Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
Analisis Instrumen Penilaian Multiple Intelegence Di PAUD IT Misbahul Ikhlas
Assessment in early childhood education must reflect the child’s overall potential. The application of the Multiple Intelligences (MI) approach is essential to identify children’s uniqueness and learning styles, so that assessment is not limited to academic aspects alone. This study aims to analyze the Multiple Intelligences assessment instruments implemented at PAUD IT Misbahul Ikhlas Beurabung, Kabupaten Aceh Besar. The research employed a descriptive qualitative approach using interviews, observations, and documentation techniques. Data were obtained from the principal and teachers directly involved in the assessment process and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The results show that PAUD IT Misbahul Ikhlas has implemented MI-based assessment through anecdotal records, developmental checklists, portfolios, descriptive report cards, and weekly communication books. Assessments are carried out continuously from daily to semester evaluations, although they remain manual and face challenges related to time and administration. Nevertheless, this assessment effectively captures children’s holistic potential and strengthens communication between teachers and parents. It can be concluded that MI-based assessment helps teachers understand each child’s uniqueness and enhances the quality of child-centered learning. The novelty of this study lies in its examination of the practical implementation of MI instruments in an Islamic integrated early childhood institution and its recommendation for developing adaptive digital assessment tools.Penilaian pada pendidikan anak usia dini harus mencerminkan potensi anak secara menyeluruh. Penerapan pendekatan Multiple Intelligences (MI) menjadi penting untuk mengenali keunikan dan gaya belajar anak, sehingga penilaian tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis instrumen penilaian Multiple Intelligences yang diterapkan di PAUD IT Misbahul Ikhlas Desa Beurabung, Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data diperoleh dari kepala sekolah dan guru yang terlibat langsung dalam pelaksanaan penilaian, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD IT Misbahul Ikhlas telah menerapkan penilaian berbasis MI melalui catatan anekdot, checklist perkembangan, portofolio, raport deskriptif, dan buku penghubung mingguan. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan dari harian hingga semesteran, namun masih bersifat manual dan menghadapi kendala waktu serta administrasi. Meskipun demikian, penilaian ini efektif menggambarkan potensi anak secara holistik serta memperkuat komunikasi antara guru dan orang tua. Dapat disimpulkan bahwa penilaian MI membantu guru memahami keunikan anak dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian penerapan nyata instrumen MI di lembaga PAUD berbasis Islam terpadu serta rekomendasi pengembangan asesmen digital yang adaptif
Kendala Orang Tua Dalam Menilai Perkembangan Anak Usia 5-6 Tahun Di Desa Uleu Kareng Aceh
Early childhood development is a crucial stage in the formation of a child’s physical, cognitive, language, social, and emotional abilities. In practice, however, many parents face difficulties in assessing their children’s development comprehensively at home, due to limited knowledge, time constraints, lack of experience, and insufficient support from educators. This study aims to identify the challenges faced by parents in assessing the development of children aged five to six years at home in Desa Uleu Kareng and the strategies that can be implemented to overcome these challenges. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. The subjects of the study were parents and children aged five to six years. Data were collected through direct observation of daily child activities and interviews with parents. The results indicate that parents face challenges such as limited knowledge about child development stages, time constraints, minimal support from educators, excessive influence of electronic devices, and an unsupportive home environment. Efforts to address these challenges include increasing parental knowledge, active involvement in children’s activities, utilization of appropriate learning media, collaboration with educators, and creating a conducive home environment. By implementing these strategies, parents can assess their children’s development more accurately and support the growth of their potential according to their age stagesPerkembangan anak usia dini merupakan tahap penting dalam pembentukan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial, dan emosional anak. Namun, dalam praktiknya, banyak orang tua mengalami kesulitan dalam menilai perkembangan anak secara menyeluruh di rumah, baik akibat keterbatasan pengetahuan, waktu, pengalaman, maupun dukungan dari pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi orang tua dalam menilai perkembangan anak usia lima sampai enam tahun di Desa Uleu Kareng dan strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari orang tua dan anak usia lima sampai enam tahun. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas anak sehari-hari serta wawancara dengan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menghadapi kendala berupa kurangnya pengetahuan tentang tahapan perkembangan anak, keterbatasan waktu, minimnya dukungan pendidik, pengaruh perangkat elektronik yang berlebihan, dan lingkungan rumah yang kurang mendukung. Upaya yang dapat dilakukan meliputi peningkatan pengetahuan orang tua, keterlibatan aktif dalam kegiatan anak, pemanfaatan media pembelajaran yang tepat, kolaborasi dengan pendidik, serta penciptaan lingkungan rumah yang kondusif. Dengan penerapan upaya-upaya tersebut, orang tua dapat menilai perkembangan anak secara lebih akurat dan mendukung pertumbuhan potensi anak sesuai dengan tahapan usianya
Pengembangan Panduan Praktikum Ipa Berbantuan Laboratorium Virtual Phet Pada Sub Materi Asam Basa Untuk Siswa Kelas VII SMP/MTs
The problem underlying this research is the lack of understanding and interest of students in the science learning process and the lack of learning media used as open materials at SMPN 7 Polewali. Therefore, one effort that can be done is to develop LKPD based on a scientific approach so that students can follow or understand, and be interested in the science learning process. This study aims to determine the design of LKPD development, the feasibility of LKPD and student responses to LKPD based on the developed scientific approach. The type of research used is research and development (Research and development) which refers to the ADDIE model. The object used in this study is the Student Worksheet (LKPD) with the stages of analysis, design, development, implementation and evaluation of the instruments used in this study are validation sheets and student response questionnaires. The results of the study show that: (1) the design of the development of LKPD based on a scientific approach is in the very feasible category, (2) the feasibility of LKPD based on a scientific approach as assessed by media design experts is in the very feasible category (86%), material experts are in the very feasible category (86%) and student responses are in the very feasible category (90%). Thus, it can be concluded that Student Worksheets (LKPD) based on a scientific approach can be used as learning materials in the learning process.Permasalahan yang melatar belakangi penelitian ini adalah kurangnya pemahaman dan minat peserta didik dalam proses pembelajaran IPA serta kurangnya media pembelajaran yang digunakan sebagai bahan ajar di SMPN 7 Polewali. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan LKPD berbasis pendekatan saintifik agar peserta didik dapat mengikuti atau memahami, serta tertarik dalam proses pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain pengembangan LKPD, kelayakan LKPD dan respon peserta didik terhadap LKPD berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and development) yang mengacu pada model ADDIE. Obyek digunakan pada penelitian ini adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan tahapan analysis, design, development, implementation dan evaluation instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) desain pengembangan LKPD berbasis pendekatan saintifik berada dalam kategori sangat layak, (2) kelayakan LKPD berbasis pendekatan saintifik yang dinilai oleh para ahli desain media berada pada kategori sangat layak (86%), ahli materi berada pada kategori sangat layak (86%) dan respon peserta didik termasuk dalam kategori sangat layak (90%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis pendekatan saintifik dapat digunakan sebagai bahan belajar dalam proses pembelajaran
MAKNA PERJUANGAN DALAM PERSPEKTIF PEREMPUAN: STUDI HISTORIS-FENOMENOLOGIS TERHADAP KONTRIBUSI ORGANISASI WANITA INDONESIA DALAM PERGERAKAN NASIONAL
Artikel ini bertujuan untuk mengungkap kontribusi organisasi perempuan Indonesia dalam sejarah pergerakan nasional serta makna perjuangan mereka dari perspektif perempuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif historis-fenomenologis, artikel ini menelaah pengalaman kolektif perempuan melalui studi pustaka terhadap dokumen sejarah, arsip organisasi, jurnal ilmiah, dan biografi tokoh perempuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketimpangan sosial dan patriarki kolonial mendorong lahirnya organisasi seperti Putri Mardika dan Aisyiyah, yang memperjuangkan akses pendidikan dan kesetaraan dalam masyarakat. Organisasi seperti PPPI, Perwari, Gerwani, Kowani, dan Solidaritas Perempuan selanjutnya memperluas peran perempuan ke ranah hukum, politik, hingga advokasi hak reproduksi dan keadilan struktural. Organisasi-organisasi ini menjadi ruang artikulasi perjuangan perempuan sebagai subjek sejarah yang aktif. Artikel ini menegaskan pentingnya merekonstruksi sejarah nasional agar lebih adil gender dan inklusif terhadap peran perempuan dalam perubahan sosial-politik Indonesia
