Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Entrepreneurial Knowledge, Motivation, Desires, and Intention: A Content Analysis Approach

    Get PDF
    Entrepreneurial marketing is widely recognized for its dynamic nature, characterized by innovation and adaptability in navigating intricate market dynamics. However, a significant gap persists in understanding how entrepreneurial knowledge intersects with market dynamics. This study aims to bridge this gap by exploring the influence of entrepreneurial knowledge on motivation, desires, and intentions. It emphasizes the pivotal role of entrepreneurial knowledge in shaping market outcomes, offering valuable insights for scholars and practitioners alike. Utilizing content analysis as a fundamental research method, the study delves into qualitative data to uncover themes, words, and concepts in entrepreneurship research domains. Through this methodological approach, it meticulously tracks antecedents, mechanisms, impacts, patterns, and trends in entrepreneurship, thus enriching the understanding of entrepreneurial dynamics. Moreover, the study explores the relationship between entrepreneurial knowledge and motivation within the context of entrepreneurship. Drawing on extensive research on entrepreneurial motivation and psychological mechanisms, it elucidates how entrepreneurial knowledge serves as a primary driver of motivation, influencing attitudes, intentions, and actions toward entrepreneurial pursuits. By integrating insights from diverse perspectives, this study contributes to a deeper comprehension of the interplay between knowledge and motivation in shaping entrepreneurial behaviors. Ultimately, the findings underscore the critical importance of fostering entrepreneurial knowledge and addressing socio-cultural influences to promote entrepreneurship across diverse contexts

    Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) Bawang Merah di Desa Sumber Kedawung Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo

    Get PDF
    Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo merupakan desa yang sebagian besar dikelola untuk budidaya bawang merah. Terdapat permasalahan hama penyakit yang dihadapi. Petani banyak menggunakan pestisida kimia untuk menangani masalah tersebut. Berdasarkan survey, petani dapat menggunakan lebih dari 19 pestisida sintetik dan dilakukan secara terjadwal. Hal tersebut akan membuat agroekosistem menjadi tidak sehat dan memberikan dampak negatif yang berkepanjangan. Kegiatan Sekolah Lapang-Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) bawang merah diberikan sebagai solusi  penggunaan pestisida kimia yang berlebihan di desa tersebut. Sekolah lapang dilaksanakan pada semester gasal tahun 2023, terdiri sosialisasi, diseminasi teknologi, monitoring dan evaluasi. Tingkat keberhasilan SL-PH bawang merah ini adalah meningkatnya pemahaman petani terhadap konsep PHT sebesar 89.47%. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung langkah pengembangan sentra agribisnis bawang merah yang sehat dan berkelanjutan di Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo merupakan desa yang sebagian besar dikelola untuk budidaya bawang merah. Terdapat permasalahan hama penyakit yang dihadapi. Petani banyak menggunakan pestisida kimia untuk menangani masalah tersebut. Berdasarkan survey, petani dapat menggunakan lebih dari 19 pestisida sintetik dan dilakukan secara terjadwal. Hal tersebut akan membuat agroekosistem menjadi tidak sehat dan memberikan dampak negatif yang berkepanjangan. Kegiatan Sekolah Lapang-Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) bawang merah diberikan sebagai solusi  penggunaan pestisida kimia yang berlebihan di desa tersebut. Sekolah lapang dilaksanakan pada semester gasal tahun 2023, terdiri sosialisasi, diseminasi teknologi, monitoring dan evaluasi. Tingkat keberhasilan SL-PH bawang merah ini adalah meningkatnya pemahaman petani terhadap konsep PHT sebesar 89,47%. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung langkah pengembangan sentra agribisnis bawang merah yang sehat dan berkelanjutan di Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo

    Uji Efektivitas Modifikasi Kitosan dari Cangkang Bekicot dan Pektin Kulit Jeruk Kalamansi sebagai Edible Coating Penghambat Pembusukan Buah Tomat

