Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    QUO VADIS PENCALONAN MANTAN NARAPIDANA SEBAGAI ANGGOTA LEGISLATIF

    Get PDF
    Every citizen has the right to have a good and responsible leader, this is realized by contesting elections held in democratic countries, including Indonesia. However, in 2022 the Constitutional Court granted a request that former prisoners could run again in elections which could disturb the human rights of every citizen to have a responsible leader. The purpose of this research is to determine the effect of the implementation of this decision on citizens' rights to have good and responsible leaders. The analysis used in this research is qualitative data analysis, namely analysis using literature studies from various existing literature. Meanwhile, the approach method is a normative approach, namely analyzing the operation of a legal norm in actual circumstances. Even though the public has other choices, in democratic ethics the implementation of Constitutional Court decision no. 87/PUU-XX/2022 which provides opportunities for former convicts in elections cannot be justified. This is because the actions of former prisoners have injured Pancasila in terms of humanity and wisdom.Setiap warga negara berhak memperoleh pemimpin yang baik dan bertanggungjawab, hal tersebut diwujudkan dengan kontestasi pemilu yang diselenggarakan di negara demokrasi termausk Indonesia. Namun, tahun 2022 Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan bahwa mantan narapidana dapat kembali mencalonkan diri dalam Pemilu yang dapat mengusik hak asasi setiap warga negara untuk mendapat Pemimpin yang bertanggungjawab. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberlakuan putusan tersebut terhadap hak warga negara untuk mendapatkan pemimpin yang baik dan bertanggung jawab.Penggunaan analisis penelitian ini yaitu analisis data kualitatif yakni analisis menggunakan studi kepustakaan dari berbagai literatur yang ada. Sedangkan untuk metode pendekatannya adalah pendekatan normatif, yakni menganalisis jalannya suatu norma hukum dalam keadaan sebenarnya. Meskipun masyarakat memiliki pilihan lain, namun secara etika demokrasi pemberlakuan putusan MK No. 87/PUU-XX/2022 yang memberikan kesempatan bagi mantan narapidana dalam pemilu tersebut tidak dapat dibenarkan. Hal tersebut karena tindakan mantan narapidana yang telah mencederai pancasila dalam hal kemanusiaan dan kebijaksanaan

    Predictive Performance of Pre-service Teachers’ Teaching Techniques in Osun State University

    Get PDF
    The study compared pre-service  teachers’ scores in micro-teaching and teaching practice for three sessions ranging from 2019/2020 to 2021/2022 academic sessions for micro-teaching and 2020/2021 to 2022/2023 academic sessions for teaching practice. The study is an ex-post facto research design because it used the existing data of students’ scores in micro-teaching and teaching practice in the concerned sessions. Four hundred and thirteen (413) pre-service teachers were involved. Data were analysed using frequency count, percentage and correlation analysis. The results showed that students performed well in both micro-teaching and teaching practice with that of micro-teaching on the higher side. It also revealed a positive relationship between pre-service teachers’ performance in micro-teaching and teaching practice across the sessions. The study therefore recommends that teaching exercise should be given more attention in the training of teachers by teacher training institutions while appropriate mechanisms should be designed to attend to the shortcomings realised by pre-service teachers’ supervisors during the teaching practice exercise

    Drivers Of Development Inequality In North Sumatra: Economic Growth, Agglomeration, Human Development Index And Government Expenditure

