Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 4-5 TAHUN DITINJAU DARI PENERAPAN APE BUSY BOOK DI TK TA PENDEM 01
Perkembangan sosial emosional merupakan proses dimana anak belajar untuk berperilaku yang berhubungan dengan individu untuk hidup dan berinteraksi atau melakukan kegiatan sosial dengan individu lain dalam kehidupan sehari hari. Anak usia 4-5 tahun di TK TA Pendem 01 memiliki kemampuan dalam sosial emosional yang masih kurang optimal. Hal ini disebabkan karena persiapan media pembelajaran oleh guru yang dilakukan ketika proses belajar mengajar, motivasi anak masih kurang dari lingkungan juga dapat mempengaruhi proses belajar anak karena orang terdekat dapat menghambat perkembangan sosial emosional anak. penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui perkembangan sosial emosional yang terjadi pada anak usia 4-5 tahun melalui permainan busy book. Pendekeatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan terkait implementasi APE busy book sebagai peninjau dari capaian perkembangan anak usia 4–5 tahun di lembaga TK TA Pendem 01. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menjelaskan bahwa dengan menggunakan media busy book anak sudah mencapai indikator yang diteliti oleh peneliti yaitu anak mampu berantusias dalam mengikuti rangkaian permainan yang ada di busy book, menaati peraturan yang berlaku dalam permainan, percaya diri untuk menjawab pertanyaan yang dikasih pendidik dan mampu berinteraksi dengan sesama teman. Maka dari itu bisa disimpulkan bahwa media busy book efektif diterapkan dalam pembelajaran untuk lembaga PAUD.Perkembangan sosial emosional merupakan proses dimana anak belajar untuk berperilaku yang berhubungan dengan individu untuk hidup dan berinteraksi atau melakukan kegiatan sosial dengan individu lain dalam kehidupan sehari hari. Perkembangan sosial emosional dapat dikembangkan dengan melalui proses pembelajaran. penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui perkembangan sosial emosional yang terjadi pada anak usia 4-5 tahun melalui permainan busy book. Pendekeatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan terkait implementasi APE busy book sebagai peninjau dari capaian perkembangan anak usia 4–5 tahun di lembaga TK TA Pendem 01. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian yang dilakukan menjelaskan bahwa dengan menggunakan media busy book anak sudah mencapai indikator yang diteliti oleh peneliti yaitu anak mampu berantusias dalam mengikuti rangkaian permainan yang ada di busy book, menaati peraturan yang berlaku dalam permainan, percaya diri untuk menjawab pertanyaan yang dikasih pendidik dan mampu berinteraksi dengan sesama teman
A SOSIALISASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GURU BIMBINGAN KONSELING(BK) BERBASIS WEBSITE: SOSIALISASI PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GURU BIMBINGAN KONSELING(BK) BERBASIS WEBSITE
Information system needs cover almost all areas of life. Accurate, fast and relevant information is needed in organizations. However, in reality, due to the lack or limited use of information systems, it is sometimes out of sync with the wishes and expectations to be realized. Bina Sriwijaya Vocational School is a school majoring in Office Administration, Computer Accounting, Computer Network Engineering, Hospitality Accommodation that needs to develop information technology that can use the Website for communication between students, Counseling Teachers and parents. The reporting system for student violations at schools is currently still done manually or offline so that parents and Counseling Guidance teachers still find it difficult to follow up on every student's customer. Community service activities are carried out to provide assistance to students, website operators, Counseling teachers and representatives of parents for the use of a Website-Based Information System so that it can be used anytime and anywhere.Kebutuhan sistem informasi meliputi hampir semua bidang kehidupan. Informasi yang akurat, cepat, serta relevan sangat dibutuhkan dalam organisasi. Namun pada kenyataannya, karena kurang atau terbatasnya penggunaan sistem informasi terkadang tidak sinkron dengan keinginan serta harapan yang ingin diwujudkan. SMK Bina Sriwijaya merupakan sekolah yang memiliki jurusan Administrasi Perkantoran, Akuntansi Komputer, Teknik Komputer Jaringan, Akomodasi Perhotelan yang perlu mengembangkan teknologi informasi yang dapat menggunakan Website untuk komunikasi antara siswa, Guru Bimbingan Konseling dan orang tua. Sistem Pelaporan pelanggaran siswa pada sekolah saat ini masih secara manual atau offline sehingga orang tua dan guru Bimbingan Konseling masih kesulitan unutk menindaklanjutik setiap pelangganran siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan pendampingan kepada siswa, operator website, guru Bimbingan Konseling dan perwakilan dari orang tua untuk penggunaan Sisterm Informasi Berbasis Website sehingga bisa di gunakan kapan saja dan dimana saja
