Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Pengembangan Model Laboratorium Terapan Agribisnis untuk Peningkatan Keterampilan Kewirausahaan Melalui Pendekatan Triple Helix: Development of an Applied Agribusiness Laboratory Model to Improve Entrepreneurship Skills Through the Triple Helix Approach

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji pengembangan model laboratorium terapan agribisnis untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa melalui pendekatan Triple Helix. Melalui tinjauan literatur komprehensif, studi ini menganalisis integrasi kolaborasi universitas-industri-pemerintah dalam pendidikan agribisnis, penerapan model laboratorium terapan, dan dampaknya terhadap pengembangan keterampilan kewirausahaan. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan Triple Helix, ketika diimplementasikan dalam konteks laboratorium terapan agribisnis, dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan kewirausahaan mahasiswa, mendorong inovasi, dan memperkuat kesiapan kerja. Studi ini menyoroti pentingnya pembelajaran eksperiensial, integrasi teknologi, dan kolaborasi multi-stakeholder dalam mengembangkan model laboratorium yang efektif untuk pendidikan kewirausahaan agribisnis

    Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO/IEC 17025 pada Laboratorium Diagnosa Penyakit Ikan dengan Fokus Tantangan dan Strategi di Negara Berkembang: Implementation of ISO/IEC 17025 Quality Management System in Fish Disease Diagnostic Laboratories with a Focus on Challenges and Strategies in Developing Countries

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO/IEC 17025 pada laboratorium diagnosa penyakit ikan di negara berkembang, dengan fokus pada tantangan dan strategi yang dihadapi. Melalui tinjauan literatur komprehensif, studi ini mengidentifikasi berbagai hambatan seperti keterbatasan sumber daya, infrastruktur yang tidak memadai, dan kurangnya keahlian teknis. Strategi yang diusulkan meliputi pengembangan kapasitas, kolaborasi internasional, dan adaptasi standar sesuai konteks lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun implementasi ISO/IEC 17025 menghadapi tantangan signifikan, manfaatnya dalam meningkatkan kualitas dan reliabilitas layanan laboratorium sangat penting bagi perkembangan akuakultur dan keamanan pangan di negara berkembang

    Evaluasi Kinerja dan Tantangan Manajemen Laboratorium Biosekuriti dalam Pencegahan Zoonosis pada Sistem Peternakan Terpadu: Evaluation of Performance and Challenges of Biosecurity Laboratory Management in Zoonosis Prevention in Integrated Livestock Systems

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji evaluasi kinerja dan tantangan manajemen laboratorium biosekuriti dalam konteks pencegahan zoonosis pada sistem peternakan terpadu. Melalui tinjauan literatur komprehensif, studi ini menganalisis praktik terkini, inovasi teknologi, dan pendekatan interdisipliner dalam manajemen laboratorium biosekuriti. Hasil menunjukkan bahwa integrasi sistem manajemen mutu, penggunaan teknologi informasi canggih, dan penerapan pendekatan One Health sangat penting dalam meningkatkan efektivitas pencegahan zoonosis. Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya, kesenjangan teknologi informasi, dan kurangnya tenaga ahli. Penelitian ini menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, pelatihan berkelanjutan, dan standardisasi prosedur operasional untuk mengatasi tantangan tersebut. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pengembangan strategi manajemen laboratorium biosekuriti yang lebih efektif dalam sistem peternakan terpadu

    Standarisasi dan Harmonisasi Protokol dalam Pengelolaan Laboratorium Diagnostik Molekuler Era Post-Pandemi: Standardization and Harmonization of Protocols in The Management of Molecular Diagnostic Laboratories in The Post-Pandemic Era

