Open Journal System (OJS) Universitas Bengkulu
Open Journal System (OJS) Universitas BengkuluNot a member yet
14213 research outputs found
Sort by
Studi Deskriptif Gerakan Literasi Sekolah pada Tahap Pembiasaan SDN 24 Kota Bengkulu
This research aims to describe the implementation of the School Literacy Movement at SDN 24 Bengkulu City through the habituation stage. The type of research used is descriptive qualitative. The subjects in this research were the principal, 3rd teacher dan students of SDN 24 Bengkulu City. The research instrument uses observation guidelines, interview guidelines and documentation. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Data analysis of the school literacy movement was carried out by collecting data, condensing data, presenting data, and drawing conclusions. The validity technique used is triangulation and member checking. The research results show, The GLS habituation stage at SDN 24 Bengkulu City, most of the indicators have been implemented and reading activities 15 minutes before lessons have been carried out every day in all subjects, but the School Literacy Team (TLS) has not been found. The conclusion in this research is that the familiarization stage of most of the existing indicators has been implemented
Identifikasi Mangrove Berdasarkan Salinitas di Desa Sumber Jaya, Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang dan Pulau Baai Provinsi Bengkulu
Mangroves play an important ecological and economic role. TWA Pantai Panjang and Pulau Baai, specifically in Sumber Jaya Village, are directly adjacent to a river environment where seawater can enter during high tide. This seawater influence can affect the salinity of the waters, leading to varied responses from mangroves due to their differing tolerance ranges. The research aimed to identify mangrove species based on salinity conditions in Sumber Jaya Village, Kampung Melayu District, TWA Pantai Panjang, and Pulau Baai, Bengkulu Province. The research method used was descriptive explorative, with data collection at 3 stations using the Line Transect Plot method. The identification yielded 16 mangrove species from 9 families. Specifically, the Rhizophoraceae family included Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Bruguiera gymnorrhiza, and Bruguiera sexangular. The Avicenniaceae family was represented by Avicennia marina and Avicennia lanata. Other families included Combretaceae (Lumnitzera littorea and Terminalia catappa), Sonneratiaceae (Sonneratia alba and Sonneratia caseolaris), Acanthaceae (Acanthus ilicifolius), Asclepiadaceae (Calotropis gigantea), Apocynaceae (Cerbera manghas), Leguminosae (Derris trifoliata), and Malvaceae (Hibiscus tilaceus). The Rhizophoraceae family had the most species. Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, and Rhizophora stylosa were found in a salinity range of 0 - 25 ‰, corresponding to freshwater to estuarine salinity types. Bruguiera gymnorrhiza and Bruguiera sexangula were found at salinities of 8-25 ‰, Avicennia marina and Avicennia lanata at salinities of 21-25 ‰, and Lumnitzera littorea at a salinity of 3 ‰
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI PEMASARAN PRODUK BATIK PANCA MUKTI
Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi dan menemukan model komunikasi pemasaran pengembangan produk Batik Panca Mukti Kab. Bengkulu Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dan observasi. Komunikasi pemasaran produk batik Panca Mukti dilakukan dengan menerapkan konsep Marketing Mix 4P (Product, Price, Place and Promotions) dengan menerapkan 5 bauran promosi yang mencakup pemasaran langsung (direct marketing), infromasi dari mulut ke mulut (word of mouth), e-commerce, hubungan dengan masyarakat dan pemanfaatan media sosial.