POLITIK SIMBOLIK DAN KEKUASAAN: PEREBUTAN KALOMPOANG DAN INTERVENSI INGGRIS DI SULAWESI SELATAN 1812–1816
Penelitian ini mengkaji Politik Simbolik dan Kekuasaan: Perebutan Kalompoang dan Intervensi Inggris Di Sulawesi Selatan 1812–1816, dengan tujuan memahami pola kolonialisme adaptif yang terbentuk melalui interaksi politik dan simbolik antara kekuatan kolonial dan elite lokal. Pendekatan historis-politik digunakan untuk menganalisis sumber arsip kolonial Inggris-Belanda serta naskah lontarak yang merekam konflik dan diplomasi antar-kerajaan. Metode analisis historis dan tematik diterapkan untuk mengidentifikasi struktur kekuasaan, strategi kolonial, serta makna simbolik Kalompoang sebagai sumber legitimasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan Inggris bersifat oportunistik, memanfaatkan konflik lokal dan simbol adat untuk memperkuat pengaruhnya, namun gagal menciptakan stabilitas karena lemahnya pemahaman terhadap sistem sosial dan spiritual masyarakat Bugis-Makassar. Intervensi kolonial mempercepat transformasi ekonomi menuju perdagangan bebas, tetapi juga memicu fragmentasi sosial dan resistensi simbolik. Kesimpulannya, kekuasaan Inggris di Sulawesi Selatan merupakan bentuk kolonialisme negosiasional yang mencerminkan keseimbangan antara dominasi dan adaptasi. Studi ini menegaskan pentingnya analisis simbol dan budaya politik lokal dalam memahami dinamika kolonialisme di Indonesia Timur serta membuka ruang bagi kajian lanjutan tentang diplomasi adat dan ekonomi kolonial di wilayah maritim Nusantara
Pengawasan Dewan Pengawas Syariah (DPS): Implementasi dan Efektivitas
Supervision by the Sharia Supervisory Board (DPS) in the Islamic finance industry is crucial to ensure that the implementation and consistency applied in Islamic banks comply with Sharia principles. This importance is underscored by the recent regulation issued by the Financial Services Authority (OJK) aimed at enhancing the supervision role of DPS in Islamic banks. The purpose of this research is to examine and analyze how the supervision conducted by DPS is implemented at Bank DKI KCP Syariah Ciputat. This study employs a qualitative method with case study analysis of previous research and interviews. The results indicate that the role of DPS is vital in the sustainability of bank activities, such as during the issuance of new products and when addressing community issues related to banking. DPS plays a crucial role in supervising various aspects, including products and activities, through fatwas to ensure they do not conflict with prevailing Sharia standards. Furthermore, the role of DPS is essential in Islamic banks for providing advice and guidance. Therefore, it can be concluded that DPS supervision plays a significant role, as it governs a vital aspect, namely controlling the Sharia compliance of a bank's products and activities
Perbandingan Dinamika Kelembagaan Ekonomi Islam antara Indonesia, Arab Saudi, dan Thailand: Analisis terhadap Perkembangan dan Tantangan di Era Modernisasi
This study compares Islamic economic institutions in Indonesia, Saudi Arabia, and Thailand through four focuses: (1) institutional profile, (2) development dynamics, (3) regulatory and literacy challenges, and (4) reflection on Islamic economic growth. Using a comparative qualitative approach through literature review, the study finds that Indonesia leads in digitalization, Saudi Arabia shows institutional maturity aligned with Vision 2030, while Thailand remains in early development. Collaboration among governments, financial institutions, and communities is key to creating an inclusive and sustainable Islamic economic system. Indonesia continues to strengthen its ecosystem through digital innovation. Overall, the study highlights the importance of harmonizing regulation, improving human capital, and enhancing cross-country cooperation to reinforce institutional resilience and advance sustainable Islamic economic development
MODEL PERILAKU KONSUMEN MUSLIM DALAM PERSPEKTIF TEORI UTILITY ISLAM: IMPLIKASI TERHADAP TABUNGAN DAN INVESTASI SYARIAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membangun model perilaku konsumen Muslim dalam perspektif Islamic utility serta menelaah implikasinya terhadap tabungan dan investasi syariah. Fokus utama kajian ini adalah bagaimana nilai-nilai spiritual seperti keberkahan (barakah), amanah, dan maslahah dapat direkonstruksi sebagai bagian integral dari fungsi preferensi ekonomi konsumen Muslim yang selama ini didominasi oleh paradigma utilitas konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kepustakaan (library research) dengan analisis tematik, di mana berbagai literatur ekonomi Islam, teori perilaku konsumen, serta hasil penelitian empiris dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi tema-tema konseptual utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Islamic utility menempatkan keseimbangan (wasathiyyah) dan keberkahan sebagai orientasi utama konsumsi, amanah sebagai dasar perilaku menabung, dan maslahah sebagai tujuan investasi. Integrasi antara edukasi teknis dan pembingkaian nilai menjadi strategi efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam tabungan dan investasi syaria
