Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN 3CM (COOL-CRITICAL-CREATIVE-MEANINGFUL): SEBUAH STUDI EKSPERIMEN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam pembelajaran 3CM (cool-critical-creative-meaningful). Metode penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan nonequivalent posttest-only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Darul Qur’an Kariman dengan sampel kelas VIIIA sebagai kelompok kontrol dan kelas VIIIB sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah masing-masing 20 siswa. Sampel pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes (posttest) yang dikembangkan berdasarkan indikator berpikir kreatif matematis: kelancaran (fluency), keluwesan (flexsibility), keaslian (originality) dan keterincian (elabotarion). Hasil penelitian dan analisis data menggunakan uji-t menunjukkan bahwa skor kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang mengikuti pembelajaran 3CM memperoleh skor yang lebih tinggi secara signifikan dibanding pembelajaran konvensional pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pembelajaran yang menyenangkan, reflektif dan menantang seperti 3CM mampu merangsang kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Model pembelajaran 3CM ini dapat menjadi alternatif pembelajaran matematika di tingkat SMP/MTs
Video Animasi Interaktif Dalam Pembelajaran Matematika Di SMPN 7 Kota Bengkulu
Penggunaan media pembelajaran sangat membantu proses pembelajaran didalam kelas. Media pembelajaran hendaknya mendukung terjadinya interaksi aktif dari peserta didik. Terlibatnya peserta didik secara langsung dalam pelajaran akan memudahkan mereka untuk memahami materi yang disampaikan. Salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan adalah video animasi interaktif. Dalam mengembangkan video ini diharapkan membantu peserta didik dalam memahami materi kesebangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pembuatan video animasi interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Reseach and Development dengan menggunakan desain ADDIE sebagai model penelitiannya. Model ini terdiri dari 5 tahapan yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa video animasi interaktif valid untuk digunakan di sekolah dengan nilai kevalidannya sebesar 92,33%. Hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan secara signifikan dengan nilai n gainnya adalah 78,63% sehingga dapat dikatakan bahwa video animasi interaktif efektif dijadikan sebagai media pembelajaran dalam menyampaikan materi kesebangunan.Penggunaan media pembelajaran sangat membantu proses pembelajaran didalam kelas. Media pembelajaran hendaknya mendukung terjadinya interaksi aktif dari peserta didik. Terlibatnya peserta didik secara langsung dalam pelajaran akan memudahkan mereka untuk memahami materi yang disampaikan. Salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan adalah video animasi interaktif. Dalam mengembangkan video ini diharapkan membantu peserta didik dalam memahami materi kesebangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pembuatan video animasi interaktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Reseach and Development dengan menggunakan desain ADDIE sebagai model penelitiannya. Model ini terdiri dari 5 tahapan yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation) dan evaluasi (evaluation). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa video animasi interaktif valid untuk digunakan di sekolah dengan nilai kevalidannya sebesar 92,33%. Hasil belajar peserta didik juga mengalami peningkatan secara signifikan dengan nilai n gainnya adalah 78,63% sehingga dapat dikatakan bahwa video animasi interaktif efektif dijadikan sebagai media pembelajaran dalam menyampaikan materi kesebangunan
Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning (PBL)Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Aspek Adversity Quotient Siswa
Permasalahan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis di Indonesia menuntut adanya inovasi pembelajaran yang efektif dan mempertimbangkan faktor non-kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari aspek Adversity Quotient (AQ). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen faktorial. Populasi penelitian terdiri dari kelas X di SMAN 12 Pekanbaru. Sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling, yaitu X.2 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan model PBL dan X.4 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket Adversity Quotient. Analisis data menggunakan uji anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang belajar dengan model PBL dan yang belajar secara konvensional; (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tingkat Adversity Quotient tinggi, sedang, dan rendah dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan Adversity Quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Dengan demikian, penerapan model PBL dan pemahaman tentang AQ siswa dapat menjadi pertimbangan penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran.Permasalahan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis di Indonesia menuntut adanya inovasi pembelajaran yang efektif dan mempertimbangkan faktor non-kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa ditinjau dari aspek Adversity Quotient (AQ). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen faktorial. Populasi penelitian terdiri dari dua kelas X di SMAN 12 Pekanbaru. Sampel dipilih melalui teknik cluster random sampling, yaitu X.2 sebagai kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan dengan model PBL dan X.4 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket Adversity Quotient. Analisis data menggunakan uji anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang belajar dengan model PBL dan yang belajar secara konvensional; (2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tingkat Adversity Quotient tinggi, sedang, dan rendah dan (3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan Adversity Quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Dengan demikian, penerapan model PBL dan pemahaman tentang AQ siswa dapat menjadi pertimbangan penting dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajar
Role of Peer and Self-Assessment Practices for Enhancing Critical Writing in EFL High School
This study examines the effect of peer and self – assessment practices on high school students’ critical writing in English as a Foreign Language (EFL) context. A quasi-experimental design with two groups was employed with the intervention lasting six weeks. The participants were 60 students of the eleventh grade from a private high school in Medan. Peer and self-assessment using analytic rubrics were implemented in the experimental group, while the conventional teacher feedback was applied in the control group. The students’ writing performance was measured through pretest and posttest. In addition, qualitative data were collected using open-ended questionnaires to explore the students’ perception in implementing peer and self-assessment. The findings revealed a significant improvement in the experimental group especially in the aspect of argument development and critical reflection, compared to the control group. The findings also indicated the students’ awareness of writing and confidence increase after the implementation of peer and self-assessment in the experimental group. Overall, peer and self-assessment encouraged active engangement in the writing process and supported the development of critical thinking skills. It can be concluded that peer and self-assessment are effective in enhancing critical writing among high school EFL students
The Deixin in Class VII Indonesian Language at SMP Negeri 7 Seluma For The 2023 Academic Year.
The focus of this research is the application of deixis by teachers and students of class VII SMP Negeri 7 Seluma in interactions learning Indonesian. The research method used is a descriptive method with data collection techniques namely observation techniques, note-taking techniques and recording techniques. The collected data is processed using 5 steps, namely 1) Data transcription; 2) Data identification; 3) Data classification; 4) Data interpretation; and 5) Conclusion. The results of the research found 3 types of deixis, namely personal deixis which is divided into three parts, including: singular first person deixis with the characteristic "I, I" and plural first person deixis with the characteristic "we, us", second singular person deixis with the characteristic " you, you, you" and plural second person deixis with the characteristics "you (all), you (all), you", third person singular deixis with the characteristics "he, he, her" and plural third person deixis with the characteristics "they" ; spatial deixis such as “here, there, to here, to there, from here, from there”; and time deixis such as "tomorrow, the day after tomorrow, later, later, earlier, yesterday, last week".Fokus penelitian ini adalah penerapan deiksis guru dan siswa kelas VII SMP Negeri 7 Seluma dalam interaksi belajar bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yakni metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data ialah teknik observasi, teknik catat dan teknik rekam. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan 5 langkah, yaitu 1) Transkripsi data; 2) Identifikasi data; 3) Klasifikasi data; 4) Interpretasi data; dan 5) Penyimpulan. Hasil penelitian yang ditemukan ditemukan 3 jenis deiksis yaitu deiksis persona yang terbagi menjadi tiga bagian, meliputi: deiksis persona pertama tunggal dengan ciri “aku, saya” dan deiksis persona pertama jamak dengan ciri “kami, kita”, deksis persona kedua tunggal dengan ciri “engkau, kamu, anda” dan deksis persona kedua jamak dengan ciri “kamu (semua), anda (semua), kalian”, deiksis persona ketiga tunggal dengan ciri “dia, ia, beliau” dan deiksis persona ketiga jamak dengan ciri “mereka”; deiksis ruang seperti “di sini, di sana, ke sini, ke sana, dari sini, dari sana”; dan deiksis waktu seperti “besok, lusa, kelak, nanti, tadi, kemarin, minggu lalu”
Nilai-Nilai Profetik dalam Pendidikan Karakter sebagai Bahan Ajar Sastra di SMP:
