Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
Strategi Pemasaran Lembaga Keuangan Syariah untuk Menarik Nasabah Millennial
Penelitian ini membahas strategi pemasaran lembaga keuangan syariah dalam menarik minat nasabah generasi millennial. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasi strategi pemasaran yang efektif bagi lembaga keuangan syariah dalam meningkatkan minat generasi millennial, serta mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan generasi millennial dalam memilih layanan keuangan syariah. Melalui studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai sumber referensi ilmiah terkait strategi pemasaran syariah, perilaku konsumen millennial, dan digitalisasi layanan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital melalui media sosial, pengembangan aplikasi mobile banking yang user-friendly, dan kolaborasi dengan influencer menjadi pendekatan yang efektif untuk menarik nasabah millennial. Penerapan Islamic branding dan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan millennial seperti tabungan pernikahan dan investasi syariah digital juga berperan penting dalam meningkatkan minat generasi ini. Temuan ini mengimplikasikan bahwa lembaga keuangan syariah perlu mengadopsi pendekatan pemasaran yang lebih modern dan terintegrasi dengan teknologi digital untuk menarik segmen millennial. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan strategi pemasaran lembaga keuangan syariah dalam menghadapi perubahan preferensi konsumen di era digital
Analisis Framing dan Etika Jurnalistik pada Pemberitaan Kasus Tanah Jusuf Kalla di Detik.com dan ANTARA News
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dua media daring nasional, yaitu Detik.com dan ANTARA News, membingkai pemberitaan mengenai kasus sengketa tanah seluas 16,4 hektare yang melibatkan Jusuf Kalla dan PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) di Kota Makassar. Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Jusuf Kalla menuding adanya rekayasa dan permainan mafia tanah yang merugikan pihaknya. Dalam konteks pemberitaan, masing-masing media memiliki kecenderungan berbeda dalam membangun realitas sosial di hadapan khalayak. Penelitian ini menggunakan model analisis framing Robert N. Entman yang terdiri dari empat elemen utama, yaitu define problems (pendefinisian masalah), diagnose causes (penyebab masalah), make moral judgment (penilaian moral), dan suggest remedies (penyelesaian masalah). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi teks berita untuk melihat perbedaan konstruksi makna antara kedua media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com menonjolkan sisi konflik dan kritik tajam Jusuf Kalla terhadap pihak GMTD, menampilkan narasi konfrontatif yang berfokus pada figur tokoh dan dinamika sosial-politik. Sementara itu, ANTARA News mengonstruksi isu tersebut secara lebih institusional dan prosedural, dengan penekanan pada aspek hukum, kronologi, dan proses penyelesaian melalui jalur resmi. Perbedaan framing ini menggambarkan bagaimana ideologi redaksi, gaya jurnalistik, serta orientasi media berperan dalam membentuk sudut pandang pemberitaan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian framing media online di Indonesia, serta meningkatkan literasi kritis masyarakat terhadap keberagaman perspektif dalam praktik jurnalisme modern
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi di Era Digital Kajian Teoretis dan Reflektif
Transformasi pendidikan di era digital menuntut pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang esensial. Namun, kenyataannya masih banyak perangkat pembelajaran PAI yang belum sepenuhnya dirancang berbasis nilai-nilai Islam secara komprehensif dan kurang adaptif terhadap inovasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis dan deskriptif bagaimana pengembangan perangkat pembelajaran PAI berbasis teknologi dapat dilakukan guna meningkatkan efektivitas dan relevansi pembelajaran di era digital. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif, dengan menganalisis berbagai teori dan temuan penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan integrasi teknologi dalam pendidikan serta nilai-nilai pedagogis Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran PAI yang ideal harus mengintegrasikan nilai tauhid dan akhlak, menerapkan pendekatan partisipatif, dan memanfaatkan teknologi yang kontekstual serta fleksibel sesuai kebutuhan peserta didik. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan model konseptual perangkat pembelajaran PAI yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga autentik secara nilai. Kajian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam memperkuat desain pembelajaran PAI yang responsif terhadap tantangan sosial, budaya, dan digital masa kini
Students' Readiness and Perception toward Smartphone-Based CBT in English Final Exams: A Case Study at MTs Darussalam Impa-Impa
Background: The integration of Computer-Based Testing (CBT) in education has grown significantly as a means to improve efficiency, reduce exam malpractice, and streamline assessment logistics. However, in semi-rural Islamic schools (madrasah/pesantren) in Indonesia, students are often restricted from using smartphones during the academic year and are only allowed to use them during final exams. This creates a unique challenge in evaluating both the technical and emotional readiness of students who encounter CBT with minimal digital exposure.
