Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Kajian Kondisi Fisik Pemain Futsal Amatir di Lingkungan Lahan Basah Tingkat Suhu Lingkungan dan Kelembapan Udara pada Performa

    No full text
    Lingkungan lahan basah, yang seringkali memiliki suhu dan kelembapan tinggi dapat memberikan tantangan tersendiri bagi kondisi fisik pemain futsal. Pada suhu ruangan tinggi, tubuh mengalami peningkatan suhu tubuh lebih tinggi dan dan tekanan terhadap kardiovaskuler lebih tinggi sehingga mengakibatkan proses dehidrasi lebih tinggi sebagai bentuk perlawanan terhadap peningkatan suhu tersebut. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitaian sejumlah 30 pemain futsal, melibatkan serangkaian tes fisik yang dirancang untuk mengukur daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan, fleksibilitas, dan keseimbangan pada kondisi suhu dan kelembapan yang berbeda. Terdapat perbedaan performa kondisi fisik pemain futsal pada saat pagi dan siang hari, dengan nilai Sig. (2-tailed) adalah sebesar 0,031 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai kelompok pagi dan kelompok siang. Nilai rata-rata kelompok pagi adalah sebesar 3,5 dan kelompok siang sebesar 3,333. Perbedaan selisih nilai rata-rata adalah 0,166667. Hal ini disebabkan oleh kondisi suhu dan kelembapan tempat yang digunakan untuk penelitian. Mengabaikan faktor ini sama saja dengan membiarkan performa kondisi fisik tim futsal menurun drastis dan menempatkan pemain pada risiko kesehatan. Abstract Wetland environments, which often have high temperatures and humidity, can present unique challenges to the physical condition of futsal players. This study will use a quantitative approach with a research sample of 30 futsal players, involving a series of physical tests designed to measure endurance, strength, speed, agility, flexibility, and balance at different temperature and humidity conditions. There is a difference in the performance of the physical condition of futsal players in the morning and afternoon, with a Sig. (2-tailed) value of 0.031 < 0.05, so it can be concluded that there is a significant difference between the average values ​​​​of the morning group and the afternoon group. The average value of the morning group is 3.5 and the afternoon group is 3.333. The difference in the average value is 0.166667. This is caused by the temperature and humidity conditions of the place used for the study. Ignoring this factor is tantamount to allowing the physical condition of the futsal team to decline drastically and putting the players at health risk

    Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yadika Langowan

    Get PDF
    Kebugaran jasmani merupakan kemampuan sesorang untuk melakukan aktivitas fisik sehari-hari secara efesien dan aktif tanpa menimbulkan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebugaran jasmani siswa kelas XI SMK Yadika Langowan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa. Instrumen yang digunakan adalah Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) usia 16–19 tahun yang mencakup lari 60 meter, angkat tubuh, sit up, loncat tegak, dan lari 1200 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,33% siswa berada pada kategori sedang (26 siswa), 20% kurang (12 siswa), 6,67% kurang sekali (4 siswa), 21,67 % baik (12 siswa), dan 8,33% baik sekali (5 siswa).Jumlah nilai rata-rata keseluruhan TKJI siswa berjumlah 15,67. maka dapat disimpulkan berdasarkan hasil keseluruhan tes, kondisi kebugaran jasmani Siswa kelas XI SMK Yadika Langowan berkategori “Sedang”. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas pembelajaran PJOK, penambahan program olahraga ekstrakurikuler, serta evaluasi kebugaran jasmani secara berkala. Abstract Physical fitness is a person's ability to perform daily physical activities efficiently and actively without causing fatigue. This study aims to analyze the level of physical fitness of grade XI students of SMK Yadika Langowan. This study uses a survey method with a quantitative approach. The research sample consisted of 60 students. The instrument used was the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) for 16–19 year olds which includes 60 meter running, body lifting, sit ups, vertical jumps, and 1200 meter running. The results showed that 43.33% of students were in the moderate category (26 students), 20% were less (12 students), 6.67% were very less (4 students), 21.67% were good (12 students), and 8.33% were very good (5 students). The total average value of the overall TKJI students was 15.67. It can be concluded based on the overall test results, the physical fitness condition of grade XI students of SMK Yadika Langowan is in the "Moderate" category. This study recommends improving the quality of physical education (PJOK) instruction, adding extracurricular sports programs, and conducting regular physical fitness evaluations

    A Diagnostic Approach Using Statistical Quality Control Tools for Root Cause Identification of Ceramic Glaze Defects

