e-Journal Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan / National Institute of Health Research and Development
Not a member yet
4975 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENYIMPANAN DAN PEMANASAN TERHADAP STABILITAS FISIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LARUTAN PEWARNA ALAMI DAGING BUAH NAGA (Hylocereus costaricensis)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyimpanan dan pemanasan terhadap stabilitas fisik dan aktivitas antioksidan larutan pewarna alami dari daging buah naga (Hylocereus costaricensis). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan desain Post Test Only Control Group dengan 7 kelompok penyimpanan, yaitu tanpa penyimpanan, suhu kamar 1 hari, suhu kamar 3 hari, suhu kamar 5 hari, suhu kulkas 1 hari, suhu kulkas 3 hari, suhu kulkas 5 hari; 6 kelompok pemanasan, yaitu tanpa pemanasan, 63°C 30 menit, 100°C 0 menit, 100°C 15 menit, 100°C 30 menit, 100°C 60 menit. Setiap perlakuan dilakukan dengan 3 pengulangan. Parameter yang diamati adalah pH, intensitas warna, dan aktivitas antioksidan. pH stabil pada kelompok tanpa penyimpanan dan tanpa pemanasan. Intensitas warna stabil pada kelompok tanpa penyimpanan, penyimpanan suhu ruang 1 hari, penyimpanan suhu kulkas 1 hari, dan tanpa pemanasan. Persentase peredaman radikal DPPH tertinggi pada kelompok tanpa penyimpanan dan tanpa pemanasan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan pH, intensitas warna, dan aktivitas antioksidan seiring meningkatnya suhu dan lama pemanasan serta lama penyimpanan. Hal tersebut menandakan adanya pengaruh penyimpanan dan pemanasan terhadap stabilitas fisik dan aktivitas antioksidan larutan pewarna alami daging buah naga
EFEK SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOLIK DAUN DEWANDARU (Eugenia uniflora L.) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D DAN MCF-7 Cytotoxic activity of Dewandaru (Eugenia uniflora L.) ethanolic extracts on T47D and MCF-7 cell lines
ABSTRACT Dewandaru (Eugenia uniflora L.) has been reported having several activities such as antioxidant, antimutagenic,antitumor and inhibit DNA polymerase on EVB (Eipstein-Bar Virus). This research aimed to know the cytotoxiceffect of dewandaru leaves extract on breast cancer cell line, T47D and MCF-7. The 70% ethanolic extract ofDewandaru was tested to the breast cancer cell line of T47D and MCF-7 by MTT procedure on the concentrationsare as follows: 31,25; 62,5; 125; 250; 500 μg/ml. The chemical content of the extract was determined byphytochemical screening method. The result showed that cytotoxic activities (IC50 value) of dewandaru extracton breast cancer cell line of T47D was 117μg/mL while on MCF-7 was 155 μg/ml. The phytochemical screeningshowed that dewandaru extract contain chemical compound such as alkaloida, saponin, flavonoide, tanin andpolyfenol.Key words: Eugenia uniflora L., breast cancer, T47D and MCF-7. ABSTRAK Tanaman dewandaru (Eugenia uniflora L.) telah dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan, antimutagenik,antitumor dan mampu menghambat DNA polymerase pada EBV(Eipstein-Bar Virus). Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efek sitotoksik daun dewandaru (Eugenia uniflora L.) terhadap sel kanker payudara T47Ddan MCF-7. Serbuk daun dewandaru dimaserasi dengan penyari etanol 70%. Ekstrak kemudian diujikanterhadap dua macam sel kanker mengunakan metode MTT dengan konsentrasi 31,25;62,5 ;125 ;250 ;500μg/ml. Untuk mengetahui kandungan golongan kimia, dilakukan skrining fitokimia terhadap ekstrak daundewandaru. Dari uji sitotoksik ekstrak daun dewandaru terhadap sel kanker payudara T47D diperoleh nilaiIC50 sebesar 117 μg/ml sedangkan terhadap sel kanker payuadara MCF-7 diperoleh nilai IC50 sebesar 155 μg/ml. Dari hasil skrining fitokimia diketahui bahwa ekstrak daun dewandaru mengandung alkaloid, saponin,flavonoid, tanin dan polifenol
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PENGGUNAAN KADAR GARAM BERIODIUM DAN PENGARUHNYA TERHADAP STATUS IODIUM URIN DI PONOROGO
In nearly all countries where iodine deficiency occurs, it is now well recognized that the most effective way to achieve the virtual elimination of IDD is through USI. Iodized salt is a safe, cost-effective, and sustainable strategy to ensure sufficient intake of iodine by all individuals. The aim of the study is measure the relationships of maternal knowledge and attitudes with the use of iodized salt and influence on urine iodine status. This was a cross sectional. The sample of this study were women of childbearing age 18-45 years old and pregnant women with gestational age from 2-9 months. The selection of districts and villages determined purposively by the by the place were emergence cases of IDD. Variables taken the level of knowledge, attitudes, content of iodized salt and urinary iodine status. The result showed that there was no relationship between level of knowledge and attitudes with the content of iodized salt. There was no relationship between level of knowledge and attitudes with urine iodine status. There is a relationship between levels of iodine in salt with urine iodine status. Salt quality monitoring needs to be done more intensively and for the low quality of salt grown withdrawn from the market, the extension shall be made by taking into account the background of the respondents, such as level of education
KOMUNIKASI, INTERAKSI DAN DUKUNGAN SOSIAL PADA ANAK PENDERITA GAKI DENGAN GANGGUAN KOGNITIF DAN MOTORIK
Human have an urge to connect with other people around them to make adjustments and mingle in a social environment without significant obstacles. Children due to IDD with cognitive and motor disorders may have problems in social adjustment to the social environment because of cognitive and physical limitations they have. This study aims to know the description of the communication, interaction and social support to children due to IDD with cognitive and motor disorders who had been treatment in BP2GAKI Magelang. This study is a qualitative research through participatory observation for six days to two subjects due to children with cognitive disorders and two subjects with motor disorders. Depth interviews with parents, neighbors and school teachers subject as well as a psychological tests of Vineland Maturity Scale Tests (VSMS) to describe the child’s ability to communicate, interact with the environment and social support provided. The data obtained were further analyzed using qualitative principles of phenomenology. The ability of communication and interaction of children due to IDD with motor disorders are better than children due to IDD with cognitive disorders. Communication and social interaction predominantly occurs in the family scope. There is a negative reception by the social environment surrounding the child to children due to IDD that causes social support became low. It is to built awareness in parenting practices in order to maximize the capabilities of the child also the awareness and positive public acceptance for the existence of children due to IDD with cognitive and motor disorders
Penemuan Kasus Malaria Berdasarkan Pemeriksaan Mikroskopis di Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas
Strategi utama WHO dalam pencegahan dan penanggulangan malaria yaitu melalui manajemen kasus yang meliputi deteksi, diagnosis, penanganan dan pengobatan kasus. Penemuan kasus atau penderita malaria dengan konfirmasi mikroskopis oleh unit pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit baik pemerintah maupun swasta merupakan salah satu pokok kegiatan yang dilakukan dalam upaya eliminasi malaria. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran penderita malaria di RSUD Siti Aisyah dan RSUD dr.Sobirin tahun 2016. Pengumpulan data dengan pengambilan darah tepi (perifer) dan wawancara menggunakan kuesioner dengan desain penelitian cross-sectional. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya 13 penderita malaria Falciparum dan Vivax yang berasal dari dua RSUD yaitu sebanyak dua penderita malaria Falciparum dan 6 penderita malaria Vivax di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau dan lima orang penderita malaria Falciparum di RSUD dr.Sobirin Musi Rawas. Jenis pengobatan malaria yang pernah diterima oleh responden adalah klorokuin, primakuin dan sulfadoksin-pirimetamin serta sulfadoksin-pirimetamin masing-masing sebanyak enam persen.
POTENSI KANDUNGAN KARONDO (Etlingera elatior) SEBAGAI OBAT CACING TRADISIONAL MASYARAKAT KULAWI DI SULAWESI TENGAH
Infeksi cacingmerupakan masalah kesehatan yang termasuk dalam salah satu penyakit terabaikan (Negleted disease) dengan kejadian tertinggi di daerah pedesaan atau pelosok. Pengendalian oleh program kesehatan melalui pengobatan sangat terbatas kecuali bila terjadi kelainan atau keluhan berat dari pasien itu sendiri. Di Sulawesi Tengah Kabupaten Sigi khususnya masyarakat Kecamatan Kulawi menggunakan Etlingera elatior (karondo) sebagai obat tradisional untuk mengatasi kecacingan. Berdasarkan fakta yang ada maka dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan atau zat aktif sebagai anthelmintik dari tanaman karondo. Metode yang digunakan yaitu rimpang tanaman karondo diparut lalu dibuat dalam bentuk perasan murni kemudian air perasan murni diuji menggunakan uji kualitatif,dan hasilnya dilihat dengan adanya busa dan perubahan warna secara visual. Hasil dari uji yang dilakukan yaitu adanya kandungan tannin, terpenoid, flavonoid, fenolat dan saponin dalam rimpang tanaman karondo.Disimpulkan bahwa tanaman Etlingera elatior (karondo) atau dalam bahasa Indonesia kecombrang mempunyai potensi sebagai bahan baku tanaman obat untuk mengatasi infeksi cacing di masyarakat
Gambaran Out of Pocket pada Awal Era JKN di Indonesia
Pogram Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) salah satunya bertujuan memberikan perlindungan finansial khususnyabiayakatastropik terhadapsemuapeserta. PenerimamanfaatJKNberhakmendapatkanberbagai layanan sebagai bagian dari paket manfaat dasar tanpa mengeluarkan biaya pelayanan, dan diharapkan Out of Pocket (OOP) akan lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki asuransi kesehatan. Tujuan penulisan akan membandingkan total pengeluaran untuk kesehatan dari peserta jaminan kesehatan dengan yang tidak memiliki jaminan kesehatan pada awal era JKN. Dalam analisis ini, pengukuran pengeluaran perawatan kesehatan hanya mencakup biaya pengobatan langsung, seperti biaya konsultasi, pemakaian kamar di rumahsakit dan obat-obatan. Analisis dengan menggunakan data Susenas 2014 terdiri dari 274.673 individu dan 71.051 rumah tangga di 33 provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal era JKN ada sedikit perbedaan OOP pada penduduk miskin dibandingkan dengan penduduk dimana proteksi finansial terhadap penduduk miskin untuk pengeluaran kesehatan masih rendah.Kepemilikan jaminan kesehatan memberikan proteksi finansial akibat pengeluaran biayakesehatan,khususnyapengeluaranbiayakatastropik dibandingkandengan yangtidak memilikijaminan kesehatan. Kepesertaan penduduk miskin ditargetkan tahun 2019 sudah terpenuhi sehingga target pemerintah tentang Universal Health Coverage (UHC) perlindungan finansial pada penduduk miskin dan hampir miskin semakin tinggi atau OOPsemakin mendekati nol.Key words: OOP, Pembiayaan,Asuransi Kesehata