Jurnal Online Universitas Islam Nusantara
Not a member yet
    1021 research outputs found

    Pembelajaran Berbasis Universal Design For Learning Di Kelas Sekolah Dasar InklusifUniversal Design For Learning Based Learning In Inclusive Elementary School Class

    Get PDF
    Based on the results of the literature study, it is known that the process of implementing inclusive education learning is still experiencing problems, especially in the application of universal design for learning based learning in inclusive primary schools, one of which is the absence of a universal design for learning based learning guide book in inclusive primary schools, especially in cities. Bandung. The general objective of this study is to develop a universal design for learning based learning guide in inclusive primary school classes. Thisstudy uses a qualitative approach with library research methods to be able to produce a product in the form of a learning guide book based on universal design for learning. Sources of data in this study are books and journals related to this research. The data collection technique used is literature study, namely by solving problems by tracing previous sources or writings, namely books, journals, magazines and others, and this research is then validated by related practitioners and academics. The results of this study were to produce a productin the form of a learning guide book based on universal design for learning for teachers in inclusive primary school classes, with validation stages by experts and academics involved in the discussion of the research. This means that the learning guide will be suitable for use by teachers to be applied in inclusive primary schools, because it has gone through the stages or considerations of related academic expert

    Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Kekerasan Seksual

    Get PDF
    Akhir-akhir ini sering terdapat suatu tindak pidana mengenai persetubuhan terhadap anak yang dilakukan oleh orang dewasa maupun oleh anak, hal ini merupakan suatu ancaman yang sangat besar dan berbahaya bagi anak sebagai generasi penerus bangsa. Perlindungan terhadap hidup dan penghidupan anak masih menjadi tanggung jawab kedua orangtua, keluarganya, masyarakat, dan juga negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan unsur-unsur dan dasar pertimbangan hakim dalam Pasal 81 Undang-undang No. 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pada Putusan No11/PidSus.Anak/ 2018/PN.Spg. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menggunakan metode library research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang anak yang diduga melakukan tindak pidana melalui sistem peradilan formal yang ada pada akhirnya menempatkan anak dalam status narapidana tentunya membawa konsekuensi yang cukup besar dalam hal tumbuh kembang anak. Penanganan perkara pidana anak pada UU No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menghendaki adanya petugas sebagai tenaga medis yang ahli dalam bidang anak dan ditunjuk untuk menangani kesehatan anak selama dalam penanganan perkara anak. Dalam menangani anak sebagai pelaku tindak pidana, penegak hukum senantiasa harus memperhatikan kondisi anak yang berbeda dari orang dewasa. Sifat dasar anak sebagai pribadi yang masih labil, masa depan anak sebagai aset bangsa, dan kedudukan anak di masyarakat yang masih membutuhkan perlindungan dapat dijadikan dasar untuk mencari suatu solusi alternatif bagaimana menghindarkan anak dari suatu sistem peradilan pidana formal, penempatan anak dalam penjara, dan stigmatisasi terhadap kedudukan anak sebagai narapidana. Majelis Hakim berpendapat bahwa pemidanaan yang dijatuhkan dalam diktum putusan ini dipandang sudah memenuhi rasa keadilan baik untuk pelaku pribadi maupun keadilan bagi korban serta dalam kehidupan masyarakat, serta sepadan dan setimpal dengan kesalahan Anak sehingga diharapkan akan mencapai tujuan atau sasaran dari pemidanaan

    Tinjauan Hukum Terhadap Penanggulngan Tindak Pidana Korupsi di Indonesia

    Get PDF
    Tindak pidana korupsi merupakan delik khusus yang diatur secara tersendiri di luar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Hal ini sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sehingga dalam mengatasi permasalahan tersebut dirumuskan tujuan penelitian ini yaitu Untuk mengetahui Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi dan Untuk mengetahui Upaya Pencegahan dan faktor yang menghambat dalam Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi. Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi merupakan perumusan dan ruang lingkup suatu perundang-undangan pidana yang baik, atau kebijakan untuk menetapkan ancaman hukuman pidana yang ditentukan atas tindak pidana korupsi sehingga diperlukan upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dengan strategi yang komprehensif untuk dapat meminimalisir celah atau potensi terjadinya Tindak Pidana korupsi seperti dapat dengan memperkuat kapasitas kelembagaan birokrasi, Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM)  Untuk itu perlu adanya Hukuman yang lebih memberatkan bagi pelaku Tindak Pidana Korupsi, mengingat bahwa Tindak Pidana Korupsi merupakan crimes against humanity (kejahatan kemanusiaan) dan merupakan extraordinary crime (kejahatan luar biasa) sehingga menimbulkan efek jera dan perumusan ulang (reformulasi) terhadap aturan UU No. 20 Tahun 2001, sehingga hambatan atau kendala penerapan dapat diminimalisasi dalam upaya menanggulangi tindak pidana korupsi

