Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Comparative Law Between Indonesia And Malaysia In The Resolution Of Cyberbullying Crimes

    Get PDF
    The development of information technology has given rise to various forms of cybercrime, one of which is cyberbullying, which is increasingly prevalent in society. The main problem of this research is how the legal regulations between Indonesia and Malaysia differ in resolving cyberbullying crimes. The purpose of this study is to analyze the similarities, differences, and effectiveness of the legal systems of both countries in providing legal protection to victims. The research method used is a normative-comparative approach by examining the laws and regulations in force in Indonesia, such as the Criminal Code and the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), as well as laws in Malaysia through the Communications and Multimedia Act 1998 and the Personal Data Protection Act. Supporting data is taken from reports of cyberbullying cases in Indonesia and Malaysia in 2024–2025. The results show that Indonesia has a broader legal scope with severe criminal penalties, but its weaknesses lie in the formulation of articles that are open to multiple interpretations and ineffective implementation. In contrast, Malaysia has more specific regulations with practical reporting mechanisms and strong personal data protection, although the criminal sanctions are relatively light. Thus, it can be concluded that Indonesia has a normative advantage, while Malaysia has a practical advantage in addressing cyberbullying.The development of information technology has given rise to various forms of cybercrime, one of which is cyberbullying, which is increasingly prevalent in society. The main problem of this research is how the legal regulations between Indonesia and Malaysia differ in resolving cyberbullying crimes. The purpose of this study is to analyze the similarities, differences, and effectiveness of the legal systems of both countries in providing legal protection to victims. The research method used is a normative-comparative approach by examining the laws and regulations in force in Indonesia, such as the Criminal Code and the Electronic Information and Transactions Law (UU ITE), as well as laws in Malaysia through the Communications and Multimedia Act 1998 and the Personal Data Protection Act. Supporting data is taken from reports of cyberbullying cases in Indonesia and Malaysia in 2024–2025. The results show that Indonesia has a broader legal scope with severe criminal penalties, but its weaknesses lie in the formulation of articles that are open to multiple interpretations and ineffective implementation. In contrast, Malaysia has more specific regulations with practical reporting mechanisms and strong personal data protection, although the criminal sanctions are relatively light. Thus, it can be concluded that Indonesia has a normative advantage, while Malaysia has a practical advantage in addressing cyberbullying

    Nutritional Profile and In Vitro Rumen Fermentation of Mixed Silage of Kume Grass and Moringa Leaves

    Get PDF
    A study was conducted to determine the nutritional profile and in vitro fermentation characteristics of mixed silage of Kume grass and Moringa leaves in the feed chemistry laboratory, Department of Animal Science, Faculty of Animal Husbandry, Fisheries and Marine, Universitas Nusa Cendana. The materials used were Kume grass and Moringa leaves, with the addition of rice bran as a fermentation stimulant. The research used an experimental method with a completely randomised design consisting of four treatments and five replications. The treatments were the proportions of Kume grass and Moringa leaves, respectively: KK0 = 100% Kume grass + 0% Moringa leaves; KK25 = 75% Kume grass +  25% Moringa leaves;  KK50 = 50% Kume grass + 50% Moringa leaves and KK75 = 25% Kume grass + 75% Moringa leaves. The parameters measured included organoleptic quality, silage nutrient content, in vitro digestibility, and rumen fermentation. The results showed that increasing the level of Moringa leaves resulted in good ensilage, indicated by the absence of mould and a sour aroma. Rising levels of moringa leaves had a statistically significant effect (P<0.01) on the nutrient content of silage, rumen fermentation, and in vitro digestibility of the silage. It can be concluded that ensiling technology using Moringa leaves offers a promising solution to address feed shortages.Suatu penelitian dengan tujuan untuk mengetahui profil nutrisi dan fermentasi rumen in vitro silase campuran rumput kume dan daun kelor telah dilakukan di laboratorium kimia pakan Prodi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana. Materi yang digunakan adalah rumput kume dan daun kelor yang ditambahkan dedak padi sebagai stimulant fermentasi. Penelitina menggunakan metode percobaan dengan disain penelitian rancangan acak lengkap terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan dimaksud imbangan antara rumput kume dan daun kelor masing-masing 100%:0%; 75%:25%; 50%:50% dan 25%:75%. Parameter yang diukur meliputi kualitas organoleptic, kandungan nutrisi silase, nilai cerna  dan fermentasi rumen in vitro. Hasil penelitian menujukkan bahwa peningkatan level daun kelor menghasilkan ensilase berlangsung secara baik yang ditandai dengan tidak adanya jamur dan aroma yang asam. Level daun kelor yang semakin tinggi berpengaruh sangat nayata (P<0,01) terhadap kandungan nutrisi silase, fermentasi rumen dan nilai cerna in vitro  dari silase yang dihasilkan. Dapat disimpulkan bahwa teknologi ensilase dengan memanfaatkan daun kelor menjadi salah satu terobosan dalam  mengatasi masalah kekurangan  pakan

