Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
Self-Efficacy dan Motivasi Berprestasi pada Siswa Kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri Model 1 Plus Keterampilan Manado
Looking at the school environment, a student's response to inadequate learning patterns can affect the level of self-confidence and learning outcomes. Students' self-confidence in class in terms of adaptation, cognitive ability, and intelligence are examples of their self-confidence. In this way, students will realize the extent of their abilities, to try to achieve what they want even though they will face challenges in the process. The aim of this research is to determine whether there is a relationship between self-efficacy and achievement motivation in class XI high school students. The research subjects were class XI science students at Madrasah Aliyah Negeri 1 Plus Skills Manado, with a population of 268 students. The method used in the research is quantitative with data collection using a self-efficacy and achievement motivation scale prepared by researchers based on the theory of Albert Bandura and McClelland. The analysis used in the research is Pearson correlation analysis. The results of the correlation analysis show that there is a significant relationship between self-efficacy and achievement motivation in class XI MAN 1 Plus Skills Manado students. The correlation coefficient rxy 783 with a significance level of 0.001 <0.05 with research results that there is a strong significant relationship between the two variables self-efficacy and achievement motivatio
The Interplay of Learner Autonomy and Interaction among EFL Students at an Indonesian Islamic University
Learner autonomy and classroom interaction are essential components of successful EFL learning. This study investigated autonomy and interaction among 67 English department students at Institut Agama Islam Negeri Kerinci of Indonesia, employing a quantitative design with a 42-item Likert-scale questionnaire. Descriptive and inferential analyses revealed high levels of autonomy and interaction across learner–learner, learner–teacher, and learner–content dimensions. A one-way ANOVA further indicated significant differences in interaction outcomes among groups with varying levels of autonomy. The findings suggest that teachers can promote autonomy and interaction through guided discussions, project-based learning, and peer feedback, while encouraging students to take greater responsibility for their learning. Providing students with choices in topics and learning methods can further enhance motivation and ownership. At the institutional level, policies and programs that support self-directed learning and meaningful classroom interaction are essential to ensure relevance to students’ needs in culturally specific contexts. This study is limited by its small sample size, single institutional setting, and reliance on questionnaire-based data. Future studies with larger and more diverse samples, integrating qualitative methods, are recommended to enrich understanding. Despite these limitations, the study contributes valuable insights by showing that Islamic university EFL students demonstrate high levels of autonomy and interaction, contrasting earlier findings in the Indonesian context
Analisis Analisis Fiqh Jinayah Terhadap Tindak Pidana Gratifikasi Dalam Pemeriksaan Wajib Pajak (Studi Putusan Nomor 8/Pid.Sus-TPK/2024/Pt.DKI): A. Prespektif Fiqh Jinayah Dalam Tindak Pidana Gratifikasi B. Sanksi Pelaku Tindak Pidana Gratifikasi Dalam Perspektif Fiqh Jinayah
Penelitian ini membahas tentang analisis fiqh jinayah terhadap tindak pidana gratifikasi dalam pemeriksaan wajib pajak (Studi Putusan Nomor 8/Pid.Sus TPK/2024/Pt.DKI), dengan mengkaji tiga rumusan masalah; Bagaimana pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana gratifikasi dalam pemeriksaan wajib pajak berdasarkan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, Bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap kasus tindak pidana gratifikasi dalam pemeriksaan wajib pajak (Studi Putusan Nomor 8/Pid.Sus-TPK/2024/Pt.DKI), serta Bagaimana perspektif fiqh jinayah terhadap sanksi pelaku tindak pidana gratifikasi dalam (Putusan Nomor 8/Pid.Sus-TPK/2024/Pt.DKI)
Adapun jenis penelitian ini yang digunakan ialah penelitian kepustakaan (library research) dan jenisnya adalah dengan menggunakan referensi baik berupa buku, artikel, dan lain sebagainya yang menyangkut tentang fiqh jinayah, dan gratifikasi dalam pemeriksaan wajib pajak.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pemidanaan terhadap pelaku gratifikasi dalam pemeriksaan wajib pajak memenuhi ketentuan pada Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. 2) Pertimbangan hakim terhadap putusan banding (Nomor 8/Pid.Sus-TPK/2024/Pt.DKI) yang melibatkan Rafael Alum trisambodo atas kasus gratifikasi. 3) Sanksi terhadap pelaku gratifikasi perspektif fiqh jinayah, Rafael Alun Trisambodo dijatuhi hukuman pidana penjara 14 tahun, tergolong risywah yang dapat dikenai sanksi ta’zir oleh ulul amri demi mencegah kemungkaran dan menjaga kemaslahatan.