Peningkatan Kreatifitas Ibu Rumah Tangga Dalam Pemanfaatan Sampah Kemasan Plastik Menjadi Produk Berguna di Kelurahan Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu
Penggunaan produk-produk kemasan plastik dalam rumah tangga menyisakan sampah yang sulit terurai dengan tanah dan jika dibakar akan memberikan polusi udara yang berbahaya. Dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta peningkatan kreatifitas masyarakat maka diperlukan pembekalan keterampilan berupa kerajinan tangan yang mampu mengolah sampah plastik menjadi barang berguna yang memiliki nilai tambah dan nilai jual. Tujuan program adalah peningkatan pemahaman, kreatifitas dan kemampuan kewirausahaan dalam pemanfaatan sampah kemasan plastik dan diharapkan meningkatkan perekonomian dan sosial keluarga. Kelompok ibu rumah tangga melalui TIM PKK (Penggerak kesejahteraan Keluarga) diharapkan dapat menjadi garda depan memastikan edukasi tentang sampah dapat diterapkan dimasyarakat. Tim pengabdian FT UNIB 2023 melakukan sosialisasi dan pendampingan dengan mendatangkan pihak yang telah berhasil mengolah kemasan sampah plastik menjadi barang yang bernilai ekonomis. Kegiatan dimulai dengan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Sawah Lebar Baru dan ibu-ibu TIM PKK, sosialisasi pengumpulan sampah kemasan plastik sebagai bahan utama pembuatan barang berguna, seperti tas, tempat air mineral, keranjang. Melakukan pemisahan sampah plastik berdasarkan jenis, warna dan tebal. Selanjutnya melibatkan komunitas peduli lingkungan yang memberikan pelatihan pembuatan barang berguna dari limbah kemasan plastik. Hasil yang didapat melalui melalui Pengabdian FT UNIB, yaitu menambah pengetahuan tentang pengolahan sampah kemasan plastik, memberikan dan menambah keahlian dalam membuat kerajinan yang bernilai ekonomis, peningkatan kreatifitas dan pembentukan kader pemanfaat sampah di Lingkungan kelompok Rukun Tetangga (RT) melalui tim penggerak PKK kelurahan. Anggota kelompok kedepannya diharapkan bisa memanfaatkan limbah rumah tangganya khususnya sampah kemasan plastik menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis.Penggunaan produk-produk kemasan plastik dalam rumah tangga menyisakan sampah yang sulit terurai dengan tanah dan jika dibakar akan memberikan polusi udara yang berbahaya. Dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta peningkatan kreatifitas masyarakat maka diperlukan pembekalan keterampilan berupa kerajinan tangan yang mampu mengolah sampah plastik menjadi barang berguna yang memiliki nilai tambah dan nilai jual. Tujuan program adalah peningkatan pemahaman, kreatifitas dan kemampuan kewirausahaan dalam pemanfaatan sampah kemasan plastik dan diharapkan meningkatkan perekonomian dan sosial keluarga. Kelompok ibu rumah tangga melalui TIM PKK (Penggerak kesejahteraan Keluarga) diharapkan dapat menjadi garda depan memastikan edukasi tentang sampah dapat diterapkan dimasyarakat. Tim pengabdian FT UNIB 2023 melakukan sosialisasi dan pendampingan dengan mendatangkan pihak yang telah berhasil mengolah kemasan sampah plastik menjadi barang yang bernilai ekonomis. Kegiatan dimulai dengan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Sawah Lebar Baru dan ibu-ibu TIM PKK, sosialisasi pengumpulan sampah kemasan plastik sebagai bahan utama pembuatan barang berguna, seperti tas, tempat air mineral, keranjang. Melakukan pemisahan sampah plastik berdasarkan jenis, warna dan tebal. Selanjutnya melibatkan komunitas peduli lingkungan yang memberikan pelatihan pembuatan barang berguna dari limbah kemasan plastik. Hasil yang didapat melalui melalui Pengabdian FT UNIB, yaitu menambah pengetahuan tentang pengolahan sampah kemasan plastik, memberikan dan menambah keahlian dalam membuat kerajinan yang bernilai ekonomis, peningkatan kreatifitas dan pembentukan kader pemanfaat sampah di Lingkungan kelompok Rukun Tetangga (RT) melalui tim penggerak PKK kelurahan. Anggota kelompok kedepannya diharapkan bisa memanfaatkan limbah rumah tangganya khususnya sampah kemasan plastik menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis.