STRATEGI DAN HAMBATAN DALAM PENGELOLAAN DESTINASI WISATA ALAM: STUDI KASUS MENDATTE PARK, KABUPATEN ENREKANG
The management of Mendatte Park natural tourist attraction in Enrekang Regency faces challenges in optimizing its natural potential to become a leading tourist destination. This study aims to analyze the planning, determine the form of management implemented, and identify the constraints encountered in the operation of Mendatte Park. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation at the research location. The findings reveal that (1) management planning is still conducted simply, is based on community initiatives, and is not yet documented in formal records; (2) the area's tourism is operated on a participatory basis by the local community through the Village-Owned Enterprise (BUMDes) but lacks professional structuring; and (3) the primary constraints include limited infrastructure, insufficiently trained human resources, and minimal coordination with relevant district-level government agencies. Theoretically, this study contributes profound understanding to the body of literature regarding community-based destination management in the tourism sector. Furthermore, in terms of practical application, the findings serve as a key reference and consideration for the Enrekang Regency Government to optimize the management of its community-based natural tourist destinations.Pengelolaan objek wisata alam Mendatte Park di Kabupaten Enrekang menghadapi tantangan untuk mengoptimalkan potensi alamnya sebagai destinasi wisata unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan, mengetahui bentuk pengelolaan yang diterapkan, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam operasional Mendatte Park. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)perencanaan pengelolaan masih dilakukan secara sederhana, berbasis inisiatif masyarakat, dan belum terdokumentasi dalam dokumen formal; (2)pengelolaan kawasan wisata dijalankan secara partisipatif oleh masyarakat lokal melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), namun belum terstruktur secara profesional; serta (3)hambatan utama mencakup keterbatasan sarana prasarana, sumber daya manusia yang belum terlatih, dan minimnya koordinasi dengan instansi pemerintah terkait di tingkat kabupaten. Secara teoritis, studi ini menyumbangkan pemahaman yang mendalam mengenai manajemen destinasi berbasis komunitas di sektor pariwisata. Adapun secara aplikatif, hasil temuan ini dapat dijadikan rujukan dan pertimbangan utama oleh Pemerintah Kabupaten Enrekang untuk mengoptimalkan pengelolaan destinasi wisata alam berbasis masyarakat
Pertimbangan Karier dalam Penundaan Kehamilan: Perspektif Maqāṣid Al-Syarī‘Ah
Penelitian ini mengkaji fenomena penundaan kehamilan oleh wanita karir di Kabupaten Polewali Mandar melalui perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah. Perubahan peran perempuan di ruang publik mendorong sebagian wanita karir menunda kehamilan, yang sering menimbulkan tekanan sosial dan dinamika internal rumah tangga. Penelitian difokuskan pada: alasan penundaan, metode yang digunakan dan keterlibatan suami, dampak penundaan tanpa musyawarah terhadap ketahanan keluarga, serta tinjauan Maqāṣid al-Syarī‘ah terhadap praktik tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus, dengan data dari observasi, wawancara mendalam empat wanita karir yang menunda kehamilan, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan penundaan meliputi beban kerja tinggi, mobilitas pekerjaan, kebijakan institusi yang kurang mendukung, kesiapan mental, dan pertimbangan ekonomi. Metode yang umum digunakan adalah kontrasepsi modern, namun keputusan sering diambil sepihak tanpa musyawarah suami-istri. Penundaan tanpa musyawarah berdampak pada menurunnya komunikasi, kepercayaan, munculnya konflik peran, dan potensi melemahkan ketahanan keluarga. Dari perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah, penundaan kehamilan dibenarkan jika menjaga kemaslahatan keluarga dan tujuan pokok syariat (ḥifẓ al-dīn, al-nafs, al-‘aql, al-nasl, al-māl), tetapi penundaan tanpa musyawarah bertentangan dengan prinsip syura, merusak keharmonisan, dan mengancam kelestarian keturunan. Dengan demikian, penundaan kehamilan hanya syar‘i jika dilakukan melalui kesepakatan bersama, memperhatikan maslahat keluarga, dan menjaga stabilitas rumah tangga sesuai kerangka Maqāṣid al-Syarī‘ah