    Efektivitas Pelaksanaan Rehabilitasi Terhadap Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika

    Get PDF
    With the issuance of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics, it is hoped that it can prevent and suppress the increase in the circulation and use of narcotics in the territory of Indonesia, including West Java. With a law that specializes in narcotics, all parties hope that it can run well and existing sanctions can be set fairly for perpetrators of narcotics crimes. Article 1 number 1 of Law Number 35 of 2009 concerning Narcotics means Narcotics are: substances or drugs derived from plants or non-plants, both synthetic and semi-synthetic which can cause a decrease or change in consciousness, loss of taste, reduce to eliminate pain, and can lead to dependence. In West Java there are about 800 thousand users, this can continue to increase every year with the age of the user from 10 to 59 years. The problem in the research is how effective is the implementation of rehabilitation for addicts and victims of narcotics abuse? And Are the obstacles and efforts to carry out rehabilitation for perpetrators of criminal acts of narcotics abuse related to the narcotics law? The type of study in this study is more descriptive analysis, because it intends to clearly describe the effectiveness of the implementation of rehabilitation for perpetrators of criminal acts of narcotics abuse associated with the narcotics law. Normatively, rehabilitation is regulated in Article 54 of the Law of the Republic of Indonesia Number 35 of 2009 concerning Narcotics, following up on this matter, the Supreme Court Circular Letter (SEMA) Number 4 of 2010 was issued concerning the Placement of Abusers, Victims of Abusers in Medical and Social Institutions. To strengthen this, the government also issued Government Regulation (PP) Number 25 of 2011 concerning the Implementation of Compulsory Reporting of Narcotics Addicts to obtain therapy and Rehabilitation services.Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, diharapkan dapat mencegah dan menekan meningkatnya peredaran serta penggunaan narkotika di wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat. Dengan Undang-Undang yang mengkhususkan mengenai narkotika, maka semua pihak berharap dapat berjalan dengan baik dan sanksi yang ada dapat ditetapkan secara adil bagi pelaku tindak pidana narkotika. Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pengertian Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Di Jawa Barat ada sekitar 800 ribu pengguna, ini bisa terus meningkat tiap tahunnya dengan usia pemakainya dari 10 sampai 59 tahun. Permasalahan dalam penelitian yaitu Bagaimanakah efektifitas pelaksanaan rehabilitasi bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika? Dan Apakah kendala dan upaya pelaksanaan rehabilitasi terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika dikaitkan dengan undang undang narkotika?. Tipe kajian dalam penelitian ini lebih bersifat deskriptif analisis, karena bermaksud menggambarkan secara jelas, tentang efektivitas pelaksanaan rehabilitasi terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika dikaitkan dengan undang undang narkotika.Secara normatif rehabilitasi diatur dalam Pasal 54 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, menindaklanjuti hal tersebut maka dikeluarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penempatan Penyalahguna, Korban Penyalahguna Kedalam Lembaga Medis dan Sosial. Untuk memperkuat hal tersebut maka pemerintah juga mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika untuk mendapatkan layanan terapi dan Rehabilitasi

    Penyaluran Program Indonesia Pintar Pondok Pesantren di Kabupaten Pangandaran Dihubungkan KMA14 Tahun 2015