Kata kunci: Kreatifitas, Keterampilan, Sampah Kemasan Plastik, Kewirausahaa
Implementation OF VILLAGE BOUNDARY DETERMINATION AND AFFIRMATION USING CATHROMETRIC METHOD IN THE DISTRICT OF AIR NIPIS
Confirming regional boundaries is very important in this era of implementing regional autonomy. Moreover, after the issuance of Law No. 06 of 2014 concerning villages, regional boundaries have become very important in order to optimize village authority so that they can manage their natural resources independently. Conflicts that occur between two or more bordering regions because there is no legal certainty can result in material or non-material losses. To minimize the occurrence of conflict in a regional boundary determination issue, it is necessary to create regional boundary maps based on applicable legislation. According to Minister of Home Affairs Regulation Number 45 of 2016, determining and confirming village boundaries cartometrically is expected to be a solution. Regional confirmation can also optimize regional management so that it can create orderly government administration, provide clarity and legal certainty over areas that affect technical and juridical aspects. The focus of this research is the determination and confirmation of village boundaries in Air Nipis District, South Bengkulu Regency, which covers 5 research aspects, namely Preparation, Initial Socialization. Data Collection, Determination of Village boundaries, and Confirmation of Village boundaries.
The confirmation of village boundaries was stated in the issuance of Regent Regulation no. 46 of 2023 concerning Determination, Confirmation and Confirmation of Village Boundaries in Air Nipis District, South Bengkulu Regency
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Melalui Media Papan Pintar Huruf Usia 4-5 Tahun Di TK Islam Asshafa
Penelitian ini dimulai dengan menemukan bahwa siswa TK Islam Asshafa, khususnya anak-anak berusia empat hingga lima tahun, memiliki kemampuan yang kurang baik dan lemah untuk mengenal berbagai huruf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak-anak tersebut dalam mengenal huruf dengan menggunakan media papan pintar selama proses pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Untuk penelitian tindakan kelas, teknik pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif sama pentingnya seperti untuk penelitian formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media papan pintar huruf dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak. Pada siklus I, 4 siswa mendapatkan katogeri yang sangat baik, dengan persentase 23,52 %, dan pada siklus II, 14 siswa mendapatkan katogeri yang sangat baik, dengan persentase 82,35%. Dapat disimpulkan bahwa media papan pintar huruf dapat meningkatkan minat dan antusiasme anak dalam pembelajaran mengenal huruf
Integrasi Sistem IOT Berbasis Multi-Sensor untuk Pemantauan Real-Time Kualitas Air Limbah Laboratorium Teknik
Pemantauan kualitas air limbah secara real-time merupakan langkah krusial dalam pengelolaan lingkungan, terutama dalam skala laboratorium yang menghasilkan limbah dengan karakteristik spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT), yang mampu mendeteksi parameter pH, suhu, kekeruhan, dan konduktivitas secara kontinu. Sistem ini menggunakan berbagai sensor terintegrasi dengan mikrokontroler Arduino, memungkinkan pengumpulan data yang akurat dan efisien. Data yang diperoleh dianalisis untuk menilai status air limbah berdasarkan parameter standar yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai parameter kualitas air bervariasi tergantung pada jenis aktivitas laboratorium. Nilai pH berkisar antara 6,8 hingga 8,6, suhu antara 25,9°C hingga 34°C, kekeruhan mencapai 72 NTU, dan konduktivitas hingga 1300 µS/cm. Sistem pemantauan yang dirancang tidak hanya mampu mengidentifikasi air limbah yang tercemar, tetapi juga mengirimkan peringatan melalui jaringan GSM apabila parameter melebihi ambang batas. Temuan ini menunjukkan efektivitas sistem IoT dalam pemantauan kualitas air limbah, mengurangi ketergantungan pada metode konvensional yang memakan waktu dan sumber daya. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pengelolaan limbah laboratorium yang lebih berkelanjutan. Sistem yang dikembangkan dapat diadaptasi untuk berbagai kebutuhan pemantauan kualitas air, baik di laboratorium pendidikan maupun fasilitas skala kecil lainnya. Integrasi teknologi IoT ini diharapkan menjadi langkah maju dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan limbah secara global.
