Universitas Islam Majapahit Journals System
Not a member yet
    1541 research outputs found

    KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN TORJUN DALAM IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 TENTANG PERKAWINAN

    Get PDF
    This study aims to understand the implementation of Law Number 16 of 2019 concerning Amendments to Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, especially in the context of early marriage in Torjun Village, Torjun District, Sampang Regency. Although there have been strict regulations to regulate the age limit for marriage, the phenomenon of early marriage still often occurs in the area. This study uses a descriptive qualitative approach to describe reality accurately through words, using relevant data collection and analysis techniques and obtained from scientific situations to dig deeper into the culture, norms, and social dynamics that influence the sustainability of this practice. This study uses Edward III's Policy Implementation Theory where policy implementation includes four key variables that influence the implementation of public policy, namely communication, resources, disposition and bureaucratic structure. This study is included in the category of descriptive qualitative research because the researcher aims to understand a phenomenon that is part of the culture in Torjun Village, Torjun District, Sampang Regency. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The informants interviewed were the Head of the KUA of Torjun District with staff, the Religious Court of Sampang Regency, and the Community. Based on the results of the research that has been carried out, namely in the application or implementation of Law Number 16 of 2019 concerning amendments to Law Number 1 of 1974 concerning marriage which requires men and women to be 19 years old, which in practice the community still carries out many early marriages or under the age of 19 years with several background reasons but the most basic factor is because in the Torjun community the practice of early marriage has been customary and has become a tradition there and in the legal basis itself there is indeed no legal basis for perpetrators of early marriage practices.:  Penelitian ini bertujuan untuk memahami implementasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, khususnya dalam konteks pernikahan usia dini di Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. Meskipun telah ada regulasi yang tegas untuk mengatur batas usia perkawinan, fenomena pernikahan usia dini masih sering terjadi di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif mendeskripsikan realitas secara akurat melalui kata-kata, menggunakan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan dan diperoleh dari situasi yang bersifat ilmiah untuk menggali lebih dalam budaya, norma, dan dinamika sosial yang memengaruhi keberlangsungan praktik ini. Penelitian ini menggunakan Teori Implementasi Kebijakan dari Edward III dimana implementasi kebijkan mencakup empat kunci variable yang mempengaruhi implementasi kebijakan publik yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif deskriptif alasannya adalah karena peneliti bertujuan untuk memahami suatu fenomena yang merupakan bagian dari budaya yang ada di Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Informan yang diwawancarai ialah Kepala KUA Kecamatan Torjun Bersama staf, Pengadilan Agama Kabupaten Sampang, Masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ialah dalam penerapan atau implementasi Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinanan yang mensyaratkan untuk laki2 dan perempuan harus sudah berusia 19 tahun yang pada prakteknya masyarakan masih banyak melakukan perkawinan usia dini atau dibawah usia 19 Tahun dengan beberapa latar belakang alasan namun faktor yang sangat mendasar karena memang sudah diwilayah masyarakat Torjun praktik perkawinan dini sudah terbiasa dilakukan dan sudah menjadisi tradisi disana dan pada dasar hukum sendiri memang tidak ada dasar hukum bagi pelaku praktik perkawinan usia dini

    Implementasi Dmaic Untuk Minimasi Spoilage Mesin Coating Di Perusahaan Manufaktur Kaleng Pt Xyz