Kata Kunci: komunikasi pemasaran, produk, batik, Panca Mukt
Hubungan Tingkat Stress dan Fast Food dengan Siklus Menstruasi Remaja Putri
Masalah kesehatan reproduksi sering terjadi dikalangan remaja perempuan salah satunya masalah siklus menstruasi. Siklus menstruasi yaitu periode dari awal menstruasi sampai awal menstruasi berikutnya. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2018 menyebutkan bahwa 80% perempuan didunia mengalami menstruasi yang tidak teratur. Tingkat stress yang sering dialami oleh remaja putri dan fast food yang sering dikonsumsi oleh remaja putri menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya gangguan menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat strress dan fast food dengan siklus menstruasi remaja putri. Metode penelitian cross sectional. Sampel berjumlah 75 remaja putri mahasiswa prodi D3 Kebidanan FMIPA UNIB. yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data dengan menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian yaitu tingkat stress (p-value 0,005 < 0,05) dan konsumsi fast food (p-value 0,000 < 0,05). Pentingnya kesadaran untuk menjaga tingkat stress dan makanan yang dikonsumsi pola hidup sehat dapat mencegah ketidakteraturan menstruasi pada remaja putri
Korelasi Penggunaan Smartphone dan Pola Tidur di Kalangan Remaja Kelas VIII di SMPN 9 Kota Palangka Raya
Pemanfaatan smartphone merupakan faktor yang berkontribusi terhadap masalah kesehatan di kalangan remaja Indonesia, dengan kualitas tidur yang tidak memadai sama signifikan. Remaja dengan kebiasaan tidur yang buruk, termasuk penggunaan smartphone larut malam dan terjaga dalam waktu lama, mungkin mengalami kecemasan, depresi, fokus berkurang, dan efek buruk pada kesehatan fisik dan psikologis, sehingga meningkatkan risiko kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara penggunaan smartphone dan pola tidur pada remaja kelas delapan di SMPN 9 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional yang memanfaatkan pendekatan penelitian kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang tervalidasi dan dapat diandalkan, menyasar populasi 98 remaja kelas VIII di SMPN 9 Palangka Raya, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total populasi. Metode analisis yang digunakan adalah uji korelasi Spearman Rank. Temuan survei ini menunjukkan bahwa 63 responden (63,3%) remaja yang dikategorikan menunjukkan penggunaan smartphone yang bermasalah mengaitkan perilaku ini dengan keterlibatan yang berlebihan dengan media sosial dan game online. Lima puluh delapan jawaban (59,2%) remaja menunjukkan pola tidur yang buruk. Penggunaan ponsel yang berkepanjangan pada siang dan malam mengakibatkan keterlambatan tidur, sehingga mengurangi kualitas tidur pada remaja. Hasil penelitian dari tes statistik peringkat Spearman menghasilkan nilai p 0,000 (p<0,05) dan nilai r 0,530, menunjukkan korelasi yang sangat substansial antara penggunaan smartphone dan pola tidur pada remaja. Diantisipasi bahwa remaja yang disiplin akan memberlakukan pembatasan pada penggunaan smartphone sehari-hari mereka. Diantisipasi bahwa orang tua dan keluarga akan mengatur dan memfasilitasi pemahaman tentang penggunaan smartphone yang tepat, memastikannya tidak membahayakan kualitas tidur anak-anak
Identification of Lactic Acid Bacteria in Tapioca Waste Based Local Microorganism Starter with Different Molasses Addition: Identifikasi Bakteri Asam Laktat dari Starter Mikroorganisme Lokal Asal Onggok dengan Penambahan Molases yang Berbeda
The fermentation process requires a starter as a source of microorganisms. One of the microorganisms involved in the fermentation process is Lactic Acid Bacteria (LAB). Utilizing organic waste such as tapioca waste as a source of local microorganisms (MOL) for feed fermentation starter can not only improve feed quality, but also reduce the negative impact of poorly managed industrial waste on the environment. In addition, the utilization of molasses as a carbohydrate source in the preparation of starters can be done because it doesn’t compete with food. The aim of the study was identify LAB starter of tapioca waste with the addition of molasses at different levels. This research was conducted using descriptive qualitative and quantitative methods. There were 3 treatments, namely tapioca waste MOL starter with molasses addition of 20%(A), 30%(B), and 40%(C) respectively. The research variables observed were pH, morphological characteristics and total of LAB. The results showed that the pH produces ranged from2,45 to 2,63 and the average size of bacteria derived from all treatments was punctiform with white color, circular configuration, flat elevation, and entire margin. Based on gram straining, it was found that the bacteria growing in all treatments were gram-positive, non-spore-forming, and rod-shaped bacteria. The highest total LAB was obtained in treatment A, which was 50,4x105 CFU/ml. The conclusion is that based on the pH produces, the quality of MOL starter from each treatment is very good and the presence of LAB in all treatments with morphological characteristics of cells that are almost the same and show morphological characteristics of Lactobacillus
