Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Fortifikasi Pakan Ikan Berbasis Limbah Pertanian Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus): Fortifikasi Pakan Ikan Berbasis Limbah Pertanian Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus)

    No full text
    The development of fish feed fortification technology based on agricultural waste is one of the potential solutions to reduce feed production costs. Fish feed fortification can be derived from animal and plant sources, provided that the fortification ingredients contain protein, carbohydrates, fat, and other nutrients. Rice bran, an agricultural by-product, contains carbohydrates that can be utilized as raw material in fish feed formulation. The objective of this study was to analyze the effect of fortified fish feed made from silk worm meal and fish meal fortified with rice bran waste on the growth and yield of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus). The research method employed a Completely Randomized Block Design (CRBD) with four treatments, namely: A (2.25% tapioca flour + 0.75% rice bran flour), B (2% tapioca flour + 1% rice bran flour), C (1.5% tapioca flour + 1.5% rice bran flour), and D (0.75% tapioca flour + 2.25% rice bran flour). Each treatment was replicated three times, resulting in a total of 12 experimental units. The results showed that treatment D (0.75% tapioca flour + 2.25% rice bran flour) was the best artificial feed formulation for Sangkuriang catfish grow-out, as indicated by higher absolute length gain, absolute weight gain, survival rate, and feed conversion ratio. The nutritional content of treatment D feed formulation (1:3), consisting of 0.75% tapioca flour + 2.25% rice bran flour, was 1.85% carbohydrate, 12.79% fat, and 31.01% protein.Pengembangan teknologi fortifikasi pakan ikan berbasis limbah pertanian adalah salah satu solusi yang bisa diupayakan dalam menekan biaya produksi pakan. Fortifikasi pakan ikan bersumber dari hewani dan tumbuhan, dengan syarat bahan fortifikasi harus mengandung protein, karbohidrat, lemak, dan sumber nutrisi lainnya. Limbah pertanian dedak padi mengandung karbohidrat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku formulasi pakan ikan. Tujuan penelitian ini menganalisa pengaruh fortifikasi pakan ikan berbahan tepung cacing sutra dan tepung ikan yang difortifikasi dengan limbah pertanian dedak padi untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil lele sangkuriang. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan meliputi: A. (2,25% tepung tapioka+ 0,75% tepung dedak padi), B. (2% tepung tapioka + 1% tepung dedak padi), C. (1,5% tepung tapioka +1,5% tepung dedak padi), D. (0,75% tepung tapioka + 2,25% tepung dedak padi). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh total satuan percobaan sebanyak 12 unit. Tahapan penelitian meliputi: pembuatan pakan, analisis kandungan nutrisi pakan, pembuatan kontruksi kolam terpal, penebaran benih ikan, pemberian pakan selama 60 hari penelitian, pengamatan panjang lele, pertumbuhan lele, kelangsungan hidup, kualitas air, dan panen. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D (0,75% tepung tapioka + 2,25% tepung dedak padi) merupakan formulasi pakan buatan terbaik untuk pembesaran ikan lele sangkuriang yang ditunjukkan pada tingginya pertambahan panjang mutlak, berat mutlak, tingkat kelangsungan hidup dan konversi pakan. Kandungan nutrisi pada formulasi pakan ikan perlakuan D (1:3) yaitu 0,75% tepung tapioka + 2,25% tepung dedak padi, masing masing sebesar 1,85% karbohidrat, 12,79% lemak, 31,01% protein. KATA KUNCI: Nutrisi; limbah pertanian; pertumbuhan; kelangsungan hidup; efisiensi paka

    Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Berbantuan Media Handout Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Struktur Atom Kelas X SMA

