Jurnal Online Universitas Islam Nusantara
Not a member yet
1021 research outputs found
Sort by
STRATEGI DAKWAH USTAZ ADE SYAMSUDIN DALAM MEMBENTUK AKHLAK SANTRI
Dakwah merupakan suatu rangkaian kegiatan atau proses dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Tujuan ini dimaksud untuk memberikan arah atau pedoman bagi gerak langkah kegiatan dakwah. Sejalan pengertian dakwah bahwa dakwah merupakan usaha untuk menyeru, mendorong, dan mengajak seseorang dan seluruh umat manusia untuk berbuat amar ma’ruf nahi munkar, dengan berbagai macam cara dengan tujuan untuk mencapai kebahagiaan kehidupan di dunia dan di akhirat. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah : Bagaimana Strategi Ustaz Ade Syamsudin Dalam Membentuk Akhlak Santri di Pondok Pesantren Al-Mu’min Garut? Penelitian ini menggunakan analaisis deskriptif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dimana hasil pengumpulan data dalam hal ini Observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini bahwa Strategi Ustaz Ade Syamsudin Dalam Membentuk Akhlak Santri di Pondok Pesantren Al-Mu’min Garut menggunakan 3 strategi yaitu sentimentil, indrawi dan keteladanl. Dalam setiap dakwahnya Ustaz Ade Syamsudin selalu menyisipkan materi-materi yang dialami para santri, sehingga banyak dari mereka yang tergerak untuk mendengarkan siraman rohani Ustaz Ade Syamsudin.Kata Kunci: Strategi Dakwah, Ustaz Ade Syamsudin, Akhlak Santr
PEMANFAATAN YOUTUBE SEBAGAI MEDIA DAKWAH (Analisis Konten Dalam Video Sketsa di Channel NU Online)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya media sosial yang dipakai untuk berdakwah salah satunya YouTube. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan media sosial YouTube pada akun NU Online sebagai media untuk berdakwah. Tujuan penelitian ini adalah pertama, mengetahui pesan dakwah pada video sketsa di Channel NU Online kedua, Mengetahui kebermanfaatan YouTube sebagai media dakwah dalam video sketsa di Channel NU Online. Ketiga, Mengetahui dampak video sketsa di Channel NU Online sebagai media dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, dan studi dokumentasi. Kemudian teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah bahwa YouTube dapat dijadikan salah satu pilihan media berdakwah. Selain itu, kemajuan dakwah juga adalah tidak melulu berdakwah secara monolog tetapi mengemasnya dengan bermacam macam konten, salah satunya dengan jenis konten video sketsa sehingga masyarakat lebih fokus untuk melihatnya. Karena durasi lebih singkat, fleksibel tidak menghabiskan banyak waktu dan langsung ke inti pesan dakwah.Kata Kunci: Media Dakwah, YouTube
DESAIN DIDAKTIS MATERI PELUANG BERDASARKAN LEARNING OBSTACLE PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA MTS
The background of this research was students’ learning obstacle on probability material. Didactical design research methodwas used solve this problem. The purpose of this research were looking for learning obstacle students on probabilitymaterial, didactical design based on learning obstacle on probability material, and implementation of didactical design onprobability learning .The participants of this research were VII A and VIII A class in junior high school at Ciamis.Sample were given data collection through test, interview, and documentation. Data analysis techniques with datareduction, data display, and conclusion. Based the result can be concluded: (1) the focus of obstacle epistemological learningobstacle. Were three learning obstacle, were as a) determine point of sample and space of sample, b) determine thetheoretical probability of an event, and c) determine empirical probability or relative frequency to solve real problems; (2)Created three types of didactical design based on students’ learning obstacle in workshett there (3) based on result ofdidactical design implementation most of the students’ resppons are in accordance with the predictions that have been madebefore
POLA ASUH PADA KOMUNIKASI ORANGTUA-ANAK UNTUK MENANAMKAN DISIPLIN PADA ANAK MENURUT ISLAM
