Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
    2676 research outputs found

    Hashar: Unlocking Traditional Collective Works Practice as Integrated Cultured Islamic Philanthropy Model

    Get PDF
    Purpose – This study explores the role of Hashar as a traditional collective work practice in Uzbekistan and its integration with Islamic philanthropic principles.. The findings reveal that Hashar embodies the principles of mutual assistance (Takaful) and voluntary service (Sadaqah), effectively bridging cultural heritage and Islamic values. Method – Using a mixed-methods approach, data were collected through field observations, in-depth interviews with community leaders and religious scholars, and analysis of relevant historical and cultural records. Findings – The results highlight Hashar’s adaptability in addressing contemporary challenges, such as mobilizing community resources in underserved areas and fostering intergenerational engagement. Practical implications –Leveraging digital platforms to modernize Hashar coordination, forming partnerships with NGOs, and integrating Hashar with formal philanthropic mechanisms like Zakat and Waqf. Originality/value – The interplay between tradition and modern Islamic philanthropy, offering actionable strategies for policymakers and community leaders to promote culturally aligned sustainable developmen

    TINJAUAN SISTEMATIS LITERATUR IMPLEMENTASI PAI MULTIDISIPLINER PADA MADRASAH

    Get PDF
    ABSTRACT This article examines the implementation of Multidisciplinary Islamic Religious Education (PAI) in Madrasahs, focusing on the integration of Islamic teachings with other academic disciplines. The multidisciplinary approach aims to provide a more comprehensive understanding of Islamic principles within the context of contemporary life. The study identifies challenges in the implementation of multidisciplinary PAI, including resource limitations and teacher training, and highlights the benefits of integrating PAI with science, technology, social studies, and the humanities. Key benefits of this approach include enhanced student understanding of Islamic teachings, development of critical thinking skills, reinforcement of Islamic identity, and improved social responsibility. The article also emphasizes the importance of developing a more relevant curriculum and teaching strategies that address these challenges to maximize student learning outcomes. Keywords:Islamic Religious Education, multidisciplinary PAI, integration of Islamic teachings, character education, critical thinking, curriculum, Madrasah, integrated learning

    The Decline of Mabbarazanji: Customary Religious Practice in the Lens of Islamic Legal Philosophy: Penurunan Tradisi Mabbarazanji: Praktik Keagamaan Adat dalam Perspektif Falsafah Hukum Islam

    Get PDF
    This study examines the Mabbarazanji tradition in post-wedding ceremonies within the Bugis community of Kandiawang, South Sulawesi, through the lens of Islamic legal philosophy. As a locally rooted religious practice, Mabbarazanji encapsulates collective recitations, symbolic offerings, and communal participation that transcend its ritualistic function to embody cultural identity and spiritual values. The research aims to explore how the tradition is practiced, perceived by the community, and positioned within the framework of ‘urf (custom) and maqāṣid al-sharī‘ah (objectives of Islamic law). Employing a qualitative fieldwork design, data were gathered over two months through participant observation, semi-structured interviews with religious and cultural leaders, and documentation of the ceremony. Thematic analysis revealed that Mabbarazanji is not only considered a sacred obligation but also a medium for transmitting ethical values such as unity, loyalty, and gratitude. Symbolic items—such as sticky rice, bananas, and eggs—convey culturally embedded meanings that align with Islamic virtues. The discussion situates Mabbarazanji as a case of dynamic religious embodiment, where local tradition and Islamic legal principles coexist. While generational disengagement poses challenges to its continuity, the ritual’s alignment with sharī‘ah norms and its capacity to promote social cohesion underscore its theological and cultural legitimacy. This study contributes to the discourse on the integration of local customs within Islamic jurisprudence and highlights the role of vernacular ritual in preserving ethical traditions in the face of modern transformation

    Perbandingan Pemahaman Mahasiswa dan Mahasiswi Kelas KPI A Semester 5 Dalam Menerima Pembelajaran Metode Penelitian Dakwah dan Komunikasi (Kuantitaif)

