Jurnal Online Universitas Islam Nusantara
Not a member yet
1021 research outputs found
Sort by
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERAWAT DIRI PADA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS VII DI SLBN 1 CIMAHI
Orang tua anak tunagrahita ringan seharusnya dapat berperan meningkatkan kemampuan merawat diri anaknya. Kondisi orang tua anak tunagarahita ringan di SLBN Cimahi masih kurang optimal dalam memberikan kemudahan, dorongan dan membantu anak tunagrahita apabila menghadapi kesulitan dalam merawat diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran orang tua dalam meningkatkan kemampuan merawat diri pada anak tunagrahita ringan kelas VII di SLBN 1 Cimahi. Dalam Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjeknya guru, tehnik pengumpulan datanya observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua anak tunagrahita ringan masih perlu memaksimalkan dalam memberikan kemudahan, memberikan dorongan dan memberikan bantuan dalam menghadapi masalah pada waktu anak tuna grahita sedang melakukan berbagai kegiatan merawat diri
PENGEMBANGAN MEDIA SOSIALISASI PENDIDIKAN TENTANG KESULITAN BELAJAR SPESIFIK BAGI GURU-GURU DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media sosialisasi pendidikan tentang kesulitan belajar khusus bagi guru di sekolah dasar. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu metode (Design Based Research). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data ini adalah dengan melakukan studi telaah terhadap buku-buku referensi dan literatur yang ada kaitannya dengan masalah yang akan dipecahkan. Penelitian ini berupa pengembangan media sosialisasi pendidikan yang kemudian divalidasi oleh para ahli atau praktisi yang berkompeten di bidangnya. Hasil dari penelitian ini adalah film animasi edukasi tentang kesulitan belajar tertentu yang telah tervalidasi dan layak digunakan sebagai media sosialisasi mandiri yang dapat digunakan dimana saja dan kapan saja oleh guru
POLA PENCARIAN INFORMASI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA PASCA ADAPTASI PEMBELAJARAN JARAK-JAUH
As time goes by, the policy for the Implementation of Community Activity Restrictions (PPKM) has begun to loosen along with the start of face-to-face learning activities in schools. The transition from distance learning to face-to-face learning has brought significant changes to junior high school students in terms of how they access the information they need related to learning. This study tries to examine the pattern of student information seeking during the transition period. This research is qualitative research with observations and interviews with students of SMPN 1 Cibatu Kab. Garut. The research findings indicate that the information search pattern based on David Ellis' information search model, only 3 processes are passed by students namely starting, chaining, browsing. Changes in the habitual pattern of seeking information through internet-based search engines make students not carry out an in-depth search for information. The transition from distance learning to face-to-face learning implies that internet-based information sources are the main source for meeting information needs in the educational environment. Future research will focus on the effectiveness of using search engines as a means of student learning.Keywords: information literacy, information search patterns. face-to-face learningABSTRAKSeiring berjalannya waktu kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang mulai melonggar beriringan dengan kegiatan mulainya aktifitas pembelajaran tatap muka di sekolah. Transisi pola pembelajaran jarak jauh ke tatap muka telah memberikan perubahan yang signifikan pada siswa sekolah menengah pertama dari sisi cara mereka mengakses informasi yang mereka butuhkan terkait pemeblajaran. Penelitian ini mencoba mengkaji pola pencarian informasi siswa pada masa transisi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan observasi dan wawancara kepada siswa SMPN 1 Cibatu Kab. Garut. Temuan penelitian menunukan bahwa pola pencarian informasi berdasarkan model pencarian informasi David Ellis, hanya 3 proses yang dilalui oleh siswa yakni starting, chaining, browsing. Perubahan pola kebiasaan mencari informasi melalui mesin perncari berbasis internet membuat siswa tidak melakukan pendalaman pencarian informasi. Transisi pola pembelajaran jarak jauh ke tatap muka memberikan implikasi sumber informasi berbasis jaringan internet menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan informasi di lingkungan pendidikan. Penelitian selanjutnya akan berfokus pada efektifitas pemanfaatan mesin pencari sebagai sarana belajar siswa
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL
ABSTRAKPenelitian ini adalah untuk mengungkap data tentang kondisi awal, pelaksanaan, evaluasi hasil dan tindak lanjut Pembelajaran Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Melalui Penggunaan Media Audio Visual di Paud As-Sidiq di Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan. Landasan teori dalam penelitian ini, peneliti merujuk kepada beberapa konsep yaitu: konsep Pendidikan Anak Usia Dini, konsep pembelajaran, karakter dan konsep media audio visual. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah bahwa perencanaan pembelajaran pendidikan karakter anak usia dini dengan menggunakan audio visual mengacu pada rencana kegiatan harian, pelaksanaan penggunaan media audio visual dilakukan melalui tontonan film guna mengembangkan karakter anak usia dini. Media audio visual adalah salah satu alternatife untuk mengembangkan karakter anak usia dini, hasil yang didapat bahwa karakter anak menigkat pada aspek tanggungjawab, mandiri dan displin, tindak lanjut yang dilakukan oleh guru adalah pemberian tugas terhadap anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Proses belajar dan pembelajaran yang dilakukan oleh Kober As-Shidiq kepada para guru yaitu dengan menerapkan media pembeljaran audio visual melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan kegiatan belajar melalui tontonan film dan hasilnya bahwa karakter anak meningkat pada aspek kemandirian, tanggung jawab dan disiplin. Kata Kunci: karakter, audio visual, anak usia dini,
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN, UKURAN USAHA, PEMBERIAN INFORMASI DAN SOSIALISASI TERHADAP PEMAHAMAN UMKM DALAM MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN SAK EMKM (STUDI PADA UMKM DI WILAYAH KECAMATAN CIPARAY)
This research aims to know how much the influence of educational background, business size, providing information and socialization on the understanding of MSMEs in compiling financial reports based on SAK EMKM on wholesale businesses in Ciparay District, Bandung Regency. Respondents are 58 MSMEs in Ciparay District by using questionnaire method. The results showed that: 1) There was no significant effect of educational background on the understanding of MSMEs in compiling financial reports based on SAK EMKM with tcount 1.419 ttable 2.00488. 2) There is a significant effect of business size on the understanding of MSMEs in compiling financial reports based on SAK EMKM with tcount 4.157 ttable 2.00488. 3) There is a significant effect of providing information and socialization on the understanding of MSMEs in compiling financial reports based on SAK EMKM with a value of tcount 7.514 ttable 2.00488. 4) There is a significant influence of educational background, business size, providing information and socialization (on the understanding of MSMEs in preparing financial reports based on SAK EMKM with a value of Fcount 21,224 Ftable 2,776. The value of the coefficient of determination of educational background, size of business, presenting information and socialization has an effect of 51.6% on the understanding of MSMEs in preparing financial reports based on SAK EMK
EFEKTIVITAS TEKNIK THE THREE PERIOD LESSON DALAM METODA MONTESSORI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA DASAR BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG KELAS IV DI SLB PUSPPA SURYAKANTI BANDUNG
Kemampuan mengenal warna merupakan salah satu aspek dalam kemampuan kognitif. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi adanya anak tunagrahita sedang kelas IV belum mengenal warna dasar dengan konsisten. Kondisi tersebut disebabkan oleh keterbatasan kemampuan berpikir anak, sehingga kesulitan untuk memahami hal-hal yang berkaitan dengan akademik. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data seberapa efektif teknik the three period lesson dalam metoda Montessori terhadap kemampuan mengenal warna dasar bagi anak tunagrahita sedang kelas IV di SLB PUSPPA SURYAKANTI Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A’. Subjek penelitian merupakan dua anak tunagrahita sedang kelas IV. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes perbuatan dan observasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan mengenal warna dasar dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Dalam penelitian ini diketahui bahwa panjang fase baseline-1 (A) = 3, intervensi (B) = 8 dan baseline-2 (A’) = 3. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal warna dasar pada kedua subjek penelitian yaitu dengan ditandai oleh berkurangnya frekuensi kesalahan pada tes kemampuan awal (baseline-1) dengan hasil tes kemampuan akhir (baseline-2) atau setelah diberikan intervensi menggunakan teknik the three period lesson dalam metoda Montessori. Simpulan dari penelitian ini adalah teknik the three period lesson dalam metoda Montessori efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna dasar pada anak tunagrahita sedang Kelas IV di SLB PUSPPA SURYAKANTI Bandung. Hasil penelitian ini direkomendasikan bagi guru bahwa teknik the three period lesson ini sebaiknya dijadikan sebagai alternatif dan menjadi referensi yang dapat dilakukan dalam pembelajaran bagi anak tunagrahita sedang
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN USAHA MELALUI PROGRAM PELATIHAN TATA RIAS KECANTIKAN
