Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu

Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Not a member yet
    14213 research outputs found

    Assessing the Awareness of Using Veterinary Medical Drugs Among Village Animal Health Workers in Battambang Province

    Get PDF
    AMR is a serious health issue in the 21st century as infections caused by resistant organisms become harder to treat, leading to longer illnesses, more hospital visits, and a higher risk of death. In parallel, it is also affecting Cambodia's health and economy. This study aims to understand rural veterinarians' knowledge, attitudes, and practices regarding antimicrobial resistance in a northern province of Cambodia. The target districts were purposefully chosen and include Battambang City, Sangkae District, Moung Russei District, and Bavel District. Village Animal Health Workers (VAHWs) were randomly selected and interviewed using a structured questionnaire. All respondents, all of whom were veterinarians, were male. Among them, 33% had completed primary education, while only 4% had completed higher education. The services provided by VAHWs and in treatment are not significantly different (P>0.05), with the majority of services being for cattle (100%), swine (71%), and buffaloes (7%). However, all veterinarians (100%) were aware of antimicrobial resistance, with 44% learning about it through training courses. Among these, 84% expressed concern, citing increased difficulty in treatment and diagnosis. Furthermore, 61% believed antibiotics could be used for prevention, while 26% used them to promote growth. It is concluded that antimicrobial resistance in Battambang is a serious concern. Therefore, VAHWs should be empowered through capacity-building, and relevant institutions should strengthen regulations governing the use of veterinary medicines to promote better practices. Additionally, the phrase 'use antibiotics with caution' should be included on packaging in Khmer script

    the Effect of Potassium Fertilizer and Paclobutrazol Application Time on the Growth and Yield of Sweet Corn in Peat Soil

    Get PDF
    For optimal effects on sweet corn growth and yield, it is critical to determine when to apply Paclobutrazol and how much potassium fertilizer to apply. The goal of the study is to determine the optimal K fertilizer dosage and Paclobutrazol application timing for sweet corn plant growth and yield in peat soil in West Kalimantan, Indonesia. A split-plot design with two factors was used for the study. The time of application of Paclobutrazol 1500 ppm (W) as the main plot and dosage of potassium fertilizer (K) as the subplot. Paclobutrazol's application period only suppressed plant height and leaf number, whereas potassium application markedly enhanced sweet corn yield. Paclobutrazol's application period only reduced plant height by 13.06-28.42 cm. The 5-week (WAP) Paclobutrazol spraying period had the most significant impact on reducing sweet corn plant height. Potassium fertilization significantly improved sweet corn yield components. Doses of 200–300 kg·ha⁻¹ increased cob weight, husk-free cob weight, and cob length relative to lower doses, while cob diameter responded effectively from 100 kg·ha⁻¹ onward. The highest overall performance was achieved at 300 kg·ha⁻¹, indicating that this dose was the most effective for maximizing sweet corn yield under the study conditions.For the optimum impact on sweet corn growth and output, it's critical to know when to apply Paclobutrazol and how much potassium fertilizer to use. The goal of the study is to determine the optimal K fertilizer dosage and Paclobutrazol application timing for sweet corn plant growth and yield in West Kalimantan, Indonesia's peat soil. A split plot design with two components was used to perform the study. The concentration of Paclobutrazol (W) as the primary plot and the potassium fertilizer (K) as a subplot were the first and second factors, respectively. Five plant samples made up each treatment unit, and each combined treatment was carried out three times. The stem diameter and leaf count were able to be increased by the Paclobutrazol treatment period and the potassium fertilizer dosage. Sweet corn plants were able to grow their stem diameter by 38.70% and their leaf count by 8.26%. Paclobutrazol's application period was only able to suppress the variable plant height by 13.06 to 28.42 cm. The Paclobutrazol spraying period of five weeks (WAP) had the greatest impact on reducing the height of sweet corn plants. The weight of corn with and without husks, as well as the cob's length, diameter, and weight per plot, may all rise in response to the potassium fertilizer dosage

    Pendekatan Numerik Terhadap Dinamika Transpor Ion Ca²⁺ dan K⁺ dalam Sistem Saraf Akson Berbasis Model Morris-Lecar dengan Metode ODE45

