Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Pengembangan Game Chem-Veryday untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta didik Kelas XI SMA Mengenai Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi dalam Kehidupan Sehari-Hari

    No full text
    This study aims to develop and examine the feasibility, practicality, and effectiveness of the Chem-Veryday educational game as a chemistry learning medium on the topic of factors affecting reaction rates for eleventh-grade senior high school students. This research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model, which consists of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research instruments included expert validation sheets, student response questionnaires, ARCS motivation questionnaires, and learning outcome tests in the form of pretests and posttests. The research subjects were eleventh-grade students of SMA Khadijah Surabaya. The validation results indicated that the Chem-Veryday game achieved a very high level of feasibility in terms of material accuracy, media design, and ease of use. The effectiveness test results showed a significant improvement in learning outcomes, with the average pretest score of 50.3 increasing to 94.8 in the posttest. The Wilcoxon Signed-Rank Test yielded a significance value of p < 0.001 with a very large effect size, indicating a strong impact of the Chem-Veryday game on students’ learning outcomes. In addition, students’ learning motivation increased across all ARCS components from low–moderate to very high levels. Student response results also demonstrated that the game is practical, engaging, and easy to use. Therefore, the Chem-Veryday educational game is considered valid, practical, and effective as a chemistry learning medium to enhance students’ motivation and learning outcomes on reaction rate material.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan game edukasi Chem-Veryday sebagai media pembelajaran kimia pada materi faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi bagi peserta didik SMA kelas XI. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi ahli, angket respons peserta didik, angket motivasi belajar model ARCS, serta tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA Khadijah Surabaya. Hasil validasi menunjukkan bahwa game Chem-Veryday memiliki tingkat kelayakan sangat baik ditinjau dari aspek materi, tampilan media, dan kemudahan penggunaan. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan, ditunjukkan oleh nilai rata-rata pretest sebesar 50,3 dan posttest sebesar 94,8. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai signifikansi p < 0,001 dengan effect size kategori sangat besar, yang menunjukkan bahwa penggunaan game Chem-Veryday memberikan pengaruh kuat terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Selain itu, motivasi belajar peserta didik mengalami peningkatan pada seluruh komponen ARCS dari kategori rendah–sedang menjadi sangat tinggi. Hasil angket respons peserta didik juga menunjukkan bahwa media ini praktis, menarik, dan mudah digunakan. Dengan demikian, game edukasi Chem-Veryday dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran kimia untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik pada materi faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi

    ANALISIS DAMPAK TEKANAN SISTEM HARGA E-KATALOG DAN BIAYA IMPOR BAHAN BAKU TERHADAP STRUKTUR BIAYA, RASIO KEUANGAN, DAN SKOR ALTMAN Z : (STUDI KASUS PADA PT DARYA VARIA LABORATORIA TBK DAN PT KALBE FARMA TBK 2019–2023)

