Sao Jurnal IAIN Parepare
Not a member yet
2676 research outputs found
Sort by
The Role of Mediation in Resolving Family Communication Conflicts: An Islamic Family Law Approach in Indonesia: Peran Mediasi dan Advokasi dalam Penyelesaian Konflik Komunikasi Keluarga: Pendekatan Hukum Keluarga Islam di Indonesia
Komunikasi yang buruk dalam keluarga sering menjadi penyebab utama ketegangan dan disfungsi hubungan antar anggota keluarga. Ketidakmampuan dalam berkomunikasi dapat menimbulkan jarak emosional, perasaan terabaikan, dan konflik yang tak kunjung selesai, yang akhirnya mengganggu keharmonisan rumah tangga. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penyebab komunikasi buruk dalam keluarga dan solusi yang dapat diterapkan berdasarkan hukum keluarga Islam di Indonesia, dengan fokus pada pendekatan mediasi dan advokasi. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, yang menganalisis berbagai literatur terkait, seperti Kompilasi Hukum Islam (KHI), Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 1 Tahun 2016, serta prinsip-prinsip syariat dalam mediasi keluarga. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mediasi berbasis prinsip syariat Islam, seperti sulh (perdamaian) dan hakam (penunjukan mediator), terbukti efektif dalam memperbaiki komunikasi buruk dan menyelesaikan konflik tanpa harus melalui perceraian. Rekomendasi dari penelitian ini adalah memperkuat penerapan mediasi dalam penyelesaian sengketa keluarga, meningkatkan kesadaran keluarga akan pentingnya komunikasi yang sehat, dan mengintegrasikan program konseling berbasis Islam di Pengadilan Agama
Analisis Konsep Dan Urgensi Permainan Edukatif Berbasis Nilai Al-Quran Sebagai Model Pengembangan Karakter
Latar belakang: Pendidikan karakter di Madrasah Ibtidaiyah (MI) menghadapi tantangan metode konvensional dan pengaruh era digital, sementara tuntutan pembentukan karakter berbasis nilai Al-Quran semakin mendesak.
Tujuan: Menganalisis konsep dan urgensi Permainan Edukatif Berbasis Nilai Al-Quran sebagai model inovatif pengembangan karakter siswa MI.
Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), menganalisis literatur terkait pendidikan karakter, permainan edukatif, dan nilai Al-Quran.
Hasil: Konsep model ini dibangun atas prinsip integrasi nilai holistik, kesesuaian perkembangan, kontekstualitas, dan refleksi. Urgensinya mencakup aspek pedagogis (mengatasi kelemahan metode konvensional), sosiologis (merespons tantangan digital), dan praktis (menyediakan alat aplikatif bagi guru).
Kesimpulan: Model ini merupakan pendekatan strategis untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik pendidikan karakter Islami di MI.