    Get PDF
    ABSTRAK   Pemodelan transpor ion dalam sistem saraf sangat penting untuk memahami mekanisme potensial aksi dan dinamika membran sel. Penelitian ini menyajikan simulasi dinamika potensial membran akson berdasarkan model Morris-Lecar, yang merepresentasikan aktivitas neuron dengan memasukkan kontribusi utama dari ion K⁺ (Kalium) dan Ca²⁺ (Kalsium). Simulasi dilakukan menggunakan metode numerik ODE45 pada platform Matlab. Model ini mencakup dua variabel utama: potensial membran dan variabel saluran ion (K⁺ dan Ca²⁺), yang diturunkan dari sistem persamaan diferensial. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model Morris-Lecar secara efektif merepresentasikan osilasi dan ambang eksitabilitas neuron dalam menanggapi stimulus arus. Pengaruh dominan ion Ca²⁺ terhadap proses depolarisasi serta peran ion K⁺ dalam repolarisasi juga ditunjukkan secara kuantitatif. Dengan pendekatan ini, metode ODE45 terbukti stabil dan efisien dalam menangani dinamika neuron yang kompleks. Studi ini memberikan dasar yang kuat untuk analisis lebih lanjut dalam neurofisiologi komputasional dan pemodelan biologi seluler.   Kata  kunci : Transpor Ion, Model Morris-Lecar, Metode ODE45.   ABSTRACT   Modeling ion transport in the nervous system is essential to understanding the mechanisms of action potentials and cell membrane dynamics. This study presents simulations of axon membrane potential dynamics based on the Morris-Lecar model, which uses K⁺ (potassium) and Ca²⁺ (calcium) ions to represent neuronal activity. The simulations were performed using the ODE45 numerical method on the MATLAB platform. The model comprises two primary variables: the membrane potential and the ion channel variables (K⁺ and Ca²⁺), which are derived from a system of differential equations. The simulation results demonstrate that the Morris-Lecar model accurately represents neuronal oscillation and excitability thresholds in response to a current stimulus. The simulations also quantitatively demonstrated the dominant influence of Ca²⁺ ions on depolarization and the role of K⁺ ions in repolarization. This approach proved the ODE45 method to be stable and efficient in handling complex neuronal dynamics. This study provides a solid foundation for further computational neurophysiology and cellular biology modeling analysis.   Keyword: Ion transport, Morris-Lecar model, ODE45 method.Pemodelan transpor ion dalam sistem saraf sangat penting untuk memahami mekanisme potensial aksi dan dinamika membran sel. Penelitian ini menyajikan simulasi dinamika potensial membran akson berdasarkan model Morris-Lecar, yang merepresentasikan aktivitas neuron dengan memasukkan kontribusi utama dari ion K⁺ (Kalium) dan Ca²⁺ (Kalsium). Simulasi dilakukan menggunakan metode numerik ODE45 pada platform Matlab. Model ini mencakup dua variabel utama: potensial membran dan variabel saluran ion (K⁺ dan Ca²⁺), yang diturunkan dari sistem persamaan diferensial. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model Morris-Lecar secara efektif merepresentasikan osilasi dan ambang eksitabilitas neuron dalam menanggapi stimulus arus. Pengaruh dominan ion Ca²⁺ terhadap proses depolarisasi serta peran ion K⁺ dalam repolarisasi juga ditunjukkan secara kuantitatif. Dengan pendekatan ini, metode ODE45 terbukti stabil dan efisien dalam menangani dinamika neuron yang kompleks. Studi ini memberikan dasar yang kuat untuk analisis lebih lanjut dalam neurofisiologi komputasional dan pemodelan biologi seluler

