e-Journal Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan / National Institute of Health Research and Development
Not a member yet
    4975 research outputs found

    HUBUNGAN FAKTOR SOSIO-DEMOGRAFI TERHADAP SUNAT PEREMPUAN DI INDONESIA

    No full text
    Latar belakang: Praktik sunat perempuan di Indonesia masih terjadi dalam berbagai tipe. Sunat perempuan hingga saat ini belum terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor sosio-demografi yang berhubungan dengan praktik sunat perempuan di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 dengan desain potong lintang. Sampel dalam penelitian ini meliputi anak umur0-11 tahun, berjumlah 114.993 anak. Analisis menggunakan metode multivariat regresi logistik metode backward. Hasil: Prevalensi sunat perempuan di Indonesia sebesar 51,2%. Tingkat pendidikan kepala rumah tangga memiliki hubungan negatif terhadap praktik sunat perempuan (AOR = 0,83; 95% CI = 0,81-0,87). Kepala rumah tangga yang berumur lebih dari 40 tahun memiliki risiko 16% lebih rendah untuk melakukan sunat perempuan (AOR = 0,84; 95% CI = 0,81-0,87). Selain itu, status sosial-ekonomi memiliki hubungan positif terhadap sunat perempuan. Kesimpulan:Kepala rumah tangga denganpendidikan rendah dan tinggal di perkotaan cenderung untuk menyunatkan anak perempuannya. Oleh sebab itu, promosi dan edukasi khususnya pada masyarakat berpendidikan rendah diperlukan untuk mengurangi praktik sunat perempuan di Indonesia

    PENGARUH KONSUMSI IBU HAMIL DAN UKURAN BIOMETRI JANIN PADA PANJANG LAHIR BAYI (ANALISIS DATA KOHORT TUMBUH KEMBANG ANAK 2011-2012)

    No full text
    Latar Belakang: Kondisi saat dilahirkan merupakan salah satu parameter kelahiran yang penting dalam mengevaluasi kondisi bayi yang sehat. Kondisi pendek (stuntingi) saat dilahirkan berhubungan dengan tingginya risiko pendek pada masa kanak-kanak dan dewasa. Status kesehatan dan gizi wanita selama kehamilan berpengaruh pada kesehatan bayinya.Tujuan: Menilai pengaruh konsumsi ibu hamil (zat gizi makro-mikro) dan ukuran biometri (panjang tulang paha dan tulang kering  janin) dengan panjang bayi lahir.Metode: Desain penelitian adalah kohor prospektif, bagian dari penelitian kohor Tumbuh Kembang Anak tahun 2012 di Kelurahan Kebon Kalapa dan Ciwaringin, Kota Bogor. Sebanyak 93 sampel dipelajari asupan ibu pada trimester III (energi, protein, lemak, zat besi, folat dan zinc). Pemeriksaan USG pada 30 responden untuk menilai panjang tulang paha dan tulang kering janin. Analisis data dilakukan dengan melakukan uji chi-square dan nilai Relative Risk (RR).Hasil: Konsumsi ibu hamil menunjukkan energi 60-65 persen, protein 40-70 persen, dan lemak 57-72 persen dari anjuran kecukupan. Konsumsi Fe, Folat dan Zn 20-30 persen dari kecukupan yang dianjurkan. Konsumsi energi, protein, lemak, Fe, folat dan Zn ibu tidak berhubungan dengan panjang lahir bayi. Panjang paha janin yang kurang berisiko 1,3 kali panjang lahir pendek, panjang tulang kering janin yang kurang berisiko 4 kali panjang lahir pendek, keduanya tidak signifikan secara statistik (p> 0,05).Kesimpulan: Konsumsi ibu hamil pada trimester-III, panjang tulang paha dan tulang kering janin tidak berhubungan dengan panjang lahir bayi

