Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
THE DUAL ROLES OF WOMEN IN ENHANCING FAMILY WELFARE IN WAKKA VILLAGE, PINRANG REGENCY: The Dual Roles of Women in Enhancing Family Welfare in Wakka Village, Pinrang Regency
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi perempuan pedagang terhadap kesejahteraan keluarga di Desa Wakka, Kabupaten Pinrang. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada informan terpilih dan dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan menjalankan berbagai peran ganda yang berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan keluarga. Pertama, mereka bertanggung jawab dalam pengasuhan anak, yang umumnya telah dilaksanakan dengan baik di dalam rumah tangga. Kedua, mereka berperan dalam penyediaan kebutuhan pangan, sehingga memastikan ketersediaan konsumsi harian keluarga. Ketiga, perempuan juga aktif dalam kegiatan produksi domestik, seperti memanfaatkan hasil kebun untuk kebutuhan rumah tangga. Selain tanggung jawab domestik, perempuan turut berperan dalam aktivitas peningkatan pendapatan guna mendukung stabilitas ekonomi keluarga. Studi ini menegaskan bahwa sebagian besar istri tidak hanya memenuhi kewajiban rumah tangga, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap nafkah keluarga, sehingga memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Temuan ini menekankan pentingnya pengakuan dan penguatan peran ganda perempuan dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Kesejahteraan keluarga, perempuan pedagang, dan peran gand
ISLAM BERKEMAJUAN (KAJIAN POLA DAKWAH MUHAMMADIYAH)
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola dakwah Muhammadiyah dalam konteks Islam Berkemajuan. Fokus utama penelitian mencakup tiga aspek: latar belakang berdirinya Muhammadiyah, landasan pemikiran Islam Berkemajuan, dan implementasi dakwah Islam berkemajuan Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan data pustaka Data pustaka diperoleh melalui penelusuran teliti dari berbagai sumber yang relevan dan kredibel, seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen akademis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah lahir dari kegelisahan sosial, religius, dan moral umat Islam. Landasan pemikiran Islam Berkemajuan Muhammadiyah berakar pada tauhid murni, pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, serta orientasi amal saleh yang solutif. Implementasi dakwah Muhammadiyah tercermin dalam dakwah bil lisan melalui pencerahan dan dakwah bil amal melalui aksi nyata, seperti mendirikan lembaga pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial. Islam Berkemajuan dipahami sebagai upaya menghadirkan Islam yang mencerahkan, kontekstual, dan adaptif terhadap tantangan zama
GREEN FINANCE DISCLOSURE BERBASIS MAQASHID SYARIAH DALAM MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS: Studi Fenomenologi Pada Bank Muamalat KCP Gowa
This study aims to analyze how green finance disclosure is applied by Bank Muamalat KCP Gowa with reference to maqashid syariah principles. This study focuses on the relationship between these disclosure practices and the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). This research is included in the type of qualitative research with a phenomenological approach. The research location is at Bank Muamalat KCP Gowa, Gowa Regency, South Sulawesi. The data used in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data was obtained through in-depth interviews with internal bank parties and customers, while secondary data was obtained from journals, websites and annual reports of Bank Muamalat. The data analysis techniques used include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that Bank Muamalat KCP Gowa has implemented the principles of green finance through service digitization programs, energy efficiency, and financing that pay attention to sustainable aspects. The implementation of maqashid sharia-based green finance disclosure at Bank Muamalat KCP Gowa regarding implementation in supporting its existence consists of five maqashid sharia principles such as preserving religion (hifdz al-din), preserving the soul (hifdz al-nafs), preserving the mind (hifdz al-'aql), preserving offspring (hifdz al-nasl) has been implemented, while preserving property (hifdz al-mal) requires financing for the agricultural sector. The implementation of green finance disclosure based on maqashid sharia in realizing SDGs is seen from the achievement of social, economic and environmental aspects. This success is reflected in the contribution of Bank Muamalat in supporting SDGs in line with the five main pillars in maqashid sharia.