    Get PDF
    This study implements the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) method to reduce spoilage in coating machines at PT XYZ, addressing material losses and production inefficiency. The method systematically identifies and resolves issues, starting with defining the spoilage problems and setting improvement goals. In the measure stage, spoilage data is collected, yielding a sigma value of 3.54 ?, with a Pareto analysis revealing that 7.05% of spoilage results from wicket abrasion/wicket mark defects. The analyze stage employs a fishbone diagram and FMEA to uncover root causes, such as troubleshooting skills and the condition of the wicket and its chain. The improve stage implements solutions, while the control stage ensures ongoing monitoring and adherence to new SOPs. Post-implementation, the sigma value improved to 3.84 ?, demonstrating the effectiveness of the DMAIC method in minimizing spoilage and its applicability to other manufacturing processes.Penelitian ini bertujuan menerapkan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) untuk mengurangi spoilage pada mesin coating di PT XYZ, yang menyebabkan kerugian material dan menurunkan efisiensi produksi. Metode DMAIC efektif dalam mengidentifikasi dan    menyelesaikan masalah secara sistematis. Pada tahap define, masalah spoilage diidentifikasi dan tujuan perbaikan ditetapkan. Tahap measure mencakup pengumpulan data spoilage dengan nilai sigma awal 3,54 ?, menunjukkan bahwa 7,05% spoilage yang disebabkan oleh defect wicket abration/wicket mark. Analisis dilakukan dengan diagram fishbone dan FMEA untuk mengidentifikasi akar penyebab, termasuk kemampuan troubleshooting dan kondisi wicket. Tahap improve berfokus pada implementasi solusi, sedangkan tahap control melibatkan pemantauan dan penerapan SOP baru untuk memastikan perbaikan berkelanjutan. Hasilnya, nilai sigma meningkat menjadi 3,84 ? setelah implementasi metode. Penelitian menyimpulkan bahwa DMAIC efektif dalam meminimalkan spoilage pada proses coating  kaleng dan dapat diterapkan untuk perbaikan proses lainnya di perusahaan manufaktur

    Pengaruh Hardening dan Tempering Terhadap Kekerasan dan Kekuatan Impak Pisau Pencacah Rumput

    Get PDF
    Peternakan sapi perah Banyu Langit Farm menggunakan mesin chopper untuk mencacah pakan dari bahan organik seperti rumput dan batang jagung. Bilah pisau mesin chopper adalah salah satu komponen yang paling sering mengalami masalah, dimana masalah yang sering terjadi adalah aus ketajaman bilah pisau yang menghambat proses produksi pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat pisau pencacah rumput dengan kekuatan impak dan kekerasan yang lebih baik dari yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan baja karbon menengah JIS SUP 9 yang diberikan perlakuan panas hardening dan tempering. Suhu hardening yang digunakan adalah 830?C, 860?C, dan 890?C yang kemudian didinginkan dengan media pendingin oli. Suhu tempering yang digunakan adalah 360?C, 460?C, 560?C dengan media pendingin udara. Hasil penelitian menunjukkan nilai kekerasan tertinggi sebesar 47 HRC pada variasi suhu hardening 890?C dan tempering 360?C. Nilai kekerasan terendah pada variasi suhu hardening 830?C dan tempering 560?C yaitu sebesar 27 HRC. Nilai kekuatan impak tertinggi didapatkan dari variasi suhu hardening 830?C dan tempering 560?C senilai 0,285 Joule/mm2, sedangkan nilai kekuatan impak terendah terdapat pada variasi suhu hardening 890?C dan tempering 360?C senilai 0,096 Joule/mm2

    Evaluasi Jenis Elektroda SMAW Terhadap Kekuatan Sambungan Pipa Baja ASTM A106 Grade B

    Get PDF
    Teknologi pengelasan logam digunakan sat ini sudah dapat menyambungkan dua jenis logam yang berbeda. Pengelasan tersebut masih sering dijumpai cacat las, permasalahan yang sering dihadapi adalah perbedaan titik lebur, koefisien muai, sifat fisis dan mekanis. Maka dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi jenis elektroda antara baja karbon rendah ASTM 106 gr B terhadap sifat mekanis dan fisisnya. Metode penelitian ini menggunakan eksperimental, pengelasan SMAW variasi jenis elektroda E7016 dan E7018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis elektroda berpengaruh terhadap kekuatan tarik, kekerasan, dan strüktur mikro. Kekuatan tarik tertinggi sebesar 561,5 MPa dengan regangan 16,67 % dan modulus elastisitasnya 3387 Mpa. Hasil uji penetran menunjukkan spesimen dengan variasi elektroda E7016 memiliki cacat las yang lebih kecil. Hasil uji struktur mikro menunjukkan unsur fasa yang terbentuk pada E7018 yaitu ferrite dan perlite yang lebih merata

    EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL DI KOTA MADIUN (STUDI KASUS SIMPANG BILITON, SIMPANG KOMPOL SUNARYO, DAN SIMPANG YOS SUDARSO)