    PRAKTIK BUDAYA PERAWATAN DALAM KEHAMILAN PERSALINAN DAN NIFAS PADA ETNIK BADUY DALAM

    No full text
    Latar belakang: Tingginya Angka Kematian Ibu sebagai indikator besarnya masalah kesehatan reproduksi. Aspek sosial budaya yang membawa dampak negatif bagi kesehatan merupakan salah satu kendala pelaksanaan kegiatan terkait kesehatan reproduksi. Suku Baduy Dalam merupakan salah satu pelaku tradisi yang kuat memegang teguh pikukuh (aturan adat). Tujuan: Tujuan umum penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisa praktik budaya perawatan Etnik Baduy Dalam yang terkait kehamilan, kelahiran, dan nifas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, dan observasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling pada ibu hamil, ibu nifas, paraji (dukun beranak), bidan desa, ketua adat, tokoh pemuda, tokoh adat, ibu usia subur, remaja puteri dengan total informan sebanyak 15 orang. Penelitian dilakukan di Kampung Cibeo, Cikartawana, Cikeusik Desa Kankes, Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Provinsi Banten tempat bermukimnya Suku Baduy Dalam pada bulan Mei-Juni 2014. Data informan divalidasi melalui triangulasi, analisis potensi dan kendala dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung. Hasil: Penelitian menemukan praktik budaya sebagai pendukung: kepatuhan pada pimpinan adat (kokolot), perayaan tradisi sebagai media promosi program kesehatan, pemanfaatan obat tradisional, pola pemukiman secara kluster. Faktor yang membahayakan tidak ada pemeriksaan medis selama kehamilan, persalinan dan nifas, prosesi melahirkan secara mandiri, tempat persalinan situasional (saung/rumah), lama waktu menunggu paraji, pemotongan tali pusat, usia pertama kali melahirkan, melakukan aktivitas berat, larangan menggunakan pakaian dalam dan pembalut wanita. Kesimpulan: Kepatuhan pada Kokolot bisa dijadikan kunci sebagai pintu masuk menumbuhkan diterimanya program-program kesehatan ibu dan anak pada masyarakat Baduy Dalam

    Kepuasan Pasien Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional terhadap Pelayanan Kefarmasian di Apotek

    No full text
    Pharmacy is a place where a pharmacist provides pharmaceutical services. To improve services, it is necessary to carry out an evaluation of patients’s or consumers’ satisfaction on pharmaceutical services.This research aimed to assess the satisfaction of the patients covered by  national health insurance programme (JKN) and to find out the relationship of patients’ characteristics and their satisfaction. This research used a cross sectional survey design, conducted for patients visiting pharmacy to redeem the prescribed drug in Tangerang Selatan city, Serang district, Bekasi city, Bogor district, Yogyakarta city, Bantul district, Solo city, and Sragen district.   The sample was 152 adult JKN patients chosen by accidental sampling. Data were collected using self assessment questionnaire analyzed using chi square analysis. This study found that the highest level of dimension of pharmaceutical services satisfaction was empathy and the lowest one was assurance, in term of the availability of drugs and the number of drugs that was covered by JKN scheme. Among 5 characteristics (i.e: age, sex, marriage status, education, and occupation), only occupation variable that had significant correlation with satisfaction. The pharmacy management should communicate with the JKN provider regarding the kinds of drugs covered and concern with the drugs availability in the pharmac

    Front Matter

    No full text

    Front Matter

    No full text

    Policy Analysis of Integrated Antenatal Care implementation at Public Health Centers in Blitar City

    No full text
    Backgrounds: Integrated antenatal care as one of key program in screening maternal and child health services isstarted antenatal to puerperium phase and it is essential to protect complications during both antenatal and postnatalphases. Access to antenatal care (fi rst ANC to fourth ANC) has became providers key strategies in order to decreasemissed opportunities of pregnant women that it can be implicated toward services quality and caused by increasing MMRand IMR in Blitar City. The purpose of this study was to analize of policy implementation for Integrated Antenatal Careservices at Sananwetan, Kepanjen kidul, and Sukorejo Public Health Centers. Methods: A qualitative study with purposivedesign. Method for policy analysis used “a health policy triangle framework” (Walt & Gilson, 1994). Results: Lack of therole of policy actors in fi elds to bridge among integrated antenatal care services program, midwives, lab analyst andprovider. Integrated Antenatal care Services are concerned with physical examinations conducted by Midwives and areconcerned with laboratorium test both routine and medical indications conducted by laboratory analyst. Lack of technicaltraining for midwives and lab analyst. Conclusion: Inter Sectoral partnership for policy actors in implementing integratedantenatal care of Health Centers were lack and ranning partially. Lack of availability of laboratory facilities and USG toexam pregnant womens. Local Government Regulation regarding general services retributions are concerned routine lab and medical indications examinations is not yet for the poor peoples. Recommendation: The masive role of policy actorsin Blitar City through inter sectoral partnership involving policy review, monitoring, and evaluation of integrated antenatalcare for health centers are sustainable. Budgetting in APBD and other sources to enhance laboratorium facilities andUSG at three Health Centers based on types of laboratory and medical devices. Integrated antenatal care strengtheningthrough technicals training are especially midwives and laborium analysts in developing midwives in obstetrics and medicalexamination competencies. We need a limited revision of regulation clauses. It is clauses of routine lab examination andmedical indications free for every poor womens that conduct lab examinations

    439

    full texts

    4,975

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan / National Institute of Health Research and Development
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