Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RS TK III DR REKSODIWIRYO PADANG TAHUN 2025
Rumah sakit di seluruh dunia terus berjuang dengan kinerja perawat. Menurut laporan, 88% perawat Pakistan berkinerja buruk. Setengah dari perawat Indonesia melaporkan merasa stres di tempat kerja, menurut Persatuan Perawat Indonesia (PPNI). Ketika perawat berada di bawah tekanan, mereka cenderung tidak memberikan pasien mereka perawatan terbaik. Para peneliti di RS TK III Dr. Reksodiwiryo Padang berangkat untuk menentukan pada tahun 2025 bagaimana stres di tempat kerja memengaruhi efisiensi dan efektivitas staf perawat. Dari Maret hingga Agustus 2025, data dikumpulkanuntuk penelitian analitis ini menggunakan desain cross-sectional, yang berlangsung dari 17 April hingga 25 tahun itu. Lima puluh perawat dari bangsal rawat inap dipilih secara acak dari total seratus untuk menjadi populasi penelitian. Kami menggunakan uji Chi-Square untuk analisis univariat dan bivariat dari data yang berasal dari kuesioner terstruktur. Hampir separuh responden survei melaporkan merasa stres di tempat kerja, dan hampir separuhnya melaporkan kinerja yang buruk secara keseluruhan. Stres di tempat kerja berkorelasi signifikan dengan kinerja perawat di bangsal rawat inap. Produktivitas perawat menurun ketika mereka mengalami stres di tempat kerja, menurut penelitian tersebut. Untuk manajemen stres yang lebih baik, peningkatan disiplin di antara perawat, dan dukungan manajerial yang lebih besar dari kepala bangsal dan manajer perawat yang mendengarkan masalah dan ide perawat, rumah sakit perlu menerapkan program pelatiha
Analysis of the Effect of Rail Connection Failure Using the AHP, FMECA, WRPN Methods (Case Study of the Tanjung Karang Station – Rejosari Station Crossing)
Rail joints are critical points in railway track infrastructure that affect passenger train ride comfort and safety. This study analyzes their impact along the Tanjung Karang – Rejosari line through Track Quality Index (TQI) and International Roughness Index (IRI Roadbump) measurements, passenger perception surveys using the Analytic Hierarchy Process (AHP), and failure risk evaluation using Failure Mode, Effects, and Criticality Analysis (FMECA) with Weighted Risk Priority Number (WRPN). Results indicate that joints with high TQI and IRI values produce significant impacts, reducing comfort. AHP identified impacts as the dominant factor, while FMECA found the highest RPN in thermite welded joints with the failure mode of “joint corrosion.” The study recommends replacing thermite welding with flash butt welding and converting mechanical joints to permanent welded joints to improve track geometry, reduce failure risk, and enhance comfort and safety.Sambungan rel merupakan titik kritis pada infrastruktur jalan rel yang memengaruhi kenyamanan dan keselamatan perjalanan kereta api penumpang. Penelitian ini menganalisis pengaruh sambungan rel pada lintas Stasiun Tanjung Karang – Stasiun Rejosari melalui pengukuran nilai dari Track Quality Index (TQI) dan Indeks ketidak rataan Longitudinal (IRI Roadbump), survei persepsi penumpang dengan Analytic Hierarchy Process (AHP), serta evaluasi risiko kegagalan menggunakan Failure Mode, Effects, and Criticality Analysis (FMECA) dan Weighted Risk Priority Number (WRPN). Hasil menunjukkan sambungan dengan TQI dan IRI tinggi menghasilkan hentakan besar yang menurunkan kenyamanan. AHP mengidentifikasi hentakan sebagai faktor dominan, sedangkan FMECA menunjukkan nilai RPN tertinggi pada sambungan las thermit dengan mode kegagalan “korosi pada sambungan”. Penelitian ini merekomendasikan penggantian las thermit menjadi flash butt welding serta penggantian sambungan mekanis menjadi sambungan las permanen untuk memperbaiki kualitas geometri rel, menurunkan risiko kegagalan, dan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan
Pengembangan Sistem Digital Image Colorimetry (DIC) Untuk Pemantauan Polutan Nitrogen Di Perairan