    Get PDF
    The ability to understand is needed by students in taking courses. This study aims to determine the comparison of students' and female students' understanding in receiving learning Da'wah and Communication Research Methods (quantitative), this research is a quantitative study. Data collected by questionnaire technique, respondents in this study were 30 respondents, 7 students and 23 female students of KPI A class semester 5 IAIN Parepare. Based on the results previously obtained, it was found that there was no difference in the understanding of KPI A class students and female students in semester 5 in receiving teaching research methods of da'wah and communication (quantitative).Keywords: understanding, learning, quantitative methodsKemampuan pemahaman sangat diperlukan mahasiswa dalam menempuh mata kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pemahaman Mahasiswa dan Mahasiswi dalam menerima pembelajaran Metode Penelitian Dakwah dan Komunikasi (kuantitatif), penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data yang dikumpulkan dengan Teknik koesioner, responden dalam penelitian ini sebanyak 30 responden, 7 Mahasiswa dan 23 Mahasiswi kelas KPI A semester 5 IAIN Parepare. Berdasarkan hasil yang di peroleh sebelumnya maka didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan pemahaman mahasiswa dan mahasiswi kelas KPI A semester 5 dalam menerima pembelajaran metode penelitian dakwah dan komunikasi (kuantitatif). Kata Kunci : pemahaman,pembelajaran, metode kuantitati

    DINAMIKA EKSISTENSI FEDERASI KERAJAAN TELLU LIMPOE DAN PITU ‎LIMPOE DALAM KONTEKS PEMBENTUKAN KABUPATEN SINJAI

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengkaji dan menganalis dinamika politik Federasi Kerajaan Tellu Limpoe dan Pitu Limpoe; 2) Menelisik eksistensi dalam sistem kerajaan dari Federasi Kerajaan Tellu Limpoe dan Pitu limpoe sehingga layak sebagai pembentukan Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Library Research dengan mengkaji secara kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Federasi Kerajaan Tellu Limpoe yang berada di daerah pesisir teluk Bone yakni Kerajaan Tondong, Kerajaan Bulo-bulo, dan Kerajaan Lamatti sedangkan  Federasi Pitu Limpoe atau pitu bate-bate ri wawo bulu berada di sekitar kaki gunung bawakaraeng adapun kerajaan-kerajaan yang beraliansi yakni: Kerajaan Turungang, Kerajaan Manipi, Kerajaan Terasa, Kerajaan Manimpahoi, Kerajaan Suka, Kerajaan Balasuka, dan Kerajaan Pao. Kedatangan Datuk Bungsu di Kerajaan Tiro dengan membawa cahaya ‎Islam membuat gempar di Federasi Kerajaan Tellu Limpoe. Kabar penyebaran ‎Islam semakin meluas sampai ke Federasi Kerajaan Tellu Limpoe. Kedatangan Kolonial Belanda dan resmi sebagai instansi pemerintahan pada tahun 1859 dan membentuk De Afdeling Sindjai. Kedudukan Jepang setelah perjanjain kalijati pada tahun 1942 kekuasaan pemerintah di Sinjai di alihkan ke Kolonial Jepan

    A DEVELOPMENT OF AL-QUR'AN EDUCATION USING THE MUROJA'AH METHOD AT TKIT DARUL QUR'AN MADANI PAREPARE: PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DENGAN METODE MUROJA’AH DI TKIT DARUL QUR’AN MADANI PAREPARE

    No full text
    ABSTRACT Based on the results of field observations, muroja'ah plays a very important role in the Al-Qur'an memorization program because memorizing the Al-Qur'an is one of the keys so that children can memorize the book well. The obstacle in implementing muroja'ah is that students do not manage their time at home well because some students spend their time playing, being lazy, and rarely memorizing muroja'ah. Basically, memorizing the Al-Qur'an is more effective than memorizing the Al-Qur'an. an. Researchers conducted research on children with the aim of finding out the effectiveness of the muroja'ah method in developing Al-Qur'an learning. The method used in this research is the classroom action method. This depends on the context and objectives of the research. Researchers made direct observations during practical field experience (PPL) at the Darul Qur'an Madani Parepare IT Kindergarten. Classroom action research is the study of learning activities in the form of deliberately designed activities that occur in the classroom. These activities are carried out by teachers or under the guidance of teachers and students.  ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi lapangan muroja’ah merupakan peranan yang sangat penting dalam program hapalan Al-Qur’an karena menghafal Al-Qur’an merupakan salah satu kunci agar anak dapat menghafal kitab denga baik. Kendala dalam pelaksanaan muroja’ah adalah siswa tidak mengatur waktu dirumah dengan baik karena sebagian siswa menghabiskan waktunya dengan bermain, malas, dan jarang muroja’ah yang mereka hafal, pada dasarnya menghapal Al-Qur’an lebih ampuh dari pada menghapal Al-Qur’an. Peneliti melakukan penelitian pada anak dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan metode muroja’ah dalam mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tindakan kelas. Hal ini tergantung pada konteks dan tujuan penelitian. Peneliti melakukan observasi langsung pada saat praktik pengalaman lapangan (PPL) di TK IT Darul Qur’an Madani Parepare. Penelitian tindakan kelas adalah studi tentang aktivitas pembelajaran dalam bentuk aktivitas yang dirancang secara sengaja yang terjadi dalam kelas. Kegiatan tersebut dilakukan oleh guru atau di bawah bimbingan guru dan siswa