    Get PDF
    Tomat termasuk buah klimaterik yang cepat masak ketika sudah matang. Buah tomat banyak ditemukan di pasar-pasar baik pasar tradisional maupun pasar modern dan harganya yang relatif murah. Buah dan sayuran memiliki sifat yang tidak dapat bertahan lama jika disimpan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edible coating berbahan aktif kitosan dari cangkang bekicot dan pektin dari kulit jeruk kalamansi terhadap lama penyimpanan buah tomat.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan sebanyak empat taraf dan tiga pengulangan. Variabel terikat adalah lama penyimpanan. Percobaan dilakukan dengan ulangan tiga kali, sehingga akan diperoleh unit percobaan sebanyak 12 unit. Takaran dalam membuat edible coating dari cangkang bekicot dan ekstrak kulit jeruk kalamansi dibuat dengan perbandingan masing-masing 1:0; 0:1; 1:1; 2:1; dan 1:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan edible coating berpengaruh nyata terhadap tekstur, warna, bentuk, dan aroma pada tomat. Kandungan edible coating yang paling berpengaruh yaitu pada perlakuan 2:1 (P2K1) dimana pada  perlakuan ini tomat dapat tahan sampai pada 29 hari.Tomat termasuk buah klimaterik yang cepat masak ketika sudah matang. Buah tomat banyak ditemukan di pasar-pasar baik pasar tradisional maupun pasar modern dan harganya yang relatif murah. Buah dan sayuran memiliki sifat yang tidak dapat bertahan lama jika disimpan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edible coating berbahan aktif kitosan dari cangkang bekicot dan pektin dari kulit jeruk kalamansi terhadap lama penyimpanan buah tomat.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan sebanyak empat taraf dan tiga pengulangan. Variabel terikat adalah lama penyimpanan. Percobaan dilakukan dengan ulangan tiga kali, sehingga akan diperoleh unit percobaan sebanyak 12 unit. Takaran dalam membuat edible coating dari cangkang bekicot dan ekstrak kulit jeruk kalamansi dibuat dengan perbandingan masing-masing 1:0; 0:1; 1:1; 2:1; dan 1:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan edible coating berpengaruh nyata terhadap tekstur, warna, bentuk, dan aroma pada tomat. Kandungan edible coating yang paling berpengaruh yaitu pada perlakuan 2:1 (P2K1) dimana pada  perlakuan ini tomat dapat tahan sampai pada 29 hari

    Shōjo Character in Miyazaki’s Kiki’s Delivery Service as Challenging the Archetype: A Semiotic Study

    Get PDF
    Studio Ghibli has made great animated films for more than three decades. One of its great animators is Hayao Miyazaki. Being famous for his award-winning and picturesque films, Miyazaki has proven to be a highly skilled animator presenting a catchy shōjo with distinctive characters. His shōjo named Kiki in Kiki’s Delivery Service has peculiar traits. This research aims at proving the opposition of Kiki to the common Japanese female character archetype. Eight pieces of data are in the form of screen captures to be studied semiotically. As part of social science research, this study is qualitative in nature. By employing Barthesian semiotic theory and Sugawa-Shimada’s theory of shōjo, it is evident that Kiki opposes the archetype of Japanese female characters. Kiki is portrayed as independent, assertive, not depending on one specific type of magical weapon, wearing a simple black witch dress, able to make prompt and clear decisions, doing daily chores, and having magical power that might be gone anytime due to some psychological reasons. Theoretically, this study contributes to the development of the linguistic field, particularly the stream of semiotics. This research also benefits researchers, film-makers, film audiences, and Studio Ghibli’s enthusiasts in a semiotic way that Kiki as shōjo is constructed with great empowerment opposing the common stereotype of a female character

    Implementasi Pendekatan CRT untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMPN 13 Madiun

