Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Effects of Rice Green Folder on Growth Performance in Khmer native x Hariana Crossbred Cattle

    Get PDF
    This study aimed to assess the effect of rice green folder on growth performance in Khmer native x Hariana crossbred cattle. Twelve males of Khmer native x Harian crossbred cattle were assigned an initial body weight of 190±10 kg (IBW) with 62 days of feeding regimen and an average of 15 months of age. The dietary treatments were assigned in a completely randomized design (CRD), with three treatments of four replications, each containing four cows. Feeding treatments were as follows: 1) 100% commercial feed (Control), 2) 50% commercial feed + 50% natural grasses (NG-50), and 3) 50% commercial feed + 50% rice green folder (RGF-50). Cows were fed at 1.5% Body weight of dry matter (DM). The results indeed showed that the initial body weight (IBW) and final body weight (FBW) were non-significantly different (P>0.05). The Control group consumed the total feed intake between the groups NG-50 at 6.58 kg and 6.85 kg, which were similar amounts but higher than RGF-50, which was 5.79 kg daily a head (linear increased <0.05). Nevertheless, average daily gain (ADG) in Control, NG-50, and RGF-50 was linearly increased (P<0.05) as the ADG was 0.58, 0.46, and 0.39kg/head. FCR in the NG-50 and RGF-50 were in the same row and higher than Control, with the precious value in both NG-50 and RGF-50 at 14.90 higher than 11.45 Control (P<0.001).  In conclusion, RGF-50 was a suitable roughage supply for feedlot cattle and could improve economic effectiveness. Thus, RGF was recommended for further study

    PELATIHAN SOFTWARE CORELDRAW SEBAGAI PENINGKAT MINAT REMAJA TENTANG DESIGN DI DESA MERANTI JAYA

    No full text
    Pada era perkembangan teknologi yang semakin meningkat, diperlukan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan desain grafis karena sangat dibutuhkan dalam berbagai macam bidang pekerjaan. Hal ini menjadi salah satu alasan saya mengadakan pelatihan software coreldraw untuk pemuda desa meranti jaya pada program pengabdian masyarakat tahun ini. Pelatihan yang diberikan berupa memberikan materi pembelajaran berupa pemahaman tentang kegunaan aplikasi coreldraw dan bagaimana cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan secara langsung pembuatan desain dengan aplikasi coreldraw. Hasil yang diperoleh dari pelatihan merancang dan membuat desain ini masuk kedalam kategori cukup baik, masyarakat ikut berkontribusi dengan semangat dan antusias

    Hubungan Gaya Manajemen Konflik dengan Kepuasan Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Pasar Minggu

    Get PDF
    Potensi perawat mengalami konflik cukup besar, konflik sebaiknya dapat dikelola dengan efektif menggunakan gaya manajemen konflik yang baik. Konflik yang tidak tertangani akan berdampak negatif pada lingkungan kerja yang kurang nyaman sehingga kepuasan kerja menjadi terpengaruh. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya manajemen konflik dengan kepuasan kerja perawat. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan 131 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square secara parsial dimensi gaya manajemen konflik didapat: Gaya kolaborasi (p-value = 0.001), gaya akomodasi (p-value = 0.007), gaya kompromi (p-value = 0.001), dan untuk gaya menghindar (p-value = 0.689), serta gaya kompetisi tidak terdapat hubungan yang signifikan (p-value = 0.257) dengan kepuasan kerja. Analisis secara total menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara gaya manajemen konflik dengan kepuasan kerja perawat dengan nilai p-value 0.001 (p<0.05). Untuk itu hendaknya seluruh perawat bersama-sama dapat menerapkan gaya manajemen konflik yang baik dalam menghadapi sebuah situasi dan pihak manajemen rumah sakit dapat memfasilitasi pelatihan/seminar terkait pengaplikasian gaya manajemen konflik agar tercapainya kepuasan dan produktivitas yang lebih baik

    Pijat Kaki dan Rendam Air Hangat Efektif menurunkan Edema Kaki Fisiologis Ibu Hamil

