Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
    2676 research outputs found

    Reconstructing National Leadership: Strategies for Integrating Digital Technology and Local Wisdom in Elementary Schools

    No full text
    Abstract: This research aims to explore the strategic role of educational leadership in maintaining national identity through the integration of technology and local wisdom in Indonesian primary schools. The study also highlights the gap in technology access between urban and rural areas and the challenges in curriculum development that can harmonize local cultural values with digital advancements. Using the literature review method, this study analyzes various literatures to understand the contribution of educational leadership to integrative policies that favor the preservation of national identity in the digital era. The findings show that educational leadership plays a central role in designing policies that not only encourage the use of technology, but also instill noble values of national culture. However, there are still significant barriers such as limited digital infrastructure, lack of locality-based teacher training, and lack of community involvement in curriculum formulation. Therefore, this study recommends strengthening inclusive policies, equitable technology investment, contextual teacher training and close collaboration with local communities to realize basic education that is firmly rooted in the nation's culture while being adaptive to the times.  Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran strategis kepemimpinan pendidikan dalam menjaga jati diri bangsa melalui integrasi teknologi dan kearifan lokal di sekolah dasar di Indonesia. Studi ini juga menyoroti kesenjangan akses teknologi antara wilayah perkotaan dan pedesaan serta tantangan dalam pengembangan kurikulum yang mampu mengharmoniskan nilai-nilai budaya lokal dengan kemajuan digital. Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka, kajian ini menganalisis berbagai literatur untuk memahami kontribusi kepemimpinan pendidikan terhadap kebijakan integratif yang berpihak pada pelestarian identitas kebangsaan di era digital. Hasil temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan pendidikan memegang peran sentral dalam merancang kebijakan yang tidak hanya mendorong pemanfaatan teknologi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Namun demikian, masih ditemukan hambatan signifikan seperti keterbatasan infrastruktur digital, kurangnya pelatihan guru berbasis lokalitas, serta minimnya keterlibatan komunitas dalam perumusan kurikulum. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan inklusif, investasi teknologi yang merata, pelatihan guru kontekstual, dan kolaborasi erat dengan masyarakat lokal guna mewujudkan pendidikan dasar yang berakar kuat pada budaya bangsa sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.   &nbsp

    Pertimbangan Hakim Dalam Pembatalan Perkawinan dengan Alasan Poligami (Studi Putusan di Pengadilan Agama Makassar)

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji pertimbangan hakim dalam memutus perkara pembatalan perkawinan dengan alasan poligami tanpa izin istri pertama, berdasarkan studi putusan Nomor 2490/Pdt.G/2016/PA.Mks di Pengadilan Agama Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar hukum, argumentasi, serta implikasi dari putusan pembatalan perkawinan yang dilakukan oleh suami tanpa mendapatkan izin dari istri pertama sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI).Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dan studi kasus (case study), dengan menganalisis putusan pengadilan dan mendukungnya melalui wawancara dengan hakim serta kajian literatur hukum Islam, teori pertimbangan hakim, dan teori maqāṣid al-sharī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam putusan Nomor 2490/Pdt.G/2016/PA.Mks menggunakan pendekatan hukum progresif yang menekankan keadilan substantif dan perlindungan hak perempuan. Perkawinan antara Almarhum dan Tergugat dilakukan tanpa izin istri pertama dan tanpa izin Pengadilan Agama, sehingga bertentangan dengan hukum positif dan dinyatakan batal demi hukum. Dari perspektif hukum Islam, hakim menerapkan maqāṣid al-syarī‘ah dengan menyatakan bahwa pembatalan pernikahan tidak dapat dikabulkan karena mempertimbangkan keadilan substantif dan kemaslahatan keluarga. Akibat hukumnya mencakup tiadanya hubungan hukum suami istri sejak awal, tidak adanya hak nafkah dan warisan, kewajiban iddah tanpa nafkah, pengakuan sah anak, pembagian harta bersama secara proporsional, dan pencabutan akta nikah oleh KUA. Putusan ini menegaskan pentingnya prosedur hukum dalam praktik poligami dan memperkuat perlindungan terhadap perempuan