    Get PDF
    This research aimed to increase student motivation and learning outcomes. This type of research is Classroom Action Research over 2 learning cycles, which lasts for two meetings, where in one cycle there is one meeting which includes planning, implementation, observation and reflection activities. The research subjects were 31 students from class VIII B at SMPN 13 Madiun. Data collection was carried out using questionnaires, observations and evaluations. The data from this research were processed and analyzed, which showed that the highest student motivation was in the process indicators that were interesting, the learning activity process ran interestingly, and increased students' learning motivation. The learning outcomes of students in cycle 1 obtained an average score of 88.57 and a completeness level of 75%, cycle 2 obtained an average score of 96.07 with a completeness level of 89.29%. The results obtained from cycles 1 and 2 using the CRT approach can be used as input for teachers to increase students' motivation and learning outcomes in learning activities.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi serta  hasil belajar peserta didik. Jenis peneleitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas selama 2 siklus pembelajaran, yang berlangsung selama   dua  pertemuan , dimana satu siklus terdapat satu pertemuan yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi , dan refleksi. Subjek penelitian dengan peserta didik eklas VIII B SMPN 13 Madiun sebanyak 31 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan angket, pengamatan, dan evaluasi. Data hasil penelitian ini diolah dan dianalisis, yang menunjukkan menunjukkan motivasi peserta didik tertinggi adalah pada indikator proses yang menarik proses kegiatan pembelajaran berjalan dengan menarik, dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik pada siklus 1 didapatkan rata-rata-nilai 88,57 dan taraf ketuntasan sebesar 75%, siklus 2  didapatkan rat-rata  nilai 96,07 dengan taraf ketuntasan sebesar 89,29%. Hasil yang didapatkan dari siklus 1 dan siklus 2 menggunakan pendekatan CRT mampu dijadikan masukan bagi guru untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam kegiatan pembelajaran

    Efektivitas Model Pembelajaran T Efektivitas Model Pembelajaran Teams games Tournament secara Berdiferensiasi dengan Teaching at The Right Level terhadap pengaruh Hasil Belajar Siswa Kelas VIII Materi Unsur Senyawa Campuran: Model Pembelajaran Teams games Tournament secara Berdiferensiasi dengan Teaching at The Right Level

    No full text
    This research aimed to determine the effectiveness of the Teams games Tournament (TGT) learning model with a differentiated approach with the TGT Teaching at The Right Level (TaRl) approach to student learning outcomes of Elements, Compounds and Mixtures. This type of research is Classroom Action Research. Research subjects using 1 class VIII SMP were 34 students at SMP Negeri 26 Surabaya. Classroom Action Research by conducting observations and giving Pre-Test and Post-Test questions to students in science learning. In this study, 4 cycles were used, each cycle was carried out in 1 meeting. Cycle 1 and cycle 2 were carried out using a differentiated approach, while cycle 3 and cycle 4 were carried out using TaRl. In the first and third cycles, cognitive diagnostic assessments were carried out by giving pre-tests to students. Based on the results of this research, it was concluded that the TGT learning model activities with the TaRl approach had an influence on increasing student learning outcomes with a level of effectiveness dominated by the Quite Effective criterion of 61%. In fact, the difference in achievement of TGT effectiveness values ​​with a differentiated approach is very significant at 48%. This can be used as a reference for the importance of providing facilities such as learning approaches for students to obtain optimal learning results.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Teams games Tournament (TgT) pendekatan berdiferensiasi dengan Teams games Tournament (TgT) pendekatan Teaching at The Right Level (TaRl) terhadap hasil belajar siswa materi Unsur, Senyawa dan Campuran. Jenis Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek Penelitian dengan menggunakan 1 kelas VIII SMP sebanyak 34 peserta didik di SMP Negeri 26 Surabaya. Penelitian Tindakan Kelas dengan melakukan Observasi dan memberi soal Pre Tes dan Post Tes pada peserta didik dalam pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa kegiatan model pembelajaran Team Games Tournament (TgT) dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRl) memberikan pengaruh terhadap peningkatan Hasil belajar siswa dengan tingkat keefektivas yang didominasi kriteria Cukup Efektivitas sebesar 61%. Bahkan selisih capaian nilai efektivitas dengan Team Games Tournament (TgT) dengan pendekatan berdiferensiasi sangat signifikan sebesar 48%. Hal ini dapat dijadikan acuan pentingnya memberikan fasilitas seperti pendekatan pembelajaran bagi peserta didik agar diperoleh hasil belajar yang optimal