Novelty: Penelitian ini menyajikan analisis konseptual yang holistik dan kontekstual tentang integrasi nilai Al-Quran dalam desain permainan edukatif untuk pendidikan karakter di MI, yang masih jarang dikaji secara sistematis
TRADITION AND CHANGE: HOW VILLAGE SOCIAL VALUES SURVIVE IN THE MODERN ERA: Tradisi dan Perubahan: Bagaimana Nilai-Nilai Sosial Desa Bertahan di Era Modern
Penelitian ini membahas bagaimana nilai-nilai sosial di masyarakat desa bertahan dan beradaptasi di tengah arus modernisasi yang meliputi globalisasi, urbanisasi, dan penetrasi teknologi. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan studi kasus dari beberapa desa di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun modernisasi membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi dan interaksi sosial, desa-desa mampu mengintegrasikan tradisi dengan inovasi seperti penggunaan teknologi digital untuk melestarikan kegiatan gotong royong dan seni budaya lokal. Pendidikan berbasis kearifan lokal juga berperan penting dalam menanamkan nilai budaya pada generasi muda. Strategi adaptasi yang efektif mencakup penggabungan tradisi dengan teknologi, pengembangan pariwisata budaya, dan penguatan komunitas digital desa. Dengan pendekatan ini, nilai-nilai sosial desa dapat terus hidup dan berkembang tanpa kehilangan esensi budaya, memberikan kontribusi pada pembangunan berkelanjutan masyarakat desa
Membentuk Karakter Religius Sosial Anak Jalanan di Kota Parepare: Membentuk Karakter Religius Sosial Anak Jalanan di Kota Parepare
Siguru community, founded in the city of Parepare, focuses on the issue of street children, especially those who do not receive formal education, either at home or at school. Education is essential to help children grow and develop, as well as to shape their character, which they will use in their social lives. This study uses a qualitative approach with data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The primary data for this study are the founders and volunteers who teach. To analyze the data themselves. The community is a social community that focuses on assisting street children, especially those who do not receive formal education either at home or at school. Education is a fundamental aspect in helping children grow and develop, as well as forming the character that is essential in their social lives. This study uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis is carried out through a process of reduction, presentation, and conclusion drawing with reference to role theory and social construction theory. The results show that the Siguru Community plays an important role as a substitute for the role of family and educators for street children. This community provides non-formal education through teaching reading, writing, arithmetic, and religious learning as the foundation for religious character building. Through a value-based approach, Siguru volunteers encourage children to learn the basic teachings of Islam, such as reading the Quran, daily prayers, and religious practices such as salat and wudu. In addition, this community strives to build motivation and enthusiasm for learning among street children so that they have goals and hopes for the future. Religious character building is instilled through role modeling, practicing polite behavior, and strengthening moral values in daily activities.Komunitas merupakan komunitas sosial yang berfokus pada pendampingan anak jalanan, khususnya mereka yang tidak memperoleh pendidikan formal baik di rumah maupun di sekolah. Pendidikan menjadi aspek fundamental dalam membantu anak bertumbuh dan berkembang, sekaligus menjadi dasar pembentukan karakter yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sosial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori peran dan teori konstruksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Siguru memainkan peran penting sebagai pengganti peran keluarga dan pendidik bagi anak jalanan. Komunitas ini memberikan pendidikan nonformal melalui pengajaran membaca, menulis, berhitung, serta pembelajaran agama sebagai landasan pembentukan karakter religius. Melalui pendekatan berbasis nilai-nilai agama, para volunteer Siguru mendorong anak-anak untuk mengenal ajaran dasar Islam, seperti membaca iqra, doa-doa harian, serta praktik ibadah seperti salat dan wudu. Selain itu, komunitas ini berupaya membangun motivasi dan semangat belajar anak-anak jalanan agar memiliki cita-cita dan harapan masa depan. Pembentukan karakter religius ditanamkan melalui keteladanan, pembiasaan perilaku sopan, serta penguatan nilai moral dalam aktivitas sehari-hari
Harmonisasi Kehidupan Beragama Masyarakat Bulurejo, Kabupaten Banyuwangi: Harmonization of Religious Life in the Bulurejo Community, Banyuwangi Regency
