Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
    2676 research outputs found

    The Influence of Islamic Financial Integration on Economic Stability in the Context of Financial Globalization Trends: Pengaruh Integrasi Keuangan Syariah Terhadap Stabilitas Ekonomi Dalam Konteks Tren Globalisasi Finansial

    No full text
    Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis pengaruh integrasi keuangan syariah terhadap stabilitas ekonomi dalam kerangka globalisasi finansial yang semakin menguat. Latar belakang kajian ini muncul dari meningkatnya relevansi sistem keuangan syariah sebagai alternatif stabil dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang rentan terhadap krisis. Metodologi yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), dengan menganalisis 30 artikel ilmiah yang relevan dan dipublikasikan dalam kurun waktu 2015 hingga 2024, baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris. Literatur diperoleh melalui database terkemuka seperti Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect, dengan proses seleksi yang mengikuti panduan PRISMA.Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi keuangan syariah berkontribusi positif terhadap stabilitas ekonomi, terutama melalui penguatan prinsip kehati-hatian, keterkaitan dengan sektor riil, dan penghindaran praktik spekulatif. Namun, efektivitas integrasi ini sangat bergantung pada dukungan regulasi nasional, kapasitas kelembagaan, serta keterhubungan antarnegara dalam mendorong kerja sama keuangan syariah global. Studi ini juga mengungkap adanya kesenjangan literatur terkait pengukuran dampak integrasi secara kuantitatif dan perlunya pendekatan lintas negara dalam analisis.Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan agar pemerintah dan otoritas keuangan memperkuat kerangka regulasi berbasis prinsip syariah yang adaptif terhadap tantangan globalisasi. Selain itu, perlu adanya sinergi antarnegara dalam mengembangkan sistem keuangan syariah yang terintegrasi dan responsif terhadap perubahan global. Implikasi praktis dari artikel ini mencakup penyusunan kebijakan stabilisasi ekonomi berbasis nilai-nilai Islam, sedangkan secara teoritis, kajian ini memperluas pemahaman mengenai kontribusi sistem keuangan syariah dalam konteks ekonomi global yang dinamis.This study aims to systematically analyze the impact of Islamic financial integration on economic stability within the context of intensifying financial globalization. The relevance of this topic stems from the increasing recognition of Islamic finance as a stable alternative in addressing the vulnerabilities of the global economy. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study reviews 30 scholarly articles published between 2015 and 2024 in both Indonesian and English, sourced from major academic databases such as Google Scholar, Scopus, and ScienceDirect, following the PRISMA guidelines. The findings reveal that Islamic financial integration contributes positively to economic stability, primarily through enhanced prudential practices, stronger real-sector linkages, and the avoidance of speculative behavior. However, its effectiveness is influenced by national regulatory frameworks, institutional capacity, and international cooperation in promoting a globally integrated Islamic financial system. The study highlights existing gaps in the literature, particularly regarding quantitative measurement and cross-country analyses. It recommends that policymakers enhance sharia-compliant regulatory frameworks and foster international collaboration to support the development of a resilient and globally responsive Islamic financial architecture. This study provides practical implications for formulating Islamic-based economic stabilization policies and theoretical insights into the role of Islamic finance in a dynamic global economy