SOSIALISASI TENTANG HIPERTENSI DAN PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH PADA MASYARAKAT DESA SUKA LANGU
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang umum dialami oleh masyarakat usia dewasa dan lansia. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk genetik, usia, gaya hidup, dan obesitas. Kesadaran masyarakat akan bahaya hipertensi dan penanganannya sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai hipertensi serta melakukan pengukuran tekanan darah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi pendidikan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat dan melakukan pemeriksaan tekanan darah. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa terdapat 24 orang (66,7%) masyarakat memiliki tekanan darah normal dan 9 orang (25%) mengalami hipertensi). Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hipertensi dan pentingnya pengelolaan kesehatan.
Kata Kunci : Sosialisasi, Hipertensi, Pemeriksaan Tekanan Dara
TRANSFORMASI DESA CERDAS DIGITAL DALAM RANGKA PERCEPATAN DAN KEMUDAHAN INFORMASI DEMI MENUNJANG KEBERLANJUTAN DESA DI DESA TIHULALE
Era digital menjadi tuntutan yang sangat diperlukan bahkan dari berbagai sektor. Desa-desa masih menggunakan metode tradisional baik dari segi pemasaran, pengumuman corong desa, dan sering kalibaik informasi ke keluar desa bahkan dalam desa tidak menyebar dan tersampaikan dengan baikdengan kasus terparah adalah kebijakan penting dan program lainnya. Kegiatan publikasi media sosialdesa dan persebaran berita merupakan salah satu cara untuk mengatasi semua keterbatasan ini.Kegiatan dilaksanakan di Desa Tihulale, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Kegiatan inidilakukan secara rutin di Desa Tihulale, Provinsi Maluku. Kegiatan ini dilakukan oleh kelompok KKN-Kebangsaan desa Tihulale untuk bekerja sama dan membuat sosial media desa. Selain itu kegiatan inidimaksudkan untuk mempermuda alur persebaran informasi desa dengan ketidak efisienan metodetradisional. Selanjutnya untuk menunjang keberlanjutan program, tim KKN Kebangsaan membetukkelompok publikasi desa dengan tujuan program ini akan dilanjutkan oleh tim publikasi desa setelah tim KKN selesai mengabdi di desa. Kegiatan ini dilaksanakan secara fleksible beriringan menyesuaikan target publikasi desa yang telah ditentukan. Selanjutnya program ini dapat dinyatakan terlaksana danberhasill dengan berbagai output yang di dapatkan seperti berita dan lain sebagainya. Serta percepatan informasi yang diharapkan. DIharapkan program ini dapat berlanjut dan dapat menjadi acuan untuk KKN dan program pengabdian lanjutan lainnya
Analisis kecerdasan intelektual terhadap akurasi tembakan pada permainan ketapel
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kecerdasan intelektual terhadap akurasi tembakan pada permainan ketapel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelas 4 dan 6 SDN Lerep 02 Kabupaten Semarang berjumlah 34 anak yang terdiri dari 22 laki laki dan 12 perempuan. Pengumpulan data menggunakan observasi, kuisioner. Hasil data kuisioner terdapat 65% kategori tinggi, 35% kategori sedang, 0% kategori rendah. Kesimpulan dari penelitian ini menemukan bahwa analisis kecerdasan intelektual terhadap akurasi tembakan pada permainan ketapel berada dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan siswa dalam memahami strategi, mengukur jarak, dan mengatur kekuatan tarikan ketapel berperan penting dalam mendukung akurasi tembakan permainan ketapel. Siswa dengan kecerdasan intelektual yang tinggi cenderung memiliki kemampuan motorik yang lebih baik hingga lebih mudah menguasai teknik dalam permainan ketapel. Sebaliknya, jika tingkat kecerdasan intelektual seseorang lebih rendah dapat menghambat siswa untuk bisa memahami dan menganalisis permainan ketapel, sehingga hasil akurasi yang didapatkan kurang maksimal.