    DAMPAK PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 11 KOTA BENGKULU

    Get PDF
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak program Asistensi Mengajar (AM) terhadap peningkatan hasil belajar fisika siswa kelas XI SMA Negeri 11 Kota Bengkulu, khususnya pada materi vektor. Latar belakang penelitian ini berawal dari rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep arah, besar, dan resultan vektor akibat keterbatasan sarana laboratorium serta dominannya metode pembelajaran konvensional. Program Asistensi Mengajar diharapkan dapat menjadi solusi melalui penerapan pendekatan Deep Learning dan Problem Based Learning (PBL) yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain pretest–posttest yang melibatkan tiga kelas, yaitu XI IPA A, XI IPA B, dan XI IPA C. Data diperoleh melalui tes hasil belajar sebelum dan sesudah pelaksanaan program AM, kemudian dianalisis menggunakan gain score dan perhitungan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata hasil belajar siswa dari 31,28 pada pretest menjadi 82,13 pada posttest, dengan rata-rata ketuntasan mencapai 82,88%. Selain peningkatan nilai, program AM juga mendorong perubahan positif dalam sikap dan keterlibatan siswa yang menjadi lebih aktif, reflektif, serta kolaboratif selama pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program Asistensi Mengajar mampu meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konsep fisika siswa secara bermakna, meskipun pengembangan sarana laboratorium masih diperlukan untuk mendukung efektivitas pembelajaran di masa mendatang.   Kata  kunci: Asistensi Mengajar, Fisika, Hasil Belajar, Problem Based Learning, Vektor.   ABSTRACT   This study aims to analyze the impact of the Teaching Assistance (AM) program on improving the physics learning outcomes of eleventh-grade students at SMA Negeri 11 Bengkulu City, particularly in the topic of vectors. The background of this research stems from students’ low understanding of vector concepts such as direction, magnitude, and resultant due to limited laboratory facilities and the dominance of conventional teaching methods. The Teaching Assistance program is expected to serve as a solution through the implementation of Deep Learning and Problem-Based Learning (PBL) approaches that encourage students’ active engagement in the learning process. This study employed a descriptive quantitative method with a pretest–posttest design involving three classes: XI IPA A, XI IPA B, and XI IPA C. Data were collected through learning achievement tests administered before and after the AM program implementation, then analyzed using gain scores and average calculations. The results showed a significant increase in students’ average learning scores from 31.28 on the pretest to 82.13 on the posttest, with an overall mastery rate of 82.88%. In addition to score improvement, the AM program also fostered positive changes in students’ attitudes and participation, making them more active, reflective, and collaborative during learning activities. Based on these findings, it can be concluded that the Teaching Assistance program effectively enhances students’ physics learning outcomes and conceptual understanding in a meaningful way, although the development of laboratory facilities remains necessary to support future learning effectiveness   Keywords: Learning Outcomes, Physics, Problem-Based Learning, Teaching Assistance, Vectors

    OPTIMALISASI IMPLEMENTASI PAUD HOLISTIK INTEGRATIF MELALUI PENDAMPINGAN DAN PENGIMBASAN PRAKTIK BAIK DI KECAMATAN REO, KABUPATEN MANGGARAI

    Get PDF
    PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) menuntut keterpaduan layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak. Namun, di tingkat satuan, pelaksanaan sering tidak merata karena keterbatasan sumber daya dan kolaborasi lintas sektor. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan implementasi PAUD HI melalui pendampingan dan pengimbasan praktik baik pada 10 satuan PAUD di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif berbasis monitoring delapan indikator layanan esensial melalui kunjungan lapangan, observasi, telaah dokumen, serta wawancara dan diskusi terarah dengan kepala satuan dan guru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh satuan telah menjalankan layanan esensial, tetapi efektivitasnya masih terkendala akses air bersih untuk PHBS, minim kunjungan petugas kesehatan, pemahaman indikator yang belum utuh, dukungan dana terbatas, dan rendahnya kesadaran orang tua. Pendampingan memfasilitasi solusi kontekstual berupa inisiasi kerja sama formal dengan layanan kesehatan, kelas orang tua, alternatif iuran komite berbasis hasil bumi, serta rencana pelatihan lanjutan dan monitoring berkala. Temuan ini penting karena menyediakan model penguatan PAUD HI yang realistis, kolaboratif, dan dapat direplikasi