    EVALUATING THE EFFECTIVENEES OF SHARIA PAYMENT SYSTEMS IN THE CONTEXT OF TRENDS IN EMPOWERING THE ISLAMIC ECONOMY: EVALUASI EFEKTIVITAS PEMBAYARAN SYARIAH DALAM KONTEKS PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kritis kontribusi pembiayaan syariah terhadap pemberdayaan ekonomi umat dalam konteks tren perkembangan keuangan syariah global. Penelitian ini dilakukan dengan metode Systematic Literature Review(SLR) terhadap 30 artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit antara tahun 2013 hingga 2024. Proses kajian mengikuti pedoman PRISMA, dimulai dari pencarian literatur berbasis kata kunci tertentu, seleksi dan penyaringan artikel, ekstraksi data, hingga penilaian kualitas studi menggunakan alat kritis seperti CASP.Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembiayaan syariah telah berkembang pesat sebagai alternatif inklusif dalam mendukung sektor UMKM, terdapat beberapa persoalan yang konsisten ditemukan, antara lain: rendahnya literasi keuangan syariah, lemahnya integrasi antara pembiayaan dan pelatihan kapasitas usaha, serta dominasi pendekatan teknis dalam riset-riset sebelumnya. Selain itu, keterkaitan antara pembiayaan syariah dan faktor internal pemberdayaan seperti self-regulated learning (SRL) masih minim dibahas, padahal aspek ini penting dalam membangun kemandirian pelaku usaha.Rekomendasi yang diusulkan adalah perlunya model pembiayaan syariah yang tidak hanya fokus pada aspek finansial, tetapi juga mengintegrasikan strategi peningkatan kapasitas SDM umat, termasuk aspek kemandirian dan inovasi usaha. Implikasi teoritis dari studi ini adalah kontribusi pada literatur integratif antara keuangan syariah dan pemberdayaan berbasis nilai-nilai Islam. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi panduan bagi lembaga keuangan syariah dan pembuat kebijakan dalam merancang skema pembiayaan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan era digital.ABSTRACT          This article aims to critically evaluate the contribution of Islamic financing to the empowerment of the Muslim community within the context of global Islamic finance trends. The study employs a Systematic Literature Review (SLR) method, analyzing 30 national and international scholarly articles published between 2013 and 2024. The review process adheres to the PRISMA guidelines, beginning with literature searches using specific keywords, followed by article selection and screening, data extraction, and quality assessment using critical appraisal tools such as CASP.The findings reveal that although Islamic financing has rapidly developed as an inclusive alternative supporting the MSME sector, several persistent issues remain. These include low levels of Islamic financial literacy, weak integration between financing and business capacity-building training, and the dominance of technical approaches in prior research. Furthermore, the linkage between Islamic financing and internal empowerment factors, such as self-regulated learning (SRL), has been minimally explored, despite its importance in fostering entrepreneurial independence.The study recommends the development of Islamic financing models that go beyond financial aspects to incorporate strategies for enhancing the human capital of the Muslim community, including entrepreneurial self-reliance and innovation. Theoretically, this study contributes to the integrative literature bridging Islamic finance and empowerment based on Islamic values. Practically, the findings provide guidance for Islamic financial institutions and policymakers in designing sustainable and adaptive financing schemes that respond effectively to the challenges of the digital era. &nbsp

    Pembelajaran Mahara Kitabah Melalui Permainan Kreatif dan Penulisan Lirik Lagu

    No full text
    Kemampuan menulis (maharah kitabah) merupakan salah satu keterampilan utama dalam pembelajaran bahasa Arab yang seringkali dianggap menantang oleh siswa. Tantangan ini mencakup rendahnya minat belajar, kurangnya variasi metode pengajaran, serta minimnya kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan ide secara kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran maharah kitabah melalui pendekatan inovatif yang mengintegrasikan permainan kreatif dan penulisan lirik lagu sebagai media pembelajaran. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan bermakna, sehingga mampu meningkatkan minat serta motivasi siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen terkait proses pembelajaran. Subjek penelitian terdiri dari siswa tingkat menengah yang sedang mempelajari bahasa Arab. Penelitian ini juga menggunakan instrumen berupa rubrik penilaian untuk mengevaluasi peningkatan keterampilan menulis siswa sebelum dan setelah diterapkannya pendekatan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan kreatif, seperti teka-teki bahasa, permainan kata, dan lomba menulis cerita pendek, dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap struktur kalimat, kosakata, dan tata bahasa Arab secara efektif. Selain itu, penulisan lirik lagu memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan emosi mereka dalam bentuk yang lebih kreatif, sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi antar siswa. Aktivitas ini juga berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang lebih kondusif, memotivasi siswa untuk lebih aktif berpartisipasi, dan memperkuat hubungan sosial di dalam kelas. Kesimpulannya, integrasi permainan kreatif dan penulisan lirik lagu dalam pembelajaran maharah kitabah tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa secara signifikan, tetapi juga membantu mengatasi kebosanan dan hambatan dalam pembelajaran bahasa Arab. Pendekatan ini memiliki potensi besar untuk diterapkan di berbagai jenjang pendidikan sebagai alternatif metode pengajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa

    Pengembangan Modul Pembelajaran Bahasa Arab Berdasarkan Kurikulum Merdeka Belajar Berbasis Budaya Lokal

