Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
Manajemen Kesiswaan dan Pembentukan Karakter Disiplin Santri
Student management plays a crucial role in organizing students’ daily activities and shaping their disciplinary character in Islamic boarding schools that implement a 24-hour education system. This study aims to determine the implementation of student management, the level of students’ disciplinary character, and the contribution of student management to the development of disciplinary character. This research employed a quantitative approach with a survey method. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through validity testing, reliability testing, normality testing, linearity testing, simple linear regression, and the coefficient of determination. The sample consisted of 85 students. The results show that the average score of the student management variable is 4.16 (high category), while the disciplinary character variable is 4.33 (very high category). The coefficient of determination of 0.335 indicates that student management contributes 33.5% to students’ disciplinary character, while the remaining 66.5% is influenced by other factors beyond this study.Manajemen kesiswaan berperan penting dalam pengaturan aktivitas santri dan pembentukan karakter disiplin di pondok pesantren yang menerapkan sistem pendidikan 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen kesiswaan, tingkat karakter disiplin santri, serta kontribusi manajemen kesiswaan terhadap pembentukan karakter disiplin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, serta koefisien determinasi. Sampel penelitian berjumlah 85 santri. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata variabel manajemen kesiswaan sebesar 4,16 (kategori tinggi) dan karakter disiplin santri sebesar 4,33 (kategori sangat tinggi). Koefisien determinasi sebesar 0,335 menunjukkan bahwa manajemen kesiswaan berkontribusi 33,5% terhadap karakter disiplin santri, sementara 66,5% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini
Kontribusi Ekonomi Islam Dalam Pembangunan Infrastruktur Negara Berkembang
Pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari keadilan bagi setiap orang. Namun pada kenyataannya, tampak adanya ketidakadilan dan ketimpangan dalam distribusi pendapatan dan kekayaan, sehingga meningkatkan jumlah penduduk miskin. Kebijakan distribusi Islam melindungi nilai-nilai keadilan Alquran, yaitu kekayaan tidak beredar hanya pada satu kelompok saja. Oleh karena itu, artikel ini menyimpulkan bahwa kebijakan distribusi pembangunan ekonomi Islam menekankan pada penghapusan sistem bunga (ribawi) yang hanya menguntungkan pihak yang memiliki modal dan mengarah pada akumulasi kekayaan di antara kelompok tertentu. Selain itu, masyarakat harus menyadari pentingnya peran menciptakan keadilan distributif dan mengurangi ketimpangan ekonomi dengan membayar zakat, infak, sedekah, wakaf dan warisan sehingga dapat dioptimalkan sebagai sumber pembiayaan pembangunan ekonomi. Tak kalah pentingnya dalam kebijakan penyaluran adalah optimalisasi sukuk sebagai sumber pembiayaan pembangunan negara untuk meningkatkan pelayanan publik sehingga hasilnya terlihat di seluruh lapisan masyarakat
Imparsialitas Pemberitaan Pijar News dalam Menyajikan Berita Pilkada Sulawesi Selatan
Studi ini membahas tekanan terhadap impartialitas dalam pelaporan di Pijar News seiring dengan peliputan pemilihan umum 2024. Telah diakui bahwa media massa memiliki peran dalam membentuk opini publik terkait peliputan berita. Tentu saja, impartialitas media dipertanyakan, terutama ketika peliputan berita memihak satu sisi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif dan mencakup analisis konten dari lima puluh artikel Njema News, tulisan opini, dan laporan berita yang diterbitkan selama kampanye pemilihan. Berdasarkan temuan analisis, studi ini menetapkan adanya bias terhadap peliputan berita Pijarnews, yang terungkap dalam tiga isu dominan: (1) Framing berita, (2) Keseimbangan sumber, dan (3) Proporsionalitas peliputan, di mana kandidat tertentu menerima proporsi peliputan yang lebih tinggi daripada yang lain. Studi ini menekankan peran jurnalisme lokal dalam mematuhi nilai-nilai jurnalisme inti dari keadilan dan akurasi dalam proses demokrasi. Karena itu, temuan tersebut menunjukkan perlunya penguatan independensi media lokal dalam menghadapi tekanan politik dan komersial
The Concept of Ta'dib Syed Muhammad Naquib al-Attas in Children's Moral Education: A Family-Based Philosophical Study
Background: Islamic manners education is the main pillar in forming a child's character that is complete and dignified, especially in the midst of globalization, moral crisis, and value disorientation that has hit the modern family institution
Research Objectives: This article aims to examine the concept of ta'dib according to Syed Muhammad Naquib al-Attas and its relevance in children's moral education in the family environment
Methods: The method used is a literature study with a content analysis approach to relevant primary and secondary literature.