This study aims to describe and analyze the harmonization of religious life in Bulurejo Village, Banyuwangi Regency, as an example of a multicultural community's success in building harmony. Bulurejo is a village with religious diversity consisting of Islam, Christianity, and Hinduism, but it is still able to maintain social stability through daily interactions, local traditions, and cultural wisdom values. This study uses a qualitative approach through observation, in-depth interviews with religious and community leaders, and documentation studies. The results show that harmony is created through social interactions such as mutual assistance, rewang, and interfaith participation in social and religious activities. In addition, the traditions of Suroan and Bersih Desa serve as neutral cultural media that bring all residents together in a form of collective gratitude while strengthening social solidarity. Internal flexibility among congregations in five different churches also demonstrates a high level of tolerance in religious life. Based on Herbert Blumer's symbolic interaction theory, harmony in Bulurejo is formed through a process of meaning creation, repeated interaction, and positive interpretation of social symbols. This study confirms that harmony in Bulurejo is not only formal in nature but grows from social and cultural practices that continue to be maintained as important capital in strengthening Indonesia's diversity.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis harmonisasi kehidupan beragama masyarakat Desa Bulurejo, Kabupaten Banyuwangi, sebagai salah satu contoh keberhasilan masyarakat multikultural dalam membangun kerukunan. Bulurejo merupakan desa dengan keberagaman agama yang terdiri dari Islam, Kristen, dan Hindu, namun tetap mampu menjaga stabilitas sosial melalui interaksi sehari-hari, tradisi lokal, dan nilai kearifan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan masyarakat, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi tercipta melalui interaksi sosial seperti gotong royong, rewang, dan partisipasi lintas agama dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Selain itu, tradisi Suroan dan Bersih Desa menjadi media kultural yang netral, yang mempertemukan seluruh warga sebagai bentuk syukur bersama sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Fleksibilitas internal antarjemaat di lima gereja berbeda juga menunjukkan tingkat toleransi yang tinggi dalam kehidupan beragama. Berdasarkan teori interaksi simbolik Herbert Blumer, harmonisasi di Bulurejo terbentuk melalui proses penciptaan makna, interaksi berulang, dan interpretasi positif terhadap simbol sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa kerukunan di Bulurejo tidak hanya bersifat formal, tetapi tumbuh dari praktik sosial dan budaya yang terus dipelihara sebagai modal penting dalam memperkuat keberagaman Indonesia
THE INFLUENCE OF ALUMNI KNOWLEDGE AND INTEREST ON JOB OPPORTUNITIES IN THE ACCOUNTING STUDY PROGRAM OF SHARIA FINANCIAL INSTITUTIONS AT IAIN PAREPARE
This study aims to determine the influence of knowledge and interest on job opportunities in Islamic financial institutions among alumni of the Accounting Study Program at IAIN Parepare. This is a quantitative study with an associative approach. The sampling technique used was purposive sampling. Data collection was conducted by distributing questionnaires to alumni of the Islamic financial institutions accounting study program at IAIN Parepare. The sample size was 66 respondents. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) Version 26. The results of this study indicate that knowledge has a significant partial effect on job opportunities in Islamic financial institutions, with a calculated t value > t table (3.147 > 1.998), and interest has a significant effect on job opportunities in Islamic financial institutions, with a calculated t value > t table (6.434 > 1.998). Simultaneously, knowledge and interest significantly influence job opportunities in Islamic financial institutions, with a calculated F value > F table (46.460 > 3.15). This means that the higher a person's level of knowledge and interest, the greater their chances of getting a job in an Islamic financial institution.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan minat terhadap peluang kerja di lembaga keuangan syariah pada alumni prodi ALKS di IAIN Parepare.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada alumni prodi akuntansi lembaga keuangan syariah di IAIN Parepare. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 66 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) Versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap Peluang Kerja di Lembaga Keuangan Syariah dengan nilai thitung > ttabel (3,147 > 1,998), dan Minat berpengaruh signifikan terhadap Peluang Kerja di Lembaga Keuangan Syariah dengan nilai thitung > ttabel (6,434 > 1,998). Secara simultan Pengetahuan dan Minat berpengaruh signifikan terhadap Peluang Kerja di Lembaga Keuangan Syariah dengan nilai Fhitung > Ftabel (46,460 > 3,15). Ini berarti semakin tinggi tingkat pengetahuan dan minat yang dimiliki seseorang, maka semakin besar peluangnya untuk mendapatkan pekerjaan di lembaga keuangan syariah
PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENGEMBANGAN WISATA ALAM, BUDAYA, DAN BUATAN DI KABUPATEN ENREKANG