    No full text
    This research discusses the development of a teaching module based on the Merdeka Belajar Curriculum with a local cultural basis for 10th-grade students at MAN 2 Polman. The problem formulations for this study are: 1) How is the prototype development of an Arabic teaching module that aligns with the Merdeka Belajar Curriculum and is based on local culture for 10th-grade students at MAN 2 Polman? 2) How is the validity and practicality of the Arabic teaching module that aligns with the Merdeka Belajar Curriculum and is based on local culture for 10th-grade students at MAN 2 Polman? 3) How effective is the Arabic teaching module that aligns with the Merdeka Belajar Curriculum and is based on local culture at MAN 2 Polman? The type of research used is Research and Development (R&D), referring to the Sugiyono model. The developed module underwent feasibility testing by expert validators in media, content, and learning, as well as feasibility trials based on the responses of 30 10th-grade students at MAN 2 Polman. This research developed an Arabic teaching module based on local culture for 10th-grade students at MAN 2 Polman, in line with the Merdeka Belajar Curriculum. The research results indicate that this module is valid, with validation from content experts reaching 99.13% and media experts reaching 92.30%. Its practicality was demonstrated in small and large class trials, achieving 96.42%. The module is declared effective for use in Arabic language learning at the Madrasah Aliyah level, as evidenced by a 54% increase in learning outcomes after using the module. This module is expected not only to enhance student motivation, conceptual understanding, and language skills but also to foster a love for local culture and produce a generation that is globally competent and morally upright Keywords: Arabic Module, Merdeka Curriculum, Mandar local culture.     ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Pengembangan Modul Ajar Berdasarkan Kurikulum Merdeka belajar Berbasis Budaya Lokal Pada kelas X MAN 2 Polman. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana prototype pengembangan modul ajar Bahasa Arab yang sesuai dengan kurikulum merdeka belajar dan berbasis budaya lokal pada kelas X MAN 2 Polman? 2)Bagaimana kevalidan kepraktisan modul ajar Bahasa Arab yang sesuai dengan kurikulum merdeka belajar dan berbasis budaya lokal pada kelas X MAN 2 Polman? 3) Bagaimana keefektivan modul ajar Bahasa Arab yang sesuai dengan kurikulum merdeka belajar dan berbasis budaya lokal pada MAN 2 Polman? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development yang mengacu pada model Sugiyono. Modul yang telah dikembangkan dilakukan pengujian kelayakan oleh validator ahli media, ahli materi dan ahli pembelajaran, serta uji coba kelayakan berdasarkan respon siswa kelas X MAN 2 Polman sebanyak 30 siswa. Penelitian ini mengembangkan modul ajar bahasa Arab berbasis budaya lokal untuk kelas X MAN 2 Polman yang sesuai dengan kurikulum Merdeka Belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar ini valid berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli media mencapai 99,13 % dan 92,30 %, praktisi pembelajaran hasil uji coba kelas kecil dan besar mencapai 96,42%.  Modul ajar ini dinyatakan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Arab di tingkat Madrasah Aliyah terlihat dari peningkatan hasil belajar sebesar 54% setelah menggunakan modul ajar. modul ini tidak hanya diharapkan meningkatkan motivasi, pemahaman konsep, dan keterampilan berbahasa siswa, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal serta melahirkan generasi yang kompeten secara global dan berakhlak mulia &nbsp

    Ruqyah Practice and Commodification of Spirituality on Tiktok @Nyairosidah3 Account