    Get PDF
    This study applies statistical quality control (SQC) tools to address glaze defects and strengthen process stability in the production of artisan ceramic mugs at Artisan Mugs Inc., with particular focus on the “Midnight Blue” product line. A Pareto analysis of 300 defective units identified glaze imperfections as the most frequent issue (54%), followed by handle cracks (21.7%). Root cause analysis using a fishbone diagram revealed multiple contributing factors spanning materials (e.g., elevated glaze viscosity), manpower (e.g., insufficient operator training), methods, machinery, measurement practices, and environmental conditions. To evaluate process stability,  and R control charts were constructed from 25 production batches. Both charts demonstrated statistical control with no evidence of assignable causes, further validated by runs tests (). Process capability analysis indicated adequate but improvable performance, with indices of  and for means, and   and for ranges. These findings confirm that the process is stable, yet improvements are needed in centering and reducing variability

    PENGUATAN LITERASI BAHASA INDONESIA MELALUI UKBI ADAPTIF DIGITAL UNTUK MGMP GURU BAHASA INDONESIA SMP DI KOTA BENGKULU

    Get PDF
    This community service activity aimed to enhance Indonesian language teachers’ understanding of digital literacy and the use of the Indonesian Language Proficiency Test (UKBI) Adaptive Digital as an instrument for strengthening literacy in schools. The activity was conducted at SMP Negeri 6 Bengkulu City on October 13, 2025, involving 27 teachers who are members of the Indonesian Language MGMP (Subject Teachers’ Forum) for junior high schools in Bengkulu City. The implementation consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. During the implementation stage, participants attended presentations on digital literacy concepts, the UKBI Adaptive Digital system, and engaged in interactive discussions on how to apply UKBI results in Indonesian language teaching. The results indicated that the teachers demonstrated high enthusiasm and improved understanding of the importance of digital literacy as well as the function of UKBI as an objective and nationally standardized tool for measuring language proficiency. This activity also succeeded in fostering teachers’ motivation to carry out follow-up actions, including simulations and the actual administration of UKBI in the next stage of the program. Thus, this program contributes to strengthening teachers’ professional capacity in addressing the challenges of Indonesian language teaching in the digital assessment era. Keywords: language literacy; UKBI adaptive digital; Indonesian language teachersKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru Bahasa Indonesia mengenai literasi digital dan pemanfaatan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif Digital sebagai instrumen penguatan literasi di sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 6 Kota Bengkulu pada tanggal 13 Oktober 2025 dengan peserta sebanyak 27 guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia SMP-MTs Kota Bengkulu. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, peserta mengikuti penyampaian materi tentang konsep literasi digital, sistem UKBI Adaptif Digital, serta diskusi interaktif mengenai penerapan hasil UKBI dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru-guru menunjukkan antusiasme tinggi dan mengalami peningkatan pemahaman terhadap pentingnya literasi digital serta fungsi UKBI sebagai alat ukur kemahiran berbahasa yang objektif dan terstandar nasional. Kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan motivasi guru untuk melaksanakan tindak lanjut berupa simulasi dan pelaksanaan UKBI sebenarnya pada tahap pengabdian berikutnya. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam membangun kapasitas profesional guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis asesmen digital

    PENGENALAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PREPARAT SEGAR TUMBUHAN, HEWAN DAN MIKROB UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN GURU DAN SANTRI DI MADRASAH ALIYAH AL-HASANAH, BENGKULU TENGAH

    Get PDF
    Di Indonesia pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) penting karena menajadi landasan dalam perkembangan teknologi. Perlu dilakukannya berbagai macam upaya meningkatkan pemahaman materi IPA khususnya biologi seperti memperbarui metode pembelajaran menjadi lebih kreatif dan inovatif agar dapat dipahami siswa Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi keterbatasan media praktikum biologi dengan meningkatkan keterampilan praktis santri dan guru dalam pembuatan preparat segar di Madrasah Aliyah Al-Hasanah, Bengkulu Tengah. Upaya ini penting untuk mendukung pembelajaran Biologi yang kreatif dan inovatif. Pelaksanaan berupa workshop dan praktik langsung yang diikuti oleh 24 peserta (santri kelas XI dan guru Biologi). Metode kegiatan mencakup penyampaian materi pengenalan mikroskop dan preparat, dilanjutkan dengan praktik pembuatan preparat mikroskopis dari bahan-bahan low-cost dan evaluasi. Lima jenis preparat berhasil dibuat dan diamati, meliputi: sel epitel mukosa pipih, sel ubi kayu, sel bawang merah, sel bakteri, dan hifa jamur dari tempe. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan penguasaan teknik pembuatan preparat segar pada peserta. Kegiatan ini berdampak signifikan pada ketersediaan media ajar mandiri serta meningkatkan kualitas praktikum Biologi di laboratorium sekolah. Keberhasilan ini memberikan solusi praktis bagi guru untuk mengintegrasikan kegiatan praktikum Biologi secara lebih intensif dan efektif

    PELATIHAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS DIGITAL MENGGUNAKAN CANVA BAGI GURU-GURU SDIT NURUL FIKRI KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Kegiatan pembelajaran daring menuntut guru untuk melakukan berbagai penyesuaian, baik metode maupun media pembelajaran, agar materi dapat tersampaikan dengan efektif kepada peserta didik tanpa memberatkan mereka. Salah satu alternatif media yang dapat digunakan adalah bahan ajar digital berbasis e-modul. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar digital menggunakan aplikasi Canva. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi perizinan, koordinasi dengan mitra, serta penyiapan alat, bahan, soal pre-test dan post-test, serta materi pelatihan. Koordinasi awal dilakukan bersama Kepala Sekolah SDIT Nurul Fikri Kota Bengkulu untuk menyusun jadwal dan teknis pelaksanaan kegiatan. Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan kegiatan, sosialisasi diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta tentang Canva, dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan pembuatan bahan ajar digital menggunakan Canva, serta diakhiri post-test untuk mengevaluasi hasil pelatihan. Berdasarkan hasil post-test, seluruh peserta telah mencoba membuat bahan ajar digital dan mengenal fitur-fitur Canva. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta sebesar 95% setelah mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif bagi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran daring yang menarik dan inovatif

    PELATIHAN MEDIA HAND PUPPET KARAKTER BUJANG DAN BETERI SEBAGAI MEDIA PENGENALAN BUDAYA LOKAL MASYARAKAT PESISIR BAGI GURU PAUD

    Get PDF
    Kelurahan Pematang Gubernur di Kota Bengkulu sebagai wilayah pesisir memiliki kekayaan budaya lokal yang belum banyak dikenalkan kepada anak usia dini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan melatih guru PAUD dalam menciptakan media pembelajaran berbasis budaya lokal melalui hand puppet  berkarakter Bujang dan Beteri. Pelatihan melibatkan 20 guru PAUD dari gugus setempat dengan membekali keterampilan membuat cerita masyarakat berbasis wilayah pesisir dan menggunakan media hand puppet  berbasis cerita rakyat. Metode yang digunakan adalah pelatihan edukatif partisipatif dengan tiga tahap utama: persiapan, pelatihan inti, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi guru yang signifikan dalam menciptakan media pembelajaran berbasis budaya, dengan rata-rata peningkatan skor Pre-test ke Post-test sebesar 35 poin. Program menghasilkan media pembelajaran hand puppet , buku cerita bergambar, dan video dokumentasi. Dampak yang ditargetkan adalah meningkatnya kreativitas guru, tumbuhnya kecintaan anak terhadap budaya lokal pesisir, serta penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di jenjang PAUD. Program ini juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif bagi guru melalui produk edukatif berbasis kerajinan tangan. Keberlanjutan program dijaga melalui pelibatan aktif guru dan evaluasi berkala untuk memastikan dampak jangka panjang terhadap pembelajaran dan pelestarian budaya loka

    TRANSFORMASI DIGITAL PENYULUHAN PERTANIAN DI INDONESIA: A LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    The existence of ICT in the field of agricultural extension in principle provides convenience in the dissemination of extension innovations, storing and protecting data. However, in its journey, the existence of ICT is only felt by a few sectors and has not led to the expected progress. Therefore, this study aims to provide an overview of digital transformation in agricultural extension and the current condition of digital extension in Indonesia. This research uses the Literature Review method, this approach is relevant for researchers to critically examine the actual phenomena that are currently occurring. The results of the research show that the journey of digitization of agricultural extension began after the reform and the issuance of Law no. 16 of 2006 concerning the Agriculture, Fisheries and Forestry Extension System. After that, agricultural extension began to lead to the full use of ICT. The use of ICT in its journey has considerable challenges, at the farmer level, the presence of digital devices has not led to the use that encourages production or agricultural progress. At the institutional level, the weak institutional capacity of extension and the low competence of extension workers make the effectiveness of extension work not achieved. Comprehensive policy strategies such as the use of diverse, interesting and interactive media and supported by planning as needed need to be implemented. In addition, multi stakeholder cooperation in building digital infrastructure, improving the competence of farmers and extension workers in the digital sector needs to be implemented more comprehensively.Digitalisasi dimaknai sebagai transformasi proses dan sistem kerja yang mengarah pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Keberadaan TIK pada bidang penyuluhan pertanian pada prinsipnya memberikan kemudahan dalam diseminasi inovasi penyuluhan, menyimpan dan melindungi data. Namun, dalam perjalanannya keberadaan TIK hanya dirasakan oleh beberapa sektor dan belum mengarah pada kemajuan yang diharapkan. Maka, penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran mengenai transformasi digital dalam penyuluhan pertanian dan kondisi terkini penyuluhan digital di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review, pendekatan ini relevan digunakan peneliti dalam mengkaji secara kritis fenomena aktual yang saat ini sedang terjadi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa perjalanan digitalisasi penyuluhan pertanian diawali pasca reformasi dan terbitnya Undang-undang no 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Setelah itu, penyuluhan pertanian mulai mengarah pada pemanfaatan TIK sepenuhnya. Pemanfaatan TIK pada perjalanannya memiliki tantangan yang cukup besar, di tingkat petani hadirnya perangkat digital belum mengarah pada penggunaan yang mendorong produksi atau kemajuan usahatani. Pada tingkat kelembagaan, lemahnya kapasitas kelembagaan penyuluhan dan rendahnya kompetensi penyuluh membuat efektivitas penyuluhan belum dapat dicapai. Strategi kebijakan komprehensif seperti pemanfaatan media yang beragam, menarik dan interaktif serta didukung dengan perencanaan sesuai kebutuhan perlu diterapkan. Selain itu, kerjasama multi pihak dalam membangun infrastruktur digital, peningkatan kompetensi petani dan penyuluh di sektor digital perlu dilaksanakan lebih komprehensif sehingga tercipta daya serap dan pola pikir yang selaras untuk kemajuan penyuluhan pertanian

    PENERAPAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS PADA ANALISIS KADAR BESI (Fe) DALAM SUPLEMEN TAMBAH DARAH SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PRAKTIKUM

    Get PDF
    Analisis kadar besi (Fe) pada suplemen tambah darah merupakan langkah penting dalam menjamin mutu dan efektivitas produk farmasi, sekaligus sarana pembelajaran keterampilan analitik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode spektrofotometri UV-Vis untuk analisis kadar besi (Fe) pada suplemen tambah darah serta mengevaluasi efektivitasnya sebagai media pembelajaran praktikum kimia analisis farmasi. Preparasi sampel dilakukan dengan metode destruksi asam menggunakan microwave digestion, diikuti reaksi kompleksasi Fe³⁺ dengan kalium tiosianat (KSCN) dalam suasana asam untuk membentuk kompleks Fe(SCN)3 berwarna merah. Pengukuran dilakukan pada panjang gelombang maksimum 474 nm. Kurva kalibrasi standar menunjukkan linearitas sangat baik (r = 0,997), sedangkan uji akurasi menghasilkan perolehan kembali 97,5% dengan presisi tinggi (%RSD < 0,1%). Metode ini terbukti akurat dan reliabel untuk penentuan kadar Fe, serta efektif sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan teori kompleksasi logam, prinsip spektrofotometri, dan verifikasi metode analitik dalam praktikum kimia analisis farmasi

    Evaluation of Land Suitability in Other Use Areas for Local Avocado Production In Muntok Sub-District, West Bangka Regency

    Get PDF
    The limited availability of fertile land in Bangka Island, driven by the high rate of land conversion and the persistent impacts of mining activities, has become increasingly critical. This condition has intensified the urgency to utilize Other Use Areas (APL) for the development of high-economic-value commodities. This study aims to evaluate the potential and suitability level of APL in Muntok Sub-district, West Bangka Regency, as a cultivation site for local avocado (Persea americana). The method used was a descriptive survey with a spatial approach employing Geographic Information Systems and Land Suitability Evaluation (FAO Matching Method). Analysis was conducted on a total of 3,029 hectares of APL by measuring bio-physical soil parameters (pH, organic carbon, drainage) and climate data, which were then matched with optimal growth criteria for avocado. The land suitability evaluation results showed that the study area has no Very Suitable (S1) class. The land was dominated by Moderately Suitable (S2) class covering 66.55% and Marginally Suitable (S3) class covering 20.30%, while 13.15% was classified as Not Suitable (N). Although agroclimatic factors were within optimal limits (S1), edaphic factors were the most critical limiting factors. The main constraint was very low organic carbon content (average 1.18–1.71 g.kg⁻¹) and acidic soil reaction (pH 4.5–5.4), which collectively inhibit nutrient uptake by plants. It is concluded that the potential of APL in Muntok can be significantly improved from S2/S3 to an actual suitability class of S1. The implication of this study is a strategic recommendation for policymakers and farmers to prioritize specific interventions, namely liming to remediate acidity and intensive application of organic materials to enhance soil fertility, thereby supporting sustainable horticulture diversification programs, especially with avocado, in West Bangka. Keywords: acidity remediation, descriptive survey, edaphic factors, land conversion, land limitatio

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