Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
Analisis Kesesuaian Investasi Saham Syariah pada Aplikasi Indo Premier Sekuritas
Background: The number of users of sharia stock investment in Indonesia is increasing. Likewise, there are various investment applications, and almost all have a Sharia scheme.
Research Objectives: To determine the suitability of sharia in implementing sharia investment in the Indo Premier Sekuritas Application.
Methods: This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data sources are primary and secondary data. Data collection techniques are observation, interviews, documentation, and literature studies.
Results: Present a summary of the main findings of the study, including the primary data, trends, or patterns found..
Conclusion: Sharia stock investment in the Indo Premier Sekuritas Application uses multiple contracts, including the bai' al-musawamah contract, the mudharabah contract, and the ijarah contract. This type of multi-contract in Sharia economic law is called al-uqud al-murakkabah al-mutajanisah. This means that the contracts are similar and may be combined. In addition, the Sharia stock portfolio in the Indo Premier Sekuritas Application is in accordance with Sharia provisions.Latar Belakang: Pengguna investasi saham syariah di Indonesia semakin meningkat. Begitupun aplikasi investasi yang beragam, dan hampir semua aplikasi investasi memiliki skema syariah.
Tujuan Penelitian: Mengetahui kesesuaian syariah dalam pelaksanaan investasi syariah di Aplikasi Indo Premier Sekuritas.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.
Hasil: Menyajikan ringkasan temuan utama penelitian, termasuk data utama, tren, atau pola yang ditemukan.
Kesimpulan: Investasi saham syariah di Aplikasi Indo Premier Sekuritas menggunakan multi akad yang terdiri dari akad bai’ al-musawamah, akad mudharabah, dan akad ijarah. Jenis multi akad ini dalam hukum ekonomi syariah dinamakan dengan al-uqud al-murakkabah al-mutajanisah. Artinya akad – akad tersebut sejenis dan boleh digabungkan. Selain itu, portofolio saham syariah yang ada di Aplikasi Indo Premier Sekuritas sudah sesuai dengan ketentuan syariah
Dinamika Kesenjangan Pendidikan di Sulawesi Selatan 2019-2024 dari Perspektif Lama Sekolah
This study analyzes the dynamics of educational disparities in South Sulawesi Province during the 2019–2024 period by focusing on the Average Years of Schooling (AYS) as a fundamental indicator of educational attainment. Using a descriptive–comparative quantitative approach enriched with spatial analysis, this research examines 24 districts/cities to identify inequality patterns and the multidimensional factors influencing them. Data were obtained from publications of the Central Bureau of Statistics (BPS) and supporting documents related to social, economic, infrastructural, and digital variables. The findings reveal significant disparities in AYS between urban and rural areas. Makassar City consistently recorded the highest AYS (11.57 years in 2024), supported by adequate educational infrastructure, a relatively high standard of living, and strong digital penetration. In contrast, Jeneponto Regency recorded the lowest AYS (7.01 years in 2024), influenced by high poverty levels, poor road infrastructure, a low ratio of secondary schools, and limited internet access that reaches only 27% of households. Regression analysis indicates that variations in AYS are significantly influenced by school ratios, poverty levels, and digital access. Meanwhile, spatial autocorrelation analysis (Moran’s I) identified clustering of low-AYS regions in the southern–central areas of the province, indicating that inequality is systemic rather than random. These findings affirm that educational disparities in South Sulawesi are structural phenomena requiring place-based policy interventions integrated with economic development, physical infrastructure improvement, digital equalization, and strengthened educational services. This study provides strategic implications for local governments in designing more adaptive and sustainable interventions to reduce regional educational disparities.Penelitian ini menganalisis dinamika kesenjangan pendidikan di Provinsi Sulawesi Selatan selama periode 2019–2024 dengan fokus pada indikator Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) sebagai salah satu ukuran fundamental capaian pendidikan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif yang diperkaya dengan analisis spasial, penelitian ini mengkaji 24 kabupaten/kota untuk mengidentifikasi pola ketimpangan antarwilayah serta faktor-faktor multidimensional yang memengaruhinya. Data diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan dokumen pendukung terkait variabel sosial, ekonomi, infrastruktur, dan digital. Hasil penelitian menunjukkan adanya disparitas RLS yang signifikan antara daerah perkotaan dan perdesaan. Kota Makassar