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengungkapan keuangan berwawasan lingkungan (green finance disclosure) diterapkan oleh Bank Muamalat KCP Gowa dengan mengacu pada prinsip-prinsip maqashid syariah. Kajian ini berfokus pada keterkaitan antara praktik pengungkapan tersebut dengan pencapaian tujuaan Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian berada di Bank Muamalat KCP Gowa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak internal bank dan nasabah, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, website dan laporan tahunan Bank Muamalat. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Muamalat KCP Gowa telah menerapkan prinsip-prinsip green finance melalui program digitalisasi layanan, efisiensi energi, serta pembiayaan yang memperhatikan aspek berkelanjutan. Penerapan green finance disclosure berbasis maqashid syariah di Bank Muamalat KCP Gowa mengenai implementasi dalam mendukung eksistensinya terdiri dari lima prinsip maqashid syariah seperti menjaga agama (hifdz al-din), menjaga jiwa (hifdz al-nafs), menjaga akal (hifdz al-‘aql), menjaga keturunan (hifdz al-nasl) telah diimplementasikan, sedangkan menjaga harta (hifdz al-mal) membutuhkan dukungan melalui pembiayaan di sektor pertanian. Penerapan green finance disclosure berbasis maqashid syariah dalam mewujudkan SDGs dilihat dari tercapainya aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Keberhasilan ini tercermin dari kontribusi Bank Muamalat dalam mendukung SDGs yang sejalan dengan lima pilar utama dalam maqashid syariah
Pengaruh SiMBA terhadap Efisiensi Operasional Pengelolaan Zakat: Studi Kasus BAZNAS Kabupaten Enrekang
This study aims to analyze the utilization of the BAZNAS Information Management System (SiMBA) in zakat management efforts and to determine the application of SiMBA in optimizing zakat management at BAZNAS Enrekang Regency. This research seeks to provide a comprehensive understanding of how SiMBA is implemented and utilized in BAZNAS operations, as well as to examine the effectiveness of the system in enhancing the efficiency and effectiveness of zakat management in the region. This research uses a qualitative phenomenology approach, involving data reduction from interviews, observations, and documents for narrative analysis. The research is located at the BAZNAS Office of Enrekang Regency. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data validity is tested through credibility, transferability, dependability, and confirmability. Data analysis uses reduction, presentation, and conclusion drawing. The results showed that the use of SiMBA at BAZNAS Enrekang Regency has not been fully optimized due to several constraints in its implementation, such as incomplete muzakki data and the need for continuous application updatesPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SiMBA) dalam upaya pengelolaan zakat dan untuk menentukan penerapan SiMBA dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat di BAZNAS Kabupaten Enrekang. Penelitian ini berupaya untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana SiMBA diimplementasikan dan digunakan dalam operasional BAZNAS, serta untuk menguji efektivitas sistem dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan zakat di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif, yang melibatkan reduksi data dari wawancara, observasi, dan dokumen untuk analisis naratif. Penelitian ini berlokasi di Kantor BAZNAS Kabupaten Enrekang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Analisis data menggunakan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan SiMBA di BAZNAS Kabupaten Enrekang belum sepenuhnya optimal karena beberapa kendala dalam implementasinya, seperti data muzakki yang tidak lengkap dan kebutuhan akan pembaruan aplikasi yang berkelanjutan
SINERGI MULTISTAKEHOLDER DALAM PERCEPATAN SERTIFIKASI TANAH WAKAF: STUDI KASUS KUA SOREANG, PAREPARE
This study aims to analyze the implementation of collaboration between the Office of Religious Affairs (KUA) of Soreang Sub-district in Parepare City and various stakeholders in optimizing the certification of waqf land. The background of this research lies in the fact that many waqf lands remain uncertified due to low legal awareness, complex administrative procedures, and a lack of inter-agency coordination. Utilizing a qualitative field research approach, data were collected through interviews, observations, and documentation involving key actors such as KUA, the National Land Agency (BPN), the Sub-district Government, and the Ministry of Religious Affairs. The findings reveal that multi-party collaboration—led by KUA with technical support from BPN and administrative facilitation from the Sub-district Government and the Ministry—effectively accelerates the certification process. This collaboration not only enhances the legal security of waqf assets but also strengthens social synergy in the sustainable management of religious endowments. These insights are expected to serve as a model for other regions in improving waqf governance through strategic collaborative approaches.