Anak usia prasekolah merupakan masa keemasan (golden age) bagi anak. Masa keemasan ini berarti penting dan berharga karena masa ini merupakan pondasi bagi masa depan anak. Masa ini anak memiliki kebebasan untuk berekspresi tanpa adanya suatu aturan yang menghalangi dan membatasinya. Oleh karena itu, pada masa keemasan ini perlu bagi orangtua untuk memberikan penanaman kedisipilinan kepada anak agar anak dapat menerapkan disiplin sejak dini yang akan mempengaruhi kedisiplinan anak pada masa dewasanya nanti. Disiplin berfungsi memberi penerangan agar tingkah laku anak tidak tersesat dan menimbulkan suasana hidup yang tidak menyenangkan bagi anak. Dengan adanya disiplin, anak akan memperoleh penyesuaian pribadi, sosial dan institusional yang lebih baik. Penyesuaian pribadi artinya anak dapat mengembangkan kemampuan pribadinya secara optimal dan mewujudkan kemampuan itu sesuai tuntutan dan harapan masyarakat. Penyesuaian sosial artinya anak dapat membangun hubungan dan interaksi sosial secara efektif berdasarkan aturan dan norma-norma sosial yang berlaku di lingkungannya. Penyesuaian institusional artinya anak dapat hidup dan menyesuaikan pertumbuhan diri dan interaksi sosialnya dengan syarat-syarat, aturan dan norma yang ditetapkan oleh institusi. Dalam hal ini fungsi pokok disiplin adalah mengajar anak untuk menerima pengekangan yang diperlukan dan membantu mengarahkan anak kejalur tingkah laku yang berguna dan dapat diterima secara personal, sosial dan institusional. Peranan orang tua begitu besar dalam membantu anak agar siap memasuki gerbang kehidupan mereka. Disinilah kepedulian orang tua sebagai guru yang pertama dan utama bagi anak-anak. Sebagai orang tua harus betul-betul melakukan sesuatu untuk anak tercinta. Bagaimana seorang anak dapat tetap memandang masa depan mereka dalam angan seorang anak, bagaimana mereka dapat menjadi generasi penerus kita. Masa depan bangsa Indonesia kelak di tangan mereka dan masa depan mereka dipersiapkan oleh orang tua saat ini
Paradigma Baru Perubahan Asas Pacta Sunt Setvanda Ke Asas Legalitas Dalam Pertambangan Modal Asing Di PT. Freeport Indonesia
Pasal 35 Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara menyatakan bahwa. usaha pertambangan dilaksanakan dalam bentuk: Izin Usaha Pertambangan, Izin Pertambangan Rakyat, dan Izin Usaha Pertambangn Khusus. Perizianan dalam pengelolaan pertambangan terutama pertambangan modal asing menjadi paradigma baru karena selama ini dilakukan dengan bentuk kontrak karya, berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan. Dalam kontrak karya berlaku asas pucta sunt setvanda sedangkan dalam perizinan berlaku asas legalitas. Kendala dalam pelaksanaan peradigma baru adalah perjanjian kontak karya masih berlaku, PT Freeport meminta stabilisasi dalam penerimaan Negara dengan ketentuan khusus, Pembangunan fasilitas pemurnian, wilayah pertambangan yang dibatasi dan divestasi saham sebesar 51%
Konsep Rehabilitasi Sebagai Implementasi Keadilan Restoratif Tindak Pidana Narkotika
The research background is related to the impact of the spread of the virus outbreak in Indonesia on the law enforcement process carried out by the police, especially related to narcotics crimes committed by children. From the perspective of the nation and the state, the abuse of narcotics is not only detrimental to oneself, but more than that, it endangers the continuity of the nation and state because narcotics, to a certain extent, "damage" the young generation on which the hope of the nation and state is based in the future. The problems that the writer will formulate are: (1) how can the concept of rehabilitation be realized through restorative justice for narcotics offenders? (2) how is the concept of rehabilitation applied to children in a disaster emergency? This study uses qualitative descriptive data, namely data in the form of descriptions of written words describing a certain phenomenon and certain behaviors of the object of research being observed. The results of this study are, first: (1) Restorative justice has a significant role to play in the resolution of crimes involving children. A restorative criminal justice process has the view that realizing justice is not only a matter for the government and criminals, but more than that, it must provide justice in a totality that cannot ignore the interests and rights of victims and society. Restorative justice aims to realize the recovery of conditions for crime victims, perpetrators, and the community concerned through a case resolution process that does not only focus on trying and punishing the perpetrators, especially in cases involving children. In the sense that restorative justice