    No full text
    The e-catalogue pricing system for medicines under Indonesia’s National Health Insurance (JKN) and the high dependence on imported raw materials create major external pressures on the financial performance of local pharmaceutical firms. This study analyses how e-catalogue price pressure and rupiah–US dollar fluctuations relate to cost structure, key financial ratios, and financial distress risk using the modified Altman Z-Score. A descriptive qualitative design was applied to two listed companies, PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA) and PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) for 2019–2023, using secondary data from audited consolidated financial statements, annual reports, and sustainability reports. Financial ratios and Z-Scores were calculated in Excel and interpreted together with thematic document analysis of adaptive strategies. Results show margin compression, particularly in JKN-related lines, and higher cost exposure when the rupiah depreciated. Nevertheless, both firms remained in the safe zone throughout the period (DVLA Z-Score 6.26-7.45; KLBF 9.82-11.68), indicating strong financial resilience. KLBF’s gross profit margin declined from 45.3% (2019) to 38.8% (2023), while DVLA maintained a relatively stable gross profit margin from 51% (2019) to 54% (2023) but faced rising operating costs. Adaptive strategies, such as OTC diversification, supply-chain integration, foreign rate exchange risk management, and local raw-material initiatives, helped mitigate policy and currency shocks. The study highlights the importance of cost-structure efficiency, foreign-exchange risk controls, and domestic raw-material capability to sustain competitiveness under national pricing regulation and global volatility.Sistem harga obat melalui e-katalog dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta tingginya ketergantungan bahan baku impor menjadi tekanan eksternal utama bagi kinerja keuangan industri farmasi nasional. Penelitian ini menganalisis keterkaitan tekanan harga e-katalog dan fluktuasi nilai tukar rupiah–dolar AS terhadap struktur biaya, rasio keuangan utama, serta risiko financial distress menggunakan model Altman Z-Score modifikasi. Desain penelitian deskriptif-kualitatif diterapkan pada dua emiten farmasi, PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) untuk periode 2019–2023, dengan data sekunder dari laporan keuangan konsolidasian auditan, laporan tahunan, dan sustainability report. Analisis dilakukan melalui perhitungan rasio keuangan dan Z-Score menggunakan Excel serta content analysis berbasis koding tematik untuk memetakan strategi adaptif perusahaan. Hasil menunjukkan adanya tekanan margin, terutama pada lini yang berkaitan dengan JKN, dan peningkatan eksposur biaya ketika rupiah terdepresiasi. Namun, kedua perusahaan tetap berada pada zona aman selama periode pengamatan (Z-Score DVLA 6,26–7,45; KLBF 9,82–11,68), menunjukkan ketahanan finansial yang kuat. KLBF mengalami penurunan gross profit margin dari 45,3% (2019) menjadi 38,8% (2023), sedangkan DVLA relatif stabil pada gross profit margin 51% (2019) menjadi 54% (2023) namun menghadapi kenaikan biaya operasional. Strategi adaptif seperti diversifikasi OTC, integrasi rantai pasok, manajemen risiko valas, dan inisiatif bahan baku lokal berperan dalam mitigasi tekanan regulasi dan nilai tukar. Studi ini menegaskan pentingnya efisiensi struktur biaya, pengendalian risiko kurs, dan penguatan kapabilitas bahan baku domestik untuk menjaga daya saing di bawah regulasi harga nasional dan volatilitas ekonomi global

    Game Edukasi Chem Epic Conquest Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pembelajaran Kimia

    Full text link
    Minat dan hasil belajar peserta didik merupakan aspek penting yang perlu ditingkatkan pada kegiatan pembelajaran kimia, khususnya terkait materi sistem periodik unsur yang sering dianggap sulit. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peningkatan minat dan hasil belajar setelah penggunaan game edukasi pada materi sistem periodik unsur. Penelitian ini dilakukan dalam satu kelas yang ditentukan secara acak. Data yang dikumpulkan meliputi minat belajar, hasil belajar, serta data pendukung berupa respon peserta didik dan pengamatan aktivitas. Data minat, respon, dan pengamatan aktivitas peserta didik dilakukan melalui angket, sedangkan pada hasil belajar dilakukan tes (pretest dan posttest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik meningkat sebesar 52,94% setelah menggunakan game edukasi Chem Epic Conquest pada materi sistem periodik unsur. Selain itu, hasil belajar menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar secara signifikan setelah penggunaan game edukasi. Studi ini menyarankan penerapan game edukasi Chem Epic Conquest secara lebih luas pada pembelajaran kimia, serta eksplorasi lebih lanjut terhadap dampaknya pada penguatan minat serta capaian belajar siswa pada materi yang berbeda.Minat dan hasil belajar peserta didik merupakan aspek penting yang perlu ditingkatkan pada kegiatan pembelajaran kimia, khususnya terkait materi sistem periodik unsur yang sering dianggap sulit. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peningkatan minat dan hasil belajar setelah penggunaan game edukasi pada materi sistem periodik unsur. Penelitian ini dilakukan dalam satu kelas yang ditentukan secara acak. Data yang dikumpulkan meliputi minat belajar, hasil belajar, serta data pendukung berupa respon peserta didik dan pengamatan aktivitas. Data minat, respon, dan pengamatan aktivitas peserta didik dilakukan melalui angket, sedangkan pada hasil belajar dilakukan tes ( pretest dan posttest ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar peserta didik meningkat sebesar 52,94% setelah menggunakan game edukasi Chem Epic Conquest pada materi sistem periodik unsur. Selain itu, hasil belajar menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar secara signifikan setelah penggunaan game edukasi. Studi ini menyarankan penerapan pendidikan Chem Epic Conquest secara lebih luas pada pembelajaran kimia, serta eksplorasi lebih terhadap dampaknya pada penguatan minat serta lebih lanjut pencapaian belajar siswa pada materi yang berbeda

    Analisis Profil Laboratorium Biologi di SMA Negeri 1 Pemangkat Kabupaten Sambas Sesuai Standar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

    Full text link
    Biology learning emphasizes analytical, inductive, and deductive thinking to address problems related to the surrounding environment. Effective biology education is influenced by various factors, including students, educators, learning environments, and the availability of laboratory facilities. Well-equipped and professionally managed laboratories play a crucial role in supporting hands-on science learning. However, disparities in laboratory equipment availability across schools potentially lead to unequal learning outcomes. This study aimed to describe the profile of the biology laboratory at SMA Negeri 1 Pemangkat. The research was conducted from November to December 2024 using a survey method with a quantitative descriptive approach. The research sample consisted of the head of the biology laboratory. The findings show that all aspects of the laboratory room met the standards of Permendikbud No. 8 of 2018. However, several components related to the storage of laboratory tools and materials did not meet the required standards. These included unlocked material storage cabinets, insufficient equipment storage capacity, and unlabeled tools. Overall, the laboratory facilities and infrastructure scored between 69% and 100%, while laboratory management aspects ranged from 29% to 100%. These results highlight the need for improved storage management to ensure better laboratory functionality and support biology learning.Pembelajaran biologi menekankan kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar. Keberhasilan pembelajaran biologi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain peserta didik, pendidik, lingkungan belajar, serta ketersediaan fasilitas laboratorium. Laboratorium yang lengkap dan dikelola secara profesional memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran sains berbasis praktikum. Namun, kesenjangan ketersediaan peralatan laboratorium antar sekolah berpotensi menyebabkan ketidakmerataan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil laboratorium biologi di SMA Negeri 1 Pemangkat. Penelitian dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2024 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian terdiri atas kepala laboratorium biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek ruang laboratorium telah memenuhi standar Permendikbud Nomor 8 Tahun 2018. Namun, beberapa komponen yang berkaitan dengan penyimpanan alat dan bahan laboratorium belum memenuhi standar yang ditetapkan, antara lain lemari penyimpanan bahan yang tidak terkunci, kapasitas penyimpanan alat yang belum mencukupi, serta alat-alat yang belum diberi label. Secara keseluruhan, fasilitas dan prasarana laboratorium memperoleh skor antara 69% hingga 100%, sedangkan aspek pengelolaan laboratorium berada pada rentang 29% hingga 100%. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam manajemen penyimpanan untuk menjamin fungsi laboratorium yang lebih optimal dan mendukung pembelajaran biologi

    Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Menggunakan Model Pedagogi Genre Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Bengkulu Tengah

    Full text link
    Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menulis teks eksplanasi setelah mengikuti pembelajaran dengan model pedagogi genre. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan orientasi evaluatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bengkulu Tengah. Data diperoleh dari 35 teks eksplanasi yang ditulis siswa dan dianalisis berdasarkan tiga aspek, yaitu isi, struktur, dan kebahasaan. Model pedagogi genre diterapkan melalui empat tahapan, yaitu Building Knowledge of the Field, Modeling of the Text, Joint Construction of the Text, dan Independent Construction of the Text. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74,29% siswa memenuhi kriteria pada aspek isi, yang menunjukkan kemampuan menyampaikan gagasan secara logis dan faktual. Pada aspek struktur, 57,14% siswa mampu menyusun teks secara runtut, mencakup pernyataan umum, deretan penjelas, dan simpulan. Namun, pada aspek kebahasaan, hanya 34,29% siswa yang memenuhi kriteria, yang mengindikasikan masih adanya kesulitan dalam penggunaan tata bahasa, kalimat efektif, serta konjungsi kausal. Temuan ini menunjukkan bahwa model pedagogi genre dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa, khususnya dalam aspek isi dan struktur, meskipun masih diperlukan penguatan pada aspek kebahasaan, terutama pada tahap penulisan mandiri.   Kata kunci: Pedagogi genre, teks eksplanasi, keterampilan menulis, analisis tek

    PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA MELALUI INTEGRASI HIDROPONIK SEDERHANA DAN TEKNOLOGI DIGITAL BERBASIS GOOGLE UNTUK KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI KELURAHAN SAWAH LEBAR BARU TEKNOLOGI INFORMASI

    Full text link
    Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga (IRT) dalam budidaya sayuran melalui sistem hidroponik sumbu (wick system) serta memperkuat literasi digital menggunakan Google Calendar dan Google Sheets untuk perencanaan dan pencatatan kegiatan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan mitra secara partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan modul, sosialisasi, pelatihan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata pre-test dari 5,33 menjadi 8,07 pada post-test. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam penerapan hidroponik dan pemanfaatan teknologi digital. Luaran kegiatan meliputi modul pelatihan dan template Google Tools, 15 instalasi hidroponik aktif di rumah mitra, serta terbentuknya Komunitas Hidroponik IRT Sawah Lebar Baru berbasis koordinasi digital. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan literasi digital efektif dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan pemberdayaan perempuan.Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga (IRT) dalam budidaya sayuran melalui sistem hidroponik sumbu (wick system) serta memperkuat literasi digital menggunakan Google Calendar dan Google Sheets untuk perencanaan dan pencatatan kegiatan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan mitra secara partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan modul, sosialisasi, pelatihan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan dan keterampilan peserta, ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata pre-test dari 5,33 menjadi 8,07 pada post-test. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam penerapan hidroponik dan pemanfaatan teknologi digital. Luaran kegiatan meliputi modul pelatihan dan template Google Tools, 15 instalasi hidroponik aktif di rumah mitra, serta terbentuknya Komunitas Hidroponik IRT Sawah Lebar Baru berbasis koordinasi digital. Program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna dan literasi digital efektif dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan pemberdayaan perempuan

    Analisis Tokoh dan Aliran Sosiologi Pendidikan dalam Perspektif Kesetaraan Gender

    Full text link
    The purpose of this research is to study and understand the opinions of various important figures in sociology education who have opinions regarding the definition of sociology of education and schools within the sociology of education as well as the existence of gender equality in every aspect of life. The method used for this research involves qualitative literature study, where researchers collect and analyze information from various written sources such as scientific journals and books. Data collection techniques include: topic identification, literature search, evaluation and selection of sources, data collection from selected sources, and data analysis. The results of the research can be concluded as follows: 1) There are opinions of several sociological figures regarding the definition of sociology of education. 2) Several types of schools of sociology of education 3) understanding the meaning gender equality. Conclusions from this research: Studying important figures and schools in sociology, and their relationship to gender equality, provides a comprehensive understanding of how society is formed and operates, including the inequalities that occur within it. Sociology, as a science that studies social interactions and societal structures, does not only discuss abstract theories, but also provides a framework for analyzing and encouraging more equitable social change.Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari serta memahami pendapat berbagai tokoh penting pendidikan sosiologi yang menjelaskan mengenai pengertian pendidikan sosiologi dan aliran-aliran yang terdapat dalam pendidikan sosiologi serta adanya kesetaraan gender dalam setiap kehidupan. Metode yang dilakukan untuk penelitian ini melibatkan studi literatur kualitatif, dimana peneliti mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber tertulis seperti jurnal ilmiah dan buku. Teknik pengumpulan data meliputi: identifikasi topik, pencarian literatur, evaluasi dan pemilihan sumber, pengumpulan data dari sumber terpilih, serta analisis data. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Terdapat beberapa pendapat para tokoh sosiologi tentang pengertian pendidikan sosiologi. 2) Beberapa macam aliran pendidikan sosiologis 3) Memahami makna kesetaraan gender. Kesimpulan dari penelitian ini: Mempelajari tokoh-tokoh penting dan aliran dalam sosiologi, serta hubungannya dengan kesetaraan gender, memberikan pemahaman menyeluruh tentang bagaimana masyarakat terbentuk dan beroperasi, termasuk ketidaksetaraan yang terjadi di dalamnya. Sosiologi, sebagai ilmu yang mempelajari interaksi sosial dan struktur masyarakat, tidak hanya membahas teori-teori abstrak, tetapi juga anggota kerangka untuk menganalisis dan mendorong perubahan sosial yang lebih adil. &nbsp

    128 PENGARUH MOTIVASI, KEMAMPUAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA BENDAHARA SKPD DI KABUPATEN BENGKULU UTARA