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kolaborasi antara Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Soreang Kota Parepare dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengoptimalan sertifikasi tanah wakaf. Latar belakang penelitian ini adalah masih banyaknya tanah wakaf yang belum bersertifikat akibat rendahnya kesadaran hukum masyarakat, rumitnya prosedur administrasi, serta kurangnya koordinasi antarlembaga. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode lapangan, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung, seperti KUA, BPN, Pemerintah Kecamatan, dan Kementerian Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi multi-pihak yang melibatkan KUA sebagai penggerak utama, dengan dukungan teknis dari BPN dan fasilitasi administratif oleh Pemerintah Kecamatan dan Kementerian Agama, mampu mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat sistem legalitas wakaf, tetapi juga membangun sinergi sosial dalam pengelolaan aset keagamaan secara berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam memperkuat tata kelola wakaf melalui pendekatan kolaboratif yang strategis
PENGEMBANGAN FASILITAS DAN PELAYANAN OBJEK WISATA AIR TERJUN BISSAPPU KABUPATEN BANTAENG DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN (PERSPEKTIF PARIWISATA SYARIAH): Pariwisata Syariah
This study discusses the development of facilities and services of the Bissappu Waterfall tourist attraction in Bantaeng Regency in increasing tourist visits (sharia tourism perspective) based on the formulation of the problem, namely 1) What is the condition of the facilities of the Bissappu Waterfall tourist attraction in Bantaeng Regency. 2) What factors cause the lack of facilities of the Bissappu Waterfall tourist attraction in Bantaeng Regency. 3) How is the development of facilities and services of the Bissappu Waterfall tourist attraction in Bantaeng Regency in increasing tourist visits from a sharia tourism perspective. The research used was qualitative, employing a phenomenological approach. The research location was Bonto Salluang Village, Bissappu District, Bantaeng Regency. Data collection and processing techniques included observation, interviews, and documentation. Analysis was carried out through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that 1) The condition of the Bissappu Waterfall tourist attraction facilities is at the stage of optimizing facilities during the consolidation stage. The management in this case carries out repairs, maintenance and development of facilities so that they can meet the needs of tourists and increase tourist visits. 2) Bissappu Waterfall has minimal facilities. This is due to geographical location, environment, limited budget and the absence of cooperation with other parties so that the Tourism Office carries out gradual development to meet the needs of tourists. 3) In developing facilities and services from a sharia tourism perspective, the Tourism Office strives to provide facilities in the form of a prayer room for worship and improve services in the form of parking attendants to be friendly to tourists. In the perspective of sharia tourism, Bissappu Waterfall needs to pay attention to three principles such as sharia-based facilities, sharia-based services and sharia-based tourism based on one of the traditional cultures.Penelitian ini membahas tentang pengembangan fasilitas dan pelayanan objek wisata Air Terjun Bissappu Kabupaten Bantaeng dalam meningkatkan kunjungan wisatawan (perspektif pariwisata syariah) berdasarkan rumusan masalah yaitu 1) Bagaimana kondisi fasilitas objek wisata Air Terjun Bissappu Kabupaten Bantaeng. 2) Faktor apa yang menyebabkan minimnya fasilitas objek wisata Air Terjun Bissappu Kabupaten Bantaeng. 3) Bagaimana pengembangan fasilitas dan pelayanan objek wisata Air Terjun Bissappu Kabupaten Bantaeng dalam meningkatkan kunjungan wisatawan perspektif pariwisata syariah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian ini bertempat di Desa Bonto Salluang Kacamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng. Teknik pengumpulan dan pengolahan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi dan di analisis dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kondisi fasilitas objek wisata Air Terjun Bissappu berada pada tahap optimalisasi fasilitas selama tahap konsilidasi. Pengelola dalam hal ini melakukan perbaikan, pemeliharaan dan pengembangan fasilitas sehingga dapat memenuhi kebutuhan wisatawan dan meningkatkan kunjungan wisatawan. 2) Air Terjun Bissappu memiliki fasilitas yang minim. Hal ini disebabkan letak geografis, lingkungan, keterbatasan anggaran dana dan tidak adanya kerja sama dengan pihak lain sehingga Dinas Pariwisata melakukan pengembangan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. 3) Dalam pengembangan fasilitas dan pelayanan perspektif pariwisata syariah Dinas Pariwisata berupaya untuk menyediakan fasilitas berupa Mushollah untuk beribadah dan meningkatkan pelayanan berupa juru parkir untuk bersikap ramah kepada wisatawan. Dalam perspektif pariwisata syariah, Air Terjun Bissappu perlu memperhatikan tiga prinsip seperti fasilitas berbasis syariah, pelayanan berbasis syariah dan wisata berbasis syariah di dasarkan pada salah satu budaya tradisional