The presence of ammonia in waters needs to be monitored because of its toxic nature, especially in the form of free ammonia (NH₃). High concentrations of free ammonia can disrupt the balance of aquatic ecosystems, reduce dissolved oxygen levels, inhibit the growth of aquatic organisms, and even cause mass mortality in fish and other biota. The purpose of this study is to build the Digital Image Colorimetry system for detecting ammonia and assess the accuracy of the DIC method compared to the well-known established spectrophotometric method. Analysis from 5 locations of saline water, salinity and pH levels were still within normal limits, ranging from 33-34 ppt for salinity, while pH is 7.5-7.9. The ammonia content at the sampling point was still considered safe, in accordance with the quality standard (0.3 ppm). The results of ammonia concentration measurements using the DIC method and the spectrophotometric method show a neglegible level of difference and have an accuracy value above 90%. These findings indicate that DIC can be used as an alternative method for measuring ammonia, especially for rapid analysis in the field.Keberadaan amonia di perairan perlu diperhatikan karena sifatnya yang toksik, terutama dalam bentuk amonia bebas (NH₃). Tingginya konsentrasi amonia bebas dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan, menurunkan kadar oksigen terlarut, menghambat pertumbuhan organisme akuatik, bahkan menyebabkan kematian massal pada ikan dan biota lainnya. Tujuan dari penelitian ini Mengembangkan sistem Digital Image Colorimetry untuk deteksi amonia. Menilai akurasi metode DIC dibandingkan dengan metode spektrofotometri. Dari 5 lokasi kadar salinitas dan pH masih rentan normal berkisar antara 33-34 ppt untuk salinitas, sedangkan pH 7,5-7,9. Kandungan amonia pada titik pengambilan sampel masih termasuk aman yaitu sesuai dengan baku mutu (0,3 ppm) untuk baku mutu amonia. hasil perbandingan konsentrasi amonia menggunakan metode DIC dan metode spektrofotometri menunjukkan tingkat perbedaan yang sangat kecil dan memiliki nilai akurasi diatas 90%. Dari lima lokasi pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi teknologi DIC cukup tinggi dan nilai konsentrasi yang diperoleh sangat mendekati metode spektrofotometri, sehingga DIC dapat dijadikan metode alternatif untuk pengukuran amonia, terutama dalam analisis cepat di lapangan
The Effectiveness of the Brain Out Chemistry Game as a Learning Media to Improve Students’ Learning Outcomes and Retention on the Periodic System of Elements Material: Efektifitas Permainan Brain Out Chemistry Sebagai Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Retensi Peserta Didik pada Materi Sistem Periodik Unsur
This study aims to determine the effectiveness of using the Brain Out Chemistry learning media in This study aims to determine the effectiveness of the Brain Out Chemistry game-based media in improving students’ cognitive abilities, learning activities, and retention of learning outcomes on the Periodic System of Elements. The research was conducted at SMA Negeri 15 Surabaya involving 34 tenth-grade students using a One-Group Pretest–Posttest Design. The research instruments included cognitive tests (pretest, posttest 1, and posttest 2 as the retention test) and student activity observation sheets. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test through SPSS. The results showed a significant increase between the pretest and posttest scores (sig. 0.000 < 0.05). The average score of posttest 1 was 85.87, which decreased to 76.86 in posttest 2, resulting in a retention value of 89,5%, categorized as high. Student learning activities also improved, as indicated by observation scores falling within the active category. Classically, the learning mastery rate exceeded 85%. Thus, the Brain Out Chemistry game-based media is effective because it enhances cognitive abilities, maintains learning retention, and promotes student learning activities in chemistry instruction.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media permainan Brain Out Chemistry dalam meningkatkan kemampuan kognitif, aktivitas belajar, serta retensi hasil belajar peserta didik pada materi Sistem Periodik Unsur. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 15 Surabaya dengan melibatkan 34 peserta didik kelas X menggunakan desain One-Group Pretest–Posttest Design. Instrumen penelitian meliputi tes kognitif (pretest, posttest 1, dan posttest 2 sebagai tes retensi) serta lembar observasi aktivitas peserta didik. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan antara nilai pretest dan posttest (sig. 0,000 < 0,05). Nilai rata-rata posttest 1 sebesar 85,87 menurun menjadi 77,56 pada posttest 2 sehingga menghasilkan nilai retensi sebesar 90,3%, yang tergolong tinggi. Aktivitas peserta didik juga meningkat dan ditunjukkan oleh skor observasi pada kategori aktif. Secara klasikal, ketuntasan belajar mencapai lebih dari 85%. Dengan demikian, media permainan Brain Out Chemistry efektif digunakan karena mampu meningkatkan kemampuan kognitif, mempertahankan retensi hasil belajar, dan mendorong aktivitas peserta didik dalam pembelajaran kimia.