    Get PDF
    This study aims to determine the effect of implementing the inquiry learning model assisted by handout media to improve student learning outcomes in atomic structure material for class X of SMA Negeri 1 Girsang Sipanganbolon. The type of research used is a quasi-experimental study with a pretest-posttest control group design. The research subjects consisted of two classes, namely the experimental class that received learning with inquiry learning models assisted by handout media and the control class that received conventional learning. The research instrument was a learning outcome test given before and after treatment. Data were analyzed using t-test and N-Gain calculations. The results showed that the average pretest scores of both classes were relatively the same. After learning, the average post-test score of the experimental class increased higher than the control class. The average N-Gain score of the experimental class was at 54% in the quite effective category, while the control class was at 21% in the ineffective category. The results of the t-test showed a significance value of p <0.05, which means there was a significant difference between the learning outcomes of the two classes. Thus, it can be concluded that the application of the inquiry learning model assisted by handouts improves student learning outcomes in atomic structure.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran inqury berbantuan media handout untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi struktur atom kelas X SMA Negeri 1 Girsang Sipanganbolon.  Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan model model pembelajaran inqury berbantuan media handout dan kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji t dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest kedua kelas relatif sama. Setelah pembelajaran, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen berada pada angka 54% kategori cukup efektif, sedangkan kelas kontrol berada pada angka 21% kategori tidak efektif. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar kedua kelas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model model pembelajaran inqury berbantuan media handout untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi struktur atom &nbsp

    Peralihan Bahan Bakar Cofiring Batubara - Biomassa untuk Mengurangi Dampak Lingkungan: Studi Kasus PLTU Bukit Asam, Sumatera Selatan

    Get PDF
    This study explores the implementation of coal and biomass co-firing at the Bukit Asam Power Plant in South Sumatra as a strategy to reduce the environmental impact of coal usage. Indonesia's coal resources are estimated to reach 104 billion tons, with domestic production in 2010 amounting to 240 million tons. The majority of coal is used for electricity generation, but global demand has experienced fluctuations, with declines in developed countries but significant growth in Asian countries. Coal, as a fossil fuel, has negative impacts on health and the environment, prompting the search for cleaner solutions like co-firing. Co-firing is the process of burning a mixture of coal and biomass, aimed at reducing greenhouse gas and pollutant emissions. The Bukit Asam Power Plant utilizes various types of biomass, such as rice husks and palm oil waste, with the appropriate biomass ratio for operational efficiency. This research shows that co-firing can significantly reduce CO₂, SO₂, and NOₓ emissions, as well as provide local economic benefits by empowering communities through biomass utilization. These findings are relevant to Indonesia's energy and environmental policies, supporting the transition towards more sustainable energy, and providing recommendations for policymakers in developing climate change mitigation strategies in the energy sector.Studi ini mengeksplorasi implementasi cofiring batubara dengan biomassa di PLTU Bukit Asam, Sumatera Selatan, sebagai strategi untuk mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan batubara. Sumber daya batubara Indonesia diperkirakan mencapai 104 milyar ton, dengan produksi domestik pada tahun 2010 sebesar 240 juta ton. Sebagian besar batubara digunakan untuk pembangkit listrik, tetapi permintaan global mengalami fluktuasi, dengan penurunan di negara maju namun pertumbuhan signifikan di negara-negara Asia. Batubara sebagai bahan bakar fosil memiliki dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan, mendorong pencarian solusi yang lebih bersih seperti cofiring.    Cofiring adalah proses pembakaran campuran batubara dan biomassa, yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca dan polutan. PLTU Bukit Asam menggunakan berbagai jenis biomassa, seperti sekam padi dan limbah kelapa sawit, dengan rasio biomassa yang tepat untuk efisiensi operasional. Penelitian ini menunjukkan bahwa cofiring dapat mengurangi emisi CO₂, SO₂, dan NOₓ secara signifikan, serta memberikan manfaat ekonomi lokal dengan memberdayakan komunitas melalui pemanfaatan biomassa. Temuan ini relevan dengan kebijakan energi dan lingkungan Indonesia, mendukung transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan, dan memberikan rekomendasi bagi pengambil keputusan dalam mengembangkan strategi mitigasi perubahan iklim di sektor energi

    Keterampilan Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Layanan Pembelajaran (Studi Kasus Di SMA Negeri 3 Mukomuko)