RISK MANAGEMENT IN SYARIAH AND CONVENTIONAL BANKS IN THE DYNAMICS OF GLOBAL FINANCIAL STABILITY TRENDS: MANAJEMEN RISIKO PADA BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL DALAM DINAMIKA TREN STABILITAS KEUANGAN GLOBAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik manajemen risiko pada bank syariah dan konvensional dalam merespons dinamika tren stabilitas keuangan global yang semakin kompleks akibat perubahan ekonomi, digitalisasi, dan gejolak geopolitik. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis 30 artikel ilmiah terpilih dari tahun 2015 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa bank syariah dan konvensional menghadapi risiko dominan seperti risiko likuiditas, pasar, kredit, serta risiko kepatuhan syariah pada bank syariah. Strategi manajemen risiko kedua jenis bank menunjukkan kecenderungan adaptasi terhadap digitalisasi, namun masih terdapat kesenjangan dalam integrasi sistematis antar-risiko dan keselarasan dengan kebijakan global. Temuan juga menunjukkan bahwa bank syariah menghadapi tantangan lebih kompleks terkait regulasi dan keterbatasan instrumen pasar uang syariah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kerangka manajemen risiko yang bersifat integratif dan adaptif terhadap disrupsi teknologi serta tekanan ekonomi global. Secara praktis, hasil penelitian ini bermanfaat bagi regulator dan pelaku industri perbankan dalam menyusun strategi mitigasi risiko yang lebih responsif. Sementara itu, secara teoritis, kajian ini memperkaya literatur akademik dengan memberikan perspektif komparatif dan tren global terkini dalam manajemen risiko perbankan. Kata Kunci: Manajemen Risiko, Bank Syariah, Bank Konvensional, Stabilitas KeuanganThis study aims to examine risk management practices in Islamic and conventional banks in response to the increasingly complex dynamics of global financial stability, driven by economic shifts, digitalization, and geopolitical turbulence. The research employs a Systematic Literature Review (SLR) method following the PRISMA approach, synthesizing 30 selected scholarly articles published between 2015 and 2024. The findings reveal that both Islamic and conventional banks face dominant risks such as liquidity, market, and credit risks, with the addition of Sharia compliance risk specific to Islamic banks. Risk management strategies in both banking types show a tendency toward adapting to digital transformation; however, significant gaps remain in the systematic integration of risk categories and alignment with global regulatory frameworks. The study also finds that Islamic banks encounter more complex challenges, particularly related to regulatory frameworks and limited availability of Islamic money market instruments. The study recommends strengthening an integrative and adaptive risk management framework that is responsive to technological disruptions and global economic pressures. Practically, the findings are valuable for regulators and banking industry stakeholders in formulating more responsive risk mitigation strategies. Theoretically, this study contributes to academic literature by offering comparative perspectives and highlighting current global trends in banking risk management
COMPARATIVE ANALYSIS OF PROFITABILITY OF SYARIAH AND CONVENTIONAL BANKS IN THE GLOBAL FINANCIAL TRANSFORMATION TREND: ANALISIS KOMPARATIF PROFITABILITAS BANK SYARIAH DAN KONVENSIONAL DALAM TREN TRANSFORMASI KEUANGAN GLOBAL
This article aims to comparatively analyze the profitability between Islamic banks and conventional banks in the context of global financial transformation, which is increasingly driven by digitalization and technological innovation. This study employs the Systematic Literature Review (SLR) method by reviewing 30 scientific articles indexed in SINTA and published between 2015 and 2024. The main focus of this literature review is on financial indicators such as ROA (Return on Assets), ROE (Return on Equity), BOPO (Operating Expenses to Operating Income Ratio), FDR (Financing to Deposit Ratio), and operational efficiency, as well as a comparison of the structure and working principles of the two banking systems.