Results: The results of the study indicate that: (1) ta'dib places adab as the core of Islamic education that includes spiritual, intellectual, and social dimensions holistically; (2) this concept emphasizes the close relationship between knowledge, deeds, and morals as a unity that cannot be separated in the education process; and (3) the implementation of ta'dib in the family through parental role models, the habituation of Islamic values from an early age, and the internalization of spiritual values has proven effective in forming children's characters that are honest, responsible, and civilized.
Conclusions: Al-Attas' concept of ta'dib makes an important contribution to the formulation of a paradigm for children's moral education that is rooted in Islamic values and is able to respond to the challenges of the times philosophically and practically. Thus, ta'dib is not only relevant as a theoretical discourse, but also as an applied approach in family education that is oriented towards the formation of a whole person
Mediating Mechanism to Loyalty: Evidence from Indonesia’s Halal Coffee Shop Sector in a Sustainability-Oriented Framework
Purpose – This study investigates how service quality and promotion influence customer loyalty through the mediating role of customer satisfaction in the rapidly expanding halal coffee shop sector in Indonesia. Recent shifts in consumer behavior toward value-driven, ethical, and sustainability-oriented consumption have repositioned loyalty as a strategic indicator of long-term business resilience in Muslim-majority markets. Drawing on SERVQUAL, Expectation–Confirmation Theory, and principles of Shariah service ethics, this research employs a quantitative approach using 100 valid responses collected through non-probability and accidental sampling.
Method – Data were analyzed using descriptive statistics, path analysis, and Sobel testing to assess the significance of the mediating effects.
Findings – The findings show that service quality and promotion positively and significantly affect customer satisfaction and loyalty, while satisfaction itself serves as a strong mediating mechanism that strengthens the indirect effects of both predictors..
Pratical Implication – This study contributes theoretically by integrating Islamic ethical perspectives into mainstream loyalty models, and practically by offering sustainability-driven implications for halal-based service enterprises.
Originality/value – These results highlight the strategic importance of delivering trustworthy, ethical, and sustainable service experiences aligned with Shariah values to cultivate long-term customer attachmen
Analisis Kendala Guru TK Dalam Penyusunan Instrumen Penilaian Di Banda Aceh Dan Aceh Besar
Assessment instruments play a crucial role in helping teachers understand the holistic development of early childhood, including cognitive, social-emotional, language, and motor aspects. However, many kindergarten teachers still encounter difficulties in developing and applying appropriate assessment instruments that align with children’s characteristics and curriculum demands. This study aims to analyze the challenges faced by kindergarten teachers in Banda Aceh and Aceh Besar in designing assessment instruments for early childhood development. The research employed a qualitative descriptive approach involving fifteen kindergarten teachers selected through purposive sampling. Data were collected using semi-open questionnaires and analyzed thematically following the model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal that teachers possess a strong awareness of the importance of authentic assessment but face major challenges such as limited time, difficulties in formulating developmental indicators, and low digital literacy. Teachers attempt to overcome these constraints through peer collaboration and express the need for continuous training and practical guidelines from educational institutions. The study concludes that kindergarten teachers require systematic support to enhance their assessment competence so that authentic, objective, and development-oriented evaluation can be implemented effectively. The novelty of this study lies in mapping the real challenges faced by kindergarten teachers in Aceh within the context of the Merdeka Curriculum implementation, serving as a foundation for strengthening teacher capacity in authentic assessment.Instrumen penilaian memiliki peran penting dalam membantu guru memahami perkembangan anak usia dini secara menyeluruh, baik dari aspek kognitif, sosial-emosional, bahasa, maupun motorik. Namun, masih banyak guru TK yang menghadapi kesulitan