    Sebuah Pendekatan TaRL terintegrasi Social Emotional Learning (SEL) dengan model PBL untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa: -

    No full text
    This research was motivated by students low interest and learning outcomes in science learning. The science learning process cannot fully meet students' needs and interests, causing low student learning outcomes. Teaching using the Teaching at The Right Level (TaRL) approach integrated with Social Emotional Learning (SEL) with the Problem Based Learning (PBL) model can facilitate various student learning characteristics and interests. The research aimed to determine the increase in learning interest and learning outcomes in science lessons on Elements, Compounds and Mixtures. This research used Classroom Action Research which was carried out in two cycles with each cycle containing four stages, namely planning, implementation, observation, then ending with reflection. Learning interest data was obtained through a learning interest questionnaire, while learning outcome data was obtained from written tests which were then analyzed quantitatively and qualitatively. The results showed that the average percentage of students' interest in learning before the action was 73.85% (fair) then increased to 79.97% (very high) after the action was given. In learning outcomes, an increase was obtained with an average score of 71.87 with learning completeness of 77.42% in cycle I and 82.19 in cycle II with learning completeness of 90.32%. Therefore, the SEL integrated TaRL approach with the PBL model can increase student interest and learning outcomes.Penelitian dilatar belakangi oleh minat serta hasil belajar siswa yang rendah pada pembelajaran IPA. Proses pembelajaran IPA belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan dan minat siswa sehingga menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Pengajaran menggunakan pendekatan Teaching at The Right Level (TaRL) terintegrasi Social Emotional Learning (SEL) dengan model PBL dapat memfasilitasi berbagai karakteristik dan minat belajar siswa. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat belajar dan hasil belajar pada pelajaran IPA materi Unsur, Senyawa dan Campuran. Jenis penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus dengan tiap siklus mengandung empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, kemudian diakhiri dengan refleksi. Data minat belajar diperoleh melalui angket minat belajar sedangkan data hasil belajar diperoleh dari tes tertulis yang kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan rerata persentase minat belajar siswa sebelum tindakan adalah 73,85% (cukup) kemudian meningkat menjadi 79,97% (sangat tinggi) setelah pemberian tindakan. Pada hasil belajar diperoleh peningkatan dengan rerata nilai sebesar 71,87 dengan ketuntasan belajar sebesar 77,42% pada siklus I dan menjadi 82,19 pada siklus II dengan ketuntasan belajar 90,32%. Oleh karena itu, pendekatan TaRL terintegrasi SEL dengan model PBL dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa

    Carbon Capture Storage dan Carbon Capture Utilization Storage (CCS/CCUS) sebagai Solusi Transisi Energi Fosil di Indonesia : CARBON CAPTURE STORAGE AND CARBON CAPTURE UTILIZATION AND STORAGE (CCS/CCUS) AS INDONESIA’S ENERGY TRANSITION