This study discusses the analysis of Islamic jurisprudence (jurisprudence) regarding the crime of gratification in taxpayer audits (Study of Decision Number 8/Pid.Sus TPK/2024/Pt.DKI). It examines three research questions: how perpetrators of gratification are punished in taxpayer audits under the Corruption Crimes Law; how judges consider their decisions in issuing decisions regarding gratification cases in taxpayer audits (Study of Decision Number 8/Pid.Sus-TPK/2024/Pt.DKI); and what is the perspective of Islamic jurisprudence (jurisprudence) regarding sanctions for perpetrators of gratification in (Study of Decision Number 8/Pid.Sus-TPK/2024/Pt.DKI).
The type of research used is library research, utilizing references in the form of books, articles, and other materials related to Islamic jurisprudence (jurisprudence) and gratification in taxpayer audits. The results of this study indicate that: 1) The punishment for perpetrators of gratification in taxpayer audits meets the provisions of Article 12B of Law No. 31 of 1999 in conjunction with Law No. 20 of 2001 concerning the Eradication of Corruption. 2) The judge's considerations regarding the appeal decision (Number 8/Pid.Sus-TPK/2024/Pt.DKI) involving Rafael Alum Trisambodo for the gratification case. 3) Sanctions against perpetrators of gratification from the perspective of Islamic jurisprudence, Rafael Alun Trisambodo was sentenced to 14 years in prison, categorized as risywah which can be subject to ta'zir sanctions by ulul amri in order to prevent evil and maintain public welfare
STRATEGI KOMUNIKASI HUMAS PLTA BAKARU DALAM MENGOPTIMALKAN HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT DESA BAKARU
Penelitian ini mengkaji strategi komunikasi Humas PLTA Bakaru dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat Desa Bakaru, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Topik ini penting karena komunikasi yang efektif merupakan kunci menjaga keharmonisan antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan alat perekam. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas PLTA Bakaru berperan sebagai komunikator, image maker, mediator, dan penyedia informasi publik. Strategi komunikasi mencakup komunikasi internal (struktural dan antar-karyawan) dan eksternal (dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga). Pola komunikasi dua arah ini berjalan efektif dalam mendukung hubungan yang harmonis. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran Humas sebagai jembatan komunikasi untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan, memberikan wawasan bagi pengembangan strategi komunikasi organisasi di wilayah pedesaan
DAMPAK PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK DI KAMPUNG DURI KECAMATAN SOREANG KELURAHAN BUKIT HARAPAN KOTA PAREPARE: DAMPAK PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK DI KAMPUNG DURI KECAMATAN SOREANG KELURAHAN BUKIT HARAPAN KOTA PAREPARE
This study is motivated by the increasing use of the TikTok application among adolescents and its potential impact on narcissistic behavior and social life in Kampung Duri, Soreang Subdistrict, Bukit Harapan Village, Parepare City. The research aims to explore the intensity of TikTok usage, the dramaturgic portrayal of narcissistic behavior, and its impacts in the area. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing observation and documentation as data collection techniques. The findings indicate that TikTok usage in Kampung Duri is notably high, particularly among adolescents who are creative, predominantly content consumers, and frequent users of filters. TikTok usage influences adolescent narcissism and yields positive impacts such as enhanced creativity, access to information, expanded social connections, therapeutic healing, and business opportunities, alongside negative impacts including time wastage, unrestricted age access, and hate speech. These findings underscore the importance of managing TikTok usage to maximize benefits and minimize adverse effects, particularly on adolescents’ psychosocial developmentPenelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan aplikasi TikTok di kalangan remaja dan potensi dampaknya terhadap perilaku narsisme serta kehidupan sosial di Kampung Duri, Kecamatan Soreang, Kelurahan Bukit Harapan, Kota Parepare. Penelitian bertujuan untuk menggali intensitas penggunaan TikTok, dramaturgi perilaku narsisme, dan dampaknya di wilayah tersebut. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan TikTok di Kampung Duri cukup tinggi, terutama di kalangan remaja yang kreatif, dominan sebagai penikmat konten, dan pengguna filter. Penggunaan TikTok memengaruhi narsisme remaja dan menghasilkan dampak positif seperti peningkatan kreativitas, informasi, relasi, terapi healing, dan peluang bisnis, serta dampak negatif berupa pemborosan waktu, akses tanpa batasan usia, dan ujaran kebencian. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan penggunaan TikTok untuk memaksimalkan manfaat dan meminimalkan dampak negatif, khususnya pada perkembangan psikososial remaja