    Cultural Values of Rapo-Rappang Pre-Marriage Bugis Community in Watang Sawitto District, Pinrang Regency, Perspective of Islamic Law

    Full text link
    Rapo-rapoang merupakan dasar kata dari rapuh, rapuh itu sendiri dapat diartikan sebagai masa dimana calon pengantin mudah terkena musibah yang dapat mencederai fisik ataupun dapat merenggut nyawa calon pengantin maka dari itu calon pengantin tidak dianjurkan keluar rumah untuk hal yang sia-sia karena tujuan dari rapo-rapoang itu sendiri merupakan larangan agar pengantin terhindar dari bala’. Penelitian ini bertujuan mengetahui budaya adat Rapo-rapoang dan menghindarkan calon mempelai dari bahaya dan memberikan edukasi kepada calon mempelai. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Teknik Library Reserarch dan Teknik Field Research (Observasi, Wawancara, Dokumentasi). Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menujukkan bahwa Pemahaman masyarakat bugis khususnya di kecamatan Watang Sawitto kabupatan Pinrang meyakini bahwa rapo-rapoang merupakan sebuah adat yang dilaksanakan masyarakat setelah terjadinya mapettuada (putus perkataan) dalam adat bugis rapo-rapoang yaitu sebuah larangan yang ditujukan kepada calon mempelai laki-laki dan wanita untuk tidak beraktivitas diluar rumah adapun nilai-nilai rapo-rapoang adalah untuk menghindari bala’, mempersiapkan diri, dan merawat diri

    Feminisme Pasca-Kolonial: Menafsirkan Ulang Teks Keagamaan untuk Keadilan Gender Global

    No full text
    In the era of globalization, gender inequality continues to persist within religious traditions, often reinforced by patriarchal interpretations shaped by colonial legacies that hinder women’s rights and broader efforts toward global justice. This paper explores how postcolonial feminism can reinterpret religious texts to challenge these norms and promote equitable gender relations. Using a qualitative interpretive design within a descriptive-comparative framework, the study analyzes key texts from the Qur’an, the Bible, and the Vedas through contextual exegesis, etymological analysis, and dialogical engagement with participants from South Asia, Sub-Saharan Africa, and the Middle East. The findings reveal that traditional patriarchal readings stem from socio-historical contexts rather than inherent textual mandates, with colonial influences intensifying hierarchical structures. Postcolonial feminist reinterpretations uncover egalitarian potentials, including shared responsibility in Qur’anic verses, ontological equality in Biblical creation narratives, and gender balance in Vedic symbolism. The study extends postcolonial feminist theory by integrating decolonial hermeneutics into scriptural analysis, offering a framework for reimagining gender agency within sacred texts. Practical strategies, such as workshops that empower marginalized voices, demonstrate a shift toward inclusive discourse, providing pathways for policy reform and community transformation in pursuit of gender justice