    Get PDF
    Meningkatnya jumlah penduduk akan mengakibatkan semakin meningkatnya pergerakan manusia sehingga menyebabkan semakin besar juga jumlah pergerakan kendaraan. Belum adanya traffic light pada persimpangan menyebabkan kondisi pegerakan lalu lintas tidak beraturan. Dengan demikian menimbulkan masalah pada lalu lintas yang semakin rumit. Penelitian yang dilakukan yaitu tentang kinerja simpang tak bersinyal dan perubahan menjadi simpang bersinyal yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja pesimpangan jalan. Analisa berdasarkan MKJI 1997, maka diperoleh derajat kejenuhan dan tundaan pada simpang Biliton sebesar 0.78 dan 13.08 det/smp, Simpang Kompol Sunaryo didapat 0.36 dan 7.89 det/smp, dan Simpang Yos Sudarso didapat 1.03 dan 15.67 det/smp. Pada kondisi simpang bersinyal derajat kejenuhan dan nilai tundaan yang diperoleh pada Simpang Biliton sebesar 0.80 dan 30.83 det/smp, Simpang Kompol Sunaryo didapat 0.58 dan 16.49 det/smp, dan Simpang Yos Sudarso didapat 0.95 dan 101.17 det/smp. Prediksi 10 tahun mendatang dilakukan untuk mengetahui kondisi simpang pada tahun rencana

    PENGARUH KESADARAN BERAGAMA TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL DI KALANGAN SANTRI: Studi Kuantitatif di Kalangan Santri

    No full text
    This study aims to explore the relationship between religious awareness and sexual harassment behavior among students at Pondok Pesantren Roudlotul Rohmah Sooko. Data was collected through a structured questionnaire involving 35 respondents and analyzed using Pearson's correlation test. The results show that the majority of the students have a high level of religious awareness, with an average score of 62, while sexual harassment-related behavior also shows significant figures, with an average score of 38.4. The correlation test indicates a positive relationship between religious awareness and understanding of sexual harassment behavior (r = 0.344, p = 0.043), although this relationship is considered low. These findings contradict the initial hypothesis, which expected a negative relationship between the two variables. This study suggests the need for a multidimensional approach in religious education and sexual harassment prevention, including curriculum development covering religious awareness topics and training to recognize signs of sexual harassment, as well as creating a safe and supportive environment in educational institutions and society.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kesadaran beragama dan perilaku pelecehan seksual di kalangan santri di Pondok Pesantren Roudlotul Rohmah Sooko. Data dikumpulkan melalui kuisioner terstruktur yang melibatkan 35 responden dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas santri memiliki tingkat kesadaran beragama yang tinggi, dengan nilai rata-rata 62, sementara perilaku terkait pelecehan seksual juga menunjukkan angka signifikan, dengan nilai rata-rata 38,4. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif antara kesadaran beragama dan pemahaman perilaku pelecehan seksual (r = 0,344, p = 0,043), meskipun hubungan tersebut terbilang rendah. Temuan ini bertentangan dengan hipotesis awal yang mengharapkan adanya hubungan negatif antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menyarankan perlunya pendekatan multidimensional dalam pendidikan agama dan pencegahan pelecehan seksual, termasuk pengembangan kurikulum yang mencakup topik kesadaran beragama dan pelatihan untuk mengenali tanda-tanda pelecehan seksual, serta menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung di lembaga pendidikan dan masyarakat

    Peramalan Jumlah Tamu The Amrani Syariah Hotel Menggunakan Model Arima

    Get PDF
    Jumlah tamu merupakan suatu hal yang penting bagi hotel syariah, salah satunya The Amrani Syariah Hotel. Perubahan jumlah tamu di hotel syariah berdampak pada keberlangsungan bisnis hotel tersebut. Penting bagi The Amrani Syariah Hotel untuk memprediksi jumlah tamu yang menginap. Tujuan penelitian ini adalah meramalkan jumlah tamu The Amrani Syariah Hotel tahun 2024. Peramalan dilakukan dengan mengacu data pengunjung hotel dari bulan September 2015 hinggal Desember 2023. Model yang digunakan untuk prediksi adalah model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang paling baik untuk meramal jumlah pengunjung tamu The Amrani Syariah Hotel adalah ARIMA (1,0,1). Hasil peramalan dari model tersebut adalah dari januari hingga desember 2024 menunjukkan bahwa jumlah pengunjung hotel mengalami penurunan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi hotel untuk meningkatkan sistem manajemen harga, mengoptimalkan sumber daya manusia, meningkatkan layanan, strategi pemasaran, dan perencanaan keuangan untuk mengurangi kerugian hotel