Tourism has become a strategic sector in driving local economic growth, yet its development in rural regions often faces structural and institutional constraints. This study investigates the role of the Youth, Sports, and Tourism Office (Dispopar) in developing nature, cultural, and artificial tourism in Enrekang Regency, South Sulawesi, Indonesia. Employing a qualitative descriptive design with a phenomenological approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving government officials and visitors. The findings reveal three tourism clusters directly managed by Dispopar: Lewaja Natural Spring (nature-based), Bambapuang Villa (cultural-based), and Latimojong Villa (artificial-based). Tourism development is supported by local natural resources, cultural traditions, and human capital; however, it is hindered by limited funding, remote geographic location, and land ownership conflicts. Dispopar’s role is multifaceted: as regulator through policy enforcement, as facilitator by conducting awareness campaigns and capacity-building programs, and as promoter through festivals and cultural events. This study contributes to the literature by integrating the dynamics of institutional roles with local tourism governance, highlighting the intersection of nature, culture, and built environment in regional tourism development. Practically, the findings suggest that sustainable collaboration between government, communities, and private actors is essential to optimize tourism potential in rural Indonesia.Pariwisata merupakan sektor strategis yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi daerah, namun pengembangannya di wilayah pedesaan sering menghadapi kendala. Penelitian ini menganalisis peran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) dalam mengembangkan pariwisata di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fenomenologi melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terhadap aparatur pemerintah serta wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga objek wisata utama yang dikelola Dispopar, yaitu Permandian Alam Lewaja (wisata alam), Villa Bambapuang (wisata budaya), dan Villa Latimojong (wisata buatan). Faktor pendukung pengembangan meliputi potensi alam, tradisi budaya, dan sumber daya manusia lokal, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan dana, akses geografis, dan konflik kepemilikan lahan. Peran Dispopar terlihat dalam tiga aspek: regulator melalui kebijakan dan aturan, fasilitator melalui sosialisasi sadar wisata serta pelatihan, dan promotor melalui festival budaya dan event massenrempulu. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tata kelola pariwisata lokal dan memberikan implikasi praktis perlunya kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk mengoptimalkan potensi pariwisata berkelanjutan di daerah pedesaan Indonesia
Peningkatan PENINGKATAN PENGETAHUAN HIGIENE TANGAN SISWA MELALUI INOVASI HAND SANITIZER SPRAY EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia Calabura L.) : PENINGKATAN PENGETAHUAN HIGIENE TANGAN SISWA MELALUI INOVASI HAND SANITIZER SPRAY EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia Calabura L.)
Hand hygiene is a crucial aspect in preventing the transmission of infectious diseases, particularly in school settings. However, the continued use of alcohol-based hand sanitizers can potentially cause skin irritation, necessitating the need for safe and easy-to-apply natural antiseptic alternatives. This Community Service Program aimed to improve students’ knowledge of hand hygiene through education and the introduction of a hand sanitizer spray formulated with kersen leaf extract (Muntingia calabura L.) as a natural antiseptic. The activities included theoretical socialization, video-based demonstration of product preparation, and interactive discussions involving 31 eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Sirampog. The results showed a 90% increase in students’ understanding and positive responses toward the product, which was considered practical and easy to use. In conclusion, this program effectively enhanced hand hygiene awareness and promoted the utilization of local natural resources as environmentally friendly antiseptic alternatives.
Keywords: hand sanitizer, kersen leaf, natural antiseptic, community serviceKebersihan tangan merupakan aspek penting dalam pencegahan penularan penyakit infeksi, khususnya di lingkungan sekolah. Namun, penggunaan hand sanitizer berbasis alkohol secara terus-menerus berpotensi menimbulkan iritasi kulit, sehingga diperlukan alternatif antiseptik berbahan alam yang aman dan mudah diaplikasikan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai higiene tangan melalui edukasi dan inovasi hand sanitizer spray berbasis ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L.) sebagai antiseptik alami. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi teori, pemutaran video pembuatan sediaan, dan diskusi interaktif pada 31 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sirampog. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa sebesar 90% serta respon positif terhadap produk yang dinilai praktis dan mudah digunakan. Kegiatan ini efektif meningkatkan kesadaran higiene tangan dan pemanfaatan bahan alam lokal sebagai alternatif antiseptik ramah lingkungan.