 
Pengaruh Edukasi Bahan dan Urgensi Penekanan Waktu terhadap Keputusan Pembelian Skincare "Sofia Skin Solution" pada Live Commerce dimediasi Perceived Value
Live streaming is changing the digital marketing landscape, especially in the skincare industry. This research aims to examine the influence of ingredients education and time pressure on consumer purchasing decisions on “Sofia Skin Solution” products, with perceived value as a mediating variable. The research was conducted with a quantitative approach through a survey of 200 respondents active in the live streaming session. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Squares (PLS). Results showed that ingredient education positively influenced perceived value (T-value = 6.104; p = 0.000), as did time pressure (T-value = 6.339; p = 0.000), with time pressure showing a slightly more dominant influence. Perceived value alone exerted the strongest influence on purchasing decisions (T-value = 5.512; p = 0.000), and was shown to fully mediate the relationship between ingredient education and purchasing decisions, as well as partially mediating the influence of time pressure on purchasing decisions. The direct effect of content education on purchasing decisions is not statistically significant, but is at the threshold, which crucially indicates the role of other factors such as brand image and host credibility. Findings confirm the importance of live streaming scripts that balance concise product information with short promotions to build trust and enthusiasm. Managerial implications suggest companies design short ingredient demonstrations followed by short offers to maximize conversions on live commerce platforms.ABSTRAK
Live streaming mengubah lanskap pemasaran digital, khususnya pada industri skincare. Riset ini bertujuan untuk menelaah pengaruh edukasi kandungan bahan (ingredients) dan tekanan waktu terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk "Sofia Skin Solution", dengan perceived value sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 200 responden aktif sesi live streaming. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil menunjukkan bahwa edukasi kandungan bahan berpengaruh positif terhadap perceived value (T-value = 6,104; p = 0,000), begitu pula tekanan waktu (T-value = 6,339; p = 0,000), dengan tekanan waktu menunjukkan pengaruh yang sedikit lebih dominan. Perceived value sendiri memberikan pengaruh paling kuat terhadap keputusan pembelian (T-value = 5,512; p = 0,000), dan terbukti memediasi secara penuh hubungan antara edukasi bahan dengan keputusan pembelian, serta secara parsial memediasi pengaruh tekanan waktu terhadap keputusan pembelian. Pengaruh langsung edukasi kandungan terhadap keputusan pembelian belum signifikan secara statistik, namun berada pada ambang batas, hal ini sangat krusial mengindikasikan adanya peran faktor lain seperti citra merek dan kredibilitas host. Temuan menegaskan pentingnya skrip live streaming yang seimbang antara informasi produk secara ringkas dengan promosi berdurasi pendek guna membangun kepercayaan dan antusiasme. Implikasi manajerial menyarankan perusahaan merancang demonstrasi ingredients singkat diikuti penawaran berdurasi pendek guna memaksimalkan konversi pada platform live commerce.