    Get PDF
    The phenomenon of ruqyah carried out online through the TikTok platform shows the transformation of religious practices in the digital media era. This study aims to analyze the phenomenon of ruqyah practices in live streams of TikTok @nyairosidah3 accounts and examine the interactions that arise between ruqyah practitioners (Nyai Rosidah) and netizens that reflect the process of religious commodification. This research uses a qualitative approach with a content analysis method. Data were obtained from 30 live broadcast sessions observed during the period 1–30 March 2025 and analyzed thematically. The results of the study show that interactions in live broadcasting can be categorized into four main categories, namely positive comments, negative comments, ruqyah requests, and responses from ruqyah perpetrators. Positive comments came from individuals who experienced mental health disorders such as anxiety and physical tension, who then gave testimonials after receiving ruqyah services via live streaming. The request for ruqyah conveyed through the comment column shows that the digital space has become a medium for remote spiritual consultation. The responses given in the form of scripture readings and simple instructions to the patient reflect empathic interpersonal communication. This study uses the theory  of computer-mediated communication to understand the form of virtual interaction that exists without physical presence, as well as the theory of religious commodification to examine how spiritual values are displayed and interpreted in the context of digital media. These findings suggest that religious practices in social media are not only ritualistic, but also part of symbolic and economic exchanges in digital media.Fenomena ruqyah yang dilakukan secara daring melalui platform TikTok menunjukkan adanya transformasi praktik keagamaan di era media digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena praktik ruqyah dalam siaran langsung akun TikTok @nyairosidah3 dan mengkaji interaksi yang muncul antara praktisi ruqyah (Nyai Rosidah) dengan netizen yang mencerminkan proses komodifikasi agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data diperoleh dari 30 sesi siaran langsung yang diamati selama periode 1–30 Maret 2025 dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dalam siaran langsung dapat dikategorikan ke dalam empat bentuk kategori utama, yaitu komentar positif, komentar negatif, permintaan ruqyah, dan respons dari pelaku ruqyah. Komentar positif berasal dari individu yang mengalami gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan ketegangan fisik, yang kemudian memberikan testimoni setelah menerima layanan ruqyah secara live streaming. Permintaan ruqyah yang disampaikan melalui kolom komentar memperlihatkan bahwa ruang digital telah menjadi media konsultasi spiritual jarak jauh. Respons yang diberikan berupa pembacaan ayat suci dan instruksi sederhana kepada pasien mencerminkan komunikasi interpersonal yang bersifat empatik. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi bermediasi komputer (Computer Mediated Communication) untuk memahami bentuk interaksi virtual yang terjalin tanpa kehadiran fisik, serta teori komodifikasi agama untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai spiritual ditampilkan dan dimaknai dalam konteks media digital. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik keagamaan dalam media sosial tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga menjadi bagian dari pertukaran simbolik dan ekonomi dalam media digital

    Tobat dalam Mengatasi Gangguan Psikologis Akibat Dosa pada Masyarakat Modern: Definition of Islamic Spiritual Guidance, Purpose or function of Spiritual Guidance Services,

    No full text
    Artikel ini mengeksplorasi peran tobat sebagai metode psikoterapi dalam mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, depresi, dan perasaan bersalah. Penelitian ini menggunakan metode mix-method dengan desain yang menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif. Melalui wawancara mendalam dan survei, penelitian ini menguji efektivitas tobat dalam meningkatkan kesejahteraan mental, memperkuat keyakinan spiritual, dan memperbaiki hubungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tobat berkontribusi secara signifikan dalam mengurangi gejala gangguan psikologis dengan penurunan kecemasan sebesar 30%, serta peningkatan kesejahteraan mental hingga 25%. Selain itu, tobat juga terbukti efektif dalam memperkuat keyakinan spiritual, dengan 85% partisipan melaporkan peningkatan kedekatan dengan Tuhan, dan 78% partisipan mengalami perbaikan relasi sosial. Temuan ini menegaskan bahwa tobat tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pemulihan psikologis tetapi juga sebagai alat pencegahan relaps dan perubahan perilaku yang konsisten. Dengan demikian, tobat dapat diintegrasikan sebagai bagian penting dari program psikoterapi, khususnya dalam komunitas yang memiliki orientasi religius.This article explores the role of repentance as a psychotherapeutic method in addressing psychological disorders such as anxiety, depression, and guilt. This study employed a mixed-methods design combining qualitative and quantitative approaches to gain a comprehensive understanding. Through in-depth interviews and surveys, the study tested the effectiveness of repentance in improving mental well-being, strengthening spiritual beliefs, and improving social relationships. The results showed that repentance significantly contributed to reducing symptoms of psychological disorders, with a 30% decrease in anxiety and a 25% increase in mental well-being. Furthermore, repentance was also shown to be effective in strengthening spiritual beliefs, with 85% of participants reporting increased closeness to God and 78% experiencing improved social relationships. These findings confirm that repentance serves not only as a mechanism for psychological recovery but also as a tool for relapse prevention and consistent behavioral change. Therefore, repentance can be integrated as an important part of psychotherapy programs, particularly in religious communities

    Peran Bimbingan Rohani Islam dalam Meningkatkan Religiusitas Santri di Pondok Pesantren

