Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    ANALISIS PANDANGAN SISWA TERHADAP MATEMATIKA DAN KEPRIBADIAN GURU TERHADAP EFISIENSI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII D SMPN 1 MAJENE

    Get PDF
    Matematika sering kali dipandang sebagai mata pelajaran yang susah, menakutkan, dan  membosankan. Faktor ini disebabkan oleh pandangan siswa terhadap matematika dan kepribadian seorang guru. Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2024/2025 untuk mengetahui pandangan siswa terhadap matematika dan kepribadian seorang guru terhadap efisiensi belajar dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, jenis metode penelitian ini merupakan penelitian yang mengumpulkan data dalam bentuk narasi untuk menggambarkan fenomena yang diteliti. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara di SMPN 1 Majene, dengan melibatkan satu guru matematika dan 15 siswa kelas VII sebagai partisipan dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, (a) Stigma negatif siswa terhadap matematika merupakan masalah terbesar yang dihadapi guru. (b) Pemahaman siswa terhadap pembelajaran, khususnya matematika, juga dipengaruhi secara signifikan oleh sikap dan cara guru mengajar. Selain itu, pembelajaran harusnya membimbing siswa dalam memahami materi, bukannya membatasi dan mempersulit siswa. (c) Proses dan hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh sikap dan kepribadian guru serta pandangan siswa terhadap matematika

    PANGGUNG AJAIB ANGKA: PETUALANGAN MATEMATIKA DALAM TEATER PEMBELAJARAN ROLE PLAYING DI KELAS IV SD 38 JANNA-JANNAYA

    Get PDF
    Hasil belajar matematika siswa sekolah dasar masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang bersifat pasif dan kurang melibatkan siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode role playing terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD 38 Janna-Jannaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 16 siswa, dengan instrumen berupa soal pilihan ganda untuk pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 58,12 menjadi 85,18, serta peningkatan ketuntasan belajar dari 19% menjadi 87,5%. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa metode role playing berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa penerapan metode role playing tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berhitung, tetapi juga membangun kerja sama dan komunikasi antar siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini membuka peluang untuk studi lanjutan mengenai penerapan role playing pada materi matematika lainnya, pada jenjang pendidikan berbeda, atau dikombinasikan dengan media digital untuk mengoptimalkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran interaktif

    PENGEMBANGAN MEDIA TRIGONOMATCH CARD SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN DISPOSISI SISWA PADA PEMBELAJARAN TRIGONOMETRI

    Get PDF
    Trigonometri sering dianggap sulit oleh siswa karena konsepnya yang kompleks dan metode pengajaran yang monoton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat Kartu TrigonoMatch sebagai alat pembelajaran untuk meningkatkan disposisi matematis pada pembelajaran trigonometri. Diharapkan bahwa media ini akan dapat diandalkan dan berguna untuk pembelajaran trigonometri di sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan metodologi ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi) bersama dengan pendekatan R&D, yang difokuskan pada tahap pengembangan. Lembar validasi dan kuesioner kepraktisan digunakan sebagai instrumen penelitian. Validitas dihitung menggunakan rumus , sedangkan kepraktisan diukur dengan . Hasil dalam rentang 80%-100% dianggap "sangat valid" atau "sangat praktis." Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Kartu TrigonoMatch "sangat valid," dengan skor 95,71% dari ahli media dan 83,7% dari ahli materi. Uji kepraktisan menghasilkan 91,67% dari guru dan 81,6% dari siswa, yang dinilai "Sangat Praktis." Media ini meningkatkan motivasi, minat, dan pemahaman siswa terhadap trigonometri sambil memberikan pengalaman yang menarik dan interaktif. Keberhasilannya disebabkan oleh desainnya yang interaktif dan mampu menarik perhatian siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kartu TrigonoMatch memiliki dampak positif pada pembelajaran matematika dengan menyediakan alat yang inovatif dan menyenangkan, sehingga meningkatkan minat siswa terhadap matematika, khususnya trigonometri

    KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TIME TOKEN PADA SISWA KELAS VIII PONDOK PESANTREN DARUL FIQHI MERANGIN

    Get PDF
    Masalah yang ditemukan di kelas delapan menjadi pendorong untuk penelitian ini. Metode pembelajaran sebagian besar berpusat pada guru, yang mengakibatkan keterlibatan siswa pasif dan tingkat keterampilan komunikasi matematika yang buruk di antara siswa, menurut pengamatan dan wawancara. Penerapan teknik token waktu, model pembelajaran kooperatif, adalah salah satu cara yang mungkin untuk mengatasi kesulitan ini. Pendekatan Perbandingan Kelompok Statis, desain pra-eksperimental, digunakan dalam penyelidikan ini. Semua siswa kelas delapan di Pondok Pesantren Darul Fiqhi Merangin merupakan populasi untuk penelitian ini, dan pengujian awal dilakukan pada data populasi untuk memastikan kenormalan, homogenitas, dan kesetaraan rata-rata. Teknik pengambilan sampel secara acak merupakan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B yang merupakan kelompok eksperimen dan kelas VIII C yang merupakan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen adalah 64,69, menengahkan rata-rata kelompok kontrol adalah 53,19. Nilai t hitung sebesar 2,65 dan nilai t krusial sebesar 1,67 diperoleh dari analisis data menggunakan uji-t. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t krusial, hipotesis alternatif (H1) diterima dan hipotesis nol (H0) ditolak pada tingkat signifikansi α = 0,05. Dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran tradisional, dapat dikatakan bahwa siswa Pondok Pesantren Darul Fiqhi Merangin yang menggunakan strategi token time untuk pembelajaran kooperatif menunjukkan kemampuan komunikasi matematika yang lebih bagus

    Figurative Language Analysis in Devil May Cry V Original Soundtrack

    Get PDF
    This research aimed to find figurative language items from 12 types of figurative language from the source material in 4 different character theme songs. This research implements the qualitative research methods by collecting the data through the triangulation method and inductive data analysis which is based on Sugiyono's (2015). The data findings were collected through the song lyrics while taking note of the samples in the lyrics text and anatomizing differences in figurative type from the media finally, they were sorted into the checklist table to simplify the findings and classify types of figurative that are being used. The results showed that: 1) the number of figurative that are being used in 12 different figurative language types is 126 items with the first song having 45 items, the second song having 19 items, the third song has 40 items, and lastly the fourth song has 22 items. 2) from the first song to the fourth song there are similes with 1 item, personification with 21 items, metonymy with 19 items, apostrophe with 12 items, hyperbole with 26 items, synecdoche with 13, irony with 7 items, oxymoron with 10 items, antithesis with 6 items, alliteration with 8 items, and lastly paradox with 3 items. 3) the most used figurative language type in four songs is Hyperbole, which consists of 26 items. The fewest figurative language types used are similes with 1 item and can only be found in the first song. However, there is one figurative language type that is not included which is a metaphor

    Tindak Tutur pada Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII di SMPN 5 Bengkulu Tengah

    Get PDF
    Speech acts in learning are important because they are a means to educate, guide, and facilitate interaction between teachers and students. Forms of speech acts have contextual meanings aimed at understanding the meaning conveyed by the teacher. The purpose of this research is to describe the forms of locutionary, locutionary, and perlocutionary speech acts in the interaction between teachers and students in learning Indonesian by 18th grade students of SMPN 15 Bengkulu Tengah. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The data sources are teachers and students of class VIII of SMPN l5 lBengkulu lTengah. The data collection technique uses observation and documentation techniques. The researcher uses a research instrument in the form of a speech act classification table based on an observation table containing categories or outlines of research data and documentation in the form of audio visual recordings of teacher interactions with students in the classroom. Then the data analysis uses the following stages: recording, recording, coding, grouping data, analyzing, and presenting conclusions. The results of the study show that: (1) The locutionary speech acts that appear are in the form of notification speech. Without any intention or purpose in the communication, it is only for telling a story or simply informing. (2) The locutionary speech acts are of five types that were studied, including expressive, declarative, expressive, directive, and commissive. l As for locutionary speech acts, the dominant form of the locutionary act appears in the form of an opinion-expressing function, in the locutionary speech act, the dominant form of the locutionary act appears in the form of a prohibiting function, in the locutionary speech act, the dominant form of the locutionary act appears in the form of annoyance function, in the locutionary speech act, the dominant form of the locutionary act appears in the form of a commanding function, and in the locutionary speech act, the dominant form of the locutionary act appears in the form of a threatening function; and l (3) Perlocutionary speech acts aim to influence the speech interlocutor and have an effect. In this research, the perlocutionary speech acts that emerge are not only in the form of utterances but also actions in the form of movements of the teacher's body parts as signals that can be directly understood by students.Tindak ltutur ldalam lpembelajaran lpenting lkarena lmerupakan lsarana luntuk lmendidik, lmembimbing, ldan lmemperlancar linteraksi lantara lguru ldan lsiswa. lBentuk-bentuk ltindak ltutur lmempunyai lmakna-makna lyang lkonteksnya lbertujuan luntuk lmemahami lmaksud lyang ldisampaikan loleh lguru. lTujuan lpenelitian lini luntuk lmendeskripsikan lbentuk ltindak ltutur llokusi, lilokusi, ldan lperlokusi lpada linteraksi lantara lguru ldan lsiswa ldalam lpembelajaran lBahasa lIndonesia lsiswa lkelas lVIII lSMPN l5 lBengkulu lTengah. lPenelitian lini lmenggunakan lmetode ldeskriptif ldengan lpendekatan lkualitatif. lSumber ldatanya lguru ldan lsiswa lkelas lVIII lSMPN l5 lBengkulu lTengah. lTeknik lpengumpulan ldata lmenggunakan lteknik lobservasi ldan ldokumentasi. lPeneliti lmenggunakan linstrumen lpenelitian lberupa ltabel lklasifikasi ltindak ltutur lberpedoman lpada ltabel lobservasi lyang lmemuat lkategori latau lgaris-garis lbesar ldata lpenelitian ldan ldokumentasi lberupa lrekaman laudio lvisual linteraksi lguru ldengan lsiswa ldi lkelas. lKemudian lanalisis ldata lmenggunakan ltahapan-tahapan lantara llain: lperekaman, lmencatat, lmemberi lkode, lmengelompokkan ldata, lmenganalisis, ldan lmenyajikan lkesimpulan. lHasil lpenelitian lmenunjukkan lbahwa: l(1) lTindak ltutur llokusi lyang lmuncul lberupa ltuturan lpemberitahuan. lTanpa lmaksud ldan ltujuan ldalam lkomunikasi ltersebut, lhanya luntuk lbercerita latau lsekedar lmemberitahukan. l(2) lTindak ltutur lilokusi lini lada l5 ljenis lyang lditeliti lantara llain lasertif, ldeklaratif, lekspresif, ldirektif, ldan lkomisif. l lAdapun ltindak ltutur lilokusi lbentuk lasertif lyang ldominan lmuncul lberupa lfungsi lmengemukakan lpendapat, lpada ltindak ltutur lilokusi lbentuk ldeklaratif lyang ldominan lmuncul lberupa lfungsi lmelarang, lpada ltindak ltutur lilokusi lbentuk lekspresif lyang ldominan lmuncul lberupa lfungsi lkesal, lpada ltindak ltutur lilokusi lbentuk ldirektif lyang ldominan lmuncul lberupa lfungsi lmemerintah, ldan lpada ltindak ltutur lilokusi lbentuk lkomisif lyang lmuncul lberupa lfungsi lmengancam; ldan l(3) lTindak ltutur lperlokusi lbertujuan lmempengaruhi llawan ltutur ldan lberefek. lPada lpenelitian lini ltindak ltutur lperlokusi lyang lmuncul ltidak lhanya lberupa ltuturan ltetapi lada ltindakan lberupa lgerakan langgota ltubuh ldari lguru lsebagai lisyarat lyang lbisa llangsung ldipahami loleh lsisw

    Efektivitas Fabula-Sjuzet Membentuk Defamiliarisasi dalam Kumpulan Cerpen Penulis Sumut Pasar Cerita Amaliun

    Get PDF
    Narrative structure plays a crucial role in the effectiveness of short stories, which must convey meaning within limited narrative space. This study aims to analyze the narrative structure of Pasar Cerita Amaliun, an anthology of short stories by North Sumatran writers, focusing on the relationship between fabula, sjuzet, and defamiliarization techniques. The research adopts a qualitative approach using descriptive-analytic methods. Data were collected through close reading of eleven selected short stories. The research instrument consisted of analytical categories assessing three aspects: clarity of fabula, complexity of sjuzet, and intensity of defamiliarization. Data analysis was conducted through narrative classification supported by simple quantitative tabulation. The findings reveal that most stories possess strong fabula, but only a few manage their sjuzet effectively. The short story “Celak Bu Haji untuk Dua Menantu” exemplifies the ideal synergy between fabula, sjuzet, and defamiliarization, producing a cohesive and aesthetically impactful reading experience. These results highlight the importance of narrative innovation and defamiliarization strategies to enhance the aesthetic quality of short fiction.Struktur naratif memegang peran penting dalam efektivitas penceritaan cerita pendek yang terbatas ruang naratifnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur naratif dalam antologi Pasar Cerita Amaliun, kumpulan cerpen karya penulis Sumatera Utara, dengan menyoroti relasi antara fabula, sjuzet, dan teknik defamiliarisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan dekat (close reading) terhadap sebelas cerpen. Instrumen penelitian berupa kategori analisis terhadap tiga aspek: kejelasan fabula, kompleksitas sjuzet, dan intensitas defamiliarisasi. Teknik analisis dilakukan melalui klasifikasi naratif yang dipadukan dengan tabulasi kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar cerpen memiliki kekuatan pada aspek fabula, namun hanya sebagian yang menunjukkan pengelolaan sjuzet yang efektif. Cerpen “Celak Bu Haji untuk Dua Menantu” menjadi contoh ideal sinergi antara fabula, sjuzet, dan defamiliarisasi, menghasilkan pengalaman membaca yang kuat dan utuh. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi naratif dan pemanfaatan defamiliarisasi untuk meningkatkan daya estetika cerita pendek

    Pengembangan Booklet Materi Invertebarata Kelas X Berdasarkan Keanekaragaman Makroinvertebrata di Sungai Ketahun

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan bahan ajar Booklet Invertebrata di Sungai Ketahun Provinsi Bengkulu, ditinjau dari kelayakan materi dan media. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) terdiri dari dari lima tahapan yang disesuaikan dengan kebutuhan peneliti. Langkah-langkah yang digunakan pada penelitian terdiri dari potensi dan masalah, pengumpulan data,  desain produk, validasi desain, dan revisi desain. Uji Kelayakan Booklet Invertebrata dilakukan oleh tiga validator yaitu ahli media, ahli materi dan ahli bahan ajar. Validasi Booklet menggunakan instrumen yaitu lembar validasi. Booklet Invertebrata didesain berdasarkan analisis kompetensi dasar merujuk pada K-13. Hasil validasi menunjukkan bahwa rerata persentase Booklet berdasarkan keanekaragaman Makroinvertebrata di kawasan Sungai Ketahun ini sebesar 86,50% (sangat layak). Berdasarkan hasil tersebut, Booklet Invertebrata yang dikembangkan ini layak untuk diuji cobakan sebagai bahan ajar materi invertebrata kelas X pada tingkat Sekolah Menengah Atas

    A Analisis Integrasi Computational Thinking pada Perkuliahan Biomolekul

    No full text
    Di era Revolusi Industri 4.0, keterampilan berpikir komputasi (Computational Thinking/CT) menjadi kompetensi esensial bagi mahasiswa dalam memahami konsep biomolekul yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi CT dalam perkuliahan biomolekul serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap empat dosen pengampu mata kuliah biomolekul di dua perguruan tinggi negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun CT telah diakui sebagai bagian dari kebijakan pendidikan tinggi, penerapannya dalam perkuliahan biomolekul masih terbatas. Sebagian dosen telah mencoba menerapkan strategi seperti dekomposisi masalah dan analisis pola dalam reaksi biokimia, namun hambatan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman terhadap implementasi CT serta keterbatasan fasilitas pendukung seperti laboratorium dengan teknologi simulasi. Selain itu, evaluasi terhadap keterampilan CT mahasiswa dalam soal ujian masih bersifat implisit dan belum diukur secara sistematis. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi dosen serta inovasi dalam metode pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitas integrasi CT dalam perkuliahan biomolekul.Di era Revolusi Industri 4.0, keterampilan berpikir komputasi (Computational Thinking/CT) menjadi kompetensi esensial bagi mahasiswa dalam memahami konsep biomolekul yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi CT dalam perkuliahan biomolekul serta tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap empat dosen pengampu mata kuliah biomolekul di dua perguruan tinggi negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun CT telah diakui sebagai bagian dari kebijakan pendidikan tinggi, penerapannya dalam perkuliahan biomolekul masih terbatas. Sebagian dosen telah mencoba menerapkan strategi seperti dekomposisi masalah dan analisis pola dalam reaksi biokimia, namun hambatan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman terhadap implementasi CT serta keterbatasan fasilitas pendukung seperti laboratorium dengan teknologi simulasi. Selain itu, evaluasi terhadap keterampilan CT mahasiswa dalam soal ujian masih bersifat implisit dan belum diukur secara sistematis. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi dosen serta inovasi dalam metode pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitas integrasi CT dalam perkuliahan biomolekul

    KONTRIBUSI PEMBINA PANTI DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN SPIRITUAL REMAJA DI PANTI ASUHAN AL KABIIRU KOTA MAKASSAR

    Get PDF
    Bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan, peran pembina menjadi faktor utama dalam pengembangan kecerdasan spiritual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pembina Panti Asuhan Al Kabiiru Kota Makassar dalam meningkatkan kecerdasan spiritual remaja melalui berbagai metode pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memahami strategi pembinaan yang diterapkan serta dampaknya terhadap perkembangan spiritual remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembina panti menerapkan empat metode utama dalam meningkatkan kecerdasan spiritual, yaitu melalui pendidikan agama tambahan, pembiasaan pola hidup Islami, pembentukan akhlak mulia, serta pemberian kasih sayang. Meskipun program pembinaan berjalan dengan baik, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, faktor alamiah, serta tantangan dalam perilaku remaja. Namun, dengan pendekatan yang sabar, strategi yang tepat, dan lingkungan yang mendukung, pembina panti tetap berupaya membimbing anak asuh menuju perkembangan spiritual yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai peran pembina panti dalam membentuk generasi muda yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi serta nilai-nilai moral yang kuat

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