    Get PDF
    Abstract Regional development disparities among cities in North Sumatra remain a crucial issue in regional economics, impacting uneven growth and societal welfare. This study analyzes urban development inequality in eight cities in North Sumatra from 2011 to 2023 using the Williamson Index (IW) and panel data regression analysis. The findings indicate that the average regional development inequality is moderate, with an IW value of 0.31, though significant disparities exist among cities. Medan exhibits the highest inequality (IW = 0.836) due to economic dominance and urbanization concentrated in trade and industry sectors, while Pematang Siantar records the lowest inequality (IW = 0.054) with more balanced development distribution. Simultaneously, economic growth, the Human Development Index (HDI), agglomeration, and local government capital expenditure significantly influence regional disparities. However, in a partial analysis, only HDI (p = 0.0092) and agglomeration (p = 0.000) are found to have a significant impact, whereas economic growth and government capital expenditure do not show a significant effect. These findings highlight that economic agglomeration is the most dominant factor exacerbating inequality, while an increase in HDI tends to widen disparities if development distribution remains uneven. Therefore, more effective policies are needed, such as redistribution of investment based on HDI, optimization of capital expenditure allocation for infrastructure in underdeveloped areas, and economic incentives to promote more balanced growth beyond Medan. Keywords: Regional Inequality, Economic Growth, Human Development Index, Agglomeration, Government Capital Expenditure Abstrak Kesenjangan pembangunan regional di antara kota-kota di Sumatera Utara tetap menjadi masalah penting dalam ekonomi regional, yang berdampak pada pertumbuhan yang tidak merata dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menganalisis ketimpangan pembangunan perkotaan di delapan kota di Sumatera Utara dari tahun 2011 hingga 2023 menggunakan Williamson Index (IW) dan analisis regresi data panel. Temuan menunjukkan bahwa rata-rata ketimpangan pembangunan daerah sedang, dengan nilai IW 0,31, meskipun ada kesenjangan yang signifikan antar kota. Medan menunjukkan ketimpangan tertinggi (IW = 0,836) karena dominasi ekonomi dan urbanisasi yang terkonsentrasi pada sektor perdagangan dan industri, sedangkan Pematang Siantar mencatat ketimpangan terendah (IW = 0,054) dengan distribusi pembangunan yang lebih seimbang. Secara bersamaan, pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), aglomerasi, dan belanja modal pemerintah daerah secara signifikan mempengaruhi kesenjangan regional. Namun, dalam analisis parsial, hanya IPM (p = 0,0092) dan aglomerasi (p = 0,000) yang ditemukan memiliki dampak yang signifikan, sedangkan pertumbuhan ekonomi dan belanja modal pemerintah tidak menunjukkan efek yang signifikan. Temuan ini menyoroti bahwa aglomerasi ekonomi adalah faktor paling dominan yang memperburuk ketimpangan, sementara peningkatan IPM cenderung memperlebar kesenjangan jika distribusi pembangunan tetap tidak merata. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih efektif, seperti redistribusi investasi berbasis IPM, optimalisasi alokasi belanja modal untuk infrastruktur di daerah tertinggal, dan insentif ekonomi untuk mendorong pertumbuhan yang lebih seimbang di luar Medan. Kata Kunci: Ketimpangan Pembangunan, Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, Aglomerasi, Belanja Modal PemerintahAbstract Regional development disparities among cities in North Sumatra remain a crucial issue in regional economics, impacting uneven growth and societal welfare. This study analyzes urban development inequality in eight cities in North Sumatra from 2011 to 2023 using the Williamson Index (IW) and panel data regression analysis. The findings indicate that the average regional development inequality is moderate, with an IW value of 0.31, though significant disparities exist among cities. Medan exhibits the highest inequality (IW = 0.836) due to economic dominance and urbanization concentrated in trade and industry sectors, while Pematang Siantar records the lowest inequality (IW = 0.054) with more balanced development distribution. Simultaneously, economic growth, the Human Development Index (HDI), agglomeration, and local government capital expenditure significantly influence regional disparities. However, in a partial analysis, only HDI (p = 0.0092) and agglomeration (p = 0.000) are found to have a significant impact, whereas economic growth and government capital expenditure do not show a significant effect. These findings highlight that economic agglomeration is the most dominant factor exacerbating inequality, while an increase in HDI tends to widen disparities if development distribution remains uneven. Therefore, more effective policies are needed, such as redistribution of investment based on HDI, optimization of capital expenditure allocation for infrastructure in underdeveloped areas, and economic incentives to promote more balanced growth beyond Medan. Keywords: Regional Inequality, Economic Growth, Human Development Index, Agglomeration, Government Capital Expenditure Abstrak Kesenjangan pembangunan regional di antara kota-kota di Sumatera Utara tetap menjadi masalah penting dalam ekonomi regional, yang berdampak pada pertumbuhan yang tidak merata dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menganalisis ketimpangan pembangunan perkotaan di delapan kota di Sumatera Utara dari tahun 2011 hingga 2023 menggunakan Williamson Index (IW) dan analisis regresi data panel. Temuan menunjukkan bahwa rata-rata ketimpangan pembangunan daerah sedang, dengan nilai IW 0,31, meskipun ada kesenjangan yang signifikan antar kota. Medan menunjukkan ketimpangan tertinggi (IW = 0,836) karena dominasi ekonomi dan urbanisasi yang terkonsentrasi pada sektor perdagangan dan industri, sedangkan Pematang Siantar mencatat ketimpangan terendah (IW = 0,054) dengan distribusi pembangunan yang lebih seimbang. Secara bersamaan, pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), aglomerasi, dan belanja modal pemerintah daerah secara signifikan mempengaruhi kesenjangan regional. Namun, dalam analisis parsial, hanya IPM (p = 0,0092) dan aglomerasi (p = 0,000) yang ditemukan memiliki dampak yang signifikan, sedangkan pertumbuhan ekonomi dan belanja modal pemerintah tidak menunjukkan efek yang signifikan. Temuan ini menyoroti bahwa aglomerasi ekonomi adalah faktor paling dominan yang memperburuk ketimpangan, sementara peningkatan IPM cenderung memperlebar kesenjangan jika distribusi pembangunan tetap tidak merata. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih efektif, seperti redistribusi investasi berbasis IPM, optimalisasi alokasi belanja modal untuk infrastruktur di daerah tertinggal, dan insentif ekonomi untuk mendorong pertumbuhan yang lebih seimbang di luar Medan. Kata Kunci: Ketimpangan Pembangunan, Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, Aglomerasi, Belanja Modal Pemerinta