Kata kunci: hand sanitizer, daun kersen, antiseptik alami, pengabdian kepada masyaraka
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT YANG AGAMIS MELALUI PENDIDIKAN AKHLAQUL KARIMAH: KKN KONVERSI
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT YANG AGAMIS MELALUI PENDIDIKAN AKHLAQUL KARIMAH
Muhammad Nafhan Ramadhan1), Aep Kusnawan2)
1 Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
[email protected]
2 Syari’ah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia
[email protected]
(*) Corresponding Author
Artikel Info : Diterima : 00-00-0000 | Direvisi : 00-00-0000 | Disetujui : 00-00-0000
Abstract
Belum ada upaya pengoptimalisasian yang signifikan terkait pemberdayaan masyarakat yang agamis melalui Pendidikan akhlaqul karimah, khususnya di Kampung Babakan Lampit Desa Panundaan Kec. Ciwidey. Menyikapi hal ini, saya sebagai peserta KKN Konversi membuat program dalam upaya pengoptimalisasian sumber daya masyarakat tersebut dengan berbagai program diantaranya, program mengaji anak-anak, pengajian pemuda, pengajian ibu-ibu dan pengajian bapak-bapak. Hasil penelitian saya, bahwa program ini akan memberikan dampak positif dan hasil yang signifikan bagi masyarakat sehingga program ini harus dilaksanakan dengan kontinyu
Keywords: Babakan Lampit, Pengabdian, KKN, Program, Masyarakat
1. PENDAHULUAN
Akhlak merupakan bagian dari hal yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup bermasyarakat, karena dengan akhlak yang baik kita akan mendapatkan kebahagiaan dan kehidupan yang damai. (Baraja, 2009)
Berdasarkan data dan fakta, kebanyakan masyarakat Kampung Babakan Lampit Desa Panundaan Kec. Ciwidey itu rendah dalam perihal pendidikan, sehingga hal ini menyebabkan masyarakat mengalami kemorosatan akhlak terutama dikalangan para remaja, hal ini juga disebabkan oleh kurangnya peranan orang tua sebagai panutan atau contoh yang baik untuk anak-anaknya.
Beberapa faktor yang menjadi penyebab rusaknya akhlak masyarakat adalah rendahnya pendidikan moral, dan kurang bijaknya masyarakat menggunakan teknologi, dan ternyata masalah moral ini dapat terselesai secara efektif melalui pendidikan agama, karena pendidikan agama ini merupakan pendidikan yang bukan hanya mendidik ilmu pengetahuan ilmiah saja tetapi juga mendidik untuk menjadi pribadi yang shalih-shalihah. Jika pendidikan Agama Islam ini sudah mampu di terapkan dikehidupan sehari-hari, maka optimis warga masyarakat kampung Babakan Lampit akan menjadi masyarakat yang agamis dan berakhlakul karimah.
2. IDENTIFIKASI MASALAH
Masalah yang menjadi persoalan di tengah masyarakat Desa Panundaan ini adalah rendahnya Pendidikan anak, sehingga sangat minim sekali moral dan akhlak masyarakatnya dan ini merupakan sebuah tantangan yang besar bagi saya seorang mahasiswa untuk menyelesaikan ini semua dengan memberikan solusi yang efektif, diantaranya memenuhi kebutuhan Pendidikan masyarakat terutama Pendidikan dibidang keagamaan melalui pembinaan akhlaqul karimah.