    Get PDF
    The purpose of this study was to determine the implementation in the distribution of PIP Islamic Boarding Schools in Pangandaran Regency related to the Decree of the Minister of Religion of the Republic of Indonesia (KMA) No. 14 of 2015 concerning Guidelines for the Smart Indonesia Program at the Ministry of Religion and its constraints. This research is descriptive analytical, using empirical normative juridical approach and data collection techniques, namely library research and field research through interviews, and documentation/library studies and data analysis carried out in a qualitative normative manner. Based on the results of the study that the distribution of the Smart Indonesia Program (PIP) at Islamic Boarding Schools in Pangandaran Regency, has not run optimally, because there is a lack of administrative completeness carried out by the technical team and pesantren leaders, starting from socialization, communication, data collection, proposing potential beneficiaries, verification and validation of potential beneficiaries, determination of potential beneficiaries, disbursement of funds, reporting of distribution, and supervision and control of distribution. In addition, there are several obstacles that hinder the process of implementing the distribution, namely: communication and socialization, readiness of beneficiaries, timeliness, targets and utilization of PIP.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan dalam  penyaluran  PIP Pondok Pesantren di Kabupaten Pangandaran dihubungkan dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia (KMA) Nomor 14 Tahun 2015 tentang Pedoman Program Indonesia Pintar pada Kementerian Agama dan kendala-kendalanya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis, dengan  menggunakan metode pendekatan yuridis normatif empiris dan teknik pengumpulan data yaitu penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan   (field research) melalui wawancara, dan studi dokumentasi/ kepustakaan dan analisis data dilakukan secara  normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa   penyaluran   Program Indonesia Pintar (PIP) pada Pondok Pesantren di Kabupaten Pangandaran, belum berjalan optimal, karena  terdapat kekuranglengkapan  adminsitrasi yang dilakukan oleh tim teknis dan  pimpinan pesantren, mulai dari sosialisasi, komunikasi, pendataan, pengusulan calon penerima manfaat, verifikasi dan validasi calon penerima manfaat, penetapan calon penerima manfaat, pencairan dana, pelaporan penyaluran, dan pengawasan  serta  pengendalian  penyaluran. Di samping itu terdapat beberapa kendala yang menghambat proses pelaksanaan penyaluran yaitu: komunikasi dan sosialisasi, kesiapan penerima manfaat, ketepatan waktu, sasaran serta pemanfaatan PIP

    PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SLB MADINA SERANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan karakter di SLB Madina Kota Serang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan anak tunagrahita ringan, Objek penelitian ini dalah pelaksanaan pendidikan karakter penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisi model yaitu reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, triangulasi sumber dan cross check. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial di SLB Madina Serang dilakukan melalui (1) pengembangan diri berupa kegiatan rutin dengan infaq rutin setiap Senin dan Kamis, guru memberikan keteladanan berupa contoh langsung dengan ikut melaksanakan infaq dan memberi contoh membantu siswa yang mengalami kesulitan, guru juga melaksanakan kegitan spontan dengan menegur dan memberi nasihat kepada siswa yang acuh dan tidak peduli dengan teman, serta melalui pengkondisian dengan memasang tata tertib, kode etik siswa yang berkaitan dengan peduli sosial, guru juga mengkondisikan kelas dengan kerja kelompok sehingga siswa bekerjsama dan membantu siswa lain; (2) pengintegrasian dalam mata pelajaran dilakukan guru dengan cara mengaitkan karakter peduli sosial dalam materi pelajaran PPKn, IPS, dan Bahasa Indonesia: dan (3) pengembangan budaya sekolah dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan sekolah yang sesuai dengan indikator nilai karakter peduli sosial

    PROGRAM PEMBELAJARAN BICARA MENGGUNAKAN MEDIA KARTU BERGAMBAR BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS 1 SDLB DI SLB-C BUDAYA BANGSA BANDUNG

    Get PDF
    Berdasarkan karakteristik dari keberbatasan anak tunagrahita sedang dalam kemampuan akademik khususnya berbicara diperlukan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik belajarnya, sehingga pembelajaran bicara dapat optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai pembelajaran bicara menggunakan kartu bergambar. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bicara anak tunagrahita anak sangat berbeda-beda dengan anak yang lainnya, oleh karena itu peneliti berkolaborasi dengan guru menyusun program yang sesuai dengan kemampuan, aspek yang dikembangkan pada program tersebut meliputi media, tujuan, dan metode. Berdasarkan permasalahan yang ada peneliti merekomendasikan terutama kepada guru hendaknya membuat program bicara yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik belajar setiap anak

    KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AKTIVITAS MENGHAFAL AL-QURAN DENGAN PEMBELAJARAN SSCS (SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE)

