Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
    2676 research outputs found

    A Digital Halal Lifestyle Strategy in the Development of Muslimah Fashion MSMEs: Case Study of Amelda Fashion in Silirejo Village : Strategi Digital Halal Lifestyle dalam Pengembangan UMKM Fashion Muslimah: Studi Kasus Amelda Fashion di Desa Silirejo

    Get PDF
    The Muslim fashion industry has grown rapidly along with increasing public awareness of the halal lifestyle. This research examines the digital halal lifestyle strategy of Amelda Fashion, a Muslimah fashion MSME in Silirejo Village. Using a qualitative approach, data were collected through observations of live shopping sessions on TikTok and Shopee, as well as in-depth interviews with the business owner. The findings show that Amelda integrates live shopping, value-based pricing, trend-based design innovation, and e-commerce data utilization. This strategy supports efficiency, strengthens halal identity, and is relevant to the dynamic capabilities theory in value-based MSME development.The Muslim fashion industry has grown rapidly along with increasing public awareness of the halal lifestyle. This research examines the digital halal lifestyle strategy of Amelda Fashion, a Muslimah fashion MSME in Silirejo Village. Using a qualitative approach, data were collected through observations of live shopping sessions on TikTok and Shopee, as well as in-depth interviews with the business owner. The findings show that Amelda integrates live shopping, value-based pricing, trend-based design innovation, and e-commerce data utilization. This strategy supports efficiency, strengthens halal identity, and is relevant to the dynamic capabilities theory in value-based MSME development

    Analisis Perbandingan Pendapatan Usaha Tani Kakao Sambung Samping dan Non Sambung Samping di Desa Riso Kabupaten Polewali Mandar: Comparative Analysis Of Cocoa Farming Income Between Side Grafting And Non-Side Grafting In Riso Village, Polewali Mandar Regency

    Get PDF
    This study aims to analyze the income comparison between side-grafting and local cocoa farming in Riso Village, Polewali Mandar Regency. The research method used is a quantitative approach with primary and secondary data sources, and sampling was conducted using the Slovin method. Data analysis was performed using income analysis and R/C ratio. The results show that side-grafting cocoa farming is more profitable, with a total income of IDR 72,006,107 per hectare per year. The feasibility analysis indicates that the R/C ratio for side-grafting is 19.4 and for local cocoa farming is 15.6, meaning both types of farming are feasible to run. Side-grafting cocoa farming also has the advantage of easier maintenance, which can save time and costs for farmers. However, farmers need to consider weather factors when performing grafting to increase the success of side-grafting cocoa farming. This research provides valuable information for farmers and policymakers in developing more productive and profitable cocoa farming.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pendapatan antara usahatani kakao sambung samping dan lokal di Desa Riso, Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan sumber data primer dan sekunder, serta pengambilan sampel menggunakan metode Slovin. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis pendapatan dan rasio R/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani sambung samping lebih menguntungkan dengan total pendapatan sebesar Rp72.006.107 per hektar per tahun. Analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa R/C Ratio untuk sambung samping adalah 19,4 dan untuk lokal adalah 15,6, yang berarti kedua jenis usaha tersebut layak untuk dijalankan. Usahatani sambung samping juga memiliki kelebihan dalam hal perawatan yang lebih mudah, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya petani. Namun, petani perlu memperhatikan faktor cuaca saat melakukan penyambungan untuk meningkatkan keberhasilan usahatani sambung samping. Penelitian ini memberikan informasi yang berguna bagi petani dan pengambil kebijakan dalam mengembangkan usahatani kakao yang lebih produktif dan menguntungkan

    Augmented Reality in Language Learning: Improving Proficiency and Motivation among Vocational School Learners

    Get PDF
    This study investigates the use of Augmented Reality (AR) as an innovative approach to enhance language learning among vocational school students. Conventional teaching methods often struggle to engage learners with low motivation, which can hinder their language development and reduce long-term learning outcomes. By integrating AR into classroom practice, this research seeks to bridge that gap by fostering student motivation, engagement, and proficiency. The study employed a pre-experimental design with pre- and post-intervention assessments to evaluate the impact of AR implementation. Findings demonstrate that AR contributed to substantial improvements in students’ language competence, moving learners from basic to more advanced levels of proficiency while also stimulating their interest and participation in learning activities. These outcomes highlight the potential of AR as a complementary tool within vocational education, offering opportunities to strengthen both linguistic skills and student attitudes toward language learning. The study suggests that embedding AR in pedagogical practice can create more inclusive and interactive environments, paving the way for future research on sustainable integration of technology in language education

    IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN LITERASI DIGITAL BERBASIS VIDEO INTERAKTIF UNTUK ANAK USIA 5-6 TAHUN

    Get PDF
    Peningkatan integrasi teknologi dalam pendidikan anak usia dini menekankan pentingnya literasi digital sebagai kompetensi dasar di era digital. Seiring dengan semakin seringnya anak-anak terpapar pada lingkungan digital, menjadi hal yang esensial untuk menyediakan media yang sesuai dengan usia mereka guna mendukung perkembangan bahasa dan kognitif mereka. Literatur menunjukkan bahwa multimedia, khususnya konten berbasis video, efektif dalam menarik perhatian anak-anak serta meningkatkan pemahaman mereka (Linebarger, D. L., & Vaala, 2010). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif di TK Islam Azizah, mengeksplorasi penerapan media literasi digital berbasis video interaktif dalam lingkungan kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran yang melibatkan media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video interaktif meningkatkan rentang perhatian, motivasi, dan perolehan kosakata anak-anak. Guru mengamati adanya peningkatan antusiasme dan partisipasi anak, dengan respon positif anak terhadap fitur seperti penceritaan, musik, dan isyarat visual yang terdapat dalam video. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian dari Abul Khoir (2024), yang menunjukkan bahwa penggunaan video edukatif atau media interaktif berperan penting dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan serta daya ingat anak usia dini terhadap materi pembelajaran. Penerapan media ini tidak hanya mendukung pengembangan literasi, tetapi juga memperbaiki penyampaian materi pembelajaran secara lebih menarik dan efektif. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada analisis kontekstual tentang bagaimana media pembelajaran video interaktif diterapkan dalam kelas anak usia dini di Indonesia, dengan menekankan tidak hanya pada desain media, tetapi juga dinamika praktik pengajaran yang berlangsung.The increasing integration of technology in early childhood education highlights the importance of digital literacy as a fundamental competency in the digital age. As children are increasingly exposed to digital environments, it becomes essential to provide age-appropriate media to support their language and cognitive development. Literature suggests that multimedia especially video-based content is effective in capturing children’s attention and enhancing their comprehension (Linebarger & Vaala, 2010). This study employed a qualitative case study approach at TK Islam Azizah to explore the implementation of interactive video-based digital literacy media in the classroom environment. Data were collected through observation, interviews, and documentation of learning activities involving digital media. The findings indicate that the use of interactive video media increases children's attention span, motivation, and vocabulary acquisition. Teachers observed increased enthusiasm and participation from children, with positive responses to features such as storytelling, music, and visual cues embedded in the videos. These findings align with the study by Khoir and Aminatuzzuhriah (2024), which demonstrated that the use of educational videos or interactive media plays a significant role in enhancing motivation, engagement, and memory retention among young children. The implementation of such media not only supports literacy development but also improves the delivery of learning materials in a more engaging and effective manner. The novelty of this study lies in its contextual analysis of how interactive video learning media are applied in early childhood classrooms in Indonesia, emphasizing not only media design but also the dynamics of ongoing teaching practices

    COMMUNITY PERCEPTIONS OF THE “AIR UNTUK KEHIDUPAN” CSR PROGRAM IN NEGLASARI VILLAGE, BOGOR

    No full text
    Penelitian ini membahas persepsi masyarakat terhadap program CSR “Air untuk Kehidupan” yang dilaksanakan di Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat, dampak yang dirasakan sebelum dan sesudah program, serta keberlanjutan program berdasarkan kerangka Pentagonal Assets. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya fasilitas air bersih dan sanitasi yang dibangun melalui program ini, yang berdampak positif pada aspek kesehatan, kemudahan akses air, dan peningkatan kualitas hidup. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program CSR berbasis kebutuhan lokal

    Disorientasi Moral sebagai Tantangan Etika Bisnis dalam Transformasi Ekonomi Digital

