Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
Harmonisasi Hukum Islam dan Adat Tentang Mahar dan Uang Panai’ dalam Perspektif Antropologi Hukum Islam
Penelitian ini berangkat dari urgensi memahami hubungan antara hukum Islam dan adat dalam praktik pemberian mahar dan uang panai’ di masyarakat Bugis-Makassar, yang sering kali menimbulkan perdebatan antara nilai syariat dan tuntutan sosial-budaya. Dalam konteks hukum keluarga Islam, muncul pertanyaan bagaimana hukum Islam mengakomodasi tradisi lokal tanpa mengabaikan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan kemudahan (taysir). Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah penelitian ini difokuskan pada: (1) bagaimana konsep mahar dalam hukum Islam dan makna uang panai’ dalam tradisi adat Bugis-Makassar; (2) bagaimana bentuk harmonisasi hukum Islam dan adat dalam perspektif antropologi hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan antropologi hukum Islam, yaitu menganalisis teks-teks normatif Islam (al-Qur’an, hadis, dan literatur fikih) serta data budaya dari kajian antropologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar merupakan kewajiban syar’i sebagai simbol penghormatan terhadap perempuan, sedangkan uang panai’ adalah ekspresi penghargaan sosial yang hidup dalam budaya lokal. Keduanya dapat saling melengkapi selama uang panai’ tidak diposisikan sebagai harga diri perempuan dan tidak memberatkan calon mempelai laki-laki. Dalam perspektif antropologi hukum Islam, tradisi uang panai’ termasuk kategori ‘urf sahih karena mengandung nilai sosial yang tidak bertentangan dengan syariat. Kesimpulannya, harmonisasi antara hukum Islam dan adat dalam praktik mahar dan uang panai’ mencerminkan fleksibilitas dan adaptabilitas hukum Islam terhadap nilai-nilai budaya lokal guna mewujudkan kemaslahatan dan keadilan dalam masyarakat Muslim Indonesia.
 
ANALYSIS OF SHARIA ACCOUNTING IN THE COLLECTION OF ZAKAT FUNDS THROUGH SOCIAL MEDIA AT BAZNAS, ENREKANG REGENCY
In the ever-growing digital era, zakat management institutions are required to adapt to modern society's communication and transaction patterns. BAZNAS Enrekang Regency responds to this dynamic by utilizing social media and digital platforms as a strategic means to increase zakat collection.
This research aims to identify innovations and strategies implemented by BAZNAS Enrekang in collecting zakat through social media, as well as evaluate its effectiveness in increasing muzakki participation. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through observation, documentation, and in-depth interviews with resource persons who play a direct role in the implementation of the digitalization strategy, including social media managers and institutional leaders.
The results of the study show that BAZNAS Enrekang actively uses various social media such as Instagram, TikTok, YouTube, and WhatsApp chatbots to disseminate information, zakat education, and activity reports. The use of QRIS is also an innovative solution in facilitating digital zakat payments. This strategy has been proven to be able to increase digital interaction, build public trust, and expand the reach of information. However, obstacles such as limited human resources and documentation tools are still challenges that need to be overcome. Overall, digitalization at BAZNAS Enrekang not only contributes to increasing zakat collection, but also strengthens transparency and accountability in zakat management at the regional level, making it a relevant example of adaptation in the midst of today's digital transformation
Pendidikan Seksual Anak Berbasis Nilai Rabbani Perspektif Abu Ihsan Al-Atsary
The prevalence of child sexual abuse cases in Indonesia has reportedly increased significantly. At the same time, education about sexuality is still often considered a sensitive and avoided topic, both within the family and educational institutions. Sexual education from an Islamic perspective offers a comprehensive framework that focuses on developing awareness of self-protection, moral character building, and strengthening spiritual dimensions. This research adopts a literature study and descriptive analysis method to examine the concept of child sexual education as proposed by Abu Ihsan al-Atsari. According to him, sex education should begin at an early age, with an emphasis on teaching the ethics of asking permission, the importance of maintaining modesty, and understanding the rules of interaction between the sexes. This