PERFORMANCE ANALYSIS OF BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) IN MANAGING ZAKAT IN PAREPARE CITY
This research discusses the performance of the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) in managing zakat in Parepare City. The purpose of this study is to analyze in depth the performance of BAZNAS in the process of collecting and distributing zakat, as well as to evaluate the distribution system implemented in reaching the mustahik. The study also aims to assess the extent to which the effectiveness of zakat management contributes to community welfare and aligns with sharia principles. The method used in this research is a descriptive qualitative approach with a case study on BAZNAS Parepare City. Data were obtained through observation, interviews with BAZNAS internal parties, and documentation of zakat management activities. The results of the study show that the performance of BAZNAS Parepare City in zakat collection is quite productive and reliable. BAZNAS applies collection strategies through civil servant salary deductions, bank transfers, QRIS, and Zakat Collection Units (UPZ). In terms of distribution, zakat is allocated both consumptively and productively by considering the principles of justice, transparency, and empowerment. This proves that BAZNAS Parepare has carried out its role well in realizing social justice and community welfare through effective and sharia-based zakat management.Penelitian ini membahas tentang kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam pengelolaan zakat di Kota Parepare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam kinerja BAZNAS dalam proses penghimpunan dan penyaluran zakat serta mengevaluasi sistem distribusi yang diterapkan dalam menjangkau para mustahik. Penelitian ini juga bertujuan untuk menilai sejauh mana efektivitas pengelolaan zakat yang dilakukan mampu memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat serta sesuai dengan prinsip syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada BAZNAS Kota Parepare. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pihak internal BAZNAS, dan dokumentasi kegiatan pengelolaan zakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja BAZNAS Kota Parepare dalam penghimpunan zakat cukup produktif dan terpercaya. BAZNAS menerapkan strategi penghimpunan melalui sistem potong gaji ASN, transfer bank, QRIS, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dalam penyaluran, zakat didistribusikan secara konsumtif dan produktif dengan mempertimbangkan prinsip keadilan, transparansi, dan pemberdayaan. Hal ini membuktikan bahwa BAZNAS Parepare telah menjalankan perannya dengan baik dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat yang efektif dan berbasis syariah
INTEGRASI INSTRUMEN ISLAMIC SOCIAL FINANCE DALAM MENDUKUNG EKONOMI SIRKULAR: ANALISIS LITERATUR DAN KERANGKA KONSEPTUAL: A Systematic Literature Review and Conceptual Framework
This study explores the potential integration of Islamic Social Finance (ISF) within the circular economy framework, aiming to contribute to sustainable environmental and social development. The research investigates how instruments such as zakat, waqf, and infaq can be utilized to finance projects that promote resource management, waste reduction, and renewable energy initiatives. The methodology employed is a narrative literature review, focusing on high-quality academic sources from Scopus to synthesize existing knowledge and identify gaps in the current literature. The findings reveal that ISF, particularly zakat and waqf, can play a crucial role in financing sustainable projects. These instruments are shown to have significant potential in supporting environmental sustainability efforts, such as waste management and energy solutions. Furthermore, the integration of financial technologies, such as blockchain, is highlighted as a means to improve the transparency and efficiency of managing ISF funds for green projects. However, challenges such as insufficient regulatory frameworks, limited public awareness, and low participation in sustainability initiatives remain barriers to fully harnessing ISF’s potential in the circular economy. This research contributes to the existing body of knowledge by developing a conceptual framework that connects ISF with the circular economy. The study underscores the importance of enhancing policy support and increasing societal engagement to maximize the effectiveness of ISF in achieving environmental and social sustainability. Further empirical research is recommended to validate the proposed models and explore practical applications in diverse regions and sectors.Penelitian ini mengeksplorasi potensi integrasi Islamic Social Finance (ISF) dalam kerangka ekonomi sirkular, dengan tujuan untuk berkontribusi pada pengembangan keberlanjutan lingkungan dan sosial. Studi ini menyelidiki bagaimana instrumen seperti zakat, wakaf, dan infaq dapat dimanfaatkan untuk mendanai proyek-proyek yang mendukung pengelolaan sumber daya, pengurangan limbah, dan inisiatif energi terbarukan. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif, yang fokus pada sumber-sumber akademik berkualitas dari Scopus untuk mensintesis pengetahuan yang ada dan mengidentifikasi celah dalam literatur saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISF, khususnya zakat dan wakaf, dapat memainkan peran penting dalam mendanai proyek-proyek berkelanjutan. Instrumen-instrumen ini memiliki potensi signifikan untuk mendukung upaya keberlanjutan lingkungan, seperti pengelolaan sampah dan solusi energi. Selain itu, integrasi teknologi finansial, seperti blockchain, dianggap sebagai cara untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan dana ISF untuk proyek-proyek ramah lingkungan. Namun, tantangan seperti kurangnya kerangka regulasi yang memadai, rendahnya kesadaran publik, dan partisipasi yang terbatas dalam inisiatif keberlanjutan tetap menjadi hambatan untuk memaksimalkan potensi ISF dalam ekonomi sirkular. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengetahuan yang ada dengan mengembangkan kerangka konseptual yang menghubungkan ISF dengan ekonomi sirkular. Studi ini menekankan pentingnya meningkatkan dukungan kebijakan dan keterlibatan masyarakat untuk memaksimalkan efektivitas ISF dalam mencapai keberlanjutan sosial dan lingkungan. Penelitian lebih lanjut yang bersifat empiris disarankan untuk menguji model yang diusulkan dan menjajaki penerapannya dalam berbagai wilayah dan sektor
KEBUN RAYA JOMPIE SEBAGAI DESTINASI WISATA ALAM: TINJAUAN PERSEPSI MASYARAKAT LOKAL: Pariwisata
Nature tourism is a crucial sector in developing sustainable destinations, including the Kebun Raya Jompie in Parepare City, which serve both conservation and recreational purposes. This study aims to analyze public perceptions of the tourist appeal of the Kebun Raya Jompie through four key tourism elements: attraction, accessibility, amenities, and ancillary services. The method used was qualitative research with a descriptive approach, through observation, interviews, and documentation involving the management and the surrounding community. The results indicate that the public has a positive perception of the natural attractions, including diverse flora and green open spaces, strategic accessibility, and supporting facilities that enhance visitor comfort, despite limitations in maintenance. Furthermore, additional services, such as tour guides, are considered to enrich the educational experience. These findings confirm that public perception plays a crucial role in supporting the development strategy of the Kebun Raya Jompie as a natural tourism destination that serves not only as a recreational space but also as a medium for conservation and environmental education.Pariwisata alam menjadi salah satu sektor penting dalam pengembangan destinasi berkelanjutan, termasuk Kebun Raya Jompie di Kota Parepare yang memiliki fungsi konservasi sekaligus rekreasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi masyarakat terhadap daya tarik wisata Kebun Raya Jompie melalui empat elemen utama pariwisata, yaitu attraction, accessibility, amenities, dan ancillary. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola serta masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki persepsi positif terhadap atraksi alam berupa keanekaragaman flora dan ruang terbuka hijau, aksesibilitas yang strategis, serta fasilitas pendukung yang meningkatkan kenyamanan pengunjung, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam pemeliharaan. Selain itu, aspek pelayanan tambahan seperti pemandu wisata dinilai mampu memperkaya pengalaman edukatif. Temuan ini menegaskan bahwa persepsi masyarakat berperan penting dalam mendukung strategi pengembangan Kebun Raya Jompie sebagai destinasi wisata alam yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai media konservasi dan pendidikan lingkungan
Pola Mata Pencaharian Tradisional dalam Masyarakat Kajang Studi Etnografi tentang Kesejahteraan Ekonomi