The results of the study show that there are significant differences in profitability between Islamic and conventional banks. The profitability of Islamic banks tends to be influenced by operational efficiency and compliance with Sharia principles, while conventional banks are more responsive to capital structure and leverage. Digital transformation has a positive impact on the profitability of both types of banks; however, its implementation is more complex in Islamic banks due to their adherence to Sharia principles.
This article provides recommendations for banking industry players to accelerate inclusive technology adoption and suggests that regulators support a legal framework that facilitates digital transformation in line with Sharia principles. Practically, these findings serve as a reference for banks in developing strategies to improve financial performance. Theoretically, this article enriches the literature on comparative banking systems in the era of financial transformation.
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif profitabilitas antara bank syariah dan bank konvensional dalam konteks transformasi keuangan global yang semakin didorong oleh digitalisasi dan inovasi teknologi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 30 artikel ilmiah yang terindeks SINTA dan diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024. Fokus utama telaah literatur ini adalah pada indikator keuangan seperti ROA, ROE, BOPO, FDR, dan efisiensi operasional, serta perbandingan struktur dan prinsip kerja kedua sistem perbankan.
Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam profitabilitas antara bank syariah dan konvensional, di mana profitabilitas bank syariah cenderung dipengaruhi oleh efisiensi operasional dan prinsip syariah, sementara bank konvensional lebih responsif terhadap struktur modal dan leverage. Transformasi digital memberikan dampak positif terhadap profitabilitas kedua jenis bank, namun implementasinya lebih kompleks pada bank syariah karena keterikatan terhadap prinsip syariah.
Artikel ini memberikan rekomendasi bagi pelaku industri perbankan untuk mempercepat adopsi teknologi secara inklusif serta menyarankan agar regulator mendukung kerangka hukum yang memfasilitasi transformasi digital sesuai prinsip syariah. Secara praktis, temuan ini berguna sebagai acuan bagi bank dalam mengembangkan strategi peningkatan kinerja keuangan. Secara teoritis, artikel ini memperkaya literatur mengenai perbandingan sistem perbankan di era transformasi keuanganArtikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif profitabilitas antara bank syariah dan bank konvensional dalam konteks transformasi keuangan global yang semakin didorong oleh digitalisasi dan inovasi teknologi. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 30 artikel ilmiah yang terindeks SINTA dan diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024. Fokus utama telaah literatur ini adalah pada indikator keuangan seperti ROA, ROE, BOPO, FDR, dan efisiensi operasional, serta perbandingan struktur dan prinsip kerja kedua sistem perbankan.
Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam profitabilitas antara bank syariah dan konvensional, di mana profitabilitas bank syariah cenderung dipengaruhi oleh efisiensi operasional dan prinsip syariah, sementara bank konvensional lebih responsif terhadap struktur modal dan leverage. Transformasi digital memberikan dampak positif terhadap profitabilitas kedua jenis bank, namun implementasinya lebih kompleks pada bank syariah karena keterikatan terhadap prinsip syariah.