makes maps of the interests and roles of each party, both victims and perpetrators of crime, and the community concerned, so that there is a basis for distributing responsibility due to crimes according to their respective positions and roles, in order to achieve quality justice. (2) A restorative justice approach in the context of realizing child protection in the juvenile criminal justice system can be carried out through non-penal channels and through penal channels. Settlement of juvenile cases in the criminal justice system prioritizes diversion settlement through a restorative justice approach. If the settlement fails to reach an agreement, then it will only be resolved through a court mechanism. So it can be said that settlement through juvenile court is the last alternative. Penelitian dilatarbelakangi terkait dengan dampak penyebaran wabah virus di Indonesia terkait dengan proses penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian khususnya terkait dengan tindak pidana narkotika yang dilakukan oleh anak. Dalam perspektif berbangsa dan bernegara, penyalahgunaan narkotika bukan hanya merugikan diri sendiri tetapi lebih dari itu membahayakan kelangsungan bangsa dan negara karena narkotika dalam kadar tertentu “merusak” generasi muda yang menjadi tumpuan harapan bangsa dan negara di masa yang akan datang. Permasalah yang akan penulis rumuskan yaitu: (1) Bagaimanakah konsep rehabilitasi dapat diwujudkan melalui keadilan restoratif bagi pelaku tindak pidana narkotika?; (2) Bagaimanakah konsep rehabilitasi tersebut diterapkan terhadap anak dalam keadaan darurat kebencanaan? Penelitian ini menggunakan data yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu data yang berupa uraian kata-kata tertulis yang menggambarkan suatu fenomena tertentu, dan perilaku tertentu dari objek penelitian yang sedang diamati. Hasil dari penelitian ini adalah, pertama: (1) Keadilan restoratif memiliki arti penting dalam penyelesaian tindak pidana yang melibatkan anak. Proses peradilan pidana yang bersifat restoratif berpandangan bahwa mewujudkan keadilan bukan hanya urusan pemerintah dan pelaku kejahatan, tetapi lebih dari itu harus memberikan keadilan secara totalitas yang tidak bisa mengabaikan kepentingan dan hak-hak dari korban dan masyarakat. Keadilan restoratif bertujuan untuk mewujudkan pemulihan kondisi korban kejahatan, pelaku, dan masyarakat berkepentingan melalui proses penyelesaian perkara yang tidak hanya berfokus pada mengadili dan meng-hukum pelaku, terutama terhadap kasuskasus yang melibatkan anak. Dalam arti bahwa restorative justice membuat peta tentang kepentingan dan peran masing-masing, baik korban, pelaku kejahatan, dan masyarakat yang terkait, sehingga ada dasar untuk mendistribusikan tanggungjawab akibat kejahatan sesuai dengan posisi dan peran masing-masing, agar tercapai keadilan yang berkualitas memulihkan. (2) Pendekatan keadilan restoratif dalam rangka mewujudkan perlindungan terhadap anak dalam sistem peradilan pidana anak dapat dilakukan melalui jalur non penal dan melalui jalur penal. Penyelesaian perkara anak dalam sistem peradilan pidana lebih mengutamakan penyelesaian secara diversi melalui pendekatan Keadilan restoratif Jika penyelesaian tersebut gagal mencapai kesepakatan maka baru diselesaiakan melalui mekanisme pengadilan. Jadi dapat dikatakan bahwa penyelesaian melalui pengadilan anak adalah alternatif terakhir
Implementasi Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Syarat Pemberian Asimilasi Dan Hak Integrasi Bagi Narapidana Dan Anak Dalam Rangka Pencegahan Dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 Ditinjau Dari Tujuan Pemidanaan Di Indonesia
In the middle of the coronavirus pandemic, prisons are places of risk. The problemis many prisons are unfit for habitation because of excess capacity. It is impossible toimplement social distancing policies. In Indonesia, the government implemented the releaseof prisoners through an assimilation and integration program related to COVID-19 startingon March 31. This assimilation can be understood as an effort to integrate prisoners intosociety in order to restore the social function of prisoners and make them part of society asa whole. This exemption policy refers to the Regulation of the Minister of Law and HumanRights of the Republic of Indonesia (Menkumham RI) Number 10 of 2020 concerning