    Get PDF
    ABSTRAK Transformasi ekonomi digital telah menciptakan peluang besar dalam dunia bisnis, namun juga menimbulkan tantangan etis yang signifikan, salah satunya adalah disorientasi moral. Fenomena ini menggambarkan situasi ketika pelaku bisnis kehilangan kejelasan dalam membedakan tindakan yang etis dan tidak etis akibat tekanan sistem digital yang cepat dan kompleks. Dalam konteks Indonesia, percepatan digitalisasi belum sepenuhnya diiringi dengan penguatan nilai moral dan regulasi yang adaptif, sehingga memunculkan risiko penyimpangan etika dalam praktik bisnis digital. Studi ini bertujuan untuk menganalisis disorientasi moral dalam ekonomi digital dan mengeksplorasi kontribusi prinsip-prinsip etika bisnis syariah sebagai pendekatan alternatif untuk mengatasi tantangan tersebut. Melalui studi literatur yang komprehensif, artikel ini menemukan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam etika bisnis digital dapat menjadi fondasi penting bagi pembangunan ekosistem digital yang berkeadilan, transparan, dan bertanggung jawab secara sosial. Kajian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperkaya diskursus etika bisnis kontemporer serta implikasi praktis dalam perumusan kebijakan bisnis digital berbasis nilai.The rapid transformation of the digital economy has created tremendous opportunities in the business world, but it also presents significant ethical challenges, one of which is moral disorientation. This phenomenon refers to situations in which business actors lose clarity in distinguishing between ethical and unethical actions due to the fast-paced and complex nature of digital systems. In the Indonesian context, the acceleration of digitalization has not been fully accompanied by the strengthening of moral values and adaptive regulations, resulting in a higher risk of ethical violations in digital business practices. This study aims to analyze how moral disorientation emerges within the digital economy and to explore the contribution of Sharia business ethics principles as an alternative framework to address these challenges. Through a comprehensive literature review, this article finds that integrating Islamic values into digital business ethics can provide a crucial foundation for building a digital ecosystem that is not only technically efficient but also morally and socially just. This study contributes theoretically to the enrichment of contemporary business ethics discourse and offers practical implications for formulating value-based digital business policies

    ANALISIS KONSEPTUAL GREEN BANKING DALAM EKONOMI ISLAM: KAJIAN LITERATUR TERHADAP TANTANGAN KEUANGAN BERKELANJUTAN

    Get PDF
    This article aims to systematically review the literature on the integration of green banking concepts with Islamic economic principles in promoting a sustainable financial system. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study analyzes 30 academic articles published between 2014 and 2024, selected based on established inclusion and exclusion criteria. The findings reveal that green banking practices grounded in maqasid al-shariah can enhance social justice, environmental stewardship, and the effectiveness of Islamic financial intermediation. Nevertheless, several challenges persist, including weak regulatory frameworks, low public awareness of Islamic green finance, and the lack of comprehensive indicators that integrate spiritual, social, and ecological dimensions. This article provides a conceptual synthesis and thematic map that serve as a foundation for the future development of Islamic green banking models.Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis literatur yang membahas integrasi konsep green banking dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam mendukung sistem keuangan berkelanjutan. Melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menelaah 30 artikel ilmiah dari rentang waktu 2014–2024 yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik green banking yang berbasis maqasid al-shariah dapat memperkuat keadilan sosial, perlindungan lingkungan, serta efisiensi intermediasi keuangan syariah. Namun, tantangan signifikan masih dihadapi, termasuk lemahnya regulasi, kurangnya literasi publik tentang keuangan hijau berbasis Islam, serta belum optimalnya indikator keberhasilan yang mengintegrasikan dimensi spiritual, sosial, dan ekologis. Artikel ini menawarkan sintesis konseptual dan peta tematik yang dapat menjadi pijakan bagi pengembangan model green banking syariah di masa depan. &nbsp

    Transformasi Crowdfonding Syariah Terhadap Model Pembiayaan dalam Sistem Perbankan Syariah Digital