Artikel ini memberikan rekomendasi bagi pelaku industri perbankan untuk mempercepat adopsi teknologi secara inklusif serta menyarankan agar regulator mendukung kerangka hukum yang memfasilitasi transformasi digital sesuai prinsip syariah. Secara praktis, temuan ini berguna sebagai acuan bagi bank dalam mengembangkan strategi peningkatan kinerja keuangan. Secara teoritis, artikel ini memperkaya literatur mengenai perbandingan sistem perbankan di era transformasi keuanga
PERAN ULAMA DALAM PENINGKATAN LITERASI BUNGA BANK DI KOTA PAREPARE
Public doubts about formal financial institutions are largely due to the perception that bank interest is synonymous with usury. This perception is often not accompanied by a complete understanding of the difference between interest and profit-sharing schemes in banking. Therefore, this study aims to examine the perceptions of Islamic scholars in Parepare City towards bank interest; educational strategies implemented by Islamic scholars in increasing Islamic financial literacy for the community in Parepare City; and the relevance of the level of bank interest literacy to the level of Islamic financial inclusion in the community in Parepare City. The research method used is qualitative. Primary data sources were obtained from interviews with Islamic scholars, academics, and the community of Parepare City, and secondary data were obtained from relevant literature references. Data analysis was carried out in a systematic process of data collection and summarization starting from interviews, field notes, and documents, dividing data into categories, breaking it down into units, synthesizing it, calculating it into patterns, and extracting important or complex information. The results of the study indicate that educational strategies in increasing Islamic financial literacy in Parepare City need to be directed at a contextual, applicable, and collaborative approach. Strengthening the role of Islamic scholars through training, digital da'wah, and synergy with academics and Islamic financial institutions is key to increasing public literacy regarding the Islamic financial system.Keraguan masyarakat terhadap lembaga keuangan formal sebagian besar disebabkan oleh persepsi bahwa bunga bank identik dengan riba. Persepsi ini kerap tidak dibarengi dengan pemahaman yang utuh mengenai perbedaan antara bunga dan skema bagi hasil dalam perbankan, sehingga penelitian ini hadir dengan tujuan untuk mengkaji Bagaimana persepsi Ulama di Kota Parepare terhadap bunga bank; strategi edukatif yang dilakukan Ulama dalam meningkatkan literasi keuangan syariah bagi masyarakat di Kota Parepare; dan relevansi tingkat literasi bunga bank dengan tingkat inklusi keuangan syariah masyarakat di Kota Parepare. Metode penelitian menggunakan kualitatif. Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan Tokoh Ulama, Akademisi dan masyarakat Kota Parepare dan data sekunder diperoleh dari referensi kepustakaan yang relevan. Analisis data dilakukan dalam proses pengambilan dan peringkasan data secara sistematis dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumen, membagi data ke dalam kategori, memecahnya menjadi unit, mensintesisnya, mengaturnya ke dalam pola, dan mengekstraksi informasi penting atau kontroversial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi edukatif dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di Kota Parepare perlu diarahkan pada pendekatan yang kontekstual, aplikatif, dan kolaboratif. Penguatan peran Ulama melalui pelatihan, dakwah digital, serta sinergi dengan akademisi dan lembaga keuangan syariah menjadi kunci utama dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap sistem keuangan Islam
Peran Aplikasi Mondly Arabic dalam Peningkatan Mufrodat Bahasa Arab: Kajian Literatur Sistematis
Vocabulary acquisition is a fundamental component of Arabic language learning, yet traditional methods often fail to sustain students’ motivation and retention. This study aims to analyze the effectiveness of the Mondly Arabic application in vocabulary learning through a Systematic Literature Review (SLR). Data were collected from journal articles, conference proceedings, and indexed publications (Google Scholar, DOAJ, Sinta) published between 2020 and 2025. Literature selection followed PRISMA guidelines with inclusion criteria on relevance, Arabic learning context, and indexed sources. Thematic analysis revealed that Mondly Arabic incorporates gamification, spaced repetition, contextual learning, and multisensory approaches, which effectively improve learners’ motivation, engagement, and vocabulary retention across proficiency levels. Nevertheless, limited access to premium features and difficulties for absolute beginners remain challenges. This study concludes that Mondly Arabic is an effective supplementary tool for vocabulary acquisition and recommends its integration into formal curricula with teacher involvement. Future research should adopt quantitative or mixed methods to empirically measure its impact on overall Arabic proficiency.