theTerms of Providing Assimilation and Integration Rights for Prisoners and Children in theContext of Preventing and Combating the Spread of COVID-19. The implementation of therelease of prisoners is further regulated in the Decree of the Minister of Law and HumanRights of the Republic of Indonesia Number M.HH-19.PK.01.04.04 of 2020 concerning theRelease and Release of Prisoners and Children through Assimilation and Integration in theContext of Preventing and Combating the Spread of COVID-19. The results of the studyshow that the implementation of the Regulation of the Minister of Law and Human Rights ofthe Republic of Indonesia Number 10 of 2020 concerning the Terms of ProvidingAssimilation and Integration Rights for Prisoners and Children in the Context of Preventingand Combating the Spread of COVID-19 in terms of the Purpose of Criminalization inIndonesia has not been running optimally due to assimilation in prison. The conditions ofthe COVID-19 pandemic are not the right policy because they are based on unstable socialand economic conditions to support the implementation of this. Apart from the realm ofhealth, even assimilated prisoners do not have a clear mechanism other than guidance fromprisons regarding how they start their business, even though they are faced with a difficultsituation trying to find work in the midst of this pandemic. The obstacles are the clients, bothin number and readiness to undergo guidance and supervision, and the limited capacity ofCommunity Guidance Human Resources (PK). Di tengah pandemi corona, penjara jadi tempat yang berisiko. Persoalannya,banyak penjara yang tak layak huni lantaran kelebihan kapasitas. Kebijakan jaga jarak atausocial distancing mustahil diterapkan. Di Indonesia, pemerintah menerapkan pembebasannarapidana melalui program asimilasi dan integrasi terkait Covid-19 mulai 31 Maret lalu.Asimilasi ini dapat dipahami sebagai usaha membaurkan narapidana ke dalam masyarakatguna mengembalikan fungsi sosial narapidana menjadi bagian dari masyarakat seutuhnya. Kebijakan pembebasan ini mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi ManusiaRepublik Indonesia (Menkumham RI) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat PemberianAsimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan danPenanggulangan Penyebaran Covid-19. Pelaksanaan pembebasan narapidana ini diatur lebihlanjut dalam Keputusan Menkumham RI Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentangPengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi DalamRangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. Hasil penelitian bahwaimplementasi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor10 Tahun 2020 Tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana danAnak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 Ditinjau dariTujuan Pemidanaan di Indonesia belum berjalan secara optimal karena asimilasi dalamkondisi pandemi Covid-19 bukan merupakan suatu kebijakan yang tepat, hal ini didasarikarena kondisi sosial dan perekonomian yang tidak stabil untuk mendukung akanpelaksanaan hal tersebut. Selain dalam ranah kesehatan, narapidana yang diasimilasi puntidak memiliki mekanisme yang jelas selain pembinaan dari lapas terkait bagaimana iamemulai usahanya, padahal ia dihadapkan pada situasi yang sulit untuk mencari pekerjaandi tengah pandemi ini. Hambatannya adalah klien baik secara jumlah maupun kesiapanmenjalani pembimbingan dan pengawasan, kapasitas Sumber Daya Manusia PembimbingKemasyarakatan (PK) yang terbatas
Penghentiaan Penuntutan oleh Jaksa berdasarkan Keadilan Restorif di Kejaksaan Cimahi
The settlement of criminal cases finds renewal; punishment no longer uses the concept of retaliation but tries to find a middle way to resolve it peacefully. The principle of criminal law, namely the Ultimum remidium, is a reference so that crime becomes the last resort, if the peaceful way can still be done, then the criminal law that is oriented to revenge can be minimized. The concept of restorative justice or justice is a way to solve problems peacefully. The idea has been legalized through the Prosecutor's Regulation in resolving criminal cases with certain conditions.Penyelesaian perkara pidana menemukan pembaruan, pemidanaan tidak lagi menggunakan konsep pembalasan, namun mencoba mencari jalan tengah agar bisa selesai dengan cara damai. Prinsip hukum pidana yakni Ultimum remedium menjadi rujukan agar pidana menjadi jalan terakhir, apabila jalan damai masih bisa dilakukan maka hukum pidana yang berorientasi kepada pembalasan bisa dimiminalisir. Konsep restoratif justice atau keadilan refstoratif menjadi jalan keluar untuk menyelesaikan masalah dengan jalan dam ai. Kosep tersebut sudah dilegalkan melalui Peraturan Jaksa dalam menyelesaikan perkera pidana dengan sayarat-syarat tertentu