Kata kunci: edukasi kandungan bahan, urgensi waktu, perceived value, keputusan pembelian, live streaming, skincare
AP Anesthesia Analysis of the Implementation of the Refuse-Derived Fuel (RDF) Pilot Test in Rorotan, North Jakarta, in Advancing National Energy Security: Indonesia
The escalating national energy demand and Indonesia's substantial reliance on fossil fuels underscore the imperative for the development of more sustainable alternative energy sources. Conversely, the magnitude of waste management challenges in DKI Jakarta persists, exerting an additional strain on the operational capacity of the Bantargebang TPST. Refuse Derived Fuel (RDF) is regarded as a strategic solution that can address the need for waste reduction and the provision of alternative energy. The objective of this study is to analyze the implementation of the RDF Plant Rorotan trial in DKI Jakarta using the implementation theory approach of Mazmanian & Sabatier and Allan McConnell's Policy Failure Theory model (2010). The methodological approach employed is descriptive qualitative, with data collection through documentation studies and observation. The results of the study indicate that RDF Rorotan faces various technical, institutional, and social obstacles. According to the findings of Mazmanian & Sabatier's analysis, the characteristics of the problem, the clarity of policy objectives, coordination between relevant actors, and social environment support proved inadequate for achieving effective implementation. The presence of technical challenges, including elevated moisture content in waste, unpublished RDF quality, the ambiguity of off-takers, and complaints from residents regarding odors and health disturbances, suggests a suboptimal level of implementation readiness. McConnell's analysis corroborates the finding that RDF Rorotan is in a position of precarious success, which has resulted in policy failure in three areas: process, program, and politics. Indicators of early implementation failure include declining operational capacity, community resistance, and weakening policy legitimacy. The study's findings indicate that Rorotan RDF has not adequately fulfilled its designated role as a waste management solution and an energy alternative for national energy security. To optimize the potential of RDF, there is a necessity for improvements in quality standards, strengthened coordination, data transparency, and comprehensive environmental management strategies.The escalating national energy demand and Indonesia's substantial reliance on fossil fuels underscore the imperative for the development of more sustainable alternative energy sources. Conversely, the magnitude of waste management challenges in DKI Jakarta persists, exerting an additional strain on the operational capacity of the Bantargebang TPST. Refuse Derived Fuel (RDF) is regarded as a strategic solution that can address the need for waste reduction and the provision of alternative energy. The objective of this study is to analyze the implementation of the RDF Plant Rorotan trial in DKI Jakarta using the implementation theory approach of Mazmanian & Sabatier and Allan McConnell's Policy Failure Theory model (2010). The methodological approach employed is descriptive qualitative, with data collection through documentation studies and observation. The results of the study indicate that RDF Rorotan faces various technical, institutional, and social obstacles. According to the findings of Mazmanian & Sabatier's analysis, the characteristics of the problem, the clarity of policy objectives, coordination between relevant actors, and social environment support proved inadequate for achieving effective implementation. The presence of technical challenges, including elevated moisture content in waste, unpublished RDF quality, the ambiguity of off-takers, and complaints from residents regarding odors and health disturbances, suggests a suboptimal level of implementation readiness. McConnell's analysis corroborates the finding that RDF Rorotan is in a position of precarious success, which has resulted in policy failure in three areas: process, program, and politics. Indicators of early implementation failure include declining operational capacity, community resistance, and weakening policy legitimacy. The study's findings indicate that Rorotan RDF has not adequately fulfilled its designated role as a waste management solution and an energy alternative for national energy security. To optimize the potential of RDF, there is a necessity for improvements in quality standards, strengthened coordination, data transparency, and comprehensive environmental management strategies.
 
EVALUASI PROGRAM PELAKSANAAN KEGIATAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) MENGGUNAKAN MODEL CIPP DI SMP NEGERI 11 KUPANG : Evaluasi program MPLS menggunakan model CIPP
This study aims to evaluate the implementation of the School Orientation Program (MPLS) at SMP Negeri 11 Kupang using the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product). The method used is qualitative with an evaluative study type. The research subjects include the Vice Principal for Student Affairs and the Head of the MPLS Committee. The evaluation results show that: (1) contextually, the program aligns with school policy and needs; (2) in terms of input, sufficient resources are provided; (3) the process is systematic and well-organized; (4) the product shows all 320 admitted students successfully participated in the MPLS programPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 11 Kupang menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi evaluatif. Subjek penelitian terdiri dari Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dan Ketua Panitia MPLS. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: (1) dari segi konteks, MPLS dirancang sesuai kebijakan dan kebutuhan sekolah; (2) dari aspek input, tersedia sumber daya yang memadai; (3) dari proses, kegiatan berjalan sistematis dan terstruktur; (4) dari hasil, seluruh peserta didik yang lulus seleksi mengikuti MPLS dengan total 320 siswa
Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Disiplin Kerja Guru Di SD Negeri 39 Dan 43 Bengkulu Selatan