Research Objectives: This study aims to examine the readiness and perception of Grade 9 students toward smartphone-based CBT in English final examinations at MTs Darussalam Impa-Impa. The study specifically investigates how students’ limited and episodic use of digital devices influences their technical ability and emotional responses, such as stress, confidence, and willingness to use CBT in the future.
Methods: Using a descriptive quantitative design, the study collected data from 25 Grade 9 students through a structured Likert-scale questionnaire adapted from prior validated instruments. The questionnaire measured two dimensions: digital readiness and perception. Descriptive statistical analysis was used to interpret the findings, including mean scores, standard deviation, and visual representation.
Results: The results show that students demonstrated moderate technical readiness (M = 3.6–3.9) but low emotional comfort, particularly in areas related to stress (M = 2.8) and willingness to adopt CBT in future exams (M = 2.6). These findings support the hypothesis that irregular digital exposure leads to reduced cognitive and emotional preparedness for CBT.
Conclusions: This study highlights the need for context-sensitive CBT implementation in low-tech religious schools. Future research should explore training modules or simulations to enhance digital familiarity and emotional resilience among students with limited exposure
The Phonological Awareness and Reading Ability among Early-Grade Learners
Background: Reading ability is a foundational literacy skill that plays a crucial role in children’s academic development. One of the key predictors of early reading success is phonological awareness, which refers to the ability to identify and manipulate sound structures in spoken language. Despite its significance, many early-grade learners still experience difficulties in decoding words due to low sensitivity to phonological components.
Research Objectives: This study aims to examine the influence of phonological awareness on children’s reading ability and to identify which aspects of phonological awareness most strongly support word recognition and reading fluency at Ummusshabri School, Kolaka.
Methods: This research employed a qualitative descriptive design involving early-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews with teachers, and document review of students’ reading assessments. The data were analyzed using thematic analysis to identify recurring patterns that reflect the relationship between phonological awareness skills and reading performance.
Results: The findings show that students with stronger phonological awareness, particularly in phoneme segmentation, blending, and initial sound discrimination—demonstrated more accurate and fluent word reading. Students with limited phonological awareness exhibited difficulties in decoding, frequent mispronunciations, and slower reading rates. Teachers also reported that targeted phonological activities improved students’ reading progress over time.
Conclusions: The study concludes that phonological awareness plays a substantial role in shaping early reading ability. Strengthening this skill through structured and engaging phonological instruction is essential for supporting students’ literacy development. Further research may explore intervention models to enhance phonological awareness in diverse classroom contexts
The Influence of Emotional Intelligence on the Learning Motivation of Akidah Akhlak Students at Madrasah Aliyah Muhammadiyah Padaelo
This study aims to determine the level of emotional intelligence among students at MA Muhammadiyah Padaelo, Tanete Rilau Subdistrict, Barru Regency; the level of learning motivation in Aqidah Akhlak subjects; and the relationship between emotional intelligence and students learning motivation. This research employed a quantitative method with a field research approach, where the researcher directly observed the students. Data analysis techniques included instrument validity and reliability tests.The results of the study revealed that: (1) Emotional intelligence among students at MA Muhammadiyah Padaelo falls into the good category; (2) Students learning motivation is also in the good category based on the questionnaire results; (3) There is a significant relationship between emotional intelligence and learning motivation at a 5% significance level (rxy > Rtabel = 0.320) and a 1% significance level (rxy > Rtabel = 0.413). Therefore, the null hypothesis (H0) is rejected, and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. The findings indicate that students learning motivation is influenced by emotional intelligence by 79.32%, while the remaining 20.68% is affected by other factors.
