Jurnal Online Universitas Islam Nusantara
Not a member yet
1021 research outputs found
Sort by
PERANAN IMPLEMENTASI MANAJEMEN IKLIM BUDAYA SEKOLAH (IMIBS) DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)
Pengembangan karakter di SLB harus diutamakan dan dilaksanakan pada setiap waktu di sekolah. Pengembangan karakter untuk ABK dapat dilakukan melalui kegiatan pembelajaran, namun waktunya sangat terbatas. Oleh karena itu, maka guru sebaiknya bekerja sama dengan orang tua ABK untuk memberikan bimbingan dalam mengembangkan karakter ABK di rumah. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana peranan implementasi manajemen iklim budaya sekolah (IMIBS) dalam mengembangkan karakter Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif, pendekatannya kualitatif, alat pengumpul datanya pedoman wawancara, pedoman observasi dan angket, tempat penelitiannya di SLB Wartawan Kota Bandung. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SLB Wartawan telah (1) melakukan IMIBS untuk mengembangkan karakter, terbukti hampir setiap kelasnya kondusif untuk mengembangkan karakter ABK; (2) mengintegrasikan nilai karakter pada pembelajaran terbukti guru telah memadukan nilai karakter dengan materi yang akan diajarkan; (3) memanfaatkan IMIBS dalam melaksanakan bimbingan melalui pembelajaran, terbukti layanan bimbingan dijadikan sebagai salah satu komponen yang sangat penting dan IMIBS sebagai faktor pendukung dalam melaksanakan bimbingan pada waktu melaksanakan pembelajaran
ANALISIS TINGKAT METAKOGNISI SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL
Metacognition is a person's awareness of using his thoughts to plan, consider, control, and assess the cognitive processes and strategies they have. To solve a mathematical problem requires awareness of the knowledge possessed and the awareness to do something that is thought and why it is done. This level of metacognition consists of Tacit Use, Aware Use, Strategic Use and Reflective Use. This study aims to describe the level of students' metacognition in solving problems with a two-variable linear equation system in class VIII MTs N 1 Lampung Timur Lampung. This research is a case study qualitative research. The subjects of this study were 3 students of class VIII MTs Negeri 1 Lampung Timur in the academic year 2020/2021. The subject selection procedure used purposive sampling technique. Data was collected by using test and interview methods. Validation of data using time triangulation. The results showed that the level of students' metacognition in solving problems of story problems in a linear equation system of two variables at the level of reflective use, aware use and tacit use
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA UDENG KHAS BANYUWANGI
Indonesia is a country that has a variety of cultures. One form of cultural diversity that must be maintained in order to remain sustainable is udeng. There are many ways that can be done to keep udeng from becoming extinct. One way that can be done is to use udeng on certain events or in everyday life. But something more specific to preserve udeng can be done by involving it in learning mathematics. One of the udeng that can be used is the typical Banyuwangi udeng. This article was written using a literature study, discussing ethnomathematics that can be used as a reference in learning. Several examples, one of which is Udeng Banyuwangi, will be described in detail as a reference for completing future research
ETNOMATEMATIKA JEMBATAN EFEKTIFITAS IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA KURIKULUM 2013
The implementation of constructivism learning goes wrong when an important part of it is forgotten, namely Scaffolding which should be integrated in every constructivism-based learning, and one form of Scaffolding is to apply ethnomathematics in its implementation, so ethnomathematics can be a bridge to achieve constructivism-based learning effectiveness
AKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL PUSTAKAWAN DALAM MENINGKATKAN ETOS KERJA
Interpersonal communication activities occur in various places, also in the world of libraries, how is the relationship between librarians and users and vice versa. Observations made in this paper regarding interpersonal communication activities of librarians to improve the work ethic carried out in the library environment at MTs N 2 Bandar Lampung, which include interpersonal communication activities between librarians and users, interpersonal communication between librarians and educators, interpersonal communication between librarians and educators. The head of the library with the librarian, and interpersonal communication between the librarian, the head of the library, and the principal. In addition, this study also discusses interpersonal communication in Islam. The method used in this paper is a qualitative method with descriptive analysis to see interpersonal communication activities carried out by librarians, using data collection methods by interviewing librarians in the library of MTs N 2 Bandar