    No full text
    The description of this research are to : 1) Know conceptual skill, 2) human relationship skill, and 3) technical skill of  principal in improving the quality of  learning services in state Senior High school 3 Mukomuko. The researcher uses a qualitative descriptive research design, with the type of case study research. The source of data in the research are school principal, vice principal for curriculum affairs and teachers. The technique of collecting data are through observation, interviews and documents studies. The technique of analyzing the data that is used in this research has four stages, namely data collection, data reduction, data presentation and the last step is drawing conclusions and verification. The conclusions of this research are : 1) the principal has the concept that quality improvement can be achieved with the support of the right strategy and accuracy in making decisions, in planning work programs. 2). As a leader who is skilled in collaborating with others, the principal has been able to establish good communication, give appreciation to outstanding subordinates, create a comfortable work atmosphere, provide role models to subordinates, provide guidance in carrying out tasks and involve teachers in making various decisions. 3) the principal has been fully responsible for the supervision process and is directly involved in efforts to provide assistance to teachers in classroom management, as a form of technical skill ability

    MEDIA INTERAKTIF DIGITAL SMART APPS CREATOR SEBAGAI SARANA MENINGKATKAN FRACTION SKILL SISWA PADA KELAS IV: Indonesia

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran interaktif digital berbasis Smart Apps Creator (SAC) dalam meningkatkan keterampilan pecahan peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental, yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelas IV A sebagai kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan media SAC, dan kelas IV B sebagai kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Sebelum diimplementasikan pada kelompok eksperimen, media pembelajaran terlebih dahulu melalui proses validasi oleh para ahli guna memastikan kelayakan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan instruksional. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan nilai N-Gain sebesar 0,79 yang tergolong kategori tinggi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh nilai N-Gain sebesar 0,68. Hasil uji-t mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p < 0,001). Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Smart Apps Creator efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep pecahan serta berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan media pembelajaran interaktif digital berbasis Smart Apps Creator (SAC) dalam meningkatkan keterampilan pecahan (fraction skill) siswa kelas IV Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap materi pecahan serta keterbatasan media pembelajaran interaktif yang digunakan di sekolah. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design, melibatkan dua kelas, yaitu kelas IV A sebagai kelas eksperimen yang menggunakan media SAC, dan kelas IV B sebagai kelas kontrol yang menggunakan media konvensional. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan sangat layak, dengan skor validasi dari ahli materi (92%), ahli media (86%), dan praktisi (96%). Analisis hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,79, yang termasuk dalam kategori tinggi, dibandingkan dengan kelompok kontrol yang memiliki N-Gain sebesar 0,68. Hasil uji-t juga menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p < 0,001). Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif digital Smart Apps Creator efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada materi pecahan. Media ini dinilai layak secara konten, desain, dan implementasi, serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar

    Itu Kearifan Lokal Dalam Tradisi Cuci Kampung Pada Masyarakat Serawai Di Kabupaten Bengkulu Selatan