    Fermented Extract of Senduduk Leaf as Herbal Additive to Reduce Escherichia coli Population in Broiler Cecum: Ekstrak Fermentasi Daun Senduduk Sebagai Aditif Herbal Untuk Menurunkan Populasi Escherichia coli Pada Sekum Broiler

    No full text
    Escerichia coli is a type of bacteria that normally grows in the caecum of broilers and has the potential to become a pathogen that causes disease in broilers. This study aims to determine the effect of adding fermented sendunia leaf extract (EFDS) to drinking water on the population of Escherichia coli bacteria in the caecum of broilers. EFDS is obtained from the fermentation of fresh sendua leaves in a mixture of 1 kg of sendunia leaves + 1 l of EM4 + 16 l of sterile distilled water in a jerry can which is incubated for 2 weeks at room temperature. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments adding EFDS to drinking water at levels: A = 0% (control), B = 2%, C = 4%, and D = 6% with 5 replications. Lohman type broilers were kept for 5 weeks in cages measuring 60 x 100 cm containing 5 broilers for one treatment unit. The ration used contains 22% crude protein and 3000 Kcal/kg energy. The results of parameter measurements at the end of maintenance showed that the treatment with the addition of EFDS at levels of 4 and 6% showed that the diameter of the inhibition zone for Escherichia coli bacteria was classified as moderate level, namely 5.1-5.3 mm. A population decrease (P<0.05) was found at the EFDS level of 4% in drinking water with a population of 0.86 x106 CFU/ml with a decrease of 63.25% compared to the control. The addition of EFDS had no significant effect (P>0.05) on cecum pH and cecum length, but there was a tendency for pH to decrease (6.4-5.7) according to the level of EFDS addition. The addition of 4% EFDS in broiler drinking water is recommended in this study to control the Escherichia coli population in the broiler caecum