    Minat terhadap Promosi Jabatan bagi Karyawan Milenial di Sektor Perbankan

    No full text
    Purpose – The purpose of this study is to analyze the effect of job promotion on the performance of millennial employees in the banking sector, particularly at Bank BRI KC Maros, and to understand the extent to which millennial employees interest in job promotion affects their motivation and performance in the work environment. Method – This study uses a quantitative approach with a simple linear regression analysis method. Data was collected through questionnaires distributed to employees of Bank BRI KC Maros, then processed using SPSS version 25 to test the validity, reliability, and influence between the variables of promotion and employee performance. Findings – The results of the study indicate that promotion does not have a significant effect on employee performance at Bank BRI KC Maros. These findings indicate that millennial employees continue to work with high dedication even without the prospect of promotion, reflecting their intrinsic motivation and professionalism in carrying out their duties. Practical implications – The practical implication of this study is that banking management needs to pay more attention to the intrinsic motivation and self-development factors of millennial employees, rather than focusing solely on job promotions as a form of reward. Training programs, flexible career development, and a work environment that supports work-life balance can improve the performance and loyalty of millennial employees. Originality/value – The original value of this research lies in its focus on the behavior and motivation of millennial employees in the Indonesian banking sector, which shows that performance is more influenced by intrinsic motivation than by opportunities for promotion.Tujuan – Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh promosi jabatan terhadap kinerja pegawai milenial di sektor perbankan, khususnya di Bank BRI KC Maros, dan untuk memahami sejauh mana minat pegawai milenial terhadap promosi jabatan memengaruhi motivasi dan kinerja mereka di lingkungan kerja.Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier sederhana. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai Bank BRI KC Maros, kemudian diolah menggunakan SPSS versi 25 untuk menguji validitas, reliabilitas, dan pengaruh antara variabel promosi jabatan dengan kinerja pegawai.Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi jabatan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai di Bank BRI KC Maros. Temuan ini menunjukkan bahwa pegawai milenial tetap bekerja dengan dedikasi tinggi meskipun tanpa prospek promosi jabatan, yang mencerminkan motivasi intrinsik dan profesionalisme mereka dalam menjalankan tugas.Implikasi Praktis – Implikasi praktis dari penelitian ini adalah manajemen perbankan perlu lebih memperhatikan faktor motivasi intrinsik dan pengembangan diri pegawai milenial, daripada hanya berfokus pada promosi jabatan sebagai bentuk penghargaan. Program pelatihan, pengembangan karier yang fleksibel, dan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan kerja-kehidupan dapat meningkatkan kinerja dan loyalitas karyawan milenial.Orisinalitas/Nilai – Nilai orisinal penelitian ini terletak pada fokusnya pada perilaku dan motivasi karyawan milenial di sektor perbankan Indonesia, yang menunjukkan bahwa kinerja lebih dipengaruhi oleh motivasi intrinsik daripada peluang promosi

    Traditional Da'wah Movement in Preserving Salafiyah Traditions: A Case Study of Lirboyo Islamic Boarding School in Kediri

    No full text
    This study examines the Salafi-based da'wah movement at the Lirboyo Islamic Boarding School through the practice of studying classical Islamic texts and the sorogan and bandongan methods as the core of the learning system. This tradition forms the foundation for the transmission of classical Islamic knowledge and shapes the character of students to be knowledgeable, moral, and ready to preach. The results of the study show that these methods play a strategic role in building moderate Islamic da'wah, instilling the values of wasathiyah, tasamuh, and tawazun, and making the Lirboyo Islamic Boarding School a center of cultural da'wah that is adaptive to the changing times and a preserver of classical Islamic heritage.Penelitian ini mengkaji gerakan dakwah berbasis tradisi salafiyah di Pondok Pesantren Lirboyo melalui praktik pengajian kitab kuning serta metode sorogan dan bandongan sebagai inti sistem pembelajaran. Tradisi ini menjadi pondasi transmisi ilmu-ilmu keislaman klasik sekaligus pembentuk karakter santri yang berilmu, berakhlak, dan siap berdakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tersebut berperan strategis dalam membangun dakwah Islam moderat, menanamkan nilai wasathiyah, tasamuh, dan tawazun, serta menjadikan Pesantren Lirboyo pusat dakwah kultural yang adaptif terhadap perubahan zaman dan pelestari khazanah Islam klasik

    Kontekstualisasi Maqashid Al-Syariah Terhadap Sanksi Pidana Bagi Pelaku Penjiplakan Desain Busana (Analisis Putusan Nomor 1/Pdt.Sus-HKI/2020/PN Niaga Mks): Analisis Hukum Islam Terhadap Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dalam Desain Busana