    Perbandingan Kinerja Struktur Rangka Baja Menggunakan Pengaku Eksentris dengan Pengaku Konsentris

    Get PDF
    sehingga diperlukan perencanaan struktur bangunan yang mampu merespons beban seismik secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur rangka baja 10 lantai dengan sistem bresing eksentris dan konsentris dalam menghadapi beban gempa. Struktur dimodelkan menggunakan profil baja Wide Flange (WF) dengan konfigurasi bresing diagonal dan inverted V. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS v20 dengan metode respons spektrum berdasarkan ketentuan SNI 1726:2019. Parameter kinerja yang dianalisis meliputi perpindahan lateral (displacement), simpangan antar lantai (story drift), gaya geser dasar (base shear), serta level kinerja struktur berdasarkan pendekatan ATC-40. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem bresing eksentris memberikan performa yang lebih baik dalam disipasi energi dan deformasi terkontrol, dengan story drift yang lebih kecil pada lantai atas dan level kinerja yang lebih stabil. Sementara itu, bresing konsentris memberikan kekakuan lateral yang lebih tinggi namun menunjukkan potensi konsentrasi tegangan yang lebih besar. Oleh karena itu, pemilihan jenis bresing perlu disesuaikan dengan kebutuhan kinerja seismik dan strategi desain bangunan

    Implementasi Platform Crowdfunding Digital dan Optimalisasi Peran Majelis Taklim Sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

    Get PDF
    Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Roja’ul Khoir menghadapi tantangan dalam efisiensi penghimpunan ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf) karena masih mengandalkan metode tradisional (kotak amal dan door-to-door) serta belum optimalnya peran Majelis Taklim sebagai motor penggerak filantropi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan platform crowdfunding digital dan mengoptimalisasi peran Majelis Taklim sebagai strategi terpadu dalam peningkatan akuntabilitas dan kesejahteraan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan lima tahapan terstruktur mulai dari sosialisasi dan pelatihan, hingga penerapan teknologi dan pendampingan yang berfokus pada sinergi antara teknologi dan kelembagaan sosial. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi filantropi digital masyarakat, dibuktikan dengan kenaikan rata-rata pemahaman peserta sebesar 34,8% pada hasil post-test. Implementasi platform digital berhasil menciptakan transparansi, efisiensi, dan kemudahan donasi. Sementara itu, optimalisasi peran Majelis Taklim melalui kemitraan formal terbukti efektif dalam memobilisasi jaringan sosial untuk mempromosikan kontribusi ZISWAF yang lebih rutin dan konsisten. Kesimpulannya, integrasi inovasi digital dan penguatan kelembagaan sosial Majelis Taklim berhasil memodernisasi tata kelola ZISWAF, meningkatkan kepercayaan publik, dan membangun model penghimpunan dana yang berkelanjutan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Roja’ul Khoir menghadapi tantangan dalam efisiensi penghimpunan ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf) karena masih mengandalkan metode tradisional (kotak amal dan door-to-door) serta belum optimalnya peran Majelis Taklim sebagai motor penggerak filantropi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan platform crowdfunding digital dan mengoptimalisasi peran Majelis Taklim sebagai strategi terpadu dalam peningkatan akuntabilitas dan kesejahteraan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan lima tahapan terstruktur—mulai dari sosialisasi dan pelatihan, hingga penerapan teknologi dan pendampingan—yang berfokus pada sinergi antara teknologi dan kelembagaan sosial. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam literasi filantropi digital masyarakat, dibuktikan dengan kenaikan rata-rata pemahaman peserta sebesar 34,8% pada hasil post-test. Implementasi platform digital berhasil menciptakan transparansi, efisiensi, dan kemudahan donasi. Sementara itu, optimalisasi peran Majelis Taklim melalui kemitraan formal terbukti efektif dalam memobilisasi jaringan sosial untuk mempromosikan kontribusi ZISWAF yang lebih rutin dan konsisten. Kesimpulannya, integrasi inovasi digital dan penguatan kelembagaan sosial Majelis Taklim berhasil memodernisasi tata kelola ZISWAF, meningkatkan kepercayaan publik, dan membangun model penghimpunan dana yang berkelanjutan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat

    Revitalisasi Fungsi Hukum Koperasi melalui Penguatan Sistem Pengendalian Internal dan Manajemen Risiko Keuangan di Desa Pasar Pedati, Kabupaten Bengkulu Tengah: Indonesia

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan manajemen risiko keuangan dan sistem pengendalian internal pada Koperasi Merah Putih di Desa Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Permasalahan utama yang dihadapi koperasi berupa lemahnya sistem administrasi serta tingginya tingkat kredit macet. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan interaktif, pendampingan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) keuangan, serta sosialisasi prinsip hukum koperasi dan tata kelola keuangan yang akuntabel. Dalam tahapan evaluasi proses, tim pengabdi tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga  mengamati respons dan partisipasi pengurus serta anggota koperasi. Peserta terlihat aktif berdiskusi, antusias, dan mampu memahami materi dengan baik. Pada tahapan evaluasi hasil, kegiatan ini terbukti meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya pencatatan keuangan yang tertib, prinsip kehati-hatian, serta urgensi pengendalian internal dalam mencegah kesalahan pengelolaan dana. Meskipun tanpa praktik langsung, peserta merasakan adanya wawasan baru dan mengajukan kebutuhan pelatihan lanjutan untuk implementasi SOP keuangan, pencatatan transaksi, dan mekanisme double check. Pada tahapan evaluasi dampak menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif pengurus akan perlunya pembenahan tata kelola koperasi. Pengurus juga menunjukkan komitmen melaksanakan kembali Rapat Anggota Tahunan (RAT) serta merevitalisasi fungsi koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat yang sehat dan transparan. Program ini tidak hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga membangun budaya akuntabilitas dan kesadaran hukum dalam pengelolaan koperasi. Dengan demikian, kegiatan ini berpotensi menjadi model pemberdayaan hukum koperasi yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai strategi penguatan ekonomi masyarakat berbasis prinsip keadilan sosial.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan manajemen risiko keuangan dan sistem pengendalian internal pada Koperasi Merah Putih di Desa Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Permasalahan utama yang dihadapi koperasi berupa lemahnya sistem administrasi, serta tingginya tingkat kredit macet. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan interaktif, pendampingan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) keuangan, serta sosialisasi prinsip hukum koperasi dan tata kelola keuangan yang akuntabel. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman pengurus mengenai prinsip kehati-hatian, pencatatan transaksi, serta pentingnya sistem double check dan mekanisme pengawasan internal. Selain itu, pengurus menunjukkan komitmen untuk melaksanakan kembali Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan menghidupkan kembali fungsi koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat yang sehat dan transparan. Program ini tidak hanya berimplikasi pada revitalisasi kelembagaan, tetapi juga memperkuat kesadaran hukum dan budaya akuntabilitas dalam tata kelola koperasi. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi model pemberdayaan hukum koperasi yang potensial untuk direplikasi di wilayah lain sebagai strategi penguatan ekonomi masyarakat berbasis hukum dan keadilan sosial

    Proyeksi Kenaikan Muka Air Laut dan Dampaknya berdasarkan skenario Shared Socioeconomic Pathways di Pulau Enggano tahun 2020-2150

    No full text
    Global climate change is causing significant impacts across various regions of the world, one of which is the rise in sea level in Pulau Enggano. Utilizing The NASA Sea Level Projection Tool and The Coastal Risk Screening Tools, this research successfully analyzes the projections of sea level rise and coastal inundation areas in Pulau Enggano. Seven Shared Socioeconomic Pathways (SSP) scenarios for the years 2050, 2100, and 2150 are analyzed. The analysis results indicate significant risks: by 2050, the rise in sea level is expected to range from 0.05 m to 0.2 m, with inundated areas remaining limited, primarily affecting a small part of the Tanjung Laksaha nature reserve. The average rate of sea level increase during this period varies between 4 mm/year and 12 mm/year. In 2100, projections show that the inundated areas will expand, with optimistic scenarios like SSP1-1.9 estimating a rise of about 0.4 m, while pessimistic scenarios such as SSP5-8.5 could reach 0.89 m. This sea level rise indicates an increased risk of damage to infrastructure. Meanwhile, by 2150, nearly the entire northern and eastern coast of the island is expected to be submerged, with optimistic scenarios showing lower increases compared to pessimistic scenarios, which could exceed 2.5 m. These findings underscore the urgent need for adaptation and mitigation strategies to ensure the sustainability of Pulau Enggano in the future.   Keywords: Sea level rise, Climate Change, inundation map, Enggano Islan