    Supervisoy Control pada Sistem Pengaturan Lalu Lintas Bandara Internasional Juanda pada Arah Runway 10 dengan Menggunakan Petri Net

    Get PDF
    Bandara Juanda merupakan salah satu bandara tersibuk di Indonesia, yang tiap tahun jumlah penumpangnya mengalami peningkatan. Begitu juga dari sisi pergerakan pesawat juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Yang dimaksud pergerakan pesawat adalah total pesawat yang take off dan landing di runway. Dengan padatnya arus lalu lintas di Bandara Juanda, maka perlu adanya pengaturan secara intensif dari seorang air traffic controller (ATC) sehingga insinden atau tabrakan antar pesawat antar pesawat dapat dihindari dan terciptanya kelancaran serta keteraturan lalu lintas di bandara. Penelitian ini dimaksudkan bagaimana mengatur sistem pengaturan lalu lintas di bandara pada pergerakan pesawat di runway. Jika sistem dimodelkan dengan petri net maka hasil dari model itu disebut model petri net. Ada kemungkinan bahwa sistem dapat melanggar pembatas atau kendala yang diberikan, sehingga perlu dikontrol oleh agen eksternal yang disebut supervisor. Sistem pengaturan pergerakan pesawat terbang di Bandara Internasional Juanda dapat dimodelkan menggunakan petri net dengan 187 places dan 157 transisi pada arah runway 10. Pesawat terbang tersebut dimisalkan oleh sebuah token atau dot. Sedangkan places menunjukan tempat atau daerah yang dilalui pesawat dan transisi menunjukan pergerakan pesawat saat landing atau take off. Sistem pengaturan pergerakan pesawat terbang dibandara yang dimodelkan petri net ini dapat mencegah terjadinya insiden atau tabrakan antar pesawat, yang ditunjukan dengan setiap place berisi satu token, yang dalam hal ini place controller bertindak sebagai supervisor dengan tujuan mencegah token untuk memasuki place yang sama

    JENIS DAN PILAR PENDIDIKAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN

    No full text
    Education is needed by humans to develop. Humans who are qualified and able to compete can be created through good education. The education system is a strategy or method used in the teaching and learning process to achieve the goal so that students can actively develop their potential. The education system in Indonesia must be able to achieve the goal of national education, to educating the nation's children. A good education system can help achieve this goal. Every child is different, therefore the way of teaching is different. Various types of education and educational pillars are expected to help children achieve their educational goals. The purpose of writing this paper is to describe what types of education exist in Indonesia, and what are the pillars of UNESCO education. To achieve this goal, a literature study was carried out by reading various sources in the form of books and scientific articles. Based on the results of a literature study, the first results were obtained: the five types of education that can be chosen in Indonesia are general education, vocational education, special education, official education, and religious education. The five types can be selected based on the characteristics of the child which are certainly different. Second result: the pillars of education initiated by UNESCO are: (1) Learning to know, (2) Learning to do, (3) Learning to be or, and (4) Learning to live together. These four pillars are expected to be implemented in the Indonesian education system to achieve educational goals. Keywords: type, pillar, educationPendidikan dibutuhkan manusia untuk berkembang. Manusia yang berkualitas dan mampu bersaing dapat diciptakan melalui pendidikan yang baik. Sistem pendidikan adalah strategi atau metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi di dalam dirinya. Sistem pendidikan di Indonesia harus dapat mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan anak bangsa. Sistem pendidikan yang baik dapat membantu tujuan tersebut tercapai. Setiap anak berbeda, maka dari itu cara pengajarannya pun berbeda. Jenis pendidikan yang beragam dan pilar pendidikan diharapkan dapat membantu anak untuk mencapai tujuan pendidikannya. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan apa saja jenis pendidikan  yang ada di Indonesia, dan apa saja pilar-pilar pendidikan UNESCO. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan kajian studi kepustakaan dengan membaca berbagai sumber berupa buku dan artikel ilmiah. Berdasarkan hasil studi kepustakaan, didapatkan hasil pertama: jenis pendidikan yang bisa dipilih di Indonesia adalah lima yaitu pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa, pendidikan kedinasan, dan pendidikan keagamaan. Kelima jenis itu dapat dipilih berdasarkan karakteristik anak yang tentunya berbeda. Hasil kedua: pilar pendidikan yang dicetuskan oleh UNESCO yakni: (1) Learning to know atau belajar mengetahui, (2) Learning to do atau belajar bekerja, (3) Learning to be atau belajar menjadi diri sendiri, dan (4) Learning to live together atau belajar hidup bersama. Keempat pilar tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia untuk dapat mencapai tujuan pendidikan. Kata Kunci: jenis, pilar, pendidika