    The Effect of Moringa Leaf Extract (Moringa oleifera L) as Feed Additive in Drinking Water on Growth Performance and Percentage of Broiler Internal Organs: Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L) sebagai Feed Additive dalam Air Minum terhadap Performa Pertumbuhan dan Persentase Organ dalam Broiler

    No full text
    This study aims to evaluate the impact of giving 70% ethanol extract of Moringa leaves as a feed additive in drinking water on growth performance and percentage of internal organs in broilers. The design applied was a completely randomized design (CRD) with four treatments and five replicates, where each replicate consisted of eight broilers. The treatments given varied in the levels of moringa leaf extract in drinking water, namely: P0 (drinking water without moringa leaf extract), P1 (0.45 g moringa leaf extract in 1 liter of drinking water), P2 (0.9 g moringa leaf extract in 1 liter of drinking water), and P3 (1.35 g moringa leaf extract in 1 liter of drinking water). The observed variables included ration consumption, body weight gain, final weight, ration conversion, as well as the percentage and weight of internal organs such as liver, heart, intestine, and cecum length and percentage. The results showed that the provision of moringa leaf extract at various doses had no significant effect (P > 0.05) on ration consumption, body weight gain, final weight, ration conversion, percentage and weight of liver, heart weight, intestinal weight, intestinal length, or percentage and length of broiler cecum. Based on these results, it can be concluded that the provision of Moringa leaf extract in drinking water at doses of 0.45 g to 1.35 g does not have a significant impact on the performance of growth and internal organs of broilers

    DAMPAK KONFLIK MANUSIA DAN GAJAH PADA ASPEK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PADA DAERAH JELAJAH GAJAH SEBLAT

    Get PDF
    Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan salah satu anggota dari ordo Proboscidea yang terancam kelestariannya. Gajah merupakan satwa yang cukup selektif dalam memilih habitatnya, karena gajah merupakan salah satu hewan yang memiliki kepekaan tinggi. Konflik antara manusia dengan satwa liar merupakan salah satu ancaman yang dapat mengakibatkan adanya penurunan populasi dari satwa liar. Kondisi sosial ekonomi masyarakat sangat berhubungan dengan tingkat kesejahteraan dari manusia. Sosial ekonomi masyarakat adalah tata kehidupan masyarakat agar dapat tercapainya kemakmuran. Metode pengumpulan data dengan metode Accidental sampling dan Quota sampling. Karakteristik masyarakat penggarap lahan didominasi dengan kelas umur 46-65 tahun, lama tinggal <25 tahun, dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 4-5 anggota keluarga, pekerjaan petani dan wiraswasta, rata-rata pendapatan Rp. 85.457.143, pendapatan perkapita Kabupaten Mukomuko dan Kabupaten Bengkulu Utara tergolong sejahtera dengan pendapatan perkapita di atas garis kemiskinan,  luas lahan 270,1 Ha. Dampak yang ditimbulkan dari konflik yang terjadi antara manusia dan gajah pada daerah jelajah gajah seblat adalah kerusakan lahan perkebunan dan pondok. Tindakan upaya mitigasi konflik atau penanganan konflik yang dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan membentuk kelompok mitigasi gajah

    KEANEKARAGAMAN JENIS KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA) DI ZONA PEMANFAATAN TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT DESA TAMBANG SAWEAK KECAMATAN PINANG BERLAPIS KABUPATEN LEBONG PROVINSI BENGKULU