    SOSIALISASI PEMBELAJARAN MENDALAM PADA PAUD BAGI GURU-GURU TK DI KOMUNITAS BELAJAR KELAS 28 KABUPATEN MALANG

    Get PDF
    Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tentang konsep dan implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Program penjangkauan ini secara khusus menyasar guru-guru TK yang tergabung dalam Komunitas Belajar Kelas 28 di Kabupaten Malang. Tantangan utama yang dihadapi para guru ini adalah keterbatasan pemahaman mereka tentang pendekatan Pembelajaran Mendalam dan kurangnya sumber daya untuk menerapkannya secara efektif di kelas. Kegiatan ini meliputi seminar, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab interaktif. Sebanyak 36 guru dari berbagai TK dan PAUD berpartisipasi dalam program ini, di mana mereka mendapatkan pelatihan tentang konsep dasar, strategi implementasi, dan contoh praktis Pembelajaran Mendalam di lingkungan PAUD. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan; 78% responden menilai program ini sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan mereka. Selain itu, para guru memperoleh wawasan baru dalam merancang pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan bermakna bagi anak usia dini. Sebagai hasil dari kegiatan ini, para guru meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang pengalaman Pembelajaran Mendalam, berbagi praktik terbaik di komunitas mereka, dan berpotensi menyebarluaskan praktik-praktik ini ke institusi lain. Pada akhirnya, inisiatif PKM ini berkontribusi pada penguatan kapasitas guru PAUD dalam memenuhi tuntutan penerapan kurikulum terbaru

    SOSIALISASI MITIGASI BENCANA DAN PEMBUATAN JALUR EVAKUASI DI DESA TANJUNG BULAN MELALUI KKN 2025 UNIB

    Get PDF
    Desa Tanjung Bulan merupakan wilayah pesisir di Kabupaten Kaur yang tergolong rawan terhadap bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, karena kedekatannya dengan zona subduksi aktif di pesisir barat Sumatera. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui sosialisasi mitigasi bencana dan perencanaan jalur evakuasi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bengkulu Periode 105 Tahun 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan door-to-door, diskusi kelompok, simulasi evakuasi, dan pembagian leaflet edukatif. Dalam penyusunan jalur evakuasi, dilakukan pemetaan wilayah berdasarkan observasi lapangan, wawancara warga dan perangkat desa, serta analisis risiko berdasarkan sejarah gempa dan potensi lintasan tsunami. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap bencana setelah pelaksanaan sosialisasi. Peta rawan bencana dan jalur evakuasi berhasil disusun, termasuk titik kumpul aman dan pemasangan rambu evakuasi pada lokasi strategis. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program KKN dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Disarankan agar program serupa dilaksanakan di desa pesisir lainnya dengan kolaborasi lintas sektor, serta dilakukan pemutakhiran data dan rambu secara berkala sesuai perkembangan risiko bencana. Kata Kunci: mitigasi bencana, sosialisasi, evakuasi, kesiapsiagaan, desa pesisi ABSTRACT Tanjung Bulan Village is a coastal area in Kaur Regency that is vulnerable to natural disasters such as earthquakes and tsunamis due to its proximity to the active subduction zone along the western coast of Sumatra. This program aimed to improve community preparedness through disaster mitigation education and evacuation route planning. It was conducted as part of the 105th Period Community Service Program (KKN) of the University of Bengkulu in 2025. The method used was a quantitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation. Community outreach included door-to-door counseling, group discussions, evacuation simulations, and distribution of educational leaflets. Evacuation route planning involved field observation, interviews with residents and village officials, and hazard zoning based on past earthquake events and potential tsunami paths. The results showed a significant increase in public awareness and understanding after the educational activities. Disaster risk maps and evacuation routes were successfully created, including designated safe gathering points and strategic placement of evacuation signs. The conclusion is that student involvement in community service can make a tangible contribution to disaster resilience. It is recommended that similar programs be implemented in other coastal villages with cross-sector collaboration, and that evacuation maps and signs be regularly updated in line with evolving risks.   &nbsp

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KELURAHAN NUSA INDAH KOTA BENGKULU