    Get PDF
    This article is a literature review that aims to explore the transformation of Islamic crowdfunding as an alternative financing model within the digital Islamic banking system. Using a qualitative approach through literature analysis, the study identifies and analyzes various models of Islamic crowdfunding and their integration with financial technology (fintech) in compliance with Sharia principles. The findings suggest that Islamic crowdfunding offers an inclusive and efficient financing solution, particularly for micro, small, and medium enterprises (MSMEs), by providing a transparent, equitable, and interest-free mechanism. Digital transformation presents new opportunities for Islamic financial institutions to adopt crowdfunding platforms as part of innovative financing strategies. The study also highlights the importance of regulation and digital literacy as key supporting factors in developing a sustainable Islamic crowdfunding ecosystem.Artikel ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk mengeksplorasi transformasi crowdfunding syariah sebagai alternatif pembiayaan dalam sistem perbankan syariah digital. Dengan pendekatan kualitatif berbasis telaah pustaka, artikel ini mengidentifikasi dan menganalisis berbagai model crowdfunding syariah serta integrasinya dengan teknologi finansial (fintech) yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Hasil studi menunjukkan bahwa crowdfunding syariah dapat menjadi solusi pembiayaan yang inklusif dan efisien, khususnya bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui mekanisme yang transparan, adil, dan bebas riba. Transformasi digital membuka peluang baru bagi lembaga keuangan syariah untuk mengadopsi platform crowdfunding sebagai bagian dari inovasi pembiayaan. Studi ini juga menggarisbawahi pentingnya regulasi dan literasi digital sebagai faktor pendukung utama dalam pengembangan ekosistem crowdfunding syariah yang berkelanjutan

    DINAMIKA KEPUTUSAN SYARIAH ATAS KONTRAK WAKALAH DAN MUDHARABAH DALAM PRAKTIK PERBANKAN MODERN

    Get PDF
    This article explores the dynamics of Sharia decisions regarding wakalah and mudharabah contracts in modern banking practices. The primary focus is on how the core principles of these contracts adapt to the evolving financial industry and how Sharia rulings serve as legal foundations. This conceptual and normative study reviews DSN-MUI fatwas, contemporary fiqh literature, and case studies on Islamic banking product innovations. Findings reveal that while modifications to Sharia contracts are necessary to meet market demands, challenges remain in maintaining the authenticity of Sharia principles. Therefore, a balance between innovation and Sharia compliance is essential to ensure the ethical and sustainable growth of the Islamic banking industry.Artikel ini membahas dinamika keputusan syariah terhadap kontrak wakalah dan mudharabah dalam praktik perbankan modern. Fokus utamanya adalah bagaimana prinsip-prinsip dasar kedua akad tersebut beradaptasi dengan realitas industri keuangan yang terus berkembang, serta peran fatwa syariah sebagai dasar hukum operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan konseptual dan normatif, dengan meninjau fatwa DSN-MUI, literatur fiqh kontemporer, dan studi kasus inovasi produk perbankan syariah. Temuan menunjukkan bahwa meskipun modifikasi terhadap akad-akad syariah diperlukan untuk menjawab kebutuhan pasar, terdapat tantangan dalam menjaga keotentikan prinsip-prinsip syariah. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara inovasi dan kepatuhan syariah agar industri perbankan syariah tetap relevan dan beretika

    TRANSFORMASI MEKANISME PENGAWASAN SYARIAH DALAM MENJAMIN KEPATUHAN SYARIAH DI ERA DIGITAL

    No full text
    Islamic banking in Indonesia has experienced significant growth in the past two decades. In the digital era, sharia supervision faces new challenges due to the transformation of financial technology, such as fintech, online transactions, and system automation. The manual-based sharia supervision mechanism is no longer adequate to address the complexity of real-time digital transactions. This study aims to examine the transformation of sharia supervisory mechanisms to ensure compliance of Islamic banks in the digital era. Using a systematic literature review approach, the study finds that strengthening the digital competence of sharia supervisors, integrating real-time technology-based supervision systems, and collaboration among regulators, sharia supervisory boards (DPS), and financial institutions are key success factors. The results emphasize the importance of regulatory synergy, technology, and human resources capacity in building effective and sustainable sharia supervision mechanisms.Perbankan syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan dalam dua dekade terakhir. Di tengah era digital, pengawasan syariah menghadapi tantangan baru akibat transformasi teknologi keuangan, seperti fintech, transaksi daring, dan otomatisasi sistem. Mekanisme pengawasan syariah berbasis manual dinilai tidak lagi memadai untuk menghadapi kompleksitas transaksi digital yang terjadi secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi mekanisme pengawasan syariah guna menjamin kepatuhan bank syariah di era digital. Melalui pendekatan studi literatur sistematis, ditemukan bahwa penguatan kompetensi digital pengawas syariah, integrasi sistem teknologi pengawasan real-time, serta kolaborasi antara regulator, DPS, dan lembaga keuangan syariah menjadi faktor kunci keberhasilan transformasi pengawasan. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi regulasi, teknologi, dan kapasitas sumber daya insani dalam membangun mekanisme pengawasan syariah yang efektif dan berkelanjutan

    2,142

    full texts

    2,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sao Jurnal IAIN Parepare
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