secara konsisten menjadi wilayah dengan RLS tertinggi (11,57 tahun pada 2024), didukung oleh ketersediaan infrastruktur pendidikan yang memadai, tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi, serta penetrasi teknologi digital yang kuat. Sebaliknya, Kabupaten Jeneponto menjadi wilayah dengan RLS terendah (7,01 tahun pada 2024), dipengaruhi oleh tingginya tingkat kemiskinan, infrastruktur jalan yang buruk, rendahnya rasio sekolah menengah, serta keterbatasan akses internet yang hanya menjangkau 27% rumah tangga. Analisis regresi menunjukkan bahwa variasi RLS dipengaruhi secara signifikan oleh rasio sekolah, tingkat kemiskinan, dan akses digital. Sementara itu, analisis autokorelasi spasial (Moran’s I) mengidentifikasi adanya klasterisasi wilayah ber-RLS rendah di bagian selatan–tengah provinsi, menandakan bahwa ketimpangan bersifat sistemik dan tidak terjadi secara acak. Temuan ini menegaskan bahwa kesenjangan pendidikan di Sulawesi Selatan merupakan fenomena struktural yang membutuhkan pendekatan kebijakan berbasis wilayah (place-based policy) yang terintegrasi dengan pembangunan ekonomi, infrastruktur fisik, pemerataan digital, dan penguatan kualitas layanan pendidikan. Penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi pemerintah daerah dalam merancang intervensi yang lebih adaptif dan berkelanjutan guna mempersempit disparitas pendidikan antarwilayah
Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Madrasah MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu Dalam Menghadapi Tantangan dan Perubahan Pendidikan
This study aims to examine the application of transformational leadership style by the Principal of MIS Muhamadiya 14 Talang Ulu in responding to the dynamics of educational change. A qualitative approach was used with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that the principal can internalize the values of transformational leadership through inspiring vision communication, empowering teachers and staff, and encouraging technology-based and character-based learning innovations. The challenges faced include limited facilities and internal resistance to change, but are overcome through a collaborative approach and ongoing coaching. This study suggests the need for ongoing leadership training and strengthening of an adaptive madrasah organizational culture.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Gaya kepemimpinan transformasional oleh Kepala Madrasah MIS Muhammadiyah 14 Talang Ulu dalam merespons dinamika perubahan pendidikan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah mampu menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan transformasional melalui komunikasi visi yang inspiratif, pemberdayaan guru dan staf, serta dorongan terhadap inovasi pembelajaran berbasis teknologi dan karakter. Tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan sarana dan resistensi internal terhadap perubahan, namun diatasi melalui pendekatan kolaboratif dan pembinaan berkelanjutan. Penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan kepemimpinan berkelanjutan dan penguatan budaya organisasi madrasah yang adaptif.
 
Harmonisasi Hukum Islam dan Adat Tentang Mahar dan Uang Panai’ dalam Perspektif Antropologi Hukum Islam
Penelitian ini berangkat dari urgensi memahami hubungan antara hukum Islam dan adat dalam praktik pemberian mahar dan uang panai’ di masyarakat Bugis-Makassar, yang sering kali menimbulkan perdebatan antara nilai syariat dan tuntutan sosial-budaya. Dalam konteks hukum keluarga Islam, muncul pertanyaan bagaimana hukum Islam mengakomodasi tradisi lokal tanpa mengabaikan prinsip keadilan, kemaslahatan, dan kemudahan (taysir). Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah penelitian ini difokuskan pada: (1) bagaimana konsep mahar dalam hukum Islam dan makna uang panai’ dalam tradisi adat Bugis-Makassar; (2) bagaimana bentuk harmonisasi hukum Islam dan adat dalam perspektif antropologi hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan antropologi hukum Islam, yaitu menganalisis teks-teks normatif Islam (al-Qur’an, hadis, dan literatur fikih) serta data budaya dari kajian antropologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar merupakan kewajiban syar’i sebagai simbol penghormatan terhadap perempuan, sedangkan uang panai’ adalah ekspresi penghargaan sosial yang hidup dalam budaya lokal. Keduanya dapat saling melengkapi selama uang panai’ tidak diposisikan sebagai harga diri perempuan dan tidak memberatkan calon mempelai laki-laki. Dalam perspektif antropologi hukum Islam, tradisi uang panai’ termasuk kategori ‘urf sahih karena mengandung nilai sosial yang tidak bertentangan dengan syariat. Kesimpulannya, harmonisasi antara hukum Islam dan adat dalam praktik mahar dan uang panai’ mencerminkan fleksibilitas dan adaptabilitas hukum Islam terhadap nilai-nilai budaya lokal guna mewujudkan kemaslahatan dan keadilan dalam masyarakat Muslim Indonesia.