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai kontekstualisasi maqāṣid al-syarī‘ah dalam pemberian sanksi pidana terhadap pelaku penjiplakan desain busana dengan menganalisis Putusan Pengadilan Negeri Makassar Nomor: 1/Pdt.Sus-HKI/2020/PN Niaga Mks. Tiga permasalahan utama yang dikaji yaitu: (1) urgensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam kejahatan penjiplakan desain busana, (2) implementasi keadilan dalam putusan Pengadilan Negeri Makassar tersebut, dan (3) kontekstualisasi maqāṣid al-syarī‘ah terhadap pelaku penjiplakan desain busana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, HKI berfungsi sebagai landasan hukum yang kuat bagi desainer untuk memperoleh hak eksklusif atas karya cipta mereka; kedua, sanksi yang dijatuhkan majelis hakim masih kurang efektif karena hanya bersifat penghentian kegiatan tanpa memberikan efek jera yang signifikan; dan ketiga, dalam perspektif hukum Islam, putusan tersebut dapat dipahami sebagai bentuk ta‘zīr berupa teguran (taubīkh), yang sejalan dengan prinsip ḥifẓ al-māl (perlindungan harta) dalam maqāṣid al-syarī‘ah. Perlindungan terhadap desain busana tidak hanya memenuhi aspek hukum formal, tetapi juga mengandung nilai keadilan substantif dalam kerangka hukum Islam.   This research discusses the contextualization of Maqāṣid al-Sharī‘ah in imposing criminal sanctions on perpetrators of fashion design plagiarism, by analyzing the Decision of the Makassar District Court Number: 1/Pdt.Sus-HKI/2020/PN Niaga Mks. The study focuses on three main issues: (1) the urgency of Intellectual Property Rights (IPR) in fashion design plagiarism crimes, (2) the implementation of justice in the Makassar District Court decision, and (3) the contextualization of Maqāṣid al-Sharī‘ah in the case of design plagiarism. The results show that: first, IPR acts as a solid legal foundation granting designers exclusive rights to their creations; second, the court’s sanction remains ineffective as it merely orders cessation of the act without deterrent effect; and third, from the perspective of Islamic criminal law, the ruling can be interpreted as a form of ta‘zīr punishment in the form of a reprimand (taubīkh), consistent with the principle of ḥifẓ al-māl (protection of wealth) within Maqāṣid al-Sharī‘ah. This approach indicates that legal protection of fashion design fulfills not only formal justice but also the substantive justice values of Islamic law

    ANALYSIS OF THE DEVELOPMENT OF BMT AL BIRRY IN ENHANCING FINANCIAL INCLUSION IN PINRANG REGENCY

    Full text link
    Baitul Maal wat Tamwil (BMT) is one of the Islamic financial institutions initiated by community participation to strengthen the local economy while also fulfilling social functions for public welfare. This study was motivated by the fact that BMT Al Birry aspires to contribute to the real sector but is still unable to compete effectively in the market. Customers also face issues such as delays in installment payments caused by declining turnover among financing recipients. Therefore, it is crucial to analyze how BMT Al Birry develops strategies to improve financial inclusion in Pinrang Regency.This research applies a qualitative case study approach, using observation, interviews, and documentation as data collection methods. Data analysis includes data reduction, presentation, and verification. The findings reveal that BMT Al Birry focuses on enhancing Islamic financial products and services such as musyarakah, mudharabah, murabahah, and qardhul hasan while actively promoting Islamic financial literacy and inclusive access. However, limited capital and competition from conventional banks remain significant challenges, prompting the need for improved service quality, stronger capital, and more effective literacy programs.Baitul Maal wat Tamwil (BMT) merupakan lembaga keuangan syariah berbasis partisipasi masyarakat yang berperan dalam memperkuat perekonomian lokal sekaligus menjalankan fungsi sosial bagi kesejahteraan. Penelitian ini berangkat dari kondisi BMT Al Birry yang memiliki aspirasi mengembangkan sektor riil, namun masih menghadapi keterbatasan daya saing dan masalah keterlambatan angsuran akibat penurunan omzet nasabah pembiayaan. Oleh sebab itu, penting menganalisis pengembangan BMT Al Birry dalam meningkatkan inklusi keuangan di Kabupaten Pinrang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Al Birry fokus memperkuat produk dan layanan keuangan syariah seperti musyarakah, mudharabah, murabahah, dan qardhul hasan serta aktif mengedukasi masyarakat tentang literasi keuangan syariah. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan modal dan persaingan dengan bank konvensional sehingga diperlukan peningkatan kualitas layanan, penguatan modal, serta program literasi keuangan yang lebih efektif

    KUANTIFIKASI DAMPAK PENDIDIKAN AISYAH RA: SEBUAH STUDI EMPIRIS TENTANG KONTRIBUSI AISYAH RA DALAM PEDAGOGI ISLAM: Pendidikan Islam