Lampung, observing and practicing directly by carrying out practical lectures, as well as documentation in the form of photos of research activities, besides that this writing uses the library research method obtains data from reading books. The results of this observation and research are that interpersonal communication activities that occur in the library are intertwined both between librarians and users and between librarians with one another, as well as the consequences if there is a lack of interpersonal communication that occurs in the library on the librarian’s work ethic.Keywords: interpersonal communication, work ethic, librarianABSTRAKAktivitas komunikasi interpersonal terjadi diberbagai tempat, tidak luput juga pada dunia perpustakaan, hubungan antara pustakawan dan pemustaka maupun sebaliknya. Pengamatan yang dilakukan pada tulisan ini mengenai aktivitas komunikasi interpersonal pustakawan dengan tujuan untuk meningkatkan etos kerja yang dilakukan pada lingkungan perpustakaan di MTs N 2 Bandar Lampung, yang meliputi aktivitas komunikasi interpersonal antara pustakawan dengan pemustaka; komunikasi interpersonal antara pustakawan dengan tenaga pendidik; komunikasi interpersonal antara kepala perpustakaan dengan pustakawan; dan komunikasi interpersonal antara pustakawan, kepala perpustakaan, dengan kepala sekolah. Selain itu dalam penelitian ini juga dibahas mengenai komunikasi interpersonal dalam Islam. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan metode kaualitatif dengan analisis deskriptif untuk melihat aktifitas komunikasi interpersonal yang dilakukan pustakawan, menggunakan metode pengumpulan data dengan cara mewawancarai secara langsung pustakawan yang ada di perpustakaan MTs N 2 Bandar Lampung, mengamati dan melakukan praktek secara langsung dengan melaksanakan kuliah praktik, serta dokumentasi berupa foto kegiatan hasil penelitian, selain itu juga penulisan ini menggunakan metode library research dan memperoleh data dari buku bacaan. Hasil dari pengamatan dan penelitian ini yaitu aktivitas komunikasi interpersonal yang terjadi di perpustakaan tersebut terjalin baik antara pustakawan dengan pemustaka maupun antara pustakawan satu dengan yang lain, serta akibat jika kurangnya komunikasi interpersonal yang terjadi di perpustakaan terhadap etos kerja pustakawan
BIMBINGAN MELALUI PEMBELAJARAN OUTING CLASS UNTUK MELATIH GERAK MOTORIK DAN KECERDASAN NATURALIS PADA ANAK USIA DINI
Kegiatan pembelajaran outing class pada anak usia dini sangat berpengaruh pada perkembangannya, sebab proses pembelajaran pada anak usia dini bersifat learning by doing (belajar sambil bermain). Prinsip bimbingan yang merupakan bagian dari proses pendidikan dan menyatu dalam kegiatan pembelajaran menjadi satu hal yang tak terpisahkan, sehingga kegiatan pembelajaran outing class akan berkaitan erat dalam pelaksanaan bimbingan pada anak usia dini, yaitu bimbingan untuk melatih gerak motorik dan mengasah kecerdasan naturalis anak usia dini.Pembelajaran outing class banyak ragamnya dan sebagian besar sudah dapat diterapkan oleh guru pembimbing pada beberapa sekolah di tingkat PAUD/TK. Manfaat kegiatan outing class sangat berpengaruh besar terhadap peserta didik, guru, maupun proses pendidikan, karena outing class merupakan solusi dari sebuah kegiatan pembelajaran sehingga anak tidak perlu merasa jenuh dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dengan kegiatan outing class, guru pembimbing dapat mengamati bahkan melihat sejauhmana perubahan yang dialami dan dirasakan anak dalam aspek perkembangannya, yaitu perkembangan motorik dan kecerdasan naturalis. Anak akan memiliki kemampuan motorik manakala melakukan berbagai macam kegiatan outing class, anak pun akan memiliki daya potensi kecerdasan naturalis manakala mereka mengalami secara langsung proses pembelajaran tersebut
Pengaruh Penerapan Metode Tahfizh Al-Qur’an Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII di SMP Al-Fathonah Pondok Pesantren Nurul Qur’an Cirebon Dalam Pelajaran Agama Islam
Pondok Pesantren Nurul Qur’an menerapkan metode pembelajaran hafalan, yakni metode satu halaman perhari, tidak beralih pada ayat-ayat berikutnya sebelum ayat yang dihafal benar-benar hafal, menggunakan satu jenis mushaf, memperhatikan ayat-ayat yang serupa, kemudian disetorkan kepada guru. Hambatan-hambatan yang dialami siswa adalah kurangnya motivasi sehingga anak menjadi malas dankurangnya konsentrasi belajar, keadaan yang kurang kondusif, situasi negatif, siswa lemah karena disebabkan kurang kuatnya daya tahan tubuh mereka sehingga keletihan atau sakit, kenakalan remaja ataupun ekonomi keluarga lemah. Prestasi belajar siswa dipengaruhi penerapan metode tahfizh Al-Qur’an dan minat belajar siswa. Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lainya diluar variabel penerapan metode tahfizh Al-Qur’an dan minat belajar siswa yang tidak dimasukan dalam model. Dari hasil uji hipotesis yang telah dikemukakan terlihat bahwa prestasibelajar siswa dipengaruhi penerapan metode tahfizh Al-Qur`an dan minat belajar siswa secara simultan.