3. METODE PELAKSANAAN/METODE PENELITIAN
KKN merupakan wujud nyata bagi mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu dengan aspek pengabdian kepada masyarakat, oleh karena itu metode pengabdian yang saya gunakan dalam pelaksanaan KKN Konversi di Desa Babakan Lampit ini dengan mengoptimalisasikan dan mengembangkan kembali sarana pendidikan agama yang sudah tidak efektif serta menciptakan program peningkatan layanan pendidikan dengan mengadakan pengajian rutinan bapak-bapak, pengajian rutinan ibu-ibu, pengajian rutinan pemuda karang taruna, pengajian anak-anak, ziarah serta kegiatan tawasulan dan marhabaan.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
KKN mengajar ini menyediakan pelayanan pendidikan agama kepada masyarakat dengan berbagai macam program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dibidang keagamaan dan kesadaran masyarakat betapa pentingnya pendidikan agama dalam membina akhlak, diantaranya adalah sebagai berikut:
Program pengajian anak-anak
Pelaksanaan program pengajian anak-anak ini disesuaikan dengan kebutuhan anak, jika anak masih kesulitan dalam membaca, maka saya memberikan fasilitas kepada mereka belajar calistung. Jika anak sudah mampu menguasai calistung, maka akan diberikan materi hafalan do’a wudhu dan do’a sholat.
Gambar 1.1
Kegiatan Belajar Mengajar Santriwan-Santriwati
Program pengajian pemuda karang taruna
Pemuda karang taruna merupakan salah satu elemen kampung yang sangat berharga, karena majunya suatu kampung harus ada peran pemuda didalamnya, maka oleh karena itu, pelaksanaan program pengajian pemuda karang taruna ini lebih ke pembinaan akhlak dengan metode pengajaran ngaji sambil ngopi, sedikit demi sedikit memberikan para pemuda arahan, ilmu pengetahuan, pengalaman dan contoh yang baik, sehingga metode ini diharapkan mampu memberikan hasil yang efektif.
Gambar 1.2
Kegiatan Belajar Mengajar Pemuda Karang Taruna Ikhtiyar
Pengajian Rutinan ibu-ibu dan Bapak-bapak
Peran ibu-ibu dan bapak-bapak sangatlah penting dalam mendidik anak-anaknya dan menjadi figur utama yang menjadi panutan bagi anak-anaknya, maka oleh karenanya pelaksanaan program pengajian ini yaitu dengan metode ceramah memberikan masukan, pengetahuan, saran dan pengalaman kepada ibu-ibu, dan bapak-bapak betapa pentingnya pendidikan agama dalam membina rumah tangga.
Dari program-program diatas, dampak yang ditimbulkan antara lain:
Mengetahui berapa besar kepedulian masyarakat terhadap betapa pentingnya pendidikan akhlaqul karimah.
Mengetahui berapa besar kepedulian masyarakat terhadap pendidikan agama.
Mampu meningkatkan pendidikan anak-anak di desa Panundaan.
Permasalahan yang terjadi ketika pelaksanaan program dan penyelesaiannya adalah sebagai berikut:
Penyelenggaraan pendidikan anak
Sebagian masyarakat belum bisa memanfaatkan sumber daya manusia sehingga sehingga banyak anak-anak yang belum bisa membaca Al-Quran, maka oleh karenanya saya mengadakan program cara cepat membaca Al-Quran setiap hari jam 15:00 WIB setelah ashar.