    Get PDF
    Edema kaki fisiologis sering dialami oleh ibu hamil trimester III atau penumpukkan cairan di bagian bawah jaringan kulit atau pada tungkai kaki yang menimbulkan ketidaknyamanan, parestesia dan nyeri tungkai. Tujuan penelitian untuk melihat efek penurunan lingkar edema kaki (LEK) fisiologis pada ibu hamil setelah dilakukan terapi foot massage dan rendam air hangat. Jenis penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test with control group design. Sampel merupakan ibu hamil normal trimester tiga sebanyak 34 orang yang diambil menggunakan consecutive sampling technique. Treatment yang diberikan pada kelompok intervensi adalah foot massage selama 20 menit dan rendam air hangat durasi 10 menit selama 5 hari sedangkan kelompok kontrol diberikan tindakan elevasi posisi kaki 30-45 derajat. Rendam kaki menggunakan air hangat dengan suhu 38 derajat celcius. Data LEK diukur pada hari pertama dan hari keenam menggunakan pita meteran pada area metatarsal. Analisis data perbedaan lingkar edema kaki dilakukan menggunakan Wilcoxson test dan Mann Whitney U T-test dengan P value α≤5%. Hasil penelitian didapatkan rerata LEK sebelum dilakukan intervensi adalah 26 cm pada masing-masing kelompok dan setelah dilakukan intervensi didapatkan penurunan LEK sebesar 1.03 cm sedangkan pada kelompok kontrol 0.23 cm. Perbedaan rerata perubahan nilai lingkar edema kaki setelah diberikan intervensi pada antar kelompok sebesar 0.80 cm. Ada pengaruh pijat kaki dan rendam air hangat terhadap lingkar edema kaki fisiologis ibu hamil trimester III (p-value α≤0.000). Pijat kaki dan rendam kaki dalam air hangat lebih efektif menurunkan edema kaki fisiologis ibu hamil trimester tiga yang dapat dilakukan secara mandiri

    PERFORMANCE OF THE GUNUNG JAYA AGRARIAN REFORM VILLAGE, SOUTHEAST SULAWESI: A STUDY OF THE CHALLENGES OF ACHIEVING AGRARIAN REFORM GOALS

    Get PDF
    Agrarian Reform Village (ARV) is a pilot project in various Indonesian regions to prepare areas for the small-scale implementation of agrarian reform, including asset management and access management. The aim of this study is to know the perfomance of Agrarian Reform Village (ARV) in Gunung Jaya Village, Dangia District, Southeast Sulawesi and to know the challenges faced in implementing the program to achieve the goals of agrarian reform. Its social legal research consists of primary data obtained directly from the field or research location and elaborated with secondary data that is already available in the form of legal materials and relevant to the research topic. This study found that the performance of Gunung Jaya Agrarian Reform Village, which includes land redistribution, economic community empowerment, and reform access, was not optimal enough. There are several inhibiting factors that become challenges for the optimalization of the program, such as the planting process, maintenance, and capital problems. The local government and the Ministry of Agrarian Affairs and Spatial Planning, as organizers, continue to strive to resolve these obstacles for the implementation of the agrarian reform village in following year to realize the achievements of agrarian reform.Keywords: Village; Reform; Agrarian

    THE ROLE OF THE POLICE AS MEDIATORS IN RESOLVING CRIMINAL CASES OF DOMESTIC PHYSICAL VIOLENCE THROUGH RESTORATIVE JUSTICE IN THE JURISDICTION OF THE BENGKULU CITY RESORT POLICE