This research supported by Ujungberung since many of citizens who dropped out of school and the more unemployment, this condition that the community, less creative independent, and dynamic, based on this reality, needed a place to distribute and developing the potential, skills so as to improve the lives of the community. especially for the study. The goal is to know:) planning community empowerment in improving undertaking through training program. beauty make-up the management of 2) training program. beauty make-up whatever the 3) supporters and that in the training program. beauty make-up 4) evaluation beauty make-up training program held in PKBM Ujungberung. of copyright. Study theory that used in this research was: A. The concept of community empowerment. B. The development of an increase in the income of the. C. Program concept training. D. The concept of hairdos beauty. E. The concept of education non-formal. The methodology using descriptive with a qualitative approach. A middleman: the data the observation, interview, and documentation. The subject is: Institution manager, a tutor and the study. Discussion and the outlines of: 1) planning empowerment that included the community in fact carried out by the community will receive benefits felt by the community. The implementation of the 2) learning as learning a participative, because there are adults interact, and the participation of all parties are active and affect each other very dominated.3) supporting factors and that all can be overcome with a settlement and to make decision to reach consensus. 4) evaluation training is part of any process or training from the planning stage, Implementation and follow up of a training. In conclusion empowerment activities with the training hairdos beauty by PKBM BCU run smoothly and produces an output that in accordance with the planned.Keywords: Empowerment, The Community, Training, Makeup Beaut
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KELILING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN SELF DIRECT LEARNING PESERTA DIDIK SMA
Alternative learning that is applied to improve mathematical representation skills is round club cooperative learning method. The purpose of this study is to find out whether the type round club cooperative learning method can improve senior high school mathematical representation ability, compered student who got discovery learning method knowing students self direct learning ability. To student who round club cooperative learning method. The method is quasi exsperiment method will pretest-postets control design group. The population of this risearch wer, class x SMA PGRI Rancaekek student’s will the exsperiment class is X IPA 1 and control class is X IPA 2. The class exsperiment is given type a round club cooperative learning method and control class is given type discovery learning ability. The instrument that was mathematical representation ability test, questionnaire, and observation sheets for students and educators. The research of the study, conclusion is that the round club cooperative learning method, the experimental and control class the self direct learning ability of students in the good category and the response of students to the type of round club cooperative learning method positive interpretation valu
TANDARISASI KOMPETENSI BAHASA ARAB MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB FKIP – UNINUS
Pada penulisan jurnal ini penulis bermaksud untuk mengeksplorasi, menganalisis, dan merancang standar kompetensi bahasa Arab bagi mahasiswa PBA FKIP Uninus Bandung yang berkaitan dengan empat keterampilan pokok bahasa Arab: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Penulisan jurnal ini menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan temuan dari penelitian yang menunjukan bahwa kebutuhan dan standar keilmuan bahasa Arab dititik beratkan pada keterampilan membaca dan memahami teks-teks keislaman yang relevan di kembangkan oleh Prodi dan Fakultas yang berada di lingkungan Universitas Islam Nusantara yang berlandaskan dengan nilai-nilai keislaman, sehingga sangat berpengaruh terhadap kurikulum, silabus, bahan ajar, strategi dan metodologi pembelajaran bahasa Arab
MULTIKULTURALISME DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Berbagai pandangan dalam memahami konteks kehidupan manusia telah banyak mendapat perhatian para ahli. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia memang terus bergerak dan berubah menuju suatu system yang diharapkan dapat memberikan membawa kepada manusia pada suatu tatanan kehidupan yang diharapkan. Multikulturalisme merupakan suatu kkeniscayaan yang muncul dan mewarnai kehidupan manusia yang secara kodrati memang diciptakan tidak saama. Kehadiran multikulturalisme yang membawa kepada kehidupan yang harmoni itulah yang diinginkan oleh kehidupan manusia itu sendiri yang pada akhirnya akan membawa kepada manusia unttuk dapat hidup damai berdampingan dengan berbagai macam kultur yang melingkupinya tanpa terjadi gesikan yang pada akhirnya akan menimbulkan ketegangan-ketegangan dan disharmoni