Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BARISAN DAN DERET ARITMETIKA DI SMA PEKANBARU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan Model Pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Barisan dan Deret Aritmetika di SMA Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan 21 siswa kelas XI. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar (soal uraian), observasi partisipatif, dan wawancara mendalam dengan guru dan siswa. Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan bahwa penerapan PBL terbukti mampu meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa. Peningkatan ini didukung data perolehan nilai siswa, di mana 12 dari 21 siswa (57,14%) mencapai ketuntasan belajar (lulus). Secara kualitatif, model PBL berhasil menciptakan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual, terbukti dari respon positif guru dan siswa yang menyatakan bahwa PBL merangsang pemahaman mendalam, kemampuan berpikir kritis, dan kolaborasi dalam memecahkan masalah nyata. Simpulannya, model PBL direkomendasikan sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi matematika yang bersifat konseptual dan aplikatif.Barisan dan Deret Aritmetika bukan hanya sekadar konsep matematika, tetapi juga fondasi bagi berbagai disiplin ilmu dan aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Model Pembelajaran Problem-Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Barisan dan Deret Aritmetika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah desain studi kasus. Penelitian akan dilakukan di sebuah sekolah menengah, dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI di SMA Pekanbaru. Data akan dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara, dan tes uraian. Dari hasil pengamatan, hasil nilai dan wawancara, pembelajaran Barisan dan Deret Aritmatika dengan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini sejalan dengan penelitian Asriningtyas (2018) yang mengatakan penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada mata pelajaran matematika.Hasil dari penelitian ini adalah meskipun masih terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi oleh siswa dalam pembelajaran Barisan dan Deret Aritmatika, akan tetapi penerapan model pembelajaran Problem Based Learning ini berjalan dengan cukup baik. Hal ini terlihat pada hasil prestasi yang ditunjukkan oleh siswa dalam mengikuti pembelajaran serta penguasaan materi. Dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning hasil prestasi belajar siswa pada materi Barisan dan Deret Aritmatika dapat meningkat, hal tersebut dapat dilihat berdasarkan perolehan nilai dari siswa yang menunjukan adanya peningkatatan setelah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. 
Analisis Kemampuan Numerasi Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Pendidikan di Indonesia terus beradaptasi melalui perubahan kurikulum, seperti Kurikulum Merdeka, yang menekankan kemampuan numerasi sebagai kunci penalaran siswa. Kemampuan numerasi, yang esensial untuk memecahkan masalah sehari-hari dan berpikir kritis, masih menjadi tantangan di Indonesia, terbukti dari skor PISA yang rendah. Kondisi ini mendorong penerapan Asesmen Nasional, termasuk Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi numerasi. Pentingnya kemandirian belajar juga disoroti, karena siswa yang mandiri cenderung memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik. Observasi di SD Negeri Kledungkradenan menunjukkan banyak siswa kesulitan dalam numerasi dan kurang mandiri, sering bergantung pada guru atau teman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kemampuan numerasi dan kemandirian belajar siswa di sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan numerasi ditinjau dari kemandirian belajar siswa di kelas V Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kledungkradenan yang berjumlah enam belas anak dan pemilihan subjek menggunakan Teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket, tes, catatan lapangan, wawancara dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan data menggunakan perpanjang pengamatan, triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data yang digunakan mengacu pada Miles dan Huberman yaitu 1) pengumpulan data; 2) reduksi data; 3) penyajian data: 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa memiliki kemampuan numerasi dan kemandirian yang bervariasi yaitu tinggi, sedang dan rendah. Kemampuan numerasi siswa berkaitaan erat dengan kemampuan memecahan masalah. Siswa dengan kemandirian belajar tinggi menunjukan kemampuan yang lebih baik dalam menyelesaikan permasalahan. Sebaliknya, siswa dengan kemandirian rendah cenderung kesulitan dalam memecahkan permasalahan. Kemandirian belajar berperan penting dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa, terutama dalam konteks pemecahan masalah yang kontektual.This study aims to analyze numeracy skills in terms of student learning independence in grade V of Elementary School. This type of research is descriptive qualitative research with a case study approach. The subjects of this study were sixteen students of grade V of Kledungkradenan Elementary School and the selection of subjects used purposive sampling techniques. Data collection techniques used questionnaires, tests, field notes, interviews and documentation. Data examination techniques used extended observation, source triangulation and technique triangulation. Data analysis used refers to Miles and Huberman, namely 1) data collection; 2) data reduction; 3) data presentation: 4) drawing conclusions. The results of this study indicate that students have varying numeracy and independence skills, namely high, medium and low. Students' numeracy skills are closely related to problem-solving abilities. Students with high learning independence show better abilities in solving problems. Conversely, students with low independence tend to have difficulty in solving problems. Learning independence plays an important role in improving students' numeracy skills, especially in the context of contextual problem solving.