    Get PDF
    Based on the data obtained in the resolution of criminal cases involving domestic physical violence through the restorative justice approach in the jurisdiction of the Bengkulu City Resort Police from 2019 to 2021, it has not been able to function optimally. This condition is because the police, particularly the investigators, await a settlement agreement between the parties involved and the withdrawal of complaints by the complainants. This condition raises the question of how the resolution through a restorative justice-based approach, carried out by the police as mediators, can be the best solution for resolving cases involving the parties through a restorative justice approach. This reason is what motivated the author to conduct this research. The methodology employed is empirical legal research, utilizing primary and secondary data. The data was analyzed qualitatively through a juridical lens, leading to inductive conclusions. Based on the results of this research, the following findings emerge: (1). The concept of restorative justice is employed in handling criminal cases with an emphasis on the integration of perpetrators, victims, and the community as a whole, seeking to find solutions and restore a positive relationship between the perpetrator of the criminal act. (2). The role of the police as mediators has yet to be optimally executed, primarily due to concerns and suspicions from the involved parties regarding potential bias by the police towards one party. Internally, the police have established regulations, such as the Telegram Letter from the Head of the Criminal Investigation Division Number S.T./583/VIII/2012 dated August 8, 2012. (3). Investigator's considerations as mediators in using the restorative justice-based approach to resolvedomestic physical violence within the  jurisdiction of the Bengkulu Resort Police include the submission of peace agreements by both the victim and the perpetrator. This consideration is especially relevant in cases of minor physical violence, where the victim does not wish to prolong the case, and the interests of the victim in domestic violence are accommodated Keywords : Police Role, Mediator, Restorative Justice, Domestic Violenc

    Penggunaan Asap Cair terhadap Kualitas Fisik dan Mikrobiologis Daging Broiler.

    Get PDF
    The aim of this research was to determine the effect of marinating broiler meat using liquid smoke on the physical and microbiological quality of broiler meat at various concentrations. The research was carried out at the Gowa Polbangtan Product Processing Laboratory and the BBVet Maros Laboratory. The research was carried out using a Completely Randomized Anova Design followed by the Duncan test, with 4 treatments, namely: P0: (Control), P1: 1% liquid smoke, P2: 2% liquid smoke, P3: 3% liquid smoke and 4 repetitions with parameters pH, Total Bacteria and Beginning of Decay. Based on the test results, it shows that the concentration of liquid smoke has no significant effect on pH and the start of decay. However, it affects total bacteria. Marinating meat with liquid smoke up to a concentration of 2% showed the lowest total bacteria compared to other treatments.   Keywords: Liquid Smoke, Broiler Meat, Beginning of Decay, pH

    Struktur dan Komposisi Vegetasi Hutan Pegunungan Bagian Atas Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba

    Get PDF
    Kawasan pegunungan termasuk ke dalam bagian penting dari rangkaian tipologi ekosistem teresterial dengan beragam ketinggian mulai dari 600 mdpl hingga lebih dari 4.000 mdpl. Kawasan pegunungan memiliki peran dalam menjaga stabilisasi kawasan yang ada di bawahnya, khususnya pada pegunungan bagian atas uang memiliki peran penting dalam siklus hidrologi. Terdapat pe,again zona vegetasi pada hutan pegunungan berdasarkan ketinggian tempat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karakteristik floristik dan struktur umumnya. Penelitian mengenai struktur dan komposisi vegetasi hutan pegunungan bagian atas masih sedikit dilakukan, khususnya pada Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba yang belum memiliki data mengenai vegetasi hutan pegunungan bagian atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi vegetasi hutan pegunungan bagian atas TWA Bukit Kaba dan mengetahui bagaimana kondisi faktor lingkungan vegetasi hutan pegunungan bagian atas TWA Bukit Kaba. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023 yang berlokasikan di TWA Bukit Kaba Kapubaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu dengan meletakkan plot pada ketinggian 1.500 mdpl sampai 1.900 mdpl. Plot dibuat dengan ukuran 10 m x 10 m sebanyak 10 buah plot pada setiap strata ketinggian tempat. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 35 jenis tumbuhan penyususn vegetasi hutan pegunungan bagian atas TWA Bukit Kaba yang tergolong kedalam 29 famili. Vegetasi tingkat pohon didominasi oleh Phoebe grandis dengan Indeks Nilai Penting (INP) 72,15%, vegetasi tingkat semak dan perdu didominasi oleh Vaccinum varingiaefolium dengan INP 53,12% dan vegetasi tingkat tumbuhan bawah didominasi oleh Dicrenopteris linearis dengan INP 64,24%. Stratifikasi vertikal pada ketinggian 1.500 mdpl terdiri dari 3 lapisan yaitu stratum A, B dan C, sedangkan pada ketinggian 1.600 mdpl terdiri dari 2 lapisan yaitu stratum A dan B. Hasil analisis faktor lingkungan yaitu suhu rata-rata berkisar antara 20,35oC-21,43oC, kelembaban udara rata-rata berkisar antara 73,20%-86,17%, serta intensitas cahaya rata-rata berkisar antara 265,22 W/m2-1.012,44 W/m2. Hasil analisis tanah yaitu pH tanah tergolong masam, C-Organik tergolong tinggi-sangat tinggi, Nitrogen tegolong rendah-sedang, Fosfor tergolong sangat rendah, dan Kalium tergolong rendah