    No full text
    The purpose of this research is to explore and describe local wisdom in the tradition of washing the village from adultery, fights and accidents, in the Serawai community in South Bengkulu and to find and interpret local wisdom in the washing village culture in the Serawai community in Bengkulu Regency. South. The research method used in this study is qualitative, leading to an ethnographic approach that emphasizes the process of interpreting the cultural phenomena of a society. Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation. The results of this study are that washing the village is a tradition that is carried out in cases of adultery, fights and accidents in the Serawai ethnic community in South Bengkulu. In the implementation process, washing the village is carried out by preparing the tools and materials that have been set, as well as slaughtering chickens and goats and making jambar. This tradition is prepared and carried out at the scene or it can also be at the village hall and in the field. When the banquet is held according to this tradition, young people may not attend but must be parents aged 40 years and over, all food at the banquet may not be taken home but must be eaten during the banquet. The village washing tradition contains local wisdom values, including harmonization, morality, deterrent effect, mutual respect, appreciation, and affection. The tradition of washing the village in this village has never changed since ancient times, nothing has been overlooked in every process from then until now. The purpose of washing the village in the Serawai community is to maintain family and community harmony, establish friendships and be able to teach perpetrators and victims a lesson to be more careful. Keywords: Local Wisdom, Wash Village, Social Institutions  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan mendeskripsikan kearifan lokal dalam tradisi cuci kampung dari perzinaan, perkelahian dan kecelakaan, pada masyarakat Serawai di Bengkulu Selatan dan untuk menemukan dan memaknai kearifan lokal dalam budaya cuci kampung pada masyarakat serawai di Kabupaten Bengkulu. Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, mengarah pada pendekatan etnografi yang menekankan pada proses interpretasi fenomena budaya suatu masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa cuci kampung merupakan tradisi yang dilakukan dalam kasus perzinaan, perkelahian dan kecelakaan pada masyarakat etnis Serawai di Bengkulu selatan. Dalam proses pelaksanaannya, cuci kampung dilakukan dengan menyiapkan alat dan bahan yang telah ditetapkan, sekaligus menyembelih ayam dan kambing serta membuat jambar. Tradisi ini disiapkan dan dilakukan di tempat kejadian atau juga bisa di balai desa dan di lapangan. Saat jamuan diadakan menurut tradisi ini, anak muda tidak boleh hadir melainkan harus orang tua berusia 40 tahun ke atas, semua makanan di tempat jamuan tidak boleh dibawa pulang tetapi harus dimakan saat jamuan berlangsung. Tradisi cuci kampung mengandung nilai-nilai kearifan lokal, antara lain yaitu  harmonisasi, moralitas, efek jera, saling menghormati, menghargai, dan menyanyangi. Tradisi cuci kampung di desa ini tidak pernah berubah sejak zaman dahulu, tidak ada yang terlewatkan dalam setiap prosesnya dari dulu hingga sekarang. Tujuan cuci kampung pada masyarakat Serawai adalah untuk menjaga keharmonisan keluarga dan masyarakat, menjalin silaturahmi dan dapat memberikan pelajaran bagi pelaku dan korban agar lebih berhati-hati. Kata kunci: Kearifan Lokal, Cuci Kampung, pranata sosia

    Keterampilan Menulis Teks Anekdot dengan Tema Pendidikan Siswa Kelas X B1 SMA Negeri 06 Kota Bengkulu

    Get PDF
    This study aims to describe the students’ skill in writing anecdote texts with educational themes among tenth-grade students (Class X B1) of SMA Negeri 06 Bengkulu City. The research employed a quantitative method. The population consisted of all 34 students of Class X B1, and the sample included the same number of students. The data were collected through a writing test and analyzed using the mean score formula. The results showed that the students’ skill in writing anecdote texts with educational themes was categorized as poor, with an average score of 50.00. Based on three assessed aspects, the results were as follows: (1) text structure obtained an average score of 18.08 (fair category); (2) content relevance to the theme reached an average score of 13.08 (fair category); and (3) linguistic accuracy based on the Indonesian Spelling System (EYD) obtained an average score of 14.63 (fair category).Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Keterampilan menulis teks anekdot dengan tema pendidikan siswa kelas X B1 SMA Negeri 06 Kota Bengkulu metode yang di gunakan adalah metode kuantiatatif..Populasi penelitian dari seluruh siswa kelas X B1 SMA Negeri 06 berjumlah 34 siswa sedangkan sampel nya berjumlah ssebanyak 34 siswa siswi . Pengumpulan data menggunakan teknik tes menulis. Teknik analisis data menggunakan rumus nilai rata rata. bedasarkan hasil penelitian bahwa keterampilan menulis teks ankedot siswa kelas X B1 SMA Negeri 06 Kota Bengkulu memiliki katagori kurang dengan nilai rata rata 50,00 dilihat dari 3 aspek yaitu dari keterampilan menulis teks ankedot dengan tema pendidikan dilihat dari aspek struktur nilai rata rata 18,08 katagori cukup, dilihat dari ketepatan isi dengan tema dengan nilai rata rata 13,08 dengan katagori cukup ,dilihat dari aspek kaidah kebahasaan eyd dengan nilai rata rata 14,63 dalam katagori cukup