Kata kunci — Internet of Things (IoT), Pemantauan Kualitas Air, Limbah Laboratorium, Sensor, Water Quality
Index (WQI
Smartphone Usage Behavior And Technology Acceptance In Oil Palm Replanting
Replanting activities need support using information technology so that plantation business actors can access information related to plantations independently and accurately. This research analyzes smartphone usage behavior using a technology acceptance model approach among oil palm users. This research was conducted at the Karya Dharma III Village Unit Cooperative, Keranji Guguh Village, Koto Gasib District, Siak Regency. The sample taken in this research was 30 planters. The sampling technique in this research uses a snowball sampling technique, which is obtained through a rolling process based on the relationship between one respondent and another. Snowball sampling is a sampling method that uses initial illustration data to identify other illustrations that meet the criteria. Data analysis was carried out using a descriptive study based on a Likert scale. The final results of this research show that using smartphones among oil palm planters in Keranji Guguh Village as a medium to help search for and receive information for oil palm planters is classified as moderate, with an average score of 2.84. Smartphone use has become an alternative media planters use to search for information on supporting oil palm rejuvenation activities, land clearing, planting spacing patterns, using superior seeds, and plant maintenance replanting
Technical Efficiency Of Rice Farming Around The Nickel Mining In Konawe Selatan District
South Konawe Regency has vast potential agricultural land, It can support the regional economy by supplying the food needs of the community and being a major player in trade across districts. In addition to providing food, the agricultural sector also serves as a market for goods produced by the industrial sector in rural communities and urban areas, a source of labor for industry, a source of capital for modern economic growth, particularly in its early stages, and a source of foreign exchange. Policy support is needed from the government in developing the agricultural sector considering the importance of synergy between the agricultural and mining sectors to minimize negative impacts in order to achieve economic balance so that it becomes the basis for local governments in taking appropriate policies to support the agricultural sector amidst mining activities. The purpose of this study is to examine lowland rice farming's technical effectiveness and production characteristics in the vicinity of South Konawe Regency's nickel mine. The data collected used primary and secondary data, with a total of 20 farmers as respondents. Stochastic Frontier Analysis (SFA) was utilized to analyze the data. The findings of the study indicate that lowland rice farming is technically efficient when it is conducted near nickel mining and that the production elements that actually affect lowland rice farming include land area, labour force, urea and NPK fertilisers, and insecticides
Assessing Efficiency Of Paddy Farming In Deli Serdang Regency, North Sumatra, Indonesia
The use of agricultural input is significant for farm management. It would relate to productivity and efficiency. The problem is that the paddy farmers still needed to determine the appropriate agricultural input use level to achieve efficiency. This study aims to assess the efficiency of paddy farming in Deli Serdang Regency, North Sumatra, Indonesia. This study evaluated the efficiency of paddy farming with three types: technical efficiency, allocative efficiency, and economic efficiency. A survey was conducted with 40 paddy farmers to obtain data on paddy production and agricultural input use such as seed, fertilizer, chemicals, and labor. Data envelopment analysis with an input approach was employed to analyze the data. The scores of technical efficiency, allocative efficiency, and economic efficiency were 0.935, 0.711, and 0.668, respectively. This study indicated that paddy farming in Deli Serdang Regency, North Sumatra, Indonesia, was technically efficient. However, it was allocative and economically inefficient. The unachieved cost minimization was the driving factor of the allocative inefficiency. Furthermore, this study also found that the condition of paddy farming increased the return to scale (IRS). This condition implied that the paddy farmers could escalate the paddy production and achieve efficiency by improving agricultural input use. Moreover, eco-friendly agricultural input is encouraged to minimize costs to improve allocative efficiency and support sustainable agriculture. Also, the government should take some actions and policies to improve the efficiency of paddy farming in Deli Serdang
Economic Efficiency Of Pineapple Farming Using The Stochastic Frontier Approach
Central Aceh Regency is the province's largest pineapple producer. However, pineapple farming is facing the problem of low pineapple productivity and input use efficiency. The research aims to analyze the factors that influence the level of technical efficiency and the allocative and economic efficiency of pineapple farming in Pegasing District, Central Aceh Regency. The sampling process employs the stratified random sampling method. The total sample consisted of 62 respondents. The stochastic frontier is used. The research revealed that the production factor of land area, with a variable coefficient value of 0.0312, seeds with a variable coefficient value of seeds of 1.0152, and pesticides with a coefficient value of 5.6239, significantly influenced pineapple farming production in Pegasing District. Conversely, the labor factor, with a coefficient value of 0.0408, and fertilizer, with a coefficient value of 0.1198, had an insignificant effect. The use of inputs in pineapple farming has reached technical efficiency values, but there are still opportunities to increase optimally. However, neither allocatively nor economically have we achieved efficiency. The technical efficiency value for pineapple farmers was 0.80, the allocative efficiency value reached 0.427, and the economic efficiency was 0.351. Farmers, as actors in farming activities, need to pay attention to the use of the right combination of inputs; economic efficiency will be obtained from the use of production factors so that pineapple farmers' income will increase