 
ANALYSIS OF SHARIA ACCOUNTING IN THE COLLECTION OF ZAKAT FUNDS THROUGH SOCIAL MEDIA AT BAZNAS, ENREKANG REGENCY
In the ever-growing digital era, zakat management institutions are required to adapt to modern society's communication and transaction patterns. BAZNAS Enrekang Regency responds to this dynamic by utilizing social media and digital platforms as a strategic means to increase zakat collection.
This research aims to identify innovations and strategies implemented by BAZNAS Enrekang in collecting zakat through social media, as well as evaluate its effectiveness in increasing muzakki participation. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through observation, documentation, and in-depth interviews with resource persons who play a direct role in the implementation of the digitalization strategy, including social media managers and institutional leaders.
The results of the study show that BAZNAS Enrekang actively uses various social media such as Instagram, TikTok, YouTube, and WhatsApp chatbots to disseminate information, zakat education, and activity reports. The use of QRIS is also an innovative solution in facilitating digital zakat payments. This strategy has been proven to be able to increase digital interaction, build public trust, and expand the reach of information. However, obstacles such as limited human resources and documentation tools are still challenges that need to be overcome. Overall, digitalization at BAZNAS Enrekang not only contributes to increasing zakat collection, but also strengthens transparency and accountability in zakat management at the regional level, making it a relevant example of adaptation in the midst of today's digital transformation
Pendidikan Seksual Anak Berbasis Nilai Rabbani Perspektif Abu Ihsan Al-Atsary
The prevalence of child sexual abuse cases in Indonesia has reportedly increased significantly. At the same time, education about sexuality is still often considered a sensitive and avoided topic, both within the family and educational institutions. Sexual education from an Islamic perspective offers a comprehensive framework that focuses on developing awareness of self-protection, moral character building, and strengthening spiritual dimensions. This research adopts a literature study and descriptive analysis method to examine the concept of child sexual education as proposed by Abu Ihsan al-Atsari. According to him, sex education should begin at an early age, with an emphasis on teaching the ethics of asking permission, the importance of maintaining modesty, and understanding the rules of interaction between the sexes. This also includes the prohibition of ikhtilat, which has the potential to lead to deviant behaviour. As children approach puberty, strengthening their faith becomes a priority through learning about the importance of guarding one's gaze, the ethics of receiving guests, rules regarding mahram, and the obligation to cover the aurat. In an era where promiscuity is increasingly prevalent, Islamic sex education is an urgent necessity to protect children from potential behavioural deviations.Prevalensi kasus pelecehan seksual anak di Indonesia dilaporkan mengalami kenaikan yang signifikan. Bersamaan dengan itu, edukasi mengenai seksualitas masih kerap dianggap sebagai topik yang sensitif dan dihindari, baik dalam lingkungan keluarga maupun institusi pendidikan. Edukasi seksual dalam perspektif Islam hadir dengan menawarkan suatu kerangka komprehensif yang berfokus pada pengembangan kesadaran akan perlindungan diri, pembentukan karakter moral, serta penguatan dimensi spiritual. Riset ini mengadopsi metode studi literatur dan analisis deskriptif guna menelaah konsep edukasi seksual anak sebagaimana dikemukakan oleh Abu Ihsan al-Atsari. Menurut pandangan beliau, edukasi seksual seyogianya dimulai sejak usia dini, dengan penekanan pada pengajaran etika meminta izin, pentingnya menjaga aurat, serta pemahaman mengenai kaidah interaksi antarjenis kelamin. Hal ini juga mencakup larangan ikhtilath yang berpotensi menjerumuskan pada perilaku menyimpang. Seiring bertambahnya usia menuju masa pra-baligh, penguatan pilar keimanan menjadi prioritas melalui pembelajaran mengenai pentingnya menjaga pandangan, etika menerima tamu, aturan terkait kemahraman, dan kewajiban menutup aurat. Di era di mana pergaulan bebas semakin marak, edukasi seksual Islam menjadi suatu keharusan yang mendesak guna melindungi anak dari potensi penyimpangan perilaku
THE ROLE OF CUSTOMER DUE DILIGENCE IN MITIGATION OF CREDIT FINANCING RISK IN SHARIA FINANCIAL INSTITUTIONS AT BSI PAREPARE BRANCH