Abstract
This study investigates the impact of intellectual intelligence on shooting accuracy in slingshot games using a quantitative descriptive approach. The research sample consisted of 34 students (22 males and 12 females) from grades 4 and 6 at SDN Lerep 02, Semarang Regency. Data were collected through direct observation and questionnaires. The results indicated that 65% of the students had high intellectual intelligence, 35% had medium intellectual intelligence, and none were in the low category. The findings suggest that intellectual intelligence positively affects shooting accuracy in slingshot games. Students with higher intellectual intelligence showed better accuracy, as they were able to understand and apply strategies, estimate distances, and control the pulling force of the slingshot. These students also demonstrated better motor coordination and quicker mastery of game techniques. In contrast, students with lower intellectual intelligence had difficulty understanding the game’s rules and analyzing techniques, leading to less accurate shots. In conclusion, intellectual intelligence significantly influences shooting accuracy in slingshot games, with students possessing higher intellectual intelligence performing better in both technique and accurac
Variasi Latihan Otot Lengan Terhadap Keterampilan Teknik Dasar Free Throw Pada Ekstrakurikuler Bola Basket SMK Negeri 3 Karawang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi latihan otot lengan terhadap keterampilan teknik dasar free throw pada siswa ekstrakurikuler bola basket di SMK Negeri 3 Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pretest-posttest, melibatkan 15 siswa sebagai subjek. Instrumen pengumpulan data berupa tes keterampilan free throwyang dilaksanakan sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan diberikan dalam bentuk program latihan otot lengan yang terdiri dari push-up, diamond push-up, chin-up, shoulder taps, dan decline push-up, dilakukan selama 12 sesi (2 sesi untuk pretest dan posttest, serta 10 sesi perlakuan). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan free throw. Rata-rata skor pretest sebesar 20,40 meningkat menjadi 35,33 pada posttest. Analisis data menggunakan uji Paired T-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang nyata dari program latihan terhadap peningkatan keterampilan free throw. Latihan otot lengan secara terstruktur terbukti mampu meningkatkan kekuatan, stabilitas, dan koordinasi otot, sehingga berdampak positif terhadap performa free throw. Disarankan agar pelatih bola basket mengintegrasikan variasi latihan ini dalam program rutin, serta mendorong siswa untuk melakukan latihan secara mandiri guna menunjang peningkatan kemampuan bermain bola basket
Abstract
This study aims to analyze the effect of arm muscle training variations on basic free throw skills among basketball extracurricular students at SMK Negeri 3 Karawang. The research employed an experimental method with a one-group pretest-posttest design, involving 15 student participants. Data were collected through free throw skill tests conducted before and after the treatment. The treatment consisted of an arm muscle training program including push-ups, diamond push-ups, chin-ups, shoulder taps, and decline push-ups, carried out over 12 sessions (2 sessions for pretest and posttest, and 10 treatment sessions). The results showed a significant improvement in free throw performance, with the average score increasing from 20.40 (pretest) to 35.33 (posttest). Data analysis using a Paired T-test revealed a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a statistically significant effect of the training program on free throw skills. Structured arm muscle exercises were proven to enhance strength, stability, and muscle coordination, which positively influenced free throw performance. It is recommended that basketball coaches incorporate this training into regular practice routines and encourage students to perform the exercises independently to further develop their basketball skills