    PENGARUH PEMBERIAN METFORMIN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN

    Get PDF
    Abstrak: Diabetes adalah masalah kesehatan yang masih menjadi beban kesehatan Dunia karena angka prevelensi yang sangat tinggi yaitu, mencapai ½ miliar individu menderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2. Daun Kelor adalah tanaman yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan makanan. Kandungan senyawa yang ada di dalam daun kelor memiliki peran sebagai anti-hipergkilemia. Ekstrak etanol daun kelor mengandung flavonoid. Flavonoid memiliki mekanisme menghambatan fosfodiesterase sehingga kadar cAMP dalam sel beta pankreas menjadi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian metformin kombinasi ekstrak etanol daun kelor terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental laboratorium, dengan rancangan Posttest-only Control Group Design yang menggunakan binatang percobaan yaitu tikus putih (Rattus norvegicus) . Menggunakan 4 kelompok hewan uji yaitu kelompok 1 (CMC-Na), kelompok 2 (Ekstrak dosis 100 mg/KgBB), kelompok 3 (Metformin dosis 12,5 mg/KgBB TIkus), kelompok 4 (kombinasi ekstrak dan metformin). Hasil penelitian menunjukkan penurunan glukosa darah tikus paling tinggi terjadi pada kelompok perlakuan Ekstrak daun kelor  100 mg/kg BB . Penurunan glukosa darah terjadi karena ekstrak daun kelor mengandung flavonoid yang dapat meningkatkan ekspresi GLUT 4 pada otot dan meningkatkan ambila glukosa oleh otot soleus melalui jalur PI3K dan PKC pada tikus. Kata Kunci: Daun kelor; Metformin; Glukosa Dara

    Pelatihan Penggunaan Multimodal Text dan Genre-Based Approach Dalam Proses Pembelajaran Bahasa Inggris

    Get PDF
    Multimodal Text dan Genre Based Approach adalah suatu bentuk teks dan pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran kepada para peserta didik didalam kelas khususnya dalam implementasi kurikulum 2013. Namun demikian belum semua guru memahami tentang multimodal text dan genre-based approach. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru Bahasa Inggris di Kabupaten Kaur tentang penggunaan Genre based approach dan multimodal text dalam pembelajaran bahasa Inggris, membantu meningkatkan kualitas pembelajaran serta menumbuhkan semangat dan motivasi guru untuk mengajar menggunakan pendekatan baru. Pengabdian ini dilakukan dengan cara melakukan pelatihan penggunaan Multimodal Text dan Genre-Based Approach dalam proses pembelajaran bahasa Inggris bagi guru SMP dan SMA di Kabupaten Kaur. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan presentasi materi kepada para peserta pelatihan yang pada awal kegiatan diberikan pre-test dan diakhiri dengan post-test untuk mengetahui pengetahuan awal dan akhir peserta pelatihan. Kegiatan ini melibatkan 45 orang guru yang terdiri dari 23 orang guru SMA dan 22 orang guru SMP di Kabupaten Kaur. Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini berbentuk Google Forms yang berisi 15 pertanyaan dan kemudian dianalisis menggunakan persentase. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang diberikan maka diketahui bahwa para guru SMA dan SMP di Kabupaten Kaur dapat memahami jenis, langkah-langkah Genre Based Approach dan Multimodal Text beserta contohnya, serta sumber belajar yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan ini telah disajikan secara terstruktur oleh narasumber dan dapat menjadi wadah bagi guru dalam menambah wawasan dan pengetahuan mereka tentang multimodal text dan genre-based approach. Setelah pelatihan ini diharapkan peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini dalam proses pembelajaran di SMP dan SMA khususnya di Kabupaten Kaur. Kata Kunci: Multimodal Text, Genre-based Approach, Bahasa Inggri

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