    No full text
    The contributions of women to Islamic education have often been marginalized in historiography, whereas historical evidence highlights their strategic role, particularly that of Aisha RA, in the development of Islamic knowledge and pedagogy. This study employs a qualitative descriptive-analytical approach through library research. Primary data were obtained from authoritative hadith collections such as Sahih al-Bukhari and Sahih Muslim, while secondary data included books, journal articles, and contemporary literature. The validity of hadiths was assessed using the takhrij method, followed by a combination of deductive and inductive analysis. The findings reveal that Aisha RA not only narrated more than 2,210 hadiths but also contributed to shaping moral values, reinforcing the principle of gender equality, and promoting dialogical and participatory teaching methods. These principles remain relevant to contemporary educational challenges that demand inclusivity, justice, and character development. This research emphasizes that the intellectual legacy of Aisha RA can serve as an essential model for designing modern Islamic education systems based on justice and morality, while also strengthening the recognition of women’s contributions within Islamic intellectual traditions.Kontribusi perempuan dalam pendidikan Islam sering kali ditempatkan di posisi marginal dalam historiografi, sementara fakta sejarah menunjukkan peran strategis mereka, khususnya Aisyah RA, dalam pengembangan ilmu dan pedagogi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-analisis berbasis studi pustaka. Data primer diperoleh dari kitab hadis otoritatif seperti Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, sedangkan data sekunder berupa buku, artikel jurnal, dan literatur kontemporer. Validasi hadis dilakukan dengan metode takhrij, kemudian dianalisis melalui kombinasi logika deduktif dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aisyah RA tidak hanya meriwayatkan lebih dari 2.210 hadis, melainkan berkontribusi dalam membangun nilai moral, menegaskan prinsip kesetaraan gender, dan memperkenalkan metode pengajaran berbasis dialog serta partisipasi aktif. Prinsip-prinsip tersebut relevan dengan tantangan pendidikan kontemporer yang menuntut inklusivitas, keadilan, dan penguatan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa warisan intelektual Aisyah RA dapat dijadikan model penting dalam merancang sistem pendidikan Islam modern yang berkeadilan dan berlandaskan moralitas, sekaligus memperkuat pengakuan terhadap kontribusi perempuan dalam tradisi keilmuan Islam

    Analisis Evaluasi dan Pengukuran Risiko dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di RA Arrahmah: Studi Kualitatif

    Full text link
    This study analyzes the evaluation process and risk measurement in the implementation of the Merdeka Curriculum at RA Arrahmah. The research addresses the limited understanding of how early childhood institutions identify and manage pedagogical and operational risks during the transition toward the Merdeka Curriculum. Using a qualitative case study approach, data were collected through observations, interviews, and documentation. The findings show that the implementation of the Merdeka Curriculum enhances children’s creativity and learning engagement; however, several risks emerge, including limited teacher readiness, inadequate learning media, and inconsistency in applying the principles of differentiated learning. A structured risk matrix reveals that key risks fall within medium to high levels, particularly those concerning resource limitations and pedagogical capacity. The study concludes that successful implementation requires systematic evaluation, continuous teacher development, and strengthened institutional risk management.Penelitian ini menganalisis proses evaluasi dan pengukuran risiko dalam penerapan Kurikulum Merdeka di RA Arrahmah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya kajian yang mengungkap bagaimana lembaga PAUD mengidentifikasi dan mengelola risiko pedagogis maupun operasional saat beradaptasi dengan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka meningkatkan kreativitas serta keterlibatan belajar anak; namun sejumlah risiko muncul, seperti keterbatasan kesiapan guru, kurangnya media pembelajaran, serta ketidakkonsistenan penerapan prinsip pembelajaran berdiferensiasi. Matriks risiko menunjukkan bahwa risiko berada pada level sedang hingga tinggi, terutama berkaitan dengan keterbatasan sumber daya dan kompetensi pedagogis. Penelitian menegaskan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka membutuhkan evaluasi sistematis, peningkatan kapasitas guru, serta penguatan manajemen risiko lembaga

    2,142

    full texts

    2,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sao Jurnal IAIN Parepare
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