Keywords : Independent learning, numerac
FORMATIVE FEEDBACK IN MATHEMATICS EDUCATION: A SYSTEMATIC REVIEW OF RESEARCH INSTRUMENTS AND LEARNING OUTCOMES
Formative feedback is an important aspect in mathematics teaching since it helps students to build mathematical thinking, enhance conceptual knowledge, and work toward better learning results. Although it is crucial, a consensus on the most effective feedback practices and research instruments to be used in the mathematics setting is limited. Numerous research studies implement various tools without a clear reference to mathematical capabilities, which leads to inappropriate research results and difficulties in the classroom. The research was based on a systematic literature review (SLR) to investigate the current application of different research instruments to measure formative feedback in mathematics education and its effect on student learning outcomes. Using ProQuest, Scopus, and EBSCOhost as the sources of data collection on the guidance of PRISMA protocols, key search words that were used were formative feedback and mathematics learning outcomes. The number of selected articles was 21, which was analyzed with the help of thematic and descriptive approaches. The review found six broad types of tools to provide formative feedback, namely, student feedback tools, gamification frameworks, structured frameworks, classroom artifacts, digital tools, and observation protocols. Student feedback tools and digital tools were most used among them as they also indicate a transition to interactive and personalized learning environments. These tools were often associated with six major learning outcomes, such as conceptual understanding, engagement, self-regulation, critical thinking, emotional responses, and motivation, with conceptual understanding and engagement being the most affected. Overall, the results suggest that formative feedback is an essential tool in improving mathematics learning yet also indicates the gap in the correspondence between the instruments of feedback and the specific mathematical skills. The study requires additional research to determine better links and create more productive and evidence-based feedback practices
The Analysis of Social Values in the Novel Bayanaka Sigrah by Ichamfs14
The aim of this research is to describe the social events and social values contained in the novel Bayanaka Sigrah. This research is in the form of a qualitative descriptive study. The approach used is literary sociology. The data source for this research is social events and social values in the novel Bayanaka Sigrah by Ichamfs14. Data collection techniques use library research. Data analysis techniques include reading and understanding, creating a synopsis, describing, reviewing/analyzing, and making conclusions. The results of the research show that the social events contained in the Bayanaka Sigrah novel are about sexual relations outside marriage, harassment of female workers, fraternal bonds between humans, self-eradication from poverty and defamation. The social events above have impacts related to social values. The social values in the Bayanaka Sigrah novel include; gender equality, hard work, empathy, sympathy, concern for others, and compassion.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sosial dan nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel Bayanaka Sigrah. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Pendekatan yang dipakai adalah sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah peristiwa-peristiwa sosial dan nilai-nilai sosial dalam novel Bayanaka Sigrah karya Ichamfs14. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Teknik analisis data dengan membaca dan memahami, membuat sinopsis, mendeskripsikan, menelaah/menganalisis, dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa sosial yang terdapat dalam novel Bayanaka Sigrah berupa tentang hubungan seksual di luar pernikahan, pelecehan terhadap buruh perempuan, ikatan persaudaraan sesama manusia, pengentasan diri dari kemiskinan dan pencemaran nama baik. Dari peristiwa-peristiwa sosial di atas mempunyai dampak berkaitan dengan nilai-nilai sosial. Nilai-nilai sosial dalam novel Bayanaka Sigrah, antara lain; kesetaraan gender, pekerja keras, empati, simpati, kepedulian terhadap orang lain, dan kasih sayang
Konflik Sosial dalam Kumpulan Cerpen “Kembali ke Pangkal Jalan” Karya Yusrizal K.W.