also includes the prohibition of ikhtilat, which has the potential to lead to deviant behaviour. As children approach puberty, strengthening their faith becomes a priority through learning about the importance of guarding one's gaze, the ethics of receiving guests, rules regarding mahram, and the obligation to cover the aurat. In an era where promiscuity is increasingly prevalent, Islamic sex education is an urgent necessity to protect children from potential behavioural deviations.Prevalensi kasus pelecehan seksual anak di Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan yang signifikan. Bersamaan dengan itu, edukasi mengenai seksualitas masih kerap dianggap sebagai topik yang sensitif dan dihindari, baik dalam lingkungan keluarga maupun institusi pendidikan. Edukasi seksual dalam perspektif Islam hadir dengan menawarkan suatu kerangka komprehensif yang berfokus pada pengembangan kesadaran akan perlindungan diri, pembentukan karakter moral, serta penguatan dimensi spiritual. Riset ini mengadopsi metode studi literatur dan analisis deskriptif guna menelaah konsep edukasi seksual anak sebagaimana dikemukakan oleh Abu Ihsan al-Atsari. Menurut pandangan beliau, edukasi seksual seyogianya dimulai sejak usia dini, dengan penekanan pada pengajaran etika meminta izin, pentingnya menjaga aurat, serta pemahaman mengenai kaidah interaksi antarjenis kelamin. Hal ini juga mencakup larangan ikhtilath yang berpotensi menjerumuskan pada perilaku menyimpang. Seiring bertambahnya usia menuju masa pra-baligh, penguatan pilar keimanan menjadi prioritas melalui pembelajaran mengenai pentingnya menjaga pandangan, etika menerima tamu, aturan terkait kemahraman, dan kewajiban menutup aurat. Di era di mana pergaulan bebas semakin marak, edukasi seksual Islam menjadi suatu keharusan yang mendesak guna melindungi anak dari potensi penyimpangan perilaku
THE ROLE OF CUSTOMER DUE DILIGENCE IN MITIGATION OF CREDIT FINANCING RISK IN SHARIA FINANCIAL INSTITUTIONS AT BSI PAREPARE BRANCH
This study examines the implementation of Customer Due Diligence (CDD) at BSI KC Parepare, focusing on three main aspects: the quality of CDD in mitigating financing risks, customer characteristics considered in its application, and the factors determining its effectiveness. The purpose is to analyze how CDD helps the bank identify, measure, and reduce financing risks from the early stages and to evaluate its effectiveness in preventing problematic financing. This research employs a qualitative method with a case study approach, using interviews, field observations, and documentation related to financing policies and the implementation of the Know Your Customer (KYC) principle. The findings show that CDD plays a crucial role in risk mitigation, particularly in assessing customer eligibility, analyzing business backgrounds, and monitoring transactions. This role has been proven to reduce potential financing risks and improve the quality of the bank’s financing portfolio.Penelitian ini mengkaji penerapan Customer Due Diligence (CDD) di BSI KC Pareparedengan fokus pada tiga aspek: kualitas pelaksanaan CDD dalam mitigasi risiko pembiayaan, karakteristik nasabah yang diperhatikan, serta faktor-faktor penentu efektivitas pelaksanaannya. Tujuannya adalah menganalisis bagaimana CDD membantu bank mengidentifikasi, mengukur, dan mengurangi risiko pembiayaan sejak tahap awal serta mengevaluasi efektivitasnya dalam mencegah pembiayaan bermasalah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait kebijakan pembiayaan dan penerapan prinsip Know Your Customer (KYC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CDD berperan penting dalam mitigasi risiko, khususnya dalam identifikasi kelayakan nasabah, analisis latar belakang usaha, dan pemantauan transaksi sehingga mampu mengurangi potensi pembiayaan bermasalah dan meningkatkan kualitas portofolio bank
Pemahaman Petani Padi tentang Zakat Pertanian dan Implementasinya di Kelurahan Maccorawalie Kabupaten Pinrang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman petani padi tentang zakat pertanian dan implementasinya di Kelurahan Maccorawalie Kabupaten Pinrang. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi setiap Muslim yang telah mencapai nisab, termasuk hasil pertanian. Namun, di Kelurahan Maccorawalie yang memiliki lahan persawahan luas, masih banyak petani yang belum memahami ketentuan zakat pertanian dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman petani tentang zakat pertanian masih sangat rendah; sebagian besar belum mengetahui ketentuan zakat hasil pertanian dan cenderung menyamakan zakat dengan sedekah. Implementasi zakat pertanian juga belum optimal, di mana para petani masih menyalurkan zakat secara tradisional langsung kepada fakir miskin atau pengurus masjid tanpa melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan kurangnya penyuluhan dari lembaga pengelola zakat. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi dan pendampingan intensif bagi petani agar kesadaran berzakat, khususnya zakat pertanian, dapat meningkat di masyarakat