Keywords: Emotional Intelligence, Learning Motivation
Responsibilitas Kementerian Agama Terhadap Penerapan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Batas Perkawinan di Bawah Umur
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) pelaksanaan UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Batas Perkawinan di bawah umur, 2) hal yang memengaruhi pelaksanaan UU UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Batas Perkawinan di bawah umur, dan 3) responsibilitas Kementerian Agama terhadap penerapan UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang Batas Perkawinan di bawah umur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Subbagian Kementerian Agama Kota Parepare, staf Bimbingan Masyarakat (Bimas), penyuluh agama, hakim pengadilan agama, serta analisis dokumen terkait implementasi UU Nomor 16 Tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan 1) Pelaksanaan UU Nomor 16 Tahun 2019 di Kota Parepare dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi, seperti program Bimbingan Pra-Nikah (Bimwin) dan penyuluhan agama di komunitas-komunitas rentan. Sosialisasi ini melibatkan tokoh agama, masyarakat, dan keluarga muda untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menunda perkawinan di bawah umur, 2) Faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan UU meliputi tradisi lokal yang mendukung perkawinan di bawah umur, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, dan tekanan sosial untuk menikahkan anak perempuan di usia muda. Tantangan ini semakin kompleks karena pandangan tradisional yang memperkuat praktik perkawinan dini, 3) Responsibilitas Kementerian Agama mencakup pelaksanaan sosialisasi, kerja sama lintas sektor dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dan BKKBN, pemberian layanan konsultasi kepada masyarakat, serta seleksi ketat terhadap permohonan dispensasi perkawinan. Penelitian ini cakupannya masih terbatas pada Kota Parepare, sehingga hasil penelitian mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan situasi di wilayah lain di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan perlunya memperkuat kolaborasi lintas sektor, memperluas cakupan sosialisasi, dan mengadopsi pendekatan yang lebih inklusif untuk mengatasi hambatan budaya serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menunda perkawinan di bawah umur
Integrating the Tilawatil Qur'an Method into Extracurricular Activities Based on Local Wisdom and Sustainable Education: Integrasi Metode Tilawatil Al-Qur’an dalam Ekstrakurikuler Berbasis Kearifan Lokal dan Pendidikan Berkelanjutan
Background: This study aims to examine the integration of the Tilawatil Qur’an method in developing the correction (tashih) of Qur’anic recitation through extracurricular activities. The method emphasizes not only the melodic beauty of recitation but also the fluency and accuracy of pronunciation in accordance with tajwid rules. In the context of Islamic education, this activity plays a crucial role in shaping students’ religious character while improving the quality of their recitation. The integration is carried out by embedding local wisdom—such as culturally familiar recitation styles and community-based mentoring—into structured extracurricular programming, ensuring both contextual relevance and sustainability.
Research Objectives: To examine how the Tilawatil Qur’an method can be integrated into extracurricular activities to improve students’ Qur’anic recitation correction (tashih).
Methods: The study employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through direct observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing.
