Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
The Role of Communication Psychology Strategies in Da'wah on Digital Media
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi psikologi komunikasi dalam meningkatkan efektivitas dakwah di tengah masyarakat modern yang bercirikan digitalisasi, rasionalitas, dan pluralisme nilai. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi pustaka, dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah di bidang dakwah, psikologi komunikasi, dan media modern, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap aspek psikologis seperti persepsi, emosi, motivasi, dan hambatan kognitif-afektif-perilaku sangat menentukan keberhasilan dakwah. Strategi dakwah adaptif, melalui penggunaan media digital, pendekatan interpersonal, penguatan nilai-nilai universal, dan pesan kontekstual yang menyentuh aspek emosional, terbukti dapat meningkatkan keterhubungan dan penerimaan khalayak. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi psikologi komunikasi ke dalam strategi dakwah sangat penting untuk membangun komunikasi keagamaan yang lebih empatik, relevan, dan transformatif. Temuan ini berdampak pada pengembangan kompetensi da'i dan pendekatan dakwah yang lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat digital saat ini.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi psikologi komunikasi dalam meningkatkan efektivitas dakwah di kalangan masyarakat modern yang ditandai dengan digitalisasi, rasionalitas, dan pluralisme nilai. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi pustaka, dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah bidang dakwah, psikologi komunikasi, dan media modern, kemudian dianalisis dengan teknik analisis isi dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terhadap aspek psikologis seperti persepsi, emosi, motivasi, dan hambatan kognitif-afektif-tingkah laku sangat menentukan keberhasilan dakwah. Strategi dakwah yang adaptif—melalui penggunaan media digital, pendekatan interpersonal, penguatan nilai universal, dan pesan yang kontekstual serta sentuhan aspek emosional—terbukti meningkatkan keterhubungan dan penerimaan audiens. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi psikologi komunikasi ke dalam strategi dakwah sangat penting untuk membangun komunikasi religius yang lebih empatik, relevan, dan transformatif. Temuan ini berdampak pada pengembangan kompetensi da'i dan pendekatan dakwah yang lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat digital masa kini.
 
AI Integration in EFL Teacher Education: Perceptions and Professional Development Needs
The integration of Artificial Intelligence (AI) into English as a Foreign Language (EFL) teaching presents both opportunities and challenges for teacher education. While AI's role in enhancing language learning is increasingly recognized, limited research has explored how EFL teacher educators perceive and navigate AI integration. Addressing this gap, the present study investigates Indonesian EFL teacher educators’ perceptions of AI integration, focusing on the challenges they face, the competencies they require, and their professional development needs. Employing an interpretivist qualitative approach, the study analyzed data from semi-structured interviews with eight teacher educators at a private university in West Java. Thematic analysis—conducted both manually and with ChatGPT assistance—revealed key challenges including overreliance on AI, issues of academic integrity, and inadequate institutional support. Educators emphasized the need for AI literacy, pedagogical adaptability, and ethical awareness. They also identified the importance of structured, ongoing AI-focused professional development supported by institutional collaboration. Findings underscore the urgent need for responsive policies, ethical guidelines, and capacity-building efforts to support responsible AI adoption in teacher education. These insights contribute to the growing discourse on AI integration and inform the design of context-sensitive professional development programs in EFL contexts
Penerapan Prinsip Maqashid Syariah dalam Tata Kelola Internal Perseroan Syariah: Analisis terhadap Mekanisme Eksekusi dan Perlindungan Konsumen
This study investigates the application of maqashid sharia principles within the internal governance of Islamic corporations, using PT Bank Syariah Indonesia (BSI) as a case study in financing practices and dispute resolution. The central issue concerns the suboptimal integration of maqashid based values such as justice, protection of wealth, and public welfare into corporate decision making processes, especially in risk management for Islamic finance contracts. The objective of this study is to asses the extent to which Islamic financial institutions embed maqashid principles into internal policy and legal defense strategies, as illustrated by Indonesian Supreme Court Decisions No. 765 K/AG/2024. Employing normative juridical method, this study adopts a case based approach combined with doctrinal analysis of Islamic economic law literature and regulatory frameworks. Finding indicate that while BSI complies with formal legal structures in executing contracts, deficiencies remain In safeguarding maqashid values during asset execution processes, particularly in upholding justice and preventing harm to debtors. The court’s partial acceptance of the customer’s claim illustrates these shortcomings. This study concludes that aligning internal governance with maqashid sharia should be a foundational ethical and strategic imperative for Islamic financials institutions, ensuring that operations reflect both legal compliance and the higher objectives of Islamic law.Penelitian ini membahas penerapan prinsip maqashid syariah dalam tata kelola internal perseroan syariah, dengan fokus pada studi kasus PT Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam praktik akad pembiayaan dan penyelesaian sengketa. Permasalahan utama adalah belum optimalnya integrasi nilai maqashid syariah seperti keadilan, perlindungan jiwa, dan penjagaan harta ke dalam proses pengambilan korporasi, terutama dalam risiko pembiayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji sejauh mana perusahaan syariah menerapkan prinsip maqashid dalam pelaksanaan kebijakan internal serta dalam menghadapi gugatan hukum, sebagaimana tercermin dalam Putusan Mahkamah Agung No. 765 K/AG/2024. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif, pendekatan studi kasus, serta analisis terhadap literatur fiqh muamalah dan regulasi syariah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun PT BSI telah melaksanakan akad sesuai aturan formal, pelaksanaan eksekusi agunan menunjukkan indikasi pelanggaran terhadap aspek maqashid, khususnya keadilan dan kemaslahatan debitur. Sebagian gugatan konsumen dikabulkan, yang mencerminkan adanya ruang perbaikan dalam manajemen tata kelola berbasis syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip maqashid harus dijadikan dasar etis dan strategis dalam setiap lini kebijakan dan penyelesaian sengketa, untuk memastikan keuangan syariah berjalan sesuai tujuan utama hukum Islam
Unsur Ghārār dan Wanprestasi Modifikasi Rumah Sewaan: Tinjauan Hukum Islam dan KUHPerdata.
Praktik sewa menyewa (Ijārah) rumah di Kelurahan Dukuh Kota Salatiga umumnya hanya berbasis perjanjian lisan tanpa klausul tertulis terkait pembatasan modifikasi rumah oleh penyewa. Kondisi ini menimbulkan persoalan hukum, terutama potensi ghārār (ketidakjelasan) menurut Hukum Islam dan wanprestasi menurut KUHPerdata, karena modifikasi rumah tanpa izin sering merubah objek sewa dari manfaat semula, memicu kerugian, dan mempersulit pembuktian sengketa. Penelitian ini bertujuan menganalisis unsur ghārār dalam praktik modifikasi rumah sewaan menurut syarat sah Ijārah serta mengkaji bentuk wanprestasi berdasarkan Pasal 1548 dan Pasal 1550–1552 KUHPerdata. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pemilik dan penyewa rumah, serta studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan modifikasi rumah secara sepihak oleh penyewa melanggar kejelasan objek dan manfaat sewa sehingga menimbulkan ghārār dan wanprestasi, serta berpotensi membatalkan akad sewa. Ketiadaan perjanjian tertulis semakin memperlemah posisi hukum para pihak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kontrak sewa tertulis yang memuat klausul modifikasi fisik, pembagian tanggung jawab, serta legalisasi notaris untuk mengurangi risiko sengketa. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi pemilik, penyewa, dan pembuat kebijakan untuk menciptakan akad sewa yang sah, adil, dan berkepastian hukum
KEMEGAHAN KERAJAAN ISLAM DI NUSANTARA: MENELUSURI WARISAN SEJARAH DAN BUDAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemegahan dan kontribusi kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dalam membentuk identitas sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, data diperoleh dari sumber-sumber tertulis seperti literatur sejarah, jurnal ilmiah, serta dokumen peninggalan kerajaan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerajaan-kerajaan seperti Samudera Pasai, Demak, Aceh Darussalam, Ternate, dan Gowa memainkan peran strategis dalam proses Islamisasi yang berlangsung secara damai dan akulturatif. Kerajaan-kerajaan tersebut tidak hanya menyebarkan ajaran Islam, tetapi juga membangun sistem pendidikan, pemerintahan, hukum, serta budaya material yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Temuan ini menegaskan bahwa warisan kerajaan Islam di Nusantara merupakan fondasi penting dalam pembentukan peradaban Indonesia yang multikultural dan religius. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kajian sejarah Islam lokal dalam pendidikan dan pelestarian budaya untuk memperkuat identitas nasional generasi muda
TRADISI SAYYANG PATTU'DU SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA DAN POTENSI WISATA RELIGI MANDAR: Pariwisata
This study analyzes the religious tourism potential of the Sayyang Pattudu tradition in Lero Village, Pinrang Regency. This distinctive Mandar tradition combines Islamic values with local cultural wisdom through a dancing horse procession as a form of appreciation for children who have completed the Quran. The research method used a qualitative approach through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, with data validity tested through triangulation of techniques and sources. The results indicate that Sayyang Pattudu has potential tourist appeal as seen from the 4A components (Attraction, Accessibility, Amenity, and Activity). The unique cultural attractions, adequate accessibility, support from simple facilities from the community, and tourist involvement in ritual activities make this tradition valuable for tourism. There are three main motivations for tourists to attend: the uniqueness of the tradition, the desire to understand Mandar culture, and the festive atmosphere it creates. The potential for developing this tradition as a religious tourism destination is believed to boost the local economy while preserving cultural identity, provided that its spiritual values and local wisdom are maintained.Penelitian ini menganalisis potensi wisata religi pada tradisi Sayyang Pattudu di Desa Lero, Kabupaten Pinrang. Tradisi khas Mandar ini memadukan nilai-nilai keislaman dengan kearifan budaya lokal melalui prosesi arak-arakan kuda menari sebagai bentuk penghargaan bagi anak yang khatam Al-Qur’an. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sayyang Pattudu memiliki daya tarik wisata yang potensial dilihat dari komponen 4A (Attraction, Accessibility, Amenity, dan Activity). Atraksi budaya yang unik, aksesibilitas yang memadai, dukungan fasilitas sederhana dari masyarakat, serta keterlibatan wisatawan dalam aktivitas ritual menjadikan tradisi ini bernilai wisata. Terdapat tiga motivasi utama wisatawan hadir, yakni keunikan tradisi, keinginan memahami budaya Mandar, serta suasana meriah yang tercipta. Potensi pengembangan tradisi ini sebagai wisata religi diyakini mampu meningkatkan perekonomian lokal sekaligus melestarikan identitas budaya, dengan syarat tetap menjaga nilai spiritual dan kearifan lokalnya
URGENSI REGULASI SERTIFIKASI HALAL TERHADAP PRODUK DAN JASA PERBANKAN SYARIAH DI ERA DIGITALISASI
Transformasi digital dalam sektor perbankan syariah membawa tantangan baru terhadap penerapan prinsip-prinsip halal, terutama dalam memastikan kehalalan produk dan jasa berbasis teknologi. Sertifikasi halal tidak lagi terbatas pada produk konsumsi, tetapi juga menjadi kebutuhan mendesak dalam layanan keuangan syariah digital seperti e-wallet, QRIS syariah, dan digital financing. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi regulasi sertifikasi halal dalam konteks perbankan syariah digital serta mengeksplorasi tantangan dan peluang penerapannya. Menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif, kajian ini menemukan bahwa belum optimalnya regulasi, lemahnya pengawasan, dan rendahnya literasi halal menjadi hambatan utama. Penulis mengusulkan pendekatan halal governance sebagai solusi strategis untuk menyatukan aspek hukum, teknologi, dan perlindungan konsumen dalam satu kerangka regulatif yang responsif. Dengan penguatan regulasi dan pemahaman publik yang lebih baik, sertifikasi halal dapat menjadi pilar utama dalam meningkatkan kepercayaan dan kepatuhan nasabah terhadap layanan perbankan syariah digital.The digital transformation of the Islamic banking sector presents new challenges in ensuring compliance with halal principles, particularly in technology-based financial services. Halal certification is no longer limited to consumable goods but has become a critical necessity for digital Islamic banking services such as e-wallets, QRIS, and digital financing. This study aims to examine the urgency of halal certification regulation in the context of Islamic digital banking, as well as to explore the challenges and opportunities in its implementation. Using a qualitative literature review approach, the findings reveal that underdeveloped regulatory frameworks, weak oversight, and low public literacy on halal principles are the primary obstacles. The study proposes a halal governance framework as a strategic solution that integrates legal, technological, and consumer protection aspects into a responsive regulatory system. Strengthening regulation and improving public understanding of halal principles are key to building trust and enhancing compliance in digital Islamic banking services
OPERATIONAL STRATEGIC TRANSFORMATION TOWARDS GREEN BANKING IN ISLAMIC BANKING IN THE ERA OF SUSTAINABILITY: TRANSFORMASI STRATEGIS OPRASIONAL TERHADAP GREEN BANKING DALAM PERBANKAN SYARIAH DI ERA KEBERLANJUTAN
ABSTRACT
This article aims to systematically examine the relationship between the transformation of operational strategy, the implementation of green banking, and the principles of Islamic banking in addressing sustainability challenges. In the evolving banking industry, integrating operational efficiency, environmental sustainability, and Sharia-based values has become increasingly crucial. The methodology used in this study is a Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA guidelines. A total of 30 scholarly articles published between 2018 and 2024 were analyzed thematically to identify trends, dominant findings, and research gaps. The results reveal that, although there is a positive trend in the development of green banking and digital transformation in Islamic banking, the integration of these three aspects remains limited. There is a lack of theoretical frameworks that simultaneously combine sustainability and Sharia principles within operational banking practices. Therefore, this article recommends the development of a conceptual framework that can effectively align operational strategies, green banking principles, and the objectives of maqashid sharia. Theoretically, this study contributes to the foundation for future research, while practically, it serves as a reference for Islamic banking management in designing sustainable strategies that balance economic, social, and spiritual valuesABSTRAK
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis keterkaitan antara transformasi strategi operasional, implementasi green banking, dan prinsip-prinsip perbankan syariah dalam menghadapi tantangan keberlanjutan. Dalam konteks industri perbankan yang terus berubah, upaya integrasi antara efisiensi operasional, keberlanjutan lingkungan, dan nilai-nilai syariah menjadi hal yang krusial. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Sebanyak 30 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018 hingga 2024 dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk menemukan pola, temuan dominan, dan celah penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun terdapat tren positif dalam pengembangan green banking dan transformasi digital dalam perbankan syariah, integrasi antara ketiga unsur tersebut masih belum optimal. Masih minim kerangka teoritis yang menggabungkan prinsip keberlanjutan dan syariah dalam praktik operasional bank. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan pengembangan kerangka kerja konseptual yang mampu menyinergikan strategi operasional, prinsip green banking, dan maqashid syariah secara aplikatif. Secara teoritis, kajian ini memberikan kontribusi dalam membangun landasan konseptual untuk riset lanjutan, sementara secara praktis, artikel ini dapat menjadi acuan bagi manajemen perbankan syariah dalam merancang strategi keberlanjutan yang seimbang antara nilai ekonomi, sosial, dan spiritual
THE ROLE OF FINTECH IN IMPROVING ISLAMIC FINANCIAL INCLUSION IN THE ERA OF FINANCIAL DIGITALIZATION: PERAN FINTECH DALAM MENINGKATKAN INKLUSI KEUANGAN SYARIAH DI ERA DIGITALISASI KEUANGAN
This article aims to analyze the contribution of fintech in promoting Islamic financial inclusion in the digitalization era through a Systematic Literature Review (SLR) approach. By reviewing 30 relevant scholarly articles from 2016 to 2024, this study maps the role of fintech in expanding access to Sharia-based financial services, particularly for vulnerable groups such as MSMEs, Islamic boarding schools (pesantren), and rural communities. The literature search strategy employed thematic keywords and Boolean operators, while the article selection process followed PRISMA and CASP guidelines to ensure the validity of the findings. The results indicate that fintech holds significant potential in bridging the gap in access to Islamic finance through the digitalization of services, although challenges such as regulatory limitations, digital literacy, and infrastructure remain major obstacles. Practically, this article recommends the need for synergy among industry players, regulators, and Islamic financial institutions in creating an inclusive digital ecosystem that aligns with Sharia principles. Theoretically, this study enriches the understanding of the integration between fintech, digitalization, and financial inclusion within the framework of modern Islamic economics.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi fintech dalam mendorong inklusi keuangan syariah di era digitalisasi melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Dengan meninjau 30 artikel ilmiah yang relevan dari tahun 2016 hingga 2024, penelitian ini memetakan peran fintech dalam memperluas akses layanan keuangan berbasis syariah, khususnya bagi kelompok rentan seperti UMKM, pesantren, dan komunitas pedesaan. Strategi pencarian literatur menggunakan kata kunci tematik dan operator Boolean, sementara proses seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA dan CASP untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech memiliki potensi signifikan dalam menjembatani kesenjangan akses keuangan syariah melalui digitalisasi layanan, meskipun tantangan seperti keterbatasan regulasi, literasi digital, dan infrastruktur masih menjadi hambatan utama. Secara praktis, artikel ini merekomendasikan perlunya sinergi antara pelaku industri, regulator, dan lembaga keuangan syariah dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan sesuai prinsip syariah. Secara teoretis, kajian ini memperkaya pemahaman tentang integrasi antara fintech, digitalisasi, dan inklusi keuangan dalam kerangka ekonomi Islam modern
Implementation of School-Based Management (SBM) in Improving the Quality of Education in Madrasahs
This article discusses the implementation of School-Based Management (SBM) in improving the quality of education in madrasah. MBS is an approach that gives autonomy to madrasah in managing resources, making decisions, and actively involving all stakeholders. By implementing SBM, madrasahs can develop programs that suit local needs, increase community participation, and create more effective and efficient learning. The madrasah head, teachers and staff play an important role in planning, implementing and evaluating education programs. Despite challenges such as limited budgets, human resources and organizational culture, SBM has proven to have a positive impact on education quality if implemented consistently and integrated. Strategies for strengthening SBM include continuous training, increasing transparency and accountability, utilizing technology, and policy support from the government. With the involvement of all parties and proper management, SBM is a strategic step towards an independent, professional and highly competitive madrasah