IMPLEMENTASI PRINSIP HALAL (SHARIA TOURISM) UNTUK MEWUJUDKAN WISATA ALAM KALIBIRU KANANG YANG BERKELANJUTAN
The development of global tourism necessitates the integration of sustainability aspects and religious values, prompting an analysis of the development strategy for the Kalibiru Kanang natural tourist destination in Polewali Mandar. The main objective of this study is to formulate a sustainable development model for the Kalibiru Kanang Nature Tourism Destination through the lens of Sharia Tourism. This research employs a qualitative descriptive method with a case study approach, where data were collected through direct observation, in-depth interviews with relevant parties, and documentation studies. The analysis focused on evaluating the 3A components (Attraction, Accessibility, and Amenities) and their compliance with Sharia principles and sustainability concepts. The results show that Kalibiru Kanang has strong Attraction potential, but the implementation of Accessibility and Amenities, especially prayer facilities and halal services, as well as the aspects of sustainable environmental and social management, still require strengthening. The proposed strategy emphasizes improving the quality of halal services, developing environmentally friendly 3A infrastructure, and educating the local community. Practically, this article provides a significant contribution in the form of strategic recommendations for managers and local government in realizing a competitive, Islamic-value-based natural tourist destination. Academically, this research enriches the literature on the synergy between sustainable tourism and sharia tourism at the local level.Perkembangan pariwisata global menuntut integrasi antara aspek keberlanjutan dan nilai-nilai religius, memicu perlunya analisis strategi pengembangan destinasi wisata alam Kalibiru Kanang, Polewali Mandar. Tujuan utama penelitian ini adalah merumuskan model pengembangan destinasi Wisata Alam Kalibiru Kanang yang berkelanjutan melalui kacamata Pariwisata Syariah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pihak terkait, dan studi dokumentasi. Analisis difokuskan pada evaluasi komponen 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) serta kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Syariah dan konsep keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalibiru Kanang memiliki potensi Atraksi yang kuat, namun implementasi Aksesibilitas dan Amenitas, khususnya fasilitas ibadah dan layanan halal, serta aspek pengelolaan lingkungan dan sosial yang berkelanjutan, masih memerlukan penguatan. Strategi yang diusulkan menekankan pada peningkatan kualitas pelayanan halal, pengembangan infrastruktur 3A yang ramah lingkungan, dan edukasi komunitas lokal. Secara praktis, artikel ini memberikan kontribusi signifikan berupa rekomendasi strategis bagi pengelola dan pemerintah daerah dalam mewujudkan destinasi wisata alam yang kompetitif dan berbasis nilai Islami. Secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur tentang sinergi antara pariwisata berkelanjutan dan pariwisata syariah di tingkat lokal
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL KULINER LOKAL DALAM MENARIK MINAT WISATAWAN: STUDI KASUS TIRAM BAKAR BARRU
Culinary tourism is a main attraction in regional tourism development, and the local culinary dish Tiram Bakar (Grilled Oysters) in Barru Regency shows significant potential for attracting tourists, making it a vital focus for enhancing the local economy. This research aims to deeply analyze the promotional strategies implemented by Tiram Bakar entrepreneurs to increase tourist visit volume in the area. Employing a descriptive qualitative approach, data was collected through in-depth interviews with business owners and participatory observation on location. The findings reveal that the primary promotional strategy is a combination of the promotion mix, specifically the