The purpose of this study is to find out what forms of social classes occur from the collection of short stories through behavior, attitudes of characters in the collection of short stories "Back to the Base of the Road" by Yusrizal K.W. And find out the factors causing social conflict in the collection of short stories "Back to the Base of the Road" by Yusrizal K.W. Using Karl Marx's theory of social conflict. This research uses a qualitative approach description method. The data from the study is data in the form of words, phrases, expressions, and sentences contained in the collection of short stories "Kembali ke Pangkal Jalan" by Yusrizal K.W. published in October 2004 by Kompas, Jakarta, which are 14 titles of short stories selected by Yusrizal KW written from the 2000s to 2004, and only 9 titles want to be analyzed because of social themes. The results of this study are the factors causing social conflict in the collection of short stories "Kembali Pangkal Jalan" by Yusrizal K.W. Social conflict in the collection of short stories "Kembali Pangkal Jalan Karya Yusrizal K.W" bourgeoisie or ruling class and proletariat or class that has no power. The ruling upper class is the people who own the means of production such as merchant societies, subdistrict mothers, rich people, leaders, while the lower class (proletariat) who have the power and do not have the means of production like thug gangs. lay people, poor families.
Media Audio Visual Sebagai Media Pembelajaran IPA dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Kelas VII SMP Kristen Kandora (Studi pada Materi Pokok Klasifikasi Makhluk Hidup)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah penerapan media audio visual pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup, (2) Tinggi peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan media audio visual, (3) Penerapan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar tersebut signifikan secara statistik. Penelitian ini merupakan pra-eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi peserta didik kelas VII SMP Kristen Kandora adalah 38 peserta didik, sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga terpilih 1 kelas sebanyak 22 peserta didik. Instrumen penelitian adalah pretest dan posttest berupa berupa soal pilihan ganda sebanyak 25 nomor. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: penerapan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VII pada materi klasifikasi makhluk hidup. Sebelum penerapan, hasil belajar peserta didik berada pada kategori rendah dengan skor rata-rata 9,95, sedangkan setelah penggunaan media audio visual meningkat menjadi kategori tinggi dengan rata-rata 21,36. Peningkatan tersebut diperkuat dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,75 yang menunjukkan kategori tinggi, menandakan bahwa media ini mampu memperbaiki pemahaman konsep peserta didik secara efektif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Kristen Kandora sebelum dan sesudah penerapan media Audio Visual. (2) Peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Kristen Kandora setelah penerapan media Audio Visual. (3) Penerapan media Audio Visual dapat meningkatkan secara signifikan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP Kristen Kandora. Penelitian ini merupakan pra-eksperimen dengan One Grup pretest-posttest Design. Populasi peserta didik kelas VII SMP Kristen Kandora adalah 38 peerta didik, sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga terpilih 1 kelas sebanyak 22 peserta didik. Instrumen penelitian adalah pretest dan posttest berupa berupa soal pilihan ganda sebanyak 25 nomor. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat hasil belajar peserta didik sebelum penerapan media Audio Visual skor rata-rata hasil belajar 9,95, berada pada kategori rendah, sedangkan setelah penerapan skor rata-rata hasil belajar 21,36 dengan kategori tinggi. (2) Rata-rata N-Gain hasil belajar peserta didik setelah penerapan media Audio Visual sebesar 0,75 dengan kategori tinggi. (3) Penerapan media Audio Visual dapat meningkatkan secara signifikan hasil belajar peserta didik kelas VII.b SMP Kristen Kandora pada materi Klasifikasi Makhluk Hidu
Model Game Based Learning Berbantuan Media Flash Card dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Terhadap Hasil Belajar Kognitif dan Keterampilan Menulis Permulaan Siswa Kelas I SD Negeri 86 Kota Bengkulu
This study investigates the effect of the Game-Based Learning (GBL) model assisted by flashcard media on the cognitive learning outcomes and early writing skills of first-grade students at SD Negeri 86 Bengkulu City. The research employed a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design, involving two classes: IA (experimental) and IB (control), each with 20 students. Data were collected through observation, tests, and documentation, and analyzed using the t-test. The findings show that the use of the Game-Based Learning model with flashcard media significantly improved students’ cognitive learning outcomes and early writing skills. The model made the Indonesian language learning process more interactive, engaging, and effective.Penelitian ini meneliti pengaruh model Game-Based Learning (GBL) yang dibantu dengan media flashcard terhadap hasil belajar kognitif dan keterampilan menulis permulaan siswa kelas I di SD Negeri 86 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, yang melibatkan dua kelas: IA (kelas eksperimen) dan IB (kelas kontrol), masing-masing terdiri dari 20 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji-t.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Game-Based Learning dengan media flashcard secara signifikan meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterampilan menulis permulaan siswa. Model ini menjadikan proses pembelajaran bahasa Indonesia lebih interaktif, menarik, dan efe
Internalisasi dan Aktualisasi Nilai Kesantunan Berbahasa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Kesenian Tradisional Syarafal Anam pada Siswa MIN 1 Bengkulu Tengah
This study discusses the internalization and actualization of language politeness values through syarafal anam traditional arts extracurricular activities at MIN 1 Bengkulu Tengah students. The goal to be achieved is to find out how to internalize and actualize the value of politeness in language to students at MIN 1 Bengkulu Tengah through extracurricular activities of traditional neural anamism art. This research is a qualitative research, the data analyzed in this study are data from interviews and direct observations regarding the values of politeness in the language identified and internalized in the extracurricular activities of traditional neural anam art, as well as the value of language politeness which is actualized in the daily behavior of students at MIN 1 Bengkulu. center is based on Leech's (1993) language politeness principle. The results showed that the principles of politeness identified in the extracurricular activities of traditional neural anam art at MIN 1 Bengkulu Tengah are the maxim of wisdom, maxim of generosity, maxim of praise, maxim of humility and maxim of agreement. The process of internalizing the value of language politeness in students is carried out through habituation and exemplary behavior from both the teacher and the students themselves. The values of politeness in language which are actualized in students' daily behavior are 6 maxims, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise, the maxim of humility, the maxim of agreement and the maxim of sympathy.This study discusses the internalization and actualization of language politeness values through syarafal anam traditional arts extracurricular activities at MIN 1 Bengkulu Tengah students. The goal to be achieved is to find out how to internalize and actualize the value of politeness in language to students at MIN 1 Bengkulu Tengah through extracurricular activities of traditional neural anamism art. This research is a qualitative research, the data analyzed in this study are data from interviews and direct observations regarding the values of politeness in the language identified and internalized in the extracurricular activities of traditional neural anam art, as well as the value of language politeness which is actualized in the daily behavior of students at MIN 1 Bengkulu. center is based on Leech's (1993) language politeness principle. The results showed that the principles of politeness identified in the extracurricular activities of traditional neural anam art at MIN 1 Bengkulu Tengah are the maxim of wisdom, maxim of generosity, maxim of praise, maxim of humility and maxim of agreement. The process of internalizing the value of language politeness in students is carried out through habituation and exemplary behavior from both the teacher and the students themselves. The values of politeness in language which are actualized in students' daily behavior are 6 maxims, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise, the maxim of humility, the maxim of agreement and the maxim of sympathy
Sebuah Survey Kondisi Fisik Atlet Bola Voli Jawa Tengah Pasca PON XXI 2024 di Aceh – Sumatra Utara
This study aims to determine the physical condition of Central Java bolavoli athletes after the 2024 National Sports Week held in Aceh-North Sumatra. This research is quantitative descriptive research, data obtained from a survey of athletes' physical condition tests organized by the Central Java Indonesian National Sports Committee (KONI) which was held at the Jatidiri Stadium in Semarang on June 12, 2025. The data collection technique in this study is data sampling, where not the entire population is used but based on criteria, namely Central Java volleyball athletes who take part in Long-Term Regional Training. The results of this study indicate that female athletes generally show a more even physical condition and tend to be in the excellent category in almost all aspects tested, such as flexibility, leg power, arm muscle endurance, abdominal muscle endurance, back muscle strength, leg muscle strength, general endurance, agility, and speed. Meanwhile, male athletes showed greater variation in each component of physical condition, with dominance based on the good and excellent categories, but there were also some aspects that were still in the moderate to deficient category. As a result, there are differences in the consistency of physical conditions between male and female athletes that can be taken into consideration in the preparation and planning of more specific and targeted training programs according to the needs of each group.