    Get PDF
    Kupu-kupu merupakan bagian dari ekosistem yang fungsinya menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkaya keanekaragaman hayati, dilihat dari perannya sebagai penyerbuk yang memungkinkan regenerasi tanaman. Selain itu, kupu-kupu sensitif terhadap perubahan lingkungan, baik dari segi vegetasi maupun tingkat pencemaran yang terjadi di lingkungan. Secara ekologis, kupu-kupu dapat digunakan sebagai bioindikator kesehatan suatu lingkungan. Lokasi Taman Nasional Kerinci Seblat berada di antara 4 provinsi di pulau Sumatera, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Kecamatan Pinang Belapis merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lebong yang memiliki luas 35.912 Ha. Luas zona pemanfaatan di sekitar kawasan Desa Tambang Saweak adalah 5.750.269. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah kupu yang ditemukan sebanyak 269 ekor yang terdiri dari 30 spesies dari 3 famili. Famili Nymphalidaer terdiri dari 20 spesies dengan jumlah 193 ekor), famili Papilionidaer terdiri dari 5 spesies dengan jumlah  41 ekor, dan famili Pierridaer terdiri dari 5 spesies dengan jumlah individu 35. Dari 30 spersies tersebut, terdapat 1 spesies yaitu Trogonopterra brookiana, yang masuk dalam status konservasi CITES (Conversion on International Traders in Erndangerrerd Sperciers of Wild Faurna and Flora) pada Lampiran II dan dilindungi berdasarkan Peraturan Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 20 Tahun 2018. Jenis kupu yang paling banyak  ditemukan adalah Jurnonia herdonia dan Nerptis sapphosedangkan  jenis kupu yang jarang ditemukan adalah Cerpora nerrissa dan Prionerris. Kata Kunci: Kupu-kupu, Kawasan Pemanfaatan Taman Nasional Kerinci Seblat Tambang Saweak Provinsi Bengkulu, Nymphalidae, Papilionidae, Pieridae

    Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Model Addie Di Kabupaten Lahat

    Get PDF
    Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan pengalaman pada guru-guru SMP di kabupaten lahat dan diharapkan guru memiliki kebiasaan dalam mengembangkan media yang sesuai dengan kebutuhan siswa denga mengikuti langkah ADDIE. Objek yang menjadi sasaran pada pelatihan ini adalah guru-guru SMP N 3 Kabupaten Lahat yang mengikuti berjumlah 20 orang. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode ceramah berbantukan media dalam penyampaian materi media dan teori model ADDIE, metode diskusi dan tanya jawab, workshop atau praktek pengembangan media menggunakan model ADDIE, dan simulasi penerapan pengembangan bahar ajar. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain: 1) pemahaman guru terkait dengan Media pembelajaran 2) Pemahaman terkait model ADDIE, dan 3) keterampilan mengembangkan media dengan model ADDIE . Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah 1) Pengetahuan peserta pelatihan pengembangan media pembelajaran menggunakan model ADDIE mengalami peningkatan yang siginifikan dari belum mengetahui hingga mencapai 90% 2)Pelaksanaan pelatihan yang dilakukan pada proses pelatihan terkait pengembangan media pembelajaran menggunakan model ADDIE menunjukkan hasil sebesar (90%) guru sudah mampu mengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, 3) Guru-guru sudah bisa memproduksi media tapi belum mengikuti langkah- langkah ilmiah maupun teori pengembangan media, 4) Terdapat peningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran dengan Model ADDIE. hal tersebut dibuktikan dengan adanya produk yang berbetuk media pembelajaran yang di kembangkan melalui model ADDIEPengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan pengalaman pada  guru-guru SMP di kabupaten lahat dan diharapkan guru memiliki kebiasaan dalam mengembangkan media yang sesuai dengan kebutuhan siswa denga mengikuti langkah ADDIE. Objek yang menjadi sasaran pada pelatihan ini adalah guru-guru SMP N  3 Kabupaten Lahat yang mengikuti berjumlah 20 orang. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode ceramah berbantukan media dalam penyampaian materi media dan teori model ADDIE, metode diskusi dan tanya jawab, workshop atau praktek pengembangan media menggunakan  model ADDIE, dan simulasi penerapan pengembangan bahar ajar. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain: 1) pemahaman guru terkait dengan Media pembelajaran 2) Pemahaman terkait model ADDIE, dan 3) keterampilan mengembangkan media dengan  model ADDIE . Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan ini adalah 1) Pengetahuan peserta pelatihan pengembangan media pembelajaran menggunakan model ADDIE mengalami peningkatan yang siginifikan dari belum mengetahui hingga mencapai 90% 2)Pelaksanaan pelatihan yang dilakukan pada proses pelatihan terkait pengembangan media pembelajaran menggunakan model ADDIE menunjukkan hasil sebesar (90%) guru sudah mampu mengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, 3) Guru-guru sudah bisa memproduksi media tapi belum mengikuti langkah-langkah ilmiah maupun teori pengembangan media, 4) Terdapat peningkatkan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran dengan Model ADDIE.  hal tersebut dibuktikan dengan adanya produk yang berbetuk media pembelajaran yang di kembangkan melalui model ADDI

    Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran Example Non Example

    Get PDF
    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Example Non Example pada materi IPA. Adapun subjek dalam kegiatan ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 10 Belida Darat yang terdiri dari 28 siswa, dengan 12 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/pengamatan, serta evaluasi-refleksi yang berfokus pada materi "Hubungan Makanan pada Kesehatan." Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran, penguasaan siswa terhadap materi menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada pra-siklus, hanya 32% atau 9 siswa yang tuntas. Setelah dilakukan pembelajaran menggunakan media gambar pada materi tersebut, pada siklus 1 terjadi peningkatan menjadi 58,33% atau 20 siswa yang tuntas. Peningkatan lebih lanjut terjadi pada siklus II, dengan 74% atau 25 siswa yang tuntas setelah penerapan model pembelajaran Example Non Example. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Example Non Example efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi IPA di kelas V SD Negeri 10 Belida Darat.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan modelpembelajaran Example Non Example pada materi IPA. Adapun subjek dalam kegiatan iniyaitu siswa kelas V SD Negeri 10 Belida Darat yang terdiri dari 28 siswa, dengan 12 siswalaki-laki dan 16 siswa perempuan. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputiperencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/pengamatan, serta evaluasi-refleksi yangberfokus pada materi "Hubungan Makanan pada Kesehatan." Berdasarkan hasil perbaikanpembelajaran, penguasaan siswa terhadap materi menunjukkan peningkatan yangsignifikan. Pada pra-siklus, hanya 32% atau 9 siswa yang tuntas. Setelah dilakukanpembelajaran menggunakan media gambar pada materi tersebut, pada siklus 1 terjadipeningkatan menjadi 58,33% atau 20 siswa yang tuntas. Peningkatan lebih lanjut terjadipada siklus II, dengan 74% atau 25 siswa yang tuntas setelah penerapan model pembelajaranExample Non Example. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapanmodel Example Non Example efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswapada materi IPA di kelas V SD Negeri 10 Belida Darat

    WORKSHOP PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN (KOSP) DAN MODUL AJAR PAUD BERBASIS STEAM

    Get PDF
    Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para pendidik PAUD mengenai pentingnya pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam proses pembelajaran, serta bagaimana cara merancang kurikulum dan modul ajar yang dapat diterapkan di kelas PAUD. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Universitas Lancang Kuning Kota Pekanbaru dengan peserta guru-guru PAUD Kabupaten Siak yang berjumlah 50 Orang. Metode yang digunakan dalam workshop ini adalah pelatihan berbasis partisipatif yang melibatkan diskusi, simulasi, dan praktek langsung dalam penyusunan KOSP dan modul ajar. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan keterampilan pendidik dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak dan dapat mengintegrasikan prinsip-prinsip STEAM dalam kegiatan belajar mengajar. Workshop ini juga bertujuan untuk membekali para pendidik dengan keterampilan praktis dalam merancang pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan mendukung perkembangan keterampilan abad ke-21 pada anak usia dini. Temuan dari kegiatan ini menunjukkan 85% peningkatan pemahaman dan keterampilan para pendidik PAUD kabupaten Siak dalam menyusun kurikulum dan modul ajar yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