The focus of this research is prophetic values in folklore in the form of examples of changes in behavior, attitudes, science, both habluminalloh and habluminannas in order to create a harmonious balance in students. This research uses qualitative description methods using documentation techniques. Data source in the form of Indonesian folklore books on the island of Java. Of the several Indonesian folk tales selected, there are 5 (five), namely the folk tales (1) Nawangwulan, (2) Bawang Merah Bawang Putih, (3) Cindelaras, (4) Sangkuriang, and (5) Roro Mendut. The five folk tales are analyzed using steps to read, observe, record, identify and analyze from the aspects of humanization, liberation and transcendence in the five contents of the folk tale. Content and meaning analysis is used which is carried out objectively and transparently and arranged systematically and comprehensively to draw research conclusions. The results of this research show that there are prophetic values found in the five Indonesian folk tales. The meaning contained in the five Indonesian folklore is related to (1) humanist (humanity), namely instilling a soul based on the principle of humanity; and the interests of fellow human beings and being devoted to parents, (2) liberation, namely the soul upholding honesty and justice, and (3) transcendent, namely instilling devotion with gratitude and istiqomah in getting closer to God Almighty. Choosing the right folklore will be beneficial in character education for students in Junior High School.Saat ini banyak terjadi perkelahian antarpelajar, pembulian, dan kekerasan lain yang terjadi di sekolah. Hal ini disebabkan oleh kurang tepatnya guru dalam memanfaatkan bahan ajar, salah satunya bahan ajar sastra untuk pendidikan karakter siswa. Nilai-nilai profetik dalam sastra merupakan sesuatu yang sangat penting untuk mendidik karakter siswa di sekolah agar siswa lebih berkualitas secara spiritual, sosial, dan moral serta mencontoh sifat dan perilaku Rasul sebagai teladan dalam kehidupannya. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai profetik cerita rakyat sebagai bahan pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Pertama. Nilai-nilai profetik dapat disampaikan melalui materi pembelajaran cerita rakyat. Fokus penelitian ini adalah nilai-nilai profetik pada cerita rakyat berupa contoh perubahan perilaku, sikap, ilmu pengetahuan, baik habluminalloh maupun habluminannas agar tercipta keseimbangan yang selaras pada diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan menggunakan teknik dokumentasi. Sumber data berupa buku-buku cerita rakyat Nusantara di Pulau Jawa. Dari beberapa cerita rakyat nusantara yang dipilih ada 5 (lima), yaitu cerita rakyat (1) Nawangwulan, (2) Bawang Merah Bawang Putih, (3) Cindelaras, (4) Sangkuriang, dan (5) Roro Mendut. Kelima cerita rakyat tersebut dianalisis dengan langkah-langkah kegiatan membaca, mengamati, mencatat, mengidentifikasi, dan menganalisis dilihat dari aspek humanisasi, liberasi, dan transendesi pada kelima isi cerita rakyat tersebut. Digunakan analisis isi dan makna yang dilakukan secara objektif dan transparan serta disusun secara sistematis, dan komprehensif untuk menarik simpulan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai profetik yang ditemui dalam kelima cerita rakyat nusantara tersebut. Makna yang terkandung dalam kelima cerita rakyat nusantata tersebut berkaitan dengan (1) humanis (kemanusiaan), yaitu menanamkan jiwa berdasarkan asas perikemanusiaan; dan kepentingan sesama umat manusia serta berbakti kepada orangtua, (2) liberasi, yaitu jiwa menegakkan kejujuran dan keadilan, dan (3) transenden, yaitu menanamkan ketaqwaan dengan bersyukur dan istiqomah dalam mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pemilihan cerita rakyat yang tepat akan bermanfaat dalam pendidikan karakter bagi siswa di Sekolah Menengah Pertama
Pengaruh Model Pembelajaran Reading, Identifying, Constructing, Solving, Reviewing and Extending (Ricosre) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Reading, Identifying, Constructing, Solving, Reviewing and Extending (RICOSRE) materi sistem sirkulasi kelas XI SMAN 4 Takalar. Penelitian ini merupakan Quasi Experiment dengan desain penelitian Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas XI SMAN 4 Takalar. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik Purposive Sampling, kelas XI D dipilih sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 32 siswa dan kelas XI E sebagai kelas kontrol dengan jumlah 31 siswa. Instrumen pengumpulan data berupa tes yang diberikan sebelum dan setelah dilakukan perlakuan. Data penelitian diolah dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran RICOSRE berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 82. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai sign 0.03 < 0.05, artinya hipotesis penelitian H1 diterima. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan kemampuan berpikir kritis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran RICOSRE pada materi sistem sirkulasi di kelas XI SMAN 4 Takalar.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh signifikan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Reading, Identifying, Constructing, Solving, Reviewing and Extending (Ricosre) materi sistem sirkulasi kelas XI SMAN 4 Takalar. Penelitian ini merupakan Quasi Experiment dengan desain penelitian Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas XI SMAN 4 Takalar. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Data penelitian diolah dengan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran Ricosre berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 82. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai sign 0.03 < 0.05, artinya hipotesis penelitian H1 diterima. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh signifikan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang memperoleh pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Ricosre pada materi sistem sirkulasi di kelas XI SMAN 4 Takalar