    Full text link
    Pandemi COVID-19 telah mengubah lanskap laboratorium diagnostik molekuler secara signifikan, mendorong kebutuhan akan standarisasi dan harmonisasi protokol untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pengujian. Artikel ini mengkaji perkembangan terkini dalam pengelolaan laboratorium diagnostik molekuler di era post-pandemi, dengan fokus pada implementasi standar internasional, kemajuan teknologi, dan tantangan dalam harmonisasi protokol. Melalui tinjauan literatur komprehensif, artikel ini mengidentifikasi praktik terbaik dalam standardisasi protokol laboratorium, sistem manajemen mutu, dan kebutuhan akreditasi. Hasil menunjukkan bahwa adopsi teknologi canggih, peningkatan sistem manajemen laboratorium, dan kolaborasi internasional adalah kunci untuk meningkatkan kinerja laboratorium diagnostik molekuler. Kesimpulannya, standarisasi dan harmonisasi protokol laboratorium sangat penting untuk memastikan kesiapan menghadapi tantangan kesehatan global di masa depan

    Transformasi Digital Laboratorium Peternakan: Integrasi Teknologi Presisi dan Inovasi untuk Peningkatan Produktivitas: Digital Transformation of Animal Husbandry Laboratories: Integrating Precision Technology and Innovation to Improve Productivity

    Full text link
    Artikel review ini menganalisis transformasi digital laboratorium peternakan melalui integrasi teknologi presisi dan inovasi untuk peningkatan produktivitas. Berdasarkan kajian literatur sistematis terhadap publikasi terkini (2022–2024), penelitian mengidentifikasi implementasi kunci seperti Laboratory Information Management Systems (LIMS), Digital Twin, AI, dan IoT yang secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, serta pemantauan kesejahteraan hewan. Temuan menunjukkan peningkatan produktivitas dan pengurangan tenaga kerja pada peternakan adopter teknologi. Meskipun dihadapkan pada tantangan biaya tinggi dan kesenjangan kompetensi, solusi seperti pelatihan teknis, subsidi pemerintah, dan kolaborasi riset (Digi4Live) berpotensi mempercepat adopsi digital. Kesimpulannya, transformasi ini tidak hanya mendorong produktivitas tetapi juga keberlanjutan ekosistem peternakan modern

    Perkembangan Teknologi dan Standarisasi Laboratorium Veteriner Modern: Sebuah Tinjauan Sistematis: Technological Developments and Standardization of Modern Veterinary Laboratories: A Systematic Review

    Full text link
    Perkembangan teknologi dan standarisasi laboratorium veteriner modern telah mengalami transformasi signifikan, terutama dalam digitalisasi, implementasi kecerdasan buatan (AI), sistem manajemen mutu, pendekatan One Health, dan keberlanjutan lingkungan. Transformasi digital melalui AI meningkatkan akurasi diagnostik dan efisiensi operasional, terutama dalam analisis pencitraan dan prediksi penyakit. Standarisasi internasional (ISO/IEC 17025) dan pedoman World Organisation for Animal Health (WOAH) menjadi fondasi kritis untuk menjamin kualitas layanan. Pendekatan One Health memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani penyakit zoonosis dan krisis kesehatan global, seperti peran laboratorium veteriner selama pandemi COVID-19. Tantangan utama meliputi privasi data, biaya, dan etika penggunaan AI, serta kebutuhan integrasi praktik berkelanjutan (misalnya Green Labs) untuk mengurangi dampak lingkungan. Ke depan, laboratorium veteriner berpotensi berkembang melalui inovasi diagnostik canggih, kolaborasi kesehatan global, dan komitmen terhadap keberlanjutan ekologis

    Mitigasi Bencana Dalam Kebijakan Penataan Ruang Pasca Uu Cipta Kerja Dan Pp No. 21 Tahun 2021

    Full text link
    Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor akibat kondisi geografis dan geologis yang kompleks serta kepadatan penduduk di wilayah rawan bencana. Penataan ruang berperan strategis dalam mitigasi risiko bencana melalui pengaturan zonasi dan kebijakan perizinan yang adaptif. Pasca pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2021, terdapat pembaruan regulasi penataan ruang yang menegaskan integrasi kajian risiko bencana dalam perencanaan tata ruang, khususnya melalui instrumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Artikel ini mengkaji secara yuridis fungsi penataan ruang dalam mitigasi bencana serta tantangan hukum dalam implementasinya. Temuan menunjukkan bahwa penataan ruang yang mengintegrasikan KLHS dan zonasi berbasis risiko berpotensi meningkatkan ketahanan wilayah, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala kapasitas teknis daerah dan konsistensi penerapan. Diperlukan sinergi lintas sektor dan penguatan regulasi agar penataan ruang dapat menjadi instrumen efektif dalam pengurangan risiko bencana di Indonesia