strong influence of word-of-mouth supported by intensive digital promotion through platforms such as Instagram, TikTok, WhatsApp, and Facebook, which is proven effective in disseminating information and building brand image. Nevertheless, a major challenge identified is the availability of oyster raw material, which heavily depends on the fluctuations of weather conditions and fishermen’s catch, thus affecting supply sustainability. Practically, this article provides recommendations for entrepreneurs to establish a better stock management system and optimize digital content, while academically, this study contributes to enriching the literature on local culinary marketing strategies, particularly in coastal regional tourism destinations.Wisata kuliner menjadi salah satu daya tarik utama dalam pengembangan pariwisata daerah, dan kuliner lokal Tiram Bakar di Kabupaten Barru menunjukkan potensi signifikan untuk menarik minat wisatawan, menjadikannya fokus penting dalam peningkatan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi promosi yang diterapkan oleh pelaku usaha Tiram Bakar guna meningkatkan volume kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pelaku usaha dan observasi partisipatif di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi utama yang digunakan adalah kombinasi dari bauran promosi, khususnya kekuatan word-of-mouth yang didukung oleh promosi digital yang intensif melalui platform seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan Facebook, yang terbukti efektif dalam menyebarluaskan informasi dan membangun citra. Meskipun demikian, ditemukan tantangan utama, yaitu ketersediaan bahan baku tiram yang sangat bergantung pada fluktuasi kondisi cuaca dan hasil tangkapan nelayan, yang mempengaruhi keberlanjutan pasokan. Secara praktis, artikel ini memberikan rekomendasi bagi pelaku usaha untuk menciptakan sistem pengelolaan stok yang lebih baik dan mengoptimalkan konten digital, sedangkan secara akademis, penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur mengenai strategi pemasaran kuliner lokal, terutama di destinasi pariwisata daerah maritim
Zakat, Infaq, and Sedekah (ZIS) Management in Economic Recovery in Makassar Indonesia: A Cross-Cultural Perspective from Turkey and Egypt
Purpose – This study examined the distribution and effectiveness of ZIS (Zakat, Infak, and Sedekah) funds in facilitating economic recovery via a comparative examination of Turkey and Egypt. This research situates Islamic social finance within the maqāṣid al-sharī‘ah paradigm, with a specific emphasis on ḥifẓ al-māl (protection of wealth) and ḥifẓ al-nafs (protection of life), illustrating the role of religious generosity in enhancing resilience and well-being in post-crisis scenarios.
Method – Employing a qualitative phenomenological approach, this research explores the lived experiences of stakeholders while drawing comparisons with the zakat systems implemented in Egypt and Turkey.
Findings – The study reveals that, while ZIS distribution in Makassar has positively impacted many beneficiaries, its effectiveness in fostering sustainable economic growth remains constrained by limited funding and a lack of capacity-building programs. Lessons from Egypt and Turkey offer actionable insights for improving the ZIS system in Makassar.
Practical Implications – This study theoretically enhances the discussion on Islamic social finance by connecting ZIS to global sustainability initiatives, including the SDGs (No Poverty, Reduced Inequalities, and Decent Work and Economic Growth). The comparative viewpoint offers valuable insights for policymakers and financial institutions seeking to develop inclusive recovery policies that incorporate religious and cultural values.
Originality/Value – By adopting a comparative and cross-cultural approach, this study provides unique insights into the distribution and effectiveness of ZIS funds in a post-pandemic context, thereby contributing to the broader discourse on improving the zakat systemPurpose – This study examined the distribution and effectiveness of ZIS (Zakat, Infak, and Sedekah) funds in facilitating economic recovery via a comparative examination of Turkey and Egypt. This research situates Islamic social finance within the maqāṣid al-sharī‘ah paradigm, with a specific emphasis on ḥifẓ al-māl (protection of wealth) and ḥifẓ al-nafs (protection of life), illustrating the role of religious generosity in enhancing resilience and well-being in post-crisis scenarios.
