Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita Siswa Kelas XI SMAN 2 Kota Bengkulu
The study was named, "The Influence of the Project Based Learning (Pjbl) Model on the Ability to Write News Text for Class XI of State High School 2 Bengkulu City" . The purpose of this study is to examine how the project-based learning paradigm affects students' capacity to compose news articles. This study employed a quantitative methodology and a kind of experiment with methods. by learning observation, student response’s questionnaire, and the write news text’s assessment. The learning process lasted for six meetings. Based on the observation and student response’s questionnaire results, an average total score was obtained 72,85 included in the “Good” categorial. Besides that, from the results of the write news text’s assessment, an average total score was obtained 78,7 included in “Good” categorial. Simple linear regression is used for hypothesis testing; the results show a t-count of 5.379 and a t-table of 2.045, with degrees of freedom (df) of 29 and a significance threshold of α = 0.05. The t-count > t-table value. Then based on the criteria for testing the hypothesis H0 is rejected and Ha is accepted. Therefore, it can be concluded that there is a significant effect of using the project-based learning model on the ability to write a news text, based on the results that have been obtained.Terdapat pengaruh model PjBL terhadap kemampuan menulis anak. Tujuan penelitian ini selanjutnya adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran berbasis proyek mempengaruhi kapasitas siswa dalam membuat berita. Penulis penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif. jenis eksperimen dengan teknik pengambilan data menggunakan observasi pembelajaran, angket respon siswa, dan tes menulis teks berita. Proses pembelajaran menggunakan model PjBL berlangsung selama 6 pertemuan. Berdasarkan observasi dan hasil angket respons siswa, ditemukan bahwa model PjBL telah berjalan dengan baik, dan berdampak positif kepada peserta didik, dengan skor total rata-rata diperoleh 72,85 kategori “Baik”. Selain itu, rata-rata nilai keseluruhan siswa pada Nilai ujian kemampuan menulis teks berita sebesar 78,7 masuk dalam rentang “Baik”. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan regresi linier sederhana, menghasilkan thitung sebesar 5,379, ttabel sebesar 2,045, derajat kebebasan (df) 29, dan nilai signifikansi α = 0,05. Karena thitung melebihi ttabel maka Ha diterima dan H0 ditolak memenuhi syarat pengujian hipotesis.. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kapasitas siswa dalam membuat berita sangat dipengaruhi oleh penggunaan paradigma pembelajaran berbasis proyek, berdasarkan hasil yang telah diperoleh
Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi pada Kelas VIII SMP Negeri 7 Kota Bengkulu
The purpose of this study was to determine the ability to write observation report texts in class VIII students of SMP Negeri 7 Bengkulu City. This study used a descriptive method with aquantitative approach. The population in this study were 211 students of class VIII B SMPNegeri 7 Bengkulu City. The sample in this study used purposive sampling, namely 14% ofthe total population, namely 30 students. The data collection technique used a test technique,namely students were given the task of writing an observation report text with a timeallocation of 60 minutes. The ability to write an observation report text was assessed from 3 aspects, namely, general definitions, part definitions, and conclusions. The data analysistechnique used in this study was simple statistics by calculating the average value. The results of this study indicate that the average value of the ability to write observation report texts in class VIII students of SMP Negeri Bengkulu City was 57.64 with a sufficient category. The average value of the ability to write observation report texts based on the general definition aspect is 15.85 with a sufficient category where students can write general descriptions but not in detail or completely only contain the definition of the object is not explained in more detail, the average ability to write observation report texts in students based on the definition aspect of the part is 25.85 with a sufficient category where students have written descriptions of parts but many students do not really describe the object specifically so that the description of the part is less in-depth, the average ability to write observation report texts in students based on the definition aspect of benefits/Conclusions is 15.92 with a sufficient category where students have written conclusions but students have not really understood what the conclusions are so that many conclusions made only repeat words in the general description and also do not match the objects observed. This study sees that students' writing abilities in observation report texts must be studied better so that students can really understand the structural parts in the observation report text.