This study examines the implementation of Customer Due Diligence (CDD) at BSI KC Parepare, focusing on three main aspects: the quality of CDD in mitigating financing risks, customer characteristics considered in its application, and the factors determining its effectiveness. The purpose is to analyze how CDD helps the bank identify, measure, and reduce financing risks from the early stages and to evaluate its effectiveness in preventing problematic financing. This research employs a qualitative method with a case study approach, using interviews, field observations, and documentation related to financing policies and the implementation of the Know Your Customer (KYC) principle. The findings show that CDD plays a crucial role in risk mitigation, particularly in assessing customer eligibility, analyzing business backgrounds, and monitoring transactions. This role has been proven to reduce potential financing risks and improve the quality of the bank’s financing portfolio.Penelitian ini mengkaji penerapan Customer Due Diligence (CDD) di BSI KC Pareparedengan fokus pada tiga aspek: kualitas pelaksanaan CDD dalam mitigasi risiko pembiayaan, karakteristik nasabah yang diperhatikan, serta faktor-faktor penentu efektivitas pelaksanaannya. Tujuannya adalah menganalisis bagaimana CDD membantu bank mengidentifikasi, mengukur, dan mengurangi risiko pembiayaan sejak tahap awal serta mengevaluasi efektivitasnya dalam mencegah pembiayaan bermasalah. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait kebijakan pembiayaan dan penerapan prinsip Know Your Customer (KYC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CDD berperan penting dalam mitigasi risiko, khususnya dalam identifikasi kelayakan nasabah, analisis latar belakang usaha, dan pemantauan transaksi sehingga mampu mengurangi potensi pembiayaan bermasalah dan meningkatkan kualitas portofolio bank
Pemahaman Petani Padi tentang Zakat Pertanian dan Implementasinya di Kelurahan Maccorawalie Kabupaten Pinrang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman petani padi tentang zakat pertanian dan implementasinya di Kelurahan Maccorawalie Kabupaten Pinrang. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan bagi setiap Muslim yang telah mencapai nisab, termasuk hasil pertanian. Namun, di Kelurahan Maccorawalie yang memiliki lahan persawahan luas, masih banyak petani yang belum memahami ketentuan zakat pertanian dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman petani tentang zakat pertanian masih sangat rendah; sebagian besar belum mengetahui ketentuan zakat hasil pertanian dan cenderung menyamakan zakat dengan sedekah. Implementasi zakat pertanian juga belum optimal, di mana para petani masih menyalurkan zakat secara tradisional langsung kepada fakir miskin atau pengurus masjid tanpa melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan kurangnya penyuluhan dari lembaga pengelola zakat. Temuan ini menunjukkan perlunya edukasi dan pendampingan intensif bagi petani agar kesadaran berzakat, khususnya zakat pertanian, dapat meningkat di masyarakat
IMPLEMENTASI PRINSIP HALAL (SHARIA TOURISM) UNTUK MEWUJUDKAN WISATA ALAM KALIBIRU KANANG YANG BERKELANJUTAN
The development of global tourism necessitates the integration of sustainability aspects and religious values, prompting an analysis of the development strategy for the Kalibiru Kanang natural tourist destination in Polewali Mandar. The main objective of this study is to formulate a sustainable development model for the Kalibiru Kanang Nature Tourism Destination through the lens of Sharia Tourism. This research employs a qualitative descriptive method with a case study approach, where data were collected through direct observation, in-depth interviews with relevant parties, and documentation studies. The analysis focused on evaluating the 3A components (Attraction, Accessibility, and Amenities) and their compliance with Sharia principles and sustainability concepts. The results show that Kalibiru Kanang has strong Attraction potential, but the implementation of Accessibility and Amenities, especially prayer facilities and halal services, as well as the aspects of sustainable environmental and social management, still require strengthening. The proposed strategy emphasizes improving the quality of halal services, developing environmentally friendly 3A infrastructure, and educating the local community. Practically, this article provides a significant contribution in the form of strategic recommendations for managers and local government in realizing