dalam penyusunan dan penerapan instrumen penilaian yang sesuai dengan karakteristik anak dan tuntutan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala yang dialami guru TK di Banda Aceh dan Aceh Besar dalam menyusun instrumen penilaian perkembangan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan sebanyak lima belas guru TK yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner semi-terbuka dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik menurut Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya penilaian autentik, namun menghadapi kendala utama berupa keterbatasan waktu, kesulitan merumuskan indikator perkembangan, serta rendahnya literasi digital. Guru berupaya mengatasi kendala tersebut melalui kolaborasi dengan rekan sejawat dan menyampaikan harapan agar ada pelatihan berkelanjutan serta panduan teknis dari lembaga pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru TK memerlukan dukungan sistematis untuk meningkatkan kompetensi penilaian agar proses asesmen lebih autentik, objektif, dan berorientasi pada perkembangan anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan kendala guru TK di Aceh dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka sebagai dasar perumusan strategi peningkatan kapasitas guru
Analisis Hukum Pidana Islam Terhadap Kasus Perdagangan Anak (Studi Putusan Nomor 177/Pid.Sus/2023/PN Pre): Studi Komparatif Antara Hukum Nasional dan Hukum Pidana Islam dalam Penerapan Teori Pemidanaan
Penelitian ini mengkaji tiga rumusan masalah utama, yaitu: (1) bagaimana analisis hukum nasional dalam kasus perdagangan anak berdasarkan Putusan Nomor 177/Pid.Sus/2023/PN Pre, (2) bagaimana pandangan hukum pidana Islam terhadap kasus tersebut, dan (3) bagaimana penerapan teori pemidanaan dalam putusan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan yuridis normatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, sistem hukum nasional telah berupaya menindak pelaku perdagangan anak sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak, meskipun vonis masih relatif ringan; kedua, dalam perspektif hukum Islam, perbuatan pelaku tergolong eksploitasi yang diharamkan dan bertentangan dengan prinsip maqāṣid al-syarī‘ah; ketiga, penerapan sanksi dalam putusan mengikuti teori pemidanaan gabungan yang mempertimbangkan keadilan bagi pelaku dan efek jera bagi masyarakat.
This study examines three main issues: (1) the analysis of national law in child trafficking cases based on Decision Number 177/Pid.Sus/2023/PN Pre, (2) the view of Islamic criminal law on the case, and (3) the application of punishment theory in the verdict. This research uses field research with a normative juridical approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed qualitatively. The results show that: first, the national legal system has attempted to address child trafficking cases according to the Child Protection Law, although the sentence remains relatively light; second, from an Islamic law perspective, the perpetrator’s act constitutes prohibited exploitation, contrary to the maqāṣid al-syarī‘ah principles; and third, the application of punishment in the decision follows a combined theory considering justice for the perpetrator and deterrence for society
Penerapan Judicial Pardon Terhadap Pelaku Tindak Pidana Narkoba
Kasus kejahatan narkotika mendominasi sistem peradilan pidana di Indonesia, berkontribusi signifikan terhadap masalah overcrowded di lembaga pemasyarakatan. Banyaknya narapidana kasus narkotika, khususnya pengguna ringan dan pelaku dengan peran kecil, menambah beban pada kapasitas penjara dan efisiensi sistem peradilan. Artikel ini membahas respons peradilan terhadap tingginya kasus narkotika, termasuk pendekatan judicial pardon (pengampunan yudisial) sebagai solusi alternatif untuk mengurangi kepadatan penjara. Judicial pardon memungkinkan pengurangan hukuman atau pengalihan ke program rehabilitasi bagi pelanggar berisiko rendah, sehingga mempercepat reintegrasi sosial mereka tanpa mengorbankan keamanan publik. Sementara itu, pengadilan juga menerapkan kebijakan penindakan yang lebih tegas untuk kasus narkotika besar guna memberi efek jera dan melindungi masyarakat. Tantangan seperti kapasitas terbatas, ketimpangan hukuman, serta ekspektasi publik menjadi penghambat efektivitas kebijakan ini. Reformasi peraturan dan penerapan peradilan cepat yang menekankan rehabilitasi bagi pengguna ringan dipandang sebagai solusi yang berpotensi mengurangi ketergantungan pada hukuman penjara dan meningkatkan keberhasilan sistem peradilan dalam menangani kasus narkotika
Overlapping Investigative Authorities of Prosecutors and Police in the Draft Criminal Procedure Code from an Indonesian Constitutional Perspective