    Financial Screening Pada Saham Syariah Di Tinjau Dari Aspek Maslahah Mursalah

    Full text link
    Sharia shares are an adaptation of the conventional stock market that was first introduced in Indonesia. The difference between Sharia shares and conventional stocks lies in the screening method found in Sharia stocks, especially in the financial screening method. However, there is a problem with the financial screening method where interest-based debt and non-halal income are still allowed with certain limitations on Sharia stock instruments. The provision of these limitations is given by the OJK by referring to the DSN-MUI Fatwa. Maslahah mursalah is one method that can see the reasons for allowing the issuance of limits on interest-based debt and non-halal income on sharia stock instruments. This research will be a type of notary public legal research. The data used is secondary data where the researcher will use data sources in the form of books, journals, articles, and regulations related to this research. The results of this study are to see the aspects that must be considered in the maslahah mursalah method as one method that can be used in exploring the law and see the reasons for providing financial screening limitations on sharia shares in terms of maslahah mursalah

    Pendidikan Politik di Masyarakat Kampung Waninggap Nanggo dalam Membangun Kesadaran Demokrasi Menjelang Pilkada 2024

    Full text link
    The political education program in Waninggap Nanggo aims at increasing democracy awareness and knowledge among residents leading up to the 2024 Elections. As lead earlier, the method was participatory and comprehensive, involving a baseline survey curriculum development, and workshop implementation and election simulation. The results show a 43% increase in politics comprehension from 30% before the program to 75% after. Participation in educative activities stands at 85%, with most of the participants indicating that they feel better prepared and confident about their participation in the Elections. The post-program evaluation indicates that 80% of the participants feel more capable of identifying correct information and staying away from fake news and have shown interest in continued politics participation. These findings show that democracy awareness creation is effective if tailored in consideration of the local communities. Moreover, it minimizes the devastating effects of black and money politics and revitalizes their interest in participation. The success of this programme is expected to serve as a model for other regions, with the potential to strengthen the foundations of democracy in Indonesia through sustainable and participatory approaches. Collaboration between the government, educational institutions, and community organisations is recommended to ensure the sustainability and increased effectiveness of the programme, including the organisation of facilitator training and the development of educational materials relevant to current political dynamics. Thus, political education programmes can have a positive long-term impact on the development of democracy in Waninggap Naggo Village and other areas.      

    Workshop Penerapan Lesson Study untuk Mengembangkan Budaya Refleksi pada Implementasi Kurikulum Merdeka

    Full text link
    The Workshop on the Application of Lesson Study to Develop a Culture of Reflection in the Implementation of the Independent Curriculum aims to introduce and promote the practice of Lesson Study as a tool to improve the quality of learning in schools implementing the Independent Curriculum. The Independent Curriculum was introduced as an effort to provide schools with the freedom to develop curricula that align with local needs and the characteristics of their students. Its urgency lies in the need to adapt effective and relevant teaching approaches to the current educational context. A culture of reflection is key to improving the quality of teaching practices. Through Lesson Study, educators can collaborate, plan, observe, and reflect on their teaching practices regularly. The goal of this workshop is to enhance educators' understanding and skills in applying Lesson Study as a systematic approach to teacher professional development and improving student learning outcomes. The workshop also aims to strengthen the culture of collaboration and reflection among educators so that they can effectively implement the Independent Curriculum while taking into account students' needs and contexts. The targeted outcomes of this workshop include improving teachers' skills in planning, implementing, and evaluating the teaching process through Lesson Study. Thus, this workshop successfully provides teachers with a better understanding of the importance of applying Lesson Study to build a culture of reflection in teaching, particularly in the context of implementing the Independent Curriculum

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