    Pengembangan Instrumen Literasi Sains Kontekstual Bencana Alam (Gempa Bumi dan Gunung Api) : Development of Contextual Science Literacy Instruments for Natural Disasters (Earthquakes and Volcanoes)

    No full text
    This study aimed to develop a valid and reliable scientific literacy test instrument for seventh-grade junior high school students on earthquakes and volcanoes. The method used is Research and Development with a 4D model, which includes the stages of define, design, develop, and disseminate. The research subjects consisted of 30 junior high school students. The development data were analyzed to assess the validity, reliability, difficulty level, and discriminatory power of the instrument. The development procedure included planning, preparation of the initial draft, validation of content and construct by experts through the suitability of scientific literacy indicators with the test items, followed by field trials, revisions, and implementation of the instrument. Based on 15 test items prepared, 13 were declared valid, one was revised, and one was not used. The analysis results showed the reliability of the instrument with a KR-20 coefficient of 0.76 which is included in the high category. The level of difficulty of the questions consisted of 12 items in the medium category and 3 items in the easy category, while the discriminatory power of all questions was in the very good to good category.Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen tes literasi sains yang valid dan reliabel untuk siswa kelas VII SMP pada materi gempa bumi dan gunung api. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan model 4D, yang mencakup tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa SMP. Data hasil pengembangan dianalisis untuk menilai validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, serta daya pembeda instrumen. Prosedur pengembangan meliputi perencanaan, penyusunan draf awal, validasi isi dan konstruk oleh pakar melalui kesesuaian indikator literasi sains dengan butir soal, diikuti uji coba lapangan, revisi, dan implementasi instrumen. Dari 15 butir soal yang disusun, 13 soal dinyatakan valid, satu soal direvisi, dan satu soal tidak digunakan. Hasil analisis menunjukkan reliabilitas instrumen dengan koefisien KR-20 sebesar 0,76 yang termasuk kategori tinggi. Tingkat kesukaran soal terdiri dari 12 butir berkategori sedang dan 3 butir berkategori mudah, sedangkan daya pembeda seluruh soal berada pada kategori sangat baik hingga baik

    Pengelolaan Deep Learning (Studi Kualitatif Di SD Negeri 84 Bengkulu Selatan Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan)

    No full text
    This study aims to describe the planning process of deep learning management at Elementary School Negeri 84 Bengkulu Selatan which includes planning, implementation, evaluation, supporting and inhibiting factors, and the impact of deep learning management on learning outcomes, motivation, and the development of higher order thinking skills. The method used is descriptive qualitative with interview, observation and documentation techniques. Data analysis was conducted using Miles and Huberman's interactive model consisting of data reduction, data presentation, and data verification. The results of the study were: 1). Planning is done through teacher meetings, learning objectives are adjusted to the independent curriculum, contextual materials, and flexible learning time for exploration and discussion.2). The implementation of deep learning uses project-based learning, inquiry, group discussions, experiments, and presentations. Students are actively involved through problem solving and collaboration. 3). Evaluation uses portfolios, rubrics, observation, and self-assessment. Results are used for feedback and learning improvement..4). The management of deep learning is supported by the principal, teachers, adequate facilities, parents' involvement, the obstacles are time constraints, lack of teacher training, and differences in students' abilities. 5). Improve learning outcomes, motivation, creativity, and students' critical thinking and problem solving skills.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perencanaan pengelolaan deep learning di SD Negeri 84 Bengkulu Selatan yang meliputi perencanaan, implementasi, evaluasi, faktor yang mendukung dan menghambat, dan dampak pengelolaan deep learning terhadap hasil belajar, motivasi, dan pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari Reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian adalah: 1). Perencanaan dilakukan melalui rapat guru, tujuan pembelajaran disesuaikan kurikulum merdeka, materi kontekstual, dan waktu belajar fleksibel untuk eksplorasi dan diskusi.2). Pelaksanaan deep learning menggunakan project-based learning, inkuiri, diskusi kelompok, eksperimen, dan presentasi. Siswa aktif terlibat melalui pemecahan masalah dan kolaborasi. 3). Evaluasi menggunakan portofolio, rubrik, observasi, dan penilaian diri. Hasil dipakai untuk umpan balik dan perbaikan pembelajaran..4). Pengelolaan deep learning didukungan kepala sekolah, guru, sarana memadai, keterlibatan orang tua, penghambatnya keterbatasan waktu, kurang pelatihan guru, dan perbedaan kemampuan siswa.. 5). Meningkatkan hasil belajar, motivasi, kreativitas, serta keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa

    Analisis Bibliometrik: Tren Penelitian Etnomatematika dalam Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika

    Get PDF
    Studi ini menganalisis keterkaitan antara etnomatematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui pendekatan bibliometrik terhadap publikasi dalam rentang 2015 hingga 2025. Data didapatkan dari Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci “Ethnomathematic” serta “Ethnomathematics” dan “Problem Solving Ability”, sehingga terkumpul 1966 artikel yang dianalisis menggunakan VOSviewer dan menghasilkan 111 item dalam enam kluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi meningkat tajam sejak 2019 dan mencapai puncak pada 2023–2024. Fokus penelitian mengalami pergeseran dari studi deskriptif-eksploratif pada periode awal menuju penerapan praktis dalam pembelajaran pada tahun-tahun berikutnya. Meski demikian, hubungan antara kluster eksplorasi budaya dan kemampuan pemecahan masalah masih lemah, menandakan adanya kesenjangan antara kajian teoritis dan praktik di kelas. Celah penelitian masih terbuka pada integrasi teknologi digital (seperti e-module dan virtual reality), pengembangan instrumen asesmen autentik, serta penerapan dalam literasi numerasi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberi gambaran perkembangan etnomatematika sekaligus arah untuk penelitian berikutnya.Studi ini menganalisis keterkaitan antara etnomatematika dan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui pendekatan bibliometrik terhadap publikasi dalam rentang 2015 hingga 2025. Data didapatkan dari Google Scholar menggunakan aplikasi Publish or Perish dengan kata kunci “Ethnomathematic” serta “Ethnomathematics” dan “Problem Solving Ability”, sehingga terkumpul 1966 artikel yang dianalisis menggunakan VOSviewer dan menghasilkan 111 item dalam enam kluster. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi meningkat tajam sejak 2019 dan mencapai puncak pada 2023–2024. Fokus penelitian mengalami pergeseran dari studi deskriptif-eksploratif pada periode awal menuju penerapan praktis dalam pembelajaran pada tahun-tahun berikutnya. Meski demikian, hubungan antara kluster eksplorasi budaya dan kemampuan pemecahan masalah masih lemah, menandakan adanya kesenjangan antara kajian teoritis dan praktik di kelas. Celah penelitian masih terbuka pada integrasi teknologi digital (seperti e-module dan virtual reality), pengembangan instrumen asesmen autentik, serta penerapan dalam literasi numerasi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberi gambaran perkembangan etnomatematika sekaligus arah untuk penelitian berikutnya

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TRANSFORMASI GEOMETRI BERBASIS ETNOMATEMATIKA MELALUI ALAT MUSIK TRADISONAL DEGUNG SUNDA UNTUK MENDUKUNG LITERASI MATEMATIS SISWA SMK

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi matematis siswa SMK, kurangnya pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran matematika, dan keterbatasan bahan ajar kontekstual. Tujuan penelitian adalah mengembangkan bahan ajar transformasi geometri berbasis etnomatematika melalui alat musik tradisional Degung Sunda yang valid, praktis, dan mampu mendukung literasi matematis siswa SMK. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMK Karya Bakti Mandiri Cisata. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respon pendidik, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria “sangat valid” dan “sangat praktis”. Validasi ahli materi memperoleh persentase kelayakan 90%, ahli media 96%, ahli bahasa 98%, dan uji respon guru 96%. Bahan ajar berbentuk flipbook digital melalui Canva for Education ini mampu mengaitkan konsep transformasi geometri (translasi, refleksi, rotasi, dilatasi) dengan unsur budaya Degung Sunda. Dengan demikian, bahan ajar ini layak digunakan sebagai media pembelajaran di SMK karena valid, praktis, dan mendukung literasi matematis siswa.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi matematis siswa SMK, kurangnya pemanfaatan budaya lokal dalam pembelajaran matematika, dan keterbatasan bahan ajar kontekstual. Tujuan penelitian adalah mengembangkan bahan ajar transformasi geometri berbasis etnomatematika melalui alat musik tradisional Degung Sunda yang valid, praktis, dan mampu mendukung literasi matematis siswa SMK. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMK Karya Bakti Mandiri Cisata. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respon pendidik, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memenuhi kriteria “sangat valid” dan “sangat praktis”. Validasi ahli materi memperoleh persentase kelayakan 90%, ahli media 96%, ahli bahasa 98%, dan uji respon guru 96%. Bahan ajar berbentuk flipbook digital melalui Canva for Education ini mampu mengaitkan konsep transformasi geometri (translasi, refleksi, rotasi, dilatasi) dengan unsur budaya Degung Sunda. Dengan demikian, bahan ajar ini layak digunakan sebagai media pembelajaran di SMK karena valid, praktis, dan mendukung literasi matematis siswa

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