Method – Employing a qualitative phenomenological approach, this research explores the lived experiences of stakeholders while drawing comparisons with the zakat systems implemented in Egypt and Turkey.
Findings – The study reveals that, while ZIS distribution in Makassar has positively impacted many beneficiaries, its effectiveness in fostering sustainable economic growth remains constrained by limited funding and a lack of capacity-building programs. Lessons from Egypt and Turkey offer actionable insights for improving the ZIS system in Makassar.
Practical Implications – This study theoretically enhances the discussion on Islamic social finance by connecting ZIS to global sustainability initiatives, including the SDGs (No Poverty, Reduced Inequalities, and Decent Work and Economic Growth). The comparative viewpoint offers valuable insights for policymakers and financial institutions seeking to develop inclusive recovery policies that incorporate religious and cultural values.
Originality/Value – By adopting a comparative and cross-cultural approach, this study provides unique insights into the distribution and effectiveness of ZIS funds in a post-pandemic context, thereby contributing to the broader discourse on improving the zakat syste
Reassessing Child Welfare in Islamic Jurisprudence: The Abrogation of Guardianship According to Al-Būṭī’s Maslahah Theory
Background: In numerous Muslim-majority nations, paternal guardianship rights over girls are frequently maintained, despite evidence of the fathers' negligence of their duties. This prompts essential inquiries regarding the equilibrium Islamic legal systems must maintain between father power and child care
Purpose: This paper examines the legitimacy of designating inattentive fathers as walī nikāḥ (marriage guardians) in accordance with Islamic law, utilizing Sa‘īd Ramadān al-Būṭī’s maslahah theory as the primary analytical framework
Methods: This research utilizes a normative-comparative legal method to analyze classical Islamic law, Indonesia's Compilation of Islamic Law (KHI), and pertinent provisions in Tunisia's Code of Personal Status and Morocco's Mudawwanah
Results: Research indicates that al-Būṭī’s quintuple criteria of maslahah—comprising its congruence with maqāṣid al-sharīʿah, the Qur’an, Sunnah, qiyās, and a hierarchy of benefits—can substantiate the revocation of guardianship powers from negligent fathers and their reassignment to judicial authorities. The research illustrates that this principle-based, textually anchored paradigm upholds both legal integrity and child protection.
Implication: Theoretically, the research redefines maslahah as an instrument for reform within conservative legal frameworks, while practically, it advocates for legal systems such as Indonesia's to implement more explicit statutory exclusions and child-focused policies.
Originality: This study's originality is in its conservative yet reformist interpretation of maslahah, demonstrating that legal reform is both feasible and essential for upholding justice and ethical oversight within Islamic family law, even within a traditionalist context
 
Optimalisasi Fintech Syariah untuk Inklusi Keuangan di Indonesia di Era Digital: Perspektif Ekonomi Islam.: Mengoptimalkan Fintech Syariah untuk Inklusi Keuangan di Indonesia di Era Digital: Perspektif Ekonomi Islam
This systematic literature review (SLR) investigates the optimization of sharia-compliant fintech to enhance financial inclusion in Indonesia, guided by Islamic economic principles. Analyzing 36 peer-reviewed articles from 2018 to 2024, the study employs a qualitative approach to explore trends, challenges, and opportunities. Findings reveal that sharia fintech, through innovations like peer-to-peer lending, crowdfunding, and e-wakaf, significantly improves access to financial services for unbanked populations and MSMEs. Key enablers include technological advancements, sharia compliance, and government support, while challenges involve regulatory ambiguity, low financial literacy, and public trust issues. The review underscores the importance of consumer preferences, literacy programs, and integration with sharia microfinance institutions in scaling adoption. Recommendations include robust regulatory frameworks, enhanced digital literacy initiatives, and collaborative ecosystems to ensure sustainable growth. This SLR contributes to the literature by synthesizing insights, identifying research gaps, and offering evidence-based strategies for policymakers and stakeholders to foster inclusive economic development in Indonesia’s digital era