Manajemen Koleksi Perpustakaan Di SMK Negeri 1 Katapang
The problems studied in this study are about the management of library collections in SMK Negeri 1 Katapang. The purpose of this study was to determine the planning, organizing and monitoring of library collections at SMA Negeri 1 Katapang. The method used in this research is descriptive method with a qualitative approach. The object of this research is the librarian of SMK Negeri 1 Katapang. The data collection techniques through observation, interviews and documentation study. Based on theresults of the study, the SMK Negeri 1 Katapang Library stated that in carrying out collection management, the library procures collections consisting of collection planning, organizing collections, monitoring collection. Meanwhile, the pattern of searching for user information at SMK Negeri 1 Katapang is that users come directly to the shelf and ask the librarian. The management of the collections activities at SMK Negeri 1 Katapang can be said to be good. Where the management ofthe collections contained in the SMK Negeri 1 Katapang library comes from the policies and rules contained in the library and sourced from the National Library Standards (SNP)
Asesmen Handwriting Bagi Anak Tunagrahita Ringan
Anak tunagrahita ringan merupakan anak yang memiliki hambatan kecerdasan yang sering kali mengalami kesulitan dalam menulis (handwriting). Untuk mengetahui kesulitan, kemampuan, dan kebutuhan anak tunagrahita ringan dalam keterampilan menulis maka perlu dilakukan asesmen menulis (handwriting). Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti, diperoleh permasalahan bahwa sekolah belum memiliki instrumen asesmen menulis (handwriting). Guru melakukan asesmen menggunakan instrumen asesmen yang dibuat sendiri. Instrumen asesmen tersebut belum lengkap dan belum jelas sumber referensinya. Dalam penelitian ini, peneliti berupaya menyusun instrumen asesmen menulis (handwriting) bagi anak tunagrahita ringan sesuai dengan teori yang ada dan memiliki petunjuk penggunaan, petunjuk penskoran, serta petunjuk penilaian yang jelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Dalam menyusun instrumen asesmen menulis (handwriting) penulis menggunakan teori tentang ruang lingkup dan urutan menulis (scope and sequence of printing) menurut Olsen dan Knapton (2012). Instrumen asesmen menulis (handwriting) bagi anak tunagrahita ringan yang telah disusun kemudian di validasi oleh ahli dan praktisi di bidang Bahasa Indonesia dan Bidang Pendidikan Luar Biasa. Hasil uji validasi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa instrumen asesmen menulis (handwriting) yang telah disusun dapat menggali hambatan, kemampuan, dan kebutuhan anak tunagrahita ringan
Analisa Korelasi Rasio Arus Kas Dengan Financial Distress (Studi Kasus pada Perusahaan Telekomunikasi di Indonesia)
Cash flow ratio analysis is useful for detecting financial distress, which occurs as a result of a company having negative cash flow so that it has difficulty meeting its obligations. This study aims to determine the relationship between cash flow ratios and financial distress in telecommunications companies in Indonesia. Research methodology that was used is descriptive study that utilize a quantitative approach. Sources of data are obtained from secondary data, with data processing methodolgy using the Spearman correlation formula and SPPS version 20.0. The results showed that the cash liability ratio, cash need coverage and asset efficiency ratio, and cash to debt ratio had a positive and significant correlation to financial distress as measured by the interest coverage ratio. This means that when the cash flow ratio increases, the level of financial distress will decrease. The positive cash flow ratio is caused by an increase in company cash receipts, especially from operational activities, which have an impact on increasing the company’s ability to pay its debts