    Get PDF
    The aim of this research is to determine how the application of Islamic spiritual guidance can increase the religiosity of students in Islamic boarding schools and to determine the results of the application of this guidance in terms of faith and piety. This research is literary in nature, including the type of library research. The research results show that Islamic spiritual guidance is carried out through tausiyah activities, dhikr, prayer, and religious instructions such as prayer and fasting. Morals and example are also used as methods. By implementing this guidance, students can increase their faith and piety and develop positive attitudes, responsibility, istiqomah, and trust in their daily lives.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana penerapan bimbingan rohani Islam dapat meningkatkan religiusitas santri di pondok pesantren dan untuk menentukan hasil dari penerapan bimbingan tersebut dalam hal keimanan dan ketakwaan. Penelitian ini bersifat literatur, termasuk pada jenis penelitian pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan rohani Islam dilaksanakan melalui kegiatan tausiyah, dzikir, doa, dan instruksi ibadah seperti shalat dan puasa. Akhlak dan keteladanan juga digunakan sebagai metode. Dengan menerapkan bimbingan ini, santri dapat meningkatkan iman dan ketakwaan mereka serta mengembangkan sikap positif, tanggung jawab, istiqomah, dan tawakal dalam kehidupan sehari-hari mereka

    Symbolic Meaning of Bugis Lontara Copying in Andi Oddang To Sessungriu: Knowledge Keepers in the Digital Era

    Get PDF
    This study aims to reveal the symbolic significance of the Bugis Lontara copying tradition (palontara) and its subtle dakwah messages as represented in the documentary film Andi Oddang To Sessungriu: The Tale of Knowledge Preservers Enduring the Digital Age, particularly in the context of the tension between cultural preservation and the dominance of digital technology. Employing a qualitative interpretive approach with Roland Barthes’ semiotic analysis and Paul Ricoeur’s hermeneutic framework, the research examines visual motifs, narrative structures, and cinematic elements of the film, supported by in-depth interviews with director Andi Musran and protagonist-palontara Andi Oddang To Sessungriu. Findings show that everyday acts of copying dripping bamboo-pen ink, page stamping, cellakeng as divine calling, silent workspaces, and the shift from manual to digital typing are not merely technical processes but multilayered symbols connoting sincerity (ikhlas), steadfastness (istiqamah), relentless effort (reso temmangingi), honor-compassion (siri’ na pacce), mutual humanizing-strengthening (sipakatau-sipakalebbi-sipatokkong), and upright honesty (malempu). These symbols harmoniously fuse Bugis philosophical values with Islamic ethical principles, transforming the palontara figure into an exemplar of dakwah bil hal (propagation through exemplary action) and cultural jihad in the digital era. The documentary itself functions as a contemporary palontara, successfully bridging ancestral wisdom with younger generations without compromising authenticity. This research recommends that Islamic broadcasting institutions, educational bodies, and cultural activists develop more documentary-based and hybrid-media dakwah strategies that prioritize local wisdom, contemplative aesthetics, and intergenerational dialogue to counter the erosion of intangible heritage while strengthening moderate, inclusive, and contextual Islamic propagation in Indonesia. &nbsp

    Reform of Mahar Law: An Analysis of the Pre-Islamic Shigar Marriage Tradition

    No full text
    Abstract : In the marriage practices of pre-Islamic Arab (Jahiliyah) society, which were rife with injustice, particularly in nikah shigar a form of exchange marriage where the dowry was not a gift from the groom to the bride but rather a compensation involving the exchange of the bride’s sister to the groom’s brother this practice reduced women to mere objects of family transactions, disregarding their dignity and autonomy. The purpose of this study is to analyze the influence of Jahiliyah marriage traditions, particularly nikah shigar, on the reform of Islamic family law, with a focus on the transformation of the dowry concept from a form of compensation to a mandatory right and a symbol of spiritual-emotional commitment. The method used is qualitative with a historical-normative approach, relying on a literature review of primary sources (the Qur’an, Hadith, and historical texts) and secondary sources (books, journals, and academic works). The analysis is conducted critically to identify continuities and discontinuities between pre-Islamic traditions and Islamic law. The main findings indicate that Islam introduced revolutionary reforms by completely abolishing practices like nikah shigar and similar customs. The dowry was reformed into iwadl, a mandatory financial and symbolic gift from the husband to the wife, affirming women’s economic and legal independence. Consequently, women were no longer treated as objects of exchange but as sovereign legal subjects. Marriage shifted from a transactional family arrangement to a bond based on mawaddah wa rahmah (love and compassion). This dowry reform serves as strong evidence that pre-Islamic traditions acted as a catalyst for fundamental changes in the Islamic family law system, while also affirming the principle of gender justice at the core of Islamic teachings.  Abstrak : Dalam praktik pernikahan masyarakat Arab Pra-Islam (Jahiliyah) yang sarat ketidakadilan, khususnya nikah shigar, sebuah bentuk pernikahan tukar-menukar di mana mahar bukanlah pemberian dari mempelai pria kepada wanita, melainkan kompensasi berupa penyerahan saudara perempuan mempelai wanita kepada saudara mempelai pria. Praktik ini mereduksi perempuan menjadi objek transaksi keluarga, mengabaikan martabat dan otonomi mereka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh tradisi pernikahan Jahiliyah, khususnya nikah shigar, terhadap reformasi hukum keluarga dalam Islam, dengan fokus pada transformasi konsep mahar dari bentuk kompensasi menjadi hak wajib dan simbol komitmen spiritual-emosional. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis-normatif, mengandalkan studi literatur terhadap sumber primer (Al-Qur’an, Hadis, dan kitab sejarah) serta sekunder (buku, jurnal, dan karya akademik). Analisis dilakukan secara kritis untuk mengidentifikasi kontinuitas dan diskontinuitas antara tradisi pra-Islam dan hukum Islam. Temuan utama menunjukkan bahwa Islam melakukan reformasi revolusioner dengan menghapus habis praktik nikah shigar dan sejenisnya. Mahar direformasi menjadi “iwadl” pemberian wajib finansial dan simbolis dari suami kepada istri, yang menegaskan kemandirian ekonomi dan hukum perempuan. Dengan demikian, perempuan tidak lagi diperlakukan sebagai barang tukar, melainkan sebagai subjek hukum yang berdaulat. Pernikahan pun bergeser dari ikatan transaksional keluarga menjadi ikatan berbasis mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang). Reformasi mahar ini menjadi bukti kuat bahwa tradisi pra-Islam justru menjadi katalisator bagi perubahan mendasar dalam sistem hukum keluarga Islam, sekaligus menegaskan prinsip keadilan gender yang menjadi inti ajaran Islam