Conclusions: The findings show that the structured integration of the Tilawatil Qur’an method significantly enhances students’ recitation correction abilities. Despite challenges such as limited time, low student motivation, and teachers’ limited understanding of the method, the program continues to run effectively due to well-planned instructional strategies. This research fills a gap in Qur’anic pedagogy by examining extracurricular tashih practices in a structured framework, which have received limited attention in prior literature. This research contributes theoretically to the development of Qur’anic learning methods and practically to improving the quality of religiously oriented extracurricular activities, especially those rooted in local culture and designed for long-term sustainability. The novelty of this research lies in the integration of the Tilawatil Qur’an method with local wisdom and sustainability strategies within a structured extracurricular framework. These findings have practical implications for developing culturally rooted Qur’anic learning models that can be integrated into formal curricula or adopted as part of project-based learning initiatives within Islamic schools
Integration of CERC Model with Local Values in Risk Communication in Indonesia
This article examines the integration of technology and local wisdom in disaster risk communication, focusing on the effectiveness of the CERC (Crisis and Emergency Risk Communication) model in Indonesia. It also examines how combining these elements can strengthen community resilience and improve disaster preparedness. This study uses a comprehensive literature review approach, analyzing various risk communication strategies and practices implemented in disaster-prone areas in Indonesia, based on relevant articles and studies. The analysis results show that combining modern technology, such as mobile applications and digital platforms, with local values such as cooperation and solidarity, can improve public understanding and strengthen community participation in disaster risk management. This integration has also proven effective in improving community preparedness for disasters. This study recommends that disaster risk communication policies in Indonesia should utilize the potential of technology and local cultural values to strengthen community resilience and reduce the impact of disasters. . Keywords: Technology Integration; local values; Community Resilience; Crisis and Emergency Risk Communication; Disaster Risk CommunicationArtikel ini mengkaji tentang integrasi teknologi dan kearifan lokal dalam komunikasi risiko bencana, dengan fokus pada efektivitas model CERC (Crisis and Emergency Risk Communication) di Indonesia. Artikel ini juga mengkaji bagaimana kombinasi elemen-elemen ini dapat memperkuat ketahanan masyarakat dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka yang komprehensif, menganalisis berbagai strategi dan praktik komunikasi risiko yang diterapkan di daerah rawan bencana di Indonesia, berdasarkan artikel dan penelitian yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa menggabungkan teknologi modern, seperti aplikasi seluler dan platform digital, dengan nilai-nilai lokal seperti gotong royong dan solidaritas, dapat meningkatkan pemahaman publik dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam manajemen risiko bencana. Integrasi ini juga terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Penelitian ini merekomendasikan bahwa kebijakan komunikasi risiko bencana di Indonesia harus memanfaatkan potensi teknologi dan nilai-nilai budaya lokal untuk memperkuat ketahanan masyarakat dan mengurangi dampak bencana.
.
Kata kunci : Integrasi Teknologi; nilai lokal; Ketahanan Masyarakat ; Komunikasi Risiko Krisis dan Darurat; Komunikasi Risiko Bencana
 
Strategi Komunikasi Dakwah Lembaga Zakat dalam Mendukung Pembangunan Ekonomi Berbasis Pemberdayaan Umat
This study aims to analyze the strategic position of the Zakat Institution in Palopo City in response to internal and external dynamics using the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) analysis approach. A mixed-methods strategy—combining quantitative and qualitative techniques—was applied, with data collected through questionnaires and interviews. The collected data were processed using a weighted score summation method to evaluate the organization's strengths, weaknesses, opportunities, and threats, thereby determining its strategic positioning within the SWOT matrix. The results indicate that the Zakat Institution of Palopo City occupies an aggressive strategy position, suggesting the organization holds strong internal capabilities and substantial external opportunities for growth. This strategic placement reflects the institution's potential to expand its reach and enhance the effectiveness of both zakat collection and distribution. The findings of this study provide a strategic direction for the institution to foster innovation, particularly through the adoption of digital technologies and the strengthening of zakat-based economic empowerment programs, in order to promote sustainable community welfare.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi strategis Lembaga Zakat Kota Palopo dalam menghadapi dinamika internal dan eksternal dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Penelitian ini menggunakan metode mixed method (campuran kuantitatif dan kualitatif) dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik penjumlahan skor tertimbang dari faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, untuk menentukan posisi strategi lembaga dalam matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembaga Zakat Kota Palopo berada pada posisi strategi agresif, yang mencerminkan kondisi organisasi memiliki kekuatan yang dominan dan peluang yang besar untuk dikembangkan. Posisi ini menunjukkan bahwa lembaga memiliki potensi untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas penghimpunan serta pendistribusian zakat secara optimal. Dampak dari penelitian ini memberikan arah strategis bagi Lembaga Zakat Kota Palopo untuk meningkatkan inovasi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dan penguatan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis zakat, guna mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan