung melalui studi komparatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pilihan metode ini didasarkan pada fakta di lapangan bahwa metode ini akan memberi penulis kebebasan untuk mempelajari lebih lanjut masalah yang dihadapi oleh subjek penelitian. Dalam penelitian, pendekatan kualitatif digunakan untuk mempelajari dan memahami makna seseorang atau kelompok terhadap masalah sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang telah dilakukan oleh Bank Sampah DLH Kota Bandung dan Bank Sampah Bersinar Kabupaten Bandung cukup baik dimulai dari tata cara penyampaian pesan, kelengkapan platform yang digunakan hingga program-program yang dibuat. Bank Sampah DLH Kota Bandung dan Bank Sampah Bersinar Kabupaten Bandung harus terus melakukan improvisasi yang positif guna mengurangi masalah sampah yang terus menjadi masalah utama di Kota dan Kabupaten Bandung. Dampak positif yang terlihat dari proses komunikasi lingkungan yang dilakukan oleh kedua Bank Sampah tersebut yaitu masyarakat semakin peduli untuk menjaga lingkungan dengan mengelola, memilah dan menabung sampah ke Bank Sampah. Dampak tersebut dilihat dari respon masyarakat yang dapat memaknai pesan yang disampaikan pada saat sosialiasi dan penyampaian informasi melalui media sosial.
Kata kunci: Komunikasi lingkungan, Bank Sampah Induk DLH, Bank Sampah Bersinar
Reformulation of Dzikir in Reducing Anxiety of Medical Patients
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas dzikir dalam mengurangi kecemasan pada individu dengan berbagai kondisi, termasuk pasien pra-operasi, wanita hamil, dan individu dengan fobia spesifik. Penelitian ini menggunakan metode mix-methods yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Desain penelitian ini mencakup pengumpulan data melalui kuesioner skala kecemasan seperti Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) dan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS), serta wawancara semi-terstruktur dan diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dzikir secara signifikan mengurangi tingkat kecemasan di seluruh kelompok yang diteliti. Pada pasien pra-operasi, skor HARS menurun dari 24,5 menjadi 15,3 setelah intervensi dzikir. Wanita hamil yang mengikuti terapi dzikir juga menunjukkan penurunan skor PASS dari 20,2 menjadi 10,5. Selain itu, kombinasi dzikir dengan terapi perilaku kognitif (CBT) menunjukkan hasil yang lebih baik dalam mengurangi gejala fobia spesifik dibandingkan hanya menggunakan CBT. Penelitian ini menunjukkan bahwa dzikir tidak hanya berfungsi sebagai intervensi psikologis yang efektif, tetapi juga sebagai alat spiritual yang memberikan dampak emosional yang signifikan. Integrasi dzikir dengan terapi konvensional memberikan pendekatan yang lebih holistik dalam pengelolaan kecemasan.This study aims to explore the effectiveness of dzikir in reducing anxiety in individuals with various conditions, including pre-operative patients, pregnant women, and individuals with specific phobias. This research uses a mixed-methods approach that combines qualitative and quantitative methods. The research design includes data collection through anxiety scales such as the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) and the Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS), as well as semi-structured interviews and focus group discussions (FGDs). The results show that dzikir significantly reduces anxiety levels across the groups studied. Among pre-operative patients, HARS scores decreased from 24.5 to 15.3 after the dzikir intervention. Pregnant women who participated in dzikir therapy also showed a reduction in PASS scores from 20.2 to 10.5. Additionally, the combination of dzikir with cognitive-behavioral therapy (CBT) yielded better results in reducing specific phobia symptoms compared to using CBT alone. This study demonstrates that dzikir not only functions as an effective psychological intervention but also serves as a spiritual tool that provides significant emotional impact. The integration of dzikir with conventional therapy offers a more holistic approach to managing anxiety
Analisis Tingkat Kesadaran Masyarakat dalam Membayar Zakat Pertanian di Desa Plakpak Pegantenan Pamekasan: Analysis of the Level of Public Awareness in Paying Agricultural Zakat in Plakpak Village Pegantenan Pamekasan
Plakpak Village, Pegantenan District, Pamekasan Regency, is a village in Pemekasan Regency where the most of the population earns their income from agriculture. Agricultural zakat is one of the obligations that must be fulfilled, but participation in carrying out agricultural zakat is considered to be very lacking in almost all regions. This research purposeful to see how farmers in Plakpak Village understand how to pay agricultural zakat and its relationship with the welfare of farmers in terms of the benefits that agricultural zakat bring to farmers. The procedure used is quantitative descriptive. Farmers in Plakpak Village, Pegantenan District, Pamekasan Regency already have an explanation of agricultural zakat, although they have not yet studied in depth the concept and procedures of agricultural zakat, such as calculations and nisab. Understading of paying agricultural zakat is still low among rice farmers in the area. Of the 5 farmers World Health Organization were informants, only 20% or 1 farmer had paid his agricultural zakat, while 80% or 4 other farmers had not done so.Abstrak
Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan, ialah suatu Desa di Kabupaten Pemekasan yang kebanyakan kependudukannya berpenghasilan dari kepertanian. Zakat pertanian ialah salah satu berkewajiban serta wajib dipadati tetapi berpartisipasi dalam melakukan zakat pertanian dikira masih sangatlah sedikit nyaris disemua wilayah. Riset ini berketujuan buat memandang gimana pemahaman petani di Desa Plakpak dalam membayarkan zakat pertanian dan dikaitkan dengan berkesejahteran petani dalam perihal khasiat yang dari zakat kepertanian kepada petani. Tata cara yang tergunakan merupakan deskriptif kuantitatif. Para petani di Desa Plakpak Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan sudah mempunyai uraian mengenai zakat pertanian, walaupun belum secara mendalam menimpa konsep serta prosedur zakat pertanian, semacam perhitungan, kandungan, serta nisabnya. Pemahaman buat membayar zakat pertanian masih rendah di golongan petani padi di daerah tersebut. Dari 5 petani yang jadi informan, cuma 20% ataupun 1 petani yang sudah membayar zakat pertaniannya, sedangkan 80% ataupun 4 petani yang lain belum melaksanakannya