    No full text
    This study delves into Indonesia's pursuit of zero-emission clean energy by 2060, focusing on advanced light particle tracking technology and the transition to Clean Coal Technology (CCT) such as Carbon Capture Storage (CCS). Using a qualitative research approach with data from diverse sources, it discusses Indonesia's goals for reducing greenhouse gas emissions by 2030 per the National Determined Contribution (NDC) plan. Emphasizing strategies like Enhanced Oil Recovery (EOR), Enhanced Gas Recovery (EGR), and Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS), the study highlights their role in emission reduction. It also analyzes global and Indonesian advancements in CCS/CCUS technologies, underlining their potential across sectors like oil and gas, power generation, and industries. The study advocates for regional cooperation and infrastructure development to promote CCS/CCUS adoption, stressing technological progress and international collaboration in Indonesia's clean energy journey and emission reduction efforts. The government's commitment to implementing CCS and CCUS is reflected in the Ministry of Energy and Mineral Resources Regulation No. 2 of 2023. Indonesia has a CO2 storage potential of 8.4 Gt CO2, and so far, there are 15 CCS and CCUS projects underway.Penelitian ini mengulas komitmen Indonesia mencapai energi bersih nol emisi 2060 dan tantangan serta peluangnya, fokus pada teknologi pelacakan partikel cahaya. Transisi dari penambangan batu bara ke Teknologi Batu Bara Bersih (CCT) seperti Penyimpanan Penangkapan Karbon (CCS) sangat penting. Dengan pendekatan kualitatif dan data dari berbagai sumber, studi ini membahas target pengurangan emisi gas rumah kaca 2030 sesuai rencana Kontribusi Nasional (NDC). Strategi seperti Peningkatan Pemulihan Minyak (EOR), Peningkatan Pemulihan Gas (EGR), dan Penyimpanan dan Pemanfaatan Karbon (CCUS) menjadi fokus utama dalam mengurangi emisi. Kolaborasi regional dan infrastruktur CCS/CCUS penting dalam mencapai tujuan energi bersih Indonesia. Kata kunci: Transisi Energi, Teknologi Energi Fosil, Indonesia, Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS), Penangkapan dan Pemanfaatan Penyimpanan Karbon (CCUS)

    Fitoremediasi Posfat Menggunakan Tanaman Eceng Gondok Pada Limbah Cair Domestik

    Get PDF
    High levels of phosphate in waters, the majority of which comes from domestic liquid waste containing detergents. To overcome pollution arising from domestic liquid wastewater, wastewater treatment is absolutely necessary. The urgency of this research is very important in that an environmental mitigation engineering system is sought, so that it can reduce or even eliminate these pollutants if possible. The waste processing technique using plants is known as phytoremediation. Phytoremediation using water hyacinth plants. The analytical method in this study used a completely randomized design (RAL) where each treatment was repeated three times with an additive linear model for a two-factor factorial design with an environmental design in the form of RAL which was analyzed using the SPSS program. If the results of the analysis of variance show an F-count value > Ftable 0.5, a further test is carried out using the Tukey further test (honest significant difference). The results of this research were that the pH value was 6.9, close to the normal pH of water, and the temperature was around 26-25 0C. The BOD level decreased further over 7 days. Phosphate levels also experienced changes in concentration levels which decreased on day 7. The TSS value increased greatly. The TSS value greatly increased the yield and the color changed to cloudy brown

    Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Di SMA IT Iqra Kota Bengkulu

    Get PDF
    This research aims to describe the utilization of management information systems in schools, including the utilization of software, hardware, and networks by users. A qualitative research method was chosen, utilizing observation, interviews, and documentation techniques. This research was conducted at SMAIT IQRA in the city of Bengkulu. The informants in this study included the school principal, curriculum coordinator, and school operators. The results of the study indicate that SMAIT IQRA in Bengkulu has implemented the utilization of information systems in the school, including the use of software that is not yet fully integrated. The utilization of hardware and networks by users in the school has been adapted to keep up with developments, collaborating with third parties, and providing training to enhance the teachers' skills.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan sistem informasi manajemen di sekolah, meliputi pemanfaatan software, hardware dan jaringan bagi user. Metode penelitian kualitatif dipilih dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di SMAIT IQRA kota Bengkulu. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, waka kurikulum dan operator sekolah. Hasil penelitan menunjukkan bahwa SMAIT IQRA kota Bengkulu telah menggunakan pemanfaatan sistem infomasi di sekolah dengan pemanfaatan software yang belum terintegrasi secara utuh. Pemanfaatan hardware dan jaringan oleh user di sekolah sudah disesuaikan dengan mengikuti perkembangan yang ada, berkolaborasi dengan pihak ketiga, serta memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan guru

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