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet bolavoli Jawa Tenagah pasca Pekan Olahraga Nasiola 2024 yang diselenggarakan di Aceh-Sumatra Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, data diperoleh dari survey tes kondisi fisik atlet yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah yang dilaksanakan di Stadion Jatidiri Semarang tanggal 12 Juni 2025. Teknik pengambilan data pada penelitian ini yaitu data sampling, dimana tidak seluruh populasi digunakan melainkan berdasarkan kriteria yaitu atlet voli Jawa Tengah yang mengikuti Pelatihan Daerah Jangka Panjang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa atlet perempuan secara umum menunjukkan kondisi fisik yang lebih merata dan cenderung berada pada kategori sangat baik di hampir semua aspek yang diuji, seperti kelentukan, power tungkai, daya tahan otot lengan, daya tahan otot perut, kekuatan otot punggung, kekuatan otot tungkai, daya tahan umum, kelincahan, dan kecepatan. Sementara itu, atlet laki-laki menunjukkan variasi yang lebih besar dalam setiap komponen kondisi fisik, dengan dominasi berdasarkan kategori baik dan sangat baik, namun juga terdapat beberapa aspek yang masih berada pada kategori sedang hingga kurang. Sebagai akibatnya, terdapat perbedaan konsistensi kondisi fisik antara atlet laki-laki dan perempuan yang dapat dijadikan pertimbangan dalam penyusunan dan perencanaan program latihan yang lebih spesifik dan terarah sesuai kebutuhan kelompok masing-masing
Physical Fitness Level of Female Handball Athletes of the Special Sports School (SKO) of Riau Province
This study aims to determine the physical condition of female handball athletes at the Special Sports School (SKO) in Riau Province. Good physical condition is crucial for athletes, especially in sports like handball, which require speed, endurance, strength, and body coordination. This study used a quantitative descriptive method with an observational approach through a cross-sectional survey. The sample consisted of 14 female handball athletes at SKO in Riau Province. Data were collected using the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI), which includes five components: a 60-meter run, a 60-second hang lift, a 60-second sit-down, a vertical jump, and a 1200-meter run. The results showed that the physical condition of female athletes was generally in the good (71.43%) and moderate (28.57%) categories. No respondents were in the poor or very poor categories. The best physical component was the sit-down test, with 78% in the good to excellent category. Aspects that need to be improved are the endurance and strength of the arm and shoulder muscles (64.28% in the moderate category) and explosive power of the legs (57.14% in the moderate to low category). These results indicate that the training program at the Riau Province SKO is quite effective, but improvements in upper-body strength and leg explosiveness training are needed to optimize athlete performance. Therefore, this study can serve as a reference for coaches and trainers at the Riau Province SKO in developing more specific, data-driven training programs to improve the physical fitness and performance of handball athletes at the regional and national levels.Penelitian ini ingin mengetahui seberapa bagus kondisi fisik atlet putri handball di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Provinsi Riau. Kondisi fisik yang baik sangat penting bagi atlet, terutama dalam olahraga seperti handball yang membutuhkan kecepatan, daya tahan, kekuatan, dan koordinasi tubuh sekaligus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi melalui survei cross-sectional. Sampel yang diteliti terdiri dari 14 atlet putri handball di SKO Provinsi Riau. Data dikumpulkan menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) yang mencakup lima komponen, yaitu lari 60 meter, gantung angkat tubuh selama 60 detik, baring duduk selama 60 detik, loncat tegak, dan lari 1200 meter. Hasil menunjukkan bahwa kondisi fisik atlet putri secara umum berada dalam kategori baik (71,43%) dan sedang (28,57%). Tidak ada responden yang berada di kategori kurang atau sangat kurang. Komponen fisik yang paling baik adalah pada tes baring duduk dengan 78% dalam kategori baik sampai baik sekali. Aspek yang perlu diperbaiki adalah daya tahan dan kekuatan otot lengan serta bahu (64,28% dalam kategori sedang) serta daya ledak tungkai (57,14% dalam kategori sedang sampai rendah). Hasil ini menunjukkan bahwa program latihan di SKO Provinsi Riau sudah cukup efektif, namun perlu diperbaiki dalam latihan kekuatan bagian atas dan daya ledak tungkai agar performa atlet bisa optimal. Sebab itu, hasil penelitian ini bisa menjadi acuan bagi pelatih dan pembina SKO Provinsi Riau dalam membuat program latihan yang lebih spesifik dan didasarkan pada data, sehingga dapat meningkatkan kualitas kebugaran jasmani serta performa atlet handball di tingkat daerah maupun nasional