    HEGEMONI DALAM NOVEL SIXTH ANGEL KARYA LUNA TORASHYNGU: KAJIAN HEGEMONI GRAMSCI

    No full text
    Hegemony is power or power used by a person or group of people to influence others. The hegemonic study used to analyze this literary work is Gramsci's hegemony. This study discusses the hegemony in the novel Sixth Angel by Luna Torashyngu. Qualitative approach is used. The method used in this study is in this study. namely descriptive method. The data source used is a literary work in the form of a novel entitled Sixth Angel by Luna Torasyngu. Data collection techniques used are 1) library techniques; 2) listen; and 3) note. The data analysis techniques used, 1) identification of short stories; 2) classifying data related to the theory of hegemony; 3) analysis of data related to the theory of hegemony; and 4) the presentation of the data in the novel. The purpose of this study is to identify and examine the theory of hegemony in the novel Sixth Angel by Luna Torasyngu. The results show that ideological hegemony and power have been found, including 1) ideological hegemony in Luna Torashyngu's novel Sixth Angel, including a) Ferdi hegemony meeting participants to form a joint special operation from various elements of the TNI; and b) Rachel hegemonized the helicopter technician to allow her to dive; and c) Doctor Hawagiri hegemonized Jason in search of genoid DNA; 2) the hegemony of power in Luna Torashyngu's novel Sixth Angel, including a) Muri hegemony Ista to collect data about fairy masks; b) The commander of Densus 88 hegemonized a company of his troops to surround the target's house; c) Major General Lily hegemonized Andra to tell Ferdi to immediately conduct an investigation; and d) Jason hegemonized the entire unit to catch fugitives. Keywords: hegemony, Gamsci, Sixth AngelHegemoni merupakan kekuasaan atau kekuatan yang digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk memengaruhi orang lain. Kajian hegemoni yang digunakan untuk menganalisis karya sastra ini adalah hegemoni Gramsci. Penelitian ini membahas tentang hegemoni yang ada dalam novel Sixth Angel karya Luna Torashyngu. Pendekatan kualitatif digunakan Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dalam penelitian ini. yaitu metode deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa karya sastra berbentuk novel yang berjudul Sixth Angel karya Luna Torasyngu. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) teknik pustaka; 2) simak; dan 3) catat. Adapun teknik analisis data yang digunakan, 1) identifikasi cerpen; 2) mengklasifikasikan data yang berkaitan dengan teori hegemoni; 3) analisis data yang berkaitan dengan teori hegemoni; dan 4) pemaparan data yang ada pada novel. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mengkaji teori hegemoni yang ada dalam novel Sixth Angel karya Luna Torasyngu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah ditemukan hegemoni ideologis dan kekuasaan, antara lain 1) hegemoni ideologis dalam novel Sixth Angel karya Luna Torashyngu, meliputi a) Ferdi menghegomoni peserta rapat untuk membentuk operasi khusus gabungan dari berbagai unsur TNI; dan b) Rachel menghegomoni teknisi helikopter untuk mengizinkannya menyelam; dan c) Dokter Hawagiri menghegomoni Jason untuk mencari DNA genoid; 2) hegemoni kekuasaan dalam novel Sixth Angel karya Luna Torashyngu, meliputi a) Muri menghegomoni Ista untuk mengumpulkan data-data tentang maskas peri; b) Komandan Densus 88 menghegomoni satu kompi pasukannya untuk mengepung rumah targetnya; c) Mayjend Lily menghegomoni Andra untuk memberitahu Ferdi agar segera mengadakan penyelidikan; dan d) Jason menghegomoni seluruh unit untuk menangkap buronan

    1,036

    full texts

    1,541

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Islam Majapahit Journals System
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