Penyelenggaraan pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak
Pengajian rutin dengan metode ceramah tentu membutuhkan skill penyampaian yang baik dan menarik sehingga mampu membuat para pendengar betah didalam pengajian, maka oleh karenanya saya bekerja keras untuk meningkatkan skill ceramah ini dengan terus berlatih setiap hari dengan guru pembimbing saya yaitu Bapak KH. Muhammad Asep Ridwan Al-Haswani., M.Ag
5. KESIMPULAN
Penelitian ini menyajikan informasi terkait pengoptimalisasian pemberdayaan masyarakat Babakan Lampit Desa Panundaan Kec. Ciwidey yang agamis melalui pendidikan akhlaqul karimah, karena selama ini Pendidikan akhlaqul karimah sangat tidak prioritaskan sehingga permasalahan ini sangat berdampak kepada kepribadian setiap masyarakat, jadi sosialisasi yang saya lakukan ini bertujuan untuk meningkatkan masyarakat yang agamis dengan pembinaan dan Pendidikan akhlaqul karimah yang alhamdulillah memberikan dampak positif dan hasil yang signifikan sehingga program ini perlu terus dilaksanakan secara kontinyu.
6. REFERENSI
Baraja, U. A. (2009). Akhlakul Banin Juz 2. Bandung: Nurul Ilmi.
Ghazali, I. (2009). Ihya Ulumuddin . Bandung: DKI Indonesia.
Ghazali, I. (2018). Ayyuhal Walad. Surabaya: Nurul Ilmi.
Kamal, M. (2019). Implementasi Akhlakul Karimah di Kehidupan Sehari-hari. Jakarta: Simbiosis Rekatama Media.
Nawawi, I. (2010). Nashaihul Ibad. Surabaya: Imaratullah.
 
Interpretasi Makna Denotasi dan Konotasi dalam Lagu Falesteen Biladi oleh Humood Alkhuder
نشأ أدب المقاومة أو أدب المقاومة كنداء للشعب الفلسطيني لمواصلة المقاومة والنضال من أجل استعادة استقلال فلسطين من أيدي إسرائيل. تهدف هذه الدراسة إلى الكشف عن المعاني الدلالية والرمزية في كلمات أغنية ”فلسطين بلدي“ للفنان حمود الخضر. تم اختيار هذه الأغنية لأنها غنية بقيم النضال والقومية للشعب الفلسطيني. باستخدام النهج الدلالي والطريقة الوصفية النوعية، تحلل هذه الدراسة معاني الكلمات والعبارات في كلمات الأغنية بشكل حرفي (دلالي) ورمزي (مجازي). وتظهر نتائج الدراسة أن هذه الأغنية لا تنقل رسالة حب الوطن بشكل مباشر فحسب، بل تحتوي أيضًا على معانٍ مجازية تصف معاناة الشعب الفلسطيني وآماله وروح مقاومته.The genre of Adab al-Muqawamah, or resistance literature, emerged as a call for the Palestinian people to continue fighting and striving to reclaim Palestinian independence from Israel. This study aims to uncover the denotative and connotative meanings in the lyrics of the song Falesteen Biladi by Humood AlKhudher. This song was chosen because it is rich in the values of struggle and nationalism of the Palestinian people. Using a semantic approach and descriptive-qualitative methods, this study analyzes the meanings of words and phrases in the lyrics both literally (denotatively) and symbolically (connotatively). The results of the study show that the song not only conveys a direct message of love for the homeland but also contains connotative meanings that depict the suffering, hope, and spirit of resistance of the Palestinian people.Genre Adab al-Muqawamah atau sastra perlawanan lahir sebagai seruan agar bangsa Palestina terus melawan dan berjuang merebut kembali kemerdekaan Palestina dari tangan Israel. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna denotasi dan konotasi dalam lirik lagu Falesteen Biladi karya Humood AlKhudher. Lagu ini dipilih karena sarat dengan nilai perjuangan dan nasionalisme rakyat Palestina. Dengan pendekatan semantik dan metode deskriptif-kualitatif, penelitian ini menganalisis makna kata dan frasa dalam lirik secara harfiah (denotatif) maupun simbolik (konotatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu ini tidak hanya menyampaikan pesan cinta tanah air secara langsung, tetapi juga memuat makna konotatif yang menggambarkan penderitaan, harapan, dan semangat perlawanan rakyat Palestina