    Get PDF
    This study aims to determine the description of the level of critical thinking ability (TKBK) of students in terms of the level of students' ability to memorize the Koran in the SSCS model learning. This type of research is a combination research (mix method). The research subjects in this study were students of class XI IPA 1 MA Al Asror Semarang, Central Java. The results showed: (1) the implementation of the SSCS learning model was effective in fulfilling the classical mastery of students' mathematical critical thinking skills. (2) students with a high level of ability to memorize the Koran are in TKBK 3 (critical). (3) students with the ability level of memorizing the Qur'an are at TKBK 2 (quite critical) and TKBK 1 (less critical). (4) students with low levels of ability to memorize the Qur'an are at TKBK 1 (less critical) and TKBK 0 (not critical)

    PENERAPAN METODE FONIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS 5 SD DI SLB B-C NIKE ARDILLA YPWN

    Get PDF
    Reading is a basic asset for students in learning at school. Children with intellectual disabilities have difficulty in understanding things that are abstract and tend to be difficult to remember, resulting in mild mental retardation experience obstacles in recognizing letters so that mental retardation experiences obstacles in reading. The purpose of this study was to determine whether there was an influence on the use of phonic methods in improving the ability to read the beginning of class V in SLB B-C Nike Ardilla YPWN Bandung. This study uses an experimental method of Single Subject Research (SSR) research design with A-B-A pattern design. Data collection techniques using the test. Analysis of the data used is the analysis of data in conditions and between conditions. The subjects of this study were two children. In the first subject, TA, initial reading ability at baseline-1 (A1) rises, interventions (B) rises, and baseline-2 (A2) rises. This can be seen from the overlapping conditions on subject one which amounted to 16.6%. In the second subject, AG, initial reading ability at baseline-1 (A1) ascends, interventions (B) rises, and baseline-2 (A2) rises. This can be seen from the overlap condition in the second subject which is 100%. Based on the results of this study it can be concluded that the application of phonic methods can improve the ability to begin reading in mild retarded children

    PERMAINAN KARTU GAMBAR UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN OPERASI HITUNG PENJUMLAHAN PADA SISWA TUNARUNGU

    Get PDF
    Salah satu permasalahan mendasar yang dijumpai dalam pembelajaran matematika pada siswa tunarungu di tingkat dasar adalah dalam mengembangkan kemampuan operasi hitung penjumlahan bilangan. Berdasarkan observasi pendahuluan, salah seorang siswa tunarungu kelas D2 di SLB B-C Islam Assyafi’iyah Bekasi, masih belum dapat memecahkan soal-soal operasi hitung penjumlahan bilangan yang hasilnya kurang dari 10 secara abstrak.untuk membantu agar siswa dapat mengembangkan kemampuan operasi hitung penjumlahan dalam pembelajaran matematika, diperlukan media yang menunjang proses keberhasilan anak dalam belajar. Media tersebut harus memfokuskan aspek visual dibandingkan dengan aspek-aspek lainnya, karena dalam memahami pelajaran siswa tunarungu sangat mengandalkan aspek visualnya. Media pembelajaran yang digunakan hendaknya harus disesuaikan dengan perkembangan anak. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, peneliti ingin membuktikan apakah dengan penggunaan permainan kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan operasi hitung penjumlahan bilangan yang hasilnya kurang dari 10. Untuk itu rumusan masalah yang akan diajukan adalah: “apakah kemampuan berhitung siswa siswa tunarungu kelas D2 setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan media permainan kartu gambar menjadi lebih baik hasilnya dibandingkan sebelum diberikan perlakuan?”. Untuk menjaab pertanyaan yang diajukan, maka dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan subjek tunggal (Single Subjek Research). Adapun desain yang digunakan adalah A-B-A desain yaitu dengan mencari data pada kondisi baseline-1 (A-1), Intervensi (B), dan baseline-2 (A2). Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan persentase (%). Berdasarkan pengolahan data diperoleh kesimpulan bahwa subjek penelitian setelah diberikan intervensi melalui permainan kartu gambar memperoleh skor prestasi yang lebih baik, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan persentase pada kondisi baseline ke kondisi intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan permainan kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan operasi hitung yang ditunjukkan dengan persentase mean level setiap kondisi yaitu pada kondisi baseline-1 (A-1) sebesar 7%, kondisi intervensi (B) sebesar 70%, dan kondisi baseline-2 (A-2) sebesar 83%

    941

    full texts

    1,021

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Islam Nusantara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