This research aims to identify and analyze the traditional livelihood patterns of the Kajang community in relation to the concept of local wisdom-based economic welfare. The Kajang people, particularly the Ammatoa group, are known for their consistency in maintaining customary values that influence their economic, social and ecological systems. Using an ethnography-based qualitative approach, this study describes economic practices based on agriculture, forest products, and handicrafts, as well as the principle of simple living (kamase-mase) that is the foundation of collective welfare. The results show that these livelihood patterns serve not only as a survival strategy, but also as a form of resistance to modernization that potentially threatens local social and ecological structures. The findings make an important contribution to understanding traditional economic systems as contextualized models of sustainable development rooted in the culture of local communities.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola mata pencaharian tradisional masyarakat Kajang dalam hubungannya dengan konsep kesejahteraan ekonomi berbasis kearifan lokal. Masyarakat Kajang, khususnya kelompok Ammatoa, dikenal karena konsistensinya mempertahankan nilai-nilai adat yang memengaruhi sistem ekonomi, sosial, dan ekologis mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis etnografi, studi ini menggambarkan praktik ekonomi berbasis pertanian, hasil hutan, dan kerajinan tangan, serta prinsip hidup sederhana (kamase-mase) yang menjadi fondasi kesejahteraan kolektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola mata pencaharian ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi bertahan hidup, tetapi juga sebagai bentuk resistensi terhadap modernisasi yang berpotensi mengancam struktur sosial dan ekologi lokal. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memahami sistem ekonomi tradisional sebagai model pembangunan berkelanjutan yang kontekstual dan berakar pada budaya komunitas lokal
TRANSFORMASI PERAN BANK SYARIAH DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI QARDHUL HASAN DI ERA DIGITAL: SEBUAH STUDI LITERATUR SISTEMATIS
This study explores the transformation of Islamic banks’ roles in poverty alleviation through the Qardhul Hasan instrument in the digital economy era. As financial institutions governed by Sharia principles, Islamic banks are not solely profit-oriented but also serve a social mission. Qardhul Hasan, a non-profit loan mechanism, presents a promising model for empowering economically disadvantaged communities. In the digital age, the integration of financial technology (fintech), digital service platforms, and financial inclusion initiatives offers strategic opportunities to scale up the reach of Qardhul Hasan in an efficient and transparent manner. This research adopts a qualitative-descriptive methodology using a Systematic Literature Review (SLR) to analyze relevant literature and case studies on the implementation of Qardhul Hasan by various Islamic banks in Indonesia. The findings demonstrate that digitalization enhances the social role of Islamic banks by expanding financial access, improving distribution efficiency, and ensuring greater transparency. However, the success of this transformation requires the support of adaptive Sharia-compliant regulations and robust supervisory frameworks. The study advocates for the development of a supportive digital ecosystem to optimize the potential of Qardhul Hasan in addressing poverty within the framework of Islamic social finance.Penelitian ini membahas transformasi peran bank syariah dalam pengentasan kemiskinan melalui instrumen Qardhul Hasan di era ekonomi digital. Sebagai lembaga keuangan yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah, bank syariah tidak hanya berfokus pada orientasi keuntungan, melainkan juga memiliki peran sosial yang signifikan. Qardhul Hasan, sebagai skema pembiayaan tanpa imbal hasil, menunjukkan potensi besar dalam memberdayakan masyarakat miskin secara ekonomi. Di era digital, pemanfaatan teknologi keuangan (fintech), integrasi layanan digital, dan perluasan inklusi keuangan memberikan peluang strategis untuk memperluas jangkauan Qardhul Hasan secara efisien dan transparan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis literatur relevan dan studi kasus penerapan Qardhul Hasan oleh beberapa bank syariah di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi memperkuat fungsi sosial bank syariah melalui perluasan akses pembiayaan, peningkatan efisiensi penyaluran, serta peningkatan transparansi pelaporan. Namun demikian, keberhasilan transformasi ini memerlukan dukungan regulasi yang adaptif terhadap prinsip syariah serta pengawasan yang efektif. Studi ini merekomendasikan pengembangan ekosistem digital yang mendukung optimalisasi Qardhul Hasan sebagai instrumen strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan berbasis nilai-nilai keuangan sosial Islam