PELATIHAN KOMPUTER DALAM MENINGKATKAN LIFE SKILLS WARGA BELAJAR PROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET B DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KARAWANG
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil pelatihan komputer dalam meningkatkan life skills warga belajar program pendidikan kesetaraan Paket B di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan komputer dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung dan pembelajaran kontekstual, didukung motivasi tinggi peserta, kompetensi tutor, serta fasilitas yang cukup memadai. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan perangkat dan variasi kemampuan peserta. Pelatihan ini secara signifikan meningkatkan pengetahuan, keterampilan teknis, kemampuan adaptasi teknologi, pengambilan keputusan, komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan problem solving warga belajar. Disarankan peningkatan fasilitas, pengembangan kurikulum, dan pendampingan berkelanjutan untuk optimalisasi hasil pelatihan
Development of Boccia Balls in Children with Special Needs and Physically Impaired
The purpose of this study was to determine the results of the development of boccia balls to find valid and effective children with special needs disabilities at SLB-D.D1 YPAC Palembang City. The study is a research and development (R&D) research and development with the stages of borg & gall. The subjects of the study were students of SLB D.D1 YPAC Palembang City, 10 people on a small scale and 20 people on a large scale. Data were collected through questionnaires and skills tests. Data analysis used percentage analysis and paired sample t-test. The results of the final product of this study are in the form of boccia ball media which are intended for training children with special needs at SLB D.D1 YPAC Palembang City in practicing and playing boccia games. The development product has a very feasible meaning through the validation value of the media expert, which is 100% and the game expert, which is 91.67% very valid with an average validation value of 95.8% very valid. The effectiveness test explains that the developed boccia ball has an effect on improving the boccia game skills of special needs children at SLB D.D1 YPAC Palembang City, which is marked by a change in skills of 24.2 from the previous 17.1 in the early test and 25.4 from the previous 16.8 in the field test. The usefulness of this product is able to improve the achievements of boccia athletes in Palembang City. Helping coaches overcome the shortcomings of the training facilities aspect, namely the very minimal ball equipment and helping to accelerate the development of Boccia sports achievements in Palembang. The novelty of this research is developing media and facilities for matches and training in the form of balls, meeting the expected achievement of match results, getting used to adapting to balls that have standard weight and meeting the lack of ball media for training
the The Effect of Small-Sided Games Training on the Passing Accuracy of Futsal Players at State Senior High School 2 Palopo : An Experimental Study at state senior high School 2 Palopo
This study aimed to determine the effect of small-sided games (SSG) training on improving the passing accuracy of futsal players at State Senior High School 2 Palopo. The research employed an experimental method using a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 12 futsal players selected through a total sampling technique. Data were collected using a passing accuracy test administered before and after the training intervention. The results indicated a significant improvement in passing accuracy following the SSG training program. A paired-sample t-test revealed a significance value (Sig.) of 0.000 < 0.05, demonstrating a significant difference between the pretest and posttest results. It can therefore be concluded that small-sided games training has a positive and significant effect on improving the passing accuracy of futsal players at State Senior High School 2 Palopo”
This study aimed to determine the effect of small-sided games (SSG) training on improving the passing accuracy of futsal players at State Senior High School 2 Palopo. The research employed an experimental method using a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 12 futsal players selected through a total sampling technique. Data were collected using a passing accuracy test administered before and after the training intervention. The results indicated a significant improvement in passing accuracy following the SSG training program. A paired-sample t-test revealed a significance value (Sig.) of 0.000 < 0.05, demonstrating a significant difference between the pretest and posttest results. It can therefore be concluded that small-sided games training has a positive and significant effect on improving the passing accuracy of futsal players at State Senior High School 2 Palopo”