    ANALISIS YURIDIS WANPRESTASI DALAM KONTRAK SUBKONTRAKTOR: STUDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1796 K/PDT/2015 T

    No full text
    This research analyzes the legal aspects of default in subcontractor contracts through an examination of Supreme Court Decision Number 1796 K/Pdt/2015 involving a dispute between PT Teduh Karya Utama as subcontractor and PT Boma Bisma Indra (Persero) as main contractor in a palm oil factory construction project. The research method employed is normative juridical with qualitative-prescriptive analysis of judicial considerations and the application of contract law norms. Research findings indicate that the Supreme Court rejected the subcontractor's claim due to inability to prove work completion according to contract specifications, while evidence demonstrated that the main contractor completed the work with the subcontractor's knowledge. This decision applies the principle of exceptio non adimpleti contractus, affirming that a party failing to fulfill its obligations cannot demand the other party to fulfill payment obligations. The research concludes that determining default in construction contracts requires comprehensive evidence of performance fulfillment from aspects of physical progress, work quality, and compliance with contractual specifications, as well as the importance of systematic documentationas evidence in dispute resolution. The legal implications of this decision provide legal certainty regarding standards of proof and the responsibilities of parties in construction subcontractor contracts in Indonesia.Penelitian ini menganalisis aspek yuridis wanprestasi dalam kontrak subkontraktor melalui kajian terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 1796 K/Pdt/2015 yang melibatkan sengketa antara PT Teduh Karya Utama sebagai subkontraktor dengan PT Boma Bisma Indra (Persero) sebagai kontraktor utama dalam proyek pembangunan pabrik kelapa sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan analisis kualitatif-preskriptif terhadap pertimbangan hukum hakim dan penerapan norma-norma hukum perjanjian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung menolak gugatan subkontraktor karena tidak dapat membuktikan penyelesaian pekerjaan sesuai kontrak, melainkan terbukti kontraktor utama yang menyelesaikan pekerjaan dengan sepengetahuan subkontraktor. Putusan ini menerapkan prinsip exceptio non adimpleti contractus yang menegaskan bahwa pihak yang tidak memenuhi kewajibannya tidak berhak menuntut pihak lain untuk memenuhi kewajiban pembayaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penentuan wanprestasi dalam kontrak konstruksi memerlukan pembuktian komprehensif mengenai pelaksanaan prestasi dari aspek progress fisik, kualitas pekerjaan, dan kepatuhan terhadap spesifikasi kontraktual, serta pentingnya dokumentasi sistematis sebagai alat bukti dalam penyelesaian sengketa. Implikasi yuridis putusan ini memberikan kepastian hukum mengenai standar pembuktian dan tanggung jawab para pihak dalam kontrak subkontraktor konstruksi di Indonesia

    2,142

    full texts

    2,676

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sao Jurnal IAIN Parepare
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