Peran Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan dan Industri dalam Pencegahan Korupsi
Corruption by employees in business and industry occurs for the followingreasons: (1) There are economic incentives for workers whose wages are low andthere is an urgent need for workers. (2) There is encouragement from theorganization/department to emphasize that corruption is not a harmful act(corruption is a normal phenomenon). Therefore, the company's human resourcemanagement plays an important role in preventing corruption. If possible,industrial organizations/companies should implement talent developmentprograms designed using methodologies that can transform talent's knowledge,skills, expertise, attitudes, and behaviors. Therefore, it is necessary to makeefforts to develop the capacity of every human resource in the industry so that ithas a positive impact on capacity building, institutional strengthening and systemstrengthening. Employee ability is the ability of someone who works in anindustrial organization, especially an industrial company, to carry out theirduties and functions, as well as the ability to achieve their goals effectively andefficiently
PENGUKURAN BEBAN KERJA PADA SDM OPERATOR PRODUKSI DENGAN METODE CARDIOVASCULAR LOAD (CVL) DAN NASA-TLX
ABSTRACT IN ENGLISH VERSION:CV Gradient Bandung is a company that specializes in plastic injection. The production system used in this company is make to order so that the number and specifications of the product vary according to the customer's wishes. This study aims to analyze and measure the workload of employees, especially employees of the production division at CV. Gradient, problems that arise due to employee workloads have an impact on concentration, performance, achievement, motivation, health and work accidents by calculating Cardiovascular Load (CVL), measuring mental workload using the National Aerobautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) score. . Based on the aspect of pulse calculation, the CVL percentage for the five production operators is 30%, which is included in the classification required to improve work methods, while one operator gets a percentage of 30% and is included in the fatigue classification. The result is that all production operators receive mental workloads with a score of less than 80 and fall into the category of moderate mental workloads. From the analysis using Fault Tree Analysis, it can be seen that the cause of excessive physical workload occurs due to environmental factors, high time requirements and physical physical needs CV Gradient Bandung adalah perusahaan yang bergerak di bidang plastik khusus injeksi Plastik. Sistem produksi yang digunakan pada perusahaan ini adalah make to order sehingga jumlah dan spesifikasi produk berbeda-beda sesuai keinginan pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengukur beban kerja karyawan khususnya karyawan bagian produksi di CV. Gradient, permasalahan yang muncul akibat beban kerja karyawan berdampak pada konsentrasi, kinerja, prestasi, motivasi, kesehatan dan kecelakaan kerja dengan perhitungan Cardiovascular Load (CVL), pengukuran beban kerja mental menggunakan skor National Aetrobautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX). Berdasarkan aspek perhitungan denyut nadi diperoleh presentase CVL untuk kelima operator produksi sebesar 30% yaitu masuk kedalam klasifikasi diperlukan perbaikkan metode kerja, sedangkan satu operator memperoleh persentase sebesar 30% dan masuk dalam klasifikasi kelelahan. Hasilnya adalah seluruh operator produksi menerima beban kerja mental dengan nilai skor kurang dari 80 dan masuk dalam kategori beban kerja mental sedang. Dari hasil analisis menggunakan Fault Tree Analysis dapat diketahui bahwa penyebab terjadinya beban kerja fisik berlebih terjadi karena faktor lingkungan, kebutuhan waktu yang tinggi dan kebutuhan fisik yang fisik