This study aims to describe the leadership style of school principals to improve teacher discipline, which includes the authoritarian leadership style of school principals, the democratic leadership style of school principals, and the laissez-faire leadership style of school principals to improve teacher discipline. The method used is qualitative descriptive with techniques of interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data presentation, and data verification. The research results are as follows: 1) The authoritarian leadership style of the principals of SD Negeri 39 and 43 in South Bengkulu is not used as the primary pattern but rather as a situational strategy applied when conditions demand firmness, full control, and quick decisions, especially in dealing with repeated disciplinary violations, emergency situations, or conflicts among teachers. 2) Democratic leadership style is applied by the principals at SD Negeri 39 and SDN 43 in South Bengkulu and has proven effective in improving teacher discipline while fostering a collaborative work culture. This leadership style is demonstrated through open communication, active teacher participation in policy formulation, and decision-making based on consensus. 3) The laissez-faire leadership style of the principals at SDN 39 Bengkulu Selatan and SDN 43 Bengkulu Selatan is implemented selectively and adaptively in accordance with the conditions of the teachers and the needs of the school. This leadership style is considered effective when applied to teachers who possess high professionalism, discipline, and independence
Produktivitas Komunitas Belajar Dalam Meningkatkan Pengelolaan Pembelajaran Guru Sekolah Dasar
This study aims to describe the productivity of learning communities in improving learning management at SDN Taba Renah, Musi Rawas Regency, focusing on lesson planning, implementation, and evaluation. This research employs a qualitative descriptive method, utilizing interviews, observations, and documentation for data collection. The findings indicate that learning communities play a significant role in developing teaching modules, integrating technology, and facilitating reflective teaching practices. Supporting factors include school leadership support and teacher collaboration, while challenges involve disparities in technological proficiency and limited time for peer observation. Overall, the learning community at SDN Taba Renah has made a positive contribution to learning management and supports the implementation of the Merdeka Curriculum.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produktivitas komunitas belajar dalam meningkatkan pengelolaan pembelajaran di SDN Taba Renah, Kabupaten Musi Rawas, dengan fokus pada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunitas belajar memainkan peran penting dalam mengembangkan modul pembelajaran, mengintegrasikan teknologi, dan memfasilitasi praktik pengajaran yang reflektif. Faktor pendukungnya meliputi dukungan kepemimpinan sekolah dan kolaborasi guru, sementara tantangannya adalah kesenjangan dalam hal kecakapan teknologi dan waktu yang terbatas untuk melakukan observasi sejawat. Secara keseluruhan, komunitas belajar di SDN Taba Renah telah memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan pembelajaran dan mendukung implementasi Kurikulum Merdeka
Analisis Penerapan Model PjBL Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Tunagrahita SLB Purwosari
Siswa tunagrahita sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika karena sifatnya yang abstrak dan membutuhkan proses berpikir terstruktur. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis mereka, padahal keterampilan tersebut penting untuk menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Salah satu alternatif strategi pembelajaran yang dapat menjembatani keterbatasan tersebut adalah model Project Based Learning (PjBL), yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui kegiatan nyata dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model Project Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa tunagrahita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang siswa tunagrahita kelas VIII di SLB Purwosari, yang dipilih berdasarkan kemampuan dasar matematika dan karakteristik kebutuhan khusus yang dimilikinya. Penelitian dilaksanakan di SLB Purwosari selama 10 kali pertemuan dengan durasi 30 menit setiap pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan guru kelas, serta analisis dokumentasi hasil kerja siswa selama pembelajaran. Instrumen penelitian mencakup panduan observasi, panduan wawancara, dan lembar tugas proyek matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning memberikan dampak positif terhadap partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran matematika. Siswa mengalami perkembangan dalam kemampuan mengidentifikasi masalah, menyusun solusi sederhana, dan menyelesaikan proyek yang relevan dengan materi secara lebih mandiri dan terstruktur. Observasi juga memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis proyek membantu siswa tunagrahita memahami konsep matematika secara nyata melalui kegiatan yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan model Project Based Learning dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa tunagrahita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek dalam penelitian ini merupakan seorang siswa tunagrahita kelas VIII di SLB Purwosari, yang dipilih berdasarkan kemampuan dasar matematika dan karakteristik kebutuhan khusus yang dimilikinya. Penelitian dilaksanakan di SLB Purwosari selama 10 kali pertemuan dengan durasi 30 menit setiap pertemuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru kelas, serta analisis dokumentasi hasil kerja siswa selama proses pembelajaran. Instrumen yang digunakan mencakup panduan observasi, panduan wawancara, dan lembar tugas proyek matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning memberikan dampak positif terhadap partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran matematika. Siswa mengalami perkembangan dalam kemampuan mengidentifikasi masalah, menyusun solusi sederhana, dan menyelesaikan proyek yang relevan dengan materi secara lebih mandiri dan terstruktur. Observasi juga memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis proyek membantu siswa tunagrahita memahami konsep matematika secara nyata melalui kegiatan yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari