Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
FACTORS CONTRIBUTING ONLINE GAMBLING AMONG UNIVERSITY STUDENTS IN BENGKULU CITY
Online gambling has become an increasingly troubling phenomenon in society, particularly among university students. This study investigated the contributing factors and mitigation efforts related to online gambling crimes among university students in Bengkulu City. The research employed a qualitative methodology, utilising in-depth interviews and analysis to collect and examine data. The data sources for this study were university students in Bengkulu City who are directly involved in online gambling. Informants were selected using purposive sampling principles. The findings of this research indicate that there are numerous types of gambling websites on the internet. The initial exposure of students to online gambling often occurred through interactions with fellow students, whether on the same campus or living together with those already familiar with and involved in online gambling. Additionally, other factors contribute to their continued participation in online gambling.
Keywords: Factors Contributing, Online Gambling, University Student
Environmental Impact of Slaughterhouse Waste and Technology-Based Processing Solutions: Dampak Lingkungan Limbah Rumah Potong dan Solusi Pengolahan Berbasis Teknologi
Slaughterhouses (RPH), where animals are processed for meat, generate various types of waste including blood, animal feces, and remnants from meat cutting. If not managed properly, these waste products can lead to serious environmental problems such as pollution of water, air, and soil, along with adverse effects on human health and ecosystems. The aim of this paper is to explore and assess the environmental impacts resulting from slaughterhouse operations and to identify eco-friendly technologies for managing this waste. This article examines the different types of waste generated during animal processing, evaluates the environmental consequences, and presents technological solutions that can help mitigate these issues. Techniques such as biogas production, anaerobic treatment of wastewater, and conversion of solid waste into valuable products are discussed as effective methods to minimize negative effects and enhance the sustainability of slaughterhouse operations. Implementing these technology-driven waste management approaches is crucial for achieving long-term environmental and economic benefits
Peningkatan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Bermain Peran di KB Ceria Hati: Sosial Emosional, Bermain Peran, Anak Usia Dini
Kemampuan sosial emosional merupakan aspek penting yang harus dikembangkan sejak usia dini karena berkaitan langsung dengan kesiapan anak dalam menghadapi kehidupan sosial dan pembelajaran lebih lanjut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia dini melalui penerapan kegiatan bermain peran di KB Ceria Hati, yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan mengacu pada model Penelitian Tindakan Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek kegiatan ini adalah 15 anak kelompok usia 3–4 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi perilaku anak selama kegiatan, catatan anekdot untuk mencatat respons spontan, serta wawancara dengan guru dan orang tua guna memperoleh informasi pendukung terkait perubahan yang terjadi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam aspek sosial emosional anak, khususnya dalam hal kemampuan mengelola emosi, membangun hubungan sosial yang positif, serta menunjukkan empati dan kerja sama. Pada tahap pra-siklus, mayoritas anak berada pada kategori “Belum Berkembang”, namun setelah intervensi melalui kegiatan bermain peran yang menarik dan sesuai minat anak, peningkatan terjadi secara bertahap hingga beberapa anak mencapai kategori “Berkembang Sangat Baik” pada siklus kedua. Kegiatan bermain peran terbukti menjadi metode pembelajaran yang menyenangkan, efektif, dan bermakna dalam menstimulasi perkembangan sosial emosional anak. Program ini juga menunjukkan pentingnya keterlibatan guru secara aktif dan penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.Social-emotional skills are a crucial aspect that must be developed from an early age, as they are directly related to a child's readiness to engage in social life and further learning. This community service activity aims to enhance the social-emotional abilities of early childhood students through the structured and continuous implementation of role-playing activities at KB Ceria Hati. The approach used refers to Kurt Lewin's Action Research model, which consists of four stages: planning, action, observation, and reflection, conducted over two cycles.The subjects of this activity were 15 children aged 3–4 years. Data collection techniques included behavioral observation during the activities, anecdotal records to capture spontaneous responses, and interviews with teachers and parents to gather supporting information on observed changes.
The results of the activity showed a significant improvement in the children's social-emotional aspects, particularly in their ability to manage emotions, build positive social relationships, and demonstrate empathy and cooperation. In the pre-cycle phase, most children were in the "Not Yet Developed" category. However, following the intervention through engaging role-playing activities aligned with the children's interests, gradual improvement was observed, with several children reaching the "Very Well Developed" category by the second cycle.Role-playing activities proved to be a fun, effective, and meaningful learning method to stimulate social-emotional development in young children. This program also highlighted the importance of active teacher involvement and the use of learning methods tailored to the developmental characteristics of early childhood learners
Optimization and Physical Stability of Toothpaste Preparations Essential Oils of Thyme (Thymus Vulgaris L.) and Peppermint (Mentha piperita L.) With SLD (Simple Latix Design)
Thymus vulgaris L. essential oil contains the active compound thymol which has the potential as an antimicrobial, and peppermint essential oil contains menthol which has the potential to reduce the growth of Streptococcus mutans microorganisms. Based on the properties of these two ingredients, it is formulated in the form of toothpaste preparations. Methods method used quantitative research with laboratory experimental research Design using SLD (Simple Latix Design) with varying concentrations of Na CMC and SLS. SLD results results of 8 formulas obtained the optimum formula at a concentration of 1% NaCMC and 2% SLS and a result of 1,000. desirabiliti 1.000. Predictions based on SLD obtained a viscosity test of 21364.2 cPs, pH 9.00303, spreadability 4.3021 cm, and spreadability 4.3021 cm. Spreadability 4.3021 cm, foam height 12.6535 mm and One sample t test results (p>0.05) showed the results were not significantly different. showed the results were not significantly different. The results of the stability test for 3 cycles were tested organoleptical test has a white color, a distinctive smell of mint, a semi-solid texture and does not change for 3 cycles. changes for 3 cycles, ph test, spreadability test, foam height test and voiscosity test show results in accordance with the requirements based on the One Way ANOVA test results show (p>0.05) which means the results are not significantly different for 3 cycles. means the results are not significantly different for 3 cycles. In conclusion, all formulasin this study meet the required criteria for toothpaste preparations and the most optimum paste consistency is the Na variation. The most optimum paste consistency is the variation of Na CMC 1% and SLS 2%
STRATEGI PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA GUNUNG BATU MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA GUNUNG BESAR KECAMATAN ARMAJAYA
Desa Gunung Besar, salah satu desa di Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara memiliki potensi daya tarik wisata berupa atraksi alam yakni, Gunung Batu. Daya tarik wisata Gunung Batu menawarkan keindahan panorama yang terbentang dengan berbagai referensi kegiatan yang dapat dilakukan seperti berswafoto, berkemah, dan lain sebagainya. Salah satu Upaya untuk meningkatkan sektor pariwisata yaitu dengan memberikan pemahaman kepada seluruh warga tentang Pengembangan Daya Tarik Wisata Gunung Batu Melalui Pemberdayaan Masyarakat Desa Gunung Besar, Kecamatan Armajaya, Bengkulu Utara. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah dengan sosialisasi strategi pengembangan Daya tarik wisata Gunung Batu dengan harapan, Masyarakat memiliki pemahaman akan pariwisata dan menimbulkan kepedulian serta pengelolaan Daya tarik wisata Gunung Batu agar menjadi daya tarik wisata yang dapat bersaing di masa yang akan datang
SOSIALISASI PEMBUATAN KOMPOS DARI SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN MINI KOMPOSTER DI KELURAHAN SAWAH LEBAR
Persoalan sampah rumah tangga menjadi hal yang urgen untuk diselesaikan. Penumpukan sampah rumah tangga pada tempat penampungan akhir (TPA) yang mengakibatkan persoalan lingkungan, pembakaran sampah rumah tangga yang dilakukan oleh penghuni untuk mengurangi tumpukan sampah juga mengakibatkan persoalan lingkungan. Solusi dalam masalah tersebut adalah dengan memanfaatkan sampah menjadi benda yang berguna untuk digunakan dalam peningkatan lahan pekarangan yaitu sebagai pupuk kompos. Dengan perubahan dari sampah menjadi pupuk kompos, maka pekarangan dapat dikembangkan menjadi tempat yang berguna bagi peningkatan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Selain itu, pengembangan pekarangan dengan penghijauan sekaligus meningkatkan kualitas udara yang lebih baik. Target luaran adalah hasil publikasi berupa jurnal atau media online. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi pembuatan kompos dari sampah organik menggunakan mini komposter di Kelurahan Sawah Lebar Baru
Pengaruh Latihan 8-point star drill terhadap ketepatan shooting pemain futsal putri di klub abhiseva kota bengkulu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh latihan 8-point Star drill terhadap ketepatan shooting pemain futsal putri di klub Abhiseva Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan desain One group pretest-postest design. Populasi pada penelitian ini berjumlah 20 orang. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling yang sampelnya berjumlah 20 pemain. Instrumen yang digunakan adalah tes dan pengukuran menggunakan tes ketepataan shooting. Berdasarkan hasil uji hipotesis nilai t hitung 15,94 > t tabel 1.729 sehingga hal tersebut menunjukan Ha diterima yang berarti bahwa ada pengaruh latihan 8-point Star drill terhadap ketepatan shooting pemainfutsal putri di klub Abhiseva Kota Bengkulu.
Abstract.
This study aims to determine the effect of 8-point Star drill on the shooting accuracy of women's futsal players at the Abhiseva club, Bengkulu City. This study uses the experimental method and design of One group pretest-postest design. The population in this study is 20 people. This study uses a total sampling technique whose sample is 20 players. The instruments used are tests and measurements using a shooting accuracy test. Based on the results of the hypothesis test, the t-value is calculated at 15,94 > t, the table is 1,729, so that it shows that Ha is accepted, which means that the effect of the 8-point Star drill on the shooting accuracy of women's futsal players at the Abhiseva club, Bengkulu City
Efek Basic dan Alternating Foot Skipping terhadap Daya Tahan Kardiovaskular Atlet Atletik Nomor Lari
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedua variasi dari metode latihan skiping, yaitu antara Basic foot skipping dan alternating foot skipping. Metode penelitian quasi experiment dipakai dalam penelitian ini dan berjenis kuantitatif. Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini yaitu Bleep Test. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 18 atlet yang merupakan keseluruhan sampel. Populasi dalam penelitian ini merupakan atlet atletik nomor lari di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Hasilnya, kedua metode latihan berkontribusi dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskular atlet, dengan kelompok Alternating Foot Skipping menunjukkan peningkatan lebih banyak ke kategori Sangat Baik dibandingkan Basic Skipping. Namun, berdasarkan uji statistik, tidak ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa salah satu latihan lebih efektif dibandingkan yang lain dalam meningkatkan daya tahan kardiovaskular, Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua variasi latihan dapat diterapkan dalam program pelatihan untuk atlet lari, namun pilihan latihan sebaiknya disesuaikan dengan preferensi dan tujuan spesifik atlet untuk mencapai hasil optimal agar dapat menyasar pula ke hal-hal dominan untuk nomor lari.
Abstract
This study aims to compare two variations of the skipping training method, namely basic foot skipping and alternating foot skipping. The quasi-experimental research method was used in this study and is quantitative. The instrument used in this study was the Bleep Test. The population in this study was 18 athletes who were the entire sample. The population in this study were athletic athletes in the running category in Bone Bolango Regency, Gorontalo Province. As a result, both training methods contributed to increasing the cardiovascular endurance of athletes, with the Alternating Foot Skipping group showing a greater increase to the Very Good category compared to Basic Skipping. However, based on statistical tests, there is insufficient evidence to state that one exercise is more effective than the other in increasing cardiovascular endurance. This study shows that both variations of training can be applied in training programs for running athletes, but the choice of training should be adjusted to the preferences and specific goals of the athlete to achieve optimal results in order to also target the dominant things for the running numbe
Meningkatkan Hasil Pembelajaran Sepak Bola Menggunakan Metode Fun Game Pada Siswa Sekolah Dasar Sumberejo 2
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pembelajaran sepak bola pada siswa sekolah dasar Sumberejo 2 melalui penerapan metode fun game. Dalam pembelajaran sepak bola banyak siswa yang merasa kurang tertarik dan kesulitan dalam memahami teknik-teknik dasar yang diajarkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas dengan penerapan 2 siklus. Subjek penelitian ini yaitu siswa sekolah dasar Sumberejo 2 dengan jumlah yaitu 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil siklus I yaitu 19 siswa (63,33%) dinyatakan tuntas, sedangkan siklus II diperoleh 26 siswa (86,67%). Sehingga kesimpulannya yaitu metode fun game terbukti efektif meningkatkan hasil belajar yang menyenangkan dan mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan olahraga sepakbola. Dengan demikian, metode fun game dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sepak bola di tingkat Sekolah Dasar.
Abstract
This study aims to improve the learning outcomes of soccer in elementary school students of Sumberejo 2 through the application of the fun game method. In learning soccer, many students feel less interested and have difficulty in understanding the basic techniques taught. The research method used is Classroom Action Research with the application of 2 cycles. The subjects of this study were elementary school students of Sumberejo 2 with a total of 30 students. The results of the study showed that the results of cycle I, namely 19 students (63.33%) were declared complete, while cycle II obtained 26 students (86.67%). So the conclusion is that the fun game method has proven to be effective in improving enjoyable learning outcomes and encouraging students to be more active in participating in soccer sports activities. Thus, the fun game method can be used as an alternative to improve the quality of soccer learning at the Elementary School leve
Pengenalan Teknik Dasar Laboratorium terhadap Siswa-Siswi MA Asy-Syafi’iyah Kendari di Laboratorium Unit Kimia UPT Lab. Terpadu Universitas Halu Oleo
Implementasi kurikulum merdeka belajar dapat dilakukan dengan kerjasama antara pihak Universitas dan SMA sederajat dalam mencapai cita-cita kebijakan merdeka belajar yaitu mewujudkan pendidikan berkualitas yang berfokus pada pengembangan kompetensi dasar dan pendidikan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Salah satu metode untuk merealisasikan pendidikan yang berkualitas adalah melalui proses metode ilmiah yang dapat dilakukan siswa dalam pembelajaran kimia dengan sarana laboratorium kimia. UPT Laboratorium Terpadu Unit Laboratorium Kimia UHO melakukan kerjasama dengan MA Asy-Syafi’iyah Kendari dalam rangka memberikan pengalaman kepada siswa tentang bagaimana melakukan praktikum di Laboratorium sebagai implementasi kurikulum merdeka belajar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ekspositori (ceramah) dan demonstrasi (praktikum), serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para siswa-siswi MA Asy-Syafi’iyah Kendari sebagai peserta dalam menambah pengetahuan tentang materi praktikum pengenalan alat bahan, pembuatan larutan dan reaksi asam basa. Hal tersebut dapat terlihat dari hasil analisis n-Gain sebesar 0,32 dimana nilai tersebut masuk dalam kategori lompatan nilai sedang yang menunjukkan bahwa pelatihan cukup memperlihatkan dampak yang signifikan