a competitive, Islamic-value-based natural tourist destination. Academically, this research enriches the literature on the synergy between sustainable tourism and sharia tourism at the local level.Perkembangan pariwisata global menuntut integrasi antara aspek keberlanjutan dan nilai-nilai religius, memicu perlunya analisis strategi pengembangan destinasi wisata alam Kalibiru Kanang, Polewali Mandar. Tujuan utama penelitian ini adalah merumuskan model pengembangan destinasi Wisata Alam Kalibiru Kanang yang berkelanjutan melalui kacamata Pariwisata Syariah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pihak terkait, dan studi dokumentasi. Analisis difokuskan pada evaluasi komponen 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) serta kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Syariah dan konsep keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalibiru Kanang memiliki potensi Atraksi yang kuat, namun implementasi Aksesibilitas dan Amenitas, khususnya fasilitas ibadah dan layanan halal, serta aspek pengelolaan lingkungan dan sosial yang berkelanjutan, masih memerlukan penguatan. Strategi yang diusulkan menekankan pada peningkatan kualitas pelayanan halal, pengembangan infrastruktur 3A yang ramah lingkungan, dan edukasi komunitas lokal. Secara praktis, artikel ini memberikan kontribusi signifikan berupa rekomendasi strategis bagi pengelola dan pemerintah daerah dalam mewujudkan destinasi wisata alam yang kompetitif dan berbasis nilai Islami. Secara akademis, penelitian ini memperkaya literatur tentang sinergi antara pariwisata berkelanjutan dan pariwisata syariah di tingkat lokal
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL KULINER LOKAL DALAM MENARIK MINAT WISATAWAN: STUDI KASUS TIRAM BAKAR BARRU
Culinary tourism is a main attraction in regional tourism development, and the local culinary dish Tiram Bakar (Grilled Oysters) in Barru Regency shows significant potential for attracting tourists, making it a vital focus for enhancing the local economy. This research aims to deeply analyze the promotional strategies implemented by Tiram Bakar entrepreneurs to increase tourist visit volume in the area. Employing a descriptive qualitative approach, data was collected through in-depth interviews with business owners and participatory observation on location. The findings reveal that the primary promotional strategy is a combination of the promotion mix, specifically the strong influence of word-of-mouth supported by intensive digital promotion through platforms such as Instagram, TikTok, WhatsApp, and Facebook, which is proven effective in disseminating information and building brand image. Nevertheless, a major challenge identified is the availability of oyster raw material, which heavily depends on the fluctuations of weather conditions and fishermen’s catch, thus affecting supply sustainability. Practically, this article provides recommendations for entrepreneurs to establish a better stock management system and optimize digital content, while academically, this study contributes to enriching the literature on local culinary marketing strategies, particularly in coastal regional tourism destinations.Wisata kuliner menjadi salah satu daya tarik utama dalam pengembangan pariwisata daerah, dan kuliner lokal Tiram Bakar di Kabupaten Barru menunjukkan potensi signifikan untuk menarik minat wisatawan, menjadikannya fokus penting dalam peningkatan ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi promosi yang diterapkan oleh pelaku usaha Tiram Bakar guna meningkatkan volume kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pelaku usaha dan observasi partisipatif di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi utama yang digunakan adalah kombinasi dari bauran promosi, khususnya kekuatan word-of-mouth yang didukung oleh promosi digital yang intensif melalui platform seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, dan Facebook, yang terbukti efektif dalam menyebarluaskan informasi dan membangun citra. Meskipun demikian, ditemukan tantangan utama, yaitu ketersediaan bahan baku tiram yang sangat bergantung pada fluktuasi kondisi cuaca dan hasil tangkapan nelayan, yang mempengaruhi keberlanjutan pasokan. Secara praktis, artikel ini memberikan rekomendasi bagi pelaku usaha untuk menciptakan sistem pengelolaan stok yang lebih baik dan mengoptimalkan konten digital, sedangkan secara akademis, penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya literatur mengenai strategi pemasaran kuliner lokal, terutama di destinasi pariwisata daerah maritim