    Keterampilan Berpikir Kritis : Perencanaan, Implementasi, Pengolahan dan Pelaporan Data

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa di tiga SMA Negeri di Kabupaten Toraja Utara dengan mengacu pada lima indikator berpikir kritis berdasarkan kerangka kerja Ennis. Menggunakan pendekatan deskriptif cross-sectional, penelitian melibatkan 157 siswa dan mengumpulkan data melalui tes esai, wawancara, serta analisis dokumen. Validitas hasil dianalisis melalui uji Kruskal-Wallis, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam rata-rata keterampilan berpikir kritis antar sekolah (Sig. 0,000 < 0,05). Sebaliknya, perbedaan berdasarkan jenis kelamin tidak signifikan (Sig. 0,431 > 0,05). Seluruh data dianalisis secara sistematis dan disajikan dalam bentuk tabel serta visualisasi grafik untuk mempermudah interpretasi. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan lingkungan sekolah berkontribusi terhadap variasi kemampuan berpikir kritis siswa, sementara faktor gender tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan data yang terstruktur dalam mendukung analisis statistik yang sahih, serta memberikan implikasi praktis bagi pendidik dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi pembelajaran yang mendukung penguatan keterampilan berpikir kritis.Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi keterampilan berpikir kritis siswa di tiga SMA Negeri di Kabupaten Toraja Utara dengan mengacu pada lima indikator berpikir kritis berdasarkan kerangka kerja Ennis. Menggunakan pendekatan deskriptif cross-sectional, penelitian ini melibatkan 157 siswa dan mengumpulkan data melalui tes esai, wawancara, serta analisis dokumen. Validitas hasil dijelaskan melalui uji Kruskal-Wallis, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam rata-rata keterampilan berpikir kritis antar sekolah (Sig. 0,000 < 0,05). Sebaliknya, perbedaan berdasarkan jenis kelamin tidak signifikan (Sig. 0,431 > 0,05). Seluruh data dianalisis secara sistematis dan disajikan dalam bentuk tabel serta visualisasi grafik untuk mempermudah interpretasi. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan lingkungan sekolah berkontribusi terhadap variasi kemampuan berpikir kritis siswa, sementara faktor gender tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan data yang terstruktur dalam mendukung analisis statistik yang sahih, serta memberikan pentingnya praktis bagi pendidik dan pemangku kebijakan dalam merancang strategi pembelajaran yang mendukung penguatan keterampilan berpikir kritis

    Studi Etnobiologi Masakan Tradisional di Pasar Baru koto dan Panorama Kota Bengkulu Sebagai Sumber Belajar Biologi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan dan hewan dalam masakan tradisional di Pasar Baru koto dan Panorama Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian eksplorasi tumbuhan dan hewan yang digunakan dalam masakan tradisional dengan menggunakan lembar wawancara. Penelitian dilakukan di Pasar Baru koto dan Panorama, pada bulan Maret-Mei 2025. Berdasarkan hasil penelitian dari 23 masakan tradisional yang ditemukan terdapat 19 famili dari 42 spesies tumbuhan dan 4 famili dari 6 spesies hewan. Spesies tumbuhan dengan jumlah tertinggi adalah Bawang putih (Allium sativum) nilai UV sebesar 0.73 digunakan pada 17 masakan. Spesies hewan dengan jumlah penggunaan tertinggi adalah Ayam (Gallus gallus domesticus L.) nilai UV sebesar 0.34 digunakan pada 8 masakan. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah buah sebanyak 12 masakan dan pada hewan yakni daging sebanyak 6 masakan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidendifikasi tumbuhan dan hewan dalam masakan tradisional di Pasar Baru koto dan Panorama Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian eksplorasi yang dilakukan di Pasar Bru koto dan Panorama, pada bulan Maret-Mei 2025. Berdasarkan hasil penelitian dari 23 masakan tradisional yang ditemukan terdapat 19 famili dari 42 spesies tumbuhan dan 4 famili dari 6 spesies hewan yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar Biologi. Spesies tumbuhan dengan jumlah tertinggi tertinggi adalah Bawang putih (Allium sativum) nilai UV sebesar 0.73 digunakan pada 17 masakan. Spesies hewan dengan jumlah penggunaan tertinggi adalah Ayam (Gallus gallus domesticus L.) nilai UV sebesar 0.34 digunakan pada 8 masakan. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah buah sebanyak 12 masakan dan pada hewan yakni daging sebanyak 6 masakan