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 7 Kota Bengkulu yang berjumlah 211 orang siswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling purposive yaitu sebanyak 14% dari jumlah populasi yaitu 30 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, yaitu berupa siswa diberikan tugas menulis teks laporan hasil observasi dengan alokasi waktu 60 menit. Kemampuan menulis teks laporan hasil observasi ini dinilai dari 3 aspek yaitu, defisimi umum, definisi bagian, dan kesimpulan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, statistis sederhana dengan menghitung nilai rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri Kota Bengkulu adalah 57,64 dengan kategori cukup. Nilai rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada berdasarkan aspek definisi umum adalah 15,85 dengan kategori cukup dimana siswa sudah bisa menuliskan deskripsi umum namun belum secara detail atau lengkap hanya terdapat pengertian objek saja tidak dijelaskan lebih rinci objek yang diamati, rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa berdasarkan aspek definisi bagian 25,85 dengan kategori cukup, siswa sudah menulis deskripsi bagian tetapi banyak siswa tidak benar-benar menjabarkan objek secara spesifik sehingga deskripsi bagian kurang mendalami, rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa berdasarkan aspek definisi manfaat/Kesimpulan 15,92 dengan kategori cukup,siswa sudah menulis kesimpulan tetapi siswa belum sepenuhnya mengerti apa dari isi kesimpulan sehingga banyak kesimpulan yang dibuat hanya mengulang deskripsi umum dan juga tidak sesuai dengan objek yang diamati. Penelitian ini melihat bahwa kemampuan menulis siswa pada teks laporan hasil observasi harus dipelajari lebih baik lagi sehingga siswa dapat memahami isi teks laporan hasil observasi
Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Berbantu Canva Terhadap Hasil Belajar Subtema Kekayaan Sumber Energi Di Indonesia
The Effect of Canva-Assisted Problem Based Learning Model on Learning Outcomes of Energy Source Wealth in Indonesia. Thesis of the Elementary School Teacher Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Pakuan University, 2022. The study is a quasi experimental research that aims to determine the effectiveness of the Canva-assisted Problem Based Learning (PBL) model in improving student learning outcomes on the sub-theme of energy resource wealth in Indonesia. The research was conducted at Margajaya 2 Elementary School, Bogor City, involving Class IV B and IV C during the even semester, starting from June. The N-Gain calculation of the PBL model reached a score of 75, which falls into the hight criteria, with 100% completeness of student learning outcomes. In contrast, the N-Gain value of the conventional learning model was only 41, categorized as low, with a completeness percentage of merely 33%. The results of hypothesis testing indicate that H0 is rejected and Ha is accepted because the value of tcount (8.3993) is higher than ttable (2.004879). Based on these findings, it can be concluded that the Canva-assisted Problem Based Learning model has a significant and positive influence on student learning outcomes. Therefore, this model is considered very effective for learning the sub-theme of energy resource wealth in Indonesia.Cory Aulia Auditya, 037118073. Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning Berbantu Canva Terhadap Hasil Belajar Subtema Kekayaan Sumber Energi Di Indonesia. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pakuan, 2022. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen quasi. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Margajaya 2 Kota Bogor Kelas IV B dan IV C pada bulan Juni sampai semester genap. Perhitungan N-Gain model Problem Based Learning sebesar 75 dengan kriteria tinggi dan ketuntasan hasil belajar 100%, nilai N-Gain model konvensional sebesar 41 dengan kriteria rendah dan ketuntasan hasil belajar 33%. Hasil pengujian hipotesis menyatakan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, karena hasil perhitungan thitung (8,3993) > ttabel (2,004879). Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa terdapat hasil belajar subtema kekayaan sumber energi di Indonesia. Model pembelajaran yang sangat efektif digunakan pada subtema kekayaan sumber energi di Indonesia yaitu model Problem Based Learning
Kata Kunci: Problem Based Learning, Hasil Belajar, Canv
Pengembangan Booklet Pertumbuhan Balita Stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan Sebagai Suplemen Bahan Ajar Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Kelas XII
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan booklet pertumbuhan anak stunting di Puskesmas Kabupaten Bengkulu Selatan dengan menyusun booklet serta menguji kelayakan dan keterbacaan booklet yang disusun. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model Borg and Gall. Uji kelayakan booklet dilakukan oleh ketiga validator yaitu ahli materi, ahli media, dan praktisi. Uji keterbacaan booklet dilakukan oleh 17 peserta didik kelas X SMA Negeri 5 Bengkulu Selatan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39 balita yang mengalami stunting di tiga puskesmas yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan. Data tiga puskesmas menunjukkan terdapat 22 balita laki-laki dan 17 balita perempuan yang mengalami stunting. Hasil uji kelayakan booklet pertumbuhan balita stunting dinyatakan sangat layak dengan persentase validator ahli materi 94,31%, validator ahli media 95,83% dan validator ahli praktisi 98,86%. Hasil uji keterbacaan oleh peserta didik memperoleh persentase sebesar 98,44% dengan kategori persentase aspek penyajian 100%, aspek materi 96,32%, dan aspek manfaat 99,01%.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan booklet pertumbuhan anak stunting di Puskesmas Kabupaten Bengkulu Selatan dengan menyusun booklet serta menguji kelayakan dan keterbacaan booklet yang disusun. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model Borg and Gall (1998). Uji kelayakan booklet dilakukan oleh ketiga validator yaitu ahli materi, ahli media, dan praktisi. Uji keterbacaan booklet dilakukan oleh 17 peserta didik kelas X SMA Negeri 5 Bengkulu Selatan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 39balita yang mengalami stunting di tiga puskesmas yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan. Data tiga puskesmas menunjukkan terdapat 22 balita laki-laki dan 17 balita perempuan yang mengalami stunting. Hasil uji kelayakan booklet pertumbuhan balita stunting dinyatakan sangat layak dengan persentase validator ahli materi 94,31%, validator ahli media 95,83% dan validator ahli praktisi 98,86%. Hasil uji keterbacaan oleh peserta didik memperoleh persentase sebesar 98,44% dengan kategori sangat baik
Pengaruh Modul Interaktif Digital Berbasis Problem Based Learning Terhadap Keterampilan Pemecahan Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran modul interaktif digital berbasis PBL terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik. metode penelitian menggunakan desain eksperimental pre-test post-test control group. Sampel penelitian sebanyak 80 peserta didik yang terdiri dari kelas eksperimen sebanyak 40 peserta didik dan kelas kontrol sebanyak 40 peserta didik, kelas eksperimen akan diberikan pembelajaran modul interaktif berbasis PBL sedangkan kelas kontrol hanya dengan pembelajaran PBL saja. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Aceh Barat pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Instrumen tes yang digunakan adalah tes uraian keterampilan pemecahan masalah sebanyak 10 soal, penskoran data keterampilan pemecahan masalah berdasarkan panduan rubrik penilaian, dihitung rata-rata dan persentase kategori skor. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji independent sample t-test untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Hasil analisis diperoleh t hitung > t tabel (3,124 >1,990), bahwa penerapan modul interaktif digital berbasis PBL berpengaruh terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran modul interaktif digital berbasis PBL terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik. metode penelitian menggunakan desain eksperimental pre-test post-test control group. Sampel penelitian sebanyak 80 peserta didik yang terdiri dari kelas eksperimen sebanyak 40 peserta didik dan kelas kontrol sebanyak 40 peserta didik, kelas ekperimen akan diberikan pembelajaran modul ineteraktif berbasis PBL sedangkan kelas kontrol hanya dengan pembelajaran PBL saja. Penelitian dilaksanakan di SMPN 1 Aceh Barat pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Instrumen tes yang digunakan adalah tes uraian keterampilan pemecahan masalah sebanyak 10 soal, pengskoran data keterampilan pemecahan masalah berdasarkan panduan rubrik penilaian, dihitung rata-rata dan persentase kategori skor. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji independent sample t-test untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didik. Hasil analisis diperoleh thitung > ttabel (3,124 >1,990), bahwa penerapan modul interaktif digital berbasis PBL berpengaruh terhadap keterampilan pemecahan masalah peserta didi
Inovasi Energi Terbarukan : Biogas Pengelolaan Sampah Organik
Limbah organik dari sisa konsumsi rumah tangga, seperti buah-buahan, masih menjadi sumber pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu solusi yang berkelanjutan adalah memanfaatkannya sebagai bahan baku energi terbarukan, yaitu biogas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi produksi biogas dari tiga jenis limbah buah, yaitu nanas, apel, dan semangka, serta membandingkan efisiensi energi yang dihasilkan dari masing-masing bahan baku. Metode yang digunakan adalah eksperimen fermentasi sederhana menggunakan wadah tertutup yang dilengkapi sistem penyalur gas. Masing-masing jenis buah difermentasi selama lima hari dengan campuran air dan starter mikroba (EM4). Volume gas diamati secara visual, sedangkan kualitas gas diukur melalui uji nyala api menggunakan suntikan dan stopwatch. Hasil menunjukkan bahwa limbah nanas menghasilkan biogas paling banyak dengan waktu nyala api selama 5 detik, diikuti oleh apel 2 detik dan semangka 1 detik. Perubahan massa juga mencerminkan keluarnya gas, dengan nanas menunjukkan selisih berat paling besar. Dapat disimpulkan bahwa limbah nanas memiliki potensi tertinggi sebagai bahan baku biogas dibandingkan dua jenis buah lainnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah buah dapat menjadi alternatif solusi pengelolaan sampah organik sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan skala rumah tangga
Literasi Sains Modern Dalam Isu Sosiosaintifik Berbasis Konteks Lokal: Sebuah Tinjauan Pustaka Sistematis Untuk Pembelajaran Interdisipliner Fisika Dan Matematika
Twenty-first-century science education necessitates a paradigm shift from mere conceptual mastery towards functional scientific literacy, defined as the ability to utilize scientific knowledge for decision-making on complex societal issues. However, physics instruction often remains decontextualized and theoretical, consequently failing to equip students with this crucial competence. This research aims to conduct a Systematic Literature Review (SLR) to map and synthesize theoretical frameworks concerning the integration of locally-contextualized Socioscientific Issues (SSI) to strengthen modern scientific literacy. Through searches in the Google Scholar and Scopus databases, applying strict inclusion and exclusion criteria, twenty-five relevant articles were thematically analyzed. The synthesis yielded three principal themes: (1) The fundamental role of SSI as a bridge between science concepts and ethical reasoning and decision-making; (2) The criticality of local context in enhancing the relevance, engagement, and meaningfulness of science learning; (3) The potential synergy between physics and mathematics disciplines in facilitating quantitative analysis and modeling of SSI. This review concludes that a physics learning approach integrating SSI, local context, and mathematical reasoning represents a promising framework for realizing the goals of modern scientific literacy in Indonesia. The implication of this study is the urgent need for the development of physics instructional models and materials that explicitly adopt this proposed framework
Fabrikasi Sel Surya Berbasis Bahan Pemeka Organik Menggunakan Material TiO2 dan Pewarna Dari Ekstrak Bayam
Spinach leaf extract has been used as a photosensitizer in titanium dioxide (TiO₂) nanoparticles for the fabrication of dye-sensitized solar cells (DSSCs). The TiO₂ nanoparticles were synthesized via the co-precipitation method by mixing TiCl₃ with distilled water and NH₄OH. The mixture was stirred until it turned white, indicating precipitate formation. The absorbance properties of both the TiO₂ nanoparticle powder and the natural dye were analyzed using UV-Vis spectrophotometry. DSSCs were fabricated by coating TiO₂ onto indium tin oxide (ITO)-coated glass substrates using the doctor blade method, followed by immersion in the dye solution. Three DSSC devices were prepared with varying dye soaking durations: 2 hours, 4 hours, and 6 hours. The current–voltage (I–V) characteristics of each device were measured and plotted to determine their respective power conversion efficiencies. The obtained efficiencies were 0.0444% for the 2-hour soaking time, 0.0570% for 4 hours, and 0.0589% for 6 hours
TINGKAT KESIAPAN GURU PAUD DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN DARING ERA NEW NORMAL DI KOTA YOGYAKARTA
Penelitian bertujuan memaparkan: (1) tingkat kesiapan guru PAUD dalam pembelajaran daring era new normal di Kota Yogyakarta; (2) faktor-faktor yang sudah siap dan tidak siap pada pembelajaran daring PAUD Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode survei pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian seluruh guru PAUD dan TK di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian: (1) a. tingkat kesiapan fisik guru pembelajaran daring di Kota Yogayakarta termasuk kategori siap; b. tingkat kesiapan pengalaman guru pembelajaran daring di Kota Yogayakarta termasuk kategori siap; c. tingkat kesiapan sarana dan prasarana guru pembelajaran daring di Kota Yogayakarta termasuk kategori siap; d. tingkat kesiapan finansial guru pembelajaran daring di Kota Yogayakarta termasuk kategori siap; e. tingkat kesiapan rencana pembelajaran guru pembelajaran daring di Kota Yogayakarta termasuk kategori siap; f. tingkat kesiapan evaluasi pembelajaran guru pembelajaran daring di Kota Yogayakarta termasuk kategori siap; (2) Tingkat kesiapan guru PAUD di Kota Yogyakarta termasuk kategori siap
Pengembangan Model Pembelajaran Blended Learning dengan Dukungan AI untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Era Digital
This study aims to develop a blended learning model with AI support for Indonesian language subjects in elementary schools in the digital era. This research uses Research and Development (R&D) method with ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The participants involved 120 elementary school students from grades 4-6 and 12 Indonesian language teachers from 3 different schools in Pontianak. Data collection instruments include learning achievement tests, learning motivation questionnaires, and observation sheets. Data were collected through pre-test and post-test, questionnaires, interviews, and direct observation. Data analysis used descriptive statistical techniques and t-tests to measure effectiveness. The results showed that the blended learning model with AI support significantly improved students' Indonesian language learning outcomes by 28.5% compared to conventional learning methods. Students showed increased motivation (85.6%) and better digital literacy skills (78.9%). AI features such as adaptive learning, automatic assessment, and personalized feedback proved effective in supporting individualized learning. This model successfully integrates technology with face-to-face learning, creating an interactive and adaptive learning environment suitable for the digital era.Berikut adalah terjemahan penelitian tersebut ke dalam bahasa Indonesia:
Abstrak Penelitian:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran campuran (blended learning) dengan dukungan AI untuk mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar pada era digital. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Partisipan yang terlibat adalah 120 siswa sekolah dasar dari kelas 4-6 dan 12 guru bahasa Indonesia dari 3 sekolah berbeda di Pontianak. Instrumen pengumpulan data meliputi tes prestasi belajar, kuesioner motivasi belajar, dan lembar observasi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kuesioner, wawancara, dan observasi langsung. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan uji t untuk mengukur efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran campuran dengan dukungan AI secara signifikan meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa sebesar 28,5% dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Siswa menunjukkan peningkatan motivasi (85,6%) dan keterampilan literasi digital yang lebih baik (78,9%). Fitur AI seperti pembelajaran adaptif, penilaian otomatis, dan umpan balik yang dipersonalisasi terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran individual. Model ini berhasil mengintegrasikan teknologi dengan pembelajaran tatap muka, menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan adaptif yang sesuai untuk era digital.
Kata kunci: pembelajaran campuran, kecerdasan buatan, bahasa Indonesia, sekolah dasar, era digita