    Get PDF
    Pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Nusa Indah, Kota Bengkulu masih menghadapi berbagai kendala teknis dan sosial. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Kelompok 85 Universitas Bengkulu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga melalui pendekatan edukatif dan partisipatif berbasis kearifan lokal. Kegiatan mencakup edukasi sejak dini, pembentukan bank sampah, pembuatan pupuk cair, serta gotong royong lingkungan. Hasilnya menunjukkan peningkatan perilaku pengelolaan sampah secara mandiri dan kolektif, serta terbentuknya sistem pengelolaan yang berkelanjutan dan bernilai ekonomis. Program ini membuktikan efektivitas sinergi antara strategi teknis dan nilai budaya dalam pengelolaan lingkungan. &nbsp

    PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK MENJADI TAMAN ECOBRICK SEBAGAI EDUKASI MASYARAKAT DI KELURAHAN PADANG NANGKA, KOTA BENGKULU, PROVINSI BENGKULU

    Get PDF
    Pengelolaan sampah plastik merupakan tantangan serius di banyak wilayah, termasuk di Kelurahan Padang Nangka, Kota Bengkulu. Sebagai respon terhadap permasalahan tersebut, Kelompok 120 KKN Universitas Bengkulu Periode 105 melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pembangunan Taman Ecobrick di wilayah RT 04 RW 02, sebagai sarana edukasi dan pengurangan sampah berbasis komunitas. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi, sosialisasi, pengumpulan sampah plastik, pembuatan ecobrick, dan pembangunan taman edukatif berbahan dasar ecobrick. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga, serta menginspirasi kebiasaan baru seperti memilah sampah dan memanfaatkan limbah plastik secara kreatif. Taman Ecobrick Padang Nangka yang dibangun menjadi ruang publik edukatif yang mengintegrasikan nilai lingkungan, sosial, dan inovasi lokal. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis edukasi dan praktik langsung dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah plastik di tingkat keluraha

    Pengaruh Model Latihan Permainan Unit 4-2 Menggunakan Dua Sentuhan Dan Satu Sentuhan Terhadap Kemampuan Melakukan Ground Passing Dalam Permainan Futsal Pada Atlet Futsal Smanko Provinsi Bengkulu

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model latihan permainan unit 4-2 menggunakan dua sentuhan dan satu sentuhan terhadap peningkatan kemampuan ground passing dalam permainan futsal pada atlet SMANKO Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok (one group pretest-posttest design) yang melibatkan 30 atlet futsal sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan ground passing yang dilakukan sebelum dan sesudah penerapan model latihan. Hasil uji t memperoleh nilai thitung = 28,56 > ttabel = 1,699, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara hasil tes awal dan tes akhir setelah diberi perlakuan. Nilai rata-rata kemampuan ground passing meningkat dari 6 pada pretest menjadi 8 pada posttest, dengan mayoritas atlet berada pada kategori “Baik Sekali” (77%). Temuan ini membuktikan bahwa model latihan permainan unit 4-2 dengan dua sentuhan dan satu sentuhan efektif dalam meningkatkan kemampuan teknik dasar ground passing futsal. Model ini menekankan pengambilan keputusan cepat, kontrol bola yang efisien, dan akurasi operan dalam konteks permainan nyata, sehingga direkomendasikan sebagai strategi latihan berbasis permainan untuk mengoptimalkan performa teknik futsal di tingkat pelajar. Abstract This study aims to analyze the effect of the 4-2 unit game training model using two touches and one touch on improving ground passing skills in futsal among athletes at SMANKO Bengkulu Province. This study used an experimental method with a one-group pretest-posttest design involving 30 futsal athletes as research samples. The research instrument was a ground passing skill test conducted before and after the application of the training model. The t-test results obtained a t-count = 28.56 > t-table = 1.699, which means that there was a significant effect between the initial test results and the final test results after the treatment. The average ground passing ability score increased from 6 on the pretest to 8 on the posttest, with the majority of athletes in the “Very Good” category (77%). These findings prove that the 4-2 unit game training model with two touches and one touch is effective in improving basic futsal ground passing skills. This model emphasizes quick decision-making, efficient ball control, and passing accuracy in a real game context, so it is recommended as a game-based training strategy to optimize futsal technical performance at the student level

    12,606

    full texts

    14,213

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