    No full text
    Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menguji: Pengaruh motivasi, kemampuan kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja bendahara SKPD di Kabupaten Bengkulu Utara. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada bendahara SKPD di Kabupaten Bengkulu Utara. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 75 responden. Teknik pengumpulan data dengan teknik survei menyebarkan kuesioner kepada bendahara dari instansi terkait. Analisis yang digunakan adalah Paket Statistik untuk Ilmu Sosial (SPSS). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa motivasi, kemampuan kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja bendahara SKPD di Kabupaten Bengkulu Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja bendahara sangat berpengaruh dengan adanya motivasi, kemampuan kerja, dan lingkungan kerja

    CORRELATION BETWEEN READING INTEREST AND ENGLISH ACADEMIC ACHIEVEMENT OF SIXTH SEMESTER EFL INDONESIAN STUDENTS

    No full text
    This study aims to investigate how is reading interest and English academic achievement as well as the correlation between reading interest and English academic achievement of English Department study program students at the University of Bengkulu. The population of this study was students of the English Department Study Program at the University of Bengkulu with a sample of 35 students. This research is correlational research with quantitative methods, and uses questionnaires and documentation as instruments. The results of this study are, the reading interest of students in semester 6 of English education was quite high, as could be seen from a total of 88% of the 35 samples who had a reading interest score which is categorized as high. For English Academic Achievement, the majority of students have scores that are also high, namely 97% of the 35 samples are categorized as having very high scores. For the correlation between reading interest and English academic achievement, a strong correlation was obtained with a score of 0.556607. It also shows if Ho is rejected and Ha is accepted. Moreover, several suggestions for teachers, students and future researchers are addressed in the present study

    Analisis Level Kognitif dan Keterampilan Proses Sains pada Soal Simulasi Tes Kompetensi Akademik Fisika SMA 2025

    No full text
    This study aims to analyze the cognitive level demands and science process skills represented in the 2025 senior high school Physics Academic Competency Test (TKA) simulation questions based on the national assessment framework. This research employed a descriptive qualitative approach using content analysis on a dataset of 20 Physics TKA simulation questions. The analysis instrument was developed based on the Physics TKA assessment framework, categorizing items into three cognitive levels (understanding, application, and analysis-evaluation) and four indicators of science process skills (observing, questioning and predicting, planning and conducting investigations, and analyzing and communicating data). The results show that the cognitive demands of the simulation questions were dominated by the application level (40%), followed by analysis-evaluation (35%) and understanding (25%). In terms of science process skills, all items involved observing and questioning-predicting skills (100%). However, analyzing and communicating data appeared in 20% of the items, while planning and conducting investigations was not identified in any item. This study is limited to simulation questions and therefore does not represent the characteristics of the operational Physics TKA items. Further research is needed to analyze the official Physics TKA 2025 questions to obtain a more comprehensive understanding of cognitive demands and science process skills, as well as to examine their consistency with the assessment framework of TKA.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tuntutan level kognitif dan keterampilan proses sains yang terkandung dalam soal simulasi Tes Kompetensi Akademik (TKA) Fisika SMA tahun 2025 berdasarkan kerangka asesmen nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metoode analisis konten terhadap 20 butir soal simulasi TKA Fisika. Soal simulasi dipilih karena hingga saat penelitian ini dilakukan, soal operasional resmi TKA Fisika SMA 2025 belum dirilis. Instrumen analisis dikembangkan berdasarkan kerangka asesmen TKA Fisika dengan mengelompokkan butir soal ke dalam tiga level kognitif, yaitu pemahaman, penerapan, serta analisis dan evaluasi, serta empat indikator keterampilan proses sains, meliputi keterampilan mengamati, mempertanyakan dan memprediksi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, serta menganalisis dan mengkomunikasikan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuntutan level kognitif soal simulasi didominasi oleh level penerapan (40%), diikuti oleh level analisis dan evaluasi (35%), serta pemahaman (25%). Ditinjau dari keterampilan proses sains, seluruh butir soal mengandung keterampilan mengamati serta mempertanyakan dan memprediksi (100%). Namun demikian, keterampilan menganalisis dan mengkomunikasikan data hanya muncul pada 20% butir soal, sedangkan keterampilan merencanakan dan melakukan penyelidikan tidak ditemukan. Penelitian ini masih terbatas pada soal simulasi sehingga belum merepresentasikan karakteristik soal operasional TKA Fisika. Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk menganalisis soal resmi TKA Fisika SMA 2025 guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tuntutan kognitif dan keterampilan proses sains, serta menelaah kesesuaiannya dengan kerangka asesmen TKA

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