    PEMIKIRAN MAZHAB MALIKI DAN HAMBALI TENTANG GADAI DAN RELEVANSI PENERAPANNYA DI MASYARAKAT

    Get PDF
    Pawning is part of muamalah which many people do to obtain loans for the goods they pawn. Regarding the concept of pawning, the Maliki and Hambali schools have different views. In this case, it is about the use of pawned goods. The aim of this research is to determine the thoughts of the Maliki and Hambali schools regarding the concept of pawning and the relevance of its application in society. This research uses a conceptual and comparative approach. In this research, using the library research method. Then, the data collection methods used are editing, organizing, and finding. Also, the data processing method used is the deductive method. The results of the research can be stated that pawning is permitted in Islam. Malikiyyah scholars agree that it is not permissible for ar-rahin to use al-marhun. Furthermore, if al-murtahin makes use of pawned goods, the Malikiyyah ulama provide three conditions, namely that the existing loan is caused by buying and selling, there are conditions given by the murtahin to use the pawned goods, the utilization required has a limited time. The Hanabilah ulama are of the opinion that ar-rahin is not permitted to use al-marhun other than by obtaining al-murtahin's permission. Meanwhile, if al-murtahin uses pawned goods, it is permissible only for animals that can be ridden and milked. Regarding the relevance of implementing pawn contracts in the community, for example in Samallangi Village, the terms and conditions are appropriate. However, only taking the benefits is not relevant to the thoughts of the Maliki and Hambali schools of thought.Gadai adalah bagian dari muamalah yang banyak dilakukan oleh masyarakat untuk memperoleh pinjaman atas barang yang ia gadaikan. Mengenai konsep gadai, mazhab Maliki serta Hambali mempunyai pandangan yang tidak sama. Dalam hal ini, tentang pemanfaatan barang gadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemikiran mazhab Maliki dan Hambali mengenai konsep gadai serta relevansi penerapannya di masyarakat. Penelitian ini memakai pendekatan konsep serta komparatif. Pada penelitian ini, menggunakan metode kepustakaan (library research). Kemudian, metode pengumpulan data yang dipergunakan adalah editing, organizing, serta finding. Serta, metode pengolahan data yang dipergunakan ialah  metode deduktif. Hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa gadai dibolehkan dalam Islam. Ulama Malikiyyah bependapat bahwa tidak boleh bagi ar-rahin memanfaatkan al-marhun. Selanjutnya, apabila al-murtahin memanfaatkan pada barang gadai, ulama Malikiyyah memberikan tiga syarat, yaitu pinjaman yang ada disebabkan oleh jual beli, adanya syarat yang diberikan oleh murtahin untuk memanfaatkan barang gadai, pemanfaatan yang disyaratkannya memiliki waktu yang terbatas. Adapun ulama Hanabilah berpendapat yaitu tidak dibolehkan oleh ar-rahin memanfaatkan al-marhun selain dengan mendapatkan izin al-murtahin. Sedangkan, jika al-murtahin memanfaatkan barang gadai dibolehkan pada hewan yang bisa ditunggangi serta diperah susunya saja. Tentang relevansi dengan pelaksanaan akad gadai di masyarakat, contohnya pada Desa Samallangi, rukun serta syaratnya telah sesuai. Akan tetapi, hanya pada pengambilan manfaatnya saja yang tidak relevan dengan pemikiran mazhab Maliki dan  Hambali