    The Habit of Singing the National Anthem in the Upper Grades at SDN 104, Bengkulu City (A Case Study on Teacher Knowledge)

    No full text
    This research aims to describe the knowledge of the national compulsory song of high class teachers and the habit of singing the national compulsory song in the high class of SDN 104 Bengkulu City. This type of research is qualitative research with a case study approach. The subject of this research is a high class teacher. The instrument for this research is the researcher himself using observation sheets, interview sheets and documentation. The data analysis technique uses the Miles, Huberman and Saldana interactive model which consists of data collection, data condensation, data presentation and drawing conclusions. Data validity techniques through technical triangulation and member checking. The research results show that overall, the knowledge of high class teachers is quite good where the teachers are able to answer the 6 aspects assessed by researchers through the 3 national mandatory songs. Especially in terms of the meaning of the national mandatory song, the message contained in the song, and its implementation in students' daily lives. However, the teacher has not been able to answer questions regarding the names of figures or composers of national obligatory songs. As for getting used to singing the national obligatory song, this program has not run optimally. Where the habit should be carried out every day, but currently the habit of singing mandatory songs is only done when there is material related to national mandatory songs or singing activities such as PPKn and SBdP. Apart from that, in practice the teacher does not strengthen the students' character by conveying the meaning contained in the national obligatory song and only invites them to sing the obligatory song. This causes students' awareness of the importance of singing the national obligatory song to be lacking.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan lagu wajib nasional guru kelas tinggi dan pembiasaan menyanyikan lagu wajib nasional di kelas tinggi SDN 104 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah Guru kelas tinggi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan lembar observasi, lembar wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data melalui triangulasi teknik dan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, pengetahuan guru kelas tinggi sudah cukup baik dimana guru mampu menjabarkan 7 aspek yang di nilai oleh peneliti melalui 3 lagu wajib nasional dari 8 aspek indikator yang diteliti. Terutama dalam hal mengartikan judul lagu, menyimpulkan isi syair lagu, menyimpulkan pesan lagu dalam kehidupan sehari-hari, ketepatan sikap dalam bernyanyi, menyanyikan lagu sesuai dengan unsur-unsur yang ada pada lagu, mampu melafalkan kata dengan baik, serta menampilkan mimik wajah yang sesuai dengan isi lagu (penjiwaan). Namun, guru belum mampu menjabarkan 1 aspek indikator terkait nama tokoh atau pencipta lagu wajib nasional. Adapun dalam pembiasaan menyanyikan lagu wajib nasional, program ini belum berjalan secara optimal. Dimana pembiasaan yang seharusnya dilaksanakan setiap hari, tetapi saat ini pembiasaan menyanyikan lagu wajib hanya dilakukan saat terdapat materi yang berikatan dengan lagu wajib nasional atau kegiatan bernyanyi seperti PPKn, pancasila, seni musik dan SBdP. Selain itu, pada pelaksaaannya guru kurang menguatkan karakter siswa melalui penyampaian makna yang terkandung dalam lagu wajib nasional dan hanya sekedar mengajak menyanyikan lagu wajib saja. Sehingga menyebabkan kesadaran siswa akan pentingnya menyanyikan lagu wajib nasional kurang. Berdasarkan temuan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa masih banyak siswa yang belum mengetahui makna dari lagu wajib nasional yang dinyanyikan sebab guru hanya mengajak siswa menyanyikan lagu wajib nasional tanpa melakukan penguatan makna dari lagu wajib nasional yang dinyanyikan

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