The emergence of dualism in investigative authority between the Prosecutor’s Office and the Police in the draft Criminal Procedure Code (RUU KUHAP) has triggered legal ambiguity, resulting in uncertainty within Indonesia’s constitutional system. Investigative authority, which is generally vested in the police as stipulated in the current Criminal Procedure Code (KUHAP), has been expanded—particularly through the provisions of Article 12 paragraph (11) and Article 111 paragraph (2) of the draft law. This situation has the potential to create overlapping jurisdictions, disrupt the principle of due process of law, and weaken the checks and balances within the criminal justice system. The lack of clarity in delineating the boundaries of authority between the police and the prosecutor’s office may lead to institutional conflicts and inefficiencies in law enforcement. This study employs a normative juridical method, utilizing both statutory and conceptual approaches. The statutory approach is used to systematically examine existing and proposed provisions of positive law, while the conceptual approach serves to analyze relevant legal principles and doctrines, including inter-agency coordination within the framework of the rule of law. Therefore, a clear and proportional restructuring of investigative authority is necessary to establish a criminal justice system that is fair, effective, and aligned with the principles of a constitutional state
Systematic Review: Penerapan Kecerdasan Buatan (AI) Dalam Pembelajaran IPA Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Literasi Sains
Science learning in schools is still largely focused on theoretical delivery and rote memorization, giving students limited opportunities to develop a deep and contextual understanding of scientific concepts. The advancement of Artificial Intelligence (AI) technology offers great potential to transform science learning into a more interactive, personalized, and meaningful process. This article employs the Systematic Literature Review (SLR) method by critically analyzing ten scientific journals published between 2021 and 2025 that discuss the application of AI in science education. The review process includes identification, selection, and analysis of research objectives, methodological designs, participant characteristics, and main findings. The results indicate that the integration of AI in science learning enhances conceptual understanding through adaptive learning features, visualization of abstract concepts, and automatic feedback. Moreover, AI-based learning strengthens students’ scientific literacy by providing learning experiences based on data exploration and independent scientific problem-solving. Several studies combine AI with inquiry-based and project-based learning models, resulting in significant improvements in critical thinking and scientific reasoning skills.Pembelajaran IPA di sekolah masih banyak berfokus pada penyampaian teori dan hafalan konsep, sehingga siswa kurang memperoleh kesempatan untuk memahami makna ilmiah secara mendalam dan kontekstual. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menawarkan potensi besar dalam mentransformasi proses pembelajaran IPA menuju pembelajaran yang lebih interaktif, personal, dan bermakna. Artikel ini disusun menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis secara kritis sepuluh jurnal ilmiah terbitan tahun 2021–2025 yang membahas penerapan AI dalam pembelajaran IPA. Proses review meliputi identifikasi, seleksi, dan analisis terhadap tujuan penelitian, desain metode, karakteristik peserta, serta hasil utama yang dilaporkan. Hasil telaah menunjukkan bahwa penerapan AI dalam pembelajaran IPA mampu meningkatkan pemahaman konsep melalui fitur pembelajaran adaptif, visualisasi konsep abstrak, serta pemberian umpan balik otomatis. Selain itu, integrasi AI juga terbukti memperkuat literasi sains siswa dengan menghadirkan pengalaman belajar berbasis eksplorasi data dan pemecahan masalah ilmiah secara mandiri. Beberapa penelitian menggabungkan AI dengan model pembelajaran inkuiri dan project-based learning, menghasilkan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kritis dan penalaran ilmiah. Namun, beberapa kendala yang ditemukan antara lain keterbatasan infrastruktur digital, kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi, dan isu etika penggunaan data siswa. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan AI dalam pembelajaran IPA berpotensi menjadi strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan sains yang selaras dengan kebutuhan abad ke-21