    implementasi manajemen resiko terhadap keberlangsungan usaha umkm

    Get PDF
    ABSTRACT This study aims to analyze several potential risks and strategies to be applied by Buah Reza MSMEs. This research uses qualitative research methodology and data collection techniques in the form of interviews with these business owners. MSMEs Reza Fruit Risks are identified as the most frequent risks and classified as high risk in MSMEs Buah Reza is a risk of decreasing sales, which is quite especially in online ordering, because discounts in it are not always there, The number of existing competitors will cause fewer buyers in Buah Resa MSMEs and the increasingly expensive price of raw materials can cause an increase in the price of goods sold and can cause a decrease in the purchase price of Fruit To minimize the risks that may arise, It is necessary to identify risks and then proceed with analysis and mitigation. One possible method of assistance is through making sure the online ordering platform is presented in a user-friendly manner, improving product quality to provide added value to customers and long-term price agreements.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa potensi risiko serta strategi yang akan diterapkan oleh  UMKM Buah Reza. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data yang dialkukan berupa wawancara kepada pemilik usaha tersebut UMKM Buah Reza Risiko yang diidentifikasi sebagai risiko paling sering dan tergolong risiko tinggi di UMKM Buah Reza adalah risiko Penurunan penjualan, yang cukup terutama pada pemesanan online, karena diskon didalamnya tidak selalu ada, Banyaknya kompetitor yang ada akan menyebabkan sedikitnya pembeli di UMKM Buah Resa dan Harga bahan baku yang semakin mahal dapat menyebabkan kenaikan harga barang yang dijual dan dapat menyebabkan penurunan harga pembelian Buah Untuk meminimalkan risiko yang mungkin timbul, perlu untuk mengidentifikasi risiko dan kemudian melanjutkan dengan analisis dan mitigasi. Salah satu metode bantuan yang mungkin adalah melalui melakukan Pastikan Platfom pemesanan online disajikan secara user-friendly, Peningkatan kualitas produk untuk memberikan nilai tambah kepada pelaggang dan Perjanjian Harga Jangka Panjang

    ANALISIS AKAD SAHAM PADA PRODUK PASAR MODAL SYARIAH

    Get PDF
    Pertumbuhan dan signifikansi pasar modal syariah di Indonesia, yang didorong oleh kesadaran akan investasi sesuai prinsip syariah Islam. Fokus utama adalah pada produk akad salam, yang populer dalam transaksi jual beli berbasis syariah. Meskipun mengalami pertumbuhan positif, pasar modal syariah juga dihadapkan pada tantangan seperti edukasi yang lebih luas dan kebutuhan akan transparansi. Artikel ini juga menguraikan prinsip dasar akad salam, syarat-syaratnya, serta pentingnya analisis akad saham dalam memastikan kepatuhan pasar modal syariah terhadap prinsip-prinsip syariah

    Qawaid Fiqhiyyah Sebagai Landasan Filosofis Hukum Keluarga Islam

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran qawaid fiqhiyyah (kaidah-kaidah fikih) sebagai landasan filosofis dalam pengembangan hukum keluarga Islam. Qawaid fiqhiyyah merupakan prinsip-prinsip dasar yang digunakan oleh para ulama untuk memahami dan menerapkan hukum Islam dalam berbagai konteks, termasuk dalam isu-isu yang berkaitan dengan keluarga. Dalam konteks hukum keluarga, qawaid fiqhiyyah berfungsi sebagai panduan dalam merumuskan keputusan-keputusan hukum yang adil dan sesuai dengan nilai-nilai syariah. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengembangkan hukum keluarga Islam yang lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan zaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur terkait qawaid fiqhiyyah dan hukum keluarga Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi kaidah-kaidah fikih yang relevan dan menjelaskan penerapannya dalam isu-isu keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa qawaid fiqhiyyah yang relevan dalam hukum keluarga Islam antara lain: al-umuru bi maqāsidiha (segala sesuatu tergantung pada tujuannya), la darar wa la dirar (tidak boleh membahayakan diri sendiri maupun orang lain), al-mashaqqah tajlib al-taysir (kesulitan membawa kemudahan), dan al-ashlu fi al-ashya' al-ibahah (asal segala sesuatu adalah boleh). Pemahaman yang mendalam terhadap kaidah-kaidah ini dapat memberikan landasan hukum yang kuat, menciptakan keadilan, dan menjaga keseimbangan dalam hubungan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa qawaid fiqhiyyah memiliki peran penting sebagai landasan filosofis dalam pengembangan hukum keluarga Islam. Integrasi antara qawaid fiqhiyyah dan konteks sosial budaya yang berkembang sangat diperlukan agar hukum keluarga Islam tetap relevan dan responsif terhadap tantangan zaman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan hukum keluarga Islam yang lebih inklusif dan adaptif, serta mendorong diskusi lebih lanjut mengenai penerapan prinsip-prinsip fikih dalam kehidupan keluarga Muslim di era kontemporer

    2,142

    full texts

    2,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sao Jurnal IAIN Parepare
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